3 .1 Ke du du k a n D a lik e n Si Te lu D a la m Ada t I st ia da t Ka r o.
Menurut Kam us Besar Bahasa I ndonesia, pengert ian adat ( 1) at uran ( perbuat an dan sebagainy a) y ang lazim dit urut at au dilak uk an sej ak dahulu k ala, ( 2) k ebiasaan; cara ( k elak uan dan sebagainy a y ang sudah m enj adi k ebiasaan, ( 3) cukai m enurut perat uran yang berlaku ( dipelabuhan dan sebagainya) , ( 4) w uj ud gagasan kebudayaan yang t erdiri at as nilai- nilai budaya, norm a, hukum , dan at uran- at uran yang sat u dengan yang lainnya berkait an m enj adi suat u sist em .
Adat adalah bagian dari k ebuday aan, t et api k ebuday aan buk an bagian dari adat . Menurut Koent j araningrat , ( 1974: 19,27) k ebuday aan adalah k eseluruhan gagasan dan karya m anusia yang harus dibiasakannya dengan belaj ar, besert a keseluruhan dari hasil budi dan karyanya. Sedangkan adat m erupakan w uj ud ideal dari k ebuday aan y ang berfungsi sebagai t at a k elak uan. Radcliffe- Brow n ( Koent j araningrat , 1974: 27- 28) percay a ak an adany a suat u k om plek s ide- ide um um y ait u adat y ang berada di at as indiv idu y ang sifat ny a m ant ap dan k ont iny u dan y ang m em puny ai sifat m em ak sa.
Adat dapat dibagi em pat t ingk at an. Tingk at pert am a disebut t ingk at nilai buday a. Tingk at ini adalah lapisan y ang paling abst rak , k arena m erupak an ide- ide yang m engkonsepsikan hal- hal yang paling bernilai dalam kehidupan m asyarakat , t ingk at ini berak ar dalam bagian em osional dari dalam j iw a m anusia. Tingk at an ini disebut j uga sist em nilai buday a. Tingk at k edua disebut t ingk at norm a- norm a. Tingkat an ini lebih kongkrit yang m erupakan sist em norm a. Norm a- norm a ini adalah nilai- nilai buday a y ang sudah t erkait k epada peranan- peranan t ert ent u dari m anusia di dalam m asyarak at . Tingk at k et iga disebut t ingk at huk um . Tingk at ini j auh lebih k ongk rit dari y ang k edua, y ait u sist em huk um . Dan t ingk at k eem pat disebut t ingk at at uran k husus. Tingk at at uran k husus adalah t ingk at y ang t rak hir adalah at uran- at uran khusus yang m engat ur akt ivit as- akt ivit as yang j elas dan t erbat as ruang lingk upny a dalam k ehidupan m asyarak at .
Adapun fungsi adat unt uk m engat ur hubungan ant ar sesam a w arga, unt uk m engat ur hubungan ant ara m anusia dengan alam ( lingkungan hidup) yang m encakup m anusia dalam hubungannya dengan kepercayaan, upacara kelahiran, upacara k em at ian, upacara perkaw inan dan lainny a. Juga unt uk m engat ur m anusia dalam hubungannya dengan lingkungan alam , hubungan m anusia dengan Tuhan ( agam a)
Seorang Ant ropolog dari Am erika Clark E. Cunningham ( Siahaan, 1982: 1) , pernah m engat ak an bahw a dim anapun orang Bat ak ( t erm asuk Karo, pen) bert em u ( diperant auan) , m erek a seolah- olah berkerabat m esk ipun belum pernah berkenalan sebelum nya. Apalagi kalau m ereka it u m em punyai klen yang sam a, m aka hubungan it u rasany a am at dek at , t inggal m em int a bant uan seorang ahli adat y ang dapat m enelusuri j auh dekat nya hubungan silsilahnya .
