• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2. Efisiensi Dalam Perbankan

a. Efisiensi teknis (technical efficiency) menggambarkan kemampuan suatu unit bisnis untuk memaksimalkan output dengan jumlah input yang tersedia.

b. Efisiensi alokatif (allocative efficiency) menggambarkan kemampuan suatu unit bisnis untuk memanfaatkan input dalam proporsi optimal berdasarkan harga mereka.

Gabungan dari 2 jenis efisiensi menghasilkan efisiensi ekonomi atau economic efficiency. Perusahaan dianggap efisien secara ekonomis jika dapat meminimalkan biaya produksi untuk menghasilkan output tertentu dalam tingkat teknologi yang sama dan tingkat harga pasar. Dalam rangka mencapai efisiensi ekonomi perusahaan harus menghasilkan output maksimum dengan jumlah input tertentu (efisiensi teknis) dan menghasilkan output dengan kombinasi yang tepat dalam tingkat harga tertentu (efisiensi alokatif).

2. Efisiensi dalam Perbankan

Saat ini sektor perbankan telah menerima banyak perhatian dari akademisi, praktisi, dan regulator karena kontribusi kunci perbankan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi di suatu negara5. Sistem perbankan yang efisien akan berdampak pada memudahkan intermediasi keuangan dan berkontribusi terhadap alokasi optimal sumber daya keuangan yang optimal di sektor riil6.

Dengan adanya fungsi kompetitif dan efisien sistem perbankan juga dapat membantu mengurangi kesenjangan antara daerah yang maju dengan daerah yang

5

Dong, Xiang, dkk. A Co parati e Te h i al, Cost a d Profit Effi ie A al sis of Australian, Ca adia a d UK a ks , Discussion Paper Finance, Griffith Business School, (2011) : h.2. 6

Borovicka, Jaroslav. Banking Efficiency and Foreign Ownership in Transition: Is There Evidence of a Cream-Skimming Effect? , CERGE-EI Working Papers series, Charles University, (2007) : h.68.

22

relatif terbelakang7. Berdasarkan hal tersebut diperlukan penelitian tentang efisiensi perbankan yang suistanable guna mengetahui perkembangan efisiensi bank di suatu negara.

Analisis mengenai efisiensi bank penting, baik dari perspektif mikroekonomi dan perspektif makroekonomi (Berger dan Mester, 1997). Dari perspektif mikroekonomi, efisiensi bank sangat penting disebabkan peningkatan kompetisi karena masuknya bank-bank asing dan peningkatan kerangka kelembagaan, regulasi dan pengawasan (Koutsomanoli-Filippaki sa,2009). Hal ini karena sistem perbankan merupakan komponen utama dalam kerangka perbankan secara keseluruhan dan telah mengalami mutasi besar dalam tingkat struktur kepemilikan saham, sebagai akibat dari privatisasi disebabkan oleh liberalisasi pasar dan perubahan legislatif dan peningkatan kompetisi yaitu masuknya bank asing (Alin Marius & Vasile Cocri,2010).

Dari perspektif makroekonomi, efisiensi sistem perbankan mempengaruhi biaya intermediasi keuangan dan stabilitas seluruh sistem keuangan (Rossi dkk., 2005). Bank yang beroperasi dengan tingkat efisiensi yang rendah memiliki biaya lebih tinggi terutama disebabkan kredit yang tidak memadai dan pengendalian efisiensi biaya operasional. Selain itu, terjadi penurunan biaya dan pendapatan yang akan menyebabkan peningkatan risiko bank dari sisi Kredit, Operasional dll.8

7

Yiwei, Fang, dkk. Bank efficiency in transition economies: recent evidence from South-Eastern Europe Research Discussion Papers, Bank of Finland, (Mei 2011) : h.10.

8Franco, Fiordelisi, dkk. Efficiency and Risk In European Banking Working Paper Series, European Central Banks, NO.1211 (June 2010) : h.7.

