• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan ini menguraikan tentang efektivitas program dalam pelaksanaan lembaga keuangan mikro Posdaya Sauyunan. Efektivitas program LKM dilihat dari ketepatan sasaran, kesesuaian tujuan dan intensitas yang dicapai. Berikut efektivitas LKM akan dijelaskan satu persatu dalam pembahasan ini. Ketepatan Sasaran

Ketepatan sasaran merupakan tepat atau tidaknya program LKM diberikan bagi anggota yang membutuhkan. Ketepatan sasaran dilihat dari anggota yang menerima bantuan pemerintah dan memiliki kesanggupan/kemampuan untuk membayar cicilan. Anggota yang meminjam tidak dilihat berdasarkan kaya atau miskinnya anggota. Tetapi yang lebih ditekankan adalah kemampuan dalam membayar, seperti yang diungkapkan oleh salah satu kader sebagai beriku:

“Kalau kita mah nggak sembarangan neng ngasih orang pinjem, kita lihat dulu kemampuan ekonomi dan keinginan meminjamnya untuk dibuat apa uangnya, kalau yang terlalu gak mampupun kita gak berani ngasih, soalnya ini kan uang bank, kalau gak sanggup banyar terus yang dipakai setor ke bank uang dari mana neng? Dulu pernah kita ngasih ke yang gak mampu tetapi malah gak bisa bayar, akhirnya tahun selanjutnya kita liat yang menurut kita bisa bayar untuk ikut kegiatan LKM ini, makanya untuk peminjam pemula kita kasih sejuta dulu dan selanjutnya kita kasih bertingkat”(Ibu KS, 28 tahun)

Penilaian responden terhadap ketepatan sasaran dalam efektivitas program dikategorikan menjadi dua, yaitu tepat sasaran dan tidak tepat sasaran. Berikut ketepatan sasaran disajikan dalam Tabel 20.

Tabel 20 Jumlah dan presentase anggota LKM menurut ketepatan sasaran Ketepatan sasaran Jumlah anggota (orang) Persentase (%)

Tidak tepat sasaran 13 18.3

Tepat sasaran 58 81.7

Total 71 100.0

Berdasarkan Tabel 20, dapat dilihat bahwa dari 71 responden kegiatan peminjaman telah tepat diberikan kepada anggota yang membutuhkan. Hal ini dikarenakan dari 71 responden, 58 responden merupakan anggota yang tepat sebagai penerima program, sementara 13 responden tidak tepat sebagai sasaran penerima program. Hasil ini cukup sesuai dengan sasaran dari program LKM Posdaya Sauyunan yaitu menengah kebawah, memiliki kemampuan dalam membayar cicilan, dan memiliki motivasi untuk membangun usaha. Akan tetapi, setelah melihat kenyataan dilapang, bantuan pemerintah yang diberikan belum tepat sasaran, karena masih ada anggota yang telah mengikuti kegiatan LKM pendapatan setelah mengikuti masih dibawah Rp 1.5 juta dan tidak menerima BLSM, sementara menurut anggota LKM para penerima merupakan kalangan mampu. Seperti yang diungkapkan oleh ibu E (33 tahun) berikut ini.

“Kalau menurut saya neng, bantuan pemerintah itu nggak tepat sasaran, masak yang dikasih itu yang masih tergolong mampu dan nggak punya anak sekolah”. Seharusnya BLSM itu dikasih keorang yang punya anak sekolah yang kerjaan lakinya nggak

nentu” (Ibu E, 33 tahun)

Kesesuaian Tujuan

Kesesuaian tujuan merupakan tercapainya tujuan awal program. Kesesuaian tujuan dilihat dari pengetahuan anggota terhadap tujuan LKM sesungguhnya, tercapainya tujuan program melalui pelaksanaan masing-masing anggota, keefektifan kegiatan LKM dalam menambah pendapatan, dan peningkatan pendapatan setelah menggunakan uang pinjaman. Penilaian responden terhadap kesesuaian tujuan dalam efektivitas program dikategorikan menjadi dua, yaitu sesuai dan tidak sesuai. Berikut kesesuaian tujuan disajikan dalam Tabel 21.

