2.3.7 EPIC MODEL
Efektivitas iklan dapat diukur dengan menggunakan EPIC model.
EPIC model yang dikembangkan oleh AC.Nielsen (salah satu perusahaan
peneliti pemasaran terkemuka di dunia) mencakup empat dimensi kritis, yaitu: empati, persuasi, dampak dan komunikasi (Emphaty, Persuation,
Impact and Communication – EPIC). Ada empat dimensi yang ada dalam EPIC model, yaitu :
1. Dimensi Empati
Dimensi empati menginformasikan, apakah konsumen menyukai suatu iklan dan menggambarkan bagaimana konsumen melihat hubungan antar suatu iklan dengan pribadi mereka. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. empati (emphaty) merupakan keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasikan dirinya atau merasa dirinya pada keadaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Yang termasuk dalam dimensi ini dari dimensi ini adalah : a. Perhatian : Didefinisikan sebagai alokasi kapasitas pemrosesan untuk stimulus yang baru masuk. Kapasitas merupakan sumber daya yang terbatas, maka konsumen dalam penelitian ini pendengar sangat selektif dalam mengalokasikan perhatian mereka. Hal ini berarti pada saat sejumlah stimulus menerima perhatian, yang lain akan diabaikan. b. Emosi : Menggambarkan perasaan yang dihasilkan dari sebuah stimulus yang diberikan. Dapat berupa penilaian positif, negatif, menyenangkan atau tidak menyenangkan.
2. Dimensi Persuasi
Dimensi persuasi menginformasikan apa yang dapat diberikan suatu iklan untuk peningkatan atau penguatan karakter suatu iklan, sehingga pemasang iklan memperoleh pemahaman tentang dampak iklan terhadap keinginan konsumen untuk membeli serta memperoleh gambaran kemampuan suatu iklan dalam mengembangkan daya tarik suatu iklan. Persuasi (persuasion) adalah perubahan kepercayaan,
sikap dan keinginan berperilaku yang disebabkan suatu komunikasi promosi. Terdiri dari dua yang termasuk dalam dimensi ini :
a. Stimulus : Rangsangan yang timbul berupa pemikat perhatian yang menjadi ciri khas iklan sehingga dapat memperkuat ketertarikan pendengar akan iklan.
b. Preferensi (Preference) : Hubungan antara pendengar yang mencerminkan kebutuhan terhadap suatu iklan yang mendorong keinginan untuk berperilaku sesuai dengan iklan.
3. Dimensi Impact
Dimensi impact menunjukkan, apakah suatu merek dapat terlihat menonjol dibandingkan merek lain pada kategori yang serupa.
Yang termasuk dalam dimensi ini dari dimensi ini :
a. Pengetahuan Produk (Product Knowledge) : Reaksi terhadap faktor informasi suatu produk yang terkandung dalam isi pesan iklan yang tersimpan dalam ingatan, dapat meningkatkan kemampuan pendengar untuk memahami suatu pesan serta dapat mengenali dan membedakan iklan dengan iklan lainnya.
b. Daya Tarik Iklan : Informasi terhadap suatu iklan yang terkandung dalam isi pesan iklan yang disampaikan lebih menonjol dibandingkan iklan lain yang sejenis yang berupa kreatifitas iklan dalam menyampainkan informasi yang ada dalam pesan iklan.
4. Dimensi Komunikasi
Dimensi komunikasi memberikan informasi tentang kemampuan konsumen dalam hal ini pendengar dalam mengingat pesan utama yang disampaikan, pemahaman konsumen, serta kekuatan kesan yang ditinggalkan pesan tersebut. Yang termasuk dalam dimensi ini dari dimensi ini adalah :
a. Kesan Terhadap Iklan : Kekuatan kesan yang ditinggalkan oleh iklan yang mengandung pesan atau informasi yang diterima oleh pendengar sebagai keberhasilan iklan.
b. Isi Pesan Iklan : Informasi yang terdapat didalam iklan yang dikemas dalam iklan sehingga dapat menimbulkan, penerimaan serta pemahaman informasi dalam komunikasi dan mengembangkan interpretasi pribadi mereka dengan makna yang ditangkap.
