Oleh : Dyan Tony Cahya Alam, dr Oleh : Dyan Tony Cahya Alam, dr
Pembimbing : Dr. JB. Prasodjo, dr. Sp.Rad (K) Pembimbing : Dr. JB. Prasodjo, dr. Sp.Rad (K)
Atelektasis
Bahasa Yunani yaitu ateles dan ektasis yang berarti ekspansi yang tidak komplet
Tanda dan gejala atelektasis tidak spesifik, Berdampingan dg peyakit paru lainnya
Gejala yg timbul berhub dg luasnya daerah yg mengalami atelektasis
ATELEKTASIS BERDASAR POLA
Gambaran radiologis atelektasis bervariasi dari konsolidasi lobus dg volume paru yg hilang minimal s.d kolaps total parenkim paru
Atelektasis total/atelektasis komplit paru
Atelektasis total paru o.k sumbatan pd bronkus utama
tampak gambaran opasitas seluruh hemitoraks, retraksi, hiperinflasi paru kontralateral, pergeseran mediastinum ke arah paru yang atelektasis
Atelektasis lobaris
1. Atelektasis lobus atas kanan
Atelektasis lobus atas kanan opasitas lobus atas kanan dengan elevasi fisura horisontal yg berotasi ke atas dan medial, elevasi hemidiafragma kanan dan juxtaphrenic peak
Proyeksi lateral opasitas bentuk segitiga dg bagian apeks di daerah hilus dan dasar berbatasan dengan
pleura parietal, pergeseran fisura oblik ke depan, deviasi trakea ke kanan ,hiperinflasi kompensasi lobus medius dan lobus bawah segmen superior
Atelektasis lobus atas kanan dsbb tumor besar daerah hilus fisura horisontal gambaran S sign of golden
2. Atelektasis lobus atas kiri
Gambaran atelektasis lobus atas kiri
Proyeksi foto toraks lateral perubahan tempat seluruh fisura oblik ke depan hampir paralel dg dinding dada bagian depan, lobus atas retraksi menjauhi dinding dada dan diafragma pd atelektasis komplit tampak
gambaran opasitas memanjang dari apeks dan hampir/mencapai diafragma
Proyeksi dari depantampak opasitas non homogen, luftsichel sign (air crescent), hilus yang terangkat dan deviasi trakea ke kiri
3. Atelektasis lobus medius kanan
Gambaran atelektasis lobus medius kanan
Foto toraks proyeksi postero anterior pengaburan batas jantung kanan (silhouette sign)
Proyeksi lateral gambaran opasitas berbentuk irisan membujur dari hilus (bagian apeks) menuju pleura (bagian dasar)
Atelektasis lobus medius kanan : middle lobe syndrome y.i atelektasis melibatkan lobus medius kanan dan atau
lingula
Karakteristik sindroma : adanya kolaps dari lobus medius bersifat kronik dan rekuren
4. Atelektasis lobus bawah kanan dan kiri
Atelektasis lobus bawah kanan peningkatan opasitas di toraks bagian bawah tanpa silhoutte dari batas jantung kanan
Foto proyeksi PApenurunan fisura horisontal,
pergeseran ke medial dari fisura oblik, opasitas kolaps lobus bawah kiri kabur o.k ada gambaran jantung,
mediastinum dan sebagian diafragma yg berbatasan pd bag kolaps tampak kabur
Tanda tidak langsung adanya hiperinflasi lobus di atasnya
5. Atelektasis lobaris kombinasi
a. Atelektasis kombinasi lobus medius dan bawah kanan. o.k obstruksi bronkus intermedius
Foto proyeksi depan mirip dg atelektasis lobus bawah, tp fisura horizontal tdk tampak, opasitas mencapai lateral dinding dada
Proyeksi foto PA pergeseran ke bawah fisura oblik dan horizontal, hilus kanan dan hiperinflasi lobus atas kanan
b. Atelektasis kombinasi lobus atas dan medius kanan.