Adat ist iadat m em ang t um buh dan berkem bang dari suat u k ebut uhan hidup yang nyat a, cara hidup dan pandangan hidup yang keseluruhannya m erupakan k ebuday aan m asy arak at t em pat adat ist iadat it u berlak u, m ak a adat ist iadat adalah pancaran dari j iw a dan st ruk t ur m asy arak at di m ana adat ist iadai it u berlak u, m ak a hak ik at adat adalah k asih say ang unt uk k ebahagiaan bersam a secara t ot alit as ( j iw a dan raga) .
Secara um um ada em pat sifat adat ( Bushar, 1988: 48- 56) adalah:
( 1) Religius Magis. Adapun ciri- ciri religius m agis ( a) kepercayaan kepada m ahluk- m ahluk halus, roh- roh dan hant u- hant u yang m enem pat i seluruh alam sem est a dan
khusus gej ala- gej ala alam , t um buh- t um buhan, binat ang, t ubuh m anusia dan benda- benda, ( b) k epercay aan k epada k ek uat an sak t i y ang m eliput i alam sem est a dan k husus t erdapat dalam perist iw a- perist iw a y ang luar biasa, binat ang y ang luar biasa, t um buh- t um buhan yang luar biasa, t ubuh m anusia yang luar biasa, benda- benda y ang luar biasa, dan suara y ang luar biasa, ( c) anggapan bahw a k ek uat an sak t i y ang pasif it u dipergunak an sebagai m agishe k racht dalam berbagai perbuat an- perbuat an ilm u gaib unt uk m encapai kem auan m anusia at au unt uk m enolak bahaya gaib, ( d) anggapan bahw a k elebihan k ek uat an sak t i dalam alam m eny ebabk an k eadaan k risis, m enyebabkan t im bulnya berbagai m acam bahaya gaib yang hanya dapat dihindari dengan berbagai m acam pant angan. Religius m agis ini j uga m engandung pengert ian y ang k om plek s y ait u cara berfikir dan cara m erasa, bert indak didorong oleh kepercayaan ( religi) yang m engisi, m enghuni seluruh alam sem est a ( dunia kosm os) dan y ang t erdapat pada orang, binat ang, t um buh- t um buhan besar dan k ecil dan sem ua t enaga it u m em baw a seluruh alam sem est a dalam suat u k eadaan k eseim bangan. Tiap t enaga gaib it u m erupak an bagian dari k osm os dan k eseluruhan hidup j asm aniah dan rokhaniah, dan keseim bangan it ulah yang senant iasa harus t erj aga dan apabila t erganggu harus dipulihk an. Mem ulihk an k eadaan k eseim bangan it u berw uj ud dalam beberapa upacara, pant angan at au rit us.
( 2) Kom unal. Art iny a suat u segi at au corak y ang k has dari suat u m asy arak at y ang m asih hidup sangat t erpencil at au dalam hidupnya sehari- hari m asih sangat t ergant ung k epada t anah at au alam . Dalam m asy arak at sepert i ini lebih diut am ak an k epent ingan um um daripada k epent ingan indiv idu. Dalam m asyarak at sepert i ini k eput usan clan, k eput usan desa berlak u t erus dan dalam k eadaan apapun j uga harus dipat uhi dan dihorm at i
( 3) I nt erak si. Art iny a adat ist iadat j uga berfungsi sebagai alat berint erak si, ant ar m asyarakat .
( 4) Kongkrit . Kongkrit art inya bahw a dalam alam berfikir yang t ert ent u senant iasa dicoba dan diusahakan supaya hal- hal yang dim aksud, diingini, dikehendaki at au ak an dik erj ak an, dit ransform ir at au diberi w uj ud sesuat u benda, diberi t anda y ang kelihat an, baik berupa langsung m aupun hanya m enyerupai obyek yang dikehendaki ( sim bol, benda y ang m agis, dll)
Dalam hal ini daliken si t elu sebagai bagian dari adat ist iadat m asyarakat Karo, j uga ada dit em ui k eem pat sifat di at as. Kalim bubu selalu disebut Tuhan Yang Nam pak, ini j elas bersifat religius. Daliken si t elu yang t erdiri dari t iga akt or sebagai penggerak adat ist iadat Karo, j elas bersifat k om unal, m engandung int erak si sosial dan bersifat k ongk rit , dan ak t iv it asny a dij adik an sum ber inspirasi bagi int erpret asi pengem bangan nilai- nilai sosial, dalam hal ini nilai kekerabat an, kebersam aan dan got ong roy ong.
