Pengertian dari penelitian pendidikan adalah suatu kegiatan yang sistematis untuk menemukan jawaban yang mendekati kebenaran mengenai permasalahan pendidikan atas dasar penalaran yang rasional dan logis, serta adanya dukungan dari fakta empiris.
Penelitian pendidikan umumnya dilakukan untuk mengembangkan, menemukan dan menguji atas kebenaran dari suatu konsep, prinsip, pengetahuan dan mengenai pendidikan secara umum. Adapun tujuan penelitian pendidikan sebagai berikut :
1. Untuk bahan masukan, meningkatkan mutu isi, proses serta hasil pembelajaran dan pendidikan di sekolah.
2. Untuk membantu tenaga kependidikan seperti guru dan lainnya dalam mengatasi masalah pendidikan dan pembelajaran baik di luar maupun di dalam kelas.
3. Untuk meningkatkan profesionalisme di dalam dunia pendidikan maupun tenaga kependidikan. 4. Untuk menumbuhkan dan mengembangkan
48
sehingga bisa melakukan perbaikan mutu pembelajaran dan pendidikan secara berkelanjutan. 5. Untuk meningkatkan keterampilan bagi tenaga
pengajar khususnya saat melakukan PBT.
6. Untuk meningkatkan kerja sama yang profesional di antara para pendidik maupun tenaga kependidikan.
Selain itu manfaat dari penelitian pendidikan sendiri yaitu: 1) Sebagai peta yang dapat mendeskripsikan
mengenai keadaan pendidikan serta
mendeskripsikan tentang kemampuan sumber dayamengenai kemungkinan hambatan yang bisa dihadapi.
2) Sebagai sarana diagnosis ketika mencari penyebab suatu kegagalan dan masalah yang di hadapi pada saat pelaksanaan pendidikan agar bisa dicari penyelesaiannya.
3) Sebagai bahan dasar untuk menyusun suatu kebijakan, termasuk strategi dalam pengembangan pendidikan.
4) Sebagai masukan yang dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan dalam peralatan,
49
pembiayaan, perbekalan dan tenaga kerja yang
memiliki peran dalam keberhasilan
pendidikan.Untuk jenis-jenis dari penelitian pendidikan sendiri dibagi menjadi 6 bagian yakni : a) Penelitian DeskriptifPenelitian ini berusaha untuk menggambarkan suatu kegiatan penelitian yang dilakukan terhadap objek-objek tertentu dengan cara sistematis dan jelas.
b) Penelitian EksperimenPenelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 persyaratan yaitu peneliti harus
melakukan kegiatan mengontrol, kemudian
memanipulasi serta melakukan observasi.
c) Penelitian Tindakan KelasPenelitian ini merupakan bentuk penelitian terhadap refleksi diri berdasarkan yang sudah dilakukan partisipan selama ini dalam
situasi-situasi sosial (pendidikan) agar bisa
memperbaiki praktek yang dilakukannya.
d) Penelitian KualitatifMetode penelitian ini yang sering kali digunakan untuk melakukan penelitian terhadap kondisiobjekalamiah.
50
e) Penelitian KuantitatifMetode penelitian ini yang digunakan untuk meneliti sampel atau populasi tertentu.
f) R & DResearch an Development atau penelitian dan pengembangan ini merupakan strategi yang ampuh untuk memperbaiki praktek. Maksudnya untuk mengembangkan produk baru.
Pada hakikatnya penelitian pendidikan merupakan cara
untuk memperoleh informasi yang bisa
dipertanggungjawabkan sebagai upaya untuk
memahami proses kependidikan. F. Langkah-langkah penelitian
Di depan telah dikemukakan bahwa penelitian adalah suatu proses sistematik dan terencana untuk mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaa tertentu. Langkah-langkah yang dilakukan tersebut harus serasi dan saling mendukung satu sama lain, agar penelitian yang dilakukan mempunyai bobot yang cukup memadai dan memberikan kesimpulan-kesimpulan yang tidaka meragukan (Budiyono, 2003: 10). Langkah-langkah penelitian secara garis besar dijelaskan sebagai berikut .
51
1) Identifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah; 2) Penelaahan kepustakaan;
3) Penyususnan hipotesis;
4) Identifikasi, klasifikasi, dan pemberian definisi operasional variable-variabel penelitian;
5) Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data; 6) Penyusunan rancangan penelitian;
7) Penentuan sampel; 8) Pengumpulan data;
9) Pengolahan dan analisis data; 10) Interpretasi hasil penelitian;
Langkah-langkah penelitian sebenarnya tidak harus kaku, beberapa ahli terkadang memberikan rincian langkah penelitian yang berbeda-beda, sebagaimana Schluter (1926) dalam Ahmad Kurnia, memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian.
b. Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan.
c. Membangun sebuah bibliografi.
