• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKONOMI KELAUTAN DENGAN MODEL EKONOMI BIRU

Dalam dokumen Kebijakan Ekonomi Kelautan Dengan Model (Halaman 43-52)

EKONOMI KELAUTAN DENGAN MODEL EKONOMI BIRU

4. 1 Ekonomi Biru

Kesadaran akan pent ingnya f ungsi l aut sert a kebut uhan unt uk mel indungi sumber daya yang t erkandung di dalamnya semakin meningkat dan mendapat moment um dalam beberapa t ahun t erakhir. Juml ah negara yang menerapkan kebij akan kel aut an (ocean pol i cy) dal am t at anan hukum nasional , semakin meningkat pul a. Seiring dengan hal t ersebut , kondisi ekosist em l aut di beberapa bagian dunia mengal ami penurunan akibat ul ah manusia dan perubahan al am sepert i dampak perubahan ikl im.

Sebagai negara kepul auan t erbesar di dunia, Indonesia t urut menaruh perhat ian di bidang ini. Hal l ain yang menunj ang argumen ini adal ah kenyat aan bahwa Indonesia t el ah menj adi negara maj u dal am hal ocean gover nance set el ah berhasil mel aksanakan Wor l d Ocean Conf er ence dan Cor al Tr i angl e Ini t i at i ve (CTI) Summi t pada bul an Mei 2009 l al u. Keberhasil an ini menempat kan Indonesia pada posisi pent ing dal am t at anan gl obal unt uk memaj ukan prinsip keberl angsungan pemanf aat an sumberdaya l aut dan perikanan (Earl e, 2010).

Pert emuan Wor l d Ocean Conf er ence (WOC) yang dibuka secara resmi ol eh Presiden RI Dr. H. Susil o Bambang Yudhoyono di Manado, dihadiri l ebih dari 5000 pesert a dari 76 negara dan 12 organisasi kel aut an int ernasional dan perwakil an PBB sepert i UNEP, UNESCO, dan FAO. Pert emuan WOC mendapat sorot an dunia karena baru kal i pert ama isu kel aut an dan perubahan ikl im dibicarakan pada t at aran dunia.

Hasil pert emuan WOC berupa dekl arasi yang dinamakan Manado Ocean Decl ar at i on (MOD) yang berisi kesepakat an para negara pesert a unt uk mencipt akan ekosist em l aut yang sehat dan berkel anj ut an. Luaran dari WOC berupa dokumen MOD dan makal ah yang dipresent asikan pada berbagai f orum il miah sel ama pert emuan ini t el ah menj adi ref erensi dunia unt uk mengembangkan kolaborasi int ernasional dan membuat komit men bersama dalam menghadapi isu kelaut an dunia, ut amanya unt uk menerapkan pent ingnya mengimpl ement asikan pembangunan kel aut an yang berkel anj ut an. Dengan berhasil nya Indonesia menyel enggarakan pert emuan WOC, t el ah menaikkan posisi t awar Indonesia di f or um kel aut an dan per i kanan i nt er nasi onal di sampi ng t ent unya member i kan kebanggaan t ersendiri akan keberhasil an bangsa kit a menempat kan diri pada j aj aran el it dunia dal am bidang t at a-kel ol a kel aut an (ocean gover nance).

MOD r umusan hasi l WOC t er sebut sangat t er kai t dengan 2 (dua) pi l ar ut ama kebij akan kelaut an nasional, yakni pilar kebij akan ekonomi kelaut an dan pilar kebij akan lingkungan laut . Kedua pilar inilah yang sebenarnya menj adi komponen int i dalam konsep Ekonomi Biru, karena pada dasarnya Ekonomi Biru adal ah paradigma pembangunan ekonomi yang berazaskan pada prinsip-prinsip ekosist em. Secara diagramat ik ket erkait an WOC dengan pil ar kebij akan ekonomi kel aut an dan l ingkungan l aut , sert a Ekonomi Biru disaj ikan pada Gambar 4. 1.

