• Tidak ada hasil yang ditemukan

penyakit paru restriksi vs obstruksi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "penyakit paru restriksi vs obstruksi"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh : Dyan Tony Cahya Alam, dr Oleh : Dyan Tony Cahya Alam, dr

Pembimbing : Dr. JB. Prasodjo, dr. Sp.Rad (K) Pembimbing : Dr. JB. Prasodjo, dr. Sp.Rad (K)

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

Atelektasis

Bahasa Yunani yaitu ateles dan ektasis yang berarti ekspansi yang tidak komplet

Tanda dan gejala atelektasis tidak spesifik, Berdampingan dg peyakit paru lainnya

Gejala yg timbul berhub dg luasnya daerah yg mengalami atelektasis

(7)

ATELEKTASIS BERDASAR POLA

Gambaran radiologis atelektasis bervariasi dari konsolidasi lobus dg volume paru yg hilang minimal s.d kolaps total parenkim paru

Atelektasis total/atelektasis komplit paru

Atelektasis total paru o.k sumbatan pd bronkus utama

tampak gambaran opasitas seluruh hemitoraks, retraksi, hiperinflasi paru kontralateral, pergeseran mediastinum ke arah paru yang atelektasis

(8)
(9)

Atelektasis lobaris

1. Atelektasis lobus atas kanan

Atelektasis lobus atas kanan  opasitas lobus atas kanan dengan elevasi fisura horisontal yg berotasi ke atas dan medial, elevasi hemidiafragma kanan dan juxtaphrenic  peak

Proyeksi lateral  opasitas bentuk segitiga dg bagian apeks di daerah hilus dan dasar berbatasan dengan

pleura parietal, pergeseran fisura oblik ke depan, deviasi trakea ke kanan ,hiperinflasi kompensasi lobus medius dan lobus bawah segmen superior

Atelektasis lobus atas kanan dsbb tumor besar daerah hilus fisura horisontal gambaran S sign of golden

(10)
(11)

2. Atelektasis lobus atas kiri

Gambaran atelektasis lobus atas kiri

Proyeksi foto toraks lateral  perubahan tempat seluruh fisura oblik ke depan hampir paralel dg dinding dada bagian depan, lobus atas retraksi menjauhi dinding dada dan diafragma pd atelektasis komplit  tampak

gambaran opasitas memanjang dari apeks dan hampir/mencapai diafragma

Proyeksi dari depantampak opasitas non homogen, luftsichel sign (air crescent), hilus yang terangkat dan deviasi trakea ke kiri

(12)
(13)

3. Atelektasis lobus medius kanan

Gambaran atelektasis lobus medius kanan

Foto toraks proyeksi postero anterior  pengaburan batas jantung kanan (silhouette sign)

Proyeksi lateral gambaran opasitas berbentuk irisan membujur dari hilus (bagian apeks) menuju pleura (bagian dasar)

Atelektasis lobus medius kanan : middle lobe syndrome y.i atelektasis melibatkan lobus medius kanan dan atau

lingula

Karakteristik sindroma : adanya kolaps dari lobus medius bersifat kronik dan rekuren

(14)
(15)

4. Atelektasis lobus bawah kanan dan kiri

Atelektasis lobus bawah kanan  peningkatan opasitas di toraks bagian bawah tanpa silhoutte dari batas jantung kanan

Foto proyeksi PApenurunan fisura horisontal,

pergeseran ke medial dari fisura oblik, opasitas kolaps lobus bawah kiri kabur o.k ada gambaran jantung,

mediastinum dan sebagian diafragma yg berbatasan pd bag kolaps tampak kabur

Tanda tidak langsung adanya hiperinflasi lobus di atasnya

(16)
(17)

5. Atelektasis lobaris kombinasi

a. Atelektasis kombinasi lobus medius dan bawah kanan. o.k obstruksi bronkus intermedius

Foto proyeksi depan mirip dg atelektasis lobus bawah, tp fisura horizontal tdk tampak, opasitas mencapai lateral dinding dada

Proyeksi foto PA pergeseran ke bawah fisura oblik dan horizontal, hilus kanan dan hiperinflasi lobus atas kanan

(18)
(19)

b. Atelektasis kombinasi lobus atas dan medius kanan.

