ANALISIS DAN PEMBAHASAN
DITETAPKAN SEBAGAI PEMBUANGAN LIMBAH DARI KAPAL DI LAUT
Tidak di alur pelayaran Koordinat pembuangan Persyaratan Lokasi Aspek Lainnya Tidak berada gelombang, arus yang ekstrim
Kedalaman lebih dari -20 mLWS
Jarak dari garis pantai lebih dari 12 mil laut
Memiliki tanda lokasi pembuangan limbah Tidak berada di kawasan lindung Koodinat lokasi area
Memiliki Area lego jangkar
DITETAPKAN SEBAGAI PEMBUANGAN LIMBAH DARI KAPAL DI LAUT
Gambar 4.13. Diagram Fishbone Kriteria lokasi perairan yang dapat ditetapkan sebagai pembuangan limbah dari kapal di laut
Tabel 4.14. Hasil Pembobotan Kriteria lokasi perairan yang dapat ditetapkan sebagai pembuangan Limbah dari Kapal di Laut
No. Kriteria Lokasi Perairan yang Dapat Ditetapkan sebagai Pembuangan Limbah dari Kapal Di Laut
Bobot (%)
1 Tid Tidak berada di alur pelayaran 7.02
2 Tidak berada di kawasan lindung 6.75
3 Tidak berada di kawasan suaka alam atau taman nasional 7.14
No. Kriteria Lokasi Perairan yang Dapat Ditetapkan sebagai Pembuangan Limbah dari Kapal Di Laut
Bobot (%)
6 Tidak berada di sempadan pantai 6.62
7 Tidak berada di kawasan terumbu karang 6.36
8 Tidak berada di kawasan mangrove 6.62
9 Tidak berada di kawasan perikanan dan budidaya 6.62
10 Kedalaman lebih dari -20 mLWS 6.62
11 Jarak dari garis pantai lebih dari 12 Mil laut 6.62 12 Memiliki koordinat lokasi area pembuangan limbah 6.62 13 Tidak berada pada gelombang dan arus laut yang ekstrim 6.62 14 Memiliki area lego jangkar kapal saat membuang limbah 6.62 15 Memiliki tanda lokasi pembuangan limbah 7.02
Total 100.0
Sumber : Hasil Data Primer (diolah)
Tabel diatas menunjukkan bahwa persyaratan memiliki bobot yang terbesar sebagai kriteria lokasi perairan yang dapat ditetapkan sebagai pembuangan limbah dari kapal di laut adalah bahwa lokasi perairan yang dapat ditetapkan sebagai pembuangan limbah dari kapal di laut tidak berada berada sepanjang alur pelayaran yang meliputi jenis limbah, jumlah dan pengawasan yang dilengkapi dengan SOP dan fasilitas serta SDM. Tidak berada pada daerah yang merupakan daerah budi daya, daerah yang dilindungi. Memiliki batasan daerah lokasi untuk lokasi pembuangan limbah diatas, maka dapat disusun lokasi perairan yang dapat ditetapkan sebagai pembuangan limbah dari kapal di laut dengan urutan sebagai berikut:
a. Tidak berada di kawasan suaka alam atau taman nasional yang meliputi lokasi, keselamatan pelayaran, jenis limbah yang dibuang, SOP, instasi pengawasan serta fasilitas dan SDM untuk penanggulangan kerusakan. b. Tidak berada di alur pelayaran yang meliputi lokasi, keselamatan
pelayaran, jenis limbah yang dibuang, SOP, instasi pengawasan serta fasilitas dan SDM untuk penanggulangan kerusakan .
c. Tidak berada di kawasan lindung meliputi lokasi, keselamatan pelayaran, jenis limbah yang dibuang, SOP, instasi pengawasan serta fasilitas dan SDM untuk penanggulangan kerusakan .