2.3.8 Iklan Layanan Masyarakat
Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang digunakan untuk menyampaikan informasi, mempersuasi atau medidik khalayak dimana tujuan akhir bukan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, melainkan keuntungan sosial. Keuntungan sosial yang dimaksud adalah munculnya penambahan pengetahuan, kesadaran sikap dan perubahan perilaku masyarakat terhadap masalah yang diiklankan, serta mendapatkan citra baik di mata masyarakat. Secara normatif, bertambahnya pengetahuan, dimilikinya kesadaran sikap dan perubahan perilaku masyarakat tersebut sangat penting bagi kualitas kehidupan masyarakat itu sendiri. Sebab
masyarakat akan terbangun dan digiring pada situasi ke arah keadaan yang baik.
Umumnya materi pesan yang disampaikan dalm iklan jenis ini berupa informasi-informasi publik untuk menggugah khlayak melakukan sesuatu kebaikan yang normatif sifatnya, misalnya : anjuran agar tertib berlalu lintas, anti kekerasan,dan sebagainya. Selain mendatangkan kebaikan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, bertambahnya pengetahuan masyarakat dan munculnya kesadaran sikap serta perilaku sebagaimana inti pesan juga dapat menguntungkan pengiklan itu sendiri, selain mendapatkan citra baik di tengah masyarakat. (Widyatama, 2005: 104-105).
Sedangkan menurut buku manajemen periklanan Rhenald Kasali, Crompton dan lamb memberi definisi iklan layanan masyarakat sebagai:
an announcement for which no charge is made and which promotes programs, activites, or services of non profit organizations and other announcements regarded as serving community interest, excluding
tune signal, routine weather announcement, and promotional
announcement.
Yang artinya pengumuman yang dalam pembuatannya tidak menggunakan biaya dan yang mempromosikan program, kegiatan, atau jasa dari organisasi non profit dan pengumuman lainnya dianggap melayani kepentingan masyarakat, termasuk sinyal selaras, pengumuman cuaca rutin, dan pengumuman promosi. Sebuah iklan layanan masyarakat disumbangkan oleh media untuk kepentingan masyarakat, artinya tanpa
Menurut Ad council, suatu dewan periklanan di Amerika Serikat yang mempelopori iklan layanan masyarakat, kriteria yang dipakai untuk menentukan kampanye pelayanan masayrakat adalah :
1. Non komersial
2. Tidak bersifat keagamaan 3. Non politik
4. Berwawasan nasional
5. Diperuntukkan bagi semua lapisan masyarakat
6. Diajukan oleh organisasi yang telah diakui atau diterima 7. Dapat diiklankan
8. Mempunyai dampak dan kepentingan tinggi sehingga patut memperoleh dukungan media lokal maupun nasional (Kasali,1992:202).
2.4 Radio Sebagai Media Periklanan 2.4.1 Iklan Radio
Pengalaman mendengarkan radio ialah berbeda pengalaman dengan media lain. Ini menimbulkan tantangan sekaligus peluang bagi pengiklan radio. Dapat menjadi pengalaman yang lebih intim, karena orang mendengarkan radio sendirian, terutama orang yang menggunakan
handphone. Perencana media menggunakan radio untuk sering-sering
menyampaikan iklan karena iklan radio, khususnya bentuk jingle, yaitu iklan dengan musik dan formatnya mengandung repetisi.
Radio juga dapat membangkitkan imajinasi lebih besar ketimbang media lainnya karena radio mengandalkan pada pikiran pendengar untuk mengisi kekosongan elemen visual. Ini berarti drama radio dan iklan radio dapat menyentuh pendengar hingga ke level personal. Banyak iklan radio menggunakan drama terutama pengumuman layanan public (public service
announcement-PSA) yaitu iklan yang dibuat oleh agensi yang
mendonasikan waktu dan jasanya untuk kepentingan publik. PSA disiarkan gratis di radio.
Radio dapat efektif untuk menciptakan mini drama yang lucu yang menarik perhatian pendengar radio juga dapat digunakan di pasar lokal untuk menjangkau orang-orang yang tidak membaca koran. Itulah sebabnya mengapa koran lokal kadang beriklan di radio. Iklan radio tersedia di jaringan nasional dan pasar lokal. Penerimaannya dibagi menjadi tiga kategori: jaringan, spot, dan lokal. Penerimaan jaringan merupakan kategori terkecil sekitar 5% dari penerimaan total radio. Penerimaan iklan lokal mencapai 75% dan spot nasional sisanya. (Moriarty, Nancy, William 2011:315)
Radio memiliki karakteristik yang khas, yaitu hanya dapat didengarkan melalui audio (suara) saja. Suara dalam iklan radio yag dimaksud dapat merupakan salah satu perpaduan dari kata-kata (voice), music dan sound effect. Kata-kata adalah ucapan yang mengandung arti yang disampaikan oleh manusia. Voice adalah suara manusia yang teratur, semacam kata-kata bertutur monolog maupun percakapan atau dialog.
