• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.2. Distribusi Frekuensi atas Jawaban

Tabel 5.2.1. Distribusi jawaban pertanyaan tentang fungsi vitamin C dalam meningkatkan daya tahan tubuh

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Salah 2 2 %

Pada pertanyaan ini, responden lebih banyak menjawab Pertanyaan dengan benar. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Ottoboni (2005), bahwa vitamin C berperan dalam meningkatkan sistem imun, tetapi mekanismenya masih belum dimengerti secara pasti.

Tabel 5.2.2. Distribusi jawaban atas pertanyaan tentang ketersediaan vitamin C

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Benar 99 99 %

Salah 1 1 %

Pada pertanyaan ini, responden lebih banyak menjawab Pertanyaan dengan benar. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Walingo (2005), bahwa vitamin C terdapat dalam bentuk alami dan buatan.

Tabel 5.2.3. Distribusi jawaban atas pertanyaan tentang sumber vitamin C

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Benar 97 97 %

Salah 2 2 %

Tidak Tahu 1 1 %

Pada pertanyaan ini, responden lebih banyak menjawab dengan benar. Menunjukkan bahwa para responden sebelumnya telah mengetahui sumber alami dari vitamin C itu sendiri yaitu dari buah-buahan seperti jeruk, mangga, apel, dan lain-lain, serta sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, dan sebagainya. Pernyataan ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Walingo

(2005), bahwa vitamin C terdapat dalam bentuk alami yang berasal dari buah-buahan dan sayur-sayuran yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Tabel 5.2.4. Distribusi jawaban atas pertanyaan tentang bentuk sediaan dari vitamin C buatan

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Benar 98 98 %

Tidak tahu 2 2 %

Pada pertanyaan ini, responden lebih banyak menjawab dengan benar, menunjukkan bahwa para responden telah mengetahui bentuk sediaan dari vitamin C itu sendiri. Pernyataan ini sesuai dengan dengan yang dikemukakan oleh Goodman & Gilman (2008), bahwa vitamin C buatan terdapat dalam bentuk tablet dan cairan.

Tabel 5.2.5. Distribusi jawaban atas pertanyaan warna dari tablet vitamin C

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Benar 97 97 %

Salah 2 2 %

Tidak tahu 1 1 %

Pada pertanyaan ini, responden lebih banyak menjawab benar, menunjukkan bahwa para responden telah mengkonsumsi vitamin C sebelumnya, sehingga mengetahui bentuk fisik dari vitamin C itu sendiri dalam

hal warnanya. Naidu (2003) juga menyatakan bahwa vitamin C terdapat dalam bentuk tablet dengan warna kuning.

Tabel 5.2.6. Distribusi jawaban atas pertanyaan no. 6 tentang bentuk fisik dari vitamin C dalam bentuk cairan

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Benar 72 72 %

Salah 11 11 %

Tidak tahu 11 11 %

Pada pertanyaan ini, responden lebih banyak menjawab benar, menunjukkan bahwa para responden sering melihat/membeli vitamin C, sehingga mengetahui warna dari bentuk vitamin C itu sendiri.

Tabel 5.2.7. Distribusi jawaban atas pertanyaan tentang sumber vitamin C yang lebih menyehatkan

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Benar 97 97 %

Salah 2 2 %

Pada pertanyaan ini, responden lebih banyak menjawab benar. Pernyataan ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Walingo (2005), bahwa vitamin C alami lebih menyehatkan, karena bersumber dari buah-buahan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Tabel 5.2.8. Distribusi jawaban atas pertanyaan tentang peranan vitamin C dalam menutup luka

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Benar 72 72 %

Salah 15 15 %

Tidak tahu 13 13 %

Pada pertanyaan ini, responden lebih banyak menjawab benar, menunjukkan bahwa para responden telah mengetahui fungsi vitamin C dalam menutup luka. Pendapat ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Sharma (2008), bahwa vitamin C berperan dalam sintesis kolagen, sehingga dapat membantu penyembuhan luka, misalnya pada kulit dan mulut.

