BAB III METODE PENELITIAN
3.3 Teknik Pengumpulan Data
3.3.3 Dokumentasi
Dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapot, agenda dan sebagainya Arikunto (2006:158). Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan analisis dokumen. Analisis ini merujuk pada kumpulan dari beberapa data yang diperoleh melalui sejumlah literatur kepustakaan berkaitan dengan Makna Aksara Hanzi pada Klenteng See Hin Kiong serta gambaran umum mengenai Klenteng See Hin Kiong di Kota Padang yang terdapat di internet atau dokumen lain dan dinilai relevan dengan penelitian ini.
Dokumentasi tersebut dapat digunakan apabila diperlukan yaitu berupa rekaman, video, dan gambar atau foto yang berkaitan tentang Makna Aksara Hanzi pada Tiang dan Dinding Klenteng See Hin Kiong di Kota Padang.
Dokumen berupa tulisan diperoleh dengan melakukan studi pustaka yaitu dengan mengumpulkan data pustaka yang relevan dari buku-buku ilmiah, disertasi, tesis, ensiklopedia, laporan penelitian, karya ilmiah, dan sumber lain yang membahas tentang Makna Aksara Hanzi serta profil Klenteng See Hin Kiong di Kota Padang.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Tulisan Hanzi
Hanzi sama artinya dengan menulis huruf Cina. Menuliskan Hanzi bagi pemula bukanlah hal yang mudah, karena Hanzi bentuknya merupakan penggambaran dari objek yang dimaksud. Menulis Hanzi berbeda dengan menulis huruf lain yang kita tulis sehari-hari. Setiap Hanzi telah memiliki arti sendiri, dan penulisanya merupakan kombinasi dari macam-macam goresan dasar (Jerry dalam Lois ,2011:14).
Hanzi adalah huruf paling tua di dunia, juga huruf pengguna paling banyak di dunia. Jumlah huruf di dalam Hanzi sangat banyak, totalnya kira-kira 60.000, dan diantaranya yang seringa dipakain hanya 6000. ( Harry Suryadi dalam Lois, 2011: 14 ).
Meskipun jumlah Hanzi banyak, tetapi jumlah komponen bagian dari aksaranya terbatas. Dalam penulisan Hanzi pasti tidak terlepas dari sejumlah goresan-goresan dasar. Agar menulis Hanzi tidak menghambat proses mempelajari Bahasa Mandarin, maka muncullah usaha untuk memudahkannya.
“Di Daratan Cina, usaha pelatihan tulisan Hanzi sudah dirintis pada abad ke-16 oleh para misionaris Jesuit dan berlangsung terus sampai ke masa pemerintahan Mao dze-dung. Tahun 1958, Kongres Rakyat Nasional secara resmi menerima abjad fonetik Cina ( Hanyu-pin yin fang an) untuk tujuan penulisan bahasa itu dengan huruf latin. Hingga saat penulisan huruf latin tersebut kita kenal dengan sebutan Hanyu-pinyin. Meskipun sebagian besar Hanzi merupakan gabungan goresan yang menunjukkan cara baca atau arti, seseorang harus menguasai
komponen-komponen dasar terlebih dahulu sebelum dapat memahami aturannya dan menerapkannya dalam menulis Hanzi ( Harry Suryadi dalam Lois, 2011: 14 ).
Hanzi memiliki sejarah yang sangat panjang. Saat ini Hanzi yang paling kuno yang telah ditemukan adalah jiaguwen yang berumur 3400 tahun lebih.
Jiaguwen sudah merupakan tulisan yang matang. Menurut perkiraan para ahli, sejarah Hanzi ada kira-kira 5000 tahun.
Hanzi berasal dari catatan berupa gambar. Sejak zaman dahulu hingga sekarang, bentuk Hanzi mengalami perubahan yang besar, yaitu dari jiaguwen, jinwen, xiaozhuan,lishu,kaishu. Hanzi yang dipakai sekarang ini adalah bentuk kaishu.
