PTN
b) Penerimaan mahasiswa transfer dilakukan melalui tes yang diselenggarakan oleh fakultas dan/atau jurusan/program studi.
c) Mahasiswa transfer dan pindahan dari perguruan tinggi lain yang diterima di Lingkungan Unimed diberlakukan sistem akreditasi dan transfer matakuliah oleh ketua jurusan dengan ketentuan – ketentuan sebagai berikut:
1) Mata kuliah dapat diakui sama (diterima), apabila pokok bahasan, dan kredit mata kuliah tersebut sama (dengan melampirkan sinopsis mata kuliah)
2) Mata kuliah yang kreditnya sama dan pokok bahasan hampir sama dengan tes 3) Bila Kredit suatu mata kuliah pada program lama lebih kecil dari kredit mata kuliah
pada program yang dimasukinya maka transfer matakuliah tersebut tidak dapat dilakukan (tidak dapat diakui)
4) Bila Kredit matakuliah pada program lama (program asalnya) lebih besar dari kredit matakuliah pada program pindahannya (program yang dimasukinya), sedang pokok bahasan sama, maka transfer matakuliah dapat diakui, dihitung sama dengan besarnya kredit matakuliah pada program baru yang dimasukinya. d. Matakuliah Umum dan Mata Kuliah Dasar Kependidikan dan Mata Kuliah Bidang Studi
dievaluasi oleh Jurusan/program studi dengan pengesahan universitas. e. Batas waktu studi lanjutan:
1. Lulusan Diploma 1 (D1) PGSLA maksimum 12 semester 2. Lulusan Diploma II (D2) maksimum 10 semester
3. Lulusan Diloma III (D3) dan Sarjana Muda, maksimum 8 semester
6. Program Kerjasama
Program Sarjana (S1) Kependidikan Bagi Guru Dalam Jabatan (PSKGJ) Dasar Hukum:
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan
Nasional
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2008 tentang
Penyelenggaraan Program Sarjana (S1) Kependidikan bagi Guru dalam Jabatan
5. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 015/P/2009 tentang Penetapan
Perguruan Tinggi Penyelenggara Program Sarjana (S-1) Kependidikan bagi Guru dalam Jabatan
6. Surat Edaran Dikti Nomor 394/E/T/2011 tentang Penegasan Pelaksanaan Permendiknas
58 Tahun 2008
Tujuan:
Penyelenggaraan PSKGJ bertujuan untuk mendukung upaya percepatan peningkatan kualifikasi akademik S-1 bagi guru dalam jabatan. Rambu-rambu ini disusun untuk memberikan acuan dan pedoman teknis bagi perguruan tinggi penyelenggara dalam melaksanakan Program SKGJ.
92
Penyelenggaraan:Program SKGJ merupakan program penyelenggaraan pendidikan yang secara khusus diperuntukkan bagi guru dalam jabatan yang bertugas pada jalur pendidikan formal.
1. Kurikulum
Kurikulum yang digunakan dalam Program SKGJ adalah kurikulum yang berlaku di masing-masing perguruan tinggi penyelenggara. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang menjadi acuan kurikulum mengacu pada Permendiknas RI Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, yang meliputi empat kompetensi utama, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.
Untuk meningkatkan kualitas lulusan Program SKGJ diperlukan adanya “kurikulum inti” yang berisi mata kuliah-mata kuliah untuk mendukung kompetensi pedagogik dan profesional sebagai guru. Penyusunan kurikulum inti ditekankan pada penyamaan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh guru, bukan penyamaan nama mata kuliah.
Mata kuliah yang termasuk pada “kurikulum inti” wajib ditempuh oleh peserta program ini dan tidak termasuk mata kuliah yang bisa dikonversi dengan pengakuan pengalaman kerja dan hasil belajar guru (PPKHB).
Mengacu pada Surat Keputusan Mendiknas RI Nomor 234/U/2000, maka beban studi (satuan kredit semester) dan lama program yang harus ditempuh adalah sebagai berikut:
Latar Belakang Pendidikan Beban Studi (SKS)
1. SLTA Sederajad 144-160 2. Kependidikan a. D-1 110-120 b. D-2 80-90 c. D-3 40-50 3. Non Kependidikan a. D-1 110-120 b. D-2 80-90 c. D-3 40-50
2. Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar
Universitas Negeri Medan sebagai PT penyelenggaran PSKGJ dapat memberikan pengakuan terhadap pengalaman kerja dan hasil belajar (PPKHB). Pengalaman kerja terdiri atas pengalaman mengajar, rencana pembelajaran, dan penghargaan yang relevan, sedangkan hasil belajar mencakup kualifikasi akademik, pelatihan, dan prestasi akademik. Semua bukti pengalaman kerja dan hasil belajar guru disusun dalam suatu dokumen yang disebut portofolio. Pengakuan terhadap pengalaman kerja dan hasil belajar paling banyak 65% dari jumlah sks yang harus ditempuh peserta program.