Gambaran radiologi mirip dg atelektasis lobus atas kiri Foto toraks proyeksi PA  opasitas mengaburkan batas mediastinum dan memudar di lateral, pergeseran hilus dan pengaburan bayangan aorta dan atrium kanan

Foto proyeksi lateral  Fisura oblik dapat terlihat lurus, konveks ke depan atau konveks ke belakang

(20)
(21)

6. Atelektasis lobaris migrasi

Atelektasis lobus berisi dengan cairan, pneumonia konsolidasi atau tumor dpt bermigrasi di dalam hemitoraks dg perubahan posisi tubuh

Gambaran radiologi posisi supine proyeksi antero posterior (AP) tampak atelektasis lobus atas kanan Proyeksi PA  atelektasis bermigrasi ke bawah

membentuk gambaran opasitas perihiler atau infrahiler yg mengaburkan batas jantung kanan

(22)
(23)

Atelektasis segmental

Atelektasis segmental o.k obstruksi bronkus yg dihubungkan dg pneumonitis obstruksi

Opasitas homogen sesuai dengan distribusi anatomi segmen bronkopulmoner

(24)

Atelektasis linear (plate

Atelektasis linear (plate like atelectasis/discoid atelektasis)like atelectasis/discoid atelektasis)

Atelektasis linear

Atelektasis linear  manifestasi tipikal opasitas jaringanmanifestasi tipikal opasitas jaringan berbentuk linear dg ketebalan 1

berbentuk linear dg ketebalan 1 –– 3 mm dan panjang 43 mm dan panjang 4 –– 1010 cm terjadi pd lobus tengah dan bawah, garis bisa dlm

cm terjadi pd lobus tengah dan bawah, garis bisa dlm bentuk horisontal atau oblik

(25)

Atelektasis lingkaran (round/rounded atelectasis) Atelektasis lingkaran (round/rounded atelectasis)

Dihubungkan dg penebalan fokal pleura dan terjadi di Dihubungkan dg penebalan fokal pleura dan terjadi di lobus bawah

lobus bawah

Gambaran radiologi

Gambaran radiologi  opasitas homogen hampiropasitas homogen hampir berbentuk lingkaran, oval, berbentuk irisan, massa berbentuk lingkaran, oval, berbentuk irisan, massa

berbentuk ireguler di paru bagian perifer berdekatan dg berbentuk ireguler di paru bagian perifer berdekatan dg pleura yg menebal

pleura yg menebal

Computed tomography scan

Computed tomography scan (CT scan)(CT scan)Bronkus danBronkus dan pembuluh darah bergabung

pembuluh darah bergabung  curvi-linearcurvi-linear melewatimelewati massa mirip dg ekor komet (comet tail sign)

(26)
(27)

Gejala umum : sesak napas, batuk seringnya batuk non produktif, pleuritis, demam bila terjadi pneumonia

Bila melibatkan sejumlah besar paru atau atelektasis yang berkembang dg cepat gejala sesak napas berat, mendadak, takikardi, takipneu, sianosis, hipotensi s.d syok

(28)

Didapatkan deviasi trakea ke arah yg sakit. Pekak pada perkusi daerah yang atelektasis

Auskultasi : suara napas yang berkurang sampai tidak ada. Pasien dg obstruksi parsial : ronki, wheezing lokal pada

ekspirasi paksa dan pemanjangan waktu inspirasi lokal pd daerah yg terkena

(29)

Pemeriksaan radiologi meliputi foto toraks konvensional, CT scan toraks, magnetic resonance imaging (MRI) toraks dan ultra sonography (USG) toraks

Gambaran radiologi atelektasis paru y.i tanda langsung (direct sign) dan tanda tidak langsung (indirect sign) Tanda langsung : perubahan posisi fisura antar lobus,

kurangnya aerasi, gambaran corakan brokovaskular dan pembuluh darah yang padat

Tanda tidak langsung : opasitas lokal meningkat, elevasi diafragma, perubahan posisi hilus, perubahan posisi

mediastinum, hiperinflasi kompensasi paru sekitarnya dan penyempitan sela iga

(30)
(31)

Computed tomography scan toraks

Membantu mengidentifikasi kelainan endo bronkial, bronkiektasis distal dan kelainan parenkim lainnya  Magnetic resonance imaging toraks

Membedakan antara tumor dengan kolaps paru yang tidak dapat dibedakan menggunakan CT scan

Ultrasonography toraks

Berperan untuk membedakan atelektasis lobus bawah dengan efusi pleura terlokalisir

