• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4. HASIL PENELITIAN

4.2 Analisis Univariat

4.2.2 Distribusi Frekuensi Kepuasan Kerja Dokter

Variabel kepuasan kerja dokter spesialis dalam penelitian ini terdiri atas pemenuhan kebutuhan, perbedaan, pencapaian nilai, keadilan dan komponen genetik. Distribusi masing-masing variabel tersebut dapat dilihat di bawah ini.

A. Pemenuhan Kebutuhan

Variabel pemenuhan kebutuhan dalam penelitian ini terdiri atas 4 pertanyaan. Adapun hasil jawaban responden terhadap seluruh pertanyaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.13 Distribusi Jawaban Responden per Item Pernyataan Mengenai Pemenuhan Kebutuhan Dokter Spesialis di RSUP. H. Adam Malik Medan

No Pernyataan Buruk Sedang Baik %

n % n % n %

1. Implementasi Case Mix INA CBGs dibutuhkan untuk

efektivitas pelayanan 62 47,3 29 22,1 40 30,5 100

2. Implementasi Case Mix INA

CBGs mengganggu pendapatan 66 50,4 18 13,7 47 35,9 100

3. Implementasi Case Mix INA CBGs membuat lebih

bersemangat untuk memenuhi

kebutuhan 58 44,3 32 24,4 41 31,3 100

4. Implementasi Case Mix INA CBGs bertujuan untuk

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa responden yang menjawab buruk, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs mengganggu pendapatan”, yaitu sebanyak 66 orang (50,4%), responden yang menjawab sedang, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs bertujuan untuk meningkatkan kinerja”, yaitu sebanyak 57 orang (43,5%), sedangkan responden yang menjawab baik, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs mengganggu pendapatan”, yaitu sebanyak 47 orang (35,9%).

Berdasarkan distribusi item pertanyaan di atas, maka dapat kita simpulkan distribusi frekuensi pemenuhan kebutuhan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.14 Distribusi Pemenuhan Kebutuhan Dokter Spesialis di RSUP. H. Adam Malik Medan

No. Pemenuhan Kebutuhan Jumlah

f %

1. Buruk 63 48,1

2. Sedang 31 23,7

3. Baik 37 28,2

Total 131 100

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa persentase jawaban responden tentang pemenuhan kebutuhan tertinggi pada pemenuhan kebutuhan yang buruk, yaitu 63 orang (48,1%), dibandingkan yang menyatakan baik, yaitu 37 orang (28,2%), dan sedang, yaitu 31 orang (23,7%).

B. Perbedaaan

Variabel perbedaan dalam penelitian ini terdiri atas 4 pertanyaan. Adapun hasil jawaban responden terhadap seluruh pertanyaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.15 Distribusi Jawaban Responden per Item Pernyataan Mengenai Perbedaan pada Dokter Spesialis di RSUP. H. Adam Malik Medan

No Pernyataan Buruk Sedang Baik %

n % n % n %

1. Implementasi Case Mix INA

CBGs sesuai dengan harapan 64 48,9 45 34,4 22 16,8 100 2. Implementasi Case Mix INA

CBGs mengganggu kinerja 63 48,1 16 12,2 52 39,7 100 3. Implementasi Case Mix INA

CBGs menyebabkan target rumah sakit menjadi tidak

tercapai 54 41,2 38 29 39 29,8 100

4. Implementasi Case Mix INA CBGs mengganggu target

pendapatan 31 23,7 52 39,7 48 36,6 100

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa responden yang menjawab buruk, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs sesuai dengan harapan”, yaitu sebanyak 64 orang (48,9%), responden yang menjawab sedang, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs mengganggu target pendapatan”, yaitu sebanyak 52 orang (39,7%), sedangkan responden yang menjawab baik, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs mengganggu kinerja”, yaitu sebanyak 52 orang (39,7%).

Berdasarkan distribusi item pertanyaan di atas, maka dapat kita simpulkan distribusi frekuensi perbedaan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.16 Distribusi Perbedaan pada Kebutuhan Dokter Spesialis di RSUP. H. Adam Malik Medan

No. Perbedaan Jumlah

f %

1. Buruk 60 45,8

2. Sedang 32 24,4

3. Baik 39 29,8

Total 131 100

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa persentase jawaban responden tentang perbedaan tertinggi pada perbedaan yang buruk, yaitu 60 orang (45,8%), dibandingkan yang menyatakan baik, yaitu 39 orang (29,8%), dan sedang, yaitu 32 orang (24,4%).

C. Pencapaian Nilai

Variabel pencapaian nilai dalam penelitian ini terdiri atas 4 pertanyaan. Adapun hasil jawaban responden terhadap seluruh pertanyaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.17 Distribusi Jawaban Responden per Item Pernyataan Mengenai Pencapaian Nilai Dokter Spesialis di RSUP. H. Adam Malik Medan

No Pernyataan Buruk Sedang Baik %

n % n % n %

1.

Implementasi Case Mix INA CBGs memberikan kesempatan untuk berkembang

32 24,4 57 43,5 42 32,1 100

2. Implementasi Case Mix INA CBGs meningkatkan kinerja dokter 35 26,7 42 32,1 54 41,2 100 3.

Implementasi Case Mix INA CBGs meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan

28 21,4 83 63,4 20 15,3 100

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa responden yang menjawab buruk, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs akan merugikan dokter spesialis”, yaitu sebanyak 43 orang (32,8%), responden yang menjawab sedang, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan”, yaitu sebanyak 83 orang (63,4%), sedangkan responden yang menjawab baik, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs meningkatkan kinerja dokter”, yaitu sebanyak 54 orang (41,2%).

