• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Evaluasi Drug Therapy Problems (DTPs)

3. Dosis Terlalu Rendah (Dosage too Low)

Berdasarkan hasil evaluasi dari 45 kasus DTPs, didapatkan jumlah kasus dosis terlalu rendah (dosage too low) sebanyak 18 kasus yang terbagi dalam 2 kelompok kelas terapi yaitu obat yang bekerja pada saluran pernapasan sebanyak 13 kasus dan obat yang bekerja pada infeksi sebanyak 5 kasus.

a. Obat yang bekerja pada saluran pernapasan

1.) Dosis rendah pada terbutalin sulfat terjadi pada rekam medis 1 dan 31 dengan pasien berusia 2 tahun. Dosis minimal sekali pemberian adalah 2 mg, dosis minimal dalam sehari adalah 6 mg dan dosis maksimal dalam sehari adalah 8 mg. Perlu adanya peningkatan dosis pemberian terbutalin sulfat pada rekam medis 1 dan 31 dengan dosis 3 x 2 mg sehari.

2.) Dosis terlalu rendah pada pemberian salbutamol sulfat terjadi sebanyak 5 kasus. Pada pemberian salbutamol sulfat secara nebuliser terjadi sebanyak 3 kasus yaitu pada rekam medis 2 dan 30. Pada rekam medis 2, dosis terlalu rendah terjadi pada pemberian salbutamol sulfat di IGD dan ruang rawat inap. Pada pemberian salbutamol sulfat secara per oral terjadi sebanyak 2 kasus yaitu pada rekam medis 9 dan 11.

Pada rekam medis 2 dan 30, dapat diketahui bahwa dosis minimal yang dapat diberikan untuk sekali pemberian adalah 2,5 mg dan dosis maksimal untuk sehari adalah 10 mg. Perlu adanya peningkatan dosis sekali pemberian dan dosis sehari menjadi 4 x 2,5 mg.

Pada rekam medis 9, pasien anak berusia 11 bulan dengan berat badan 8,5 kg sehingga dosis yang dapat diberikan adalah 4 x 1,7 mg. Hal ini dapat diketahui bahwa dosis minimal sekali pemberian adalah 1,7 mg dan dosis maksimal dalam sehari adalah 6,8 mg. Perlu adanya peningkatan dosis menjadi 4 x 1,7 mg atau setara 4 x 4 ml dengan bentuk sediaan sirup. Pada rekam medis 11, pasien anak berusia 1 tahun dengan berat badan 9,1 kg sehingga dosis yang dapat diberikan adalah 4 x 1,82 mg sehari. Hal ini dapat diketahui bahwa dosis minimal sekali pemberian adalah 1,82 mg dan dosis maksimal dalam sehari adalah 7,28 mg. Perlu adanya peningkatan dosis menjadi 4 x 1,82 mg.

3.) Dosis rendah pada pemberian flutikason propionat secara nebuliser terjadi sebanyak 4 kasus yaitu pada pasien rekam medis 2 dan 30. Pada rekam medis 2 dan 30, pasien mendapatkan flutikason propionat secara nebuliser pada saat masuk IGD dan di rawat inap. Hal ini dapat diketahui bahwa dosis minimal sehari adalah 50 μg dan dosis maksimal sehari adalah 100 μg/hari. Pada rekam medis 2 dan 30 saat di IGD, perlu adanya peningkatan dosis menjadi 1 x 50 μg. Pada rekam medis 2 pada saat di rawat inap perlu peningkatan dosis menjadi 3 x 25 μg (3 x ½ ampul) dan peningkatan dosis flutikason propionat pada rekam medis 30 adalah 2 x 50 μg (2 x 1 ampul).

4.) Dosis rendah pada pemberian ketotifen hidrogen fumarate terjadi sebanyak 2 kasus yaitu pada rekam medis 8 dan 30. Dosis minimal yang dapat diberikan untuk sekali pemberian ketotifen hidrogen fumarate adalah

1 mg dan dosis maksimum untuk sehari adalah 2 mg. Perlu dilakukan peningkatan dosis menjadi 2 x 1 mg atau 2 x 1 cth sehari. Secara ringkas hasil penelitian ini disajikan pada Tabel X berikut ini:

Tabel X. Distribusi Jumlah Kasus Drug Therapy Problems Dosis Terlalu Rendah (Dosage too Low) Obat Saluran Pernapasan

Dosis yang diberikan Dosis Literatur Jumlah Kasus

(no RM)

Rekomendasi Terbutalin dengan dosis: 3 x 1/3

tablet (3 x 0,83 mg) dengan bentuk sediaan 2,5 mg

Dosis terbutalin untuk anak usia1-6 tahun: 2 mg diberikan 3-4 kali sehari*

2 (1, 31)

Peningkatkan dosis: 3 x 2 mg per hari

Dosis salbutamol sulfat secara oral: 3 x 2 ml (3 x 0,8 mg) dengan bentuk sediaan sirup 2mg/5mL

Dosis salbutamol oral untuk anak <2 tahun: 200 μg/kgBB diberikn

4x sehari**

1 (9)

Peningkatan dosis: 4 x 1,7 mg (4 x 4 ml)

Dosis salbutamol sulfat secara per

oral: 3 x 0,5 mg 1 (11)

Peningkatan dosis: 4 x 1,82 mg

Dosis Salbutamol sulfat: 3 x ¾ ampul (3 x 1,875 mg). Bentuk sediaan nebule 2,5 mg.