(32)

Kanker Paru

Adalah semua penyakit keganasan di paru mencakup keganasan yang berasal dari paru maupun keganasan dari luar paru (metastasis tumor di paru)

Etiologi pasti belum diketahui

Faktor rsiko : laki‐laki, usia lebih dari 40 tahun, pengguna tembakau (perokok putih, kretek atau cerutu), dan hidup dalam lingkungan asap tembakau (perokok pasif), radon dan asbes

(33)

Anamnesis

Keluhan : Batuk, batuk darah, sesak napas, suara serak, sakit dada, sulit / sakit menelan, benjolan di pangkal leher,

sembab muka dan leher, kadang-kadang disertai sembab lengan dengan rasa nyeri yang hebat, berat badan

berkurang, nafsu makan hilang, demam hilang timbul, sindrom paraneoplastik

Pemeriksaan Fisik

penurunan suara dasar vesikuler, ronchi, dan perkusi paru meredup

(34)

Radiologi

Foto toraks :

Dapat dilihat bila masa tumor dengan ukuran tumor lebih dari 1 cm

Tanda : tepi ireguler, disertai identasi pleura, tumor satelit tumor, dll. Juga dpt ditemukan invasi ke dinding dada, efusi pleura, efusi perikard dan metastasis intrapulmoner

(35)
(36)

CT-Scan toraks :

Dapat mendeteksi tumor dg ukuran lebih kecil dari 1 cm secara lebih tepat

Tanda-tanda proses keganasan, penekanan terhadap

bronkus, tumor intra bronkial, atelektasis, efusi pleura yg tidak masif dan invasi ke mediastinum dan dinding dada meski tanpa gejala

Keterlibatan KGB untuk menentukan stage karena pembesaran KGB (N1 s/d N3) dapat dideteksi

(37)
(38)

Pneumonia

adalah inflamasi atau infeksi yang mengenai jaringan paru. Terutama pada unit pergantian gas (bronkiolus terminalis dan respiratorik, alveoli, dan jaringan intersisium) yang disebabkan oleh mikroorganisme

Gejala klinis :

Panas, menggigil, nyeri dada saat bernapas, dan batuk kering atau dg dahak purulen atau mukoid berwarna kuning atau hijau dan disertai sedikit darah

Tingkat keparahan dinilai dari sistem CURB-65 dari 5 gejala y.i tingkat kesadaran, jumlah pernafasan > 30 x/

m, tekanan

darah sistolik < 90 mmHg atau diastolik < 60 mmHg, urea > 7 mmol/liter, Usia lebih dari 65 th

(39)

Pemeriksaan Fisik

Pengembangan dada tertinggal pd sisi dada yg terinfeksi, dg tanda-tanda konsolidasi : penurunan jumlah oksigen yg masuk ke paru

Penurunan suara saat dilakukan pemeriksaan perkusi dada

Peningkatan suara dasar vesikuler disertai ronki basah

halus pada auskultasistadium resolusi biasanya ronki basah kasar

(40)

Pemeriksaan Radiologis

Foto radiologi salah satu cara terbaik mendeteksi yg dicurigai pneumonia

Gambaran radiologinya  hilangnya udara dan diisi dengan peningkatan opasitas.

Pada saluran udara kecil tampak dikelilingi opasitas  air-bronkograms

Gambaran sisi tepi yg samar dan dibagian tengah

gambaran terdapat opasitas shg menutupi bagian lain dari thoraks  opasitas groud-glass.

Pemeriksaan USG dapat dilakukan untuk memeriksa opasitas dari pleura

Pemeriksaan CT  gold standart penderita pneumonia untuk mendiagnosis secara cepat

(41)

Pneumonia pada seorang pasien ditemukan adanya infiltrat bilateral bronkopneumonia

(42)

Efusi pleura

adlh akumulasi cairan abnormal di ruang pleura dan terjadi akibat penyakit yg mendasari

Akumulasi cairan melebihi volume normal o.k produksi cairan pleura di pleura parietal dan viseral tdk mampu diserap oleh pembuluh limfe dan pembuluh darah

mikropleura visceral dan bila produksi cairan melebihi kemampuan penyerapannya

Efusi pleura  produksi meningkat minimal 30 kali normal (melewati kapasitas maksimum ekskresi) dan/atau adanya gangguan absorbsi

(43)

Gejala Klinis

Efusi tidak terlalu banyak  asimptomatis

Peningkatan efusi  sesak napas, trepopnea, nyeri dada, dan batuk

Sesak napas o.k kombinasi dari gangguan pengembangan paru, ventilasi perfusi mismatch dan penurunan cardiac output karena penekanan efusi pada jantung.

