• Tidak ada hasil yang ditemukan

TES LITERASI STATISTIK

B. Diskusi Hasil Penelitian

Berdasarkan analisis hasil penelitian, literasi statistik siswa bergaya kognitif field dependent dan field independent memiliki persamaan dan perbedaan. Dalam hal memahami data, siswa dengan masing-masing tipe mampu membaca data yang disajikan dalam bentuk tabel atau ❺ ❻❼❽❾ ❿➀ ➁ ❾ ❼❺ ❻❼➂➃ Hal tersebut terlihat ketika peneliti mengajukan pertanayaan-pertanyaan saat wawancara berlangsung. Dalam hal menginterpretasi data, siswa dengan masing-masing tipe sudah mencoba menggali informasi yang disajikan, namun belum menjelaskan secara rinci. Meskipun berpikir kritis siswa bergaya field independent terlihat pada tahap interpretasi.

Adapun perbedaan literasi statistik siswa bergaya kognitif

field dependent dan field independent yaitu, dalam hal mengomunikasikan data. Siswa bergaya kognitif field dependent

menyajikan data dalam bentuk diagram batang dan cartesius. Menyampaikan informasi langsung pada intinya dan lebih mudah menyampaikan informasi jika ada bendanya yaitu menggambar terlebih dahulu kemudian mendeskripsikannya. Sedangkan, siswa bergaya kognitif field independent menyajikan data dalam bentuk grafik garis dan informasi yang disampaikan tidak langsung pada intinya, lebih menjelaskan keseluruhan ❾➄❽➅ ❻➂❼➆ ❾➀ ➁➇➈ ❼❾➉➃ Lebih mudah menyampaikan informasi secara lisan.

97

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa literasi statistik siswa ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan field independent adalah sebagai berikut:

1. Literasi statistik siswa bergaya kognitif field dependent dalam memahami data, siswa mampu membaca data dalam bentuk

➏ ➐➑➒➓ ➔→ ➣ ➓ ➑➏ ➐➑↔ atau tabel, namun sedikit tidak teliti dan kurang percaya diri. Pada aspek menginterpretasi data, siswa belum menjelaskan keseluruhan informasi secara terperinci, hanya menyampaikan secara singkat. Mengambil kesimpulan data berdasarkan informasi yang tersaji dan melakukan perhitungan statistik (rata-rata). Pada aspek mengomunikasikan data, siswa dapat menyajikan dalam bentuk diagram ↕ ➑➙ ➑➛➏ → ➜ ➑➐➙ ➝➞ ➓➟➞

karena informasi yang ingin disampaikan langsung pada intinya serta lebih mudah menyampaikan informasi kepada orang lain dengan gambar kemudian dideskripsikan.

2. Literasi statistik siswa bergaya kognitif field independent dalam memahami data, siswa mampu membaca data dalam bentuk

➏ ➐➑➒➓ ➔→ ➣ ➓ ➑➏ ➐➑↔ atau tabel dengan percaya diri dan teliti. Pada aspek menginterpretasi data, siswa belum menjelaskan keseluruhan informasi yang ada dan menyimpulkan data berdasarkan informasi yang disajikan serta menggabungkan informasi dari sumber lain. Pada aspek mengomunikasikan data, mampu menyajikan data dalam bentuk grafik garis sesuai dengan informasi yang ingin disampaikan serta lebih mudah mengomunikasikan data secara lisan.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peniliti, maka peneliti akan memyampaikan beberapa saran, sebagai berikut: 1. Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda dalam

memperoleh dan menggunakan informasi. ➠➡➝ ➢ karena itu, guru sebaiknya memperhatikan gaya kognitif siswa dalam proses pembelajaran yang berlangsung serta dalam mendesain pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai.

2. Penelitian ini masih terbatas pada aspek ➤➥ ➦➧ ➨➩ ➨➫➭ ➯➲➧ ➦➲➩ ➳➵ ➸➳➧

yaitu mengambil tiga aspek dan empat indikator dari literasi statistik serta belum mengaitkan dengan aspek perilaku (afektif). Untuk peneliti lain, jika ingin melakukan penelitian yang serupa, hendaknya dapat mengembangkan aspek dan indikator yang digunakan serta instrumen soal yang lebih baik.

99

Ainley. 2000. “Transparency in Graph and Graphing Tasks An Iterative Design Process”. Journal of Mathematical Behavior. Vol. 19, pp 365 – 384.

Alamolhodaei, Hasan. 2000. “Convergent/Diverget Cognitive Style and Mathematical Problem Solving”. Journal of Science and Education in S.E. ASIA. Vol. 24 No. 2.

