• Tidak ada hasil yang ditemukan

Distribusi Frekuensi Hasil per Pertanyaan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 KARAKTERISTIK RESPONDEN

4.2.1 Distribusi Frekuensi Hasil per Pertanyaan

Berikut adalah hasil distribusi frekuensi per pertanyaan oleh 261 responden:

a. Distribusi frekuensi berdasarkan pertanyaan nomor 1

Untuk pertanyaan nomor 1 aspek yang dinilai adalah pengetahuan definisi ankle sprain yang menggunakan pernyataan favorable yakni “Ankle sprain adalah cedera berupa robekan pada ligamen pada sendi pergelangan kaki”

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 1

Frekuensi Persentase

b. Distribusi frekuensi berdasarkan pertanyaan nomor 2

Untuk pertanyaan nomor 2 aspek yang dinilai adalah pengetahuan definisi ankle sprain yang menggunakan pernyataan unfavorable yakni “Ankle sprain adalah cedera berupa robekan pada otot maupun tendon di pergelangan kaki”

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 2 responden menjawab soal dengan salah.

Peneliti memberikan pertanyaan nomor 1 dan 2 bertujuan untuk melihat apakah responden dapat membedakan ankle sprain dengan ankle strain secara definisi. Dari hasil jawaban responden pada pertanyaan nomor 2 bahwa hampir setengah total sampel yaitu sebanyak 46% dari 261 responden menjawab salah, bisa di simpulkan bahwa sampel yang menjawab dengan salah tidak dapat membedakan antara ankle sprain dengan ankle strain.

c. Distribusi frekuensi berdasarkan pertanyaan nomor 3

Untuk pertanyaan nomor 3 aspek yang dinilai adalah pengetahuan epidemiologi ankle sprain yang menggunakan pernyataan unfavorable yakni

“Ankle sprain paling sering terjadi pada pergelangan kaki bagian medial”

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 3

Frekuensi Persentase 261 responden menjawab soal dengan salah.

d. Distribusi frekuensi berdasarkan pertanyaan nomor 4

Untuk pertanyaan nomor 4 aspek yang dinilai adalah epidemiologi ankle sprain yang menggunakan pernyataan favorable yakni “Ankle sprain paling sering terjadi pada pergelangan kaki bagian lateral”

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 4

Frekuensi Persentase 261 responden manjawab soal dengan salah.

Dari pertanyaan nomor 3 dan 4 bisa disimpulkan bahwa mayoritas responden menjawab soal dengan benar dan mengetahui bahwa ankle sprain paling sering terjadi pada pergelangan kaki bagian lateral tetapi pada soal nomor 3 hampir dari setengah total sampel menjawab dengan salah yaitu sebesar 42,1%. Di antara semua cedera ankle, ankle sprain adalah yang paling umum dan memberi angka sekitar 80%. Di antaranya 77% adalah lateral ankle sprain. (Al-Mohrej et al., 2016)

e. Distribusi frekuensi berdasarkan pertanyaan nomor 5

Untuk pertanyaan nomor 5 aspek yang dinilai adalah pengetahuan tentang mekanisme terjadinya ankle sprain yang menggunakan pernyataan favorable yakni “Cedera ini disebabkan oleh karena adanya penekanan melakukan gerakan membelok secara tiba-tiba pada pergelangan kaki”

Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 5

Frekuensi Persentase

Benar 255 97,7%

Salah 6 2,3%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.10 di atas, sebanyak 255 responden atau 97,7% dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan benar dan 6 responden atau 2,3%

dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan salah.

f. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 6

Untuk pertanyaan nomor 6 aspek yang dinilai adalah mekanisme terjadinya ankle sprain yang menggunakan pernyataan unfavorable yakni “Cedera ini disebabkan oleh tekanan tingkat rendah yang berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama pada pergelangan kaki”

Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 6

Frekuensi Persentase

Benar 162 62,1%

Salah 99 37,9%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.11 di atas, sebanyak 162 responden atau 62,1% dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan benar dan 99 responden atau 37,9%

dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan salah.

