BAB I PENDAHULUAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.6 Distribusi, Frekuensi Indikator Kebersihan Pribadi
Tabel 4.5 Distribusi, Frekuensi Kebiasaan Cuci Tangan Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Yayasan Nanda Dian Nusantara
No Cuci Tangan Jumlah (%)
1 Tidak Cuci Tangan 24 68,6
2 Cuci Tangan 11 31,4
Total 35 100,0
Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat perilaku anak yang tidak mencuci tangan (68,6%), lebih besar daripada yang mencuci tangan dengan baik (31,4%). Angka ini berbeda dibandingkan dengan hasil penelitian Jalaluddin (2009) yang ditemukan persentase anak yang mencuci tangan 46,7% dan yang tidak mencuci tangan 53,3%.28 Hal ini memperlihatkan kebersihan pribadi pada responden penelitian ini tergolong kurang baik dibandingkan penelitian lainnya.
4.5.2Kontak Dengan Tanah
Tabel 4.6 Distribusi, Frekuensi Kontak Dengan Tanah Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Yayasan Nanda Dian Nusantara
No Kontak Dengan Tanah Jumlah (%)
1 Kontak Dengan Tanah 25 71,4
2 Tidak Kontak Dengan Tanah 10 28,6
Total 35 100,0
Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat perilaku anak yang sering kontak dengan tanah (71,4%), lebih besar daripada yang tidak kontak dengan tanah (28,6%). Kebiasaan kontak dengan tanah pada responden penelitian ini lebih besar dibandingkan penelitian sebelumnya oleh Didik Sumanto (2010) dimana ditemukan
persentase anak yang kontak dengan tanah 37,9% dan yang tidak kontak dengan tanah 62,1%.29
4.5.3Penggunaan Alas Kaki
Tabel 4.7 Distribusi, Frekuensi Kebiasaan Penggunaan Alas Kaki Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Yayasan
Nanda Dian Nusantara
No Penggunaan Alas Kaki Jumlah (%)
1 Tidak Menggunakan Alas Kaki 7 20,0
2 Menggunakan Alas Kaki 28 80,0
Total 35 100,0
Berdasarkan tabel 4.7 dapat dilihat perilaku anak yang menggunakan alas kaki (80,0%), lebih besar daripada yang tidak menggunakan alas kaki (20,0%). Kebiasaan menggunakan alas kaki pada responden penelitian ini sudah lebih baik dibandingkan subyek penelitian Jalaluddin (2009) dimana ditemukan persentase anak yang menggunakan alas kaki 47,3% dan yang tidak menggunakan alas kaki 52,7%.2
4.5.4Kebersihan Kuku
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Kebersihan Kuku Pada Anak Usia
Sekolah Dasar Di Yayasan Nanda Dian Nusantara
No Kebersihan Kuku Jumlah (%)
1 Buruk 15 42,9
2 Baik 20 57,1
Total 35 100,0
Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat perilaku anak yang kebersihan kukunya baik (57,1%), lebih besar daripada yang kebersihan kukunya buruk (42,9%). Angka ini tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian Jalaluddin (2009) dimana ditemukan kebersihan kuku anak yang baik 53,3% dan yang kebersihan kuku buruk terdapat 46,7%.28
Dari keempat faktor yang diteliti, didapatkan bahwa frekuensi penggunaan alas kaki dan kebersihan kuku lebih baik
dibandingkan frekuensi kebiasaan cuci tangan dan kontak dengan tanah.
BAB 5
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian kejadian infeksi cacing dan gambaran kebersihan pribadi pada anak usia Sekolah Dasar di Yayasan Nanda Dian Nusantara 2011 dapat disimpulkan sebagai beikut :
1. Angka kejadian infeksi cacing tanah pada subyek penelitian adalah 25,7%
2. Spesies cacing terbanyak yang ditemukan berturut-turut adalah cacing tambang (55,6%), 11,1% cacing Fasciolopsis buski, 11,1% cacing Strongyloides stercoralis, dan 22,2% tidak teridentifikasi 3. Angka kejadian infeksi lebih tinggi pada kelompok yang memiliki
kebiasaan tidak mencuci tangan dan kelompok yang mempunyai kebiasaan kontak dengan tanah.
