BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
4.2 Elemen-elemen Sukses Pengembangan Electronic
4.2.1 Support (Dukungan Pemerintah)
4.2.1.2 Disosialisasikannya Konsep
Sosialisasi konsep e-Government merupakan cara untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan e-Government kepada sasaran dari dibangunnya e-Government secara simpatik (Indrajit, 2016:11). Pemerintah perlu memberikan sosialisasi tentang penerapan dan pengembangan e-Government sehingga masyarakat atau pengguna mengetahui dan menikmati layanan
pemerintah berbasis elektronik. Dengan kata lain, masyarakat atau pengguna juga memiliki pemahaman dan pendidikan tentang dasar dari e-Government seperti tujuan dari e-Government tersebut dan cara penggunaannya.
Sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Medan kepada Masyarakat Kota Medan dalam pengenalan Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita berjalan kurang optimal. Sosialisasi tersebut dilakukan hanya melalui media online saja dan tidak bertemu secara tatap muka dengan masyarakat. Hal demikian sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Juang Akbar Harahap selaku Sub Koordinator Infrastruktur Jaringan pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan dan Koordinator Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita, sebagai berikut:
“Kalau dulu sewaktu pertama kali peluncuran Aplikasi Medan Rumah Kita, sosialisasi itu sering dilakukan dengan mengandalkan sosial media dan website Pemko Medan.” (Wawancara Bapak Juang Akbar Harahap, 11 Juli 2022 )
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Ibu Ruth Ginting selaku Operator Medan Rumah Kita di Medan Command Center yang menyatakan bahwa sosialisasi dalam memperkenalkan Layanan Medan Rumah Kita dilakukan saat awal munculnya atau launching layanan tersebut. Berikut adalah pernyataan yang disampaikan oleh Ibu Ruth Ginting:
“Sebenarnya, selama masa pandemi ini tidak ada sosialisasi. Namun, sebelum masa pandemi, sosialisasi lewat sosial media itu dilakukan secara rutin. Dalam sosialisasi tersebut, MCC bekerja sama dengan Dinas Kominfo.” (Wawancara Ibu Ruth Ginting, 11 Juli 2022)
Sosialisasi yang dilakukan saat launching atau awal munculnya Medan Rumah Kita juga dibenarkan oleh Bapak Jefry Hendri Nasution selaku Operator Medan Rumah Kita sebagai berikut:
“Selama masa pandemi, sosialisasi tidak berjalan efektif. Tapi, sebelum masa pandemi, MCC aktif memberikan sosialisasi kepada SKPD bahwa ada Aplikasi Medan Rumah Kita yang membantu mempermudah pelayanan publik melalui pengaduan masyarakat di Kota Medan. Saat awal-awal launching sudah disosialisasikan kepada masyarakat.
Mungkin belum maksimal karena saat itu masih soft launching.”
(Wawancara Bapak Jefry Hendri Nasution, 12 Juli 2022)
Bapak Jefry Hendri Nasution dan Ibu Ruth Ginting menegaskan bahwa Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita juga disosialisasikan saat tahapan soft launching atau saat pertama kalinya Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita diperkenalkan kepada publik. Pernyataan informan tersebut juga didukung dengan hasil pengamatan dan dokumentasi peneliti bahwa sosialisasi yang dilakukan adalah saat launching dan awal penerapan Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita. Sosialisasi tersebut dilakukan melalui media online seperti Instagram, YouTube, dan website Pemerintah Kota Medan.
Media online disebut juga dengan digital media yang tersaji secara online di situs (website) internet. Media online juga dapat dimaknai sebagai jenis atau format media yang hanya dapat diakses melalui internet dengan berisikan teks, foto, video dan suara (Akbar, 2021:75). Maka dari itu, media online meliputi email, mailing list, website, blog dan media sosial (social media). Berikut adalah dokumentasi media online yang digunakan Pemerintah Kota Medan dalam melakukan sosialisasi Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita.
Gambar 4.7 Sosialisasi Layanan Medan Rumah Kita Melalui Media Online Sumber: Tangkapan Layar oleh Peneliti dari Media Online, 2022
Gambar 4.7 menunjukkan bahwa penyampaian informasi atau sosialisasi tentang Medan Rumah Kita kepada masyarakat dilakukan melalui media online seperti website Pemko Medan, YouTube, dan Instagram. Melalui Gambar 4.7 dapat diketahui juga bahwa sosialisasi dilakukan pada launching Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita, yakni pada Tahun 2016 hingga 2018. Sosialisasi melalui Medan Rumah Kita tidak pernah dilakukan saat masa-masa Pandemi COVID-19 yang berkisar Tahun 2019 hingga sekarang, yaitu Tahun 2022 sehingga semakin sedikit masyarakat mengetahui layanan pengaduan ini.