4.2 Klenteng See Hin Kiong
Kelenteng See Hin Kiong merupakan bangunan heritage yang memiliki nilai sejarah bagi warga keturunan Tiongkok di Padang dan menjadi tempat favorit untuk dikunjungi. Klenteng See Hin Kiong merupakan tempat ibadah bagi penganut aliran Tri Dharma (Konfusianisme, Taoisme, dan Budhisme). Klenteng ini dikelola oleh sebuah kepengurusan yang dipilih melalui musyawarah bersama marga-marga yang menggunakan klenteng ini. Dari setiap marga-marga tersebut mengutus beberapa orang perwakilan yang nantinya akan dipilih dan dijadikan pengurus klenteng (Rianly, 2017 : 46).
Kelenteng ini dirancang langsung oleh Lie Goan Hoat dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya yaitu model kelenteng kuno dari Hokkian, Tjoan Tjiu. Semenjak diresmikan lagi akhir Maret 2013. Awalnya kelenteng ini sebagai tempat ibadah dan sebenarnya bukan tempat wisata, namun telah menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi bila ke Kota Padang. Saat momen Imlek
misalnya, kelenteng ini akan ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan dan daerah di luar Kota Padang.
Klenteng See Hin Kiong memiliki daya tarik tersendiri terutama pada tulisan - tulisan yang terdapat pada tiang dan dinding klenteng. Tulisan – tulisan tersebut mengandung arti yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mengajarkan kebaikan. Dari hal tersebut dapat dimaknai pemilihan tulisan yang terdapat pada klenteng mempunyai tujuan untuk memberi kekuatan dan keyakinan serta mengajak penganut aliran Tri Dharma ( Konfusianisme, Taoisme, dan Budhisme) untuk rajin beribadah dan melakukan kebaikan. Klenteng See Hin Kiong menghadap arah Selatan yang dilambangkan dengan burung Hong (Phoenix). Burung Hong melambangkan kekuatan dan kebaikan. Dari hal tersebut dapat dimaknai pemilihan arah klenteng mempunyai tujuan agar bangunan ini mempunyai kebaikan bagi lingkungannya, serta memberikan kekuatan untuk bangunannya.
Gambar 4.1 Klenteng See Hin Kiong (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Gambar 4.2 Tulisan Pada Tiang Klenteng See Hin Kiong (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Gambar 4.3 Tulisan Pada Dinding Klenteng See Hin Kiong (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
4.3 Makna Aksara Hanzi Pada Klenteng See Hin Kiong 4.3.1 Makna Aksara Hanzi pada Tiang
Setiap Klenteng memiliki jumlah tiang dan dinding yang genap, karena tiang dan dinding tersebut harus berdampingan dan memiliki makna keseimbangan dan keselarasan. Tulisan pada tiang terletak di bagian tengah Klenteng yang menghadap luar supaya pengunjung yang datang dapat melihat tulisan-tulisan tersebut. Tiang yang berbentuk bundar ini mempunyai makna kebulatan hati dan pikiran.
Menurut hasil wawancara dengan informan secara keseluruhan klenteng ini memiliki 12 tiang, namun hanya 8 tiang yang memiliki tulisan atau aksara Hanzi. 4 tiang lagi terdapat ukiran naga yang mengelilingi tiang. Tiang ini terletak pada ruang suci atau ruang utama yang mana terdapat 4 tiang berwarna putih dengan tulisan berwarna merah. Warna putih pada tiang memiliki arti bahwa mereka memiliki biksu yang bertujuan untuk mengarahkan mereka dalam beribadah, memberi nilai dan ajaran Budha kepada umatnya. Jadi klenteng yang memiliki tiang dengan warna putih menandakan mereka memiliki biksu sebagai pemimpin spiritual mereka. Seperti pada gambar dibawah terdapat tiang kecil berwarna merah. Tiang tersebut dinamakan tiang pikul. Tiang pikul berfungsi untuk memikul orang beribadah supaya klenteng ini berdiri kokoh dan masyarakat yang sembahyang disana bertambah kuat imannya.
Tulisan yang berwarna merah memiliki arti perasaan yang bahagia, gembira dan biasanya digambarkan untuk hal-hal yang menyenangkan,seperti perayaan Imlek, Pernikahan, Festival yang identik dengan warna merah, karena
biasanya masyarakat Tionghoa tidak pernah menggunakan warna merah untuk suasana berduka. Warna merah juga melambangkan benda hidup. Tiang dan tulisan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar Keterangan
慈济葯医惠万民 Cí jì yào yī huì wàn mín Tulisan ini bermakna “ suatu badan organisasi yang mana
Aksara lama yang terdapat pada tulisan ini adalah :
濟,藥, 醫 , 萬
真人德术传千古
Zhēn rén dé shù chuán qiān gǔ
Tulisan ini bermakna “seseorang yang baik hati yang memiliki kemahiran maka akan diteruskan selama-lamanya”
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa makna tersebut menjelaskan tentang makna yang mengajarkan kebaikan.