5.2Saran
1. Untuk pihak yayasan agar memberikan pemahaman kepada anak didiknya tentang pentingnya menjaga kebersihan diri / personal higiene seperti setiap mencuci tangan dengan sabun, memakai alas kaki bila bermain dan keluar rumah, memotong kuku anak seminggu sekali, dalam mencegah terjadinya infeksi cacing
2. Untuk peneliti selanjutnya untuk dapat menghindari dan mengantisipasi kesalahan dan kekurangan yang ada dalam penelitian ini sehingga diharapkan mencapai hasil yang lebih baik
3. Untuk pemerintah setempat diharapkan melakukan intervensi terhadap lingkungan sekitar Yayasan Nanda Dian Nusantara karena lingkungan tersebut tidak mendukung kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
1. WHO. Soil Transmitted Helminths.http://www.who.int/intestinalworms/ 2. Depkes. RI. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.2005.
3. Depkes. RI. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta. 2006.
4. Depkes RI. Profil Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Jakarta. 2008
5. Rampengan.Penyakit Infeksi Tropik Pada Anak.Jakarta: EGC.2007
6. Siti Rahmah. Hubungan Higiene Perorangan Pemulung Makanan Sisa Dengan Infeksi Kecacingan Di Kelurahan Padang Bulan Medan.2006 7. Jawetz M. Adelberg’s. Mikrobiologi Kedokteran Edisi 23.Jakarta:
EGC.2005
8. Gandahusada, S, dkk.Parasitologi Kedokteran. Ed-2.Jakarta: FKUI. 2003. 9. Soedarto. Helmintologi Kedokteran. Edisi Kedus. Jakarta: EGC.1995. 10.Garcia, Lynne S, Diagnostik Parasitologi Kedokteran. Jakarta.EGC. 1996. 11.Natadisastra, D dan Ridad, A. Parasitologi kedokteran ditinjau dari organ
tubuh yang diserang. Jakarta. EGC: 2009
12.Garcia LS, and Bruckner DA.Diagnostik parasitologi kedokteran. Penerbit buku kedokteran. EGC: 2009
13.Irianto, K.Parasitologi. Bandung .Cetakan I Yrama Widya: 2009. 14.Muslim, HM. Parasitologi untuk Keperawatan. Jakarta. EGC. 2009 15.Sutanto, Inge, dkk. Parasitologi Kedokteran Ed-4. Jakarta: Balai Penerbit
FKUI. 2008.
16.Entjang, Indan, Mikrobiologi dan Parasitologi Untuk Akademi Keperawatan.Bandung:Citra Aditya Bakti. 2001
17.Albert B. Sabin Vaccine Institute F Street. N W Suite. Washington DC. www//http; DPDx, the Parasitology Website, 2007
18.Azwar.Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Mutiara Sumber Widia. 1996.
19.Notoatmodjo, S. Ilmu Kesehatan Masyarakat.Cetakan Kedua. Jakarta: Rineka Cipta. 2003.
20.Onggowaluyo,S,J. Parasitologi Medik I (Helmintologi). Pendekatan Aspek Identifikasi Diagnosis dan Klinik. Jakarta: EGC. 2002.
21.DepKes RI,. Pedoman Umum Program Nasional Pemberantasan Cacingan
di Era Desentralisasi. Jakarta. 2004
22.Gani,H.E.Helmintologi Kedokteran.Jakarta. EGC Edisi XX. Jakarta.2002
23.DPDx. 2011. Parasites of the Intestina
Tract.www.dpd.cdc.gov/DPDx/HTML/Image_Library.htm
24.Tarwoto, Wartonah.Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.2006.
25.Sopiyuddin Dahlan, M. Langkah-Langkah Membuat Proposal Penelitian Bidang Kedokteran Dan Kesehatan. Ed-2. Jakarta: Sagung Seto. 2009. 26.Sopiyuddin Dahlan, M. Besar Sampel Dan Cara Pengambilan Sampel
Dalam Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan. Ed-2. Jakarta: Salemba Medika. 2009.
27.Ginting, Agustaria. 2008. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Tertinggal Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir
28.Jalaluddin. 2009. Pengaruh Sanitasi Lingkungan, Personal Hygiene Dan Karakteristik Anak Terhadap Infeksi Kecacingan Pada Murid Sekolah Dasar Di Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Tesis. Univesitas Sumatera Utara, Medan.