Pada m asy arak at Karo, sem ua m asalah y ang t im bul dari k eerat an k ek erabat an t ersebut diselesaikan berlandaskan dan berdasark an falsafah daliken si t elu. Dilihat dari bahasa sim bolik ( yang m engandung baik unsur m at erial m aupun unsur spirit ual dalam bent uk kode, bahasa, upacara, m im ik dan lain- lain) , m aka k ehidupan m asyarak at Karo sehari- hari dit opang, berlandaskan, dik endalikan oleh k et iga ak t or t ersebut di at as y ait u k alim bubu, sem buy ak / senina, dan anak beru. Mak na y ang t erkandung di dalam k onsep daliken si t elu adalah got ong roy ong y ang seim bang y ang dapat dipaham i sebagai alat pengendalian sosial. Berdasark an m ak na ini, m aka daliken si t elu dij adikan sebagai sum ber inspirasi unt uk m engat asi m asalah suk a dan duk a.
Jadi sem ua ak t ifit as sosial m asy arak at Karo, m ulai dari lahir sam pai m at i, m ulai dari adat perkaw inan, k em alangan, m em asuk i rum ah baru, upacara m em anggil huj an, upacara m em anggil arw ah dari keluarga yang sudah m eninggal, buang sial, upacara saling m em aafk an ( purpursage) , m aupun k et ik a t erj adi k onflik ant ar sesam a m erek a dan lainny a, diselesaikan berdasark an sem angat daliken si
t elu, m ak a daliken si t elu adalah dasar dari sem ua ak t iv it as sosial buday a m asyarakat Karo. Daliken si t elu m elet akkan dasar bagi susunan hubungan- hubungan sosial m asy arak at Karo. Apak ah dia sebagai k alim bubu, sem buy ak / senina, at au anakberu, m aka daliken si t elu berperan sebagai penunj uk arah. I ni sam a dengan daliken si t elu berfungsi sebagai alat pengendalian m asyarak at ( sosial) . Dem ik ian pent ing k eduduk an daliken si t elu ini, dalam k ehidupan m asyarak at Karo.
Daliken si t elu sebagai sebuah falsafah hidup bersifat t ri t unggal dan berazas dem okrat is, religius dan berfungsi sosial. Sifat dem okrat isnya ini t erlihat pada posisi k alim bubu, sem buy ak / senina, dan anak beru, t idak m engandung m ak na k ast a, t et api bersifat t em porer, t ergant ung pada sit uasi dan k ondisi seseorang it u berada. Sifat religiusny a, t erlihat pada j uluk an y ang diberik an k epada k alim bubu, sebagai Tuhan Yang Tam pak . Sedangk an sifat sosialny a t erlihat pada t ugas m asing- m asing dari m erek a y ang berada sebagai k alim bubu, sem buy ak / senina, dan anak beru pada sebuah acara adat .
Kefleksibelan daliken si t elu t erlihat bahw a dia t idak bersifat t ert ut up, t et api t erbuk a. Siapa saj a dapat berposisi sebagai k alim bubu, sem buy ak / senina, dan anak beru. Bagi orang non Karo pun bisa berposisi sebagai k alim bubu, sem buy ak / senina, dan anak beru orang Karo, asal dia t elah disahk an m enj adi w arga m asy arak at Karo, apak ah it u k arena m enik ah dengan salah seorang put ra- put ri Karo at au lainny a, sek aligus diberik an orang t ua adat ny a. Dalam pem berian orang t ua adat ini, sekaligus m elekat di dalam pem berian t ersebut m erga ( klen) ist ilah unt uk pria dan beru ist ilah unt uk w anit a; berebere, binuang, soler, anak beru, k alim bubu, senina/ sem buyak.
