• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS KINERJA

DIVISI PELAYANAN HUKUM DAN HAM

Kantor Wilayah dalam melaksanakan sebagian tugas Kantor Wilayah di bidang pelayanan hukum dan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal/Kepala Badan terkait. Divisi Pelayanan Hukum dan HAM mempunyai 6 program kerja yang masing-masing terdapat sasaran kegiatan yang harus terlaksana dengan berpatokan pada indikator kinerja kegiatan. Berikut adalah kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Divisi Pelayanan Hukum dan HAM selama periode tahun 2020, maka diperoleh data capaian kinerja Divisi Pelayanan Hukum dan HAM sebagai berikut:

Sesuai laporan dalam aplikasi OM SPAN , realisasi anggaran Divisi Pelayanan Hukum dan HAM pada tahun 2020 dapat dilihat pada tabel dibawah ini: No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Realisasi (Rp) Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Program Penelitian dan Pengembang an Layanan Penelitian dan Pengembang an 1 Layanan 71.320.000 99.58 2 Program Pembinaan Hukum Nasional Kegiatan Bantuan Hukum Litigasi 57 Orang 876.786.000 88.02 Kegiatan Bantuan Hukum Non Litigasi 8 Kegiatan Pengawasan Pelaksanaan Bantuan Hukum 1 Kantor Wilayah Penyuluhan Hukum dan Pembentukan Desa / Kelurahan Sadar Hukum di Daerah 1 Kantor Wilayah

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Realisasi (Rp) Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Fasilitasi Perencanaan Pembentukan Produk Hukum di Daerah 1 Kantor Wilayah 3 Program Pemajuan Hak Asasi Manusia Layanan Informasi Hukum Melalui Sistem JDIHN 1 Kantor Wilayah 277.281.000 100 Pelindungan dan pemenuhan Haka SASI Manusia di Wilayah 4 Rekomend asi 4 Program Pembentukan Hukum Pembanguna n Hak Asasi Manusia di Wilayah 4 Instansi Pemerintah 140.256.000 97.29 Fasilitasi Pembentukan Produk Hukum Daerah 12 Raperda 5 Penyelenggar aan Kekayaan Intelektual di Kantor Wilayah Pembinaan Perancang Peraturan Perundang – Undangan di Daerah 22 Orang 504.732.00 69.49 Layanan Kekayaan Intelektual di Kantor Wilayah 5 Permoho nan Penegakan Hukum di Daerah 2 Lokus 6 Program Administrasi Hukum Umum Layanan AHU pada Kantor Wilayah 3 Laporan 1.810.000.000 66.31

32 No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Realisasi (Rp) Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Layanan MKNW, MPW, dan MPD Notaris 12 Dokumen

Sumber Data: Data Aplikasi OM SPAN per 18 Desember 2020

Program Administrasi Hukum Umum

Rekapitulasi realisasi anggaran pelaksanaan kegiatan pada Program Administrasi Hukum Umum tahun 2020 yakni sebesar 66,31% dengan deviasi minus sebesar 33,69%. Hal ini menunjukkan bahwa 33,69% anggaran belum terealisasi. Artinya kegiatan pada Program Administrasi Hukum Umum selama periode tahun 2020 telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan sasaran kegiatan yang telah ditetapkan. Namun jika dilihat dari realisasi anggaran berdasarkan laporan dari aplikasi SAS dan rencana realisasi anggaran (disbursement plan) menunjukkan bahwa pada tahun 2020 ada beberapa kegiatan belum berjalan optimal atau belum terlaksana sehingga terdapat anggaran yang belum terserap dikarenakan pandemic covid-19 yang melanda. Selain itu Notaris di Provinsi Maluku belum tersebar secara merata untuk setiap Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku sehingga pemberian layanan kenotariatan kepada masyarakat belum maksimal dan notaris tertumpuk di Kota Ambon.