Gambar 4. 1 Ket erkait an World Ocean Conf erence (WOC) 2009 dengan Pilar Kebij akan Ekonomi Kelaut an dan Lingkungan Laut sert a Ekonomi Biru

Dengan mel ihat ket erkait an ini, dapat dinyat akan bahwa WOC sert a berbagai hasil yang dicapai pasca pert emuan di Manado, merupakan ef ek ganda (mul t i pl i er ef f ect ) t ercapainya pembangunan kelaut an nasional berlandasakan prinsip-prinsip Ekonomi Biru. Keberhasil an Indonesia dal am pent as kel aut an dunia dibukt ikan dengan keberhasil an menyelenggarakan pert emuan ant ar kepala negara dari Inisiat if Segit iga Terumbu Karang (Cor al Tr i angl e Ini t i at i ve). Inisiat if ini bermula dari gagasan Presiden Republik Indonesia Bapak Dr. H. Susil o Bambang Yudhoyono mengundang kepal a negara Cor al Tr i angl e Ini t i at i ve (CTI) unt uk meresmikan gagasan CTI dalam menj aga dan sumberdaya t erumbu karang di daerah segit iga ini yang mel iput i: Mal aysia, Fil ipina, Indonesia, Papua New

Gambar 4. 2 Daerah Implement asi Segit iga Terumbu Karang (Coral Triangle Init iat ive f or Coral Reef , Fisheries and Food Securit y)

Dal am kesepakat an Regi onal Pl an of Act i on (RPoA) CTI, disebut kan ada l ima t uj uan ut ama dari gagasan CTI yakni:

1. Menet apkan daerah priorit as bent ang l aut (seascape) yang dikel ol a secara ef ekt if 2. Penerapan prinsip pengel ol aan sumberdaya perikanan dan sumberdaya kel aut an

kel aut an l ainnya bernasis ekosist em

3. Penet apan “Mar i ne Pr ot ect ed Ar ea” yang dikel ol a secara ef ekt if 4. Menerapkan l angkah-l angkah adapt asi perubahan ikl im

5. Meningkat kan st at us species di l aut yang t erancam

Kesel ur uhan t uj uan CTI i ni di ar ahkan pada aspek konser vasi t er umbu kar ang, perikanan dan ket ahanan pangan. Dengan dukungan mit ra kerj a CTI yakni Amerika Ser i kat , Aust r al i a, Bank Pembangunan Asi a (ADB), The Nat ur e Conser vancy (TNC), Guinea, Kepul auan Sol omon dan Timor Lest e (Gambar 4. 2). Sel uruh dunia mengakui bahwa daerah segit iga t erumbu karang adal ah sat u-sat unya peninggal an dunia dengan ker agaman hayat i l aut yang t er t i nggi di duni a, yang hanya t er bandi ngkan dengan keragaman hayat i Hut an Amazon di Brasil . Ol eh sebab it u daerah ini dinamakan j uga “Amazon of t he Ocean” .

Conser vancy Int er nat i onal (CI) dan Wor l d Wi l d Fund f or Nat ur e (WWF), kel ima t uj uan ut ama CTI dapat t erl aksana dan sedah memasuki t ahap impl ement asi. Dal am “gui di ng pr incipl es” CTI, disebut kan bahwa pembangunan kelaut an dan perikanan harus mengikut i kaidah kehat i-hat ian yang disebabkan t ingginya nil ai keragaman hayat i dan pot ensi sumberdaya perikanan t erut ama ikan pel agis besar dan j enis ikan karang di daerah CTI. Dengan menggabungkan prinsip-prinsip Ekonomi Biru dal am pemanf aat an sumberdaya kel aut an di wil ayah CTI Indonesia, diharapkan dapat diperol eh nil ai t ambah yang nyat a t erhadap pencapaian pembangunan ekonomi kelaut an nasional secara berkesinambungan. Pada t ahun 2010, Gunt er Paul i memperkenal kan suat u pendekat an baru yakni Bl ue Economy mel al ui bukunya yang berj udul The Bl ue Economy: 10 year s, 100 i nnovat i ons, and 100 mi l l i on j obs. Konsep Bl ue Economy di maksudkan unt uk menant ang par a ent er pr eneur bahw a Bl ue Economy busi ness model member i kan pel uang unt uk mengembangkan invest asi dan bisnis yang l ebih mengunt ungkan secara ekonomi dan lingkungan, menggunakan sumberdaya alam lebih ef isien dan t idak merusak lingkungan, sist em produksi l ebih ef isien dan bersih, menghasil kan produk dan nil ai ekonomi l ebih besar, meningkat kan penyerapan t enaga kerj a, dan memberikan kesempat an unt uk memberikan benef i t kepada set iap kont ribut or secara l ebih adil .