3 .2 D a lik e n Si Te lu , M a sa la h Sosia l da n Solu si
3 .2 .1 M e k a n ism e D a lik e n Si Te lu , M e n ge n da lik a n M a sa la h Sosia l
Beberapa bent uk pengendalian sosial y ang berbent uk prevent if, m asih t et ap ak t ual hingga sam pai hari ini. Nam un beberapa lainny a t erut am a y ang bersifat represif, sudah t idak populer lagi unt uk dilak sanak an. Misalny a dipasung
( dibay angk en/ dit aw an) , dik ucilkan. Kasus- k asus sosial y ang m em erluk an huk um an yang bersifat represif, lebih suka diselesaikan berdasarkan hukum negara.
3 .2 .1 .1 M a sa la h Sosia l D a la m Ke lu a r ga da n Be n t u k Pe n ge n da lia n n y a
Secara um um , bila m uncul m asalah- m asalah sosial dalam keluarga Karo, baik pada m asa lalu m aupun pada m asa kini, selalu m engut am akan penyelesaian m asalah berdasarkan sem angat daliken si t elu. Kalau pada m asa lalu, unt uk kasus perj inahan m isalny a, m asy arak at Karo m em berikan huk um an k epada pelak u dengan m engucilkanny a, t et api k ini, boleh j adi pengucilan it u t idak efekt if lagi, sebagai alat pengendalian sosial, k arena orang bebas pindah k e daerah lain, t anpa m erasa t erkucil, j ust ru di t em pat ny a y ang baru ini, dia dapat m em bent uk " k eluarga baru" , m aka unt uk m engat asi kasus perj inahan ini m isalnya dipergunakanlah perangkat hukum m oderen unt uk m enyelesaikannya. Unt uk sam pai pada perangkat hukum m oderen ini, biasany a selalu t erlebih dahulu dicoba diselesaikan dengan sem angat daliken si t elu. Pengendalian m asalah sosial berdasarkan hukum m oderen adalah alt ernat if t rak hir bagi peny elesaian m asalah. Jadi pengendalian m asalah sosial t ert ent u y ang t erj adi di dalam k eluarga Karo, pada m asa k ini, m asih ada y ang dapat diselesaikan berdasarkan sem angat daliken si t elu yait u m elalui m usyaw arah dari k eluarga y ang t erlibat dengan m enghadirkan unsur daliken si t elu, k edua belah pihak, t anpa harus m em baw anya ke pengadilan. Nam un ada pula yang m enghendakinya diselesaikannya berdasarkan j alur hukum m oderen, alt ernat if
pilihan j alur m oderen ini, biasanya disebabkan t idak dit em ukan t it ik penyelesaian y ang m em uask an berdasark an j alur adat ist iadat .
Hal ini sesuai dengan pandangan responden um um , yang m enghendaki peranan daliken si t elu dalam m enangangi m asalah- m asalah sosial y ang t erj adi pada k eluarga Karo, m asih t et ap diperluk an. Unt uk k asus- k asus t ert ent u, peranan daliken si t elu m asih pent ing, karena penyelesaian m asalah sosial berdasarkan sem angat daliken si t elu, j auh lebih " sej uk " , lebih " dam ai" bila dibandingk an dengan perangk at hukum yang berlaku. Beberapa pem ecahan kasus berdasarkan daliken si t elu m em ang t idak relev an lagi diberlak uk an, m engingat sem angat t ersebut bert ent angan dengan hukum negara, m isalnya pem asungan, ukum en i peridi i t iga ( hukum an dim andikan di depan Um um ) , ukum en m at e ( hukum an m at i) versi adat Karo.
