• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Efektivitas Audit Internal

Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui sejauh mana efektivitas

dari divisi SPI PT Madubaru dalam melaksanakan tugasnya di perusahaan.

Peneliti dalam menjawab permasalahan ini menggunakan metode statistik

deskriptif dan memperoleh data melalui kuesioner. Kuesioner tersebut harus diuji

validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu seperti pada tabel 5.5.

Pada penelitian ini sampel berjumlah 54 sehingga df = (54-2) = 52 maka

1. Validitas Instrumen Efektifitas Audit Internal

Tabel 5.5 Validitas Efektifitas Audit Internal Pertanyaan Corrected Item

Total Correlation (r hitung) r tabel Keterangan Pertanyaan 1 0,296 0,2681 Valid Pertanyaan 2 0,537 0,2681 Valid Pertanyaan 3 0,662 0,2681 Valid Pertanyaan 4 0,539 0,2681 Valid Pertanyaan 5 0,553 0,2681 Valid Pertanyaan 6 0,567 0,2681 Valid Pertanyaan 7 0,668 0,2681 Valid Pertanyaan 8 0,605 0,2681 Valid Pertanyaan 9 0,657 0,2681 Valid Pertanyaan 10 0,392 0,2681 Valid Pertanyaan 11 0,628 0,2681 Valid Pertanyaan 12 0,480 0,2681 Valid Pertanyaan 13 0,482 0,2681 Valid Pertanyaan 14 0,522 0,2681 Valid Pertanyaan 15 0,655 0,2681 Valid Pertanyaan 16 0,656 0,2681 Valid Pertanyaan 17 0,647 0,2681 Valid Pertanyaan 18 0,445 0,2681 Valid Pertanyaan 19 0,486 0,2681 Valid Pertanyaan 20 0,376 0,2681 Valid Sumber : Hasil Olahan Data SPSS, 2015

Hasil uji validitas pada tabel 5.5 dengan jumlah item sebanyak 20

pernyataan menunjukkan bahwa kuesioner tersebut valid.

2. Validitas Instrumen Penerapan GCG Tabel 5.6 Validitas Penerapan GCG

Pernyataan Corrected Item Total Correlation (r hitung) r tabel Keterangan Pernyataan 1 0,415 0,2681 Valid Pernyataan 2 0,433 0,2681 Valid Pernyataan 3 0,456 0,2681 Valid Pernyataan 4 0,382 0,2681 Valid Pernyataan 5 0,329 0,2681 Valid Pernyataan 6 0,604 0,2681 Valid

Tabel 5.6 Validitas Penerapan GCG (Lanjutan) Pernyataan Corrected Item

Total Correlation (r hitung) r tabel Keterangan Pernyataan 7 0,582 0,2681 Valid Pernyataan 8 0,551 0,2681 Valid Pernyataan 9 0,435 0,2681 Valid Pernyataan 10 0,399 0,2681 Valid Pernyataan 11 0,412 0,2681 Valid Pernyataan 12 0,367 0,2681 Valid Pernyataan 13 0,307 0,2681 Valid Pernyataan 14 0,409 0,2681 Valid Pernyataan 15 0,317 0,2681 Valid Pernyataan 16 0,379 0,2681 Valid Pernyataan 17 0,503 0,2681 Valid Pernyataan 18 0,475 0,2681 Valid Pernyataan 19 0,396 0,2681 Valid Pernyataan 20 0,627 0,2681 Valid Pernyataan 21 0,575 0,2681 Valid Pernyataan 22 0,527 0,2681 Valid Pernyataan 23 0,527 0,2681 Valid Pernyataan 24 0,490 0,2681 Valid Pernyataan 25 0,530 0,2681 Valid Pernyataan 26 0,617 0,2681 Valid Sumber : Hasil Olahan Data SPSS, 2015

Dari tabel 5.6 dapat disimpulkan bahwa instrumen kuesioner

penerapan GCG yang berisi 26 pernyataan dinyatakan valid.

