BAB IV HASIL PENGEMBANGAN
B. Hasil Uji Coba Produk Pengembangan
1. Draft Produk Materi Ajar dan Modul Pembelajaran
Pada bagian ini, peneliti memaparkan draft produk pengembangan materi ajar serta hasil validasi uji coba produk pengembangan materi ajar yang dilakukan oleh dosen ahli materi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan hasil validasi uji coba produk modul pembelajaran yang dilakukan oleh pengajar dari Wisma
Bahasa Yogyakarta dan dosen ahli media dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
a. Draft Pengembangan Materi Ajar
Proses awal merancang materi ajar membaca bahasa Indonesia yang dilakukan peneliti adalah mendeskripsikan topik-topik yang telah ditentukan dari hasil analisis, ke dalam silabus dan mulai untuk merancang materi ajar. Dalam materi ajar memebaca bahasa Indonesia yang telah dirancang oleh peneliti, terdapat 3 unit kegiatan belajar. Masing-masing memeiliki sub (1) percakapan, (2) struktur, (3) latihan, (4) kosakata, (5) catatan budaya. Topik dari kelima unit tersebut, yaitu (1) Nama Anda siapa?, (2) Anda mau makan apa?, dan (3) Bisa tolong saya?.
Berikut ini disajikan penjelasan komponen-komponen yang terdapat dalam rancangan materi ajar membaca bahasa Indonesia.
Gambar 1. Rancangan Awal Materi Ajar
Halaman depan Indikator
Kosakata dan Latihan Catatan Budaya
Kunci Jawaban
Komponen-komponen yang terdapapat di dalam modul pembelajaran membaca untuk penutur BIPA tingkat begginer, yaitu: (1) sampul halaman depan, berisi judul modul dan nama dari pembuat modul pembelajaran, (2) indikator, berisi tujuan pembelajaran yang dicapai siswa setelah mempelajari
topik-topik pembelajaran, (3) percakapan, berisi dialog singkat yang menggunakan gambar dan kosakata sehari-hari, sehingga pembelajar dapat berlatih dengan teman atau guru di kelas, (4) struktur, berisi beberapa contoh kalimat yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, (5) kosakata dan latihan, berisi beberapa kata bahasa indonesia yang terdapat pada percakapan dan struktur, latihan berisi soal-soal yang digunakan untuk menguji pemahaman pembelajar terhadap topik yang diajarkan, (6) catatan budaya bahasa indonesia dan bahasa inggris, disajikan dalam dua bahasa sehingga pembelajar dapat lebih memahami beberapa konteks budaya yang terdapat dalam topik pembelajaran, (7) kunci jawaban latihan, mempermudah siswa dalam memeriksa kebenaran jawaban latihan, (8) sampul halaman belakang modul.
Hasil dari pengembangan produk awal materi ajar membaca bahasa Indonesia tersebut, selanjutnya diujicobakan oleh peneliti. Uji coba dilakukan oleh dosen ahli sanata dharma Yogyakarta. Uji coba pada tahap ini bertujuan untuk mengujicobakan materi yang telah dirancang oleh peneliti . selanjutnya dilakukan penilaian dan validasi produk. Penilaian dilakukan dengan dengan cara tertulis berdasarkan kuesioner yang telah disediakan oleh peneliti karena keterbatasan biaya dan waktu. Produk materi ajar membaca bahasa Indonesia ini divalidasikan oleh Dr. R. Kunjana Rahardi, M. Hum, selaku ahli materi dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Aspek yang dinilai dari materi ajar adalah (1) kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran, (2) ketepatan teks materi dengan topik yang dipelajari, (3) kesesuaian materi dengan taraf berpikir pembelajar, (4) kesesuaian materi dengan
latihan-latihan, (5) kesesuaian materi dengan catatan budaya, (6) kesesuaian materi dengan karakteristik pembelajar, (7) efektivitas soal dengan indikator, (8) kemenarikan desain materi.
Tabel 4.1 Hasil Penilaian Materi Ajar
No Komponen penilaian Unit 1 Unit 2 Unit 3
1. Kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran, 4 4 4 2. Ketepatan teks materi dengan topik yang
dipelajari,
3 4 4
3. Kesesuaian materi dengan taraf berpikir pembelajar,
4 4 4
4. Kesesuaian materi dengan latihan-latihan, 4 4 4 5. Kesesuaian materi dengan catatan budaya, 4 4 4 6. Kesesuaian materi dengan karakteristik
pembelajar,
4 4 4
7. Efektivitas soal dengan indikator, 4 4 4
8. Kemenarikan desain materi 4 4 3
Skor rata-rata
Rata-rata secara keseluruhan Keterangan
3,8 4,0 3,8
3,8
BAIK
Dari Tabel 4.1 di atas, dapat dilihat skor rata-rata hasil penilaian setiap unit. Pada unit 1 dengan topik “Nama Anda siapa?” diperoleh skor rata-rata sebesar 3,8 dengan kualifikasi “baik”. Pada unit 2 dengan topik “Mau makan apa?” diperoleh skor rata-rata sebesar 4,0 dengan kualifikasi “baik”. Pada unit 3
dengan topik “Bisa tolong saya?” diperoleh skor rata-rata 3,8 dengan kualifikasi “baik”.