23

Manajemen bank selalu berada di bawah tekanan untuk meningkatkan efisiensi perbankan karena jika terjadi inefisiensi secara berkala maka dapat berakibat terjadinya krisis perbankan. Jika manajemen tidak mampu mengontrol operasional perusahaan dengan baik, implikasinya bank mungkin bangkrut ketika menghadapi kesulitan keuangan9. Langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh kalangan legislatif ataupun Bank Sentral guna membantu kalangan perbankan agar mencapai tingkat efisiensi yang baik seperti kebijakan regulasi dan intervensi pengawasan dalam sistem keuangan10.

Dari sisi regulasi, kalangan legislatif dapat mengatur kegiatan perbankan melalui undang-undang dalam menjalankan kegiatannya intermediasinya. Tentunya pembuat kebijakan harus membuat peraturan yang benar dan tegas agar krisis perbankan tidak terjadi di suatu negara. Seperti yang diketahui, perubahan dalam regulasi dapat mempengaruhi efisiensi perbankan.11

Sementara itu dari sisi intervensi pengawasan dalam sistem keuangan, Bank Sentral mengarahkan perbankan agar memperbaiki asimetri informasi antara peminjam dan pemberi pinjaman termasuk kemampuan mereka untuk mengelola risiko. Kemampuan ini merupakan bagian integral komponen output perbankan

9

Chunxia, Jiang dan Shujie, Yao. Banking Reform and Efficiency in China: 1995-2008 , Research Paper, Research Paper Series China and the World Economy, (2010-2011) : h.8.

10Estelle, Bra k da Ra o a, Ji orea . The Cost Effi ie of Fre h Ba ks , Mu i h Perso a; RePEC Archive, Munich University, (April 2009) : h.4.

11

Klaus, Schaeck dan Martin, Čihák. Ho Does Co petitio Affe t Effi ie A d “ou d ess In Ba ki g? Ne E piri al E ide e , Working Paper Series, European Central Banks, (September 2008) : h.8.

24

dan mempengaruhi insentif manajerial untuk menghasilkan jasa keuangan yang prudent dan efisien12

a. Technical Efficiency

Konsep efisiensi teknis tersebut merujuk pada teori konsep yang dikemukakan oleh Farrel (1957). Efisiensi teknis didefinisikan kemampuan perusahaan untuk mencapai level output yang optimal dengan menggunakan tingkat input tertentu13. Dengan kata lain, suatu proses produksi dikatakan efisien secara teknis apabila output dari suatu barang tidak dapat lagi ditingkatkan tanpa mengurangi output dari barang lain. Technical efficiency adalah salah satu komponen penting dari economic efficiency secara keseluruhan. Agar suatu perusahaan dapat efisien secara ekonomi, maka perusahaan tersebut terlebih dahulu efisien secara teknis (Kumbhakar & Lovel, 2000).

Efisiensi dengan pendekatan ini dipergunakan untuk mengukur proses produksi dalam menghasilkan sejumlah output tertentu dengan menggunakan input seminimal mungkin. Sebuah bank dikatakan tidak efisien secara teknis jika output aktual lebih rendah dari tingkat output maksimum dengan sumber daya yang tersedia14.

Wheelock dan Wilson (1995) menemukan bahwa bank-bank tidak efisien secara teknis lebih mungkin untuk gagal daripada bank yang efisien secara teknis.

12

Joseph, Hughes dan J, Loretta, Mester. Efficiency in Banking: Theory, Practice, and Evidence , Working Paper Research Departement, Federal Reserve Bank Of Philadephia, (2008) : h.3. 13“aid, Ali. Evaluating the Overall Technical Efficiency of Islamic Banks Operating in the MENA Region During the Financial Crisis , International Journal of Economics and Financial Issues, vol.3, no.2 (2013) : h.429.

14Bhatta har a, Aditti a d “ude s a, Pal. Financial Reforms and Technical Efficiency in Indian Commercial Banking : A generalized Stochastic Frontier Analysis , Sam Housten State University and Georgia College State University, ( November 2011) : h.3.

25

Mereka menyimpulkan bahwa langkah-langkah efisiensi teknis memberikan informasi yang berguna tentang kegagalan bank yang tidak ditangkap oleh rasio keuangan konvensional dan menyarankan kemungkinan menggunakan analisis efisiensi tersebut untuk memprediksi kegagalan bank.