3. Reliabilitas Instrumen Efektivitas Audit Internal

Tabel 5.7 Reliabilitas Instrumen Efektivitas Audit Internal

Sumber : Hasil Olahan Data SPSS, 2015 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .871 .874 20

Tabel 5.7 menunjukkan nilai cronbach alpha instrumen sebesar 0,871. Hal

ini bahwa koefisien reliabilitas lebih dari 0,6 sehingga dapat dikatakan seluruh

item teruji reliabilitasnya dan tergolong sangat relibel.

4. Reliabilitas Instrumen Penerapan GCG

Tabel 5.8 Reliabilitas Instrumen Penerapan GCG

Sumber : Hasil Olahan Data SPSS, 2015

Berdasarkan tabel 5.8 didapat nilai cronbach alpha sebesar 0,855 yang artinya seluruh

item reliabel.

5. Analisis Deskriptif

Setelah menguji validitas dan reliabilitas, analisis berikutnya adalah

menjawab pertanyaan efektif atau tidaknya audit internal PT Madubaru

Yogyakarta tahun 2015/2016. Hasil penelitian disajikan dalam tabel 5.9. Tabel

berikut ini berisikan data setiap responden yang dikelompokkan berdasarkan

rentang skor yang telah dihitung sebelumnya. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .855 .854 26

Tabel 5.9. Tingkat Efektivitas Audit Internal PT Madubaru Yogyakarta Tahun 2015/2016

Rentang Skor

Jumlah Responden Total

Kategori Div 1 Div 2 Div 3 Div 4 Div 5 Div 6 Resp. % 20 < X ≤ 35 0 0 0 0 0 0 0 0 Kategori sangat tidak efektif (sangat rendah) 35 < X ≤ 50 0 0 1 2 0 0 3 5,6 Kategori tidak efektif (rendah) 50 < X ≤ 65 1 9 8 12 6 2 38 70,4 Kategori efektif (tinggi) 65< X ≤ 80 3 2 3 4 1 0 13 24 Kategori sangat efektif (sangat tinggi) Total 4 11 12 18 7 2 54 100

Sumber : Data primer diolah

Keterangan :

Div 1 : Divisi SPI Div 4 : Divisi Instalasi

Div 2 : Divisi Akuntansi dan Keuangan Div 5 :Divisi Pabrikasi

Div 3 : Divisi SDM dan Umum Div 6 :Divisi Pemasaran

Dari tabel 5.9 tampak bahwa hanya sebanyak 3 orang saja yang

beranggapan bahwa divisi SPI belum efektif dalam melaksanakan tugasnya.

Sebanyak 38 orang dengan persentase 70,4% menyatakan bahwa audit internal

telah berjalan dengan efektif. Sisanya sebanyak 13 orang (24%) menyatakan

tingkat keefektifan audit internal sangat tinggi, itu artinya bahwa sudah berjalan

sangat efektif. Dari kategori tidak efektif sampai dengan sangat efektif, responden

yaitu divisi instalasi. Hal tersebut dikarenakan karyawan dari divisi instalasi

memang lebih banyak dibandingkan dengan divisi lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa secara umum, sebanyak 94,4% responden

menyatakan bahwa audit internal di PT Madubaru telah efektif dan sangat efektif.

Sisanya, sebesar 5,6% responden menyatakan audit internal di PT Madubaru tidak

efektif.

Berikut ini akan dijabarkan hasil analisis data responden berdasarkan

sembilan indikator dari efektivitas audit internal :

a. Kelayakan dan arti penting temuan pemeriksaan beserta rekomendasinya

Tolok ukur ini untuk melihat apakah temuan atau rekomendasi dari

audit SPI dapat memberikan nilai tambah bagi auditeenya.

Tabel 5.10. Distribusi Jawaban Responden untuk Indikator Kelayakan dan Arti Penting Temuan Pemeriksaan Beserta Rekomendasinya

No Pernyataan Penilaian Responden

Total Responden SS % S % TS % STS % Jumlah % 1 Audit internal memberikan nilai tambah untuk departemen Bapak/Ibu 7 13 39 72,2 8 14,8 0 0 54 100 3 Internal audit membantu dalam menjamin premises untuk proyek selanjutnya 12 22,2 34 62,9 8 14,8 0 0 54 100