Konsep Ekonomi Biru dikembangkan unt uk menj awab t ant angan, bahwa sist em ekonomi dunia cenderung ekspl oit at if dan merusak l ingkungan. Kerusakan l ingkungan ini t idak hanya disebabkan ol eh adanya l imbah indust ri, akan t et api kerusakan al am dan l ingkungannya j uga disebabkan ol eh ekspl oit asi sumberdaya al am yang mel ebihi kapasit as at au daya dukung al am. Sel ama ini prinsip-prinsip r esour ce ef f i ci ency, l ow car bon, soci al i ncl usi veness t el ah berkembang, namun masih bel um mampu mengat asi keserakahan manusia unt uk mengekspl oit asi sumberdaya al am l ebih banyak.

Impl ement asi pembangunan berkel anj ut an dengan konsep gr een pr oduct s and ser vi ces, yait u produk-produk dan j asa ramah lingkungan t idak dengan sendirinya sesuai harapan. Hal ini disebabkan gr een pr oduct s and ser vi ces yang dihasil kan harus dibel i dengan harga yang lebih mahal dan makin t idak dapat dij angkau oleh masyarakat miskin karena diperl ukan nil ai invest asi yang l ebih besar. Invest or harus mengel uarkan biaya l ebih besar unt uk menghasil kan gr een pr oduct s and ser vi ces, dan t ambahan biaya ini pada akhirnya dibebankan kepada konsumen.

Dari uraian t ersebut di at as, maka dapat disarikan bahwa esensi Konsep Ekonomi Biru adal ah:

a . Learning f rom nat ure

Bl ue Economy mencont oh cara kerj a al am (ekosist em), bekerj a sesuai dengan apa yang disediakan al am dengan ef isien dan t idak mengurangi t api j ust ru memperkaya al am.

b. T he logic of ecosyst ems

Cara kerj a ekosist em dij adikan model Bl ue Economy, yait u sepert i air mengal ir dar i gunung membawa nut r i en dan ener gi unt uk memenuhi kebut uhan dasar kehidupan sel uruh makhl uk hidup dan t anaman, l imbah dari yang sat u menj adi makanan/ sumber energi bagi yang lain, sehingga sist em kehidupan dalam ekosist em menj adi seimbang. Hanya dengan gravit asi energi didist ribusikan secara ef isien dan merat a t anpa ekst raksi energi ekst ernal . Unt uk mendukung sist em kehidupan, sinar mat ahari menj adi energi f ot osint esa seluruh kont ribut or yang membut uhkannya.

c. Inspired by 100 innovat ions

Secara empiris 100 inovasi ekonomi prakt is t el ah dikembangkan dan membukt ikan bahwa ekosist em sel al u bekerj a menuj u t ingkat ef isiensi l ebih t inggi unt uk meng- al irkan nut rien dan energi t anpa meninggal kan l imbah unt uk mendayagunakan kemampuan sel uruh kont ribut or dan memenuhi kebut uhan dasar bagi semuanya. Ekonomi Bi r u pada akhi r nya akan menj ami n bahwa suat u pembangunan yang dij alankan t idak hanya akan menghasilkan pert umbuhan ekonomi, t et api j uga menj amin t erj adinya keberl anj ut an secara ekol ogi dan sosial . Secara umum, Ekonomi Biru dapat dipahami sebagai sebuah model ekonomi unt uk mendorong pel aksanaan pembangunan berkel anj ut an dengan kerangka pikir sepert i cara kerj a ekosist em. Hal ini t idak t erl epas dari prinsip-prinsip yang ada pada konsep Ekonomi Biru, yait u :