Media website Pemko Medan menampilkan sosialisasi berupa pengenalan awal tentang Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita sebagai salah satu media pengaduan lokal. Lalu, Youtube menampilkan konten yang berisikan prosedur dalam menyampaikan pengaduan melalui Layanan Pengaduan Medan
Rumah Kita. Terakhir, media Instagram menampilkan berbagai aduan yang disampaikan masyarakat dan fitur-fitur yang terdapat pada Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita. Penyebaran informasi tentang Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita juga dilakukan melalui media online berupa berita online,
Melalui berita online, Pemko Medan menyampaikan informasi bahwa terdapat layanan pengaduan yang serupa dengan SP4N-LAPOR dan Qlue Jakarta.
Layanan yang dimaksud adalah Medan Rumah Kita yang merupakan layanan pengaduan untuk menyampaikan problematika di Kota Medan dengan melampirkan foto dan identitas yang diperlukan. Berita online tersebut juga memberitahukan informasi tentang munculnya Medan Rumah Kita dan perkembangan Medan Rumah Kita yang keberadaannya didukung oleh United States Agency for International Development (USAID) Indonesia.
Penyebarluasan informasi dan sosialisasi melalui media online merupakan strategi yang efisien untuk memperkenalkan suatu jasa atau produk.
Hal demikian dikarenakan adanya perkembangan bidang teknologi yang mendorong kuatnya pengaruh media online. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Akbar (2021:77) bahwa melihat kemajuan yang ditawarkan, media online mengalami kemajuan yang pesat karena akses informasi semudah dalam genggaman tangan dan memudahkan terbentuknya opini publik. Dengan kata lain, media online menjadi media penyebarluasan informasi yang sudah menjadi budaya masyarakat untuk mengakses informasi secara cepat dan tepat.
Hanya saja, sosialisasi melalui media online dalam memperkenalkan Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita belum maksimal. Hal demikian
dikarenakan pola sosialisasi yang dilakukan tidak rutin. Sebagaimana yang dinyatakan Winarso dan Nurbudi (2016:34) bahwa sosialisasi yang ideal seharusnya dilakukan saat proses pembuatan layanan, pada awal penerapan layanan, dan selama layanan digunakan atau beroperasi. Namun, sosialisasi Medan Rumah Kita yang dilakukan adalah saat awal penerapan layanan yang tampak melalui media online. Bahkan, media YouTube hanya menampilkan 1 (satu) video saja. Sementara itu, media Instagram Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita tidak lagi meng-update informasi seputar Medan Rumah Kita karena postingan dimulai pada 15 Maret 2017 dan berhenti pada 10 April 2017. Dengan kata lain, sosialisasi yang dilakukan tidak konsisten.
Berdasarkan pengamatan peneliti, materi yang disajikan untuk sosialisasi mudah dipahami sebagai panduan kepada masyarakat untuk menggunakan Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita. Masyarakat dapat memahami kegunaan dan cara penyampaian aduan melalui Medan Rumah Kita. Sebagaimana yang disampaikan Akbar (2021:76) bahwa sosialisasi yang baik adalah sosialisasi yang mampu mencapai target dan membuat target memahami isi materi yang disosialisasikan. Dengan demikian, sosialisasi sudah dipublikasikan dengan materi yang mudah dipahami dan tata bahasa yang baik sehingga masyarakat mampu melaksanakan sebagaimana informasi atau prosedur yang tertera.
Muhadsyah selaku Masyarakat Kota Medan yang menggunakan Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita menyatakan bahwa video dan materi disajikan dengan jelas, sebagaimana pernyataan berikut:
”Sosialisasi dari Pemko Medan saya lihat dilakukan melalui sosial media seperti Instagram dan tidak ada sosialisasi secara tatap muka dengan
masyarakat. Apalagi, di masa pandemi ini sosialisasi itu tidak ada lagi dan postingan di Instagram hanya beroperasi di Tahun 2017 saja.
