• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daliken Si Telu dan Solusi Masalah Sosia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Daliken Si Telu dan Solusi Masalah Sosia"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)

D ALI KEN SI TELU D AN SOLUSI M ASALAH SOSI AL PAD A M ASYATAKAT KARO:

KAJI AN SI STEM PEN GEN D ALI AN SOSI AL

D RS. PERTAM PI LAN S. BRAH M AN A, M .SI

k aw arm edan@y ahoo.com

Fa k u lt a s Sa st r a Ju r u sa n Sa st r a I n don e sia Un ive r sit a s Su m a t e r a Ut a r a

PEN D AH ULUAN

1 . La t a r Be la k a n g

Dalam GBHN dij elaskan bahw a k ebuday aan nasional dik em bangk an dan diarahkan unt uk m em berikan w aw asan budaya dan m akna pada pem bangunan nasional dalam segenap dim ensi k ehidupan berm asy arak at , berbangsa dan bernegara sert a dit uj ukan unt uk m eningkat kan harkat dan m art abat m anusia I ndonesia sert a m em perk uat j at i diri dan k epribadian bangsa.

Kebudayaan nasional yang m encerm inkan nilai- nilai luhur bangsa t erus dipelihara, dibina dan dik em bangk an unt uk m em perk uat penghay at an dan pengam alan t erhadap Pancasila, m eningk at k an k ualit as k ehidupan, m em perk uat j at i diri dan kepribadian nasional, m em perkukuh j iw a persat uan dan kesat uan bangsa sert a m am pu m enj adi penggerak bagi perw uj udan cit a- cit a bangsa. Hasrat m asy arak at luas unt uk berperan ak t if dalam proses pem binaan dan pengem bangan k ebuday aan nasional t erus digairahk an. Dalam m em gem bangk an k ebuday aan nasional bangsa perlu dit um buhkan kem am puan m asyarakat unt uk m em aham i dan m engam alkan nilai- nilai budaya daerah yang luhur dan beradab sert a m enyerap nilai buday a asing y ang posit ip unt uk m em perk ay a buday a bangsa. Dalam proses pem bangunan perlu dicegah sik ap feodal, sik ap eksklusif dan paham k edaerahan y ang sem pit sert a pengaruh buday a asing y ang bert ent angan dengan nilai buday a m asy arak at y ang sesuai dengan j at i diri bangsa. Dengan dem ik ian, pengem bangan k ebuday aan daerah t et ap m engacu k epada k epent ingan pem bangunan bangsa. Kebuday aan daerah dalam hal ini, diharapk an sebagai sum ber inspirasi at au m at a air peny egar bagi pem bangunan bangsa. Dan hak hidup k ebuday aan daerah ini dalam UUD 45 dij am in pada pasal 32 y ang berbuny i Pem erint ah m em aj ukan kebuday aan

Nasional I ndonesia. Kehidupan m anusia pada um um nya berubah. Kebudayaan pun

dem ik ian j uga. Perubahan k ebuday aan pada dasarny a selalu sesuai dengan t ingk at perkem bangan penget ahuan dan t eknologi yang dialam i m anusia.

(2)

Unt uk m engat asi dalam art i m encegah secara prevent if dan represif t indak an y ang m eny im pang ini, m ak a diperluk an suat u alat y ang disebut pengendalian sosial. Pengendalian sosial adalah suat u pranat a y ang dapat m engaw asi, m enek an, dan m enghukum individu yang m enim bulkan ket egangan- ket egangan dalam m asyarakat . Pranat a ini ak an m endorong m asy arak at unt uk berperilak u sesuai dengan t radisi dan hukum yang berlaku dem i ket erat uran dan kelangsungan kehidupan berm asyarakat ket ika bersosialisasi diri.

Dalam m asy arak at m oderen sist em pengendalian sosial ini t erdapat pada lem baga- lem baga, sepert i lem baga sosial desa, lem baga k et ahanan m asy arak at desa, lem baga- lem baga huk um , sek olah- sek olah, lem baga- lem baga pem erint ah dan lain sebagainya. Lem baga- lem baga ini berfungsi unt uk m engat ur dan m engk oordinasi w argany a dalam w ilay ah k ek uasaanny a. Lem baga ini diduk ung oleh aparat y ang bert ugas m enj alank anny a dengan m em berikan sank si bagi pelanggarny a. Perbedaan dengan m asy arak at t radisional adalah m asalah t ert ulis dan t idak . Pada m asyarak at m oderen at uran- at uran y ang dicipt ak an t ert ulis, sedangk an pada m asy arak at t radisional at uran- at uranny a m elek at pada t radisiny a at au k harism a pem im pinny a.

Masy arak at Karo, sebagai sek elom pok m asy arak at y ang t erbuk a, sepert i et nis lain, j uga m eny erap m oderenisasi k e dalam k ebuday aanny a, m ak a buday a m asy arak at Karo j uga m engalam i perubahan, baik secara t ransm isi m aupun dalam bent uk t ransform asi. Dam pak perubahan ini t erlihat di dalam sem ua bidang kehidupan, salah sat u bidang yang m udah dilihat adalah pada pelaksanaan adat ist iadat dalam k ehidupan m asy arak at Karo sehari- hari, sem ak in m engarah k epragm at ism e. Sebagai cont oh, dalam pelak sanaan pest a apak ah perkaw inan at au acara duk acit a, biasany a y ang m enj adi sek si k onsum si dan bert anggungj aw ab m ulai dari pem belian bahan, dim asak sam pai dihidangk an k epada para undangan adalah t ugas para anakberu1, nam un kini peranan anakberu, dalam seksi konsum si ini m ulai berkurang. Ada kecenderungan peranan anakberu, dalam t ingk at t ert ent u diam bil alih oleh orang lain yait u para j uru m asak bayaran.

Keadaan ini, dari sat u sisi m em ang prakt is, m udah m engkont rolnya, nam un dari sisi lain, sisi k ebersam aan, bobot ny a j elas m engalam i k em unduran. Apalagi biasanya yang m em bant u m em asak dan m enghidangkan m akanan t ersebut dibant u para m uda- m udi yang dikenal dengan ist ilah serayaan2. Nam un seiring dengan

dipergunak anny a j uru m asak bay aran, ak t ifit as serayaan m ulai dit iadak an, pada hal ak t ifit as serayaan ini, j uga adalah salah sat u alat bersosialisasi para m uda- m udi Karo, agar m erek a k elak saling berj odoh. Hilangny a k egiat an serayaan ini t erut am a di kot a- kot a besar berart i hilangnya salah sat u bent uk sosialisasi m uda- m udi, yang seharusny a k epada m erek a diw ariskan t radisi ini.

Pest a perkaw inan, m erupak an j em bat an y ang m em pert em uk an daliken si

t elu3 pihak pengant in pria dengan daliken si t elu, pihak pengant in w anit a. Melalui

1

Anak beru disebut j uga penerim a anak dara.

2

Seray aan adalah got ong roy ong y ang dilak uk an oleh m uda- m udi pada sebuah pest a t anpa m endapat bay aran.

3

(3)

j alinan perkaw inan ini, daliken si t elu pihak pengant in w anit a, ak an berkerabat dengan daliken si t elu pihak pengant in pria. Bila selam a ini t elah t erj adi hubungan kekerabat an, m aka m elalui j alinan perkaw inan ini, kekerabat an it u sem akin dierat kan. Nam un bila selam a ini belum t erj adi hubungan kekerabat an, dengan t erj adiny a perkaw inan ini, m enam bah anggot a k erabat , m ak a perkaw inan bagi m asy arak at Karo buk an ikat an ant ar dua orang y ang berlainan j enis ( pria dan w anit a) unt uk bersat u dalam kehidupan bersam a, at au hanya m erupakan persoalan indiv idu, at au saudara m asing- m asing, t et api m erupak an ikat an k len dari orangt ua pengant in pria dengan unsur daliken si t eluny a dengan orang t ua pengant in w anit a, j uga dengan pihak daliken si t eluny a, y ang m erupak an ikat an dua k eluarga dalam pengert ian luas, y ang sifat ny a m enj adi suat u ikat an y ang k ek al di ant ara k eluarga ant ara pengant in pria dan pengant in w anit a. Suat u buk t i bahw a perkaw inan ini adalah urusan k ek erabat an, j uga t erlihat dalam pem bagian m ahar y ang dit erim a pihak w anit a. Mahar y ang dit erim a pihak w anit a, y ang saat ini, diberik an berupa uang oleh pengant in pria, dibagi- bagikan sesuai j enj ang y ang didasarkan k epada

daliken si t elu ( kalim bubu, senina/ sem buyak, dan anakberuny a) . Kepada pihak kalim bubu diberik an bere- bere4, dalam hal ini dit erim a oleh pam an pengant in w anit a, perkem pun5, dalam hal ini dit erim a oleh kelom pok kakek dari ibu kandung pengant in w anit a, perbibin6, dalam hal ini adalah k elom pok saudara- saudara w anit a dari ibu kandung si pengant in w anit a) . Kepada pihak kelom pok anakberu dari pengant in w anit a, diberik an perbibin/ perseninaan ( pihak saudara perem puan dari ay ah si pengant in w anit a at au k elom pok saudara- saudara pengant in w anit a) . Sedangk an k epada pihak sukut y ait u saudara- saudara dari ay ah si pengant in w anit a, diberik an gant ang t um ba/ unj uken, rudangrudang, senina ku ranan7.