Musik adalah perpaduan bunyi-bunyian yang teratur dengan ritme tertentu dan harmonis sehingga enak didengar baik dengan maupun tanpa syair lagu yang didendangkan oleh penyanyi. Sementara sound effect adalah suara-suara tidak beraturan maupun efek suara alam. Beberapa jenis kategori iklan radio diantaranya adalah :
1. Ad lib
Iklan ini disampaikan oleh penyiar secara langsung berupa siaran kata saja. Umumnya dilakukan dengan gaya penampilan bebas dan personal. Artinya disampaikan secara live (bukan hasil rekaman). Ad lib dilakukan oleh penyiar di sela-sela penyiar melakukan siaran, baik menghanterkan acara music, dialog dan sebagainya. Sekalipun dilakukan langsung (tidak direkam sebelumnya), namun untuk mempermudah penyampaian pesan, dalam iklan ad lib juga direncanakan dalam sebentuk naskah terlebih dahulu. Naskah dalam pesan saja, penyiar tinggal menyampaikan pesan disertai dengan gaya bahasa dan improvisasi penyiar sendiri. Selain berbentuk pokok pesan, naskah ad lib bisa berupa rangkaian kalimat yang sudah diolah sedemikian rupa sehingga penyiar tinggal membacakannya didepan mic. Namun agar pengucapan tidak terkesan membaca, penyiar harus berlatih dahulu sehingga terdengar wajar dan rileks. Durasi ad lib tergantung pada pengaturan pengelola radio itu sendiri, yang biasanya telah ditetapkan berkait dengan besarnya biaya yang harus ditanggung pengiklan. Pada umumnya ad lib disampaikan tidak lebih dari 60 detik.
Isi pesan ad lib sangat bervariasi. Ia dapat berisi aneka macam pesan, mulai dari menawarkan produk barang, jasa, even seminar, pameran, pertunjukkan, maupun berita dukacita keluarga, berita kehilangan barang, dan sebagainya. Agar ad lib lebih menarik, penyiar sebaiknya menyesuaikan dengan topic pembicaraan atau yang sedang dilakukan. 2. Spot
Berbeda dengan iklan ad lib, iklan spot disampaikan dengan teknik perekaman sebelumnya, sehingga membutuhkan naskah terlebih dahulu. Dalam iklan spot radio, dapat berisi perpaduan antara voice (siaran kata), music dan sound effect (efek suara). Umumnya durasi yang digunakan untuk menyiarkan sebuah spot berkisar antara 15 sampai dengan 60 detik. Namun umumnya lamanya penyiaran spot menggunakan waktu 30 detik. Lamanya waktu penyampaian spot juga ikut membedakan besarnya biaya yang dikenakan. Semakin panjang sebuah spot, maka biaya yang dikenakan juga makin mahal. Besarnya biaya tergantung pada harga yang ditetapkan oleh pengelola radio. 3. Sponsor Program
Kategori lain berkait dengan iklan radio adalah sponsor program. Sponsor program adalah pemberian waktu khusus kepada sponsor untuk menyampaikan pesan dengan cara membiayai sebuah program acara radio. Iklan ini memiliki karakter yang khas, dimana keseluruhan sebuah acara tertentu radio tersebut seakan dimiliki oleh sponsor, sehingga sponsor leluasa untuk menyampaikan pesan-pesan iklannya.
Acara yang dapat digunakan oleh sponsor dapat bervariasi, tergantung pada manajemen pengelola radio tersebut. Misalnya dapat berupa acara musik, kuis, talk show, news, dan sebagainya (Widyatama, 2005 : 87-91).
2.4.2 Kekuatan Radio
Menurut buku manajemen periklanan Rhenald Kasali, kekuatan radio adalah sebagai berikut :
1. Audince Selectivity
Dibandingkan dengan media lainnya, setiap radio siaran mempunyai pendengar yang spesifik. Jika televisi dilihat oleh segala lapisan masyarakat, maka setiap stasiun radio memiliki pendengar yang berbeda-beda. Dari segi pengiklan dapat memilih stasiun radio mana yang format programnya cocok atau sesuai dengan prospeknya. Pada zaman segmentasi pasar dewasa ini, radio menjadi medium yang efektif bila memiliki focus yang jelas atau khalayak sasaran yang spesifik. Selain itu, radio juga umunya efektif untuk menjangkau orang atau kelompok orang yang sulit dijangkau media lain, seperti wanita karier, orang-orang yang aktif, dan lain-lain.