Pertanyaan nomor 5 dan 6 bertujuan untuk melihat pengetahuan responden tentang mekanisme terjadinya ankle sprain. Dari hasil jawaban pertanyaan nomor 5 dan 6 bahwa mayoritas responden menjawab soal dengan benar dan mengetahui bahwa cedera ankle disebabkan oleh karena adanya penekanan melakukan gerakan membelok secara tiba-tiba pada pergelangan kaki.

g. Distibusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 7

Untuk pertanyaan nomor 7 aspek yang dinilai adalah pengetahuan tentang faktor resiko ankle sprain yang menggunakan pernyataan favorable yakni

“Olahraga dengan karakteristik berlari dan melompat memiliki resiko ankle sprain yang tinggi”

Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 7

Frekuensi Persentase

Benar 256 98,1%

Salah 5 1,9%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.12 di atas, sebanyak 256 orang atau 98,1 % dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan benar dan 5 responden atau 1,9% dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan salah.

h. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 8

Untuk pertanyaan nomor 8 aspek yang dinilai adalah pengetahuan tentang faktor resiko ankle sprain yang menggunakan pernyataan favorable yakni

“Riwayat ankle sprain sebelumnya merupakan salah satu faktor resiko terkuat untuk ankle sprain di masa yang akan datang”

Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 8

Frekuensi Persentase

Benar 227 87%

Salah 34 13%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.13 di atas, sebanyak 227 responden atau 87% dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan benar dan 34 responden atau 13% dari 261 responden menjawab pertanyaaan dengan salah.

Pertanyaan nomor 7 dan 8 bertujuan untuk melihat pengetahuan responden mengenai faktor resiko terjadinya ankle sprain. Dari hasil jawaban pertanyaan nomor 7 dan 8 bahwa mayoritas responden menjawab soal dengan benar dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya ankle sprain.

i. Distribusi karakterisitik berdasarkan pertanyaan nomor 9

Untuk pertanyaan nomor 9 aspek yang dinilai adalah pengetahuan tentang derajat keparahan ankle sprain yang menggunakan pernyataan unfavorable yakni

“Cedera ringan ditandai dengan bengkak terlokalisir, ekimosis, nyeri tekan pergelangan kaki anterolateral/anteromedial, kelemahan/kelonggaran ankle dapat dijumpai atau tidak dijumpai”

Tabel 4.14 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 9

Frekuensi Persentase 261 responden menjawab soal dengan salah.

j. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 10

Untuk pertanyaan nomor 10 aspek yang dinilai adalah pengetahuan tentang derajat keparahan ankle sprain yang menggunakan pernyataan unfavorable yakni

“Derajat sedang ditandai dengan bengkak ringan, tidak ada kelemahan pergelangan kaki, sedikit ekimosis, kesulit menahan berat badan secara penuh”

Tabel 4.15 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 10

Frekuensi Persentase

Benar 77 29,5%

Salah 184 70,5%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.15 di atas, sebanyak 77 responden atau 29,5% dari 261 responden menjawab soal dengan benar dan 184 responden atau 70,5% dari 261 responden menjawab soal dengan salah.

k. Distribusi karakterisitik berdasarkan pertanyaan nomor 11

Untuk pertanyaan nomor 11 aspek yang dinilai adalah pengetahuan tentang derajat keparahan ankle sprain yang menggunakan pernyataan favorable yakni

“Derajat berat di tandai nyeri tekan, bengkak, ekimosis pada sisi lateral/medial pergelangan kaki dan tumit, dijumpai kelemahan/kelonggaran pergelangan kaki.

Tabel 4.16 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 11

Frekuensi Persentase

Benar 241 92,3%

Salah 20 7,7%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.16 di atas, sebanyak 241 responden atau 92,3% dari 261 responden menjawab soal dengan benar dan 20 responden atau 7,7% dari 261 responden menjawab soal dengan salah.

