• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2. Distribusi Frekuensi

4.2.1. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Vaksin Covid-19

Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan tingkat pengetahuan tentang vaksin Covid-19 dapat dilihat pada tabel 4.2 di bawah ini.

Tabel 4.2 Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan responden.

Berdasarkan pengamatan pada tabel di atas dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan dengan kategori sangat baik memiliki jumlah paling besar yaitu 54 orang, diikuti dengan tingkat pengetahuan dengan kategori cukup baik sebesar 33 orang, kemudian tingkat pengetahuan dengan kategori kurang baik sebesar 11 orang, dan tingkat pengetahuan dengan kategori tidak baik memiliki jumlah paling sedikit yaitu hanya sebesar 4 orang. Dalam hal ini tingkat pengetahuan responden tentang vaksin Covid-19 dikategorikan memiliki pengetahuan yang sangat baik.

Pengetahuan Frekuensi (n) Persentase (%)

Sangat Baik 54 52.95

Cukup Baik 33 32.35

Kurang Baik 11 10.78

Tidak Baik 4 3.92

55

4.2.2. Distribusi Frekuensi Tingkat Kepercayaan Masyarakat Tentang Vaksin Covid-19

Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan tingkat kepercayaan tentang vaksin Covid-19 dapat dilihat pada tabel 4.3 di bawah ini.

Tabel 4.3 Distribusi frekuensi tingkat kepercayaan responden.

Berdasarkan pengamatan pada tabel di atas dapat dilihat bahwa tingkat kepercayaan dengan kategori kepercayaan tinggi memiliki jumlah paling besar yaitu 89 orang, diikuti dengan tingkat kepercayaan dengan kategori kepercayaan cukup sebesar 12 orang, kemudian tingkat kepercayaan dengan jumlah paling sedikit yaitu kategori kepercayaan kurang sebesar 1 orang dan tidak ada reseponden yang tidak percaya tentang vaksin Covid-19. Dalam hal ini tingkat kepercayaan responden tentang vaksin Covid-19 dikategorikan memiliki kepercayaan yang sangat tinggi.

4.3. Analisis Bivariat

Hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kepercayaan tentang vaksin Covid-19 dengan umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan didapatkan dengan menggunakan uji analisis bivariat. Uji analisis bivariat yang digunakan adalah uji hipotesis Kruskal – Wallis H.

Kepercayaan Frekuensi (n) Persentase (%)

Kepercayaan Tinggi 89 87.26

Kepercayaan Cukup 12 11.78

Kepercayaan Kurang 1 0.98

Tidak Percaya 0 0

56

4.3.1. Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Lau Cih Tentang Vaksin Covid-19 dengan Umur

Hubungan tingkat pengetahuan tentang vaksin Covid-19 dengan umur didapatkan dengan uji analisis bivariat. Uji analisis bivariat yang dilakukan menggunakan uji hipotesis dan hasil yang didapatkan sesuai dengan yang tertera pada tabel 4.4.

Tabel 4.4 Hubungan tingkat pengetahuan masyarakat tentang vaksin Covid-19 dengan umur.

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan berdasarkan umur dengan kategori sangat baik memiliki jumlah paling besar yaitu 23 orang yang terdapat pada kelompok umur 18 sampai 30 tahun, diikuti dengan tingkat pengetahuan pada kategori cukup baik juga paling banyak pada kelompok umur 18 sampai 30 tahun sebesar 11 orang, kemudian tingkat pengetahuan dengan kategori kurang baik paling banyak sebesar masing-masing 4 orang pada kelompok umur 18 sampai 30 tahun dan 31 sampai 40 tahun, dan tingkat pengetahuan dengan kategori tidak baik paling banyak pada kelompok umur di atas 60 tahun yaitu sebanyak 3 orang, sedangkan pada kelompok umur 18 sampai 50 tahun tidak terdapat responden yang tingkat pengetahuannya tidak baik. Dalam hal ini tingkat pengetahuan responden tentang vaksin Covid-19 dikategorikan memiliki pengetahuan yang sangat baik.

Menurut Hurlock (2012), kelompok umur 40 sampai 60 tahun merupakan umur madya atau umur setengah baya yaitu umur dimana biasanya terjadi penurunan kekuatan fisik, dan sering pula diikuti oleh penurunan daya ingat. Umur juga termasuk faktor yang memengaruhi

Umur

Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Vaksin Covid-19

57

tingkat pengetahuan. Umur cukup memengaruhi terhadap daya tangkap serta pola pikir dari seseorang. Dengan pertambahan umur seseorang maka akan semakin berkembangnya daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya akan semakin banyak dan membaik (Sulaiman, 2015).