Gambaran radiologi mirip dg atelektasis lobus atas kiri Foto toraks proyeksi PA opasitas mengaburkan batas mediastinum dan memudar di lateral, pergeseran hilus dan pengaburan bayangan aorta dan atrium kanan
Foto proyeksi lateral Fisura oblik dapat terlihat lurus, konveks ke depan atau konveks ke belakang
6. Atelektasis lobaris migrasi
Atelektasis lobus berisi dengan cairan, pneumonia konsolidasi atau tumor dpt bermigrasi di dalam hemitoraks dg perubahan posisi tubuh
Gambaran radiologi posisi supine proyeksi antero posterior (AP) tampak atelektasis lobus atas kanan Proyeksi PA atelektasis bermigrasi ke bawah
membentuk gambaran opasitas perihiler atau infrahiler yg mengaburkan batas jantung kanan
Atelektasis segmental
Atelektasis segmental o.k obstruksi bronkus yg dihubungkan dg pneumonitis obstruksi
Opasitas homogen sesuai dengan distribusi anatomi segmen bronkopulmoner
Atelektasis linear (plate
Atelektasis linear (plate –– like atelectasis/discoid atelektasis)like atelectasis/discoid atelektasis)
Atelektasis linear
Atelektasis linear manifestasi tipikal opasitas jaringanmanifestasi tipikal opasitas jaringan berbentuk linear dg ketebalan 1
berbentuk linear dg ketebalan 1 –– 3 mm dan panjang 43 mm dan panjang 4 –– 1010 cm terjadi pd lobus tengah dan bawah, garis bisa dlm
cm terjadi pd lobus tengah dan bawah, garis bisa dlm bentuk horisontal atau oblik
Atelektasis lingkaran (round/rounded atelectasis) Atelektasis lingkaran (round/rounded atelectasis)
Dihubungkan dg penebalan fokal pleura dan terjadi di Dihubungkan dg penebalan fokal pleura dan terjadi di lobus bawah
lobus bawah
Gambaran radiologi
Gambaran radiologi opasitas homogen hampiropasitas homogen hampir berbentuk lingkaran, oval, berbentuk irisan, massa berbentuk lingkaran, oval, berbentuk irisan, massa
berbentuk ireguler di paru bagian perifer berdekatan dg berbentuk ireguler di paru bagian perifer berdekatan dg pleura yg menebal
pleura yg menebal
Computed tomography scan
Computed tomography scan (CT scan)(CT scan)Bronkus danBronkus dan pembuluh darah bergabung
pembuluh darah bergabung curvi-linearcurvi-linear melewatimelewati massa mirip dg ekor komet (comet tail sign)
Gejala umum : sesak napas, batuk seringnya batuk non produktif, pleuritis, demam bila terjadi pneumonia
Bila melibatkan sejumlah besar paru atau atelektasis yang berkembang dg cepat gejala sesak napas berat, mendadak, takikardi, takipneu, sianosis, hipotensi s.d syok
Didapatkan deviasi trakea ke arah yg sakit. Pekak pada perkusi daerah yang atelektasis
Auskultasi : suara napas yang berkurang sampai tidak ada. Pasien dg obstruksi parsial : ronki, wheezing lokal pada
ekspirasi paksa dan pemanjangan waktu inspirasi lokal pd daerah yg terkena
Pemeriksaan radiologi meliputi foto toraks konvensional, CT scan toraks, magnetic resonance imaging (MRI) toraks dan ultra sonography (USG) toraks
Gambaran radiologi atelektasis paru y.i tanda langsung (direct sign) dan tanda tidak langsung (indirect sign) Tanda langsung : perubahan posisi fisura antar lobus,
kurangnya aerasi, gambaran corakan brokovaskular dan pembuluh darah yang padat
Tanda tidak langsung : opasitas lokal meningkat, elevasi diafragma, perubahan posisi hilus, perubahan posisi