Sehubungan dem ikian luasnya m asalah sosial t ersebut , m aka m asalah sosial y ang dibicarak an berik ut ini, adalah m asalah- m asalah sosial y ang t erj adi pada k eluarga Karo. Masalah sosial t ersebut m eny angk ut peny im pangan di dalam bidang perj odohan perkaw inan, w arisan, k onflik, berzinah, gant i k len, dan bent uk penghargaan y ang t erdapat di dalam m asy arak at Karo.
3 .2 .1 .2 Pe r k a w in a n I de a l D a n M a sa la h D a la m Pe r k a w in a n 3 .2 .1 .2 .1 Pe r k a w in a n I de a l
Perkaw inan adalah m asalah pokok dalam kehidupan m anusia, karena perkaw inan ini berpengaruh besar k epada roda k elangsungan hidup m anusia di dunia ini. Perkaw inan m erupak an ikat an lahir bat in ant ara seorang pria dengan seorang w anit a dengan t uj uan m em bent uk k eluarga ( rum ah t angga) y ang bahagia dan k ek al berdasarkan Ket uhanan Yang Maha Esa.
Masyarakat pat rilineal ( Bushar, 1991: 21- 22) pada dasarny a adalah suat u sist em k ek eluargaan dari anggot a m asy arak at y ang m enarik garis k et urunan secara k onsekuen m elalui garis lak i- lak i. Sist em perkaw inanny a adalah k aw in exogam i j uj ur, w anit a yang m enikah, dengan kelom pok m asyarakat ini, st at usnya berubah dari anggot a k lenny a sem asa gadis m enj adi anggot a k len suam iny a. Pengert ian j uj ur ( m ahar) dalam hal ini, buk an diart ik an pem belian w anit a, t et api pergant ian; si w anit a yang m enikah harus digant i dengan sesuat u benda, agar t et ap t erj aga k eseim bangan di dalam k eluarga y ang dit inggalkanny a. Sifat benda ini adalah sim bolis.
Perkaw inan j uj ur ini m engandung t iga m akna ( 1) j uridis yait u pindahnya si w anit a k e dalam lingk ungan k eluarga suam iny a, dan bert ugas, berhak dan berkew aj iban dan dianggap sebagai anggot a k len suam iny a, inilah y ang disebut perubahan st at us ( 2) sosial polit is, t erj adiny a perkaw inan it u ak an m em pererat hubungan ant ar keluarga dan klen- klen yang bersangkut an, m alah t erkadang m enghapus perm usuhan, dendam di ant ara m ereka, ( 3) ekonom is yait u pert ukaran barang at au benda ant ar k eluarga y ang bersangk ut an. Dapat dicat at , bila siw anit a dianggap barang, sifat ini hany alah sebagai barang dalam pengert ian sim bolis.
Adapun fungsi perkaw inan secara um um ( Soek ant o, 1996: 232) adalah 1. Unt uk m engat ur perilaku seksual m anusia dalam pergaulan hidupnya.
2 . Unt uk m engat ur pem berian hak dan k ew aj iban bagi suam i, ist ri dan j uga
anak - anak ny a.
3 . Unt uk m em enuhi kebut uhan m anusia akan kaw an hidup oleh karena secara
naluriah m anusia senant iasa berhasrat unt uk hidup berkaw an.
4 . Unt uk m em enuhi kebut uhan m anusia akan benda m at eril. 5 . Unt uk m em enuhi kebut uhan m anusia akan prest ise.
Pada m asy arak at Karo adalah: 1. Unt uk dapat m elanj ut kan ket urunan.
2 . Unt uk m em peroleh anak lak i- lak i agar ada y ang m ew arisi segala hart a benda
y ang dit inggalkan oleh orang t uany a k elak .
3 . Mem upuk hubungan k ek eluargaan ant ara sat u pihak dengan pihak lain sesuai
dengan unsur- unsur yang t erdapat pada daliken si t elu.