2. Radio adalah Media Intrusif
Pendengar memerlukan upaya khusus untuk tidak mendengarkan iklan. Biasanya pendengar otomatis terekspos oleh iklan pada saat iklan tersebut disiarkan. Iklan tersebut dapat hadir di tengah-tengah siaran
tanpa mengakibatkan orang beralih ke siaran lainnya. Sifat intrusive ini menyebabkan radio memiliki efektivitas untuk memutuskan atau menyela perhatian konsumen dan menciptakan minat.
3. Biaya Produksi yang Rendah
Pengiklan tidak perlu menghabiskan biaya yang besar untuk membuat
copy atau jingles (multi track jingles) untuk menyampaikan pesan
mereka. Mulai dari yang sederhana, yakni pesan yang dibuat sebagai berita yang dibacakan oleh penyiar, sampai pada pembuatan jingle dengan suara-suara yang khas. Banyak stasiun yang mulai memberikan pelayanan plus kepada kliennya berupa pmbuatan copy dan rekaman iklan secara cuma-cuma.
4. Radio dapat mendukung kampanye periklanan melalui media-media lain, seperti media cetak, sebagai secondary buy (media). Radio mempunyai fungsi sebagai pengingat atas iklan yang dimuat di surat kabar, majalah atau televisi.
5. Radio adalah Media yang Fleksibel
Pengiklan dapat menyiarkan iklannya sesuai dengan jam-jam siaran yang dikehendaki.
6. Radio bukan Media Musiman
Di beberapa daerah di Indonesia, surat kabar dicari orang bila cuaca buruk, seperti hujan. Hujan yang terus menerus menyebabkan penjualan surat kabar dan majalah merosot drastis. Sebliknya, radio tidak
terpengaruh oleh perubahan cuaca dan musim. Radio tetap memiliki pendengar sepanjang musim.
7. Radio adalah Media yang Murah
8. Karena biaya penyiarannya relatif lebih murah diabndingkan dengan media lainnya, pengiklan dapat menyiarkan iklan tersebut beberapa kali.
9. Imajinatif
Radio menawarkan peluang kreatif yang unik bagi pengiklan. Karena tidak menyajikan gambar, radio bermain dalam theater of mind. Ini berarti pendengar membuat gambaran sendiri-sendiri dalam benaknya, visi dan persepsi muncul dalam imajinasi masing-masing pendengar. 10.Radio Bersifat Mobil
Radio dapat dibawa kemana saja orang pergi. Di kota-kota besar radio dibawa dalam mobil menemani orang dalam perjalanan. Sedangkan dipedesaan, radio dapat dibawa ke sawah menemani petani yang tengah membajak swah. Radio juga tidak memerlukan energi lisrik yang besar. 11.Suburban Coverage
Radio umumnya memiliki jangkauan yang baik di kalangan suburban
coverage, yang umumnya tidak terjangkau oleh surat kabar.
12.Menghanyutkan Pendengar
Dalam radio, penyiar menyajikan infleksi, emphasis dan emosi. Beberapa tekanan pada kata-kata tertentu dengan menggunakan dialog, music atau suara-suara tertentu dapat menghanyutkan pendengar
sebagai prospek, dapat membuat mereka tertawa, mengernyitkan dahi, mengulangi kata-kata yang bersangkutan, atau menimbulkan rasa ingin tahu lebih jauh.