29.Sumanto, Didik. 2010. Faktor Risiko Infeksi Cacing Tambang Pada Anak Sekolah. Studi kasus kontrol di Desa Rejosari, Karangawen, Demak. Tesis. Universitas Diponegoro
30.Mardiana, Djarismawati. Prevalensi Cacing Usus Pada Murid Sekolah Dasar Wajib Belajar Pelayanan Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan Daerah Kumuh di Wilayah DKI Jakarta. Jurnal Ekologi Kesehatan 2008; 7 :769 – 774.
lampiran 1.Kuesioner penelitian
SURAT PERSETUJUAN PENELITIAN Kepada,
Yth, Calon Responden di Tempat.
Responden yang kami hormati,
Kami yang bertanda tangan dibawah ini adalah mahasiswa Pendidikan Dokter Uin Syarif Hidayatullah yang akan melakukan penelitian tentang “Kejadian Infeksi Cacing dan Gambaran Kebersihan Pribadi pada Anak Usia Sekolah Dasar di Yayasan Nanda Dian Nusantara 2011”
Bersama dengan ini kami mohon kesediaan untuk menandatangani lembaran persetujuan dan menjawab pertanyaan dengan keadaan sebenarnya. Data yang diperoleh nantinya hanya akan dipergunakan untuk keperluan peneliti. Atas kesediaan dan kerjasama, kami ucapkan terimakasih.
Peneliti
FORMAT PERSETUJUAN RESPONDEN
Setelah dijelaskan maksud penelitian, maka saya bersedia menjadi responden dalam penelitian yang dilakukan oleh saudari Iin Citra Liana dengan judul “Kejadian Infeksi Cacing dan Gambaran Kebersihan Pribadi pada Anak Usia Sekolah Dasar di Yayasan Nanda Dian Nusantara 2011”.
Dengan persetujuan ini, saya tanda tangani dengan sukarela tanpa paksaan dari pihak manapun.
Responden
KUESIONER PENELITIAN
KEJADIAN INFEKSI CACING DAN GAMBARAN KEBERSIHAN PRIBADI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI YAYASAN NANDA
DIAN NUSANTARA 2011 Data Umum Responden
1. Nama : 2. Jenis kelamin : 3. Umur : 4. Alamat : 5. Pekerjaan orangtua : Ayah : Ibu :
Lingkari jawaban dibawah ini: Data Personal Higiene
a. Kebiasaan cuci tangan dan mandi
No Pertanyaan Jawaban Kode
1 Sebelum makan apakah adik
mencuci tangan?
1. Tidak
2. Kadang-kadang 3. ya
A1
2 Apakah sebelum makan adik
mencuci tangan dengan sabun?
1. Tidak
2. Kadang-kadang 3. ya
A2
3 Apakah setelah buang air besar adik mencuci tangan dengan sabun?
1. Tidak
2. Kadang-kadang 3. ya
A3
b. Kebisaan kontak dengan tanah
No Pertanyaan Jawaban Kode
1 dimana tempat/lokasi adik biasa bermain?
1. Lapangan 2. Halaman rumah 3. Dalam rumah
B1
3 Setelah bermain apakah adik membersihkan kaki dan tangan?
1. Tidak
2. Kadang-kadang 3. ya
B2
4 Apakah setelah bermain di tanah adik mencuci kaki dan tangan dengan sabun?
1. Tidak
2. Kadang-kadang 3. ya
c. Penggunakan alas kaki
No Pertanyaan Jawaban Kode
1 Apakah adik menggunakan
alas kaki (sandal, sepatu) setiap keluar rumah?
1. Tidak
2. Kadang-kadang 3. Ya
C1
2 Pada waktu istirahat sekolah apakah adik memakai sepatu setiap kali bermain? 1. Tidak 2. Kadang-kadang 3. Ya C2 d. Kebersihan kukulxxx\
No Pertanyaan Jawaban Kode
1 Apakah seminggu sekali
adik memotong kuku?
1. Tidak
2. Kadang-kadang 3. ya
D1
2 Apakah adik sering
melakukan kebiasaan menggigit kuku? 1. ya 2. kadang-kadang 3. tidak D2
3 Lihat keadaan kuku anak
(observasi)
1. Panjang kotor 2. Pendek kotor 3. Pendek bersih
D3
e. Data Makan Obat
No Pertanyaan Jawaban Kode
1 Apakah adik pernah minum
obat cacing ?
