KONDISI YANG DIHARAPKAN
C. Dukungan Sarana Prasarana
Standar kelengkapan sarana prasarana perorangan Bhabinkamtibmas yang ideal untuk mendukung kelancaran tugas adalah :
35 2. Megaphone; 3. Jas hujan; 4. Senter; 5. Tas kerja; 6. Alat komunikasi;
7. Buku agenda kerja/buku pintar; 8. Rompi Polri;
9. Peta Desa/Kelurahan; 10. Kamera.
Selain standar kelengkapan sarana prasarana perorangan, Bhabinkamtibmas juga perlu didukung dengan prasarana berupa ruang kerja yang berada pada desa/kelurahan binaannya atau setidak-tidaknya dapat menempati ruang kerja staf desa/kelurahan namun memiliki prasarana berupa meja kerja sendiri.
D. Metode
Metode yang ideal dalam pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas Polres Tegal adalah :
1. Pembinaan ketertiban masyarakat
a. membimbing dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat guna meningkatkan partisipasi masyarakat, kesadaran hukum masyarakat dan ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan;
b. membina remaja (pemuda/pemudi), anak-anak dan pelajar/mahasiswa agar terhindar dari pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh perubahan pranata sosial sebagai akibat dari globalisasi budaya;
c. membina dan memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja kepada pemuda/remaja agar generasi muda tidak menjadi korban maupun pelaku;
d. membimbing dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat di Desa, agar masyarakat tidak terpengaruh oleh orang / kelompok tidak dikenal yang menawarkan kesempatan kerja di suatu tempat baik di dalam/luar negeri;
e. membina dan melatih para petugas keamanan lingkungan di Desa binaannya;
36
f. menghadiri setiap kegiatan/keramaian yang ada di Desa binaannya; g. menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat yang
kondusif melalui peran aktif segenap potensi yang ada dalam masyarakat.
2. Pembinaan keamanan Swakarsa
a. melakukan tatap muka, kunjungan/sambang, penyuluhan langsung, latihan-latihan, dalam rangka membimbing masyarakat melaksanakan sistim keamanan lingkungan;
b. melatih awak siskamling/sistim pengamanan lingkungan Desa/Kelurahan;
c. membimbing dan memberikan arahan tentang keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan keamanan swakarsa;
d. memberikan penyuluhan dan penyegaran kepada petugas keamanan lingkungan yang bertugas di wilayahnya;
e. membangun dan memberdayakan Siskamling yang ada di Desa/Kelurahan;
f. memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mengamankan rumah/lingkungan masing-masing;
g. mengunjungi bentuk pengamanan swakarsa, melakukan komunikasi, menerima keluhan dan informasi serta membantu penyelesaian masalah yang dihadapi sebatas kemampuannya;
h. menjalin komunikasi, membangun kerjasama dengan satpam maupun pengguna satpam yang ada diwilayahnya;
3. Pembinaan perpolisian masyarakat
a. mendorong terbentuknya forum-forum kemitraan di lingkup desanya masing-masing;
b. memberikan asistensi/pendampingan terhadap operasional FKPM; c. melakukan komunikasi timbal balik yang intensif, melakukan diskusi
tentang permasalahan kamtibmas di Desa/Kelurahan;
d. memfasilitasi pemecahan masalah yang terjadi di masyarakat;
e. menyelesaikan konflik-konflik yang ada dimasyarakat melalui jalur ADR (Alternative Dispute Resolution);
37
f. menghadiri setiap kegiatan masyarakat, mendengar dan mencatat serta berusaha mewujudkan harapan masyarakat sebatas kewenangannya; g. menerima informasi dan keluhan serta permasalahan dari warga
masyarakat;
h. menghadiri atau memfasilitasi forum diskusi/pertemuan yang diselenggarakan oleh kelompok masyarakat dan memanfaatkannya untuk membangun kemitraan antara Polri dengan masyarakat dalam rangka mencegah dan menaggulangi gangguan Kamtibmas.
4. Pembinaan potensi masyarakat
a. mendata Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda serta kelompok-kelompok masyarakat baik formal/informal yang ada diwilayahnya;
b. mengadakan tatap muka dengan tokoh-tokoh masyarakat baik individu maupun pimpinan kelompok/organisasi secara periodik maupun secara situasional dalam rangka menjalin komunikasi yang baik, memecahkan masalah-masalah sosial dilingkungan masyarakat;
c. mengadakan pendekatan secara individu baik kepada Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda maupun kepada kelompok/ komunitas yang ada diwilayah kerjanya;
d. membangun dan mewujudkan kemitraan dengan semua potensi masyarakat yang ada diwilayah kerjanya.