Perkem bangan sek arang ini, ak ibat m oderenisasi, pest a perkaw inan, cenderung diut am ak an, dilak uk an dan disahk an oleh/ di lem baga- lem baga k eagam aan saj a. Sam a sek ali m em inim alkan peranan daliken si t elu, k edua belah pihak . I ni berart i pest a perkaw inan bergeser m enj adi urusan indiv idu. Dalam k ait an ini, t ahap- t ahap di dalam pelak sanaan pest a perkaw inan y ang m elibat k an bany ak k erabat , selain sebagai w uj ud adany a nilai k ebersam aan dalam k ait an t

anak dara. Adapun orang y ang m asuk k e dalam Senina/ Sem buyak adalah ego dengan kelom pok m arganya m aupun kelom pok lain yang sej alan dengannya di dalam st rukt ur diliken si t elu si ego. Adapun orang yang m asuk ke dalam Anakberu adalah pengam bil gadis dari pihak ego, pihak pengam bil saudara perem puan ego, pihak pengam bil saudara perem puan kakek ego, pihak pengam bil saudar a per em puan ayah ego dar i kakek dan pihak pengam bil anak perem puan ego, pihak pengam bil gadis dari saudara perem puan ego, pihak pengam bil gadis dari saudara perem puan ay ah ego, dan t urunan dari saudara perem puan ego, dan pihak pengam bil gadis dari saudara perem puan ego, k elom pok ini disebut j uga penerim a anak dara.

4

Nam a m ahar y ang diberik an k epada k elom pok pihak pam an pengant in.

5

Nam a m ahar yang diberikan kepada kelom pok pihak nenek pengant in

6

Nam a m ahar yang diberikan kepada kelom pok pihak saudara perem puan dari ibu pengant in

7

(4)

j aw ab bersam a, ini j uga j elas m engandung unsur pengendalian sosial dalam bent uk prevent if dan t radisional yait u pencegahan t im bulnya m asalah sosial baru.

Secara konsepsional, bent uk- bent uk pengendalian sosial yang bersifat t radisional sangat m enarik unt uk digali dan dibina sebagai bagian dari k ek ay aan budaya bangsa, kem udian secara fakt ual, kalau m em ungkinkan, hasilnya perlu j uga sosialisasikan pada j am an m oderen ini, agar t idak hilang. Apalagi konsep- konsep pengendalian sosial t radisional it u m asih ada relevansinya dengan kondisi saat ini. Fakt or lainnya yang m endorong penulis unt uk m enelit i m asalah ini, sepanj ang pengam at an penulis, m asalah ini belum pernah ada yang m enelit i dengan m engk ait k anny a k epada ( bent uk ) pengendalian sosial. Tuj uan lain adalah agar dapat m engefekt ifkannya m enj adi pow er of cult ure unt uk m enet ralisir m asalah- m asalah sosial yang dapat m em ecah- belah persat uan dan kesat uan, baik secara khusus yait u et nis karo m aupun secara um um yait u bangsa I ndonesia, m aka pengenalan dan pem aham an t erhadap cara- cara m asy arak at Karo m engendalikan m asalah- m asalah sosialnya dan sekaligus unt uk m em pert ahankan ident it asnya j uga perlu t elit i, diinvent arisasi sebagai bagian dari kekayaan yang dim iliki oleh bangsa dan k ebuday aan I ndonesia.

2 . Pe n ge r t ia n

2 .1 Pe n ge n da lia n Sosia l

Sist em Pengendalian Sosial, dan Pengendalian Sist em Sosial m erupakan dua ist ilah yang ber beda m aknanya. Sist em Pengendalian Sosial adalah cara m engendalikan m m asalah sosial, y ang m enj adi oby ek ny a adalah m asalah-m asalah asalah-m asyarakat ( sosial) , yait u bagaiasalah-m ana cara asalah-m engendalikan asalah-m asalah sosial y ang t im bul dalam m asy arak at , agar t ercipt a suasana harm onis, sehingga t idak m enim bulkan m asalah- m asalah sosial. Sedangkan Pengendalian Sist em Sosial adalah cara m engendalikan, m enat a, m em bina sist em sosial y ang ada dalam m asy arak at , agar di dalam m asy arak at t ercipt a, t erbina suasana harm onis, sehingga t idak m enim bulkan m asalah- m asalah sosial baru, m aka yang dibina adalah sist em sosial.

Sist em sosial adalah suat u sist em dim ana bagian- bagian/ elem en- elem enny a

saling pengaruh m em pengaruhi. Sist em sosial dan sist em pengendalian sosial obyeknya adalah m asalah- m asalah sosial. Masalah- m asalah sosial ini adalah m asalah- m asalah yang berkait an dengan m anusia, sedangkan ( m asalah) sist em

sosial adalah m asalah y ang berkait an dengan pelem bagaan sosial y ang dibuat

(5)

Pengendalian sosial oleh Roucek ( Soek ant o, 1982: 199; ( TT 47- 53) diart ik an sebagai proses, baik y ang direncanak an m aupun t idak , y ang bersifat m endidik, m engaj ak at au bahk an m em ak sa w arga m asy arak at agar m em at uhi k aidah- k aidah dan nilai- nilai sosial yang berlaku. Nam un ada pula yang m endefinisikan pengendalian sosial adalah suat u sist em yang m enekankan dan m enghukum m anusia yang m enim bulkan ket egangan- ket egangan dalam m asyarakat . Sist em ini m endorong w arga m asyarakat it u unt uk berperilaku sesuai dengan adat dan hukum yang berlaku dem i ket erat uran dan kelangsungan kehidupan m asyarakat . At au suat u kelom pok m engendalikan kelom pok yang lain.

Pengendalian sosial t erj adi apabila suat u kelom pok m enent ukan t ingkah laku kelom pok lain, kelom pok m engendalikan perilaku anggot anya, at au kalau pribadi-pribadi m em pengaruhi t ingkah laku pihak lain. Dengan kat a lain, pengendalian sosial t erj adi apabila seseorang diaj ak at au dipak sa unt uk bert ingk ah lak u sesuai dengan keinginan pihak lain, baik apabila hal it u sesuai dengan kehendaknya m aupun t idak ( Soek ant o, 1987: 2) . Adapun hak ik at pengendalian sosial adalah sebagai perw uj udan adany a k ek ebasan w arga m asy arak at y ang bert anggungj aw ab.

Pengendalian sosial m erupakan suat u kekuat an unt uk m engorganisir t ingkah laku sosial budaya, pengendalian sosial m em punyai kekuat an yang m em bim bing m anusia. Di sam ping it u, t elah m enj adi kenyat aan pula bahw a kehidupan suat u m asy arak at , senant iasa diat ur oleh norm a- norm a at au k aidah- k aidah y ang m em ungkinkan m ereka dapat m elaksanakan fungsinya m asing- m asing, baik secara pribadi m aupun unt uk kepent ingan kelom pok m asyarakat sert a keseluruhan. Sem ak in t aat dan t ert iblah k ehidupan m erek a dan dem ik ian pula sebalikny a.