Efisiensi dengan pendekatan teknis, lebih cenderung pada sisi output. Alasannya karena pendekatan tersebut menjawab berapa banyak kuantitas output dapat ditingkatkan secara proporsional dengan kuantitas input yang sama.

Pada gambar diatas, diasumsikan sebuah perusahaan dengan 2 jenis output Y1 dan Y2 dan 1 jenis input yaitu X1. Pada gambar diatas, kurva Z to Z’ adalah kurva kemungkinan produksi, sedangkan D tot D’ adalah garis isorevenue yang menunjukkan rasio harga kedua output. Titik B adalah titik yang efisien secara teknis sedangkan titik A tidak efisien.

Jarak AB adalah besarnya potential improvment yang mungkin dilakukan perusahaan pada titik A untuk menjadi perusahaan yang efisien secara teknis. Potential improvment pada titik C memiliki arti bahwa di titik B masih dapat

Y2/x Y1/x 0 Z )’ D D’ B’ C B A

26

meningkatkan pendapatannya dengan berproduksi di titik efisien secara teknis dan alokatif yaitu di titik B’.

Dalam kasus satu output, pengukuran output technical efficiency (TE) berorientasi pada rasio output diamati dan tingkat maksimum output (Kumbhakar &Lovel, 2000) :

TE = y0 / ymax

Dimana, y0 diamati sebagai output dan ymax adalah tingkat maksimum output. Technical efficiency juga dapat diukur dengan rumus lain yaitu15 :

TE=

Dimana, y adalah output diamati dan y / μ * adalah output maksimum.

Skala perhitungan skor efisiensi teknis adalah antara 0 dan 1. Jika skor efisiensi pada pendekatan ini mendekati angka 1 atau 100% maka efisiensi bank tersebut semakin baik. Sebaliknya, jika skor efisiensi mendekati angka 0 atau 0% maka skor efisiensi bank tersebut semakin buruk. Maka dari itu penelitian efisiensi dengan teknis memiliki kegunaan yaitu menjelaskan faktor-faktor mengapa suatu perusahaan terjadi inefisiensi16.

Technical efficiency dengan pendekatan output dapat digambarkan dalam bentuk stochastic cost frontier sebagai berikut17:

y

i= f (

x

i; β)exp (vi) exp (−ui), i = 1, 2, ...,

n

.

15“upar , “har a, dkk. Measure e t of Te h i al Effi ie a d Its “our e : a E perie e of I dia Ba ki g “e tor , International Journal of Economics and Management, vol.6 (2012) : h.38.

16Pa to , Julia. Te h i al Effi ie i Me i o Popular “a i gs a d Credit “e tor Banco Del Aharro Nacional u Servicios Financieros Snc. (July 2003) : h.2.

17

Porcelli, Fransesco. Measurement of Technical Efficiency A brief survey on parametric and non-parametric techniques Ja uar 9 : h. .

y y /

μ

27

Dimana

x

i adalah input dari produsen i,

y

i adalah output tunggal produsen i, f (xi, β) adalah komponen deterministik fungsi produksi, di mana β adalah vektor teknologi parameter, exp (vi) adalah komponen stochastic fungsi produksi yang dalam proses produksi.

Maka estimasi fungsi technical efficiency sebagai berikut :

e

i = = exp(−ui), i = 1, 2, ...,

n

Dimana,

e

i ∈ {0,1}, dan nilai menunjukkan produser sepenuhnya efisien. b. Cost Efficiency

Pendekatan cost efficiency (efisiensi biaya) merujuk kepada konsep yang dikemukakan oleh Farrel (1957) yaitu konsep allocative efficiency. Efisiensi biaya didefinisikan oleh rasio biaya minimum dan biaya aktual produksi, yang dihitung dengan fungsi biaya dengan diberikan harga input, jumlah output tertentu, dan kesalahan acak (Berger dan Mester, 1997). Efisiensi biaya memberikan ukuran seberapa besar biaya bank dalam melakukan kegiatan terbaik bank (best-practice bank's) akan untuk memproduksi jumlah output yang sama dalam kondisi lingkungan yang sama18.

