• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 4.8

Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kinerja Karyawan

P STS TS KS S SS Total F % f % f % f % f % f % p1 0 0 9 18.75 11 22.92 20 41.67 8 16.67 48 100 p2 0 0 5 10.42 8 16.67 30 62.5 5 10.42 48 100 p3 0 0 5 10.42 12 25 23 47.92 8 16.67 48 100 p4 0 0 6 12.5 8 16.67 28 58.33 6 12.5 48 100 p5 0 0 4 8.333 16 33.33 22 45.83 6 12.5 48 100 p6 0 0 4 8.333 15 31.25 23 47.92 6 12.5 48 100 p7 0 0 8 16.67 14 29.17 18 37.5 8 16.67 48 100 p8 0 0 5 10.42 9 18.75 27 56.25 7 14.58 48 100 p9 0 0 4 8.333 14 29.17 23 47.92 7 14.58 48 100 p10 0 0 4 8.333 14 29.17 23 47.92 7 14.58 48 100 p11 0 0 9 18.75 9 18.75 21 43.75 9 18.75 48 100 Sumber : Hasil Penelitian, 2017 (Data Diolah)

1. Pada pernyataan pertama, “Pekerjaan saya memerlukan keahlian khusus.”, sebanyak 16,67% responden menyatakan sangat setuju, 41,67% responden

menyatakan setuju, dan 22,92% responden menyatakan kurang setuju, dan

18,75% responden menyatakan tidak setuju

2. Pada pernyataan kedua, “Saya selalu bias menyelesaikan pekerjaan

saya”,sebanyak 10,42% responden menyatakan sangat setuju, 62,5%

responden menyatakan setuju, 16,67% responden menyatakan kurang setuju,

10,42% responden menyatakan tidak setuju.

3. Pada pernyataan ketiga, “Saya selalu bertanggung jawab dengan pekrjaan saya”, sebanyak 16,67% responden menyatakan sangat setuju 47,92% menyatakan setuju, 25% responden menyatakan kurang setuju, sebanyak

4. Pada pernyataan keempat, “Karyawan wajib mengerjakan tugas sampai selesai”, sebanyak 12,5% responden menyatakan sangat setuju, 58,33% responden menyatakan setuju, 16,67% responden menyatakan kurang setuju,

sebanyak 12,5% responden menyatakan tidak setuju

5. Pada pernyataan kelima, “Saya selalu menyelesaikan pekerjan dengan cepat”, sebanyak 12,5% responden menyatakan sangat setuju, 45,83% responden

menyatakan setuju, dan 33,33% responden menyatakan kurang setuju,

sebanyak 8,333% responden menyatakan tidak setuju.

6. Pada pernyataan keenam, “Saya mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ditetapkan”, sebanyak 12,5% responden menyatakan sangat setuju, 47,92% responden menyatakan setuju, 31,25% responden menyatakan kurang

setuju, dan 8,33% responden menyatakan tidak setuju.

7. Pada pernyataan ketujuh, “Saya menyelesaikan pekerjaan dengan cara cara yang kreatif” sebanyak 16,67% responden menyatakan sangat setuju, 37,5% responden menyatakan setuju, 29,17% responden menyatakan kurang setuju,

16,67% responden menyatakan tidak setuju.

8. Pada pernyataan kedelapan, “Saya melakukan yang terbaik untuk

mempertahankan pekerjaan saya ”, sebanyak 14,58% responden menyatakan sangat setuju, 56,25% responden menyatakan setuju 18,75% responden

menyatakan kurang setuju, dan 10,42% responden menyatakan tidak setuju.

9. Pada pernyataan kesembilan, “Kemampuan saya sesuai standar pekerjaan saya ”, sebanyak 14,58% responden menyatakan sangat setuju, 47,92%

responden menyatakan setuju 29,17% responden menyatakan kurang setuju,

dan 8,333% responden menyatakan tidak setuju

10. Pada pernyataan kesepuluh, “Atasan saya tidak pernah mengeluh atas hasil pekerjaan saya.”, sebanyak 14,58% responden menyatakan sangat setuju, 47,92% responden menyatakan setuju, 29,17% responden menyatakan kurang

setuju dan 8,333% responden menyatakan tidak setuju.