Sedangkan menurut buku Periklanan oleh Morissan, radio sebagai salah satu media untuk beriklan memiliki sejumlah keunggulan ddibandingkan dengan media lainnya. Keunggulan itu mencakup : 1. Biaya Iklan yang Murah
Salah satu kekuatan utama radio sebagai media untuk beriklan adalah biayanya yang murah karena produksi iklan radio sangat mudah dilakukan dan dapat diselesaikan dalam waktu yang sangat cepat dibandingkan iklan televisi. Iklan radio hanya membutuhkan satu naskah (skrip) yang dibacakan penyiar di studio atau pesan iklan yang sudah direkam sebelumnya dan siap disiarkan stasiun radio. Jika dibandingkan dengan tarif iklan televisi lokal, maka tarif iklan radio kurang lebih hanya sepertigannya. Perbandingan ini mungkin tidak terlalu tepat karena masing-masing stasiun tv dan radio memiliki tarif iklan yang tidak sama namun perbandingan tersebut menunjukkan bahwa biaya untuk beriklan di radio adalah jauh lebih murah dibandingkan televisi dengan jangkauan yang sama. Biaya iklan paling efisien dibandingkan media yang lainnya. 2. Selektivitas
Kekuatan lain radio adalah tersedianya audiensi yang sangat selektif yang muncul dari berbagai format siaran dan cakupa atau
geografis siaran yang dimiliki setiap stasiun penyiaran radio. Iklan radio memungkinkan pemasang iklan untuk fokus pada audiensi tertentu atau khusus, misalnya audiensi dari kelompok demografis dan atau gaya hidup tertentu. Format adalah penyajian program dan musik yang memiliki ciri-ciri tertentu oleh suatu stasiun radio. Secara lebih sederhana dapat dikatakan format stasiun penyiaran atau format siaran radio dapat didefinisikan sebagai upaya pengelola stasiun radio untuk memproduksi program siaran yang dapat memenuhi kebutuhan audiensinya. Di dunia dikenal banyak sekali format siaran radio beberapa yang popular antara lain : adult
contempory (AC), contempory hit radio atau Top 40, All news/all talks, classic/oldies,dan sebagainya.
3. Fleksibilitas
Radio merupakan media untuk beriklan yang paling fleksibel dibandingkan media lainnya. Karena pemasang iklan dapat mengajukan materi iklan atau melakukan perubahan terhadap materi iklan hanya dalam periode beberapa menit sebelum ditayangkan. Iklan radio dapat dibuat dan dijadwalkan siarannya dalam waktu yang sangat lama. Dengan demikian pemasang iklan dapat dengan mudah menyesuaikan isi iklannya dengan situasi pasar setempat.
4. Mental Imagery
Radio memang tidak memiliki kemampuan menunjukkan sebagaimana media yang memliki kemampuan visual lainnya. Namun iklan radio dari suatu produk yang sebelumnya telah ditayangkan di televisi akan membuat orang membayangkan gambaran visual sebagaimana yang dilihatnya di televisi. Dengan demikian, audiensi mendengarkan pesan suara iklandari pesawat radio sementara visualisasinya diciptakan di dalam otak audiensi. Situasi ini disebut dengan mental imagery. Untuk alasan inilah pemasang iklan terkadang menunjang atau mem-back-up iklan televisi dengan iklan serupa di radio yang berfungsi sebagai pengingat (reminder) bagi audiensi.
5. Promosi Terpadu
Radio dapat memberi kesempatan kepada pemasang iklan karena dapat menyediakan berbagai peluang dalam pemasaran terpadu. Stasiun radio biasanya memiliki penggemar dan komunitasnya sendiri dan terkadang menjadi bagian integral dari suatu komunitas. Stasiun radio memiliki penyiar yang popular dna dikenal cukup luas oleh masyrakat. Pemasang iklan dapat menggunakan stasiun radio dan para personelnya untuk lebih mendekatkan diri kepada khalayak (pasar) lokal dan menggunakan kesempatan itu untuk memengaruhi pengecer lokal. Perusahaan pemasang iklan dapat melibatkan stasiun radio daam kegiatan promosi penjualan di aman
stasiun radio melaksanakan siaran langsung dari lokasi penjualan dalam upaya untuk menarik konsumen untuk dating. Pemasang iklan juga dapat menjadi sponsor dari liputan siaran langsung yang dilaksanakan stasiun radio atas berbagai kegiatan, seperti olahraga, festival, atau peristiwa menarik lainnya.
2.5 Teori Stimulus Organism Response (SOR)
Teori S-O-R sebagai singkatan dari Stimulus-Organism-Response ini semula berasal dari psikologi. Kalau kemudian menjadi teori komunikasi juga, tidak mengherankan, karena objek material dari psikologi dan ilmu komunikasi adalah sama, yaitu manusia yang jiwanya meliputi komponen-komponen : sikap, opini, perilaku, kognisi, afeksi dan konasi.