Namun, untungnya di Instagram itu disajikan dengan jelas khususnya ada videonya tentang apa itu Medan Rumah Kita dan bagaimana cara penggunaannya.” (Wawancara Bapak Muhadysah, 18 Juli 2022)
Pernyataan Bapak Muhadsyah senada dengan yang disampaikan oleh Ibu Sortalina Saragih selaku Masyarakat Kota Medan Pengguna Medan Rumah Kita, sebagai berikut:
“Saat saya menonton video yang ada di YouTube tentang tata cara penggunaan Medan Rumah Kita itu sangat mudah dipahami. Jadi, kurangnya sosialisasi dari Pemko Medan adalah kurang intensifnya sosialisasi yang dilakukan. Andai sosialisasi rutin dilakukan maka pasti banyak masyarakat yang mengetahui Medan Rumah Kita apalagi jika sosialisasi dilakukan secara tatap muka.” (Wawancara Ibu Sortalina Saragih, 21 Juli 2022)
Dengan kata lain, sosialisasi Pemko Medan dalam memperkenalkan dan mengedukasikan Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita kepada masyarakat tidak dilakukan secara rutin dan sosialisasi hanya dilakukan melalui media online dengan penyajian yang mudah dipahami. Sosialisasi Medan Rumah Kita ini dilakukan oleh Pihak Diskominfo bersama-sama dengan Medan Command Center kepada Masyarakat dan SKPD di Kota Medan. Hal demikian dapat diketahui dari pernyataan Bapak Juang Akbar Harahap selaku Sub Koordinator Infrastruktur Jaringan pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan dan Koordinator Medan Rumah Kita, sebagai berikut:
” Dinas Kominfo melakukan sosialisasi dengan MCC sehingga benar-benar Dinas Kominfo dan MCC yang memperkenalkan Aplikasi Medan Rumah Kita kepada masyarakat dan SKPD. Nantinya, Dinas Kominfo akan mendatangi SKPD di Kota Medan untuk melakukan sosialisasi di sana sekaligus memberitahu tanggung jawab dari SKPD pada Aplikasi Medan Rumah Kita.” (Wawancara Bapak Juang Akbar Harahap)
Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Ika Verawaty Silalahi selaku Sub Koordinator Lingkup Integrasi Data berikut ini:
“Kami membuat sosialisasi tatap muka yang mempertemukan Pemko Medan dan SKPD di Kota Medan tentang adanya Aplikasi Medan Rumah Kita. Biasanya di setiap SKPD itu ada 1-2 operator yang bertugas menerima aduan, mem-follow up, dan memberikan bukti bahwa aduan telah selesai ditangani. Jadi, SKPD tersebut diberikan edukasi dan pengenalan seluk beluk Medan Rumah Kita dan cara mengoperasikannya.” (Wawancara Ibu Ika Verawaty Silalahi, 15 Juli 2022)
Melalui pernyataan para informan dapat diketahui bahwa SKPD Kota Medan juga menjadi target sosialisasi Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita sebagaimana pernyataan Bapak Sukri selaku Staf Bagian Umum dan Operator Medan Rumah Kita untuk Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan berikut ini:
”Sosialisasi dilakukan 1-2 hari dengan mengumpulkan para Operator Medan Rumah Kita di titik kumpul. Setelah itu, kami diberitahukan bahwa terdapat Medan Rumah Kita sebagai media penyampai aduan dan aspirasi masyarakat. Lalu, kami diberitahu bagaimana cara menindaklanjuti aduannya hingga selesai. Sosialisasi tersebut walaupun singkat namun dilakukan dengan baik dan saya sendiri dapat memahaminya dengan jelas.” (Wawancara Bapak Sukri, 06 Juli 2022) Sosialisasi yang dilakukan kepada SKPD dapat diketahui melalui Gambar 4.8 berikut ini:
Gambar 4.8 Sosialisasi Layanan Medan Rumah Kita kepada SKPD Sumber: Medan Command Center, 2022
Berdasarkan Gambar 4.8 dapat dilihat bahwa sosialisasi dilakukan di Medan Command Center. Selain itu, tampak juga salah satu Operator Medan Command Center sedang memberikan arahan dan bimbingan tentang prosedur pelayanan melalui Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita dan para pihak SKPD sedang mendengarkan penjelasan yang disampaikan. Sosialisasi tersebut dilakukan pada hari kedua sehingga semakin sedikit pihak SKPD yang hadir.