真 Zhēn : benar
人 rén : orang 德 dé : berbuat baik
术 shù [術] : kemahiran 传 chuán [傳] : diteruskan
千 qiān
banyak
古 gǔ
Aksara lama yang terdapat pada tulisan ini adalah :
術,傳
昔日荒芜群重建
xī rì huāng wú qún zhòng jiàn Tulisan ini bermakna “di masa lalu tempat ini terlantar, banyak rumput, dan lahan kosong, sehingga seluruh anggota organisasi melakukan kegiatan membangun kembali”
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa makna tersebut menjelaskan tentang asal usul klenteng See Hin
今朝盛世铺民安
Jīn cháo shèng shì pù mín ān
Tulisan ini bermaka “dimasa sekarang mereka melebarkan jalan agar rakyat dimasa depan memiliki kehidupan, ketentraman dan keamanan yang lebih baik ”
Dari penjelasan diatas dapat disimpulan bahwa makna tersebut menjelaskan tentang kegiatan yang dilakukan oleh badan organisasi untuk meningkatkan
今 Jīn
Masa kini 朝 cháo
盛 shèng
Puncak kejayaan 世 shì
铺 pù [鋪] : meluruskan jalan
民 mín
Ketentraman 安 ān
Aksara lama yang terdapat pada tulisan ini adalah :鋪
kesejahteraan rakyat dimasa yang akan datang.
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan terdapat 4 tiang berwarna coklat. Warna cokelat pada tiang menendakan sebagai pembawa hoki. Tiang yang berwarna coklat memiliki tulisan berwarna emas. Tulisan yang berwarna emas merupakan kepercayaan kepada Dewa dan ajaran-ajarannya dan biasanya menandakan derajat yang tinggi seperti Dewa/Dewi dan dilambangkan sebagai benda yang sudah tiada atau tidak hidup. Tiang dan tulisan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :
西土灑扬技超衆生拉古海 Xī tǔ sǎ yáng jì chāo zhòng shēng lā kǔ hǎi
Tulisan ini bermakna “di surga dibekali kemampuan yang luar biasa atau suatu keahlian supaya semua lapisan orang terlepas dari kesusahan (neraka) ”
兴帮翻页清醒下界之谜涂 Xīng bāng fān yè qīng xǐng xià jiè zhī mí tú
Tulisan ini bermakna “untuk membangun desa harus membuka halaman dalam kondisi yang sadar untuk menyadarkan lapisan bawah yang mana mereka dalam
makna ajaran agama budha yang diibaratkan dia dapat duduk diatas bunga teratai seperti Dewi Kwan Im”
Aksara yang terdapat pada tulisan ini adalah : 蓮,風
tersebut menjelaskan tentang pertolongan akan seperti di pucuk membantu orang bebas dari kesusahan seperti embun yang agak wangi ”
4.3.2 Makna Aksara Hanzi Pada Dinding
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan terdapat 8 dinding yang memiliki tulisan sedangkan bagian dinding yang lainnya terdapat ukiran-ukiran yang berbentuk hewan dan jiga legenda rakyat Tionghoa. Dinding yang rata bermakna menjaga dan melindungi klenteng ini dari hawa buruk atau pengaruh yang datang dari luar klenteng. 2 dinding yang berwarna putih dengan tulisan berwarna merah, 4 dinding berwarna hitam dengan tulisan berwarna emas, 2 dinding berwarna merah dengan tulisan berwarna emas. Hal ini merupakan sesuatu yang menarik, karena pada gambar tersebut dipadukan dua warna yang saling bertolak belakang tetapi memiliki makna yang saling berhubungan antara Dewa dengan pengikutnya atau benda yang tidak hidup dengan benda yang hidup.
Dinding yang memiliki warna putih dengan tulisan warna merah memiliki arti yang sama seperti pada tiang yang mana sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya. 4 dinding yang berwarna hitam dengan tulisan berwarna emas.
Warna hitam pada dinding artinya gelap,yang menandakan Dewa yang tidak terlalu tajam atau terbatas.
