adlh akumulasi cairan abnormal di ruang pleura dan terjadi akibat penyakit yg mendasari
Akumulasi cairan melebihi volume normal o.k produksi cairan pleura di pleura parietal dan viseral tdk mampu diserap oleh pembuluh limfe dan pembuluh darah
mikropleura visceral dan bila produksi cairan melebihi kemampuan penyerapannya
Efusi pleura produksi meningkat minimal 30 kali normal (melewati kapasitas maksimum ekskresi) dan/atau adanya gangguan absorbsi
Gejala Klinis
Efusi tidak terlalu banyak asimptomatis
Peningkatan efusi sesak napas, trepopnea, nyeri dada, dan batuk
Sesak napas o.k kombinasi dari gangguan pengembangan paru, ventilasi perfusi mismatch dan penurunan cardiac output karena penekanan efusi pada jantung.
Trepopnea : bentuk posisi yg berhubungan sesak napas pasien merasa sesak berkurang dg berbaring pada sisi efusi pleura
Nyeri pleura peradangan pleura parietalis
Batuk o.k inflamasi pleura atau terjadi kompresi dinding bronkus
Pemeriksaan Fisik
Pada sisi toraks yg sakit ditemukan gerakan diafragma berkurang, fremitus suara melemah, perkusi redup, dan auskultasi melemah
Efusi pleura ganas masif menggeser trakea ke sisi kontralateral pelebaran ruang interkosta
Pemeriksaan penunjang
Foto toraks menilai jumlah cairan pleura dan dilihat adanya kecurigaan kelainan intratoraks
Posisi lateral dekubitus mengetahui keberadaan efusi pleura dg jumlah minimal 5 mL
Efusi masif jika tekanan pleura lebih rendah pd sisi efusi, mediastinum bergeser menuju sisi efusi
jika tekanan pleura lebih tinggi pd sisi efusi, mediastinum bergeser menuju sisi kontralateral. Mediastinum yg diinvasi oleh tumor atau proses
Ultrasonografi toraks (USG toraks) mendeteksi jumlah cairan yg sedikit 5-50 ml dan 100% sensitif untuk efusi Computed tomography (CT) scan toraks membedakan kumpulan cairan atau massa, deteksi efusi pleura
loculated, menunjukkan keabnormalan pada parenkim paru, membedakan empyema dengan air fluid level dari abses paru, identifikasi penebalan pleura, evaluasi fisura mayor dan minor, membedakan efusi ganas dan jinak Magnetic resonance imaging kurang memuaskan
Pneumotoraks
adlh terdapatnya udara bebas di dalam rongga pleura, y.i rongga di antara pleura parietalis dan viseralis
Keadaan normalrongga tidak terisi udara dan memiliki tekanan negatif sebesar - 11 sampai - 12 cm air pada
waktu inspirasi dan - 4 sampai - 8 cm air pada saat ekspirasi
o.k terdapat udara bebas tekanan di dalam rongga pleura meningkat lebih positif dari tekanan normal dan bahkan dpt melebihi tekanan atmosfir
Jaringan paru mengempis yg derajatnya tergantung pada besar kenaikan tekanan
Pengembangan jaringan paru sisi yang sehat terganggu, Mediastinum dg semua isinya terdorong ke arah sisi
PENYEBAB PNEUMOTORAKS
Pneumotorak spontan primer terjadi tanpa riwayat
penyakit paru sebelumnya, trauma, kecelakaan dan dapat terjadi pd individu yg sehat.
Pneumotoraks spontan sekunder terjadi pd penderita yg mempunyai riwayat penyakit paru sebelumnya,
misalnya PPOK, TB paru, dll
Pneumotoraks traumatic terjadi karena trauma di dada, disertai hematopneumotoraks
Pneumotoraks iatrogenic terjadi saat kita melakukan tindakan diagnostik seperti biopsi transtorakal, pungsi pleura
Pneumonia katamenial (catamenial/monthlypneumothorax) terjadi berhubungan dengan siklus menstruasi.