4 . Menam bah k aum k erabat sebab perkaw inan bersifat exogam i k len. 5 . Merupakan syarat unt uk m em peroleh kebahagiaan.
6 . Merupakan keharusan m enurut adat , sebab hal yang m em alukan bila
put ra/ put ri y ang sudah dew asa pada m asyarak at Bat ak t idak dik aw ink an.
7 . Menj aga kem urnian ket urunan t erut am a bagi yang m enikah dengan seet nis. 8 . Unt uk hubungan perset ubuhan.
Mem ang ada perbedaan t uj uan perkaw inan, baik sepert i y ang dik em uk ak an oleh Soerj ono Soekant o. Perbedaan t ersebut m isalny a berdasark an pandangan Soerj ono Soekant o, perkaw inan bert uj uan unt uk m engat ur hubungan seks, hal ini t idak m enj adi t uj uan ut am a pada perkaw inan m asy arak at Karo. Tuj uan t ersebut t elah m asuk dan m enyat u di dalam t uj uan m elanj ut kan ket urunan, hal ini m ak a, salah sat u alasan t im bulny a perceraian pada m asy arak at Karo k arena t idak m em peroleh ket urunan. Alasan ini j elas bukan m ot if seks. Hal lain yang berbeda adalah sepert i y ang dik at ak an oleh Siahaan, ( Nalom , 1982) unt uk m elak sanak an aj aran agam a. Pada m asy arak at Karo hal ini t idak dit em uk an, kalau pun ini dit em ukan baru set elah m asyarakat Karo beralih m em eluk agam a Krist en at au I slam .
Pest a perkaw inan, m erupak an j em bat an y ang m em pert em uk an daliken si t elu pihak pengant in pria dengan daliken si t elu, pihak pengant in w anit a. Melalui perkaw inan ini, daliken si t elu pihak w anit a, ak an m enj adi berkerabat dengan daliken si t elu pihak pria. Bila selam a ini t elah t erj adi hubungan kekerabat an, m aka dengan t erj adinya perkaw inan, kekerabat an it u sem akin dierat kan. Nam un bila selam a ini belum t erj adi hubungan kekerabat an, m aka dengan t erj adinya perkaw inan ini, m enam bah anggot a k erabat . Suat u buk t i bahw a perkaw inan ini adalah urusan kekerabat an, j uga t erlihat dalam pendist ribusian m ahar yang dit erim a pihak w anit a. Mahar y ang dit erim a pihak w anit a, y ang saat ini, diberik an berupa uang oleh pengant in pria, dibagi- bagikan sesuai j enj ang, berdasark an daliken si t elu ( k alim bubu, senina/ sem buy ak , dan anak beruny a) . Kepada pihak k alim bubu diberik an bere- bere ( k epada pam an pengant in w anit a) , perkem pun ( kepada kelom pok kakek dari ibu kandung pengant in w anit a) , perbibin ( kepada kelom pok saudara- saudara w anit a dari ibu kandung si pengant in w anit a) . Kepada pihak k elom pok anak beru dari pengant in w anit a, diberik an perbibin/ perseninaan ( k elom pok saudara perem puan dari ay ah si pengant in w anit a at au k elom pok saudara- saudara pengant in w anit a) . Sedangk an k epada pihak suk ut ( sem buy ak ) yait u saudara- saudara dari ayah si pengant in w anit a, diberikan gant ang t um ba/ unj uken, rudang- rudang, senina ku ranan. Sedangkan sist em perkaw inan pada m asyarakat Karo ini pada prinsipnya kaw in exogam i, yait u m engam bil ist ri at au suam i harus di luar k elom pok sub k len at au di luar dari y ang ibuny a m asih saling bersaudara.
Menurut Benedict ( 1962: 40) , bany ak daerah di seluruh dunia, seorang kem anakan perem puan, seringkali anak perem puan saudara laki- laki ibunya