1) Nat ur al r esour ces ef f i ci ency

2) Zer o wast e: l eave not hi ng t o wast e – wast e f or one i s a f ood f or anot her - wast e f r om one pr ocess i s r esour ce of ener gy f or t he ot her :

3) Soci al i ncl usi veness: sel f -suf f i ci ency f or al l – soci al equi t y-mor e j ob, mor e oppor t uni t i es f or t he poor

4) Cycl i c syst ems of pr oduct i on: endl ess gener at i on t o r egener at i on, bal anci ng pr oduct i on and consumpt i on

5) Open-ended i nnovat i on and adapt at i on: t he pr i nci pl es of t he l aw of physi cs and cont i nuous nat ur al adapt at i on

Sekal i pun i mpl ement asi dan cont oh yang di ber i kan dal am t eor i Ekonomi Bi r u t ersebut t idak menyebut kan t ent ang penerapan di l aut , namun ist il ah ini sesuai dengan l at ar bel akang f il osof is Paul i, yang membayangkan bahwa pl anet bumi ini akan t et ap berwarna biru apabil a dikel ol a dengan baik. Dengan menggunakan ideal isme t ersebut pembangunan kel aut an (yang dicirikan dengan l aut biru) seyogyanya dapat berkembang sel aras dengan prinsip pembangunan yang inovat if dan berkel anj ut an.

Indust ri kel aut an t idak dapat dipisahkan dari pengaruh darat an dan samudra raya karena karakt erist ik ut amanya yait u sif at air yang t erhubungkan sat u sama l ain. Hal ini t ergambar j el as dari sikl us air (H2O) yang menj adi dasar kehidupan bagi makhl uk hidup di pl anet bumi ini. Mul ai dari skal a mol ekul er hingga ukuran samudra, benda cair akan t erhubungkan (connect ed) pada set iap sisi dan bidang. Penerapan Ekonomi Biru harus memil iki pemahaman komprehensif t erhadap aspek konekt ivit as ant ar sekt or yang bersama-sama memanf aat kan ekosist em l aut dan pesisir. Misal nya pembangunan areal perkot aan yang t erl et ak di daerah pesisir, akan sangat bergant ung pada akses t erhadap sumberdaya l ainnya sepert i air dan energi. Demikian hal nya dal am aspek perdagangan marit im yang t ergant ung pada suppl y barang marit im dan j asa pel abuhan. Hal ini memerl ukan pengat uran yang harus dil aksanakan se-ef isien mungkin.

Berkait an dengan penerapan konsepsi Ekonomi Biru di ekosist em l aut , sekurang- kurangnya ada 3 hal ut ama yang menj adi dasar pendekat annya, yakni: kondisi kesehat an ekosist em (Healt hy ocean), akt ifit as ekonomi yang berpusat pada kesej aht eraan masyarakat (People-cent ered act ivit ies), dan adanya t at a-kelola sumberdaya yang baik (Ocean governance). Penurunan kualit as kondisi perairan laut dan pesisir akan berdampak pada penurunan pr odukt i f i t as ekonomi . Pencapai an kondi si l aut yang sehat memer l ukan pemi ki r an revol usioner dan t erkadang t idak l azim (t hi nki ng out of t he box). Seringkal i pemikiran sederhana unt uk mendapat kan nil ai t ambah dari hasil t angkapan ikan yang l ebih t idak sel amanya harus dengan j uml ah (kuant it at if ) yang menyol ok sehingga mengakibat kan laut t idak sehat (over f ishing). Namun dengan sent uhan t eknologi, kit a akan mendapat kan hasil yang berl ipat ganda dan l aut t et ap sehat . Hal ini t ent unya berl aku mul ai dari kegiat an bisnis kel aut an l ainnya, sepert i: budidaya rumput l aut sampai kepada peman- f aat an l aut dan wil ayah pesisir unt uk t uj uan pariwisat a.