Jenis kebocorannya, pneumotoraks dapat dibagi menjadi pneumotoraks tertutup, pneumotoraks terbuka dan
pneumotoraks ventil
Gejala Klinik
Keluhan utama : nyeri dada disertai sesak nafas yang timbul secara mendadak
Nyeri o.k perdarahan yg terjadi akibat robekan pteura viseralis dan darah iritasi pada pleura viseralis
Sesak nafas makin hebat o.k pengempisan paru yg terkena dan gangguan pengembangan paru yg sehat
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi : hemitoraks yg terkena cembung dg ruang sela iga melebar dan tertinggal pd pernafasan, iktus kordis bergeser ke sisi yg sehat dan trakea terdorong ke sisi yg sehat
Palpasi : fremitus suara melemah, iktus kordis dan trakea bergeser ke sisi yg sehat
Perkusi : di daerah paru yg terserang hipersonor dan diafragma terdorong ke bawah. Batas-batas jantung
bergeser ke sisi yang sehat.
Gambaran Radiologik
Khasberisi udara akan tampak hiperlusen (lebih gelap) tanpa corakan jaringan paru
Jaringan paru yg menguncup terlihat di daerah hilus dg garis batas yg halus
Derajat kolaps paru pada pneumothorak totalis dapat
dinyatakan dalam persen dengan rumus sebagai berikut :
Rumus mengukur volumenya : (A x B) – (a x b) X 100% (A x B)
Tumor pleura
adlh kanker yg berasal dari sel mesotel yg melapisi rongga pleura, peritoneum, perikardium dan tunika vaginalis
Gejala klinis Tidak khas
Keluhan umum : sesak disertai nyeri dinding dada
cenderung bersifat progresif o.k akumulasi cairan pleura, penebalan pleura, gangguan restriktif maupun komorbid Gejala penyerta : lemah, keringat malam dan penurunan berat badan
Pemeriksaan Fisik
Biasanya tidak membantu diagnosis
Kadang jaringan tumor dapat dirasakan antara tulang rusuk
Radiologi
Thorak radiografi : tidak spesifik dan mirip penyakit lain, termasuk karsinoma metastasis, limfoma, dan penyakit asbes jinak
Gambarannya : unilateral, konsentris, plak, atau penebalan pleura nodular
CT dg kontras : modalitas pemeriksaan pencitraan utama digunakan untk evaluasi penyakit yg diduga pleura
ganas
Hasil temuan kunci CT Scan meliputi efusi pleura unilateral, penebalan pleura nodular, dan penebalan fisura interlobar. Pertumbuhan biasanya mengarah ke bungkus tumor paru-paru dengan cincin
Tumor mediastinum
adlh tumor yg terdapat di dalam mediastinum y.i rongga yg berada diantara paru kanan dan kiri
Gejala klinis
Batuk (60%), nyeri dada (30%), demam (20%), dan sesak napas (16%) berkaitan dengan ukuran dan invasi atau kompresi terhadap organ sekitar
Pemeriksaan fisik
Sesuai dg lokasi, ukuran dan keterbatasan organ lain, misalnya telah terjadi penekanan ke organ sekitarnya
Radiologi
Foto toraks PA/lateral tentukan lokasi tumor, anterior, medial atau posterior
Heitzman membagi tiga gambaran pd tumor mediastinum y.i :
1.Efek dorongan pada struktur mediastinum, untuk
membedakan massa di sentral berasal dari mediastinum. 2.Gambaran deskriptif dari tumor mediastinum adalah halus, batas tajam. Batas halus dibentuk oleh perbatasan pleura viseral dengan parietalyg mengelilingi tumor
mediastinum.
3.Pembentukan obtuse angles diantara batas massa dan perbatasan dengan paru
CT Scan toraks
Mendeskripsi lokasi Menentukan stage
Mencari apakah telah terjadi invasi atau belum.