mediastinum, hiperinflasi kompensasi paru sekitarnya dan penyempitan sela iga
Computed tomography scan toraks
Membantu mengidentifikasi kelainan endo bronkial, bronkiektasis distal dan kelainan parenkim lainnya Magnetic resonance imaging toraks
Membedakan antara tumor dengan kolaps paru yang tidak dapat dibedakan menggunakan CT scan
Ultrasonography toraks
Berperan untuk membedakan atelektasis lobus bawah dengan efusi pleura terlokalisir
Kanker Paru
Adalah semua penyakit keganasan di paru mencakup keganasan yang berasal dari paru maupun keganasan dari luar paru (metastasis tumor di paru)
Etiologi pasti belum diketahui
Faktor rsiko : laki‐laki, usia lebih dari 40 tahun, pengguna tembakau (perokok putih, kretek atau cerutu), dan hidup dalam lingkungan asap tembakau (perokok pasif), radon dan asbes
Anamnesis
Keluhan : Batuk, batuk darah, sesak napas, suara serak, sakit dada, sulit / sakit menelan, benjolan di pangkal leher,
sembab muka dan leher, kadang-kadang disertai sembab lengan dengan rasa nyeri yang hebat, berat badan
berkurang, nafsu makan hilang, demam hilang timbul, sindrom paraneoplastik
Pemeriksaan Fisik
penurunan suara dasar vesikuler, ronchi, dan perkusi paru meredup
Radiologi
Foto toraks :
Dapat dilihat bila masa tumor dengan ukuran tumor lebih dari 1 cm
Tanda : tepi ireguler, disertai identasi pleura, tumor satelit tumor, dll. Juga dpt ditemukan invasi ke dinding dada, efusi pleura, efusi perikard dan metastasis intrapulmoner
CT-Scan toraks :
Dapat mendeteksi tumor dg ukuran lebih kecil dari 1 cm secara lebih tepat
Tanda-tanda proses keganasan, penekanan terhadap
bronkus, tumor intra bronkial, atelektasis, efusi pleura yg tidak masif dan invasi ke mediastinum dan dinding dada meski tanpa gejala
Keterlibatan KGB untuk menentukan stage karena pembesaran KGB (N1 s/d N3) dapat dideteksi
Pneumonia
adalah inflamasi atau infeksi yang mengenai jaringan paru. Terutama pada unit pergantian gas (bronkiolus terminalis dan respiratorik, alveoli, dan jaringan intersisium) yang disebabkan oleh mikroorganisme
Gejala klinis :
Panas, menggigil, nyeri dada saat bernapas, dan batuk kering atau dg dahak purulen atau mukoid berwarna kuning atau hijau dan disertai sedikit darah
Tingkat keparahan dinilai dari sistem CURB-65 dari 5 gejala y.i tingkat kesadaran, jumlah pernafasan > 30 x/
m, tekanan
darah sistolik < 90 mmHg atau diastolik < 60 mmHg, urea > 7 mmol/liter, Usia lebih dari 65 th
Pemeriksaan Fisik
Pengembangan dada tertinggal pd sisi dada yg terinfeksi, dg tanda-tanda konsolidasi : penurunan jumlah oksigen yg masuk ke paru
Penurunan suara saat dilakukan pemeriksaan perkusi dada
Peningkatan suara dasar vesikuler disertai ronki basah
halus pada auskultasistadium resolusi biasanya ronki basah kasar
Pemeriksaan Radiologis
Foto radiologi salah satu cara terbaik mendeteksi yg dicurigai pneumonia
Gambaran radiologinya hilangnya udara dan diisi dengan peningkatan opasitas.
Pada saluran udara kecil tampak dikelilingi opasitas air-bronkograms
Gambaran sisi tepi yg samar dan dibagian tengah
gambaran terdapat opasitas shg menutupi bagian lain dari thoraks opasitas groud-glass.