52
e. Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan.
f. Mengklasifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hu-bungannya dengan data atau bukti, baik langsung ataupun tidak langsung.
g. Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah. h. Menentukan apakah data atau bukti yang dipertukan
tersedia atau tidak.
i. Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak.
j. Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan. k. Mengatur data secara sistematis untuk dianalisa. l. Menganalisa data dan bukti yang diperoleh untuk
membuat interpretasi.
m. Mengatur data untuk persentase dan penampilan. n. Menggunakan citasi, referensi dan footnote (catatan
kaki).
o. Menulis laporan penelitian.
Selanjutnya Abclson (1933) memberikan 5 langkah berikut: 1. Tentukan Judul Penelitian Judul dinyatakan secara singkat dan jelas.
53
3. Dalam pemilihan masalah ini harus: a)Nyatakan apa yang disarankan oleh judul. b)Berikan alasan terhadap pemilihan tersebut.
c)Nyatakan perlunya diselidiki masalah menurut kepentingan umum.
d) Sebutkan ruang lingkup penelitian. Secara singkat jelaskan materi. situasi dan hal- hal lain yang menyangkut bidang yang akan diteliti.
3. Pemecahan Masalah
Dalam pemecahan masalah harus diikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a) Analisa harus logis. Aturlah bukti dalam bentuk yang sistematis dan logis. Demikian juga halnya unsur-unsur yang dapat memecahkan masalah.
b) Prosedur penelitian yang digunakan harus dinyatakan secara singkat.
c) Urutkan data, fakta dan keterangan-keterangan khas yang diperlukan
d) Harus dinyatakan bagaimana set dari data diperoleh termasuk referensi yang digunakan.
e) Tunjukkan cara data dilola sampai mempunyai arti dalam memecahkan masalah.Urutkan asumsi-asumsi
54
yang digunakan serta hubungannya dalam berbagai fase penelitian
4. Kesimpulan
a. Berikan kesimpulan dari hipotesa. nyatakan dua atau tiga kesimpulan yang mungkin diperoleh.
b. Berikan implikasi dari kesimpulan. Jelaskan bebernpa implikasi dari produk hipotesa dengan memberikan beberapa inferensi.
5. Berikan studi-studi sebelumnya yang pernah dikerjakan yang berhubungan dengan masalah
Nyatakan kerja-kerja sebelumnya secara singkat dan berikan referensi bibliografi yang mungkin ada manfaatnya sebagai model dalam memecahkan masalah.
Sedangkan menurut Suryabrata (1989) langkah-langkah penelitian meliputi 11 langkah, yaitu :
1. Identifikasi,Pemilihan dan Perumusan Masalah Penelitian
a. Identifikasi Masalah Penelitian
55
•Bacaan, terutama bacaan yang berisi laporan hasil penelitian
• Seminar, diskusi, konferensi dan lain-lain pertemuan ilmiah
• Pernyataan pemegang otoritas • Pengamatan selintas
• Pengalaman pribadi • Perasaan intuitif
b. Pemilihan masalah penelitian
Dalam memilih masalah penelitian ada 2 hal yang perlu dijadikan pertimbangan yaitu :
• Pertimbangan dari arah masalahnya • Pertimbangan dari arah calon peneliti c. Perumusan masalah penelitian
•Perumusan hendaklah dirumuskan dalam bentuk kalimat Tanya
56
•Rumusan itu hendaknya memberi petunjuk tentang mungkinnya mengumpulkan data guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkandung dalam rumusan itu.
2. Penelaahan Kepustakaan
a. Penelaahan sumber-sumber yang berupa buku b. Pemilihan berdasarkan pada prinsip:
1) Relevansi
2) Kemutakhiran ( kecuali studi sejarah )
c.Penelaahan sumber-sumber yang berupa laporan hasil penelitian. Penilikan berdasarkan atas prinsip :
1) Relevansi 2) Kemutakhiran 3) Bobot
3. Perumusan Hipotesis
Perumusan hipotesis hendaklah mempertimbangkan: a.Hipotesis hendaklah menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih
57
b.Hipotesis hendaklah dinyatakan dalam kalimat deklaratif atau pernyataan.
c. Hipotesis hendaklah dirumuskan secara jelas dan padat d.Hipotesis hendaklah dapat diuji, artinya hendaklah orang mungkin mengumpulkan data menguji kebenaran hipotesis itu.
