• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFAS Strengths/Kekuatan (S)

Dalam dokumen BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 65-71)

Keindahan alam

Keberadaan Desa Pelaga sebagai daya tarik wisata Lokasi strategis sehingga mudah di akses

Ketersediaan angkutan wisata Tersedianya tempat parkir

Tersedianya sarana pariwisata yang memadai

Tersedianya fasilitas penunjang seperti ; listrik, PAM, kamar mandi dan toilet Adanya beberapa sekaa kesenian

1.

Weaknesses/Kelemahan

(W)

Belum optimalnya pemanfaatan berbagai potensi pariwisata orang Bali Belum optimalnya pemanfaatan SDM yang ada

Belum adanya program promosi mengenai Desa Pelaga Belum adanya lembaga pengelola pariwisata Desa Pelaga Belum adanya penambahan fasilitas di daerah tujuan wisata Menurunnya nilai-nilai budaya sehingga tumbuhnya sikap komersil. Adanya kecenderungan alih kepemilikan lahan pertanian.

Strategi (W-O)

Membentuk organisasi pengelolah obyek/tempat wisata.

Menggarap berbagai potensi yang dimiliki oleh Desa menjadikannya obyek wisata alternatif,yang inovatif, atraktif, dan menarik Mengajak masyarakat pemilik modal untuk mau menanamkan modalnya pada sektor pariwisata

Membentuk image Desa Pelaga sebagai tempat wisata alternatif dengan memasyarakatkan pariwisata Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak yang berkompeten dengan pariwisata

Threats / Ancaman (T)

Keamanan daerah Bali. Kondisi politik global. Kondisi politik nasional.

Kondisi politik global dan pengeluaran travel warning oleh beberapa Negara.

Global warming Opportunities/Peluang (O)

Adanya perubahan trend pariwisata dari mass tourism ke quality tourism. Peran serta masyarakat dalam melestarikan budaya.

Kebijakan pemerintah dalam pengembangan Desa Pelaga sebagai DTW Alam. Kemajuan teknologi informasi

Tersedianya transportasi menuju Desa Pelaga.

Meningkatnya hubungan kerjasama antara pelaku dan jasa pariwisata di Bali

Strategi (S-T)

Menawarkan berbagai potensi pariwisata yang ada kepada pihak luar, baik kepada pihak pemerintah maupun pihak swasta Mengadakan kunjungan komparatif pada daerah-daerah yang memiliki karakteristik potensi sejenis dan lebih awal berkembang Memperkenalkan kepada masyarakat luas baik wisman maupun wisnu berbagai potensi yang layak di kunjungi

Strategi (S-O)

Pengembangan strategi wisata meliputi :

Menggali potensi wisata yang ada untuk di kembangkan.

Mengkemas berbagai atraksi seni budaya masyarakat yang ada untuk ditawarkan kepada wisatawan.

Memanfaatkan SDM yang ada serta kesiapan masyarakat dalam mendukung pembangunan wisata di Desa Pelaga. Mengadakan promosi wisata tujuan wisata Desa Pelaga.

Strategi (W-T)

Menyadari kelemahan daerah tujuan wisata tersebut kemudian mencari solusi dari kelemahan tersebut

Menyadari pariwisata adalah sebuah sistem yang melibatkan semua pihak (stakeholder) serta komponen masyarakat yang ada

Analisis SWOT Pengembangan Desa Pelaga

5.3.5 Strategi SO dalam Pengembangan Wilayah Desa Pelaga

Strategi SO merupakan strategi yang menggunakan kekuatan-kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi SO dalam pengembangan lokasi wisata dirumuskan dengan menggunakan berbagai kekuatan yang dimiliki wilayah ini agar dapat memanfaatkan berbagai peluang pariwisata yang ada. Strategi SO dalam pengembangan wilayah dijabarkan seperti di bawah ini.

1. Menggali berbagai potensi wisata yang ada dan yang memungkinkan dapat dikembangkan untuk pengembangan tempat wisata.

2. Mengkemas berbagai atraksi seni budaya masyarakat yang ada untuk ditawarkan pada wisatawan, dengan berbagai kegiatan masyarakat khususnya yang berkaitan dengan kegiatan agama dan adat dikemas sedemikian rupa, kemudian ditawarkan kepada Biro Perjalanan Wisata/Travel Agent yang biasanya membawa wisatawan.