Mempermudah pelaksanaan pengambilan bahan untuk pemeriksaan sitologi
PPOK
adlh penyakit paru yg bisa dicegah dan diobati, ditandai dg adanya keterbatasan aliran udara yg persisten dan
umumnya bersifat progresif, berhub dg respons inflamasi kronik yg berlebihan pd sal napas dan parenkim paru
Pemeriksaan fisik Inspeksi
- Bentuk dada: barrel chest (dada seperti tong )
- Terdapat cara bernapas purse lips breathing (seperti orang meniup )
- Terlihat penggunaan dan hipertrofi (pembesaran) otot bantu nafas
- Pelebaran sela iga
- Bila telah terjadi gagal jantung kanan terlihat denyut vena jugularis leher dan edema tungkai
Palpasi
- Fremitus melemah - Sela iga melebar Perkusi
- Hipersonor Auskultasi
- Fremitus melemah,
- Suara nafas vesikuler melemah atau normal - Ekspirasi memanjang
- Mengi (biasanya timbul pada eksaserbasi) - Ronki
Radiologis
Radiografi Thoraks
Peradangan dinding bronkus penebalan dinding bronkus,dan tampak sebagai garis paralel tarm line appearance
Tanda obstruksinya : hiperinflasi paru dan gambaran vascular paru yang tampak berkurang atau menurun, sela iga yg melebar dan diafragma yg tampak mendatar
CT scan resolusi tinggi
Mendeteksi emfisema dini dan menilai jenis serta derajat emfisema atau bula yg tdk terdeteksi oleh foto toraks
Asma
adlh penyakit heterogen yg ditandai oleh inflamasi saluran napas
Riwayat penyakit / gejala :
Bersifat episodik, seringkali reversibel dengan atau tanpa pengobatan
Gejala berupa batuk , sesak napas, rasa berat di dada dan berdahak
Gejala timbul/ memburuk terutama malam/ dini hari Diawali oleh faktor pencetus yang bersifat individu Respons terhadap pemberian bronkodilator
Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam riwayat penyakit :
Riwayat keluarga (atopi) Riwayat alergi / atopi
Penyakit lain yang memberatkan
Perkembangan penyakit dan pengobatan
RADIOLOGIS
Sifat asma yg temporer msbbkan gambaran obtruksi pd radiologis toraks juga sementara
Tampak hiperinflasi dan tanda obstruksi jika ada serangan
Bronkiektasis
Berasal dari bahasa Yunani, bronchion : batang tenggorokan dan ektasis : meregang
Ciri khas penyakit ini adalah adanya batuk kronik disertai produksi sputum, adanya hemoptisis dan pneumonia berulang
Batuk produktif kronik, jumlahnya banyak terutama
pada pagi, purulen dan bila ditampung tampak jadi tiga lapisan: (a) Lapisan teratas agak keruh terdiri atas mukus, (b) Lapisan tengah jernih terdiri atas saliva dan (c)
Lapisan terbawah keruh terdiri atas nanah dan jaringan nekrosis dari bronkus yg rusak
RADIOLOGI
Rontgen dada
Gambarannya sering tidak spesifik.
Gambaran rongga udara yang melebar : gambaran sarang lebah (honeycomb appearance)
High Resolution Computed Tomography (HRCT) dada Gold standard diagnosis bronkiektasis ditemukan
gambaran bronkus yang di sebut ’tramlines’ atau ’signet ring’
Secara umum gangguan pada pada saluran napas dapat berupa sumbatan pada jalan napas (obstruksi) atau
gangguan yang menyebabkan paru tidak dapat berkembang secara sempurna (restriktif).
Penyakit Paru Restriksi pada referat ini meliputi atelektasis, tumor paru, pneumonia, efusi pleura, pneumotorak, tumor pleura, tumor mediastinum.
Penyakit paru obstruksi pada referat ini meliputi asma