Berdasarkan distribusi item pertanyaan di atas, maka dapat kita simpulkan distribusi frekuensi pencapaian nilai dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.18 Distribusi Pencapaian Nilai Kebutuhan Dokter Spesialis di RSUP. H. Adam Malik Medan

No. Pencapaian Nilai Jumlah

f %

1. Buruk 34 26,0

2. Sedang 57 43,5

3. Baik 40 30,5

Total 131 100

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa persentase jawaban responden tentang pencapaian nilai tertinggi pada pencapaian nilai yang sedang, yaitu 57 orang (43,5%), dibandingkan yang menyatakan baik, yaitu 40 orang (30,5%), dan buruk, yaitu 34 orang (26,0%).

D. Keadilan

Variabel keadilan dalam penelitian ini terdiri atas 4 pertanyaan. Adapun hasil jawaban responden terhadap seluruh pertanyaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.19 Distribusi Jawaban Responden per Item Pernyataan Mengenai Keadilan pada Dokter Spesialis di RSUP. H. Adam Malik Medan

No Pernyataan Buruk Sedang Baik %

n % n % n %

1. Implementasi Case Mix INA CBGs berlaku untuk semua

dokter spesialis 58 44,3 32 24,4 41 31,3 100 2. Implementasi Case Mix INA

CBGs pilih kasih untuk

semua dokter 45 34,4 37 28,2 49 37,4 100 3. Implementasi Case Mix INA

CBGs telah dilaksanakan

sesuai aturan 62 47,3 44 33,6 25 19,1 100 4. Implementasi Case Mix INA

CBGs sesuai dengan harapan

besaran jasa 57 43,5 26 19,8 48 36,6 100

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa responden yang menjawab buruk, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs telah dilaksanakan sesuai aturan”, yaitu sebanyak 62 orang (47,3%), responden yang menjawab sedang, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs telah dilaksanakan sesuai aturan”, yaitu sebanyak 44 orang (33,6%), sedangkan responden yang menjawab baik, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs pilih kasih untuk semua dokter”, yaitu sebanyak 49 orang (37,4%).

Berdasarkan distribusi item pertanyaan di atas, maka dapat kita simpulkan distribusi frekuensi keadilan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.20 Distribusi Pencapaian Keadilan pada Dokter Spesialis di RSUP. H. Adam Malik Medan

No. Keadilan Jumlah

f %

1. Buruk 69 52,7

2. Sedang 25 19,1

3. Baik 37 28,2

Total 131 100

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa persentase jawaban responden tentang keadilan tertinggi pada keadilan yang buruk, yaitu 69 orang (52,7%), dibandingkan yang menyatakan baik, yaitu 37 orang (28,2%), dan sedang, yaitu 25 orang (19,1%).

E. Komponen Genetik

Variabel komponen genetik dalam penelitian ini terdiri atas 4 pertanyaan. Adapun hasil jawaban responden terhadap seluruh pertanyaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.21 Distribusi Jawaban Responden per Item Pernyataan Mengenai Komponen Genetik Dokter Spesialis di RSUP. H. Adam Malik Medan

No Pernyataan Buruk Sedang Baik %

n % n % n %

1. Implementasi Case Mix INA CBGs telah dilaksanakan

dengan baik 63 48,1 35 26,7 33 25,2 100 2. Implementasi Case Mix INA

CBGs bertujuan untuk

Tabel 4.21 (Lanjutan) 3. Implementasi Case Mix INA

CBGs akan merugikan

siapapun 58 44,3 58 44,3 15 11,5 100

4. Implementasi Case Mix INA CBGs menghasilkan

pelayanan kesehatan yang

maksimal 33 25,2 48 36,6 50 38,2 100

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa responden yang menjawab buruk, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs telah dilaksanakan dengan baik dan Implementasi Case Mix INA CBGs bertujuan untuk efektifitas pembiayaan”, yaitu sebanyak 63 orang (48,1%), responden yang menjawab sedang, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs akan merugikan siapapun”, yaitu sebanyak 58 orang (44,3%), sedangkan responden yang menjawab baik, tertinggi pada pernyataan “Implementasi Case Mix INA CBGs menghasilkan pelayanan kesehatan yang maksimal”, yaitu sebanyak 50 orang (38,2%).

Berdasarkan distribusi item pertanyaan di atas, maka dapat kita simpulkan distribusi frekuensi komponen genetik dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.22 Distribusi Komponen Genetik pada Dokter Spesialis di RSUP. H. Adam Malik Medan

No. Komponen Genetik Jumlah

f %

1. Buruk 64 48,9

2. Sedang 29 22,1

3. Baik 38 29,0

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa persentase jawaban responden tentang komponen genetik tertinggi pada komponen genetik yang buruk, yaitu 64 orang (48,9%), dibandingkan yang menyatakan baik, yaitu 38 orang (29,0%), dan sedang, yaitu 29 orang (22,1%).

Berdasarkan sub variabel pada tabel di atas, maka dapat dikategorikan kepuasan kerja dokter spesialis di RSUP. H. Adam Malik Medan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.23 Distribusi Frekuensi Kepuasan Kerja Dokter Spesialis di RSUP. H. Adam Malik Medan

No. Kepuasan Kerja Dokter Spesialis Jumlah

f Persentase (%)

1. Buruk 62 47.3

2. Sedang 40 30.5

3. Baik 29 22.1

Jumlah 131 100

Berdasarkan tabel di atas, diketahui persentase kepuasan kerja dokter spesialis di RSUP H. Adam Malik Medan tertinggi pada kepuasan kerja yang buruk, yaitu 62 orang (47,3%), dibandingkan kepuasan kerja yang sedang, yaitu 40 orang (30,5%), dan baik, yaitu 29 orang (22,1%).