Pada bent uk lain pengendalian sosial adalah suat u sarana yang ada di m asy arak at unt uk m em pengaruhi at au m engont rol sem ua w argany a m elalui proses sosialisasi set iap w arganya. Melalui proses sosialisasi, set iap w arga m asyarak at ak an dit unt un ke arah sikap t unduk dan pat uh pada norm a- norm a, nilai- nilai budaya, at uran yang ada at au dikehendaki oleh m asyarakat . Dilihat dari kebudayaan, t erny at a pengendalian sosial sangat dipengaruhi at au didasari k ebuday aan y ang m endukungnya.

Jadi pengert ian pengendalian sosial dari segi sosiologis adalah am at luas, m erupakan suat u proses dan sist em yang m em ungkinkan bersifat m endidik, m engaj ak at au m ungk in m em ak sa anggot a- anggot a m asy arak at agar m au m ent aat i norm a- norm a dalam kelom poknya. Pengendalian sosial akan m em perkokoh st rukt ur dan m enj aga int egrit as m asyarak at t ersebut secara k eseluruhan, dan pada um um nya pengendalian sosial berpedom an pada berbagai norm a- norm a dan ini dilak sanak an sert a dik em bangk an oleh lem baga- lem baga sosial sepert i lem baga k eluarga, lem baga k eagam aan, lem baga pem erint ahan dan sebagainy a.

Menurut Thom as Hobbes suat u m asyarakat t idak m ungkin hidup t anpa adanya suat u unsur yang berdaulat . Pem egang kedaulat an it u t ugasnya m engeluarkan perint ah- perint ah yang m erupakan hukum . Pada t ahap kehidupan pra hukum at au pra sosial at au alam iah, m anusia saling m enghancurkan. Unt uk m enghent ikan keadaan dem ikian, m enurut Hobbes, diperlukan pem enuhan dua sy arat . Sy arat pert am a adalah berfungsiny a huk um y ang m enurut Hobbes berint ikan penegak k an k et ert iban. Sy arat k edua berkait an dengan prasy arat st ruk t ural at au inst it usional eksist ensi hukum yakni adanya kedaulat an polit ik yang seragam dan t erpusat kan. Hobbes m enyederhanakan keadaan t anpa hukum dengan sit uasi t anpa k et ert iban ( Soek ant o, 1988: 35) .

(6)

sehingga hal it u m erupakan t indakan yang berst rukt ur. Dengan dem ikian, t ingkah laku individu selalu m endapat t em pat dalam kerangka sist em sosial yang t erbagi dalam berbagai sub- sist em ( Soem it ro, 1985: 69) .

Menurut Soekant o, ( 1985: 47- 55) sist em pengendalian sosial ( social cont rol) y ang k adangk ala disebut j uga pengendalian sosial at au kont rol sosial, at au dinam ika

pengaw asan sosial, adalah suat u proses, baik y ang direncanak an at au t idak

direncanakan yang bert uj uan unt uk m engaj ak, m em bim bing at au bahkan m em aksa w arga m asy arak at agar m em at uhi nilai- nilai dan k aidah- k aidah y ang berlak u ( Soek ant o, TT: 47- 53) . Pengendalian sosial ak an t erj adi apabila suat u k elom pok m enent ukan t ingkah laku kelom pok lain, at au apabila kelom pok m engendalikan perilak u anggot any a, at au k alau pribadi- pribadi m em pengaruhi t ingk ah lak u pihak lain, baik apabila hal it u sesuai dengan k ehendak ny a at au t idak ( Soek ant o, & Tj andrasari, 1987: 2) . Dengan k at a lain pengendalian sosial adalah suat u sarana y ang ada dalam m asy arak at unt uk m em pengaruhi, at au m engont rol sem ua t ingkahlaku w arganya m elalui proses sosialisasi. Melalui proses sosialisasi ini, set iap w arga m asyarakat akan dit unt un ke arah sikap t unduk dan pat uh pada norm a-norm a, nilai- nilai budaya, at uran yang ada at au dikehendaki oleh m asyarakat . Dilihat dari k ebuday aan, t erny at a pengendalian sosial sangat dipengaruhi at au didasari kebudayaan yang m endukungnya.

Adapun t uj uan pengendalian social, m enurut Soekant o, ( 1996: 226) t erut am a unt uk m encapai keserasian ant ara st abilit as dengan perubahan- perubahan yang t erj adi dalam m asyarakat . At au suat u sist em pengendalian sosial bert uj uan unt uk m encapai k eadaan dam ai m elalui k eserasian ant ara k epast ian dengan k eadilan/ k eseim bangan. Secara um um dapat diperinci adalah:

1. Unt uk m enj aga agar t at at ert ib y ang ada dalam m asy arak at y ang t elah disepak at i bersam a dapat dij alank an dengan sebaik- baik ny a.

2. Unt uk m elindungi hak asasi m asy arak at dari t indak an sew enang- w enang yang dilakukan oleh w arga lain.

3. Unt uk m enj aga k epent ingan w arga, baik k epent ingan sosial, ekonom i, budaya m aupun lainnya.

4. Unt uk m enj aga kelangsungan hidup/ kesat uan kelom pok.

5. Unt uk m enj aga proses pem bent uk an k epribadian sesuai dengan k einginan kelom pok.

Jadi dengan adany a pengendalian sosial ini, m ak a diharapk an sem ua sist em yang ada t erint egrasi, dan kom pak dalam m engat ur m asalah- m asalah sosial ( m asyarakat ) yang m uncul di t engah- t engah m asyarakat .

2 .2 . D a lik e n Si Te lu

Dalam m encari nilai- nilai luhur yang dapat m em persat ukan m anusia yang bersum ber dari adat ist iadat m asy arak at I ndonesia, bangsa I ndonesia bany ak m em punyai pilihan. Banyaknya pilihan ini dikarenakan bangsa I ndonesia m em punyai banyak suku bangsa, dan t iap suku bangsa m em iliki adat nya m asing- m asing. Di dalam adat ini bany ak t erkandung v ariabel- v ariabel penduk ung adat y ang j uga m asing- m asing m em punyai nilai. Nilai- nilai ini m endukung kelanggengan adat ist iadat . Salah sat u v ariabel penduk ung dan penggerak adat ist iadat dalam m asy arak at Karo adalah daliken si t elu. Nilai- nilai yang dom inan yang t erdapat di dalam daliken si t elu ini adalah nilai got ong roy ong dan k ek erabat an.

Secara et im ologis daliken si t elu berart i " t ungk u y ang t iga" . daliken = bat u

(7)

dim iliki oleh Bat ak Karo saj a, t et api j uga dim iliki oleh Bat ak yang lain dengan nam a yang berbeda. Dalam Bat ak Toba dan Mandailing dikenal ist ilah dalihan na t olu, dalam m asy arak at NTT dik enal lika t elo ( Wirat ej a, 1985) .

Unsur daliken si t elu at au rakut si t elu at au sangkep nggeluh adalah kalim bubu ( Karo) hula- hula ( Toba) m ora ( Mandailing dan Angkola) t odong

( Sim alungun) , sem buyak/ senina ( Karo) dongan sabut uha ( Toba) kahanggi ( Man-dailing dan Angkola) Sanina ( Sim alungun) , dan anakberu ( Karo) boru ( Toba, Mandailing dan Angkola) anak boru ( Sim alungun) .

Daliken si t elu ini m erupak an alat pem ersat u m asy arak at Karo, sek aligus dapat m engikat at au t erik at k epada hubungan perkerabat an y ang sek aligus pula sebagai dasar got ong roy ong, dan saling horm at m enghorm at i, m ak a di dalam segenap aspek k ehidupan m asyarak at Bat ak Karo, daliken si t elu ini sangat berperan pent ing, dia m erupak an dasar bagi sist em k ek erabat an dan m enj adi landasan unt uk sem ua k egiat an y ang bert alian dengan pelak sanaan adat dan j uga int erak si dengan sesam a m asyarak at Karo. Hal ini m ak a set iap indiv idu Karo t erik at k epada daliken si

t elu. Melalui daliken si t elu sem ua m asy arak at Karo saling berkerabat , k alau t idak

berkerabat karena hubungan darah, berkerabat karena hubungan klen.