Pertanyaan nomor 9, 10, dan 11 bertujuan untuk melihat pengetahuan responden mengenai derajat keparahan ankle sprain. Dihasilkan mayoritas responden menjawab benar pada nomor 11 mengenai cedera berat pada ankle sprain, namun pada pertanyaan unfavorable nomor 9 dan 10 mayoritas responden menjawab salah. Bisa disimpulkan bahwa mayoritas responden tidak bisa membedakan ankle sprain derajat ringan dan sedang. Menurut peneliti hal tersebut disebabkan ciri-ciri ankle sprain derajat ringan dan sedang sangat mirip.

l. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 12

Untuk pertanyaan nomor 12 aspek yang dinilai adalah pengetahuan penanganan ankle sprain yang menggunakan pernyataan favorable yakni

“Penanganan ankle sprain menggunakan protokol RICE (Rest, Ice, Compression,

Tabel 4.17 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 12

Frekuensi Persentase

Benar 255 97.7%

Salah 6 2,3%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.17 di atas, sebanyak 255 responden atau 97,7% dari 261 responden menjawab soal dengan benar dan 6 responden atau 2,3% dari 261 responden menjawab soal dengan salah.

m. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 13

Untuk pertanyaan nomor 13 aspek yang dinilai adalah pengetahuan penanganan ankle sprain yang menggunakan pernyataan favorable yakni “Cedera ringan tidak memperlukan imobilisasi”

Tabel 4.18 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 13

Frekuensi Persentase

Benar 141 54%

Salah 120 46%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.18 di atas, sebanyak 141 responden atau 54% dari 261 responden menjawab soal dengan benar dan 120 responden atau 46% dari 261 responden menjawab soal dengan salah.

n. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 14

Untuk pertanyaan nomor 14 aspek yang dinilai adalah pengetahuan penanganan ankle sprain yang menggunakan pernyataan favorable yakni “Cedera berat memerlukan imobilisasi 1 minggu”

Tabel 4.19 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 14

Frekuensi Persentase

Benar 227 87%

Salah 34 13%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.19 di atas, sebanyak 227 responden atau 87% dari 261 responden menjawab soal dengan benar dan 34 responden atau 13% dari 261 responden menjawab soal dengan salah

Pertanyaan nomor 13 dan 14 bertujuan untuk melihat pengetahuan responden mengenai imobilisasi. Dihasilkan pada kedua soal tersebut mayoritas menjawab dengan benar, tetapi pada soal nomor 13 hampir setengah dari total responden menjawab salah yaitu sebesar 46% dari 261 responden. Menurut Al-Mohrej (2016) cedera ankle pada derajat 1 tidak memerlukan imobilisasi karena cedera dapat disembuhkan dengan baik dengan menggunakan perban elastik selama beberapa hari dan pada derajat 3 mengontrol pergerakan pasien sangat disarankan.

o. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 15

Untuk pertanyaan nomor 15 aspek yang dinilai adalah pengetahuan penanganan ankle sprain yang menggunakan pernyataan favorable yakni

“Kompres es dan latihan pergelangan kaki dapat mengendalikan rasa sakit, pembengkakan, dan memperbaiki fungsi pergelangan kaki”

Tabel 4.20 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 15

Frekuensi Persentase

Benar 249 95,4%

Salah 12 4,6%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.20 di atas, sebanyak 249 responden atau 95,4% dari 261 responden menjawab soal dengan benar dan 12 responden atau 4,6% dari 261

p. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 16

Untuk pertanyaan nomor 16 aspek yang dinilai adalah pengetahuan penanganan ankle sprain yang menggunakan pernyataan unfavorable yakni

“Tidak perlu menggunakan perban elastik untuk mengurangi pembengkakan”

Tabel 4.21 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 16

Frekuensi Persentase

Benar 195 74,7%

Salah 66 25,3%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.21 di atas, sebanyak 195 responden atau 74,7% dari 261 responden menjawab soal dengan benar dan 66 responden atau 25,3% dari 261 responden menjawab soal dengan salah.

q. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 17

Untuk pertanyaan nomor 17 aspek yang dinilai adalah pengetahuan penanganan ankle sprain yang menggunakan pernyataan favorable yakni “Untuk melakukan kompresi, penderita diberikan perban elastik untuk mengurangi pembengkakan”

Tabel 4.22 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 17

Frekuensi Persentase

Benar 230 88,1%

Salah 31 11,9%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.22 di atas, sebanyak 230 responden atau 88,1% dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan benar dan 31 responden atau 11,9% dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan salah.

r. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 18

Untuk pertanyaan nomor 18 aspek yang dinilai adalah pengetahuan penangananan ankle sprain yang menggunakan pernyataan favorable yakni

“Elevation adalah mengangkat pergelangan kaki lebih tinggi dari jantung”

Tabel 4.23 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 18

Frekuensi Persentase

Benar 232 88,9%

Salah 29 11,1%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.23 di atas, sebanyak 232 responden atau 88,9% dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan benar dan 29 responden atau 11,1% dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan salah.