Tulisan-tulisan yang terdapat pada tiang dan dinding Klenteng See Hin Kiong ditulis untuk arti yang bagus dan membawa hoki, karena masyarakat yang datang beribadah secara tidak langsung berkaitan dengan tulisan-tulisan tersebut.
Tulisan-tulisan ini ditulis dari atas kebawah karena wadahnya tiang dan dinding agar mudah terlihat dan lebih menonjol. Tulisan pada dinding terletak pada sisi kiri dan kanan di bagian dalam Klenteng yang saling berhadapan. Dinding dan tulisan dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar Keterangan menjelaskan tentang masa depan yang ditentukan oleh diri sendiri.
地位清高日月每清省上濄
dì wèi qīng gāo rì yuè měi qīng shěng shàng guō
Tulisan ini bermakna “tempat yang sudah cukup bersih dan suci”
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa makna tersebut menjelaskan tentang klenteng yang merupakan tempat yang bersih dan suci.
地 dì : bumi
位 wèi : tempat 清 qīng : bersih
高 gāo : tinggi
日 rì : hari 月 yuè : bulan
每 měi : rutin
清 qīng : suci
省 shěng : suku
上 shàng : atas
過 guò : lewat
真心拜佛此处就是天台
Zhēn xīn bài fó cǐ chǔ jiù shì tiān tái Tulisan ini bermakna “jika kita sepenuh hati menyembah Budha maka kita akan dibantu masuk surga”
Dari penjelasan diatas dapat
有意烧香何必远游南海 yǒu yì shāo xiāng hé bì yuǎn yóu nán hǎi
Tulisan ini bermakna “kalau bermaksud mau bakar Hio tidak perlu jauh-jauh ke selatan untuk menyembah karena indonesia di selatan laut cina”
Dari penjelasan diatas dapat
disimpulkan bahwa makna tersebut menjelaskan tentang letak klenteng yang bertujuan agar masyarakat datang beribadah di Klenteng See Hin Kiong.
有 yǒu
西方佛教崇万家同沾法雨
xī fāng fó jiào chóng wàn jiā tóng zhān fǎ yǔ
Tulisan ini bermakna “dalam agama Budha akan sembahyangkan setiap pintu rumah bisa menyentuh inti dari
兴土神灵显庶预共皮春风
xīng tǔ shén líng xiǎn shù yù gòng pí chūn fēng
Tulisan ini bermakna “membangun suatu tempat secara otomatis dewa akan tunjukkan suatu rezeki yang cukup untuk menikmati angin kemakmuran”
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa makna tersebut menjelaskan tentang dewa yang
定 dìng
定有佛光普照自南自北惟凭善果真 菩提
dìng yǒu fó guāng pǔ zhào zì nán zì běi wéi píng shàn guǒ zhēn pú tí
Tulisan ini bermakna “sebarkan agama Budha ke utara dan selatan untuk menunjukkan suatu saat kamu bisa menjadi dewa”
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa makna tersebut menjelaskan tentang perintah untuk menyebaran ajaran Budha.
Aksara lama yang terdapat pada tulisan in adalah : 憑
查 chá
Pada gambar-gambar diatas telah dijelaskan terdapat beberapa aksara lama.
Aksara-aksara ini tidak mempengaruhi makna tulisan pada klenteng karena hanya cara penulisannya saja yang berubah. Awalnya tulisan-tulisan Hanzi merupakan gambaran dari sebuah objek yang dimaksud dan tetapi seiring berjalannya waktu tulisan hanzi berubah menjadi lebih sederhana.
查然性地皆空蕪色蕪声但愿慈肮超 苦海
chá rán xìng dì jiē kōng wú sè wú shēng dàn yuàn cí āng chāo kǔ hǎi Tulisan ini bermakna “secara otomatis dalam keadaan hampa ( tidak ada suara, kecantikan, cinta atau dunia sudah kosong) tetapi sudah terlepas dari kesusahan”
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa makna tersebut menjelaskan tentang kesucian diri seperti dewa/dewi.