Trepopnea : bentuk posisi yg berhubungan sesak napas pasien merasa sesak berkurang dg berbaring pada sisi efusi pleura

Nyeri pleura  peradangan pleura parietalis

Batuk o.k inflamasi pleura atau terjadi kompresi dinding bronkus

(44)

Pemeriksaan Fisik

Pada sisi toraks yg sakit ditemukan gerakan diafragma berkurang, fremitus suara melemah, perkusi redup, dan auskultasi melemah

Efusi pleura ganas masif  menggeser trakea ke sisi kontralateral  pelebaran ruang interkosta

Pemeriksaan penunjang 

Foto toraks  menilai jumlah cairan pleura dan dilihat adanya kecurigaan kelainan intratoraks

Posisi lateral dekubitus  mengetahui keberadaan efusi pleura dg jumlah minimal 5 mL

Efusi masif  jika tekanan pleura lebih rendah pd sisi efusi, mediastinum bergeser menuju sisi efusi

 jika tekanan pleura lebih tinggi pd sisi efusi, mediastinum bergeser menuju sisi kontralateral. Mediastinum yg diinvasi oleh tumor atau proses

(45)
(46)
(47)

Ultrasonografi toraks (USG toraks)  mendeteksi jumlah cairan yg sedikit 5-50 ml dan 100% sensitif untuk efusi Computed tomography (CT) scan toraks  membedakan kumpulan cairan atau massa, deteksi efusi pleura

loculated, menunjukkan keabnormalan pada parenkim paru, membedakan empyema dengan air fluid level dari abses paru, identifikasi penebalan pleura, evaluasi fisura mayor dan minor, membedakan efusi ganas dan jinak Magnetic resonance imaging kurang memuaskan

(48)
(49)

Pneumotoraks

adlh terdapatnya udara bebas di dalam rongga pleura, y.i rongga di antara pleura parietalis dan viseralis

Keadaan normalrongga tidak terisi udara dan memiliki tekanan negatif sebesar - 11 sampai - 12 cm air pada

waktu inspirasi dan - 4 sampai - 8 cm air pada saat ekspirasi

o.k terdapat udara bebas  tekanan di dalam rongga pleura meningkat  lebih positif dari tekanan normal dan bahkan dpt melebihi tekanan atmosfir

 Jaringan paru mengempis yg derajatnya tergantung pada besar kenaikan tekanan

Pengembangan jaringan paru sisi yang sehat terganggu, Mediastinum dg semua isinya terdorong ke arah sisi

(50)

PENYEBAB PNEUMOTORAKS

Pneumotorak spontan primer terjadi tanpa riwayat

penyakit paru sebelumnya, trauma, kecelakaan dan dapat terjadi pd individu yg sehat.

Pneumotoraks spontan sekunder  terjadi pd penderita yg mempunyai riwayat penyakit paru sebelumnya,

misalnya PPOK, TB paru, dll

Pneumotoraks traumatic  terjadi karena trauma di dada, disertai hematopneumotoraks

Pneumotoraks iatrogenic  terjadi saat kita melakukan tindakan diagnostik seperti biopsi transtorakal, pungsi pleura

Pneumonia katamenial (catamenial/monthlypneumothorax)  terjadi berhubungan dengan siklus menstruasi.

(51)

 Jenis kebocorannya, pneumotoraks dapat dibagi menjadi pneumotoraks tertutup, pneumotoraks terbuka dan

pneumotoraks ventil

Gejala Klinik

Keluhan utama : nyeri dada disertai sesak nafas yang timbul secara mendadak

Nyeri o.k perdarahan yg terjadi akibat robekan pteura viseralis dan darah iritasi pada pleura viseralis

Sesak nafas makin hebat o.k pengempisan paru yg terkena dan gangguan pengembangan paru yg sehat

(52)

Pemeriksaan Fisik

Inspeksi : hemitoraks yg terkena cembung dg ruang sela iga melebar dan tertinggal pd pernafasan, iktus kordis bergeser ke sisi yg sehat dan trakea terdorong ke sisi yg sehat

Palpasi : fremitus suara melemah, iktus kordis dan trakea bergeser ke sisi yg sehat

Perkusi : di daerah paru yg terserang  hipersonor dan diafragma terdorong ke bawah. Batas-batas jantung

bergeser ke sisi yang sehat.