Program Pembinaan / Penyelenggaraan Kekayaan Intelektual

Program Pembinaan / Penyelenggaraan Kekayaan Intelektual memiliki dua indikator kinerja yang harus dipenuhi dalam kurun waktu satu tahun. Apabila dilihat dari segi keuangan sebesar 69,49%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa deviasi sebesar 30,51% disebabkan karena pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan jadwal kalender kerja yang telah ditetapkan terutama kegiatan promosi dan desiminasi pelayanan KI yang memiliki anggaran besar hal ini karena adanya pembatasan dikarenakan pandemic covid-19 yang melanda. Serta Kurangnya pemahaman instansi terkait, masyarakat dan pelaku Usaha Kecil dan Menegah (UKM) terkait pentingnya.

Program Pembentukan Hukum

Berdasarkan rekapitulasi realisasi anggaran tahun 2020 pelaksanaan kegiatan pada Program Pembentukan Hukum tahun 2020 menunjukkan sebesar 97,29%, dengan deviasi minus sebesar 2,71%, yang artinya sebesar 2,71% anggaran belum terealisasi. Adapun yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan yaitu penerbitan Surat Perintah yang memakan waktu agak lama pada akhirnya mengganggu pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran yang sudah direncanakan. Serta belum adanya keseragaman pada setiap pemerintahan daerah terkait kedudukan Perancang Peraturan Perundang-undangan dan adanya pandemic covid-19 yang membatasi perancang dalam pembahasan semua kegiatan pembentukkan hukum.

34

Program Pemajuan HAM

Berdasarkan Program Pemajuan HAM rekapitulasi pelaksanaan kegiatan dan capaian realisasi anggaran tahun 2020 sebesar 100%. Dimana Program Pemajuan HAM telah melaksanakan beberapa kegiatan guna memenuhi sasaran kinerja yang telah ditetapkan. Indikator kinerjanya yaitu Layanan Informasi Hukum Melalui Sistem JDIHN dan Pelindungan dan pemenuhan Haka SASI Manusia di Wilayah telah dilaksanakan. Apabila dilihat dari segi keuangan, realisasi anggaran tahun 2020 pada Program Pemajuan HAM telah terealisasi dengan baik dari target rencana realisasi anggaran yang telah ditetapkan, terlihat dari perbandingan data realisasi anggaran yang ada.

Program Pembinaan Hukum Nasional

Rekapitulasi pelaksanaan kegiatan dan data capaian realisasi anggaran Program Pembinaan Hukum Nasional dalam kurun waktu tahun 2020 sebesar 88,02% dengan deviasi 11,98%, artinya sebesar 11,98% anggaran belum terealisasi. Belum terealisasinya anggaran disebabkan oleh proses pencairan dan proses verifikasi anggaran berkas permohonan bantuan hukum kurang sinergi, dikarenakan dalam proses pencairan anggaran melibatkan koordinasi dengan Pimti selaku penandatangan berkas permohonan ke KPPN, yang tidak senantiasa berada di tempat tugas (Kantor Wilayah) dikarenakan tugas/agenda kegiatan diluar Kantor Wilayah.

Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Hukum dan HAM

Rekapitulasi pelaksanaan kegiatan dan data capaian realisasi anggaran tahun 2020 Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Hukum dan HAM sebesar 0,42% dengan deviasi sebesar 0,42%. Salah satu indikator yang telah dilaksanakan yaitu mensosialisasikan hasil penelitian dan pengembangan hukum dan HAM. Selama kurun waktu tahun 2020 telah dilaksanakan beberapa kegiatan pengambilan data kepada narapidana dalam rangka memenuhi indikator tersebut. Serta minimnya sarpras terutama kendaraan roda 4 untuk optimalisasi koordinasi baik dibidang pelayanan Yankomas maupun dalam koordinasi Pengumpulan data KabKota Peduli HAM

36

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Sebagai salah satu perwujudan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dalam mempertanggung jawabkan kegiatan dan anggarannya, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Maluku telah menyusun Laporan Kinerja lnstansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2020. LKIP tahun 2020 menyajikan informasi mengenai capaian kinerja seluruh rangkaian program dan kegiatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Maluku, baik dari

aspek finansial maupun non-finansial, selama tahun 2020 secara komprehensif sebagai wujud pertanggung jawaban publik

(public accountability).