Jadi daliken si t elu adalah landasan sist em k ek erabat an dan m enj adi landasan

bagi sem ua k egiat an, k hususny a k egiat an y ang bert alian dengan pelak sanaan adat ist iadat dan int erak si ant ar sesam a m asy arak at Karo. Daliken si t elu ini didukung oleh t iga ak t or y ang dik enal dengan kalim bubu, sem buyak/ senina, dan anakberu) . At au dengan bahasa lain, daliken si t elu adalah suat u j aringan k erj a sosial- buday a y ang bersifat got ong roy ong dan k ebersam aan y ang t erdapat pada m asy arak at Karo.

2 .2 .1 . D a lik e n Si Te lu Se ba ga i Sist e m Ke k e r a ba t a n .

Aspek sist em k ek erabat an dalam daliken si t elu dapat dilihat berdasarkan unsur pendukung daliken si t elu it u yait u kalim bubu, senina/ sem buy ak dan

anak-beru. Sebagai sist em k ek erabat an, sifat ny a t erbuk a. Keduduk an seseorang, sebagai anakberu, at au kalim bubu, at au senina sem buyak, bergant ung k epada sit uasi dan

k ondisi. Sist em k ek erabat an sepert i bersifat sangat dem ok rat is.

Berdasarkan fungsinya, kalim bubu dalam st ruk t ur daliken si t elu adalah

sebagai pem egang k eadilan dan k ehorm at an, ini dium pam ak an sebagai badan legislat if, pem buat undang- undang, at au sebagai dew an pert im bangan agung, y ang siap m em berikan saran kalau dim int a. Saran yang diberikannya, w alaupun dia dekat dengan salah seorang dari y ang m em int a saran, saranny a t et ap bersifat oby ek t if konst rukt if. Hal ini m aka pihak kalim bubu disebut j uga Dibat a Ni I dah ( Tuhan yang Kelihat an) . Senina/ sem buyak ini dium pam ak an sebagai eksek ut if, k ek uasaan pem erint ahan. Merek a bert anggungj aw ab k epada set iap upacara adat sem

buyak-sem buyaknya, baik ke dalam m aupun keluar, dan bila perlu m engadopsi anak yat im

piat u dari saudara yang sesubklen. Mekanism e ini sesuai dengan konsep sem buyak, sam a dengan seperut , sam a dengan saudara kandung. Sesubklen sam a dengan saudara kandung. Sedangkan anakberu dium pam ak an sebagai badan y udik at if, kekuasaan peradilan. Hal ini m aka anakberu disebut pula hakim m oral, karena bila t erj adi perselisihan dalam keluarga kalim bubuny a, anakberu m enj adi j uru pendam ai bagi perselisihan y ang ada.

Ka lim bu bu

Kalim bubu adalah k elom pok pihak pem beri w anit a dan sangat dihorm at i

dalam sist em k ek erabat an m asy arak at Karo. Masy arak at Karo m eny ak ini bahw a

(8)

dibat a ni idah ( Tuhan yang nam pak) . Sikap m enent ang dan m enyakit i hat i kalim bubu sangat dicela.

Kalau dahulu pada acara j am uan m akan, pihak kalim bubu selalu m endapat priorit as ut am a, para anakberu t idak akan berani m endahului m akan sebelum pihak

kalim bubu m em ulainya, dem ikian j uga bila selesai m akan, pihak anakberu t idak

akan berani m enut up piringnya sebelum pihak kalim bubunya selesai m akan, bila ini t idak dit aat i dianggap t idak sopan. Dalam hal nasehat , se m u a nasehat yang diberik an k alim bubu dalam suat u m usyaw arah k eluarga m enj adi m asuk an y ang harus dihorm at i, perihal dilaksanakan at au t idak m asalah lain.

Adapun or ang- or ang yang m asuk ke dalam kelom pok Kalim bubu ini adalah ipar ego, m er t ua ego, m er t ua ayah ego, m er t ua kakek ego, m er t ua kakek ayah ego, dan ayah m ert ua m ert ua kakek ego, pam an ist ri ego, pam an dari ibu ego, anak perem puan pam an ego ( pam an dari pihak ibu ego) at au anak perem puan dari saudara laki- laki ibu ego, t erm asuk suam i dari m ereka yang m enj adi ist ri klen lain. Dalam acara- acara adat , m m asing k elom pok ini m em puny ai peranan m asing-m asing. Peranan ini t idak k ak u, art iny a bila seseorang pada pest a si A berperan sebagai Kalim bubu, m ak a pada pest a si B, dia dapat berperan sebagai Anakberu. Jadi k eduduk an seseorang it u t ergant ung k epada k edek at an hubungan k ek erabat an dengan penyelenggara acara yang m em ang m asing t erm asuk dalam lingkungan k eluargany a. Dalam bany ak lit erat ur t ent ang m asy arak at Karo, Kalim bubu ini didefinisik an adalah k elom pok pem beri dara at au gadis ( Print s, 1986: 66; Bangun, 1981: 109; Bangun, 1989: 11) .

Adapun peranan dan fungsi para Kalim bubu ini dalam st rukt ur daliken si t elu adalah sebagai suprem asi k eadilan dan k ehorm at an. Oleh Darw an Print s ( Print s, 1986: 67) dium pam ak an sebagai legislat if, pem buat undang- undang. Oleh Robert o Bangun, ( Bangun, 1989: 12) sebagai dew an pert im bangan agung, pem beri saran k alau dim int a. Dan saranny a, berpedom an k epada oby ek t if k onst ruk t if dalam k ait an keut uhan keluarga. Hal ini m aka pihak kalim bubu disebut j uga Dibat a Ni I dah ( Tuhan y ang Kelihat an) . Dalam acara- acara adat , dia harus hadir, dan m asing- m asing m endapat peran. Misalny a dalam acara upacara k em at ian, k et ik a j enaj ah ak an dik ebum ik an, bagian k epala dari j enaj ah dipanggul oleh pihak k alim bubu dari y ang m eninggal. Dalam pest a suk acit a, y ang berperan sebagai kalim bubu dilayani sebaik m ungkin oleh pihak anakberu dalam hal ini adalah peny elenggara pest a.

Pada dasarnya set iap ego Karo, baik yang belum m enikah pun m em punyai

kalim bubu, m inim al kalim bubu si m ada dareh8. Kem udian bila ego ( pria) m enik ah berdasark an adat Karo, dia m endapat kalim bubu si erkim bang9.

Kalim bubu dapat dibagi at as 2: 1. Kalim bubu berdasark an t ut ur10.

1.1 Kalim bubu Bena- Bena11, disebut j uga ( kalim bubu t ua) , adalah k elom pok k eluarga pem beri dara k epada k eluarga t ert ent u y ang

8

Subklen pam an kandung ( pam an kandung)

9

Subk len dari pihak k len m ert ua

10

berdasark an t radisi seharihari

11

(9)

dianggap sebagai k eluarga pem beri anak dara aw al dari k eluarga it u. Dik at egorik an kalim - bubu bena- bena, karena kelom pok ini t elah berfungsi sebagai pem beri dara sek urang- k urangny a t iga generasi. 1.2 Kalim bubu Sim aj ek Lulang12 ( Kalim bubu Taneh) , adalah golongan

kalim - bubu yang ikut m endirikan kam pung. St at us kalim bubu ini

selam anya dan diw ariskan secara t urun t em urun. Penent uan kalim bubu ini dilihat berdasarkan m erga. Kalim bubu ini selalu diundang bila diadak an pest a- pest a adat di desa di Tanah Karo.

2. Kalim bubu ber dasar kan keker abat an ( per kaw inan) .

2.1 Kalim bubu Sim upus/ Sim ada Dareh13. Golongan kalim bubu ini adalah pihak pem beri w anit a t erhadap generasi ay ah, at au pihak k len dari ibu kandung ego ( pam an kandung ego) .

2.2 Kalim bubu I Perdem ui at au ( kalim bubu si erkim bang) , adalah pihak k elom pok dari m ert ua ego. Dalam bahasa y ang populer adalah Bapak m ert ua bersert a seluruh senina dan sem buyaknya dengan ket ent uan bahw a sipem beri w anit a ini t idak t ergolong k epada t ipe Kalim bubu

Bena- Bena dan Kalim bubu Si Mada Dareh.

2.3 Puang Kalim bubu adalah kalim bubu dari kalim bubu, yait u pihak subk len pem beri anak dara t erhadap kalim bubu ego. Dalam bahasa sederhana pihak subklen dari ist ri saudara laki- laki ist ri ego.