3. Memanfaatkan SDM yang ada serta kesiapan masyarakat dalam mendukung pembangunan pariwisata wilayah Desa Pelaga.

4. Mengadakan promosi. Promosi mengenai wilayah Desa Pelaga dengan segala potensi dan keunikannya perlu dilakukan secara terus

menerus. Promosi ini dapat dilakukan dengan mengadakan even-even wisata , di samping promosi melalui Biro Perjalanan Wisata dan selebaran yang memuat tentang informasi secara lengkap.

5.3.6 Strategi WO dalam Pengembangan Wilayah Desa Pelaga

Strategi WO merupakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang. Strategi WO dalam pengembangan wilayah tempat wisata ke depan dapat dijabarkan sebagai berikut.

1. Membentuk organisasi pengelolaan obyek/tempat wisata. Organisasi ini dapat dibentuk oleh masyarakat setempat bekerja sama dengan pemerintah yang nantinya akan dapat merumuskan segala sesuatu mengenai pengembangan pariwisata diwilayah ini.

2. Menggarap berbagai potensi yang dimiliki Desa, menjadikan obyek wisata alternatif yang inovatif, atraktif, dan menarik, Berbagai potensi yang ada dan mungkin dikembangkan hendaknya digarap secara optimal, sehingga dapat menarik minat wisatawan yang berkunjung kelokasi tersebut.

3. Mengajak masyarakat yang memiliki modal untuk mau menanamkan modalnya pada sektor pariwisata khususnya dalam penggarapan berbagai potensi yang ada, untuk tujuan pengembangan pariwisata. 4. Membentuk image Desa Pelaga sebagai salah satu tempat wisata

mempariwisatakan masyarakat sekitar. Hal ini dapat dilakukan dengan terus menerus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menggalakkan pariwisata didaerah ini, dengan memanfaatkan aktivitas sosial masyarakat untuk tujuan pariwisata, seperti pemasangan penjor secara rutin di lingkungannya, mengadakan berbagai pertunjukkan kesenian yang diadakan secara rutin di wantilan desa, sehingga wisatawan akan tertarik untuk menyaksikannya.

5. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang berkompeten dengan pariwisata seperti, Biro Perjalanan Wisata, organisasi-organisasi pariwisata, serta dengan pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Badung. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan semua pihak bertanggung jawab atas pengembangan pariwisata di daerah ini.

5.3.7 Strategi ST dalam Pengembangan Wilayah Desa Pelaga

Strategi ST merupakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi berbagai hambatan yang ada. Strategi dalam pengembangan wilayah Desa Pelaga ke depan dapat dirumuskan dengan memanfaatkan berbagai kekuatan yang ada dalam menjawab berbagai hambatan/tantangan yang dihadapi. Adapun strategi dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Menawarkan berbagai potensi yang ada kepada pihak luar, baik kepada pihak pemerintah maupun pihak swasta untuk menggarap

berbagai potensi yang ada dalam rangka pengembangan pariwisata di daerah tersebut.

2. Mengadakan kunjungan komparatif sebagai bahan perbandingan pada daerah-daerah yang memiliki karakteristik potensi sejenis dan lebih awal berkembang.

3. Memperkenalkan kepada masyarakat luas baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara berbagai potensi yang layak dikunjungi.

5.3.8 Strategi WT dalam Pengembangan Wilayah Desa Pelaga

Strategi WT merupakan strategi yang meminimalkan kelemahan-kelemahan Untuk menghindari hambatan-hambatan. Strategi WT dalam pengembangan wilayah tempat wisata dimasa yang akan datang akan dapat dilakukan strategi berikut.

1. Menyadari berbagai kelemahan yang ada di Desa Pelaga, kemudian berusaha untuk mencari pemecahannya sehingga ke depan pariwisata diwilayah ini dapat dikembangkan sebagaimana pariwisata daerah lainnya. 2. Menyadari pariwisata adalah sebuah sistem yang melibatkan semua

pihak (stake holder) serta komponen masyarakat yang ada. Jika hal ini telah disadari maka pengembangan pariwisata di daerah ini perlu direduksi, diarahkan, dengan melibatkan semua pihak, baik masyarakat,pihak pemerintah dan pihak swasta.

3. Mengajukan proposal kepada pemerintah,khususnya Pemerintah Kabupaten Badung mengenai penataan kembali wilayah Desa Pelaga sehingga ke depan pariwisata diwilayah ini dapat berkembang dengan baik.

Dalam dokumen BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 65-71)

Dokumen terkait