• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efusi pleura

Dalam dokumen penyakit paru restriksi vs obstruksi (Halaman 42-75)

adlh akumulasi cairan abnormal di ruang pleura dan terjadi akibat penyakit yg mendasari

Akumulasi cairan melebihi volume normal o.k produksi cairan pleura di pleura parietal dan viseral tdk mampu diserap oleh pembuluh limfe dan pembuluh darah

mikropleura visceral dan bila produksi cairan melebihi kemampuan penyerapannya

Efusi pleura produksi meningkat minimal 30 kali normal (melewati kapasitas maksimum ekskresi) dan/atau adanya gangguan absorbsi

Gejala Klinis

Efusi tidak terlalu banyak asimptomatis

Peningkatan efusi sesak napas, trepopnea, nyeri dada, dan batuk

Sesak napas o.k kombinasi dari gangguan pengembangan paru, ventilasi perfusi mismatch dan penurunan cardiac output karena penekanan efusi pada jantung.

Trepopnea : bentuk posisi yg berhubungan sesak napas pasien merasa sesak berkurang dg berbaring pada sisi efusi pleura

Nyeri pleura peradangan pleura parietalis

Batuk o.k inflamasi pleura atau terjadi kompresi dinding bronkus

Pemeriksaan Fisik

Pada sisi toraks yg sakit ditemukan gerakan diafragma berkurang, fremitus suara melemah, perkusi redup, dan auskultasi melemah

Efusi pleura ganas masif menggeser trakea ke sisi kontralateral pelebaran ruang interkosta

Pemeriksaan penunjang 

Foto toraks menilai jumlah cairan pleura dan dilihat adanya kecurigaan kelainan intratoraks

Posisi lateral dekubitus mengetahui keberadaan efusi pleura dg jumlah minimal 5 mL

Efusi masif  jika tekanan pleura lebih rendah pd sisi efusi, mediastinum bergeser menuju sisi efusi

 jika tekanan pleura lebih tinggi pd sisi efusi, mediastinum bergeser menuju sisi kontralateral. Mediastinum yg diinvasi oleh tumor atau proses

Ultrasonografi toraks (USG toraks) mendeteksi jumlah cairan yg sedikit 5-50 ml dan 100% sensitif untuk efusi Computed tomography (CT) scan toraks membedakan kumpulan cairan atau massa, deteksi efusi pleura

loculated, menunjukkan keabnormalan pada parenkim paru, membedakan empyema dengan air fluid level dari abses paru, identifikasi penebalan pleura, evaluasi fisura mayor dan minor, membedakan efusi ganas dan jinak Magnetic resonance imaging kurang memuaskan

Pneumotoraks

adlh terdapatnya udara bebas di dalam rongga pleura, y.i rongga di antara pleura parietalis dan viseralis

Keadaan normalrongga tidak terisi udara dan memiliki tekanan negatif sebesar - 11 sampai - 12 cm air pada

waktu inspirasi dan - 4 sampai - 8 cm air pada saat ekspirasi

o.k terdapat udara bebas tekanan di dalam rongga pleura meningkat lebih positif dari tekanan normal dan bahkan dpt melebihi tekanan atmosfir

 Jaringan paru mengempis yg derajatnya tergantung pada besar kenaikan tekanan

Pengembangan jaringan paru sisi yang sehat terganggu, Mediastinum dg semua isinya terdorong ke arah sisi

PENYEBAB PNEUMOTORAKS

Pneumotorak spontan primer terjadi tanpa riwayat

penyakit paru sebelumnya, trauma, kecelakaan dan dapat terjadi pd individu yg sehat.

Pneumotoraks spontan sekunder terjadi pd penderita yg mempunyai riwayat penyakit paru sebelumnya,

misalnya PPOK, TB paru, dll

Pneumotoraks traumatic terjadi karena trauma di dada, disertai hematopneumotoraks

Pneumotoraks iatrogenic terjadi saat kita melakukan tindakan diagnostik seperti biopsi transtorakal, pungsi pleura

Pneumonia katamenial (catamenial/monthlypneumothorax) terjadi berhubungan dengan siklus menstruasi.