(53)

Gambaran Radiologik

Khasberisi udara akan tampak hiperlusen (lebih gelap) tanpa corakan jaringan paru

 Jaringan paru yg menguncup terlihat di daerah hilus dg garis batas yg halus

(54)

Derajat kolaps paru pada pneumothorak totalis dapat

dinyatakan dalam persen dengan rumus sebagai berikut :

Rumus mengukur volumenya : (A x B) – (a x b) X 100% (A x B)

(55)

Tumor pleura

adlh kanker yg berasal dari sel mesotel yg melapisi rongga pleura, peritoneum, perikardium dan tunika vaginalis

Gejala klinis Tidak khas

Keluhan umum : sesak disertai nyeri dinding dada

cenderung bersifat progresif o.k akumulasi cairan pleura, penebalan pleura, gangguan restriktif maupun komorbid Gejala penyerta : lemah, keringat malam dan penurunan berat badan

(56)

Pemeriksaan Fisik

Biasanya tidak membantu diagnosis

Kadang jaringan tumor dapat dirasakan antara tulang rusuk

Radiologi

Thorak radiografi : tidak spesifik dan mirip penyakit lain, termasuk karsinoma metastasis, limfoma, dan penyakit asbes jinak

Gambarannya : unilateral, konsentris, plak, atau penebalan pleura nodular

(57)
(58)

CT dg kontras : modalitas pemeriksaan pencitraan utama digunakan untk evaluasi penyakit yg diduga pleura

ganas

Hasil temuan kunci CT Scan meliputi efusi pleura unilateral, penebalan pleura nodular, dan penebalan fisura interlobar. Pertumbuhan biasanya mengarah ke bungkus tumor paru-paru dengan cincin

(59)
(60)

Tumor mediastinum

adlh tumor yg terdapat di dalam mediastinum y.i rongga yg berada diantara paru kanan dan kiri

Gejala klinis

Batuk (60%), nyeri dada (30%), demam (20%), dan sesak napas (16%) berkaitan dengan ukuran dan invasi atau kompresi terhadap organ sekitar

Pemeriksaan fisik

Sesuai dg lokasi, ukuran dan keterbatasan organ lain, misalnya telah terjadi penekanan ke organ sekitarnya

(61)

Radiologi

Foto toraks PA/lateral  tentukan lokasi tumor, anterior, medial atau posterior

Heitzman membagi tiga gambaran pd tumor mediastinum y.i :

1.Efek dorongan pada struktur mediastinum, untuk

membedakan massa di sentral berasal dari mediastinum. 2.Gambaran deskriptif dari tumor mediastinum adalah halus, batas tajam. Batas halus dibentuk oleh perbatasan pleura viseral dengan parietalyg mengelilingi tumor

mediastinum.

3.Pembentukan obtuse angles diantara batas massa dan perbatasan dengan paru

(62)
(63)

CT Scan toraks

Mendeskripsi lokasi Menentukan stage

Mencari apakah telah terjadi invasi atau belum.

Mempermudah pelaksanaan pengambilan bahan untuk pemeriksaan sitologi

(64)

PPOK

adlh penyakit paru yg bisa dicegah dan diobati, ditandai dg adanya keterbatasan aliran udara yg persisten dan

umumnya bersifat progresif, berhub dg respons inflamasi kronik yg berlebihan pd sal napas dan parenkim paru

(65)

Pemeriksaan fisik Inspeksi

- Bentuk dada: barrel chest (dada seperti tong )

- Terdapat cara bernapas purse lips breathing (seperti orang meniup )

- Terlihat penggunaan dan hipertrofi (pembesaran) otot bantu nafas

- Pelebaran sela iga

- Bila telah terjadi gagal jantung kanan terlihat denyut vena jugularis leher dan edema tungkai

(66)

Palpasi

- Fremitus melemah - Sela iga melebar Perkusi

- Hipersonor Auskultasi

- Fremitus melemah,

- Suara nafas vesikuler melemah atau normal - Ekspirasi memanjang

- Mengi (biasanya timbul pada eksaserbasi) - Ronki

(67)