Pemeriksaan USG dapat dilakukan untuk memeriksa opasitas dari pleura
Pemeriksaan CT gold standart penderita pneumonia untuk mendiagnosis secara cepat
Pneumonia pada seorang pasien ditemukan adanya infiltrat bilateral bronkopneumonia
Efusi pleura
adlh akumulasi cairan abnormal di ruang pleura dan terjadi akibat penyakit yg mendasari
Akumulasi cairan melebihi volume normal o.k produksi cairan pleura di pleura parietal dan viseral tdk mampu diserap oleh pembuluh limfe dan pembuluh darah
mikropleura visceral dan bila produksi cairan melebihi kemampuan penyerapannya
Efusi pleura produksi meningkat minimal 30 kali normal (melewati kapasitas maksimum ekskresi) dan/atau adanya gangguan absorbsi
Gejala Klinis
Efusi tidak terlalu banyak asimptomatis
Peningkatan efusi sesak napas, trepopnea, nyeri dada, dan batuk
Sesak napas o.k kombinasi dari gangguan pengembangan paru, ventilasi perfusi mismatch dan penurunan cardiac output karena penekanan efusi pada jantung.
Trepopnea : bentuk posisi yg berhubungan sesak napas pasien merasa sesak berkurang dg berbaring pada sisi efusi pleura
Nyeri pleura peradangan pleura parietalis
Batuk o.k inflamasi pleura atau terjadi kompresi dinding bronkus
Pemeriksaan Fisik
Pada sisi toraks yg sakit ditemukan gerakan diafragma berkurang, fremitus suara melemah, perkusi redup, dan auskultasi melemah
Efusi pleura ganas masif menggeser trakea ke sisi kontralateral pelebaran ruang interkosta
Pemeriksaan penunjang
Foto toraks menilai jumlah cairan pleura dan dilihat adanya kecurigaan kelainan intratoraks
Posisi lateral dekubitus mengetahui keberadaan efusi pleura dg jumlah minimal 5 mL
Efusi masif jika tekanan pleura lebih rendah pd sisi efusi, mediastinum bergeser menuju sisi efusi
jika tekanan pleura lebih tinggi pd sisi efusi, mediastinum bergeser menuju sisi kontralateral. Mediastinum yg diinvasi oleh tumor atau proses
Ultrasonografi toraks (USG toraks) mendeteksi jumlah cairan yg sedikit 5-50 ml dan 100% sensitif untuk efusi Computed tomography (CT) scan toraks membedakan kumpulan cairan atau massa, deteksi efusi pleura
loculated, menunjukkan keabnormalan pada parenkim paru, membedakan empyema dengan air fluid level dari abses paru, identifikasi penebalan pleura, evaluasi fisura mayor dan minor, membedakan efusi ganas dan jinak Magnetic resonance imaging kurang memuaskan
Pneumotoraks
adlh terdapatnya udara bebas di dalam rongga pleura, y.i rongga di antara pleura parietalis dan viseralis
Keadaan normalrongga tidak terisi udara dan memiliki tekanan negatif sebesar - 11 sampai - 12 cm air pada
waktu inspirasi dan - 4 sampai - 8 cm air pada saat ekspirasi
o.k terdapat udara bebas tekanan di dalam rongga pleura meningkat lebih positif dari tekanan normal dan bahkan dpt melebihi tekanan atmosfir
Jaringan paru mengempis yg derajatnya tergantung pada besar kenaikan tekanan
Pengembangan jaringan paru sisi yang sehat terganggu, Mediastinum dg semua isinya terdorong ke arah sisi
PENYEBAB PNEUMOTORAKS
Pneumotorak spontan primer terjadi tanpa riwayat
penyakit paru sebelumnya, trauma, kecelakaan dan dapat terjadi pd individu yg sehat.
Pneumotoraks spontan sekunder terjadi pd penderita yg mempunyai riwayat penyakit paru sebelumnya,
misalnya PPOK, TB paru, dll
Pneumotoraks traumatic terjadi karena trauma di dada, disertai hematopneumotoraks
Pneumotoraks iatrogenic terjadi saat kita melakukan tindakan diagnostik seperti biopsi transtorakal, pungsi pleura
Pneumonia katamenial (catamenial/monthlypneumothorax) terjadi berhubungan dengan siklus menstruasi.