1. Tidak 2. ya
E1
2 Kapan terakhir minum
obat cacing?
1. Belum pernah 2. Tahun lalu 3. 6 bulan yang lalu 4. Sekitar sebulan yang lalu
Lampiran 2. Hasil Observasi
Data hasil observasi digunakan untuk mengetahui perilaku anak apakah sesuai dengan jawaban kuesioner, dan hasil dari observasi ditemukan: NO Variabel Nilai
ukur
Jumlah/ persentasi
Keterangan
1 Cuci tangan Tidak
Iya
- Mayoritas responden tidak
mencuci tangannya dengan sabun sebelum makan.
2 Kontak dengan
tanah
Tidak Iya
- Mayoritas responden sering
bermain di lapangan seperti bermain bola, dll. Beberapa responden juga sering membantu pekerjaan orang tuanya yaitu memulung
3 Penggunaan
alas kaki
Tidak Iya
- Mayoritas anak selalu
mengunakan alas kaki ketika mereka keluar dari rumah, tetapi ketika bermain di lapangan responden sering tidak menggunakan alas kaki
4 Kebersihan
kuku
Baik Buruk
- Mayoritas responden memiliki
kuku yang pendek tetapi kurang
bersih, dan beberapa anak
memiliki kebiasaan menggigit kukunya.
Lampiran 3.
Lampiran 4. Gambar lokasi penelitian
Kampung Pemulung, Ciputat Yayasan Nanda Dian Nusantara
Anak-anak bermain tanpa alas kaki Rumah warga
Lampiran 5. Gambar hasil penelitian
Larva Strongyloides stercoralis
Telur Cacing tambang
Lampiran 6. Data penelitian No Nama Jenis kelamin Umur (tahun) Cuci tanga n Kontak dengan tanah Penggun aan alas kaki Kebers ihan kuku Infeksi cacing
1 Agus laki-laki 12 buruk buruk buruk buruk Negatif
2 Ahyat laki-laki 11 buruk buruk baik buruk Negatif
3 Alfi Perempuan 9 buruk buruk baik buruk Negatif
4 Apri laki-laki 7 baik buruk baik baik Negatif
5 Arif H laki-laki 10 buruk buruk baik baik Negatif
6 Dadang laki-laki 7 buruk buruk buruk buruk Negatif
7 Damar laki-laki 9 buruk buruk baik buruk Negatif
8 Devi Perempuan 11 buruk baik baik baik Positif
9 Dian Pratika Perempuan 11 buruk buruk baik buruk Negatif
10 Dimas laki-laki 5 baik baik baik baik Negatif
11 Dio laki-laki 5 baik buruk baik baik Positif
12 Disca Perempuan 8 buruk buruk baik baik Positif
13 Fahmi laki-laki 4 buruk baik buruk buruk Negatif
14 Iis Perempuan 9 buruk buruk baik buruk Negatif
15 Ilham laki-laki 8 buruk baik baik baik Negatif
16 Isti Sarah Perempuan 11 baik baik baik baik Negatif
17 Ivan laki-laki 7 buruk buruk baik baik Negatif
18 Lala Perempuan 10 baik baik baik baik Negatif
19 Lisa Perempuan 6 buruk buruk baik baik Positif
20 Martia Perempuan 6 buruk buruk baik baik Negatif
21 Mustofa laki-laki 10 buruk buruk buruk buruk Positif
22 Nia Agustina Perempuan 8 baik baik buruk baik Negatif
23 Nisa Perempuan 9 buruk buruk baik buruk Negatif
24 Nofendy laki-laki 7 buruk buruk baik buruk Negatif
25 Novi Perempuan 10 baik baik baik baik Negatif
26 Nur Perempuan 6 baik buruk buruk buruk Negatif
27 Pemas laki-laki 6 baik buruk baik buruk Negatif
28 Putri Widya Perempuan 8 baik buruk baik baik Negatif
29 Rani Perempuan 11 buruk buruk baik buruk Positif
30 Renaldo laki-laki 5 baik baik baik baik Negatif
31 Rika
Fadillah
Perempuan 10 buruk buruk baik baik Negatif
32 Rizki Lianti Perempuan 11 buruk buruk baik baik Positif
33 Rofik Rudianto
laki-laki 11 buruk buruk baik baik Positif
34 Roni laki-laki 10 buruk buruk buruk buruk Negatif