 Jenis kebocorannya, pneumotoraks dapat dibagi menjadi pneumotoraks tertutup, pneumotoraks terbuka dan

pneumotoraks ventil

Gejala Klinik

Keluhan utama : nyeri dada disertai sesak nafas yang timbul secara mendadak

Nyeri o.k perdarahan yg terjadi akibat robekan pteura viseralis dan darah iritasi pada pleura viseralis

Sesak nafas makin hebat o.k pengempisan paru yg terkena dan gangguan pengembangan paru yg sehat

Pemeriksaan Fisik

Inspeksi : hemitoraks yg terkena cembung dg ruang sela iga melebar dan tertinggal pd pernafasan, iktus kordis bergeser ke sisi yg sehat dan trakea terdorong ke sisi yg sehat

Palpasi : fremitus suara melemah, iktus kordis dan trakea bergeser ke sisi yg sehat

Perkusi : di daerah paru yg terserang hipersonor dan diafragma terdorong ke bawah. Batas-batas jantung

bergeser ke sisi yang sehat.

Gambaran Radiologik

Khasberisi udara akan tampak hiperlusen (lebih gelap) tanpa corakan jaringan paru

 Jaringan paru yg menguncup terlihat di daerah hilus dg garis batas yg halus

Derajat kolaps paru pada pneumothorak totalis dapat

dinyatakan dalam persen dengan rumus sebagai berikut :

Rumus mengukur volumenya : (A x B) – (a x b) X 100% (A x B)

Tumor pleura

adlh kanker yg berasal dari sel mesotel yg melapisi rongga pleura, peritoneum, perikardium dan tunika vaginalis

Gejala klinis Tidak khas

Keluhan umum : sesak disertai nyeri dinding dada

cenderung bersifat progresif o.k akumulasi cairan pleura, penebalan pleura, gangguan restriktif maupun komorbid Gejala penyerta : lemah, keringat malam dan penurunan berat badan

Pemeriksaan Fisik

Biasanya tidak membantu diagnosis

Kadang jaringan tumor dapat dirasakan antara tulang rusuk

Radiologi

Thorak radiografi : tidak spesifik dan mirip penyakit lain, termasuk karsinoma metastasis, limfoma, dan penyakit asbes jinak

Gambarannya : unilateral, konsentris, plak, atau penebalan pleura nodular

CT dg kontras : modalitas pemeriksaan pencitraan utama digunakan untk evaluasi penyakit yg diduga pleura

ganas

Hasil temuan kunci CT Scan meliputi efusi pleura unilateral, penebalan pleura nodular, dan penebalan fisura interlobar. Pertumbuhan biasanya mengarah ke bungkus tumor paru-paru dengan cincin

Tumor mediastinum

adlh tumor yg terdapat di dalam mediastinum y.i rongga yg berada diantara paru kanan dan kiri

Gejala klinis

Batuk (60%), nyeri dada (30%), demam (20%), dan sesak napas (16%) berkaitan dengan ukuran dan invasi atau kompresi terhadap organ sekitar

Pemeriksaan fisik

Sesuai dg lokasi, ukuran dan keterbatasan organ lain, misalnya telah terjadi penekanan ke organ sekitarnya

Radiologi

Foto toraks PA/lateral tentukan lokasi tumor, anterior, medial atau posterior

Heitzman membagi tiga gambaran pd tumor mediastinum y.i :

1.Efek dorongan pada struktur mediastinum, untuk

membedakan massa di sentral berasal dari mediastinum. 2.Gambaran deskriptif dari tumor mediastinum adalah halus, batas tajam. Batas halus dibentuk oleh perbatasan pleura viseral dengan parietalyg mengelilingi tumor

mediastinum.

3.Pembentukan obtuse angles diantara batas massa dan perbatasan dengan paru

CT Scan toraks

Mendeskripsi lokasi Menentukan stage

Mencari apakah telah terjadi invasi atau belum.