Menurut response ini, efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus, sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan. Jadi unsur-unsur dalam model ini adalah :
a. Pesan (Stimulus, S)
b. Komunikan (Organism,O) c. Efek (Response, R)
Dalam proses komunikasi berkenaan dengan perubahan sikap adalah aspek, “how” bukan “what” dan “why”. Jelasnya how to
communicate, dalam hal ini how to change the attitude, bagaimana
mengubah sikap komunikan.
Dalam proses perubahan sikap tampak bahwa sikap dapat berubah, hanya jika stimulus yang menerpa benar-benar melebihi semula. Prof Dr. Mar’at dalam bukunya Sikap manusia, Perubahan serta Pengukurannya, mengutip pendapat Hovland, Janis, dan Kelly yang menyatakan bahwa dalam menelaah sikap yang baru ada tiga variabel penting yaitu : a. Perhatian, b. Pengertian, dan c. Penerimaan.
Gambar 2.1 : Teori S-O-R
Gambar diatas menunjukkan bahwa perubahan sikap bergantung pada proses yang terjadi pada individu. Stimulus atau pesan yang disampaikan kepada komunikan mungkin diterima atau mungkin ditolak. Komunikan akan berlangsung jika ada perhatian dari komunikan. Proses berikutnya komunikan mengerti. Kemampuan komunikan inilah yang melanjutkan proses berikutnya. Setelah komunikan mengolahnya dan
Stimulus
Response
(Per ubahan Sikap)
Or ganisme :
a. Perhatian b. Pengertian c. Penerimaan
menerimanya, maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap. (Effendy, 2009:256)
2.6 Konsep Kampanye Program Hits Without Violence Pada Radio Pr ambor s
Fm Sur abaya
Dalam rangka kampanye program hits without violence radio Prambors Fm membuat beberapa iklan layanan masyarakat yang diputar pada radio prambors fm Surabaya. Iklan layanan masyarakat (public service
announcement - PSA) ini meliputi iklan tentang anti kekerasan, narkoba,
serta tertib dalam berlalu lintas. Frekuensi penanyangan iklan dalam sehari adalah dua hingga tiga kali dalam total keseluruhan program siaran yang ada per harinya.
Iklan tersebut dibuat dikarenakan adanya dua isu yang tidak terlepas dari kehidupan anak muda sehari-harinya. Pertama, di saat masa berkembangnya setiap individu anak muda, baik di lingkungan sekolah, pertemanan, keluarga seringkali terjadi penyalahgunaan sikap yang berujung pada unsur kekerasan (tawuran, bullying, kekerasan dalam hubungan pertemanan). Berdasarkan data dari pengaduan langsung, telephone, surat menyurat maupun elektronik, sepanjang tahun 2011 KomNas Anak menerima 2.386 kasus.
Kedua, anak muda saat ini sangat sulit untuk menjalankan pola hidup sehat, terutama dikota besar seperti Surabaya yang memiliki gaya hidup dengan mobilitas tinggi. Berdasarkan fakta kesehatan anak muda di Indonesia, lebih dari 1,8 juta anak muda berusia 15 - 24 tahun meninggal setiap tahun karena sakit atau penyebab yg sebenarnya bisa dicegah, setiap tahunnya sekitar 20% dari remaja mengalami masalah mental dan banyak lagi kasus yang terjadi di generasi penerus kita (anak muda) tentang hal ini. (informasi-kesehatan-remaja.blogspot.com/2012/09/)
Radio prambors sebagai media radio yang menyasar target anak muda memiliki concern untuk memajukan dan memberikan inspirasi positif kepada anak muda di Indonesia. . Menurut sang produksi prambors fm, Firdy Yusuf (ucet) dalam rangka menggalakan gerakan hits without violence oleh radio prambors fm Surabaya membuat kampanye berupa pemutaran beberapa iklan masyarakat. Karena radio prambors ingin bersama-sama mendorong masyarakat luas agar mewujudkan lingkungan dan kehidupan yang lebih sehat dan lebih baik, dengan adanya pola hidup yg sehat dapat membuat anak muda lebih produktif dan berkreatifitas serta dapat menciptakan jiwa yg positif.
2.7Kerangka Berpikir
Iklan layanan masyarakat dalam rangka kampanye program hits
dikarenakan adanya dua isu yang tidak terlepas dari kehidupan anak muda sehari-harinya.
Pertama, di saat masa berkembangnya setiap individu anak muda, baik di lingkungan sekolah, pertemanan, keluarga seringkali terjadi penyalahgunaan sikap yang berujung pada unsur kekerasan (tawuran,