5. Bhabinkamtibmas sebagai anggota Polri yang berada di tengah-tengah masyarakat, pada dirinya juga melekat kewenangan kepolisian secara umum berdasarkan peraturan perundang-undangan dan prosedur yang berlaku dilingkungan Polri.
a. dalam situasi bencana, Bhabinkamtibmas bersama dengan aparat lainnya melakukan sosialisasi dan mobilisasi warga dalam rangka mencegah dampak buruk yang ditimbulkan;
b. dalam rangka mendukung kebijakan Polsek sebagai basis deteksi, Bhabinkamtibmas sebagai petugas Polri terdepan diharapkan menjadi mata dan telinga serta menjadi sumber informasi dalam rangka deteksi dini;
38
c. Bhabinkamtibmas wajib mencatat semua kegiatan yang dilaksanakan secara detail dalam buku mutasi kegiatan sesuai dengan format yang ditetapkan.
39 BAB VI OPTIMALISASI
Peningkatan kemampuan Bhabinkamtibmas Polres X guna akselerasi pelayanan prima dalam rangka stabilitas kamtibmas memerlukan penerapan manajemen strategis yang merupakan suatu upaya untuk mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif organisasi dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi organisasi baik secara internal dan eksternal melalui penyusunan rencana strategis berdasarkan analisis menggunakan Matrik TOWS sebagai berikut :
Tabel 9 : Matriks TOWS Faktor Internal
Faktor Eksternal
Kekuatan (Strengths),
a. Adanya pedoman berupa Kep Kapolri No. Pol : Kep/8 /XI/2009 dan Surat Kapolri Nomor : B/3377/XI /2011/Baharkam ttg Penggelaran Bhabinkamtibmas di desa/kel.
b. Komitmen Kapolres untuk menjamin terpeliharanya kamtibmas.
c. Seluruh desa/kelurahan sudah terisi 1 Bhabinkamtibmas. d. Seluruh program telah
terdukung anggaran.
e. Seluruh Bhabinkamtibmas sudah memperoleh tunjangan.
f. Motivasi kerja Bhabinkamtibmas cukup tinggi didasari oleh slogan “Do the small thing with great love” dan tiga filosofi yaitu (1) mulailah untuk menjadi hebat; (2) jangan pernah berhenti untuk belajar; dan (3) laksanakan tugas dengan tulus ikhlas.
Kelemahan (Weekness)
a. 1 Bhabinkamtibmas orang per-desa/kel. dirasakan masih kurang. b. Indeks anggaran sarana
kontak masih kecil.
c. Masih minimnya sarana dan prasarana pendukung tugas Bhabinkamtibmas.
d. Kompetensi dasar Bhabinkamtibmas belum terpenuhi.
e. Pelatihan Bhabinkamtibmas baru dilaksanakan 1 (satu) kali selama 2 hari atau 14 jam selama tahun 2012. Materi pelatihan masih bersifat umum dan metode pelatihan bersifat ceramah dan tanya jawab.
f. Bhabinkamtibmas belum setiap hari melakukan kegiatan di desa/kel.
g. Bhabinkamtibmas masih lemah dalam hal administrasi. h. Keterlibatan
Bhabinkamtibmas dalam pemecahan masalah masih kurang. Peluang (Opportunities),
a. Harapan masyarakat untuk hidup aman, tertib dan bebas gangguan. b. Adanya dukungan instansi
terkait.
c. Seluruh wilayah Kabupaten Tegal terjangkau jaringan telepon seluler.
d. Potensi kamtibmas yg telah terbina : Pramuka Saka Bhayangkara, PKS, Pokdar kamtibmas, Polsus, Satpam, Da’i
Strategi S-O
Memanfaatkan jaringan telepon seluler dan internet utk meningkat-kan komunikasi dengan masy.
