• Tidak ada hasil yang ditemukan

KUISIONER SIKLUS II Berilah tanda (˅) pada kolom menurut pendapat Anda

A. Penyajian Data Hasil Penelitian

4) Ejaan dan Tanda baca

Ketepatan ejaan dan tanda baca dalam menulis teks biografi sebelum menggunakan metode, total nilainya adalah 617 Setelah mentotal nilai dari 31 siswa, nilai tersebut dicari rata-rata nilai. Rata-rata tersebut akan mempermudah dalam menjumlah hasilnya yang ditambah dengan aspek lainya. Rata-rata pemahaman isi teks adalah 19,91.

b. Siklus I

Hasil tes siklus I merupakan kemampuan menulis teks biografi menggunakan metode pengajaran langsung. Tes siklus I yang dilakukan adalah menulis biografi dengan tema teman sebangku. Hasil tes menulis berdasarkan penilaian empat aspek pada prasiklus, dapat dilihat dari tabel di bawah ini. No Aspek Penilaian Total Nilai Rata-rata

1 Pemahaman isi teks 507 16,35

2 Ketepatan Diksi 725 23,39

3 Ketepatan Struktur Kalimat 559 18,03

4 Ejaan dan Tanda Baca 635 20,48

Jumlah 2426 78,26

Keterangan Baik

Keterangan jumlah rata-rata nilai: Skor 86 – 100 : sangat baik Skor 76 – 85 : baik Skor 66 - 75 : cukup Skor 50 – 65 : kurang Skor < 50 : sangat kurang

Tabel di atas merupakan tabel aspek penilaian dalam menulis teks biografi. Pada tabel di atas diperoleh nilai rata-rata 78,26 yang memiliki kategori baik. Oleh karena itu, penulis akan mendeskripsikan tabel lebih lanjut mengenai aspek pemahaman isi, aspek ketepatan diksi, aspek ketepatan struktur kalimat, serta ejaan dan tanda baca.

1) Pemahaman isi teks

Berdasarkan tabel di atas, pemahaman isi teks dalam menulis teks biografi sebelum menggunakan metode, total nilainya adalah 507. Setelah mentotal nilai dari 31 siswa, nilai tersebut dicari rata-rata nilai. Rata-rata

tersebut akan mempermudah dalam menjumlah hasilnya yang ditambah dengan aspek lainya. Rata-rata pemahaman isi teks adalah 16,35.

2) Ketepatan diksi

Ketepatan diksi dalam menulis teks biografi sebelum menggunakan metode, total nilainya adalah 725. Setelah mentotal nilai dari 31 siswa, nilai tersebut dicari rata-rata nilai. Rata-rata tersebut akan mempermudah dalam menjumlah hasilnya yang ditambah dengan aspek lainya. Rata-rata pemahaman isi teks adalah 23,39.

3) Ketepatan struktur kalimat

Ketepatan struktur kalimat dalam menulis teks biografi sebelum menggunakan metode, total nilainya adalah 559. Setelah mentotal nilai dari 31 siswa, nilai tersebut dicari rata-rata nilai. Rata-rata tersebut akan mempermudah dalam menjumlah hasilnya yang ditambah dengan aspek lainya. Rata-rata pemahaman isi teks adalah 18,03.

4) Ejaan dan Tanda baca

Ketepatan ejaan dan tanda baca dalam menulis teks biografi sebelum menggunakan metode, total nilainya adalah 635 Setelah mentotal nilai dari 31 siswa, nilai tersebut dicari rata-rata nilai. Rata-rata tersebut akan mempermudah dalam menjumlah hasilnya yang ditambah dengan aspek lainya. Rata-rata pemahaman isi teks adalah 20,48.

c. Siklus II

Hasil tes siklus II merupakan kemampuan menulis teks biografi menggunakan metode pengajaran langsung. Tes siklus II yang dilakukan adalah menulis biografi dengan tema teman berdasarkan nomor urut. Hasil tes menulis berdasarkan penilaian empat aspek pada prasiklus, dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

No Aspek Penilaian Total Nilai Rata-rata

1 Pemahaman isi teks 541 17,45

2 Ketepatan Diksi 729 23,52

3 Ketepatan Struktur Kalimat 560 18,06

4 Ejaan dan Tanda Baca 644 20,77

Jumlah 79,81

Keterangan Baik

Keterangan jumlah rata-rata nilai: Skor 86 – 100 : sangat baik Skor 76 – 85 : baik Skor 66 - 75 : cukup Skor 50 – 65 : kurang Skor < 50 : sangat kurang

Tabel di atas merupakan tabel aspek penilaian dalam menulis teks biografi. Pada tabel di atas diperoleh nilai rata-rata 79,81 yang memiliki kategori baik. Oleh karena itu, penulis akan mendeskripsikan tabel lebih lanjut mengenai aspek pemahaman isi, aspek ketepatan diksi, aspek ketepatan struktur kalimat, serta ejaan dan tanda baca.