Tabel 5.10 Distribusi Jawaban Responden untuk Indikator Kelayakan dan Arti Penting Temuan Pemeriksaan Beserta Rekomendasinya (Lanjutan)

No Pernyataan Penilaian Responden

Total Responden SS % S % TS % STS % Jumlah % 4 Audit internal memberikan rekomendasi yang berarti atau signifikan 16 29,6 33 61,1 4 7,4 1 1,85 54 100 Jumlah 35 106 20 1 162 % 21,60 65,43 12,35 0,62 100 Sumber : Data primer diolah

Keterangan :

SS : Sangat Setuju TS :Tidak Setuju

S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

Dari tabel 5.10 dapat dilihat bahwa ada satu pernyataan yaitu

pernyataan 4 yang mendapatkan penilaian “sangat tidak setuju” dari responden sebanyak 1 orang. Meskipun begitu, pernyataan 4 mendapatkan

penilaian “sangat setuju” dari responden cukup tinggi dibandingkan

pernyataan 1 dan 3. Hal ini menunjukkan bahwa audit internal atau SPI di

PT Madubaru telah memberikan rekomendasi yang berarti meskipun ada

sedikit pihak yang tidak sependapat dengan hal tersebut. Pernyataan 1 dan

3 telah mendapatkan penilaian “setuju” melebihi 50%, artinya kedua

pernyataan ini telah tercapai di PT Madubaru.

Pada tabel 5.10, secara umum dapat dilihat bahwa sebesar 87,03%

sebesar 12,97% responden memberikan tanggapan sangat tidak setuju dan

tidak setuju. Hal ini berarti dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan

divisi SPI sudah sangat efektif dan efektif dalam menjalankan peranan

yang berkaitan dengan kelayakan dan arti penting temuan pemeriksaan

beserta rekomendasinya.

b. Respon dari obyek yang diperiksa

Indikator ini berkaitan dengan respon dari auditee. Apakah temuan

atau rekomendasi dari auditor internal mendapatkan tanggapan yang positif

dan dapat dijalankan oleh auditee. Di dalam kuesioner, tolok ukur ini tertera

pada pernyataan 2.

Hasil penilaian responden mengenai respon dari obyek yang

diperiksa dapat dilihat di tabel 5.11.

Tabel 5.11. Distribusi Jawaban Responden untuk Indikator Respon dari Obyek yang Diperiksa

No Pernyataan Penilaian Responden

Total Responden SS % S % TS % STS % Jumlah % 2 Temuan diungkapkan dengan argumen yang tepat 13 24,1 38 70,4 3 5,5 0 0 54 100

Sumber : Data primer diolah

Keterangan :

SS : Sangat Setuju TS :Tidak Setuju

Temuan pemeriksaan dan rekomendasi dari auditor yang tidak mendapat

respon dari auditee kemungkinan terjadi karena adanya kesalahan dalam proses

pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor atau sebab-sebab lainnya. Hasil tabel

5.11 menunjukkan 94,5% responden memberikan tanggapan setuju dan sangat

setuju dan 5,5% responden tidak setuju bahwa temuan dari SPI diungkapkan

dengan argumen yang tepat. Oleh karena sebagian besar menyatakan setuju dan

sangat setuju maka dimungkinkan bahwa temuan diungkapkan dengan tepat dan

mendapat respon dari auditee. Artinya tidak ada kesalahan dalam proses

pemeriksaan yang dilakukan SPI. Hal ini berarti bahwa divisi SPI mendapatkan

tanggapan yang positif dan dapat dijalankan oleh auditee. Divisi SPI dianggap

mampu menjalankan peranannya secara efektif.

c. Profesionalisme auditor

Kriteria dari profesionalisme ada 7 menurut SPAI dalam Tugiman (1997)

yaitu : independensi; integritas seluruh personil pemeriksaan; kejelian dan

ketajaman review pimpinan tim pemeriksa; penampilan, sikap dan perilaku

pemeriksa; kesanggupan dan kemampuan dalam memberikan jawaban atas

pertanyaan-pertanyaan auditee atas permalahan yang diajukan; kemampuan tim

pemeriksa dalam melakukan komunikasi dan didapatnya tanggapan yang baik dari

auditee atau manajemen puncak; pendidikan dan keahlian pemeriksa. Seluruh

kriteria tersebut tertera pada pernyataan 7, 10, 11, 12, 13, 14, 15, dan 18.