Adinawan, C. M & Sugijono, “Seribu Pena Matematika SMP untuk Kelas IX”, Jakarta: Erlangga

Ayuningtias, Diah. Tesis: “Profil Literasi Statistik Peserta Didik

SMA/MA Ditinjau dari Gaya Kognitif”. Surabaya: UNESA

2015.

Budget, Stephanie, & Pfannkuch, Maxine. “Assessing Students’ Statistical Literacy”. IASE /ISI Satellite, 2007, diakses , pada

tanggal 11 April 2016,

http://iase-web.org/documents/papers/sat2007/Budgett_Pfannkuch.pdf; internet.

Dasari, Dadan. “Kemampuan Literasi Statistis dan Implikasinya dalam

Pembelajaran”. Makalah disajikan pada Seminar Nasional

Pendidikan Matematika UNY, Yogyakarta, 26 Maret 2006. Davis, Gregory.A., “Learning Style and personality type Preferences of

Comminity development extension education”. Journal of Agricultural Education. The Ohio State Univercity. Volume 47. Number 1 pp. 90-99.

Draft PISA 2015. “Draft Mathematics Framework”, diakses tanggal 04 April

2016;https://www.oecd.org/pisa/pisaproducts/Draft%20PISA% 202015%20Mathematics%20Framework%20.pdf; internet.

Gal, Iddo. 2002. “Adults' Statistical Literacy: Meanings, Components, Responsibilities”.International Statictical Review. Vol. 70 No. 1. 1-51.

Hafiyusholeh, Moh. 2015. “Literasi Statistik dan Urgensinya Bagi Siswa”. Jurnal Ilmiah Sains & Ilmu Pendidikan, Wahana Vol. 64, No. 1, 2.

Kozhevnikov, Maria. 2007. “Cognitive Styles in the Contex of Modern Psychology Toward an Intergrated Framework of Cognitive Style”. Psychological Bulletin. Vol. 133 No. 3.

Mallala, Syamsudin. Skripsi: “Pengaruh Gaya Kognitif dan Berpikir Logis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas II SMU

di Kota Samarinda”. Surabaya: UNESA, 2003.

Maulana, Rian. “Standar Kompetensi dan Kopentensi Dasar SMP”,

diakses pada tanggal 22 Januari 2017: http://www.heruwono.web.id/katalog-137-standar-kompetensi--dan-kompetensi-dasar-matematika-smpmts.html: internet. Moshenthal, P.B. & Kirssch, I.S., “A New Measure for Assessing

Document Complexity: The PMOSE/IKIRSCH Document Readability Formula”, Journal of Adolescent and Adult Literacy. 41(8), 638 – 657.

Nasution, S. ”Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar”. Jakarta : Sinar Grafika Offset. 1995.

Ratumanan , T. G. & Laurens T. “Penilaian Hasil Belajar pada Tingkat

Satuan Pendidikan”. Unesa University Press, 2011.

Ruth Carver. (2012). President`s Message. “Statistical Literacy and the 2013 International Year of Statistics”, ASA.

Schield, Milo “Statistical Literacy: Thinking Critically About Statistics”, As published in the Inaugural issue of the Journal “Of Significance”, diakses pada tanggal 11 April 2016; http://www.statlit.org/pdf/1999SchieldAPDU.pdf; internet.

Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta, 2013.

Syahrial, Tesis : “Profil Strategi Estimasi Siswa SD Dalam Pemecahan Masalah Berhitung Ditinjau dari Perbedaan Gaya Field

Dependent dan Field Independent”. Surabaya : UNESA. 2014.

Wade, B. & Goodfellow, M. 2009. “Confronting Statistical Literacy in

The Undergraduate Social Science Curriculum”.

Sociological Viewpoints, Pennsylvania.

Walker, Helen M. 1951. ”Statistical Literacy in the Social Sciences”,

The American Statistician, Vol. 5, No. 1 (Feb., 1951). pp. 6 – 12.

Watson, Jane M. “Is Statistical Literacy Relevant for Middle School Students?”. Vinculum, 42: 1. 2005.

Wikipedia, “Statistika”, diakses pada tanggal 25 januari 2017; https://id.wikipedia.org/wiki/Statistika.

Winato, Awan. “Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)”, diakses pada tanggal 23 Januari 2017; https://masawanwinanto.files.wordpress.com/2010/12/skl_map el_smp_mts.pdf; internet.

Winkel, W. S. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo, 1996.

Yolcu, Ayse. Master’s Thessis: “ An Investigation of Eighth Grade Students’ Statistical Literacy, Attitudes Towards Statistics And

Their Relationship”. Turkey: Middle East Technical

Dokumen terkait