2.4 Kalim bubu Senina. Golongan kalim bubu ini berhubungan erat dengan j alur senina dari kalim bubu ego. Dalam pest a- pest a adat ,

k eduduk anny a berada pada golongan kalim bubu ego, peranannya adalah sebagai j uru bicara bagi k elom pok subk len kalim bubu ego.

2.5 Kalim bubu Sendalanen/ Sepengalon. Golongan kalim bubu ini

berhubungan erat dengan kekerabat an dalam j alur kalim bubu dari

senina sendalanen, sepengalon pem ilik pest a.

Ada pun hak kalim bubu ini dalam st rukt ur ( daliken si t elu) :

1. Berhak m endapat segala k ehorm at an dari anakberunya ( dipriorit askan) . 2. Dapat m em ak sak an k ehendak ny a k epada pihak anakberuny a.

Adapun yang m enj adi t ugas dan kew aj iban kalim bubu: 1. Mem berikan saran- saran kalau dim int a oleh anakberuny a.

2. Sesuai dengan hak ny a dapat m em ak sak an k ehendak ny a k epada pihak

anak- beruny a, m aka kalim bubu berhak m em ak sak an bent uk

perdam aianny a k epada anakberuny a yang saling berselisih dan ngot ot . Hal ini sesuai dengan j ulukan yang diberikan kepadanya yait u Dibat a Ni I dah ( Tuhan yang Kelihat an) .

3. Sebagai lam bang suprem asi k ehorm at an k eluarga.

4. Mengosei anak beruny a ( m em inj am k an dan m engenak an pak aian adat ) di dalam acara- acara adat .

5. Berhak m enerim a ulu m as, bere- bere ( bagian dari m ahar) dari sebuah perkaw inan, m aneh- m aneh ( t anda m at a at au k enang- k enangan) dari salah

12

Kalim bubu Sim aj ek Lulang, adalah subk len pert am a y ang berposisi sebagai kelom pok pem beri anak dara yang ikut m endirikan sebuah kam pung.

13

(10)

seorang anggot a anakberunya yang m eninggal, yang m enerim a sepert i ini disebut kalim bubu si m ada dareh.

An a k be r u

Terj adi hubungan Kalim bubu Anak beru k arena adany a perkaw inan, perkaw inan ini boleh perkaw inan langsung m aupun t idak langsung. Hal ini m aka anak beru disebut penerim a w anit a. Dalam lit erat ur dij elaskan, anakberu adalah para pengam bil anak dara at au penerim a anak gadis unt uk diperist ri ( Print s, 1986: 64; Bangun, 1981: 109) . Oleh Darw an Print s ( Print s, 1986: 67) anak beru ini dium pam ak an sebagai y udik at if, k ek uasaan peradilan. Hal ini m ak a anakberu disebut pula hakim m oral, karena bila t erj adi perselisihan dalam keluarga kalim bubuny a, t ugasny alah m endam aik an perselisihan t ersebut .

Pada dasarny a set iap indiv idu Karo m em puny ai anakberu, m inim al anakberu

m erga ( subk len) . Hal ini dik at ak an dem ik ian, sebab bisa saj a Bapak ego, t idak

m em punyai saudara perem puan, at au kalau m em punyai saudara perem puan, saudara perem puan t ersebut belum m enikah. Dalam kasus sepert i ini, si ego hanya m em puny ai anakberu m erga yait u dar i klen X m isalnya yang t elah beber apa generasi m engam bil ist ri dari k len Y ( ego) .

Adapun or ang- or ang yang m asuk ke dalam kelom pok Anakberu adalah pengam bil gadis dari pihak ego, pihak pengam bil saudara perem puan ego, pihak pengam bil saudara perem puan kakek ego, pihak pengam bil saudara perem puan ay ah ego dari k ak ek dan pihak pengam bil anak perem puan ego, pihak pengam bil gadis dari saudara perem puan ego, pihak pengam bil gadis dari saudara perem puan ay ah ego, dan t urunan dari saudara perem puan ego, dan pihak pengam bil gadis dari saudara perem puan ego. Sedangkan t ugas anakberu adalah sebagai pek erj a, pem egang t anggungj aw ab dan prot okol sesuat u acara peradat an at au acara m usyaw arah m ulai dari dari pekerj aan yang kecil, m isalnya m endirikan t enda, sam pai k e pek erj aan y ang besar di dalam k eluarga kalim bubuny a. Dem ikian pent ingny a peranan anakberu ini, sehingga kelom pok anakberu ini disebut j uga kelom pok yang per lu disayangi secar a w aj ar ( it am i- t am i) , yang nam i- nam i ( m eny ay angi secara w aj ar) adalah kalim bubuny a. Dalam acara adat pelak sanaan t ugas sepert i di at as adalah t ugas anak beru ( Anakberu Mas Pedem uken besert a

anakberu m ent eri dan anakberu ngikuri) , m erek a sebagai pelak sana acara. Anakberu Singerana ( Anakberu y ang Berbicara) bert ugas sebagai prot okol. Anakberu Cekoh Baka Tut up14 besert a anakberu iangkip/ iam pu/ darah15, bert ugas m engat ur pem bagian t ugas.

Dem ik ian pent ingny a peran anakberu dalam acara- acara adat . Dalam pelak sanaan acara adat Anakberulah y ang pert am a dat ang dan j uga y ang t rak hir

14

Anakberu cekok baka t ut up disebut j uga anakberu Jabu at au anakberu

cekoh baka buka adalah subklen X yang ibu kandungnya berasal dari

subklen A. Kedekat annya dengan subklen A karena X m erupakan anak kandung saudara perem puan dari keluarga subklen A.

15

Anakberu I angkip/ iam pu/ darah adalah subk len penerim a anak dara y ang

m encipt ak an j alinan k eluarga y ang pert am a bagi generasiny a. Sebelum ny a, belum pernah ada k eluargany a m enerim a anak dari dari subklen yang dinikahinya saat ini. Anakberu ini disebut j uga anakberu

langsung yait u karena dia langsung m engaw ini anak dara dari keluarga

(11)

pulang. Lebih lanj ut dapat dij elaskan perihal t ugas anak beru t ersebut sebagai berik ut .

1. Mengat ur j alannya pem bicaraan runggu ( m usyaw arah) adat . 2. Meny iapk an hidangan pada pest a.

3. Meny iapk an peralat an y ang diperluk an pest a. 4. Menanggulangi sem ent ara sem ua biay a pest a.

5. Mengaw asi sem ua hart a m ilik kalim bubunya yait u w aj ib m enj aga dan m enget ahui hart a benda kalim bubuny a. I a j uga berhak m em buk a rahasia

kalim bubuny a. Tugas sepert i ini dit angani oleh Anakberu Cekoh Baka.

6. Menj adw al pert em uan keluarga.

7. Mem beri k habar k epada para k erabat y ang lain bila ada pihak

kalim bubuny a berduk a cit a.

8. Mem beri pesan k epada puang kalim bubuny a agar m em baw a ose ( pak aian adat ) bagi k alim bubuny a. Tugas sepert i ini dit angani oleh Anakberu Cekoh

Baka.

9. Menj adi j uru dam ai bagi pihak kalim bubuny a.

Karena t ugasny a ini, m ak a anakberu

1. Berhak m engaw ini put ri k alim bubuny a, dan biasany a para k alim bubu t idak berhak m enolak .

2. Berhak m endapat w arisan kalim bubu yang m eninggal dunia. Warisan ini berupa barang dan disebut m orah- m orah at au m aneh- m aneh, sepert i parang, pisau, pakaian alm arhum dan lainnya sebagai kenang- kenangan.

Adapun ist ilah- ist ilah yang diberikan kalim bubu, k epada Anakberunya adalah

1. Tum pak Per ang, at au Lem ba- lem ba. Tum pak Per ang at au lem ba- lem ba m aksudnya sebagai uj ung t om bak. Art inya bila kalim bubunya ingin pergi k e sat u daerah, m ak a y ang berada di depan sebagai pengam an j alan dan sebagai perisai dari bahay a adalah pihak anakberu. Dalam bahasa lain

anakberu sebagai t im pengam an j alan.