Hal ini juga ditegaskan dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara umur dengan tingkat pengetahuan yaitu p value = 0.048 (p < 0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antarkelompok yang signifikan dan memiliki arti hipotesis kerja (H1) diterima serta menyatakan bahwa adanya hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang vaksin Covid-19 dengan umur. Hasil analisis kemudian dilanjutkan dengan post-hoc test menggunakan uji Mann Whitney – U untuk menilai perbedaan rata-rata antar dua kelompok. Post-hoc test dilakukan karena H1 diterima. Setelah dilakukan uji Mann Whitney – U didapatkan hasil perbedaan rata-rata yang signifikan pada kelompok tingkat pengetahuan kurang baik dengan tidak baik (p=0.021), kelompok tingkat pengetahuan tidak baik dengan baik (p=0.001), dan kelompok tingkat pengetahuan cukup baik dengan tidak baik (p=0.004).

4.3.2. Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Lau Cih Tentang Vaksin Covid-19 Berdasarkan Jenis Kelamin Hubungan tingkat pengetahuan tentang vaksin Covid-19 dengan jenis kelamin didapatkan dengan uji analisis bivariat. Uji analisis bivariat yang dilakukan menggunakan uji hipotesis dan hasil yang didapatkan sesuai dengan yang tertera pada tabel 4.5.

58

Tabel 4.5 Hubungan tingkat pengetahuan masyarakat tentang vaksin Covid-19 dengan jenis kelamin.

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan berdasarkan jenis kelamin laki-laki dengan kategori sangat baik memiliki jumlah paling besar yaitu sebanyak 29 orang dan paling sedikit pada tingkat pengetahuan dengan kategori tidak baik hanya sebesar 1 orang.

Dalam hal ini tingkat pengetahuan responden laki-laki tentang vaksin Covid-19 dikategorikan memiliki pengetahuan yang sangat baik.

Berdasarkan jenis kelamin perempuan tingkat pengetahuan dengan kategori sangat baik juga memiliki jumlah paling besar yaitu 25 orang dan pada tingkat pengetahuan dengan kategori kurang baik dan tidak baik memiliki jumlah paling sedikit yaitu masing-masing hanya sebesar 3 orang. Dalam hal ini tingkat pengetahuan responden perempuan tentang vaksin Covid-19 dikategorikan memiliki pengetahuan yang sangat baik.

Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan uji hipotesis. Hasil analisis tidak menunjukkan perbedaan rata-rata kelompok grup yang signifikan antarkelompok p value = 0.902 (p > 0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata antarkelompok dan memiliki arti hipotesis kerja (H1) ditolak serta menyatakan bahwa tidak adanya hubungan antara tingkat pengetahuan responden dengan jenis kelamin. Jenis kelamin tidak memengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Lau Cih tentang vaksin Covid-19.

Perbedaan jenis kelamin mungkin membentuk persepsi yang berbeda sehingga memengaruhi pengetahuan yang berbeda juga antara laki dan perempuan. Hal ini memang menjadi perdebatan apakah laki-laki dan perempuan berbeda dalam bagaimana jalan mereka membuat keputusan etis dan kognitif. Hal ini tidak berbanding lurus dengan

Jenis Kelamin

Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Vaksin Covid-19

59

kemampuan kognitif seseorang. Sedangkan, perempuan lebih berorientasi pada tugas dan kurang kompetitif.

Beberapa literatur juga belum ada yang menjelaskan bahwa laki-laki atau perempuan memiliki tingkat pengetahuan atau secara kognitif yang berbeda.

4.3.3. Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Lau Cih Tentang Vaksin Covid-19 dengan Pendidikan

Hubungan tingkat pengetahuan tentang vaksin Covid-19 dengan pendidikan didapatkan dengan uji analisis bivariat. Uji analisis bivariat yang dilakukan menggunakan uji hipotesis dan hasil yang didapatkan sesuai dengan yang tertera pada tabel 4.6.

Tabel 4.6 Hubungan tingkat pengetahuan masyarakat tentang vaksin Covid-19 dengan pendidikan.