1) Pemahaman isi teks

Berdasarkan tabel di atas, pemahaman isi teks dalam menulis teks biografi sebelum menggunakan metode, total nilainya adalah 541. Setelah

mentotal nilai dari 31 siswa, nilai tersebut dicari rata-rata nilai. Rata-rata tersebut akan mempermudah dalam menjumlah hasilnya yang ditambah dengan aspek lainya. Rata-rata pemahaman isi teks adalah 17,45.

2) Ketepatan diksi

Ketepatan diksi dalam menulis teks biografi sebelum menggunakan metode, total nilainya adalah 729. Setelah mentotal nilai dari 31 siswa, nilai tersebut dicari rata-rata nilai. Rata-rata tersebut akan mempermudah dalam menjumlah hasilnya yang ditambah dengan aspek lainya. Rata-rata pemahaman isi teks adalah 23,52.

3) Ketepatan struktur kalimat

Ketepatan struktur kalimat dalam menulis teks biografi sebelum menggunakan metode, total nilainya adalah 560. Setelah mentotal nilai dari 31 siswa, nilai tersebut dicari rata-rata nilai. Rata-rata tersebut akan mempermudah dalam menjumlah hasilnya yang ditambah dengan aspek lainya. Rata-rata pemahaman isi teks adalah 18,06.

4) Ejaan dan Tanda baca

Ketepatan ejaan dan tanda baca dalam menulis teks biografi sebelum menggunakan metode, total nilainya adalah 644 Setelah mentotal nilai dari 31 siswa, nilai tersebut dicari rata-rata nilai. Rata-rata tersebut akan mempermudah dalam menjumlah hasilnya yang ditambah dengan aspek lainya. Rata-rata pemahaman isi teks adalah 20,77.

Penjelasan di atas dapat dilihat dari perbandingan grafik di bawah ini.

Grafik 2. Empat aspek penlaian menulis teks biografi Keterangan:

1. Pemahaman isi teks 3. Ketepatan struktur kalimat 2. Ketepatan diksi 4. Ejaan dan tanda baca

Sebelum digunakakan metode pengajaran langsung pada siklus I dan siklus II, kemampuan siswa sudah tergolong cukup, hanya saja masih banyak siswa yang belum memenuhi KKM (kriteria ketuntasan minimum). Jadi, penulis menggunakan metode pengajaran langsung dalam pembelajaran menulis teks biografi pada siklus I dan siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pengajaran langsung dapat membantu siswa dalam menulis teks biografi. Selain itu, kreativitas siswa dalam menulis semakin meningakat.

Diterapkannya metode pengajaran langsung pada pembelajaran teks biografi khususnya di kelas X Mipa 3 SMA N 3 Purworejo, mampu membantu dalam pencapaian tujun pembelajaran. Adanya metode pengajaran laangsung dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran, dan supaya siswa tidak mengalami proses pembelajaran yang menjenuhkan. Proses pembelajaran

0 5 10 15 20 25 1 2 3 4 Prasiklus Siklus I Siklus II

yang menjenuhkan terjadi karena selama ini guru hanya menggunakan metode ceramah. Oleh karena itu, penulis menggunakan metode pengajaran langsung agar siswa dapat mengembangkan kreativitasnya dan memahami teks biografi, sehingga dapat menuliskan teks biografi seseorang dengan baik.

Berdasarkan hasil tes, tulisan biografi siswa yang terdapat dalam tabel, terlihat rata-rata kelas yang meningkat. Namun, dalam tabel tersebut terdapat beberapa siswa yang nilainya menurun, dan dua orang siswa nilainya tetap. Nilai menurun tersebut diberi warna biru, sedangkan warna kuning untuk siswa yang nilanya tetap. Pada kegiatan prasiklus diambil nilai awal sebagai dasar untuk mengetahui kemampuan siswa. Tema tulisan dalam kegiatan ini adala bebas, sehingga siswa dapat menuliskan tokoh favoritnya. Nilai tertinggi adalah hasil tulisan milik Septania Kartika Nugraheni, sedangkan nilai terendah adalah milik Alberio Sapura, Epa Setyaningsih, Nurul Putri Paramitha, dan Via Safitri.

Selanjutnya, pada kegiatan siklus I, siswa diminta untuk menuliskan biografi dengan tema teman sebangku. Berdasarkan hasil siswa, terdapat 6 siswa yang nilainya menurun, nama siswa tersebut adalah Afif Raihan Sumanto, Arif Hendrawan Prilianto, Djunita Tiara Angraeni Puspita Sari, Dwi Febriyanti, Iqbal Ariyanto, Subur Suprihatingsih, dan Yudis Setiawan. Penurunan nilai ini terjadi karena siswa tidak memperhatikan EYD, dan diksi yang ada pada tulisannya. Selain itu, siswa tersebut kurang dekat dengan teman sebangkunya, sehingga kurang komunikasi untuk megembangkan tulisannya.