Hasil penilaian responden mengenai profesionalisme auditor dapat dilihat

Tabel 5.12. Distribusi Jawaban Responden untuk Indikator Profesionalisme Auditor

No Pernyataan

Penilaian Responden Total

Responden

SS % S % TS % STS % Jum

lah %

7

Auditor internal bebas (independen) dari pengaruh manajemen

9 16,7 30 55,5 15 27,8 0 0 54 100

10

Pekerjaan audit internal dilakukan dengan penuh tanggung jawab

18 33,3 30 55,5 6 11,1 0 0 54 100

11

Auditor internal memiliki kemampuan yang baik dalam mewujudkan good corporate governance

6 11,1 37 68,5 11 20,4 0 0 54 100

12

Audit internal telah mengembangkan kerja sama yang baik antara auditor dengan pihak yang diaudit

16 29,6 34 62,9 4 7,4 0 0 54 100

13

Staf audit internal telah dan lulus dalam menjalani pelatihan bidang audit intern lewat masa pendidikan

8 14,8 33 61,1 13 24,1 0 0 54 100

14

Bagian audit intern memiliki pegawai yang berkualifikasi dalam berbagai disiplin ilmu untuk melaksanakan tanggung jawab pemeriksaan

12 22,2 26 48,1 16 29,6 0 0 54 100

15

Tim audit internal telah fokus pada unsur-unsur yang penting

Tabel 5.12 Distribusi Jawaban Responden untuk Indikator Profesionalisme Auditor (Lanjutan)

No Pernyataan

Penilaian Responden Total

Responden

SS % S % TS % STS % Jum

lah %

18

Auditor internal yang memiliki latar belakang pendidikan S-2 lebih ahli dalam memeriksa

laporan keuangan daripada yang berlatar belakang S-1

10 18,5 23 42,6 18 33,3 3 5,6 54 18

Jumlah 90 247 92 3 432

% 20,83 57,18 21,3 0,69 100

Sumber : Data primer diolah

Keterangan :

SS : Sangat Setuju TS :Tidak Setuju

S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

Pernyataan 7 tidak mendapatkan penilaian “sangat tidak setuju” dan

mendapatkan penilaian “setuju” yang melebihi dari 50%. Hal ini berati bahwa kedua pernyataan tersebut menunjukkan karyawan SPI selaku auditor internal

telah independen dalam melaksanakan kegiatan pemeriksaannya.

Pernyataan 10 dan pernyataan 11 saling berhubungan. Jika pernyataan 11

telah tercapai, maka pernyataan 10 juga akan tercapai. Hal itu dibuktikan pada

tabel 5.12, kedua pernyataan tersebut mendapatkan penilaian “setuju” dari

responden masing-masing 55,5% dan 68,5%. Pernyataan 12 mendapatkan

tanggapan “sangat setuju” sebesar 29,6% dan “sangat tidak setuju” yang kecil

berlangsung dengan baik. Hal tersebut diperkuat dengan adanya respon positif

dari auditee mengenai temuan dan rekomendasi dari pegawai SPI.

Pernyataan 13 dan pernyataan 14 bersangkutan dengan pendidikan dan

keahlian para pemeriksa yaitu pegawai SPI. Pernyataan 13 dan 14 memiliki

tanggapan “tidak setuju” dari para responden cukup tinggi. Hal tersebut dikarenakan divisi SPI belum memiliki seluruh disiplin ilmu. Pegawai di divisi

SPI PT Madubaru belum pernah mengikuti pelatihan klaim bidang perpajakan.