2. Kuda Dalan ( Kuda j alan/ beban) . Dahulu sebelum ada alat t ransport asi hanya selain kuda, unt uk m em baw a barang- barang at au unt uk m eny am paikan inform asi dari sat u desa k e desa lain, dipergunak anlah k uda. Art i Kuda Dalam dalam ist ilah ini adalah alat at au k enderaan y ang dipakai kem ana saj a, t erm asuk unt uk berperang, unt uk m em baw a barang-barang y ang diperluk an pihak kalim bubuny a at au unt uk m eny am paikan berit a t ent ang kalim bubuny a, dan sek aligus sebagai hiasan bagi k ew ibaw aan m art abat kalim bubuny a.

3. Piso Ent elap ( pisau t aj am ) . Dalam pest a adat at au pek erj aan adat pisau t aj am dipergunakan unt uk m em ot ong daging at au kayu api at au unt uk m endirikan t erat ak t em pat berkum pul. Set iap Anakberu harus m em iliki pisau yang yang dem ikian agar t angkas dan sem purna m engerj akan pek erj aan y ang diberik an kalim bubuny a. Menj adi k ebiasaan dalam t radisi Karo, pisau dari pihak kalim bubu yang m eninggal dunia diserahkan kepada

anakberuny a. Pisau ini disebut m aneh- m aneh, pem beriannya bert uj uan

agar pek erj aan k alim bubu t erus t et ap dilanj ut k an oleh penerim any a. Dalam pengert ian lain dalam acara- acara adat di dalam k eluarga

kalim bubu, anakberulah yang m enj adi uj ung t om bak pelaksanaan t ugas

(12)

k alim bubuny a, ini dianggap sebagai k ut uk an dari arw ah nenek m oy ang m erek a y ang t et ap m elindungi kalim bubu.

Dem ik ian pent ingny a dahulu k eduduk an anakberu di dalam sebuah k eluarga m asy arak at Karo, m ak a sik ap k alim bubu t erhadap anakberu, harus selalu berm urah hat i. Sikap m urah ini, dahulu dit unj ukkan dengan:

1. Pihak Kalim bubu m em inj am kan t anah perladangan secara cum a- cum a k epada Anakberunya.

2. Kalim bubu m em berikan hak unt uk m engam bil hasil hut an ( dahulu karena pihak kalim bubu adalah pendiri kam pung, m ereka m em punyai hut an sendiri di sekeliling desanya) .

3. Kalim bubu akan m erasa bangga, senang bila anak perem puannya dipinang oleh pihak anakberuny a. I ni akan m elanj ut kan dan m em pererat hubungan k ek erabat an y ang sudah t erj alin.

4. Kalim bubu ak an m engant arkan m ak anan k epada anak ny a pada w ak t u t ert ent u m isalnya pada w akt u m enant i kelahiran bayi at au lanj ut usia. 5. Kalim bubu berkew aj iban m em baw a pak aian at au Ose ( seperangkat

pak aian k ebesaran adat ) bagi anakberuny a pada w ak t u pest a besar di dalam k len anakberuny a.

Anakberu pada dasarny a dapat dibagi dua y ait u

1. Anakberu berdasark an t ut ur, t erbagi lagi at as:

1.1 Anakberu Tua. Anak beru Tua adalah pihak penerim a anak w anit a dalam t ingkat an nenek m oyang yang secara bert ingkat t erus m enerus m inim al t iga generasi. Tugas Anak beru ( dit unj uk salah sat u diant ara y ang ada) adalah sebagai k ordinat or at au k om andan dalam acara adat yang diadakan oleh pihak kalim bubunya. Hal- hal m endasar yang selalu dihadapi dan har us diselesaikannya secar a adil adalah m asalah perkaw inan, pem bagian hart a benda, m endirikan rum ah dan sebagainy a.

1.2 Anakberu Taneh, adalah penerim a w anit a pert am a, k et ik a sebuah kam pung selesai didirikan.

2. Anak beru berdasark an kekerabat an

2.1 Anakberu Jabu ( Cekoh Baka Tut up, dan Cekoh Baka Buka) . Cekoh

Baka art inya orang yang langsung boleh m engam bil barang sim panan

k alim bubuny a. Dipercay a dan diberi k ek uasaan sepert i ini k arena dia m erupakan anak kandung saudara perem puan ayah.

2.2 Anakberu I angkip, adalah penerim a w anit a yang m encipt akan j alinan k eluarga y ang pert am a k arena di at as generasiny a belum pernah m engam bil anak w anit a dari pihak kalim bubunya yang sekarang.

Anakberu ini disebut j uga anakberu langsung yait u karena dia langsung

m engaw ini anak w anit a dari k eluarga t ert ent u. Masalah perananny a di dalam t ugas- t ugas adat , harus dipilah lagi, k alau m asih orang pert am a y ang m enik ahi k eluarga t ersebut , dia t idak dibenarkan m encam puri urusan w arisan adat dari pihak m ert uanya. Yang boleh m encam purinya hanyalah anakberu j abu.

2.3 Anakberu Ment eri. Anak beru Ment eri adalah Anak beru dari Anak beru. Fungsiny a m enj aga peny im pangan- peny im pangan adat , baik dalam berm usyaw arah m aupun ket ika acara adat sedang berlangsung.

Anakberu Ment eri ini m em beri dukungan kepada kalim bubunya yait u anakberu dari pem ilik acara adat .

(13)

Se m bu ya k / Se n in a

Senina adalah pert alian saudara senenek at au sem erga. Fungsi senina

dem ikian pent ing, karena akan m enj adi j am inan ( sikaku) dan pat ner y ang part isipat if. Senina dan sem ua keluarganya akan ikut m endukung sem ua pelak sanaan adat ist iadat dan dahulu, j uga ikut berperang m elaw an m usuh

seninanya. Bahkan pada w akt u t ert ent u akan m enj adi j am inan sukut . Dalam

m usy aw arah adat , sukut / sem buyak akan diw akili oleh senina. Senina dalam m usy aw arah adat j uga berfungsi sebagai peny am bung lidah pihak sem buyak dan j uga sebagai dan penengah. Fak t or inilah m ak a m asy arak at Karo sangat m em elihara hubungannya dengan para seninanya, w alau pun t idak sesubm erga dan seket urunan yang j elas sej arahnya, nam un m engingat kait an sem erga dan saling m em but uhkan it u m erek a t et ap saling m em bant u. Dalam lit erat ur dij elaskan senina adalah m erek a yang bersaudara karena m em punyai m erga yang sam a, nam un bukan karena subklen sam a.

Pada dasarny a set iap indiv idu Karo m em puny ai senina/ sem buyak. Apak ah it u

senina si seh ku sukut ( senina yang berkerabat langsung dengan pem ilik acara adat ,

disebut j uga senina langsung) dan gam et , senina erkelang ku sukut ( senina yang berkerabat berperant ara dengan pem ilik acara adat ) .

Senina sukut ( langsung) ada dua, pert am a disebut sem buy ak, dalam acara

pest a perkaw inan ia m enerim a rudang- rudang, dan k edua biak senina, dalam pest a perkaw inan ia m enerim a senina kuranan.

Sedangkan senina berperant ara t erdiri dari 4 y ait u sepupu dari ibu

( sepem eren) , dalam perkaw inan dia m enerim a perbibin ( nam a m ahar yang diberikan kepada pihak saudara- saudara perem puan yang sesubklen dengan ibu kandung pengant in) , sepengam bilan ( siparibanen) , dalam perkaw inan dia m enerim a " perbibin" y ang berasal dari ist riny a, sepengalon YANG BERASAL DARI bebere/ anak beru,

DAN sendalanen DARI kalim bubu/ singem poi im pal, OLEH DARWAN PRI NTS (PRI NTS, 1986: 67) SENI NA/SEMBUYAK I NI DI UMPAMAKAN SEBAGAI EKSEKUTI F, KEKUASAAN PEMERI NTAHAN.

SECARA UMUM TERJADI NYA HUBUNGAN perseninaan I NI DI SEBABKAN ( 1) PERTALI AN DARAH, ( 2) SESUBKLEN (Sem erga/ seberu) , ( 3) Sepem eren ( ibu bersaudara) , ( 4) sEPARI BANEN ( ist ri bersaudara) , ( 5) m em punyai ist ri dari beru ( sesubklen) yang sam a, ( 6) m em puny ai suam i y ang bersaudara ( k andung, gam et , at au sek len) .