Pertanyaan nomor 12, 15, 16, 17, dan 18 bertujuan untuk melihat pengetahuan responden mengenai penanganan awal ankle sprain. Dari hasil 5 soal tersebut diketahui bahwa responden mayoritas menjawab soal tersebut dengan benar.

Menurut Al-Mohrej (2016) 4 prosedur utama perawatan cedera ankle yaitu: rest, ice, compression, dan elevation. Kompresi dilakukan dengan memberikan perban elastik untuk mengurangi pembengkakan dan elevasi dilakukan dengan cara mengangkat kaki yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi pembengkakan dan untuk drainase vena dan limfatik yang lebih baik. Menurut Vuurberg (2018) bahwa kombinasi terapi es dan latihan pergelangan kaki menghasilkan perbaikan yang signifikan dalam fungsi pergelangan kaki.

s. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 19

Untuk pertanyaan nomor 19 aspek yang dinilai adalah pengetahuan penanganan ankle sprain yang menggunakan pernyataan favorable yakni

“Program rehabilitasi merupakan latihan gerak seperti foot circles, perenggangan tendon ringan, mengambil kelereng dengan jari-jari kaki.

Tabel 4.24 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 19 responden menjawab pertanyaan dengan benar dan 13 responden atau 5% dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan salah.

t. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 20

Untuk pertanyaan nomor 20 aspek yang dinilai adalah pengetahuan penangananan ankle sprain yang menggunakan pernyataan unfavorable yakni

“Program rehabilitasi tidak perlu memakai alat pendukung ankle seperti perban elastik, braces dan taping”

Tabel 4.25 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 20

Frekuensi Persentase

Benar 164 62,8%

Salah 97 37,2%

Total 261 100%

Berdasarkan tabel 4.25 di atas, sebanyak 164 responden atau 62,8% dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan benar dan 97 responden atau 5% dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan salah

u. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 21

Untuk pertanyaan nomor 21 aspek yang dinilai adalah pengetahuan penangananan ankle sprain yang menggunakan pernyataan unfavorable yakni

“Cedera ringan dan sedang tidak boleh memulai rehabilitasi fungsional walaupun pembengkakan dan rasa sakit berkurang”

Tabel 4.26 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 21 responden menjawab pertanyaan dengan benar dan 117 responden atau 44,8% dari 261 responden menjawab pertanyaan dengan salah.

v. Distribusi karakteristik berdasarkan pertanyaan nomor 22

Untuk pertanyaan nomor 22 aspek yang dinilai adalah pengetahuan penanganan ankle sprain yang menggunakan pertanyaan favorable yakni” Latihan pergelangan kaki atau rehabilitasi memiliki efek menguntungkan untuk mencegah ankle sprain berulang dan mengurangi resiko ketidakstabilan fungsional”

Tabel 4.27 Distribusi Frekuensi pertanyaan nomor 22

Frekuensi Persentase 261 responden menjawab pertanyaan dengan salah.

Pertanyaan nomor 19, 20, 21, dan 22 bertujuan untuk melihat pengetahuan responden mengenai rehabilitasi. Dari hasil 4 soal tersebut disimpulkan bahwa mayoritas responden menjawab dengan benar, tetapi pada nomor 20 dan 21 hampir setengah dari total responden menjawab salah yaitu 37,2% pada nomor 20 dan 44,8% pada nomor 21. Menurut Al-Mohrej (2016) cedera ankle derajat 1 dan 2, pasien harus memulai rehabilitasi fungsional ketika pembengkakan dan rasa

perban elastik direkomendasi untuk mengurangi ketidakstabilan pergelangan kaki dan mengendalikan pembengkakan. Menurut Vuurberg (2018) rehabilitasi memiliki efek menguntungkan untuk mencegah ankle sprain berulang, mengurangi resiko ketidakstabilan fungsional dan mempercepat pemulihan fungsi sendi pergelangan kaki.

Dokumen terkait