Meskipun begitu, bukan berarti pernyataan 13 dan 14 tidak terdapat pada diri para

pegawai divisi SPI. Seluruh pegawai SPI telah menjalani pendidikan dasar

mengenai bidang audit intern. Pernyataan 18 terkait tentang penilaian responden

mengenai apakah auditor internal lulusan S2 lebih ahli dalam memeriksa laporan

keuangan daripada S1. Pernyataan ini mendapatkan tanggapan “sangat tidak setuju” sebanyak 5,5%. Hal ini bisa terjadi dikarenakan para responden

menganggap keahlian pegawai SPI selaku auditor internal di PT Madubaru bukan

semata dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan S1 atau S2, tetapi lebih

dipengaruhi oleh pengalaman yang dimilikinya. Pernyataan 15 juga mendukung

kriteria profesionalisme yaitu kejelian dan ketajaman review pimpinan tim

pemeriksa. Pernyataan 15 mendapatkan tanggapan “tidak setuju” sebanyak 16,7%,

tetapi mendapatkan tanggapan “setuju” melebihi 50% yaitu sebanyak 62,9%. Hal

itu menunjukkan bahwa pegawai SPI di PT Madubaru sudah memiliki ketajaman

dan kejelian.

Hasil tabel 5.12 menunjukkan 78,01% responden memberikan penilaian

setuju dan tidak setuju mengenai pernyataan profesionalisme auditor. Artinya,

secara umum dapat dilihat bahwa SPI sudah mampu menciptakan profesionalisme

dalam bekerja sehingga mampu menjalankan peranannya secara efektif.

d. Peringatan dini

Tolok ukur ini adalah mengenai auditor yang dapat memberikan laporan

peringatan dini mengenai kelemahan atau permasalahan pengendalian

manajemen. Hasil penilaian responden mengenai peringatan dini dapat dilihat di

tabel 5.13.

Tabel 5.13. Distribusi Jawaban Responden untuk Indikator Peringatan Dini

No Pernyataan Penilaian Responden

Total Responden SS % S % TS % STS % Jumlah % 8 Hasil pekerjaan auditor internal disepakati sebelum dilaporkan, dengan tujuan untuk memberikan jaminan bahwa pekerjaan audit intern telah dilaksanakan secara objektif 13 24,1 37 68,5 4 7,4 0 0 54 100

Keterangan :

SS : Sangat Setuju TS :Tidak Setuju

S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

Hasil pekerjaan auditor internal yaitu SPI disepakati sebelum

dilaporkan, sehingga saat melaporkan, pegawai SPI juga bisa sekaligus

memberikan laporan peringatan dini mengenai pengendalian manajemen.

Hasil tabel 5.13, 92,6% responden memberikan penilaian sangat setuju

dan setuju mengenai pernyataan peringatan dini. Sisanya sebanyak 7,4%

memberikan tanggapan tidak setuju. Hal ini berarti bahwa SPI sudah mampu

menjalankan peranannya secara efektif dan sangat efektif dalam hal

kesepakatan mengenai hasil pekerjaan auditor sehingga terlaksana adanya

peringatan dini dan pengendalian manajemen.

e. Kehematan biaya pemeriksaan

Sebenarnya output dari biaya pemeriksaan tidak dapat diukur, namun

dapat dikatakan efektif pemeriksaan tersebut jika dapat meminimalisasi biaya

yang dikeluarkan saat pemeriksaan tanpa mengurangi nilai tambah yang

dihasilkan. Di dalam kuesioner, indikator ini tertera pada pernyataan 5 dan 20.

Hasil penilaian responden mengenai kehematan biaya pemeriksaaan dapat

Tabel 5.14. Distribusi Jawaban Responden untuk Indikator Kehematan Biaya Pemeriksaan

No Pernyataan Penilaian Responden

Total Responden SS % S % TS % STS % Jumlah % 5 Laporan audit internal dikeluarkan tepat waktu 6 11,1 35 64,8 13 24,1 0 0 54 100 20 Laporan auditor internal juga mencakup analisis manfaat-biaya dari rekomendasi, assessment terhadap semua aspek lingkungan pengendalian, dan fokus audit ke depan 24 44,4 24 44,4 6 11,1 0 0 54 100 Jumlah 30 59 19 0 108 % 27,78 54,63 17,59 0 100 Sumber : Data primer diolah

Keterangan :

SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju

S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

Jika laporan audit internal dikeluarkan tidak melebihi waktu yang telah

ditentukan, artinya tidak ada biaya tambahan yang dibutuhkan sehingga biaya

pemeriksaan mampu diminimalisasi. Responden memberikan pendapat

Artinya, karyawan PT Madubaru berpendapat bahwa divisi SPI telah

mengeluarkan laporan audit internal tepat waktu.