Mempermudah pelaksanaan pengambilan bahan untuk pemeriksaan sitologi

PPOK

adlh penyakit paru yg bisa dicegah dan diobati, ditandai dg adanya keterbatasan aliran udara yg persisten dan

umumnya bersifat progresif, berhub dg respons inflamasi kronik yg berlebihan pd sal napas dan parenkim paru

Pemeriksaan fisik Inspeksi

- Bentuk dada: barrel chest (dada seperti tong )

- Terdapat cara bernapas purse lips breathing (seperti orang meniup )

- Terlihat penggunaan dan hipertrofi (pembesaran) otot bantu nafas

- Pelebaran sela iga

- Bila telah terjadi gagal jantung kanan terlihat denyut vena jugularis leher dan edema tungkai

Palpasi

- Fremitus melemah - Sela iga melebar Perkusi

- Hipersonor Auskultasi

- Fremitus melemah,

- Suara nafas vesikuler melemah atau normal - Ekspirasi memanjang

- Mengi (biasanya timbul pada eksaserbasi) - Ronki

Radiologis

Radiografi Thoraks

Peradangan dinding bronkus penebalan dinding bronkus,dan tampak sebagai garis paralel tarm line appearance

Tanda obstruksinya : hiperinflasi paru dan gambaran vascular paru yang tampak berkurang atau menurun, sela iga yg melebar dan diafragma yg tampak mendatar

CT scan resolusi tinggi

Mendeteksi emfisema dini dan menilai jenis serta derajat emfisema atau bula yg tdk terdeteksi oleh foto toraks

Asma

adlh penyakit heterogen yg ditandai oleh inflamasi saluran napas

Riwayat penyakit / gejala :

Bersifat episodik, seringkali reversibel dengan atau tanpa pengobatan

Gejala berupa batuk , sesak napas, rasa berat di dada dan berdahak

Gejala timbul/ memburuk terutama malam/ dini hari Diawali oleh faktor pencetus yang bersifat individu Respons terhadap pemberian bronkodilator

Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam riwayat penyakit :

Riwayat keluarga (atopi) Riwayat alergi / atopi

Penyakit lain yang memberatkan

Perkembangan penyakit dan pengobatan

RADIOLOGIS

Sifat asma yg temporer msbbkan gambaran obtruksi pd radiologis toraks juga sementara

Tampak hiperinflasi dan tanda obstruksi jika ada serangan

Bronkiektasis

Berasal dari bahasa Yunani, bronchion : batang tenggorokan dan ektasis : meregang

Ciri khas penyakit ini adalah adanya batuk kronik disertai produksi sputum, adanya hemoptisis dan pneumonia berulang

Batuk produktif kronik, jumlahnya banyak terutama

pada pagi, purulen dan bila ditampung tampak jadi tiga lapisan: (a) Lapisan teratas agak keruh terdiri atas mukus, (b) Lapisan tengah jernih terdiri atas saliva dan (c)

Lapisan terbawah keruh terdiri atas nanah dan jaringan nekrosis dari bronkus yg rusak

RADIOLOGI

Rontgen dada

Gambarannya sering tidak spesifik.

Gambaran rongga udara yang melebar : gambaran sarang lebah (honeycomb appearance)

High Resolution Computed Tomography (HRCT) dada Gold standard diagnosis bronkiektasis ditemukan

gambaran bronkus yang di sebut ’tramlines’ atau ’signet ring’

Secara umum gangguan pada pada saluran napas dapat berupa sumbatan pada jalan napas (obstruksi) atau

gangguan yang menyebabkan paru tidak dapat berkembang secara sempurna (restriktif).

Penyakit Paru Restriksi pada referat ini meliputi atelektasis, tumor paru, pneumonia, efusi pleura, pneumotorak, tumor pleura, tumor mediastinum.

Penyakit paru obstruksi pada referat ini meliputi asma

Dalam dokumen penyakit paru restriksi vs obstruksi (Halaman 42-75)

Dokumen terkait