Meskipun begitu, 4 siswa yang nilainya menurun masih tetap memenuhi kkm (kriteria ketuntasan minimum), namanya adalah Anita Permata Sari, Djunita Tiara Angraeni Puspita Sari, Dwi Febriyanti, dan Subur Suprihatiningsih. Berdasarkan hasil menulis siswa, peningkatan terbesar terjadi pada Mutiara Zahra. Selanjutnya, ada 2 siswa yang memiliki nilai tertinggi, namanya Mutiara Zahra, dan Septiana Kartika Nugraheni, sedangkan nilai terendah adalah milik Yudis Setiawan.

Selanjutnya, pada kegiatan siklus II, siswa diminta untuk menuliskan biografi dengan tema teman berdasarkan nomor urut. Berdasarkan hasil siswa, terdapat 9 siswa yang nilainya menurun dan 2 siswa nilainya tetap. Nama siswa yang nilainya menurun adalah Djunita Tiara Angraeni Puspita Sari, Ghalib Yudha Ascarya, Mutiara Zahra, Nayla Fahiya Rahmawati, Nita Putri Andhani, Septiania Kartika Nugraheni, Siti Barokah, Subur Suprihatingsih, dan Via Safitri. Nilai mereka turun karena mereka masih kurang memperhatikan EYD, dan diksi. Meskipun begitu, mereka semua masih memenuhi nilai ketuntasan misimum.

Selanjutnya, nama siswa yang memiliki nilai tetap adalah Cantika Restu Widarti dan Nur Pangesti. Penyebab nailai siswa tetap adalah siswa kurang aktif saat menanyai tokoh terhadap hal-hal yang akan ditulis oleh mereka dan tulisan mereka kurang bervariasi, serta tidak berkembang. Selanjutnya, nilai tertinggi adalah milik Septania Kartika Nugraheni, sedangkan nilai terendah adalah milik Djunita Tiara Angraeni Puspita Sari dan Subur Suprihatiningsih. Berdasarkan hasil menulis, Djunita Tiara Angraeni Puspita Sari dan Subur Suprihatiningsih

mengalami penurunan pada tiap siklus, tetapi nilai mereka masih memenuhi nilai kriteria ketuntasan minimum.

Berdasarkan hasil nontes yaitu, observasi, kuesioner, dan dokumentasi foto pada prasiklus dapat disimpulkan bahwa siswa masih sibuk dengan kegiatan masing-masing, dan belum terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan adanya siswa yang masih berbicara sendiri dengan temannya saat pembelajaran sedang berlangsung. Namun, penulis dapat mengatasi hal tersebut.

Selanjutnya, pada siklus I penulis menggunakan metode pengajaran langsung untuk mengatasi masalah pada prasiklus. Penggunaan metode ini mampu merubah proses pembelajaran. Hal ini terjadi karena siswa diminta untuk menuliskan secara bersama-sama, bagian dari teks biografi. Kondisi yang terjadi pun cukup tenang. Siswa tidak lagi merasa bosan, tapi masih ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan materi yang disampaikan, sehingga siswa tersebut tertinggal dalam menuliskan teks biografi.

Kondisi yang tergambar pada siklus I tersebut merupakan masalah yang harus dipecahkan untuk upaya perbaikan pada siklus II. Pada tahap ini kolabolator lebih mencari cara agar siswa lebih bersemangat untuk lebih memperhatikan pembelajaran, yaitu dengan memberikan motivasi, dan menanyakan kesulitan yang dialami oleh siswa. Dengan demikan, siswa lebih tertarik dan bersemangat untuk memperhatikan pembelajaran.

Hasil dari penerapan perbaikan-perbaikan pada siklus II ini berdampak positif, dan lebih baik daari sebelumnya. Pada siklus II ini, suasana kelas lebih kondusif, dan siswa lebih memperhatikan pembelajaran. Siswa juga lebih senang dan menikmati pembelajaran. Selain itu, siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Dengan latihan, siswa semakin terlatih dan hasil dalam menulis teks biografi semakin baik. Kenyataan ini terbukti dari hasil tes prasiklus, siklus I, dan siklus II yang hasilya semakin menningkat. Siswa juga menjadi terampil dalam menulis teks biografi.

Selain itu, pengetahuan yang diperoleh siswa menjadi lebih bermakna, karena siswa dapat memahami materi yang diberikan oleh guru secara selangkah demi selangkah, dan memahami materi lebih rinci. Penulis dalam hal ini hanya bertindak sebagai fasilitator dan motivator, dalam proses pembelajaran. Peningkatan kemampuan menulis siswa dalam teks biografi ini, diikuti juga dengan adanya perubahan perilaku siswa dari prasiklus sampai siklus II.

Berdasarkan serangkaian analisis data dan situasi pembelajaran yang terdapat pada data di atas, dapat diketahui bahwa perilaku siswa dalam pembelajaran menulis teks biografi mengalami perubahan yang mengarah ke perilaku positif, dan suasana kelas menjadi lebih kondusif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis teks biografi menggunakan metode pengajaran langsung sangat baik, karena dapat membantu siswa untuk menulis teks biografi lebih baik. Selain itu, mampu mengurangi kejenuhan siswa

dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, siswa termotivasi untuk menulis teks biografi yang lebih baik dari sebelumnya.

BAB V

Dokumen terkait