Aksara lama yang terdapat pada tulisan ini adalah : 聲
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian, secara umum dapat disimpulkan:
1. Tulisan aksara Han Pada Klenteng See Hin Kiong di Kota Padang terletak pada dinding dan tiang klenteng yang tersusun rapi. Tulisan tersebut terdapat pada 8 tiang dan 8 pada dinding klenteng. Penulisan aksara Han pada klenteng See Hin Kiong sebahagian menggunakan aksara lama atau aksara kuno yang secara tidak langsung menambah keindahan klenteng tersebut.
2. Fungsi dari aksara Han tersebut selain dari menambah keindahan dan melengkapi fisik bangunan klenteng, tulisan ini juga mengandung makna spiritual yang mengajarkan kebajikan kepada penganut ajaran Budha.
3. Tulisan Aksara Han yang terdapat pada tiang dan dinding Klenteng See Hin Kiong memiliki beberapa makna yang berbeda yaitu: asal usul klenteng, kesucian diri atau jiwa, dewa yang memberi perlindungan dan rejeki, serta nasehat-nasehat tentang kebaikan. Tetapi makna yang paling mendominasi adalah nasehat-nasehat tentang kebaikan.
5.2 Saran
1. Pengurus Klenteng See Hin Kiong sebaiknya menyediakan lebih banyak keterangan bagi pengunjung klenteng, dari segi makna tulisan aksara Han pada klenteng ini sehingga segala informasi mengenai klenteng dapat diketahui oleh pengunjung, baik itu berupa brosur atau pamflet.
2. Sebaiknya pengurus klenteng menyediakan tulisan pinyin ( cara baca ) dari tulisan Hanzi terutama tulisan kuno, karena tidak semua orang dapat membaca tulisan tersebut serta arti dari tulisan tersebut agar setiap pengunjung yang datang dapat membaca dan mengetahui arti tulisan tersebut.
3. Akan lebih baik jika pengunjung yang datang untuk beribadah lebih memperhatikan dan memahami tulisan tersebut, karena pengunjung yang datang untuk beribadah cenderung mengabaikannya.
4. Selain sebagai tempat ibadah klenteng ini juga dikunjungi masyarakat umum sebagai destinasi wisata. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan mendukung klenteng ini, karena dari informasi yang diperoleh hanya masyarakat Tionghoa Padang dan masyarakat sekitar yang membantu donasi klenteng.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto. 2006. Posedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Agita, Lois. 2012. Pengajaran Menulis Hanzi di kelas X Sma Negeri 4 Surakarta.
Univrsitas Sebelas Maret Surakarta.
Astuti, Septiana. 2012. Kajian Makna Leksikal Nama Peralatan Rumah Tangga Tradisional di Pasar Gedhe Klaten. Universitas Negeri Yogyakarta.
Catra, Nugraha,Rianly..2017.Analisis Makna Struktur Klenteng See Hin Kiong Ditinjau dari Feng Shui.Universitas Sumatera Utara.
Ching, Francis. 2000. Ilustrasi Desain Interior. Jakarta: Erlangga.
Depdiknas. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Dwita. 2013. Analisis Penggunaan Setsuzokushi ga dan keredomo dalam Novelet Kappa karya Akutagawa Ryuunosuke. Universitas Udayana.
Fox, James J. 2002. “Agama dan Upacara”,Klenteng. Jakarta: Buku Antar Bangsa.
Hadi. 2007. Pengertian Wawancara. Jakarta: Ghalia.
Hamidi. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Malang: UMM Press.
Herdiansyah, Haris. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk IlmuIlmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Kaelan, M.S. 2005. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat:Yogyakarta:
Paradigma.
Laksono. 1999. Teori Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Lijian. 2015. Chinese Characters. Jakarta:Xlibris Corporation.
Lombard Deny, Salmon Claudine.2013.Klenteng-Klenteng dan Mayarakat Tionghoa di Jakarta. Jakarta: Cipta Loka Cakara.
Mansoer, Pateda. Semantik Leksikal. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Nazir, Moh. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Strauss, Juliet Corbin. 1997. Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif. Surabaya: PT.
Bina Ilmu.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfa Beta
Suryatenggara, Stefanus Hansel. 2011. Klenteng Boen Tek Bio TangerangKajian Arsitektural. Skripsi. Depok. Universitas Indonesia.
Website:
http://seehinkiong.com/Diakses pada tanggal 20 april 2017, pukul 15.00 WIB.