Adapun t ugas senina/ sem buy ak adalah ( 1) m engaw asi pelak sanaan t ugas para anak beruny a, ( 2) secara bersam a- sam a m enanggung sem ent ara sem ua biay a pest a.

Sedangkan hak senina dan sem buyak adalah ( 1) m endapat pem bagian hart a ( hany a y ang bersem buy ak , seibu seay ah) , ( 2) dalam hal anak w anit a k aw in, berhak m endapat m as kaw in ( t ukor) .

Jenis Senina

Hubungan perkerabat an senina disebabk an sek len, at au hubungan lain y ang berdasark an k ek erabat an. Senina ini dapat dibagi dua:

1. Senina berdasarkan t ut ur yait u senina sem erga. Mereka bersaudara karena seklen ( m erga) .

2. Senina berdasark an k ek erabat an. I ni dapat dibagi lagi at as: a. Senina Siparibanen perkerabat an k arena ist ri saling bersaudara.

b. Senina Sepem eren, m ereka yang berkerabat karena ibu m ereka saling bersaudara, sehingga m erek a m em puny ai berebere ( m erga ibu) y ang sam a.

(14)

m ereka yang bersaudara karena sesubklen ( beru) ist ri m ereka sam a. Tet api dibedak an berdasark an j auh dek at ny a hubungan m erek a dengan k len ist ri. Hal ini m ak a dalam m usy aw arah adat , m erek a t idak ak an m em berikan t anggapan at au pendapat , apabila t idak dim int a.

d. Senina Secim bangen ( unt uk w anit a) , m ereka yang bersenina karena suam i m ereka sesubklen ( bersem buyak) .

Tugas senina adalah m em im pin pem bicaraan dalam m usy aw arah, bila dik ondisikan dengan sit uasi sebuah organisasi adalah sebagai k et ua dew an. Fungsiny a adalah sebagai sek ak u, sek at dalam pem bicaraan adat , agar t idak t erj adi friksi- frik si k et ik a ak an m em usy aw arahk an pek erj aan y ang ak an didelegasik an k epada anak beru.

Jenis Sem buy ak

Sem buy ak adalah m erek a y ang sesubk len sam a, at au orang- orang y ang sek et urunan ( dilahirkan dari sat u rahim ) , t et api t idak t erbat as pada lingk ungan keluarga bat ih, m elainkan m encakup saudara seket urunan di dalam bat as sej arah yang m asih j elas diket ahui. Saudara perem puan t idak t erm asuk sem buyak w alaupun dilahirkan dari sat u rahim , hal ini karena perem puan m engikut i suam inya.

Peranan sem buy ak ( y ang sek len) adalah bert anggungj aw ab k epada set iap upacara adat sem buy ak - sem buy ak ny a, baik k e dalam m aupun k eluar. Bila perlu m engadopsi anak y at im piat u dari saudara y ang sek len. Mek anism e ini sesuai dengan konsep sem buyak, sam a dengan seperut , sam a dengan saudara kandung. Sesubklen sam a dengan saudara kandung.

Sem buy ak dapat dibagi dua bagian

1. Sem buyak berdasarkan t ut ur. Mereka bersaudara karena sesubklen ( m erga) .

2. Sem buy ak berdasark an k ek erabat an, ini dapat dibagi at as: a. Sem buyak Kakek adalah kakek yang ber saudar a kandung. b. Sem buy ak Bapa adalah bapak y ang bersaudara k andung. c. Sem buyak Nande adalah ibu yang bersaudara kandung.

H u bu n ga n Ka lim bu bu - An a k be r u - Se m bu y a k Se n in a

(15)

Bagan 1: Hubungan Kalimbubu Anakberu dan Senina/Sembuyak

Kalimbubu (A) Sembuyak (A1 Senina (A2)

masing2 memiliki Sesubklen Seklen / Lain klen

Anakberu (B) Sembuyak (B1) Senina (B2)

masing2 memiliki: Sesubklen Seklen / Lain klen

Ket erangan

hubungan yang j elas t erpola berdasarkan j alur Anakberu- Kalim bubu. hubungan yang j elas dan bisa berpola berdasarkan m engikut j alur keker abat an A- B ( Anakberu- Kalim bubu) , karena m ereka m asing- m asing sesub- k len, t et api saat ini, t elah ada peny im pangan. Secara indiv idu di luar j alur k ek erabat an A- B, A1- B1 dapat m em bent uk j alur k ek erabat anny a sendiri y ang bert olak belak ang dengan j alur A- B di dalam subk len y ang sam a.

hubungan kekerabat an yang belum t ent u j elas, t erpola berdasark an j alur A- B ( Anakberu- Kalim bubu) , bisa pula t idak berpola berdasark an j alur k ek erabat an A- B m alah bisa sebalikny a A m enj adi anak beru bagi B2.

kedudukannya yang sej aj ar dan m asing- m asing m em puny ai Anak- beru dan Kalim bubuny a y ang bisa sam a dan bisa pula t idak sam a dengan j alur A- B.

Hubungan perkaw inan secara langsung adalah j alur B, sedangk an j alur A-B1 at au A- B2, at au B- A1 at au B- A2 adalah hubungan darah perkaw inan secara t idak langsung.

Dalam k eluarga A dan k eluarga B, secara indiv idu j elas hubungan k ek eabat an m erek a, A m enj adi Kalim bubu ( pem beri anak dara) bagi k eluarga B dan k eluarga B m enj adi Anakberu ( penerim a anak dara) dari k eluarga A.

Dalam keluarga A1 dan B1, w alaupun m ereka m asing- m asing sesubklen dengan keluarga A dan keluarga B, yang secara ot om at is j alur hubungan k ek erabat an m erek a sam a, t et api secara indiv idu j alur k ek erabat an ini t idak m ut lak sam a, sebab bisa t erj adi sebalikny a, di dalam k eluarga A1 dan k eluarga B1, k eluarga B1- lah y ang berposisi sebagai Kalim bubu bagi k eluarga A1.

(16)

m erek a m asing t idak sesubk len dengan k eluarga A at au k eluarga B at au j uga dengan k eluarga A1 dan B1.

Di sinilah let ak sifat dem okrat is Daliken Si Telu. Seseorang berfungsi sebagai

Kalim bubu at au Anakberu at au Senina/ Sem buyak bergant ung k epada sit uasi dan

kondisi. Sifat nya bergiliran.

2 .2 .2 . D a lik e n Si Te lu Se ba ga i Fe n om e n a Psik o Bu da y a .

Yang dim aksud fenom ena psiko budaya dalam t ulisan ini adalah nilai budaya yait u rangkaian dari ide- ide, konsep, konsepsi yang hidup di dalam alam pikiran sebagian besar w arga suat u m asy arak at y ang berisi m engenai apa y ang harus dianggap pent ing dan berharga bagi k ehidupan m erek a.

Koent j araningrat ( 1983: 189; 1987: 5) m engk at egorik an k ebuday aan dalam t iga w uj ud y ait u ( 1) w uj ud k ebuday aan sebagai suat u k om plek s dari ide- ide, gagasan, nilai- nilai, norm a- norm a, perat uran dan sebagainy a, ( 2) w uj ud k ebuday aan sebagai suat u k om plek s ak t iv it as sert a t indak an berpola dari m anusia dalam m asy arak at , ( 3) w uj ud k ebuday aan sebagai benda- benda hasil k arya m anusia. Secara lebih k husus lagi, w uj ud y ang pert am a dibagi lagi k e dalam em pat t ingk at an yait u ( a) t ingkat nilai budaya, ( b) t ingkat norm a- norm a, ( c) t ingkat hukum , ( d) t ingk at at uran k husus. At au m engikut k onsep Parson ( 1985: 4- 5) y ang m em bagi k onsep at au ide at as t iga:

1. I de eksist ensial. I de ini dibaginya lagi at as dua yait u ide eksist ensial em pirik yait u ide- ide yang dapat dibukt ikan secara ilm iah dan ide eksist ensial non em pirik y ait u ide- ide y ang t idak dapat dibuk t ikan secara ilm iah. Norm a y ang m engat ur ide eksist ensial ini adalah kebenaran.