Berdasarkan hasil validasi yang terlihat pada Tabel 4.1 di atas, kualitas materi ajar yang dirancang oleh peneliti mendapat skor rata-rata penilaian secara keseluruhan 3,8. Mengacu pada Sukardjo (2008: 101) materi ajar dengan rentang nilai 3,40 < X ≤ 4,21 berkategori “baik” atau memenuhi kelayakan sebagai materi ajar untuk pembelajar BIPA tingkat dasar (beginner) di Wisma Bahasa Yogyakarta. Dari penilaian tersebut ada saran perbaikan pada setiap unitnya, yaitu (1) tidak boleh ada kesalahan dalam penulisan konsep karena modul ini untuk orang asing, (2) terdapat beberapa kesalahan penulisan terutama pada unit 2, (3) catatan budaya perlu ditambah, dengan menunjukan latar yang berbeda- beda.
b. Modul Pembelajaran
Pada tahap selanjutnya peneliti kemudian mengembangkan materi ajar kedalam sebuah modul pembelajaran. Modul pembelajaran ini dilengkapi dengan gambar dan dialog yang dapat menambah pemehaman pembelajar terhadap materi yang disampaikan. Modul ini terdiri dari halaman depan, kata pengantar, daftar isi, dan tiga unit pelajaran. Setiap unit pelajaran terdiri dari percakapan, struktur, kosakata, latihan, dan catatan budaya. Pada halaman terakhir modul terdapat kunci jawaban latihan dari setiap unit pelajaran.
Hasil dari pengembangan produk media pembelajaran membaca bahasa Indonesia menggunakan modul tersebut selanjutnya oleh peneliti di uji cobakan dan divalidasi. Pertama, uji coba produk pengembangan dilakukan oleh pengajar
Wisma Bahasa Yogyakarta. Selanjutnya, diadakan penilaian secara tertulis pada tanggal 16 Juni 2015 dan tanggal 17 Juni 2015. Produk media pembelajaran ini dinilai oleh Dewi Anggoro selaku pengajar Wisma Bahasa Yogyakarta. Aspek penilaian media terdiri dari (1) kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran, (2) ketepatan media dengan topik yang dipelajari, (3) kesesuaian media dengan taraf berpikir pembelajar, (4) kejelasan gambar dan warna modul, (5) kejelasan tulisan modul, (6) kejelasan petunjuk dan latihan modul, (7) keterpahaman modul, (8) keautentikan modul, (9) daya tarik modul.
Tabel 4.2 Hasil Penilaian Modul
No Komponen penilaian Unit 1 Unit 2 Unit 3
A B C A B C A B C
1. Kesesuaian modul dengan tujuam pembelajaran
5 5 4 4 5 4 4 4 5
2. ketepatan modul dengan topik yang dipelajari
5 5 4 4 5 4 4 4 4
3. Kesesuaian media dengan taraf berpikir pembelajar
5 5 5 4 5 4 4 5 5
4. Kejelasan gambar dan warna modul 5 5 4 3 5 4 3 4 4 5. Kejelasan tulisan modul 4 4 4 3 4 4 3 4 4 6. Kejelasan petunjuk dan latihan modul 4 4 4 3 3 4 3 4 4 7. Keterpahaman modul 4 4 4 3 4 4 3 4 4 8. Keautentikan modul 4 5 4 4 5 4 3 5 4
9. Daya tarik modul 5 5 4 4 5 4 3 5 4
Keterangann Baik Baik Baik
Rata-rata skor keseluruhan 4,1
Keterangan Baik
Keterangan :
A : Pengajar Wisma Bahasa Yogyakarta B : Pengajar ahli Wisma Bahasa Yogyakarta
C : Dosen ahli media Universitas Sanata Dharma Yogyakar
Dari Tabel 4.2 di atas terlihat skor rata-rata hasil penilaian setiap unit. Pada unit 1 dengan topik “Nama Anda siapa?” memperoleh skor rata-rata sebesar 4,3 dengan kualifikasi “baik”. Unit 2 dengan topik “Anda mau makan apa?” memperoleh skor rata-rata sebesar 4 dengan kualifikasi “baik”. Unit 3 dengan topik “Bisa tolong saya” memperoleh skor rata-rata sebesar 4 dengan kualifikasi “baik”. Data pada Tabel 4.2 menunjukan kualitas media pembelajaran menggunakan modul berkategori “baik”. Hal ini ditunjukan dengan nikai rata-rata hitung untuk media pembelajaran sebesar 4,1. Mengacu pada kriteria Sukardjo (2008:101) media pembelajaran dengan rentang nilai rata-rata 3,40 < X ≤ 4,21 berkategori baik atau memenuhi kelayakan sebagai media pembelajaran untuk pembelajar BIPA tingkat dasar (beginner) di Wisma Bahasa Yogyakarta.
Berdasarkan hasil analisis di atas tampak bahwa media modul pembelajaran Bahasa Indonesia yang telah disusun peneliti memenuhi syarat dan sudah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia untuk pembelajar asing tingkat dasar ( beginner) di Wisma Bahasa Yogyakarta.
Berikut ini beberapa saran dari penilaian modul yang akan dijadikan dasar revisi media pembelajaran: (1) Memperhatikan penulisan yang sesuai dengan EYD, (2) menggunakan Bahasa Inggris dalam penulisan catatan budaya dan catatan lain, (3) kalimat berbahasa Inggris sebaiknya dicetak miring, (4) penggunaan gambar ditambah untuk mempermudah pembelajar.
Gambar 2. Hasil Revisi Rancangan Materi Ajar
Sebelum Sesudah
Sebelum Sesudah
Sebelum Sesudah
Sebelum Sesudah