Setidaknya ada tiga alasan mengapa penelitian efisiensi biaya bank penting dan sebagai indikasi kemajuan bagi bank. Pertama, efisiensi biaya terkait dengan perubahan insentif dan kendala dalam perbankan terkait dengan reformasi struktural dan institusional.

18

Raoudha, Béjaoui dan Rouissi, Houssam, Bouzgarrou. Cost Efficiency of French Commercial Banks: Domestic Versus Foreign Banks , The International Journal of Business and Finance Research, vol.6,no.4 (2012) : h.103.

sf yi

[ f ((

x

i; β)exp(vi)]

28

Kedua, keuntungan efisiensi biaya mengurangi sumber daya yang terkait dengan pengoperasian pembayaran dengan intermediasi tabungan ke investasi seperti peningkatan produktivitas di sektor-sektor ekonomi lainnya. Sektor perbankan yang memiliki efisiensi biaya yang baik memberikan kontribusi langsung terhadap pembangunan ekonomi secara keseluruhan.

Ketiga, efisiensi biaya dapat berhubungan dengan dimensi lain dari sebuah kinerja bank yang berkontribusi terhadap pembangunan secara keseluruhan seperti membuat pinjaman lebih produktif, tapi itu tidak dapat diukur secara langsung dengan tingkat data bank yang tersedia. Hubungan ini dapat terjadi jika faktor-faktor yang berkontribusi terhadap efisiensi biaya, lebih besar dan meningkatkan kemampuan dari aspek lain dalam kinerja perbankan19.

Skala perhitungan skor efisiensi biaya adalah antara 0 dan 1. Jika skor efisiensi pada pendekatan cost efficiency mendekati angka 0 atau 0% maka efisiensi bank tersebut semakin baik. Sebaliknya, jika skor efisiensi mendekati angka 1 atau 100% maka skor efisiensi bank tersebut semakin buruk.

Skor efisiensi adalah ukuran relatif kinerja, maksudnya cost frontier yang diperkirakan memungkinkan untuk melihat perbandingan masing-masing perusahaan ke perusahaan praktek terbaik. Ini kemudian langsung memberikan ukuran relatif dari kinerja perusahaan.20

Pendekatan efisiensi biaya ini digunakan untuk merefleksikan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan inputnya dengan

19

Fries, steven dan Anita, Taci. Cost efficiency of banks in transition: Evidence from 289 banks in 15 post-communist countries , the working paper series, European Bank, no.68 (April 2004): h.2.

20Weill, Laure t. Cost Efficiency of Belgian Banks During The 90S ,Brussels Economic Review-Cahiers Economiques de Bruxelles, vol.49 (2006) : h.23.

29

struktur harga dan teknologinya. Jika kondisi pasar sudah mengalami tingkat “jenuh” maka perusahaan perlu mengetahui tingkat efisiensi dari sumber daya yang ada saat ini. Selain itu, kegunaan pendekatan ini juga berguna untuk menjawab berapa banyak kuantitas input dapat dikurangi secara proporsional untuk memproduksi kuantitas output yang sama.

Berdasarkan kurva diatas, menunjukkan bahwa kurva S to S’ adalah kurva isoquat yang merupakan titik-titik unit bisnis atau perusahaan yang paling efisien dalam kumpulan unit bisnis. Unit bisnis yang berada pada titik P adalah unit bisnis yang tergolong kurang efisien. Unit bisnis ini dapat menjadi unit bisnis yang lebih efisien jika ia dapat mengurangi kedua jenis inputnya X1 dan X2 untuk memproduksi 1 unit output sehingga unit bisnis tersebut berada di titik Q.