Tabel 21 Jumlah dan presentase anggota LKM menurut kesesuaian tujuan Kesesuaian tujuan Jumlah anggota (orang) Persentase (%)

Tidak sesuai 12 16.9

Sesuai 59 83.1

Total 71 100.0

Berdasarkan Tabel 21, dapat dilihat bahwa sebanyak 59 responden atau sebesar 83.1 persen menggunakan pinjaman telah sesuai dengan tujuan program, sementara sebanyak 12 responden atau sebesar 16.9 persen responden belum menggunakan dana sesuai dengan tujuan program. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa program LKM Posdaya Sauyunan telah memenuhi tujuan, artinya tujuan yang ingin dicapai program telah sesuai dengan tujuan akhir yang dicapai. Hal ini didasarkan pada hasil yang diperoleh dalam penelitian bahwa hampir seluruh responden yang mengikuti LKM telah melaksanakan kegiatan LKM sesuai dengan tujuan, yaitu mereka mengetahui tujuan secara umum LKM dan melaksanakannya sesuai tujuan awal serta keefektifan dalam menambah pendapatan.

Intensitas yang di Capai

Intensitas yang dimaksud disini adalah penggunaan dan kelancaran pembayaran. Penggunaan dana dilihat dari alokasi dana untuk usaha serta kecukupan dana, sementara kelancaran pembayaran dilihat dari intensitas dalam membayar, ketepatan waktu pembayaran, dan ketaatan mengembalikan cicilan. Intensitas yang dicapai dikategorikan menjadi dua, yaitu tercapai dan tidak tercapai. Berikut kelancaran pembayaran disajikan dalam Tabel 22.

Tabel 22 Jumlah dan presentase anggota LKM menurut intensitas yang dicapai Intensitas yang dicapai Jumlah anggota (orang) Presentase (%)

Tidak tercapai 1 1.4

Tercapai 70 98.6

Berdasarkan Tabel 22, dapat dilihat bahwa dari 71 responden yang menyatakan intensitas telah tercapai sebanyak 70 orang atau sebesar 98.6 persen, sementara hanya 1 orang atau sebesar 1.4 persen responden yang menyatakan bahwa intensitas belum tercapai. Dengan demikian efektivitas pada intensitas yang dicapai hampir sempurna pelaksanaannya, dimana rata-rata mereka menggunakan untuk usaha dan mencukupi, serta hampir seluruhnya mentaati pembayaran cicilan. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh salah satu responden sebagai berikut:

“Kalau saya neng alhamdulillah lancar terus bayarnya, sebelum tanggal 15 saya udah bayar cicilan meskipun rumah saya jauh. Begitu saya punya uang saya langsung bayar, soalnya takut

kepakai uangnya neng”. (Ibu Y, 34 tahun)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan rata-rata responden memiliki rasa takut jika tidak segera membayar cicilan. Mereka takut apabila uang cicilan digunakan untuk kebutuhan lain dan pada akhirnya tidak bisa membayar. Rata-rata mereka membayar di awal bulan, seperti yang diungkapkan oleh salah satu responden sebagai berikut:

“Kalau ibu neng, sebelum tanggal 5 udah bayar. Begitu dikasih uang sama anak ibu, ibu pakai buat bayar cicilan. Takut kepakai

uangnya kalau nggak segera dibayar”. (Ibu J, 42 tahun)

Intensitas yang dicapai salah satunya dilihat dari segi cukup tidaknya dana yang diberikan. Hampir seluruh anggota merasa bahwa pinjaman yang diberikan mencukupi, namun ada pula anggota yang merasa pinjaman yang diberikan kurang atau tidak mencukupi untuk membangun usaha seperti yang dituturkan langsung oleh responden berikut:

“Ini kurang mbak, kalau untuk nambahin usaha saya nggak cukup segini. Ya saya pinginnya dikasihnya besar, soalnya kan

buat ngegedein warung”(Ibu L, 21)

Banyak pula anggota yang berharap diberikan pinjaman lebih besar, selain mudah, bunga yang terjangkau menjadi alasan utama mereka meminjam. Besar harapan mereka agar kegiatan simpan pinjam di Posdaya Sauyunan berlanjut dan bertambah besar.

Ikhtisar

Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa secara umum kegiatan LKM di Posdaya Sauyunan sudah berjalan efektif. Hal ini dapat dilihat dari efektivitas program LKM, dimana pada ketepatan sasaran sebanyak 81.7 persen yang telah tepat sasaran, dan 18.3 persen yang tidak tepat sasaran. Pada variabel kesesuaian tujuan sebanyak 59 atau 83.1 persen anggota yang telah mengikuti kegiatan LKM sesuai dengan tujuan awal program LKM. Selain itu pada variabel intensitas yang dicapai sebanyak 70 orang atau sebesar 98.6 persen yang telah taat pada aturan LKM, yaitu menggunakan dana telah sesuai ketentuan dan lancar dalam pembayar.

HUBUNGAN KARAKTERISTIK TERHADAP TINGKAT