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan berdasarkan pendidikan dengan kategori sangat baik memiliki jumlah paling banyak yaitu 27 orang pada tingkat pendidikan sarjana, sedangkan pada tingkat pendidikan SD tidak terdapat responden yang memiliki pengetahuan sangat baik tentang vaksin Covid-19. Kemudian pada tingkat pengetahuan dengan kategori kurang baik paling banyak terdapat pada tingkat pendidikan SMA yaitu sebesar 6 orang. Pada tingkat pengetahuan dengan kategori tidak baik pada tingkat pendidikan SD, SMP, dan SMA masing-masing hanya terdapat 1 orang sedangkan pada tingkat pendidikan sarjana tidak terdapat responden yang memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori tidak baik. Dalam hal ini tingkat pengetahuan responden berdasarkan tingkat pendidikan tentang vaksin Covid-19 dikategorikan

Pendidikan

Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Vaksin Covid-19

60

memiliki pengetahuan yang cukup baik.

Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan uji hipotesis. Hasil analisis menunjukkan perbedaan rata-rata kelompok grup yang signifikan antarkelompok p value = 0.001 (p < 0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antarkelompok yang signifikan dan memiliki arti hipotesis kerja (H1) diterima serta menyatakan bahwa adanya hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang vaksin Covid-19 dengan pendidikan. Hasil analisis kemudian dilanjutkan dengan post-hoc test menggunakan uji Mann Whitney – U untuk menilai perbedaan rata-rata antar dua kelompok. Post-hoc test dilakukan karena H1 diterima. Setelah dilakukan uji Mann Whitney – U didapatkan hasil perbedaan rata-rata yang signifikan pada kelompok tingkat pengetahuan tidak baik dengan cukup baik (p=0,020), kelompok tingkat pengetahuan tidak baik dengan baik (p=0.002), kelompok tingkat pengetahuan kurang baik dengan baik (p=0.013), dan kelompok tingkat pengetahuan cukup baik dengan baik (p=0.041).

Pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Sesuai dengan pendapat YB Mantra yang dikutip Notoatmodjo (2003), pendidikan dapat memengaruhi pengetahuan seseorang termasuk juga perilaku seseorang akan pola hidup terutama dalam memotivasi untuk sikap berperan serta dalam pembangunan. Pada umumnya, makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah dalam menerima informasi (Wawan dan Dewi, 2010).

Pada penelitian Mellydar R (2013) pendidikan sangat memengaruhi seseorang terhadap pengetahuan yang dimilikinya dimana melalui pendidikan maka seseorang akan dapat mengembangkan potensi dirinya dan memperoleh pengetahuan maupun ketrampilan-ketrampilan yang dibutuhkannya untuk meningkatkan derajat kesehatannya serta keluarganya. Pendidikan adalah suatu bentuk usaha seseorang untuk dapat mengembangkan kemampuan dan kepribadiannya agar bisa memahami suatu hal. Tingkat pendidikan seorang individu akan sangat memengaruhi

61

kemampuan dari berfikir mereka, dimana semakin tinggi tingkat pendidikannya maka akan semakin mudah untuk dapat berfikir rasionalisme serta menangkap informasi baru termasuk juga dalam menguraikan suatu masalah yang baru (Yeni, 2015 ; Jumiati, 2018).

4.3.4. Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Lau Cih Tentang Vaksin Covid-19 dengan Pekerjaan

Hubungan tingkat pengetahuan tentang vaksin Covid-19 dengan pekerjaan didapatkan dengan uji analisis bivariat. Uji analisis bivariat yang dilakukan menggunakan uji hipotesis dan hasil yang didapatkan sesuai dengan yang tertera pada tabel 4.7.

Tabel 4.7 Hubungan tingkat pengetahuan masyarakat tentang vaksin Covid-19 dengan pekerjaan.

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan berdasarkan pekerjaan dengan kategori sangat baik pada golongan pekerjaan guru dari total 4 orang guru seluruhnya memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik, diikuti PNS/TNI/Polri dari total 16 orang terdapat 13 orang yang memiliki tingkat pengetahuan sangat baik.

Kemudian tingkat pengetahuan dengan kategori kurang baik sebesar 4 orang terdapat pada golongan pekerjaan dan lain-lain yang di dalam golongan pekerjaan ini terdapat pengangguran, buruh, dan pensiunan.

Tingkat pengetahuan dengan kategori tidak baik hanya terdapat pada golongan pekerjaan wiraswasta dan ibu rumah tangga. Dalam hal ini tingkat pengetahuan responden di golongan pekerjaan Wiraswasta,

Pekerjaan

Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Vaksin Covid-19

62

PNS/TNI, dan Polri tentang vaksin Covid-19 dikategorikan memiliki pengetahuan yang sangat baik.

Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan uji hipotesis. Hasil analisis menunjukkan perbedaan rata-rata kelompok grup yang signifikan antarkelompok p value = 0.033 (p<0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antarkelompok yang signifikan dan memiliki arti hipotesis kerja (H1) diterima serta menyatakan bahwa adanya hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang vaksin Covid-19 dengan pendidikan. Hasil analisis kemudian dilanjutkan dengan post-hoc test menggunakan uji Mann Whitney – U untuk menilai perbedaan rata-rata antar dua kelompok. Post-hoc test dilakukan karena H1 diterima. Setelah dilakukan uji Mann Whitney – U didapatkan hasil perbedaan rata-rata yang signifikan pada kelompok tingkat pengetahuan kurang baik dengan baik (p=0.022).

Menurut Anderson (1947) salah satu faktor struktur sosial yaitu pekerjaan akan memengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan, pekerjaan seseorang dapat mencerminkan sedikit banyaknya informasi yang diterima, informasi tersebut akan membantu seseorang dalam mengambil keputusan untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada (Zuliana Imelda, 2009). Sesuai dengan hasil yang didapat oleh peneliti bahwa pekerjaan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pengetahuan masyarakat Kelurahan Lau Cih tentang vaksin Covid-19.

4.3.5. Hubungan Tingkat Kepercayaan Masyarakat Kelurahan Lau Cih Tentang Vaksin Covid-19 dengan Umur

Hubungan tingkat kepercayaan tentang vaksin Covid-19 dengan umur didapatkan dengan uji analisis bivariat. Uji analisis bivariat yang dilakukan menggunakan uji hipotesis dan hasil yang didapatkan sesuai dengan yang tertera pada tabel 4.8.

63

Tabel 4.8 Hubungan tingkat kepercayaan masyarakat tentang vaksin Covid-19 dengan umur.

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa tingkat kepercayaan berdasarkan umur dengan kategori sangat percaya paling banyak yaitu 43 orang pada kelompok umur 18 sampai 30 tahun, kemudian tingkat kepercayaan dengan kategori kurang percaya hanya terdapat 1 orang pada kelompok umur di atas 60 tahun. Tidak terdapat responden pada kelompok umur manapun yang tidak percaya tentang vaksin Covid-19. Dalam hal ini tingkat kepercayaan responden tentang vaksin Covid-19 dikategorikan memiliki kepercayaan yang sangat tinggi.

Berdasarkan hasil analisa data menggunakan uji hipotesis didapati p value= 0.671 (p > 0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata antarkelompok dan memiliki arti hipotesis kerja (H1) ditolak serta menyatakan bahwa tidak adanya hubungan antara tingkat kepercayaan responden dengan umur. Umur tidak memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat Kelurahan Lau Cih tentang vaksin Covid-19.

4.3.6. Hubungan Tingkat Kepercayaan Masyarakat Kelurahan Lau Cih Tentang Vaksin Covid-19 dengan Jenis Kelamin

Hubungan tingkat kepercayaan tentang vaksin Covid-19 dengan jenis kelamin didapatkan dengan uji analisis bivariat. Uji analisis bivariat yang dilakukan menggunakan uji hipotesis dan hasil yang didapatkan sesuai dengan yang tertera pada tabel 4.9.

Umur

Tingkat Kepercayaan Responden Tentang Vaksin Covid-19

64

Tabel 4.9 Hubungan tingkat kepercayaan masyarakat tentang vaksin Covid-19 dengan jenis kelamin.

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa tingkat kepercayaan berdasarkan jenis kelamin laki-laki dengan kategori sangat percaya paling banyak yaitu sebanyak 50 orang, diikuti dengan tingkat kepercayaan dengan kategori kepercayaan cukup yaitu sebanyak 5 orang dan tidak ada responden laki-laki yang kurang percaya maupun tidak percaya terhadap vaksin Covid-19. Dalam hal ini tingkat kepercayaan responden laki-laki tentang vaksin Covid-19 dikategorikan memiliki kepercayaan yang tinggi.

Berdasarkan jenis kelamin perempuan tingkat kepercayaan dengan kategori sangat percaya juga memiliki jumlah paling banyak yaitu 39 orang, diikuti dengan tingkat kepercayaan dengan kategori kepercayaan cukup sebanyak 7 orang dan tingkat kepercayaan dengan kategori kepercayaan kurang sebanyak 1 orang. Tidak terdapat perempuan yang tidak percaya tentang vaksin Covid-19. Dalam hal ini tingkat kepercayaan responden perempuan tentang vaksin Covid-19 dikategorikan memiliki kepercayaan yang sangat tinggi.