Jenis kebocorannya, pneumotoraks dapat dibagi menjadi pneumotoraks tertutup, pneumotoraks terbuka dan
pneumotoraks ventil
Gejala Klinik
Keluhan utama : nyeri dada disertai sesak nafas yang timbul secara mendadak
Nyeri o.k perdarahan yg terjadi akibat robekan pteura viseralis dan darah iritasi pada pleura viseralis
Sesak nafas makin hebat o.k pengempisan paru yg terkena dan gangguan pengembangan paru yg sehat
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi : hemitoraks yg terkena cembung dg ruang sela iga melebar dan tertinggal pd pernafasan, iktus kordis bergeser ke sisi yg sehat dan trakea terdorong ke sisi yg sehat
Palpasi : fremitus suara melemah, iktus kordis dan trakea bergeser ke sisi yg sehat
Perkusi : di daerah paru yg terserang hipersonor dan diafragma terdorong ke bawah. Batas-batas jantung
bergeser ke sisi yang sehat.
Gambaran Radiologik
Khasberisi udara akan tampak hiperlusen (lebih gelap) tanpa corakan jaringan paru
Jaringan paru yg menguncup terlihat di daerah hilus dg garis batas yg halus
Derajat kolaps paru pada pneumothorak totalis dapat
dinyatakan dalam persen dengan rumus sebagai berikut :
Rumus mengukur volumenya : (A x B) – (a x b) X 100% (A x B)
Tumor pleura
adlh kanker yg berasal dari sel mesotel yg melapisi rongga pleura, peritoneum, perikardium dan tunika vaginalis
Gejala klinis Tidak khas
Keluhan umum : sesak disertai nyeri dinding dada
cenderung bersifat progresif o.k akumulasi cairan pleura, penebalan pleura, gangguan restriktif maupun komorbid Gejala penyerta : lemah, keringat malam dan penurunan berat badan
Pemeriksaan Fisik
Biasanya tidak membantu diagnosis
Kadang jaringan tumor dapat dirasakan antara tulang rusuk
Radiologi
Thorak radiografi : tidak spesifik dan mirip penyakit lain, termasuk karsinoma metastasis, limfoma, dan penyakit asbes jinak
Gambarannya : unilateral, konsentris, plak, atau penebalan pleura nodular
CT dg kontras : modalitas pemeriksaan pencitraan utama digunakan untk evaluasi penyakit yg diduga pleura
ganas
Hasil temuan kunci CT Scan meliputi efusi pleura unilateral, penebalan pleura nodular, dan penebalan fisura interlobar. Pertumbuhan biasanya mengarah ke bungkus tumor paru-paru dengan cincin
Tumor mediastinum
adlh tumor yg terdapat di dalam mediastinum y.i rongga yg berada diantara paru kanan dan kiri
Gejala klinis
Batuk (60%), nyeri dada (30%), demam (20%), dan sesak napas (16%) berkaitan dengan ukuran dan invasi atau kompresi terhadap organ sekitar
Pemeriksaan fisik
Sesuai dg lokasi, ukuran dan keterbatasan organ lain, misalnya telah terjadi penekanan ke organ sekitarnya
Radiologi
Foto toraks PA/lateral tentukan lokasi tumor, anterior, medial atau posterior
Heitzman membagi tiga gambaran pd tumor mediastinum y.i :
1.Efek dorongan pada struktur mediastinum, untuk
membedakan massa di sentral berasal dari mediastinum. 2.Gambaran deskriptif dari tumor mediastinum adalah halus, batas tajam. Batas halus dibentuk oleh perbatasan pleura viseral dengan parietalyg mengelilingi tumor
mediastinum.
3.Pembentukan obtuse angles diantara batas massa dan perbatasan dengan paru
CT Scan toraks
Mendeskripsi lokasi Menentukan stage
Mencari apakah telah terjadi invasi atau belum.