Jarak PQ disebut potential improvment, yaitu berapa banyak kuantitas input dapat dikurangi secara proporsional untuk memproduksi kuantitas output yang sama. Garis A-A’ adalah garis isocost yang menunjukkan rasio harga antara input 2 terhadap input 1. RQ menunjukkan pengurangan biaya produksi yang akan

X2/Y X1/Y 0 S A’ A R Q Q’ “’ P

30

terjadi jika produksi dilakukan pada titik efisien baik secara teknis maupun alokatif yaitu Q’

Dalam mengestimasi fungsi biaya dari sisi perbankan adalah penting untuk membedakan antara input dan output perusahaan karena peran penting perbankan dalam fungsi intermediasi di suatu negara21. Misalkan fungsi biaya dengan bentuk persamaan umum (log) berikut:

In C = f (w,y)

Menggunakan persamaan stochastic cost frontier, maka persamaan biaya dapat ditulis berikut :

In C = f (w,y) + In u + In v + €

Dimana C = total biaya suatu bank, w = vektor harga input, y = vektor kuantitas output, € = error term dimana € = u+v. Dimana u = controllable factor yang merefleksikan faktor inefficiency sehingga dapat meningkatkan biaya suatu bank diatas best practice bank’s cost. Sedangkan v merupakan uncontrollable (random) factor atau noise term. Berdasarkan estimasi bentuk f, efisiensi biaya (efficiency cost) adalah diukur sebagai rasio antara biaya minimum (minimum cost) yang diperlukan untuk menghasilkan vektor keluaran dan biaya yang terjadi (C) dengan rumus sebagai berikut:

Cmin exp [f (y,w) exp [In v]

EC = = = exp [-In u]

C exp [ f (y,w) exp [In u] exp [In v]

Langkah-langkah efisiensi biaya yang berasal dari fungsi keuntungan dapat berbeda dari fungsi biaya yang diperoleh dari jumlah output (diambil seperti

21

Nicos, Kamberoglou, dkk. Cost Effi ie i Greek Ba ki g , Working Paper, Bank of Greece, NO.9 (January 2004) : h.13.

31

yang diberikan dalam fungsi biaya) yang observasional konsisten dengan maksimalisasi keuntungan, sehingga terjadi inefisiensi pendapatan22.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa fungsi biaya hanya berkaitan dengan inefisiensi dalam penggunaan input sementara fungsi keuntungan berkaitan dengan inefisiensi dalam penggunaan variabel input dan output.

c. Profit Efficiency

Pendekatan profit efficiency (efisiensi keuntungan) merujuk pada konsep yang dikemukakan oleh Farrel (1957) yaitu konsep economic efficiency. Efisiensi keuntungan didefinisikan oleh rasio aktual laba yang diamati untuk mencapai keuntungan semaksimal mungkin. Pendekatan ini menunjukkan seberapa baik sebuah bank dalam meraih keuntungan dengan bank lainnya pada periode yang sama untuk memproduksi set yang sama output23.

Efisiensi keuntungan adalah sebuah konsep yang lebih luas daripada efisiensi biaya karena memperhitungkan efek baik pada biaya dan pendapatan dari pilihan vektor produksi tertentu24

. Maka dari itu Pengukuran efisiensi dengan pendekatan ini sangat penting karena hal ini berhubungan dengan usaha bank dalam mencapai profitabilitas maksimum.

22

Lozano, Ana Vivas. “Profit efficiency for Spanish savings banks European Journal of Operational

Research,El Sevier, (1997) : h.382. 23

Muhammad, shamser, dkk. Efficiency of Conventional versus Islamic Banks: International Evidence using the Stochastic Frontier Approach (SFA) , Journal of Islamic Economics Banking and Finance, University Putra Malaysia : h.110.

24

Maudos, Joaquín dan José, Pastor. Cost and profit efficiency in banking: an international comparison of Europe, Japan and USAeconomic faculty,Universitat de València, (1999) : h.2.

32

Secara keseluruhan efisiensi dengan pendekatan ini menyiratkan bahwa manajer perusahaan seharusnya tidak hanya memperhatikan untuk mengurangi variabel biaya, tetapi juga meningkatkan variabel pendapatan.25

Di sisi lain, konsep efisiensi keuntungan juga merupakan suatu konsep yang terintegrasi baik dengan efisiensi biaya maupun efisiensi pendapatan. Maka dari itu pendekatan efisiensi keuntungan merupakan parameter unggul untuk indikator kinerja keuangan suatu perusahaan atau bank26.