Mengkampanyekan program ‘BBW’ Bharagas Balane Warga (Bharagas = Bhayangkara Tegal Slawi)
Mengaktifkan Pramuka Saka
Strategi W-O
Penunjukan Bintara Polres/Polsek fungsi lain untuk merangkap sebagai pendamping Bhabinkamtibmas
Mendorong FKPM lebih aktif dan sensitif terhadap masalah kamtibmas di lingkungannya
Membangun sistem laporan online yang murah dengan
40
Kamtibmas, Ojek Kamtibmas. e. Telah terbentuk Forum
Komunikasi Polisi dan Masyarakat (FKPM)
f. Sistem keamanan lingkungan (siskamling) telah berjalan.
Bhayangkara dan menunjuk pamong saka tiap Polsek
memenfaatkan dukungan berupa dana hibah dari Pemda dan pihak lainnya
Ancaman (Threats)
a. Gangguan keamanan di tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 44,91 %. Jenis kejahatan yang meningkat adalah Curanmor, Curas, Anirat. b. Kesadaran masy. utk melindungi
dirinya sendiri masih kurang. c. Belum ada sinergi program
Polres Tegal dengan program Pemda.
d. Kegiatan Potensi kamtibmas masih bersifat rutin, menunggu arahan dan kurang proaktif.
Strategi S-T
Sinergi program pembinaan potensi kamtibmas dengan program Pemda, dan Program CSR Perusahaan untuk meningkatkan kapasitas, anggaran dan dukungan operasional.
Melakukan analisa dan evaluasi terhadap ancaman Bhabin-kamtibmas tertinggi per bulan sebagai prioritas sasaran
Strategi W-T
Melakukan pelatihan rutin utk meningkatkan kemampuan Bhabinkamtibmas
Penyusunan format rencana kegiatan harian dan laporan harian berdasarkan jam dan rute perjalanan.
Mengarahkan Potensi kamtibmas untuk menyusun program kerja berikut rencana aksi
Berdasarkan analisis tersebut maka rencana strategis peningkatan kemampuan Bhabinkamtibmas Polres Tegal guna akselerasi pelayanan prima dalam rangka stabilitas kamtibmas disusun dalam program sebagai berikut :
A. Visi
Mewujudkan Bhabinkamtibmas yang mampu mendorong, mengarahkan dan menggerakkan masyarakat agar berperan serta dalam pemeliharaan kamtibmas melalui bentuk pengamanan swakarsa dan penerapan model perpolisian masyarakat guna akselerasi pelayanan prima dalam rangka mewujudkan stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Tegal.
B. Misi
1. Membangun dan meningkatkan kemampuan Bhabinkamtibmas.
2. Membangun dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan yang berlaku
3. Membangun dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memberikan masukan atas berbagai isu atau kisaran suara tentang penyelenggaraan fungsi dan pelayanan kepolisian serta permasalahan yang berkembang dalam masyarakat
41
4. Membangun dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembinaan Kamtibmas
C. Tujuan
1. Terciptanya postur Bhabinkamtibmas Polres Tegal yang berkemampuan mumpuni sesuai standar kompetensi.
2. Terciptanya kesadaran hukum masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
3. Terciptanya partisipasi aktif masyarakat untuk memberikan masukan atas berbagai isu atau kisaran suara tentang penyelenggaraan fungsi dan pelayanan kepolisian serta permasalahan yang berkembang dalam masyarakat.
4. Terciptanya peran serta masyarakat dalam pemeliharaan Kamtibmas.
D. Sasaran
1. Melakukan analisa dan evaluasi terhadap ancaman Bhabinkamtibmas tertinggi per bulan sebagai prioritas sasaran kegiatan.
2. Menunjuk Bintara Polres/Polsek fungsi lain untuk merangkap sebagai pendamping Bhabinkamtibmas.
3. Merancang pola pelatihan secara reguler dengan metode dan materi pelatihan yang menitikberatkan pada praktek untuk meningkatkan kemampuan Bhabinkamtibmas.
4. Melakukan pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja secara periodik dan memberikan penghargaan kepada Bhabinkamtibmas terbaik dalam 1 periode penilaian untuk berbagi pengalaman keberhasilan tugas (success story) yang dilakukannya agar dapat ditiru/dicontoh dan dikembangkan oleh Bhabinkamtibmas lainnya.
5. Mengusulkan penambahan sarana prasarana untuk melengkapi sarana prasarana perorangan Bhabinkamtibmas sesuai standar yang telah ditetapkan. 6. Mengusulkan penambahan anggaran untuk mendukung program pelatihan
secara reguler, penambahan indeks anggaran sarana kontak dan penambahan volume kegiatan sambang dan sentuhan.