LAKIP ini disusun berdasarkan dokumen Perencanaan Kinerja dan dokumen Perjanjian Kinerja Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku tahun 2020 yang mengacu sepenuhnya pada Rencana Strategis Kementerian Hukum dan HAM RI Tahun 2015-2020. Pelaksanaan program dan kegiatan yang tidak sesuai rencana

juga diakibatkan dari isu strategis dan kondisi yang dihadapi saat ini. Secara umum isu strategis dan kondisi yang dihadapi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku, adalah sebagai berikut:

1. Beberapa pelaksanaan tusi terlambat bahkan belum terlaksana, terkendala oleh kurangnya pemahaman SDM dan pedoman pelaksanaan tusi yang belum terbit.

2. Kurangnya koordinasi yang baik antar pegawai dan pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku serta pihak eksternal lainnya yang menyebabkan pelaksanaan tugas dan fungsi kurang optimal.

3. Keterbatasan SDM baik dalam bentuk jumlah maupun kualitas

dan kapasitas dalam melaksanakan tugas pekerjaan yang diberikan.

4. Pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan jadwal kalender kerja (disbursement plan) yang telah ditetapkan.

5. Terdapat kendala pada realisasi anggaran dikarenakan keterlambatan dokumen pertanggung jawaban keuangan yang diserahkan kepada pelaksana kegiatan.

Semua pelaksanaan program dan kegiatan dengan komitmen yang baik dalam pelaksanaan rencana kerja yang telah ditetapkan menjadi kunci tercapainya semua program dan kegiatan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku.

38

B. SARAN

Peningkatkan capaian kinerja dan upaya pemecahan masalah atas kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program dan kegiatan merupakan prioritas utama bagi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku. Merujuk capaian dan realisasi anggaran tahun 2020 yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, berikut merupakan langkah-langkah yang perlu diambil oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku:

1. Dalam rangka memperkuat pelaksanaan tusi yang diemban oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku, perlu kiranya memperkuat koordinasi dengan Unit Esselon I, sehingga dapat lebih efektif dan terarah dalam merumuskan perencanaan program dan kegiatan, terutama terkait pada pedoman pelaksanaan tusi;

2. Peningkatan koordinasi diantara seluruh pegawai dan pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku serta melakukan koordinasi yang intensif dengan unit-unit kerja yang berada dalam lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku dan

stakeholder lainnya, instansi

pemerintah maupun pihak-pihak terkait lainnya dalam pelaksanaan kegiatan;

3. Melakukan upaya pemberdayaan dan pengelolaan SDM secara efektif yaitu dengan menata pengorganisasian dan penempatan pegawai secara tepat sesuai kebutuhan; dan mengembangkan sistem teknologi informasi untuk menunjang pelaksanaan tugas Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Maluku agar terwujudnya pelayanan prima kepada masyarakat;

4. Melaksanakan program dan kegiatan sesuai dengan jadwal kalender kerja (disbursement plan) yang telah disepakati, melakukan monitoring terhadap pelaksanaan kegiatan agar tetap berjalan sesuai dengan rencana kinerja yang telah ditetapkan dalam disbursement

plan;

5. Para pelaksana kegiatan diharapkan segera memenuhi dan melengkapi dokumen pertanggung jawaban keuangan, sehingga dapat segera dibuat SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) dan dilaporkan pada KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) setempat.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku Tahun 2020 ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang berbagai capaian kinerja,

baik dalam bentuk teknis maupun administratif. Laporan ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku, sekaligus menjadi sumber informasi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan di dalam melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Kementerian Hukum dan HAM.

Sangat disadari bahwa Laporan Kinerja ini belum secara sempurna menyajikan prinsip transparansi dan akuntabilitas seperti yang diharapkan, namun setidaknya pihak yang berkepentingan dapat memperoleh gambaran tentang hasil Program dan Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku.

Di masa mendatang, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku akan melakukan berbagai langkah untuk lebih menyempurnakan Laporan Kinerja ini agar terwujud transparansi dan akuntabilitas yang ingin kita wujudkan bersama. Kiranya Laporan Kinerja Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku Tahun 2020 ini dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas dan sekaligus menjadi sumber informasi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan di dalam melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Kementerian Hukum dan HAM.

Dokumen terkait