Sesuai ket ent uan undang-undang, manf aat dari hasil bumi dan isinya harus di orient asikan unt uk mendat angkan kesej aht eraan bagi masyarakat banyak. Tuj uan yang sangat mul ia ini sekarang menj adi perdebat an karena seberapa banyak sisa sumberdaya yang ada unt uk generasi mendat ang? Pendekat an Ekonomi Biru di Indonesia seharusnya

menempat kan prasyarat bahwa mekanisme pasar dan t erobosan inovat if dal am bidang kel aut an dan perikanan harus dirancang unt uk menyediakan insent if keuangan yang memadai bagi masyarakat (UNEP, 2011).

4. 2 Pembangunan Ekonomi Kelaut an dengan Model Ekonomi Biru

Indonesia sebagai Negara Kepul auan t erbesar di dunia perl u mencari t erobosan dalam pembangunannya yang dapat menj amin kemakmuran bangsa secara t erus menerus dari generasi ke generasi. Dengan demikian segenap pot ensi yang dimiliki bangsa Indonesia harus disiapkan sebagai l andasan yang kuat bagi bangsa dan negara. Pot ensi darat dan l aut harus disinergikan sehingga menj adi kekuat an. Hal ut ama yang perl u di gunakan sebagai landasan dalam mengembangkan pemikiran t ersebut adalah bagaimana kekuat an l aut yang l uasnya hampir dua pert iga wil ayah Indonesia sert a berbagai pel uang ekonomi secara int ernasional perlu dikembangkan bagi kemakmuran Indonesia secara berkelanj ut an. Ekonomi Biru mengint egrasikan pembangunan darat dan l aut sert a memperhit ungkan daya dukung sumberdaya dan l ingkungan sehingga akt ivit as ekonomi menggunakan

perhit ungan compl et e assessment , t erint egrasi dan i nwar d maupun out war d l ooki ng guna mencapai kesej aht eraan masyarakat .

Ekonom i Bi r u m er upakan m odel pem bangunan ekonom i yang m enyat ukan pembangunan l aut dan darat an, menekankan pengopt imal an pemanf aat an t eknol ogi, indust ri, t anah dan perairan l aut , dal am rangka meningkat kan secara menyel uruh t araf pemanf aat an sumberdaya l aut . Prinsip-prinsip yang t erkandung dal am Ekonomi Biru dapat memperkuat ket ahanan pangan dan ekonomi demi mencapai pert umbuhan dan kesej aht eraan rakyat secara berkel anj ut an. Ekonomi Biru merupakan gagasan universal yang dapat diimpl ement asikan dal am perencanaan pembangunan nasional . Konsep Ekonomi Biru j uga mampu mengakomodasi Ekonomi Hij au (Gr een Economy) yang selama ini dit erapkan dal am perencanaan pembangunan di Indonesia, .

Ekonomi Biru dapat dil ihat sebagai kebij akan yang bert umpu pada pengembangan ekonomi rakyat secara komprehensif guna mencapai pembangunan nasional secara kesel uruhan. Pendekat an pembangunan dengan model Ekonomi Biru akan bersinergi dengan pel aksanaan pr ogr am pr o- poor ( pengent asan kem i ski nan) , pr o- gr ow t h (pert umbuhan), pr o-j ob (penyerapan t enaga kerj a) dan pr o-envi r onment (melest arikan l ingkungan). Terminol ogi Ekonomi Biru t el ah diangkat dal am berbagai f orum kerj asama int ernasional , sepert i pada pert emuan t ingkat Seni or Of f i ci al s Meet i ng (SOM) f or t he Asi a Paci f i c Economi c Cooper at i on (APEC) di Moskow pada bul an February 2012.