Sebagaimana pernyataan yang disampaikan oleh Ibu Ruth Ginting selaku Operator Medan Rumah Kita sebagai berikut:
“Pada gambar ini ya dihadiri oleh SKPD dari Dinas PU, Kebersihan, Disdukcapil karena mereka yang paling banyak biasanya aduan. Hari pertama ramai yang datang tapi ini hari kedua jadi sepi. Lalu, yang memberikan arahan itu adalah bagian dari Operator Medan Rumah Kita di Medan Command Center. Itu saya ingat, lagi membahas tentang bagaimana cara menerima aduan yang masuk dan fitur apa saja yang ditekan.” (Wawancara Ibu Ruth Ginting, 11 Juli 2022)
Sosialisasi kepada para Operator SKPD dilakukan pada masa soft launching dari Layanan Medan Rumah Kita secara tatap muka. Sosialisasi secara tatap muka memudahkan target sosialisasi lebih mudah memahami materi yang disampaikan sehingga mampu mempertemukan target sosialisasi di suatu tempat untuk lebih leluasa berinteraksi dan bertukar pikiran (Akbar, 2021:76). Untuk mengetahui rincian sosialisasi yang dilakukan kepada para Operator SKPD maka dapat diketahui melalui Tabel berikut ini:
Tabel 4.2 Rekapitulasi Sosialisasi Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita Tahun Materi Sosialisasi Jumlah Peserta
2016 Sosialisasi dan soft launching Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita
15 orang 2016 Sosialisasi Regulasi dan Standar
Operasional Prosedur (SOP) Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita
8 orang
Sumber: Medan Command Center, 2022
Menurut Buhler (dalam Akbar, 2021:76), sosialisasi merupakan proses yang membantu individu-individu untuk belajar dan menyesuaikan diri, cara hidup dan berpikir agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya atau organisasi yang bersangkutan. Sosialisasi penting dilaksanakan untuk pola perilaku individu, menjaga keteraturan hidup dalam masyarakat, dan menjaga integrasi individu dengan individu lainnya dalam suatu organisasi. Secara keseluruhan, sosialisasi yang dilakukan Diskominfo dan Medan Command Center memberikan fokus penuh kepada Masyarakat Kota Medan. Namun, masih banyak Masyarakat Kota Medan yang belum mengenal dan men-download Medan Rumah Kita. Hal demikian tampak pada pernyataan yang disampaikan oleh Bapak Juang Akbar Harahap selaku Sub Koordinator Infrastruktur Jaringan pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan dan Koordinator Medan Rumah Kita
“Menurut saya, masih banyak yang belum mengenal Aplikasi Medan Rumah Kita. Saya pikir itu karena masih kurangnya proses sosialisasi yang hanya mengandalkan sosial media.” (Wawancara Bapak Juang Akbar Harahap, 11 Juli 2022)
Pernyataan Bapak Juang Akbar Harahap juga didukung dengan informasi dari Bapak Jefry Hendri Nasution yang mengakui bahwa sosialisasi yang dilakukan juga masih kurang optimal (tidak dilakukan secara tatap muka) sehingga Masyarakat Kota Medan yang mengenal Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita masih sedikit, sebagaimana pernyataan berikut ini:
“Sepertinya belum banyak yang tahu karena masih kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang adanya Aplikasi Medan Rumah Kita ini.”
(Wawancara Bapak Jefry Hendri Nasution, 12 Juli 2022)
Berbeda halnya dengan pernyataan dari Ibu Ika Verawaty Silalahi selaku Sub Koordinator Lingkup Integrasi Data bahwa Masyarakat Kota Medan yang mengenal dan menggunakan Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita dikatakan seimbang, yakni dapat dikatakan banyak yang sudah mengenal dan sedikit yang mengenal layanan aduan tersebut. Hal itu dikarenakan adanya SP4N-LAPOR yang lebih rutin digunakan dibanding Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita dan sudah terjadinya pergantian kepemimpinan yang memengaruhi ketenaran layanan lokal tersebut, sebagaimana pernyataan berikut ini:
“Bisa iya, bisa tidak. Karena sudah adanya pergantian pimpinan dan slogan. Medan Rumah Kita itu kan slogan dan sekarang sudah berubah pimpinan jadinya Kolaborasi Medan Berkah. Ditambah lagi, karena sudah adanya SP4N LAPOR sehingga menutupi MRK.” (Wawancara Ibu Ika Verawaty Silalahi, 15 Juli 2022)
Ibu Ruth Ginting selaku Operator Medan Rumah pada Medan Command Center Kita juga menyampaikan bahwa dikarenakan adanya pergantian pemimpin dan slogan maka Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita semakin sedikit digunakan Masyarakat Kota Medan. Kepemimpinan Bapak Bobby Nasution dengan slogan “Kolaborasi Medan Berkah” membuat semakin redupnya Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita yang dibangun pada masa kepemimpinan Bapak Dzulmi Eldin dengan slogan “Medan Rumah Kita.” Masyarakat menganggap bahwa Medan Rumah Kita sudah tidak digunakan lagi karena adanya pergantian pemimpin dan slogan. Ibu Ruth Ginting juga menyatakan bahwa Masyarakat Kota Medan memiliki pemikiran bahwa Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita sudah tidak beroperasi berhubung dengan terjadinya pergantian pemimpin. Berikut adalah pernyataan dari Ibu Ruth Ginting:
Kalau sekarang bisa dikatakan tidak banyak yang mengenal dan menggunakan Aplikasi Medan Rumah Kita. Sekarang inikan sudah berganti kepemimpinan jadi masyarakat kira Aplikasi Medan Rumah Kita ini sudah tidak berjalan lagi padahal MRK masih ada dan yang melapor juga masih ada hanya saja tidak sebanyak sebelum pandemi (Wawancara Ibu Ruth Ginting, 11 Juli 2022)
Di samping itu, masih banyak masyarakat yang belum mengenal Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita dikarenakan masih kurang optimalnya sosialisasi yang dilakukan, sebagaimana yang dinyatakan oleh Fadillah Andini selaku Masyarakat Pengguna Medan Rumah Kita, berikut ini:
“Pemko Medan belum baik dalam memberikan sosialisasi kepada Masyarakat Kota Medan karena di Play Store masih kurang rating-nya dan sering mendapat tanggapan yang kurang baik dari masyarakat ditambah lagi masih sedikitnya masyarakat yang membuat aduan.”
(Wawancara Fadillah Andini, 19 Juli 2022)
Pernyataan Fadillah Andini juga didukung oleh informasi yang disampaikan oleh Ibu Sortalina Saragih selaku Masyarakat Pengguna Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita sebagai berikut:
“Sosialisasi Medan Rumah Kita belum berjalan optimal karena belum banyak yang mengenal Medan Rumah Kita. Bahkan saya tahu dari pihak kedua yakni kakak saya. Saat itu, pengalaman saya dan kakak saya sampai di rumah dan mendapati bahwa lahan kosong di depan rumah kami jadi tempat pembuangan sampah dan depan rumah kami banyak pohon yang menghalangi wayar sehingga kami ingin pohon itu ditebang.
Lalu, kakak saya mengetahui ada media penyampaian aduan yang bernama Medan Rumah Kita” (Wawancara Ibu Sortalina Saragih, 21 Juli 2022)
Berdasarkan pernyataan para informan yang merupakan Masyarakat Pengguna Medan Rumah Kita dapat diketahui bahwa masih sedikit Masyarakat Kota Medan yang men-download dan mengenal Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita. Selain itu, masyarakat juga memberikan tanggapan yang bersifat negatif sebagaimana Gambar 4.9 berikut ini:
Gambar 4.9 Tingkat Pengunduhan dan Respon Masyarakat Kota Medan Terhadap Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita
Sumber: Tangkapan Layar oleh Peneliti dari PlayStore, 2022
Berdasarkan Gambar 4.9 dapat diketahui bahwa masyarakat yang mengunduh Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita berjumlah lebih dari 5 (lima) ribu. Padahal, Masyarakat Kota Medan berjumlah 2,46 juta jiwa berdasarkan Data dari Badan Pusat Statistik Tahun 2021. Tentunya, masih sedikit Masyarakat Kota Medan yang mengunduh dan mengenal layanan ini. Selain itu, terdapat beberapa komentar negatif tentang cara kerja Pemerintah Kota Medan yang tergolong lamban, laporan yang tidak ditindaklanjuti dan dihapus, serta kolom komentar yang membatasi masyarakat nonpelapor sehingga hanya pelapor yang dapat berkomentar.