Mempermudah pelaksanaan pengambilan bahan untuk pemeriksaan sitologi
PPOK
adlh penyakit paru yg bisa dicegah dan diobati, ditandai dg adanya keterbatasan aliran udara yg persisten dan
umumnya bersifat progresif, berhub dg respons inflamasi kronik yg berlebihan pd sal napas dan parenkim paru
Pemeriksaan fisik Inspeksi
- Bentuk dada: barrel chest (dada seperti tong )
- Terdapat cara bernapas purse lips breathing (seperti orang meniup )
- Terlihat penggunaan dan hipertrofi (pembesaran) otot bantu nafas
- Pelebaran sela iga
- Bila telah terjadi gagal jantung kanan terlihat denyut vena jugularis leher dan edema tungkai
Palpasi
- Fremitus melemah - Sela iga melebar Perkusi
- Hipersonor Auskultasi
- Fremitus melemah,
- Suara nafas vesikuler melemah atau normal - Ekspirasi memanjang
- Mengi (biasanya timbul pada eksaserbasi) - Ronki
Radiologis
Radiografi Thoraks
Peradangan dinding bronkus penebalan dinding bronkus,dan tampak sebagai garis paralel tarm line appearance
Tanda obstruksinya : hiperinflasi paru dan gambaran vascular paru yang tampak berkurang atau menurun, sela iga yg melebar dan diafragma yg tampak mendatar
CT scan resolusi tinggi
Mendeteksi emfisema dini dan menilai jenis serta derajat emfisema atau bula yg tdk terdeteksi oleh foto toraks
Asma
adlh penyakit heterogen yg ditandai oleh inflamasi saluran napas
Riwayat penyakit / gejala :
Bersifat episodik, seringkali reversibel dengan atau tanpa pengobatan
Gejala berupa batuk , sesak napas, rasa berat di dada dan berdahak
Gejala timbul/ memburuk terutama malam/ dini hari Diawali oleh faktor pencetus yang bersifat individu Respons terhadap pemberian bronkodilator
Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam riwayat penyakit :
Riwayat keluarga (atopi) Riwayat alergi / atopi
Penyakit lain yang memberatkan
Perkembangan penyakit dan pengobatan
RADIOLOGIS
Sifat asma yg temporer msbbkan gambaran obtruksi pd radiologis toraks juga sementara
Tampak hiperinflasi dan tanda obstruksi jika ada serangan
Bronkiektasis
Berasal dari bahasa Yunani, bronchion : batang tenggorokan dan ektasis : meregang
Ciri khas penyakit ini adalah adanya batuk kronik disertai produksi sputum, adanya hemoptisis dan pneumonia berulang
Batuk produktif kronik, jumlahnya banyak terutama
pada pagi, purulen dan bila ditampung tampak jadi tiga lapisan: (a) Lapisan teratas agak keruh terdiri atas mukus, (b) Lapisan tengah jernih terdiri atas saliva dan (c)
Lapisan terbawah keruh terdiri atas nanah dan jaringan nekrosis dari bronkus yg rusak
RADIOLOGI
Rontgen dada
Gambarannya sering tidak spesifik.
Gambaran rongga udara yang melebar : gambaran sarang lebah (honeycomb appearance)
High Resolution Computed Tomography (HRCT) dada Gold standard diagnosis bronkiektasis ditemukan
gambaran bronkus yang di sebut ’tramlines’ atau ’signet ring’
Secara umum gangguan pada pada saluran napas dapat
berupa sumbatan pada jalan napas (obstruksi) atau gangguan yang menyebabkan paru tidak dapat
berkembang secara sempurna (restriktif).
Penyakit Paru Restriksi pada referat ini meliputi atelektasis,
tumor paru, pneumonia, efusi pleura, pneumotorak, tumor pleura, tumor mediastinum.
Penyakit paru obstruksi pada referat ini meliputi asma