Dosis salbutamol sulfat secara nebuliser untuk anak < 5 tahun:

2,5 mg diulangi sampai 4x/hari*

1 (2)

Peningkatan dosis: 3 x 2,5 mg (3 x 1 ampul) Dosis Salbutamol sulfat di IGD ½

ampul (1,25 mg). Bentuk sediaan nebule 2,5 mg

1 (2)

Dosis salbutamol sulfat nebuliser:

3 x 1/3 ampul (3 x 0,83mg) 1 (30) Dosis flutikason propionat: 3 x ¾

ampul (3 x 37,5 μg)

Dosis flutikason propionat untuk anak

<12 tahun: 50-100 μg/hari*** 1 (2) Peningkatan dosis: 3 x 25 μg (½ ampul dari 50 μg)

Dosis flutikason propionat: 1 x ½ ampul (25μg) dengan bentuk

sediaan 50 μg 2 (2, 30)

Peningkatan dosis: 1 x 50 μg (1 ampul) Dosis flutikason propionat: dan 2 x

1/3 ampul (2 x 16,67 μg) 1 (30) Peningkatan dosis: 2 x 50 μg (2 x 1 ampul) Dosis ketotifen hidrogen fumarat:

2 x ½ cth (2 x 0,5 mg) dengan bentuk sediaan sirup 1 mg/5mL

Dosis ketotifen hidrogen fumarat untuk anak > 2 tahun:

2 x 1 mg**

1 (8)

Peningkatan dosis: 2 x 1 mg atau 2 x 1 cth

Dosis ketotifen hidrogen fumarat: 2 x 1/4 cth (2 x 0,25) dengan bentuk sediaan sirup 1 mg/5mL

1 (30)

Peningkatan dosis: 2 x 1 mg atau 2 x 1 cth

Jumlah Kasus 13

Keterangan: pustaka berdasarkan * British National Formulary (BNF), 2011; ** IONI, 2008 ;*** Rahajoe, 2008

b. Obat anti infeksi

1.) Dosis terlalu rendah pada pemberian eritromisin terjadi sebanyak 4 kasus pada rekam medis 2, 3, 4, dan 7. Pada kasus ini dapat diketahui bahwa dosis minimal sekali pemberian adalah 250 mg dan dosis maksimal dalam pemberian sehari adalah 1.500 mg. Perlu adanya peningkatan dosis

eritromisin pada rekam medis 2, 3, 4, dan 7 dengan dosis menjadi 4 x 250 mg perhari.

2.) Dosis terlalu rendah pada pemberian amoxisilin terjadi pada rekam medis 9. Pada kasus ini dapat diketahui bahwa dosis minimum dalam sekali pemberian adalah 125 mg, dosis maksimum dalam sekali pemberian adalah 250 mg dan dosis minimum dalam sehari adalah 375 mg, dosis maksimum dalam sehari adalah 750 mg. Perlu adanya peningkatan dosis menjadi 125-250 mg atau 1,5-2 cc diberikan 3 x sehari.

Distribusi jumlah kasus DTPs pada aspek pemberian dosis yang terlalu rendah pada kelas terapi obat anti infeksi disajikan pada Tabel XI berikut ini:

Tabel XI. Distribusi Jumlah Kasus Drug Therapy Problems Dosis Terlalu Rendah (Dosage too Low) pada Obat Anti Infeksi

Dosis yang diberikan Dosis Literatur Jumlah Kasus (no RM)

Rekomendasi Eritromisin dengan dosis: 3 x

175 mg Dosis eritromisin

untuk anak usia 2-8 tahun: 250 mg setiap 6 jam* 2 (2,4) Peningkatan dosis: 4 x 250 mg perhari Dosis eritromisin: 3 x 200 mg 1 (7) Dosis eritromisin: 3 x 160 mg per oral 1 (3) Dosis amoxisilin: 3 x 1 cc (3 x 100 mg) dengan bentuk sediaan drop 125 mg/1,25mL Dosis amoxisilin untuk anak < 10 tahun: 125-250 mg setiap 8 jam** 1 (9) Peningkatan dosis: 125-250 mg atau 1,5-2 cc diberikan 3 x Jumlah Kasus 5

Keterangan: pustaka berdasarkan * British National Formulary (BNF), 2011; ** IONI, 2008;*** Rahajoe, 2008

Dokumen terkait