Sebenarnya, jika sosialisasi Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita berjalan dengn baik maka semakin banyak Masyarakat Kota Medan yang menggunakannya. Masyarakat di Kota Medan lebih mengenal SP4N-LAPOR daripada Medan Rumah Kita. SP4N-LAPOR lebih dikenal karena layanan pengaduan ini berskala nasional dan memiliki sosialisasi yang kuat, sebagaimana
pernyataan yang disampaikan Bapak Gilang Pradana yang bukan pengguna Medan Rumah Kita berikut ini:
“Belum, saya belum pernah dengar Medan Rumah Kita. Untuk di Kota Medan, yang pernah saya dengar itu SP4N-LAPOR. Itupun saya tahu saat melihat website dan yang sering saya lihat adalah iklan-iklan SP4N-LAPOR.” (Wawancara Bapak Gilang Pradana, 18 Juli 2022)
Di pihak yang sama, Dahlila Alfi Zoraya selaku masyarakat yang bukan pengguna Medan Rumah Kita juga lebih mengetahui SP4N-LAPOR karena sifatnya yang berskala nasional. Program pusat dari pemerintah biasanya akan memiliki sosialisasi yang lebih kuat dan fitur lengkap agar setiap daerah menggunakan SP4N-LAPOR. Hal demikian sebagaimana pernyataan Dahlila Alfi Zoraya berikut ini:
“Saya belum pernah mendengar Medan Rumah Kita. Namun, jika berbicara tentang wadah pengaduan yang sering saya dengar adalah SP4N-LAPOR. Itukan layanan berskala nasional pastinya lebih banyak yang memakai karena sosialisasinya juga kuat apalagi dari segi layanannya via daring itu sangat bagus dengan fitur-fitur yang mendukung/” (Wawancara Dahlila Alfi Zoraya, 19 Juli 2022)
Layanan Pengaduan SP4N-LAPOR merupakan layanan pengaduan berskala nasional dan terdapat pada setiap daerah di Indonesia. Layanan pengaduan ini sangat menguntungkan dan membantu Pemerintah Daerah dalam mewadahi aduan masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan dalam memperkenalkan SP4N-LAPOR berupa tatap muka dan daring kepada para staf dan masyarakat.
Selain itu, peneliti juga melakukan sosialisasi singkat kepada masyarakat tentang Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita. Melalui sosialisasi singkat tersebut dapat diketahui bahwa Masyarakat Kota Medan yang bukan pengguna Medan
Rumah Kita tertarik menggunakan layanan pengaduan tersebut. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Bapak Gilang Pradana berikut ini:
“Iya, saya tertarik menggunakan Medan Rumah Kita. Karena ada gebrakan dari Pemko Medan dalam memperbaiki fasilitas di Kota Medan sehingga masyarakat tidak perlu langsung datang ke instansi untuk membuat pengaduan.” (Bapak Gilang Pradana, 19 Juli 2022) Idzni Hadziyah selaku Masyarakat Kota Medan Bukan Pengguna Medan Rumah Kita juga memiliki pendapat yang sama dengan Bapak Gilang Pradana, sebagaimana pernyataan berikut ini:
“Saya tertarik menggunakan Medan Rumah Kita karena setidaknya Pemko Medan tahu bahwa ada problematika seperti ini di Kota Medan.
Perihal ditindaklanjuti dengan cepat atau lama atau tidak ada ditangani sama sekali, itu kembali lagi kepada Pemko Medan. Saya, selaku masyarakat sudah menggunakan media yang disediakan Pemko Medan, jadi kembali lagi apakah Pemko Medan mendengar keluh kesah saya atau tidak.” (Wawancara Idzni Hadziyah, 19 Juli 2022)
Namun, terdapat juga masyarakat yang masih mempertimbangkan penggunaan Medan Rumah Kita jika respon dari Pemerintah Kota Medan berjalan lamban dalam menindaklanjuti aduan yang disampaikan. Berikut adalah pernyataan Dahlila Alfi Zoraya selaku Masyarakat Kota Medan Bukan Pengguna Medan Rumah Kita:
“Saya kurang tertarik jika Pemko Medan lama menindaklanjuti aduan yang telah disampaikan. Apalagi kalau ada aduan yang ditolak tanpa alasan sehingga membuat masyarakat semakin enggan untuk menyampaikan pengaduan. Tergantung lagi jadinya, jika responnya kurang cepat maka saya tidak tertarik menggunakannya.” (Wawancara Dahlila Alfi Zoraya, 19 Juli 2022)
Maka dari itu, sosialisasi Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita merupakan hal dasar dan penting yang harus diberitahukan kepada pengguna layanan, yaitu Masyarakat dan SKPD di Kota Medan. Sosialisasi yang baik dan
konsisten mampu mendorong semangat masyarakat untuk menggunakan Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita sehingga secara perlahan masyarakat menjadi rutin dan aktif menggunakan Layanan Pengaduan Medan Rumah Kita.