4. Identifikasi, Klasifikasi dan Pendefinisian Variabel a. Mengidentifikasi variabel.
Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian atau faktor-faktor yang berperanan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti
b. Mengklarifikasi variable
Berdasarkan proses kauantifikasinya, variabel digolongkan menjadi:
1) Variabel nominal 2) Variabel ordinal 3) Variabel interval 4) Variabel rasio
58
Berdasarkan atas fungsinya dalam penelitian variabel dibedakan menjadi: 1) Variabel tergantung 2) Variabel bebas 3) Variabel moderator 4) Variabel kendali 5) Variabel rambang
c. Merumuskan definisi operasional variabel-variabel Definisi operasional dirumuskan berdasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati (diobservasi)
1) Yang berdasar atas kegiatan-kegiatan (operations) yang harus dilakukan agar yang didefinisikan itu terjadi 2) Yang berdasar atas bagaimana hal yang didefinisikan itu nampaknya (seringkali menunjuk kepada alat pengambil datanya)
5. Pemilihan atau Pengembangan Alat Pengambil Data Alat pengambil data harus memenuhi syarat-syarat:
59
a. Validitasb. Reliabilitas
6. Penyusunan rancangan penelitian 7. Penentuan sampel
8. Pengumpulan data
9. Pengolahan dan analisis data 10. Interpretasi hasil analisis 11. Penyusunan laporan
Secara garis besar ada tiga kegiatan yang pasti dilakukan dalam kegiatan penelitian, yaitu: (1) Pembuatan Rancangan Penelitian, (2) Pelaksanaan Penelitian, dan (3) Pembuatan Laporan Penelitian. Ketiga langkah tersebut merupakan langkah yang sangat besar dan perlu penjelasan lebih lanjut. Langkah-langkah penelitian selengkapnya adalah sebagai berikut:
1. Memilih masalah 2. Studi pendahuluan 3. Merumuskan masalah
60
5. Memilih pendekatan (metode penelitiannya) 6. Menentukan variable dan sumber data 7. Menentukan dan menyusun instrument 8. Mengumpulkan data
9. Analisis data
10. Menarik kesimpulan 11. Menulis laporan
Dari beberapa pendapat para ahli di atas, sekilas mungkin akan tampak berbeda, namun sebenarnya langkah-langkah yang telah dijabarkan tersebut memiliki kesamaan satu dengan yang lainnya. Hal ini sangat dimungkinkan mengingat prinsip dari penelitian haruslah berdasarkan pada metode ilmiah yang bisa diamati dan dapat dipertanggungjawabkan keasahihannya.
E. Manfaat atau luaran Penelitian
Penelitian pada dasarnya adalah usaha untuk memecahkan suatu permasalahan tertentu. Sebagai akibat dari usaha tersebut, maka akan dihasilkan suatu solusi. Suatu penelitian yang baik adalah jika solusi tersebut dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Dalam penelitian pendidikan, salah satu langkah yang urgen untuk dipahami oleh peneliti adalah mendasarkan
61
penelitian kepada seberapa pentingkah penelitian ini dilakukan dan apakah luaran dari hasil penelitian ini bermanfaat untuk memberikan solusi bagi masalah pendidikan dan pembelajaran. Mengingat penelitian harus berakarkan pada masalah, dengan kata lain, jika dipandang tidak ada masalah yang harus dipecahkan maka tidak perlu diadakannya suatu penelitian.
Sebagai contoh misalnya, seseorang melihat bahwa belajar matematika di suatu sekolah tidak menggembirakan. Hal ini didasarkan dari fakta dan data yang ada bahwa nilai rata-rata matematika pada Ujian Nasional selalu lebih rendah dari nilai rata-rata mata pelajaran lainnya. Melihat masalah di atas, maka orang tadi bermaksud untuk melihat akar masalahnya, maka ia pun melakukan observasi (pengamatan) di sekolah tersebut. Dari hasil pengamatan, ia memberikan kesimpulan bahwa salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar matematika adalah dikarenakan pembelajaran menerapkan pembelajaran yang berpusat pada guru. Akibatnya siswa menjadi pasif.
Berkaca dari masalah tersebut, ia ingin memberikan solusi dengan mengubah proses pembelajarannya yang semula berpusat pada guru diubah dengan menerapkan
62
mengedepankan keaktifan siswa. Selanjutnya ia melakukan penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran Problem Solvingmenghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada pembelajaran sebelumnya. Dari contoh di atas, luaran yang diharapkan oleh peneliti adalah menjadikan Problem Solving sebagai solusi masalah bagi pembelajaran yang dihadapi oleh guru. Sehingga ia berharap metode ini dapat diterapkan di kelas-kelas. Ketika akhirnya semua sekolah mulai menerapkan Problem Solving maka luaran penelitian ini dikatakan baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Luaran-luaran inilah yang sangat penting untuk dicermati. Banyak penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa yang tidak didasarkan pada prinsip ini. Sehingga, penelitian mahasiswa tak ubahnya sebagai karya yang hanya mengusung semangat asal lulus saja.
Sehingga perlu kiranya, peneliti (mahasiswa) untuk bisa memikirkan dampak luaran penelitian yang di lakukan.