Alasan yang mendukung argumentasi keunggulan tersebut diantaranya, pertama, efisiensi keuntungan merupakan konsep terpadu dari kedua jenis efisiensi yaitu efisiensi teknis dan efisiensi alokatif. Oleh karena itu, menyediakan ukuran yang lebih seimbang daripada langkah-langkah perhitungan efisiensi biaya dan pendapatan (Berger dan Mester, 1997; Maudos dan Pastor, 2003).

Kedua, efisiensi keuntungan dapat dianggap sebagai 'efisiensi total', karena mencakup efisiensi teknis dan alokatif serta efisiensi skala produksi. Artinya, jika perusahaan ataupun bank bertujuan mencapai efisien secara keuntungan, maka perusahaan harus efisien secara teknis dan alokatif (Fitzpatrick dan McQuinn,2008). Ketiga, efisiensi keuntungan lebih konsisten dengan tujuan ekonomi yaitu memaksimalkan tingkat keuntungan.

25

Isik, Ihsan dan Kabir, Hassa . Cost and Profit Efficiency of the Turkish Banking Industri: An Empirical Investigation ,The Financial Review, Eastern Finance Association, (2002) : h.259. 26

Mi lee, h u . Profit efficiency of Australian banks in the period from 2000 to 2008 . Thesis submitted in partial fulfilment of the requirements for the Honours Degree of Bachelor of Economics, Macquarie University 2009 ), h.6.

33

Pengukuran efisiensi keuntungan dapat dijelaskan dengan gambar sebagai berikut27

Dalam gambar, kurva OQ menunjukkan pengukuran efisiensi keuntungan dengan pendekatan produksi. Kombinasi sebenarnya input-output Bank A adalah (xa,ya) yang ditunjukkan oleh titik A. Lalu keuntungan maksimum yang diperoleh oleh Bank A dapat dipresentasikan

π =

r

a

y

a

- w

a

x

a

Himpunan (x,y) yang melalui garis A menunjukkan keuntungan yang normal (π) ditunjukkan oleh garis CD. Tujuan dari Bank A adalah untuk mencapai garis isoprofit tertinggi sejajar dengan garis CD yang dapat dicapai pada setiap titik atau di bawah kurva OQ. Garis isoprofit tertinggi diraih saat berada di titik B yang bersinggungan dengan garis isoprofit EF dengan pendekatan produksi. Sementara itu sample lain yaitu Bank B dengan klasifikasi variabel input dan

27

Kumar, Sunil. Off-Balance Sheet Activities and Profit Efficiency of Indian Banks: An Empirical Investigation , A paper submitted for presentation in the 13th Annual Conference on Money and Finance in the Indian Economy, 25-26th February 2011, (Mumbai : Indira Gandhi Institute of Development Research, 2010).h.10. Output (y) input (y) 0 C E A* A B F D Q (Maximum Isoprofit) raya- waxa = rbyb - wbxb * * * raya- waxa (Actual Isoprofit)

34

output yang sama, Bank B akan meraih keuntungan normal (π*) saat berada di garis EF. Bank A akan mencapai keuntungan maksimum seperti yang diproyeksikan pada isoprofit kurva EF (A*), ketika keuntungan maksimum bank B sama yaitu

π=

q

a

y

a

- w

a

x

a

= q

b

y

b

- w

b

x

b

Dengan demikian, efisiensi keuntungan bagi Bank A akan diberikan oleh rasio sebenarnya untuk keuntungan maksimal yaitu efisiensi keuntungan Bank A (PEA)

= π/π*.

Dalam literatur kontemporer mengenai efisiensi perbankan, terdapat dua pendekatan dalam profit efficiency didasarkan apakah ada atau tidak adanya kekuatan pasar (market power) yaitu standard profit function dan alternative profit function.