limbah, perijinan, SOP, instansi pengawas, ambang mutu dan fasilitas serta SDM
e. Tidak berada di sempadan pantai meliputi lokasi pembuangan, jenis limbah, perijinan, SOP, instansi pengawas, ambang mutu dan fasilitas serta SDM
f. Tidak berada di kawasan mangrove pantai meliputi lokasi pembuangan, jenis limbah, perijinan, SOP, instansi pengawas, ambang mutu dan fasilitas serta SDM
g. Tidak berada di kawasan perikanan dan budidaya pantai meliputi lokasi pembuangan, jenis limbah, perijinan, SOP, instansi pengawas, ambang mutu dan fasilitas serta SDM
h. Kedalaman lebih dari -20 mLWS pantai meliputi lokasi pembuangan, jenis limbah, perijinan, SOP, instansi pengawas, ambang mutu dan fasilitas serta SDM
i. Jarak dari garis pantai lebih dari 12 Mil laut pantai meliputi lokasi pembuangan, jenis limbah, perijinan, SOP, instansi pengawas, ambang mutu dan fasilitas serta SDM
j. Memiliki koordinat lokasi area pembuangan limbah pantai meliputi lokasi pembuangan, jenis limbah, perijinan, SOP, instansi pengawas, ambang mutu dan fasilitas serta SDM
k. Tidak berada pada gelombang dan arus laut yang ekstrim pantai meliputi lokasi pembuangan, jenis limbah, perijinan, SOP, instansi pengawas, ambang mutu dan fasilitas serta SDM
l. Memiliki area lego jangkar kapal saat membuang limbah pantai meliputi lokasi pembuangan, jenis limbah, perijinan, SOP, instansi pengawas, ambang mutu dan fasilitas serta SDM
m.Tidak berada di kawasan terumbu karang pantai meliputi lokasi pembuangan, jenis limbah, perijinan, SOP, instansi pengawas, ambang mutu dan fasilitas serta SDM
n. Tidak berada di kawasan terumbu karang pantai meliputi lokasi pembuangan, jenis limbah, perijinan, SOP, instansi pengawas, ambang mutu dan fasilitas serta SDM
Aspek lingkungan hidup Kriteria Lokasi Perairan Untuk Bangunan/ Instalasi di Laut Tidak didaerah terumbu karang Koordinat pembangunan Persyaratan Lokasi Aspek Lainnya
Ruang bebas dalam pembangunan jembatan Penempatan,pemenda man dan pendandaan
Tidak merusak SBNP Dan fasilitas telkompel
Memperhatikan koridor pemasangan kabel dan pipa Bawah laut
Tidak Dilingkungan pelabuhan
Tidak berada pada Alur
Tidak berada pada arus, gelombang yang ekstrim
Diluar perairan wajib pandu
Tidak di pelabuhan
J. KRITERIA LOKASI PERAIRAN YANG DAPAT DIMANFAATKAN UNTUK BANGUNAN ATAU INSTALASI DI LAUT
Gambar 4.14. Diagram Fishbone Kriteria Lokasi Perairan Untuk Bangunan/Instalasi di Laut
Tabel 4.15. Hasil Pembobotan Kriteria Lokasi Perairan Untuk Bangunan/Instalasi di Laut
No. Kriteria Lokasi Perairan Untuk Bangunan/Instalasi di Laut
Bobot (%) 1 Memenuhi persyaratan penempatan, pemendaman, dan
penandaan 11.158
2 Tidak menimbulkan kerusakan terhadap bangunan atau instalasi
SBNP dan fasilitas telkompel 11.158
3 Memperhatikan ruang bebas dalam pembangunan jembatan 9.876 4 Memperhatikan koridor pemasangan kabel laut dan pipa bawah
laut 11.158
5 Berada di luar perairan wajib Pandu 8.592
No.
Laut (%)
7 Tidak berada dalam lingkungan perairan pelabuhan 7.967 8 Tidak berada pada daerah rawan gelombang dan arus laut yang
ekstrim 9.842
9 Tidak berada pada daerah terumbu karang yang dilestarikan 9.235
10 Memiliki koordinat pembangunan 10.517
Total 100
Sumber : Hasil Data Primer (diolah)
Berdasarkan hasil pembobotan diatas, maka dapat disusun kriteria lokasi perairan yang dapat dimanfaatkan untuk bangunan atau instalasi di laut adalah :
a. Memenuhi persyaratan penempatan, pemendaman, dan penandaan
b. Tidak menimbulkan kerusakan terhadap bangunan atau instalasi SBNP dan fasilitas telekomunikasi pelayaran
c. Memperhatikan ruang bebas dalam pembangunan jembatan d. Berada di luar perairan wajib Pandu
e. Tidak berada dalam alur pelayaran
f. Tidak berada dalam lingkungan perairan pelabuhan
g. Tidak berada pada daerah rawan gelombang dan arus laut yang ekstrim h. Tidak berada pada daerah terumbu karang yang dilestarikan
i. Memiliki koordinat pembangunan
Berdasarkan peraturan yang ada untuk lokasi perairan yang dapat dimanfaatkan untuk bangunan atau instalasi dilaut harus memenuhi persyaratan penempatan, pemendaman dan penandaan yang didasarkan pada keadaan lokasi dari koordinat sampai pada kontur dasar laut yang didokumentasikan melalui layout pelabuhan, sehingga dapat terlihat lokasi alur dan juga kabel, pipa bawah laut secara visual. Lay out pelabuhan dibuat sudah meliputi koordinat dan fasilitas pelabuhan serta telah diperhitungkan arus dan gelombang laut.