Berdasarkan hasil analisa data menggunakan uji hipotesis didapati p value= 0.223 (p > 0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata antarkelompok dan memiliki arti hipotesis kerja (H1) ditolak serta menyatakan bahwa tidak adanya hubungan antara tingkat kepercayaan responden dengan jenis kelamin. Jenis kelamin tidak memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat Kelurahan Lau Cih tentang vaksin Covid-19.

65

4.3.7. Hubungan Tingkat Kepercayaan Masyarakat Kelurahan Lau Cih Tentang Vaksin Covid-19 dengan Pendidikan

Hubungan tingkat kepercayaan tentang vaksin Covid-19 dengan pendidikan didapatkan dengan uji analisis bivariat. Uji analisis bivariat yang dilakukan menggunakan uji hipotesis dan hasil yang didapatkan sesuai dengan yang tertera pada tabel 4.10.

Tabel 4.10 Hubungan tingkat kepercayaan masyarakat tentang vaksin Covid-19 dengan pendidikan.

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa tingkat kepercayaan berdasarkan pendidikan yang paling banyak dengan kategori kepercayaan tinggi yaitu 41 orang pada tingkat pendidikan SMA, diikuti dengan tingkat kepercayaan dengan kategori kepercayaan cukup yang paling banyak sebesar 6 orang pada tingkat pendidikan SMA, kemudian tingkat kepercayaan dengan kategori kepercayaan kurang hanya terdapat 1 orang pada tingkat pendidikan SMA. Tidak terdapat satupun responden yang tidak percaya tentang vaksin Covid-19 berdasarkan tingkat pendidikan.

Dalam hal ini tingkat kepercayaan responden berdasarkan tingkat pendidikan tentang vaksin Covid-19 dikategorikan memiliki tingkat kepercayaan yang sangat tinggi.

Berdasarkan hasil analisa data menggunakan uji hipotesis didapati p value= 0.136 (p > 0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata antarkelompok dan memiliki arti hipotesis kerja (H1) ditolak serta menyatakan bahwa tidak adanya hubungan antara tingkat kepercayaan responden dengan pendidikan. Tingkat pendidikan tidak

Pendidikan

Tingkat Kepercayaan Responden Tentang Vaksin Covid-19

66

memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat Kelurahan Lau Cih tentang vaksin Covid-19.

4.3.8. Hubungan Tingkat Kepercayaan Masyarakat Kelurahan Lau Cih Tentang Vaksin Covid-19 dengan Pekerjaan

Hubungan tingkat kepercayaan tentang vaksin Covid-19 dengan pekerjaan didapatkan dengan uji analisis bivariat. Uji analisis bivariat yang dilakukan menggunakan uji hipotesis dan hasil yang didapatkan sesuai dengan yang tertera pada tabel 4.11.

Tabel 4.11 Hubungan tingkat kepercayaan masyarakat tentang vaksin Covid-19 dengan pekerjaan.

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa tingkat kepercayaan responden berdasarkan pekerjaan dengan kategori kepercayaan tinggi paling banyak yaitu 22 orang pada golongan pekerjaan wiraswasta, diikuti dengan tingkat kepercayaan dengan kategori kepercayaan cukup yaitu paling banyak 4 orang dengan golongan pekerjaan wiraswasta, kemudian tingkat kepercayaan dengan kategori kepercayaan kurang hanya terdapat 1 orang pada golongan pekerjaan ibu rumah tangga. Tidak terdapat responden yang tidak percaya tentang vaksin Covid-19 berdasarkan golongan pekerjaan apapun. Dalam hal ini tingkat kepercayaan responden di golongan pekerjaan tentang vaksin Covid-19 dikategorikan memiliki kepercayaan yang sangat tinggi.

Pekerjaan

Tingkat Kepercayaan Responden Tentang Vaksin Covid-19

67

Berdasarkan hasil analisa data menggunakan uji hipotesis didapati p value= 0.674 (p > 0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata antarkelompok dan memiliki arti hipotesis kerja (H1) ditolak serta menyatakan bahwa tidak adanya hubungan antara tingkat kepercayaan responden dengan pekerjaan. Pekerjaan tidak memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat Kelurahan Lau Cih tentang vaksin Covid-19.

Dokumen terkait