Selain pernyataan 5, ada juga pernyataan 20 yang dapat membuktikan

bahwa divisi SPI di PT Madubaru sudah efektif ditinjau dari indikator ini.

Pernyataan 20 mendapatkan tanggapan “tidaksetuju” yang kecil yaitu 11,1%. Maka, biaya sudah diperhitungkan dan dapat meminimalisasi biaya tanpa

mengurangi nilai tambah.

Hasil tabel 5.14, secara umum sebesar 82,41% responden memberikan

penilaian sangat setuju dan setuju. Sisanya sebesar 17,59% responden

memberikan tanggapan tidak setuju mengenai pernyataan kehematan biaya

pemeriksaaan. Hal ini berarti bahwa divisi SPI secara keseluruhan sudah

mampu menjalankan peranannya secara efektif dan sangat efektif dalam hal

penghematan biaya pemeriksaan.

f. Pengembangan personil

Indikator ini tertera di dalam kuesioner pada pernyataan 19.

Pernyataan 19 adalah auditor internal diberi kesempatan mengikuti pendidikan

dan pelatihan pada bidang tugas masing-masing. Hasil penilaian responden

Tabel 5.15 Distribusi Jawaban Responden untuk Indikator Pengembangan Personil

No Pernyataan Penilaian Responden

Total Responden SS % S % TS % STS % Jumlah 100 19 Auditor internal diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan pada bidang tugas masing-masing 10 18,5 36 66,7 8 14,8 0 0 54 100

Sumber : Data primer diolah

Keterangan :

SS : Sangat Setuju TS :Tidak Setuju

S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

Dapat dilihat dari tabel 5.15, responden yang menyatakan sangat setuju

sebanyak 18,5%, “setuju” sebanyak 66,7%. Hal ini membuktikan bahwa

pegawai SPI selaku auditor internal di PT Madubaru selalu mengikuti

pelatihan jika ada kesempatan seperti misalnya mengikuti forum komunikasi

pengembangan SPI. Namun bisa dilihat juga bahwa masih ada yang

memberikan tanggapan “tidak setuju” sebesar 14,8%. Artinya, masih ada responden yang beranggapan bahwa pegawai divisi SPI tidak diberikan

kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan pada bidang tugas

masing-masing. Hal ini bisa disebabkan karena pegawai SPI jarang sekali mempunyai

waktu luang. Jadi meskipun sudah diberikan kesempatan, mereka tidak sempat

Hasil tabel 5.15, 85,2% responden menyatakan sangat setuju dan

setuju mengenai pernyataan pengembangan personil. Hal ini berarti bahwa

SPI sudah mampu menjalankan peranannya secara efektif dan sangat efektif

dalam hal pengembangan personil.

g. Umpan balik dari manajemen lainnya

Indikator ini adalah untuk melihat sejauh mana dukungan yang

diberikan oleh para manajemen lainnya terhadap para auditor internal dalam

melakukan pemeriksaan. Pada kuesioner hal ini terletak pada pernyataan 16.

Hasil penilaian responden mengenai umpan balik dapat dilihat pada tabel 5.16.

Tabel 5.16 Distribusi Jawaban Responden untuk Indikator Umpan Balik dari Manajemen Lainnya

No Pernyataan Penilaian Responden

Total Responden SS % S % TS % STS % Jumlah %

16 Memberikan akses yang diperlukan untuk

auditor internal untuk melaksanakan audit berupa informasi, fasilitas maupun catatan

12 22,2 35 64,8 7 13 0 0 54 100

Sumber : Data primer diolah

Keterangan :

SS : Sangat Setuju TS :Tidak Setuju

S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

Secara tidak langsung pernyataan 16 membuktikan bahwa pegawai PT

Madubaru khususnya pada divisi SPI telah menerapkan prinsip GCG yaitu

22,2%, “setuju” sebesar 64,8% dan hanya mendapatkan pendapat “tidak setuju” sebanyak 13%. Artinya, auditee memberikan respon positif kepada divisi SPI. Auditee memberikan akses yang diperlukan SPI dalam

melaksanakan audit, sehingga pemeriksaan dapat berjalan dengan lancar.