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Klenteng_See_Hin_Kiong.jpgDiakses pada tanggal 02 Mei 2017, pukul 20.00 WIB.
https://eprints.uns.ac.id/5533/1/207272111201108121.pdfDiakses pada tanggal 05 Mei 2017, pukul 10.00 WIB.
https://situsbudaya.id/kelenteng-see-hin-kiong-padang/ Diakses pada tanggal 05 Mei 2017, pukul 13.00 WIB.
http://kelenteng.com/kelenteng-see-hien-kiong-padang/Diakses pada tanggal 11 Mei 2017, pukul 16.00 WIB.
http://padangkita.com/wajah-baru-klenteng-see-hin-kiong/Diakses pada tanggal 20 Mei 2017, pukul 08.00 WIB.
LAMPIRAN
Data Diri Informan
1. Nama : Bapak Gan Cui Thong Umur : 70 tahun
Pekerjaan : Ketua Vihara Budi Luhur
Alamat : Jalan St No.1 A, Suka Makmur, Medan Johor, Kabuaten Deli Serdang, Sumatra Utara
2. Nama : Bapak Dedi Gunawan Umur : 63 tahun
Pekerjaan : Bidang Kebudayaan Klenteng See Hin Kiong Padang Alamat : Jalan Kampung Pondok No.203
3. Nama : Ibu Dian Umur : 38 tahun
Pekerjaan : Administrasi Klenteng See Hin Kiong padang Alamat : Jalan Kampung Pondok No. 106
4. Nama : Bapak Ali Sumarjo Umur : 85 tahun
Pekerjaan : Dosen Bahasa Hokian
Alamat : Jalan DR Sun Yat Sen No.130 Medan
5. Nama : Bapak Petrus Arifin Umur : 77 tahun
Pekerjaan : Seniman Kaligrafi
Alamat : Jalan Mongonsidi No.32 Anggrung Medan
Peneliti dengan bapak gan cui thong Peneliti dengan bapak Dedi Gunawan
Peneliti dengan ibu Dian
4.4 Peneliti dengan Informan (Sumber Dokumentasi Pribadi)
Hasil Wawancara
Nama Pertanyaan Hasil Wawancara
Ibu Dian Tahun berapakah Klenteng See Hin Kiong dibangun ?
Klenteng ini dibangun pada tahun 1861
Bagaimana sejarah Klenteng See Hin Kiong ?
Klenteng ini didirikan pada tahun 1861 dengan persetujuan Raja Ham Hong Taun Sien Yu. Awalnya bernama Kwan Im Teng. Klenteng Kwan Im Teng kemudian terbakar dan digantikan dengan Klenteng See Hin Kiong.Klenteng ini diprakarsai dan didirikan Kapten Lie Goan Hoat dan Letnan Lie Soen Mo, serta Letnan Lie Lian It pada 1893, dan selesai dibangun pada 1897.
Bagaimana kepengurusan Klenteng ini ?
Kepengurusan Klenteng ini dikelola oleh masyarakat tionghoa padang ysng bermarga Lee, Hui dan Tan.
Apakah nama mandarin Klenteng See Hin Kiong ?
西興宫(xi xing gong)
Tulisan ini memiliki 2 warna yaitu merah dan emas, warna merah dilambangkan dengan bahagia, kegembiraan atau sesuatu yang
menyenangkan. Karena kalau orang Tionghoa tidak boleh memakai warna merah saat berduka cita.
Merah biasanya dipakai pada acara pesta, imlek dll. Warna merah ini biasanya digunakan untuk benda yang masih hidup. Sedangkan emas dilambangkan sebagai derajat dan biasanya digunakan untuk benda yang tidak hidup atau sudah tiada seperti Dewa/Dewi beserta ajarannya.
Kenapa tulisn ini ditulis dari atas kebawah, apakah ada maknanya?
Karena bidangnya merupakan tiang dan dinding jadi ditulis dari atas kebawah biar lebih menonjol dan memiliki seni yang bagus.
Kenapa tiangnya memiliki warna yang berbeda, apakah maknanya?
Tiang ini ada 2 warna yaitu putih dan coklat. Warna putih pada tiang menandakan mereka memiliki biksu, yang mana biksu ini sebagai pemimpim spiritual bagi umat Buddha, sama halnya seperti seorang ustad di agama islam.
Warna coklat pada tiang
menandakan sebagai pembawa hoki.
Apakah fungsi tiang kecil
Apakah fungsi tiang kecil