Penggunaan pendekat an Ekonomi Bi r u sebagai model pembangunan kel aut an nasional diharapkan mampu menj awab ket ergant ungan ant ara ekonomi dan ekosist em sert a dampak negat if akibat akt ivit as ekonomi t ermasuk perubahan iklim dan pemanasan global. Keberhasilan dari Ekonomi Biru sepert i pencapaian indust rialisasi sekt or kelaut an sel ain dihadapkan pada kebut uhan t enaga kerj a dan t eknol ogi yang memadai, j uga memer l ukan t er obosan-t er obosan, seper t i per bai kan r ant ai hul u hi ngga hi l i r guna meningkat kan daya saingnya.

Indust rial isasi kel aut an dal am konsep Ekonomi Biru didorong unt uk meningkat kan nil ai t ambah, daya saing, modernisasi sist em produksi hul u dan hil ir, penguat an pel aku indust ri, berbasis komodit as ut ama, wil ayah dan sist em manaj emen, pembangunan berkelanj ut an sert a t ransf ormasi sosial. Proses indust rialisasi kelaut an merupakan proses perubahan sist em produksi hul u hingga hil ir unt uk meningkat kan nil ai t ambah, produk- t ivit as dan skal a produksi sumberdaya kel aut an mel al ui modernisasi yang didukung ol eh kebij akan t erint egrasi, pengembangan inf rast rukt ur, sist em usaha dan invest asi sert a IPTEK dan SDM.

Dengan model pembangunan ekonomi kel aut an dengan model Ekonomi Bi r u diharapkan dapat menj amin keberl anj ut an ket ersediaan sumberdaya, keseimbangan ekosist em dan kesehat an l ingkungan, sert a mendorong pemanf aat an dan pengel ol aan sumberdaya yang ef ekt if . Paradigma pembangunan kelaut an dengan mengadopsi konsep Ekonomi Biru diharapkan dapat membant u dunia unt uk menghadapi t ant angan perubahan iklim, ekosist em laut yang kian rent an t erhadap dampak perubahan iklim dan pengasaman l aut . Hal ini sej al an dengan pengendal ian ancaman pemanasan gl obal , sepert i: energi gas buang dan karbon sehingga dapat t erwuj ud pembangunan berkel anj ut an secara t erpadu dan upaya pengent asan kemiskinan. Ancaman perubahan iklim sepert i kenaikan permukaan l aut , peningkat an suhu permukaan l aut , akt ivit as badai meningkat , yang disert ai ef ek berbahaya dari pengasaman l aut yang dapat menj adi ancaman t erbesar bagi kesehat an dan ekosi st em l aut . Par adi gma Ekonomi Bi r u dal am pembangunan kel aut an nasi onal mer upakan r ef l eksi si ner gi t as per t umbuhan, pembangunan dan l ingkungan dengan berpedoman pada t r i pl e hel i x model .

Dengan pendekat an konsep Ekonomi Bi r u, pembangunan ekonomi kel aut an di harapkan mampu menj adi mot or pembangunan nasional dan sumber pert umbuhan baru. Ekonomi Biru t idak hanya diharapkan dapat memacu pembangunan berkelanj ut an, t et api j uga dapat menj aga kesehat an l ingkungan mel al ui perekonomian rendah karbon (l ow car bon economy). Ekonomi Kel aut an dengan model Ekonomi Biru dibangun berdasarkan

4 pil ar, yait u 1) Int egrasi pembangunan darat an dan kel aut an, 2) Pembangunan yang bersih, inkl usif , dan berkel anj ut an, 3) Peningkat an nil ai t ambah dan daya saing produk

Dalam dokumen Kebijakan Ekonomi Kelautan Dengan Model (Halaman 43-52)

Dokumen terkait