Hasil tabel 5.16, sebesar 87% responden menyatakan sangat setuju dan

setuju mengenai pernyataan umpan balik dari manajemen lainnya. Hal ini

berarti bahwa SPI sudah mampu menjalankan peranannya secara sangat

efektif dan efektif dalam hal memberikan akses yang diperlukan untuk auditor

internal melaksanakan audit berupa informasi, fasilitas maupun catatan.

h. Meningkatnya Jumlah Pemeriksaan

Menurut SPAI yang terdapat dalam Tugiman (1997), makin

meningkatnya kemampuan auditor maka akan manfaat dari audit akan

semakin dirasakan. Semakin dirasakannya manfaat tersebut, maka jumlah

pemeriksaan pun akan semakin meningkat. Indikator ini tertera pada

pernyataan 17.

Tabel 5.17. Distribusi Jawaban Responden untuk Indikator Meningkatnya Jumlah Pemeriksaan

No Pernyataan Penilaian Responden

Total Responden SS % S % TS % STS % Jumlah % 17 Ada peningkatan reputasi auditor internal dari dulu Hingga sekarang 14 26 28 51,8 12 22,2 0 0 54 100

Keterangan :

SS : Sangat Setuju TS :Tidak Setuju

S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

Meskipun yang memberikan tanggapan “tidak setuju” sebanyak 22,2% bukan berarti reputasi auditor di PT Madubaru tidak ada peningkatan. Hal ini

didukung dengan adanya tanggapan “setuju” yang mencapai 51,8%.

Hasil tabel 5.17, sebesar 77,8% responden menyatakan sangat setuju dan

setuju mengenai pernyataan peningkatan jumlah pemeriksaan. Hal ini berarti

bahwa secara umum divisi SPI sudah mampu meningkatkan reputasi auditor

sehingga dapat menjalankan peranannya secara sangat efektif dan efektif.

i. Tercapainya program pemeriksaan

Audit Internal dikatakan efektif salah satunya jika telah mencapai

program pemeriksaan. Di dalam kuesioner, tolok ukur ini tertera dalam

pernyataan 6, 9. Hasil penilaian responden mengenai pencapaian program

pemeriksaan dapat dilihat pada tabel 5.18

Tabel 5.18. Distribusi Jawaban Responden untuk Indikator Tercapainya Program Pemeriksaan

No Pernyataan Penilaian Responden

Total Responden SS % S % TS % STS % Jumlah % 6 Laporan audit internal jelas dan logis 7 13 40 74 7 13 0 0 54 100

Tabel 5.18 Distribusi Jawaban Responden untuk Indikator Tercapainya Program Pemeriksaan (Lanjutan)

No Pernyataan Penilaian Responden

Total Responden SS % S % TS % STS % Jumlah % 9 Auditor internal melakukan evaluasi, pengawasan, dan pengontrolan dalam pelaksanaan manajemen dan gcg 5 9,25 32 59,25 17 31,5 0 0 54 100 Jumlah 12 72 24 0 108 % 11,11 66,67 22,22 0 100

Sumber : Data primer diolah

Keterangan :

SS : Sangat Setuju TS :Tidak Setuju

S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

Apabila laporan audit internal jelas dan logis, maka program

pemeriksaan telah tercapai. Pernyataan ini sudah dicapai pada PT Madubaru,

terbukti dengan sedikitnya tanggapan “tidak setuju” terhadap pernyataan 6

serta tanggapan “setuju” yang mencapai 74%.

Menurut Tugiman (1997), tercapainya program pemeriksaan meliputi

tindakan evaluasi terhadap risiko objek yang diperiksa. Pernyataan 9

mendapatkan tanggapan setuju yang besar. Artinya, responden menganggap

Hasil tabel 5.18 menunjukkan 77,78% responden memberikan

penilaian sangat setuju dan setuju mengenai pernyataan terciptanya

pencapaian program pemeriksaan. Hal ini berarti bahwa SPI sudah mampu

menjalankan peranannya secara sangat efektif dan efektif sehingga pencapaian

program pemeriksaan.

Dokumen terkait