Radiologis

Radiografi Thoraks

Peradangan dinding bronkus  penebalan dinding bronkus,dan tampak sebagai garis paralel  tarm line appearance

Tanda obstruksinya : hiperinflasi paru dan gambaran vascular paru yang tampak berkurang atau menurun, sela iga yg melebar dan diafragma yg tampak mendatar

(68)
(69)

CT scan resolusi tinggi

Mendeteksi emfisema dini dan menilai jenis serta derajat emfisema atau bula yg tdk terdeteksi oleh foto toraks

(70)

Asma

adlh penyakit heterogen yg ditandai oleh inflamasi saluran napas

Riwayat penyakit / gejala :

Bersifat episodik, seringkali reversibel dengan atau tanpa pengobatan

Gejala berupa batuk , sesak napas, rasa berat di dada dan berdahak

Gejala timbul/ memburuk terutama malam/ dini hari Diawali oleh faktor pencetus yang bersifat individu Respons terhadap pemberian bronkodilator

(71)

Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam riwayat penyakit :

Riwayat keluarga (atopi) Riwayat alergi / atopi

Penyakit lain yang memberatkan

Perkembangan penyakit dan pengobatan

RADIOLOGIS

Sifat asma yg temporer msbbkan gambaran obtruksi pd radiologis toraks juga sementara

Tampak hiperinflasi dan tanda obstruksi jika ada serangan

(72)

Bronkiektasis

Berasal dari bahasa Yunani, bronchion : batang tenggorokan dan ektasis : meregang

Ciri khas penyakit ini adalah adanya batuk kronik disertai produksi sputum, adanya hemoptisis dan pneumonia berulang

Batuk produktif kronik, jumlahnya banyak terutama

pada pagi, purulen dan bila ditampung tampak jadi tiga lapisan: (a) Lapisan teratas agak keruh terdiri atas mukus, (b) Lapisan tengah jernih terdiri atas saliva dan (c)

Lapisan terbawah keruh terdiri atas nanah dan jaringan nekrosis dari bronkus yg rusak

(73)

RADIOLOGI

Rontgen dada

Gambarannya sering tidak spesifik.

Gambaran rongga udara yang melebar : gambaran sarang lebah (honeycomb appearance)

High Resolution Computed Tomography (HRCT) dada Gold standard diagnosis bronkiektasis ditemukan

gambaran bronkus yang di sebut ’tramlines’ atau ’signet ring’

(74)
(75)

 Secara umum gangguan pada pada saluran napas dapat

berupa sumbatan pada jalan napas (obstruksi) atau gangguan yang menyebabkan paru tidak dapat

berkembang secara sempurna (restriktif).

 Penyakit Paru Restriksi pada referat ini meliputi atelektasis,

tumor paru, pneumonia, efusi pleura, pneumotorak, tumor pleura, tumor mediastinum.

 Penyakit paru obstruksi pada referat ini meliputi asma

Gambar

Foto proyeksi PA  penurunan fisura horisontal,
Foto proyeksi depan  mirip dg atelektasis lobus bawah, tp fisura horizontal tdk tampak, opasitas mencapai lateral dinding dada
Foto proyeksi lateral  Fisura oblik dapat terlihat lurus, konveks ke depan atau konveks ke belakang
Foto toraks  menilai jumlah cairan pleura dan dilihat adanya kecurigaan kelainan intratoraks
+2

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

The aim of the research are to find out how student in different gender participate in thespeaking English class interaction, to find out who are most

d) Catat lama waktu peralatan direndam dalam larutan kimia di buku khusus. e) Bilas peralatan dengan air matang dan angin-anginkan sampai kering di wadah desinfeksi

Dalam penulisan penelitian ini, data yang dibutuhkan oleh peneliti adalah data yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan yang dilakukan oleh mahasiswi bercadar,

Dengan adanya penambahan variabel mengenai kemiringan lereng, elevasi, dan arah hadap lereng maka proses pengestimasian curah hujan tidak bisa menggunakan metode regresi

Bayi yang mendapatkan ASI ekslusif dan makanan tambahan (MPASI) yang tepat dan benar akan lebih kecil peluangnya mengalami obesitas jika dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat

[r]

Kode Barang Asal-usul Cara Nomor Bahan Nomor Register Merk / Type Ukuran /cc Nama Barang /.

Kode Barang Asal-usul Cara Nomor Bahan Nomor Register Merk / Type Ukuran /cc Nama Barang /.