Standard profit efficiency mengukur seberapa dekat bank untuk memproduksi keuntungan maksimum yang mungkin diberikan harga input dan harga output serta variabel lainnya pada tingkat tertentu. Ini dapat diinterpretasikan variabel laba memungkinkan untuk mempertimbangkan pendapatan yang dapat diperoleh dengan memvariasikan output serta input. Harga output diambil sebagai variabel eksogen, memungkinkan untuk inefisiensi dalam pilihan output dari fungsi keuntungan28.

Standard profit efficiency dikaitkan dengan suatu kondisi pasar persaingan sempurna dimana harga input dan harga output ditentukan oleh pasar. Dengan

28

Berger, Allen & Loretta, Mester. Inside the Black Box: What Explains Differences in the Efficiencies of Financial Institutions , Journal of Banking and Finance, Wharton Financial Institution Centre (1997) :hal.8.

*

35

kata lain, tidak ada satupun bank yang dapat menentukkan harga input (p) maupun harga output (w) sehingga bank bertindak sebagai price-taking agent. Mengingat vektor harga input dan output (p) dan(w), bank memaksimalkan keuntungan dengan menyesuaikan jumlah input dan output. Dengan demikian, fungsi keuntungan dapat dinyatakan sebagai :

π=π (w, p,v,u)

fungsi standard profit efficiency dalam natural logaritma dinyatakan sebagai berikut :

In O = f (w,p) + In u + In v

Standard profit efficiency sebagai rasio dari keuntungan sebenarnya dapat memprediksi keuntungan maksimal yang bisa diperoleh jika bank adalah efisien sebagai bank terbaik dalam sampel (best practice banks), setelah dikurangi kesalahan acak, atau proporsi keuntungan maksimal yang benar-benar diterima. Maka dari itu fungsi standart profit efficiency dapat dipresentasikan sebagai berikut :

{ exp [ f ( wb, pb, zb, vb) ] x exp [ In uxb ] } - O Std EFFb = =

max

{ exp [ f ( wb, pb, zb, vb) ] x exp [ In uxmax] - O

Selain dengan pendekatan standard profit efficiency, pengukuran efisiensi juga dapat dilakukan dengan pendekatan alternative profit function. Pendekatan alternative profit function adalah Sebuah perkembangan baru yang menarik dalam analisis efisiensi yang dikembangkan oleh humprey dan pulley (1997). Konsep

ˆ

ˆ

ˆ

ˆ

ˆ

ˆ

36

pendekatan ini memiliki tujuan yang sama dengan konsep standard profit function yaitu memaksimalkan keuntungan. Dalam dunia bisnis, konsep alternative profit function dianggap sebagai konsep minimalisasi biaya29.

Pada standard profit function yang ditentukan dalam hal harga input dan harga output, sedangkan pada alternative profit function yang ditentukan dalam hal harga input dan jumlah output30. Konsep alternative profit function, merupakan konsep yang membantu ketika beberapa asumsi yang mendasari efisiensi biaya dan efisiensi keuntungan standar tidak terpenuhi. Efisiensi di sini diukur dengan seberapa dekat bank mencapai keuntungan maksimal berdasarkan tingkat produksinya daripada harga outputnya.

Alternative profit function mempekerjakan variabel dependen sama dengan fungsi keuntungan standar dan variabel eksogen yang sama sebagai fungsi biaya. Sehingga inefisiensi bukan menghitung penyimpangan dari output yang optimal, seperti dalam standard profit function. Variabel output tetap konstan seperti dalam fungsi biaya, sementara harga output bebas untuk bervariasi dan mempengaruhi keuntungan.

alternative profit function dalam bentuk log dipresentasikan sebagai berikut : In O = f (w,p) + In

u

a + In € a

Seperti hal standard profit function, alternative profit function adalah rasio diprediksi keuntungan sebenarnya untuk keuntungan maksimum diperkirakan

29

Berger, Allen & Loretta, Mester. What Explains the Dramatic Changes in Cost and Profit Performance of the U.S. Banking Industry , Journal of Banking and Finance, Wharton Financial Institution Centre (1999) : h.18.

30 Hassan, Ka ir. The X-Efficiency in Islamic Banks , Islamic Economic Studies, Department of

Dokumen terkait