Tabel 5.2.9. Distribusi jawaban atas pertanyaan tentang efek toksik vitamin C

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Benar 62 62 %

Salah 21 21 %

Pada pertanyaan ini, responden lebih banyak menjawab dengan benar. Para responden telah mengetahui dengan baik bahwa vitamin C jika dikonsumsi berlebihan dapat mengakibatkan diare. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Levine (1995), bahwa efek samping dan efek toksik dari vitamin C itu sendiri adalah nyeri pada epigastrium dan diare (mencret). Vitamin C jika dikonsumsi dalam dosis tinggi (> 1000 mg) akan menyebabkan efek toksik diare.

Tabel 5.2.10. Distribusi jawaban atas pertanyaan tentang kelarutan vitamin C

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Benar 60 60 %

Salah 18 18 %

Tidak tahu 22 22 %

Pada pertanyaan ini, responden lebih banyak menjawab benar. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Hemila (1991), bahwa vitamin C adalah vitamin yang dapat larut dalam air.

Tabel 5.2.11. Distribusi jawaban atas pertanyaan tentang kandungan vitamin C dalam bentuk tablet

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Salah 23 23 %

Tidak tahu 40 40 %

Dalam Pertanyaan ini lebih banyak responden menjawab tidak tahu. Menurut Goodman & Gilman (2008), vitamin C terdapat dalam bentuk tablet dengan isi 500 mg.

Tabel 5.2.12. Distribusi jawaban atas pertanyaan tentang nama lain vitamin C

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Benar 49 49 %

Salah 23 23 %

Tidak tahu 28 28 %

Pada pertanyaan ini, responden lebih banyak menjawab benar, menunjukkan bahwa para responden telah mengetahui bahwa vitamin C dapat larut dalam air dan tidak dapat larut dalam lemak. Szent-Gyorgi (1937) adalah orang yang menemukan nama lain vitamin C.

Tabel 5.2.13. Distribusi jawaban atas tentang kandungan vitamin C dalam bentuk cairan

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Benar 58 58 %

Salah 19 19 %

Tidak tahu 23 23 %

Pada pertanyaan ini lebih banyak responden menjawab benar, menunjukkan bahwa para responden memperhatikan kandungan dari vitamin C

yang mereka konsumsi dalam bentuk tablet. Pernyataan ini sesuai dengan pernyataan dalam Goodman & Gilman (2008), bahwa vitamin C terdapat dalam bentuk cairan dengan isi 1000 mg.

Tabel 5.2.14 Distribusi jawaban atas pertanyaan tentang manfaat vitamin C dalam aktivitas

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Benar 84 84 %

Salah 13 13 %

Tidak tahu 3 3 %

Pada pertanyaan ini, responden lebih banyak orang menjawab dengan benar, menunjukkan bahwa sebelumnya para responden telah mengetahui bahwa vitamin C diperlukan untuk aktivitas sehari-hari seperti bekerja, berolahraga, dan sebagainya. Sehingga pada saat melakukan aktivitas, daya tahan tubuh tetap terjaga. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Peake (2003), bahwa vitamin C dibutuhkan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Karena dalam aktivitas sistem imun dapat menurun, maka vitamin C dibutuhkan untuk tetap menjaga daya tahan tubuh seseorang, sehingga mengurangi risiko untuk sakit pada saat beraktivitas, akan tetapi hal ini belum dapat dimengerti sepenuhnya.

Tabel 5.2.15. Distribusi jawaban atas pertanyaan tentang peranan vitamin C dalam menyembuhkan dan mencegah penyakit (misalnya flu)

Jawaban Jumlah (n) Persentase (%)

Benar 58 58 %

Salah 19 19 %

Tidak tahu 23 23 %

Pada pertanyaan ini, responden lebih banyak menjawab benar, menunjukkan bahwa para responden telah mengetahui bahwa mengkonsumsi vitamin C dapat mencegah penyakit. Pernyataan ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Pauling (1981) yang telah melakukan penelitian terhadap pemberian vitamin C pada penderita common cold, dan Hemila (1991), bahwa insidensi common cold bisa diturunkan dengan mengkonsumsi vitamin C pada dosis yang dianjurkan.

Dokumen terkait