7. Penyusunan format rencana kegiatan harian dan laporan kegiatan harian Bhabinkamtibmas berdasarkan jam per jam dan rute perjalanan yang berbeda setiap hari untuk meningkatkan intensitas pertemuan dan sentuhan terhadap
42
masyarakat di desa/kelurahan binaannya dengan isi materi format mencakup nama orang-orang yang ditemui dalam perjalanan, lokasi pertemuan, lama berbincang dan isi pembicaraan.
8. Membangun dan meningkatkan komunikasi yang intens antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat di desa/kelurahan binaannya dengan memanfaatkan jaringan telepon seluler.
9. Membangun sistem laporan informasi online secara cepat, akurat dan murah dengan memenfaatkan dukungan dari Pemda dan pihak lainnya
10. Sinergi program pembinaan potensi kamtibmas dengan program Pemda, dan Program CSR Perusahaan untuk meningkatkan kapasitas, anggaran dan dukungan operasional.
11. Mengkampanyekan Program ‘BBW’ Bharagas Balane Warga (Bharagas = Bhayangkara Tegal Slawi)
12. Mengarahkan, mendorong dan menggerakkan berbagai potensi kamtibmas untuk menyusun program kerja berikut rencana aksi
13. Mengaktifkan Pramuka Saka Bhayangkara dan menunjuk pamong saka tiap Polsek
14. Mendorong FKPM agar lebih aktif dan sensitif untuk mengidentifikasi, memusyawarahkan dan mengusahakan pemecahan masalah kamtibmas di lingkungannya
E. Kebijakan
1. Penunjukan 287 Bintara Polres/Polsek dari fungsi lain untuk merangkap sebagai pendamping Bhabinkamtibmas
2. Penyusunan format rencana kegiatan harian dan laporan kegiatan harian Bhabinkamtibmas berdasarkan jam per jam dan rute perjalanan dengan isi materi nama orang-orang yang ditemui dalam perjalanan, lokasi pertemuan, lama berbincang dan isi pembicaraan.
3. Sinergi program pembinaan potensi kamtibmas dengan program Pemda, dan Program CSR Perusahaan untuk meningkatkan kapasitas, anggaran dan dukungan operasional.
43 F. Strategi
1. Pembangunan kekuatan sumber daya manusia difokuskan pada (1) penunjukan 287 bintara Polres/Polsek fungsi lain untuk merangkap sebagai pendamping Bhabinkamtibmas; (2) pelatihan Bhabinkamtibmas secara reguler dengan metode dan materi pelatihan yang menitikberatkan pada praktek; dan (3) melakukan pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja secara periodik dan memberikan penghargaan kepada Bhabinkamtibmas terbaik dalam 1 periode penilaian untuk berbagi pengalaman keberhasilan tugas (success story) agar dapat ditiru/dicontoh dan dikembangkan oleh Bhabinkamtibmas lainnya.. 2. Pembangunan sarana dan prasarana difokuskan untuk melengkapi sarana
prasarana perorangan Bhabinkamtibmas sesuai standar yang telah ditetapkan dan pembangunan sistem laporan informasi online secara cepat, akurat dan murah.
3. Pembangunan anggaran difokuskan untuk mendukung program pelatihan secara reguler, penambahan indeks anggaran sarana kontak dan penambahan volume kegiatan sambang.
4. Pembangunan metode difokuskan pada (1) kampanye Program ‘BBW’ (Bharagas Balane Warga); (2) mengoptimalkan rute perjalanan yang berbeda setiap hari menuju/dari lokasi sasaran kegiatan pokok harian dengan maksud meningkatkan intensitas pertemuan dan sentuhan terhadap masyarakat yang berbeda setiap harinya dan dituangkan dalam laporan kegiatan harian Bhabinkamtibmas dengan isi materi format mencakup nama orang-orang yang ditemui dalam perjalanan, lokasi pertemuan, lama berbincang dan isi pembicaraan; (3) mengarahkan, mendorong dan menggerakkan berbagai potensi kamtibmas untuk menyusun program kerja berikut rencana aksi pembinaan kamtibmas.
5. Pembangunan kerjasama difokuskan pada sinergi Program Pembinaan Potensi Kamtibmas dengan Program Pemda, dan Program CSR Perusahaan untuk meningkatkan kapasitas, anggaran dan dukungan operasional.