11. Pada pernyataan kesepuluh, “Saya selalu menyelesaikan pekerjaan saya dengan cara yang lebih praktis dan rapi.”, sebanyak 18,75% responden menyatakan sangat setuju, 43,75% responden menyatakan setuju, 18,75%

responden menyatakan kurang setuju dan 18,75% responden menyatakan

tidak setuju.

4.3 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan untuk melihat apakah suatu model layak atau

tidak layak digunakan dalam penelitian.Uji asumsi klasik adalah persyaratan

statistik yang harus dipenuhi pada regresi liner berganda. Uji Asumsi Klasik yang

digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

4.3.1 Uji Normalitas

Uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi data mengikuti

atau mendekati distribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan

pendekatan Kolmogorov Smirnov. Dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%

maka jika nilai Asymp.sig. (2-tailed)diatas, nilai signifikan 5% artinya variabel

Salah satu cara untuk melihat normalitas adalah dengan melihat grafik

histrogram dan grafik normal plot yang membandingkan antara dua absorvasi

dengan distribusi yang mendekati distribusi normal :

a. Pendekatan Histogram

Gambar 4.1

Histogram Uji Normalitas

Berdasarkan Gambar 4.1 dapat diketahui bahwa variabel berdistribusi

normal, hal ini ditunjukkan oleh distribusi data yang berbentuk lonceng dan tidak

melenceng ke kiri atau ke kanan.

b. Pendekatan Grafik

Gambar 4.2

Pada Gambar 4.2 menunjukkan bahwa pada scatter plot terlihat titik yang

mengikuti data di sepanjang garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa residual

peneliti normal. Namun untuk lebih memastikan bahwa di sepanjang garis

diagonal berdistribusi normal, maka dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov (K-S).

c. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov

Tabel. 4.8

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 48

Normal Parametersa,,b Mean .0000000

Std. Deviation 5.11143389

Most Extreme Differences Absolute .074

Positive .074

Negative -.053

Kolmogorov-Smirnov Z .514

Asymp. Sig. (2-tailed) .954

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Pada Tabel 4.8 menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah

0.954 dan diatas nilai signifiksn (0,05) atau 5%, sehingga dapat disimpulkan

bahwa variabel residual berdistribusi normal.

4.3.2 Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknnya gejala multikolinearitas pada data dapat dilakukan dengan melihat nilai tolerance value dan Varians Inflation factor (VIF). Dengan kriteria sebagai berikut :

1. Apabila VIF > 5 maka diduga mempunyai persoalan Multikolinearitas.

2. Apabila VIF < dari 5 maka tidak terdapat Multikolinearitas.

3. Apabila tolerance < 0,1 maka diduga terdapat multikolinearitas

Tabel 4.9

Uji Nilai Tolerance dan VIF Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 2.628 7.673 .342 .734 Disiplin Kerja (X1) .298 .140 .308 2.125 .039 .682 1.467 Gaya Kepemimpinan (X2) .229 .146 .225 1.568 .124 .693 1.442 Motivasi Kerja (X3) .453 .156 .353 2.907 .006 .969 1.032 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y)

Sumber : Hasil Penelitian, 2017 (Data Diolah)

Pada Tabel 4.9 terlihat bahwa nilai tolerance semua variabel bebas

(Disiplin kerja, Gaya Kepemimpinan dan Motivasi) adalah lebih besar dari nilai

ketetapan 0,1 dan nilai VIF semua variabel bebas (Disiplin kerja, Gaya

Kepemimpinan dan Motivasi) adalah lebih kecil dari nilai ketetapan 5. Oleh

karna itu, data dalam penelitian ini dikatakan tidak mengalami masalah

multikolinearitas.

4.3.3 Uji Heteroskedastisitas

Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat

ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatter plot antara SRESID pada sumbu Y,

dan ZPRED pada sumbu X. (Field, 2009:230, Ghozali, 2011:139). Field

(2009:248, Ghozali, 2011:139) menyatakan dasar analisis adalah jika ada pola

tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur

(bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah

terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar

di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi

Sumber :Hasil pengolahan SPSS (2017)

Gambar 4.3

Scatterplot Heteroskedastisitas

Berdasarkan Gambar 4.3 dapat terlihat bahwa tidak ada pola yang jelas

serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka

berdasarkan metode grafik tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi

layak dipakai untuk memprediksi kinerja berdasarkan masukan variabel Disiplin

kerja, Gaya kepemimpinan dan Motivasi Kerja

Dokumen terkait