3. Proses Pembelajaran
Perbedaan esensial antara Program SKGJ dengan program reguler pada hakikatnya terdapat dalam pelaksanaan atau proses pembelajaran. Proses pembelajaran dalam
Program SKGJ dilaksanakan melalui pengintegrasian kegiatan
perkuliahan/pembelajaran tatap muka di kampus dan atau perkuliahan termediasi dan kegiatan pembelajaran mandiri. Pembelajaran mandiri dilaksanakan dengan tutorial dan atau tanpa tutorial. Kegiatan pembelajaran pada program SKGJ ini dilaksanakan secar tersendiri, dalam arti boleh dilakukan bersama-sama dengan kegiatan pembelajaran kelas reguler.
4. Rekrutmen Mahasiswa
93
Penerimaan mahasiswa dilakukan melalui prosedur seleksi yang kredibel. Proses rekrutmen mahasiswa dapat dilaksanakan sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali dalam satu tahun akademik, yaitu: pada setiap semester gasal dan genap.
b. Kriteria Calon Mahasiswa
Calon mahasiswa Program SKGJ adalah guru dalam jabatan yang memiliki kriteria sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai GURU TETAP yang belum berkualifikasi akademik S-1 atau
D-IV, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Non PNS yang bertugas mengajar pada jalur pendidikan formal (TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMK/MAK, dan SLB). Guru PNS
dibuktikan dengan fotokopy SK pengangkatan dan dilegalisasi oleh Pemerintah Daerah (Badan Kepegawaian Daerah), sedangkan guru tetap non-PNS dibuktikan dengan fotokopy SK Pengangkatan sebagai guru tetap dari penyelenggaran satuan pendidikan yang berbadan hukum (yayasan) dan dilegalisasi. Untuk guru non-PNS diharuskan melampirkan surat pernyataan bermaterai enam ribu rupiah yang isinya tidak menuntut diangkat sebagai PNS.
2) Memiliki masa kerja minimal dua tahun secara terus menerus dan tercatat
sebagai guru tetap pada satuan administrasi pangkal (satuan pendidikan) yang memiliki izin dari pemerintah, pemerintah daerah, atau penyelenggaran satuan pendidikan yang berbadan hukum (yayasan)
3) Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang
dikeluarkan oleh PMPTK atau Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendiknas.
4) Memiliki Surat Izin Belajar dari Pemerintahan Daerah (BKD/Dinas
Pendidikan), atau penyelenggara satuan pendidikan yang berbadan hukum (yayasan).
c. Pemilihan Program Studi
Program Studi yang dipilih calon mahasiswa harus sesuai dengan mata pelajaran yang diampu atau sesuai/serumpun dengan latar belakang pendidikan sebelumnya. Bagi calon mahasiswa lulusan SLTA sederajat, atau lulusan D1/D2/D3 program studi yang dipilih harus sesuai dengan latar belakang pendidikan guru sebelumnya yang dibuktikan dengan fotokopy ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisasi oleh lembaga asal atau sesuai dengan mata pelajaran yang saat ini diampu minimal lima tahun terakhir. Bagi guru yang berasal dari SLTA sederajat, fotokopy ijazah dapat dilegalisasi oleh Dinas Pendidikan Setempat.
Mengacu pada peningkatan capian mutu hasil pendidikan, bagi guru kelas yang mengajar di TK diharuskan memilih program studi S-1 PGTK/PGPAUD dan bagi guru kelas yang mengajar di SD diharuskan memilih program studi S-1 PGSD. Untuk guru TK dan SD yang mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris dan Agama dapat melanjutkan ke program studi yang sesuai.
Guru Mata Pelajaran yang mengajar di SMP/SMA/SMK, dapat melanjutkan studi sesuai dengan latar belakang pendidikan sebelumnya atau sesuai dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampu dengan syarat minimal telah mengajar lima tahun pada mata pelajaran tersebut.
d. Prosedur Seleksi
Pendaftaran calon mahasiswa diumumkan secara terbuka. Penetapan calon mahasiswa Program SKGJ dilaksanakan melalui seleksi administratif. Jumlah calon mahasiswa yang diterima disesuaikan dengan daya tampung, ketersediaan SDM (dosen), sarana prasanara. Pelaksanaan seleksi administratif dilaksanakan oleh Univerisitas Negeri Medan sebagai PT Penyelenggara dan dapat dibantu oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Cara penyampaian seleksi tetap mengikuti mekanisme yang berlaku di Universitas Negeri Medan.