2. I de- ide norm at if. I de ini m enunj uk kepada keadaan yang dapat at au t idak dapat benar- benar eksis. Acuanny a buk an indikat if, m elainkan dalam suasana im perat if. Jik a sebuah k eadaan eksis, si ak t or m engasum sik anny a sebagai suat u k ew aj iban unt uk berusaha m em eliharany a, j ik a t idak eksis, si akt or m engasum sikan suat u kew aj iban unt uk berusaha m erealisasikanny a pada m asa m endat ang. Suat u ide adalah norm at if sepanj ang pem eliharaan at au pencapaian k eadaan- k eadaan y ang digam bark an dapat dianggap sebagai t uj uan ak t or.

3. I de im aginat if. I de im aginat if ini m enunj uk kepada kesat uan- kesat uan yang bukan m erupakan pem ikiran unt uk m enj adi eksis, dan j uga bukan m enj adi kew aj iban unt uk m erealisasikannya m enj adi eksis. Cont oh ide im aginat if ini sepert i yang t erdapat dalam karya- karya fiksi.

Dalam kehidupan sehari- hari ide- ide sepert i yang digam barkan oleh Parson dan Koent j araningrat di at as, dalam k ait an ide y ang t erdapat dalam daliken si t elu, t erm asuk ke dalam ide- ide norm at if ( Parson) , kom pleks dari ide- ide, gagasan, nilai-nilai, norm a- norm a, perat uran ( Koent j araningrat ) yait u berupa nilai budaya yang berw uj ud sebagai adat ist iadat , norm a- norm a, at uran- at uran, sopan sant un, yang m em punyai kekuat an unt uk m engat ur kehidupan bersam a. Berdasarkan definisi di at as, m aka nilai- nilai budaya yang t erdapat di dalam daliken si t elu, yang bersum ber dari int erak si t iga ak t or ( kalim bubu, anakberu, sem buy ak/ senina) m elahirkan nilai got ongroyong/ kebersam aan dan kekerabat an yang dilandasi dengan kasih sayang. Nilai inilah yang m engikat akt or yang t iga di at as.

2 .3 H u bu n ga n D a lik e n Si Te lu D e n ga n Pe n ge n da lia n Sosia l

(17)

y ang t ulus dan iklas. I nilah dij adik an y ang dipegang oleh ak t or y ang t iga ( kalim bubu,

anakberu, sem buy ak/ senina) sebagai alat unt uk m engendalikan indiv idu Karo,

sek aligus j uga sebagai pengikat m erek a. Sedangk an m asalah sosial didefinisik an adalah penyim pangan t ingkah laku dari t endensi sent ral. Bent uk penyim pangan dapat berupa perilak u y ang m elanggar at au m em perk osa adat - ist iadat , y ang dianggap oleh sebagian besar w arga m asyarak at sebagai m engganggu, t idak dik ehendak i, berbahay a dan m erugik an orang bany ak ( diferensiasi) sepert i m isalnya kej ahat an. Kej ahat an adalah bent uk t ingkah laku yang berbeda dan m enyim pang dari ciri- ciri k arak t erist ik um um , sert a bert ent angan dengan huk um , dan dit ent ang oleh m asyarak at dim ana saj a. Kem udian peny im pangan perilak u y ang dapat dit erim a ( dev iasi) , w alau t idak dianj urkan sepert i m enik ah dengan lain et nis.

Bila dalam negara m oderen sekarang ini, m asalah sosial sangat banyak dan rum it karena m encakup segenap kehidupan sepert i kem iskinan, kej ahat an, disorganisasi k eluarga, m asalah generasi m uda, peperangan, pelanggaran t erhadap norm a- norm a m asyarakat , m asalah kependudukan, m asalah lingkungan dan birok rasi y ang berdim ensi buday a, dim ensi polit is, dim ensi indiv idu, m ak a m asalah sosial dalam m asyar akat Kar o dahulu belum ser um it saat ini, dim ensi m asalah sosial dalam m asy arak at Karo dom inan adalah m asalah peny im pangan t radisi ( bersifat buday aal) , j auh dari dim ensi polit is, y ait u m encak up peny im pangan dari t radisi y ang ada. Nam un bila dicerm at i lagi secara m endalam , m asalah sosial ini m elekat pada sist em sosial yang ada. Adapun sist em sosial it u m enurut Margono Slam et ( Solem an B. Tanek o, 1994: 32) adalah ( 1) Keluarga, ( 2) Ekonom i, ( 3) Pem erint ahan, ( 4) Agam a dan Norm a- norm a, ( 5) Pendidikan dan Penerangan Um um , dan ( 6) Kelas Masyarakat . Sedangkan m enurut Karl Mannheim , ada lim a alat yang dapat m enst abilkan m asy arak at pert am a k ont rol sosial dan w ew enang, k edua adat ist iadat , k et iga norm a huk um , k eem pat prest ise dan k elim a k epem im pinan sert a int erpret asi filosofis dan sosiologi t erhadap nilai.

Pengendalian sosial adalah suat u sist em yang m enekankan dan m enghukum m anusia yang m enim bulkan ket egangan- ket egangan dalam m asyarakat . Sist em ini ak an m endorong w arga m asy arak at unt uk berperilak u sesuai dengan adat dan hukum yang berlaku dem i ket erat uran dan kelangsungan kehidupan m ereka. Pengendalian sosial t erj adi apabila suat u kelom pok m enent ukan t ingkah laku kelom pok lain, kelom pok m engendalikan perilaku anggot anya, at au kalau pribadi-pribadi m em pengaruhi t ingkah laku pihak lain. Dengan kat a lain, pengendalian t erj adi apabila seseorang diaj ak at au dipak sa unt uk bert ingk ah lak u sesuai dengan keinginan pihak lain, baik apabila hal it u sesuai dengan kehendaknya m aupun t idak. Dan m erupakan suat u kekuat an unt uk m engorganisir t ingkah laku sosial budaya, sehingga pengendalian sosial m em punyai kekuat an yang m em bim bing m anusia. Di sam ping it u, t elah m enj adi k eny at aan pula bahw a k ehidupan suat u m asy arak at , senant iasa diat ur oleh norm a- norm a at au kaidah- kaidah yang m em ungkinkan m erek a dapat m elak sanak an fungsiny a m asing- m asing, baik secara pribadi m aupun unt uk kepent ingan kelom pok m asyarakat sert a keseluruhan.

(18)

Adat ist iadat senant iasa t um buh dan berkem bang berdasarkan kebut uhan m asyarakat yang nyat a, cara berpikir dan pandangan hidup yang secara keseluruhan m erupak an k ebuday aan dari m asy arak at penduk ungny a, dim ana adat ist iadat it u hidup dan berkem bang. Adat ist iadat pada suat u t em pat m erupak an norm a- norm a yang t elah berlaku sepanj ang m asa dan t elah diw ariskan secara t urun t em urun sehingga m erupakan sesuat u yang harus dipat uhi, ket ika m enyelenggarakan kepent ingan bersam a. Norm a- norm a t ersebut berlaku karena t ekanan dari m asyarakat pendukungnya dan t okoh- t okoh adat . Walau dem ikian, perlu j uga diperhat ikan bahw a adat ist iadat dapat saj a berubah sew ak t u- w ak t u dengan t im bulnya perist iw a- perist iw a at aupun kebut uhan- kebut uhan baru yang m em erlukan penyelesaian dan penyesuaian secara baru pula. Jika suat u keadaan dan kebut uhan t ert ent u t im bul dalam m asy arak at dan m asy arak at m engadopsiny a m ak a t erbent uk lah norm a norm a baru y ang dalam prak t ek dapat m enggant ikan adat -ist iadat y ang lam a.

Adanya hukum sebagai salah sat u kaidah sosial, m erupakan suat u kenyat aan y ang sulit unt uk dibant ah. Sulit m em bay angk an adany a suat u m asy arak at t anpa hukum , baik it u hukum yang t ert ulis m aupun hukum yang t idak t ert ulis. Masyarakat m em but uhkan ket ert iban dan j am inan hak- haknya sedangkan kepast ian dan ket ert iban it u sendiri m erupakan t uj uan dari hukum . Yang m em bedakan hukum dengan norm a ialah penat aannya ( hukum ) dapat dipaksakan dengan cara yang t erat ur dengan m em ak ai alat - alat k ek uasaan y ang t elah dit ent uk an bat as- bat as w ew enangnya oleh hukum pula, sedangkan norm a sam a sekali t idak m em punyai alat m em aksa sepert i hukum .

Adat dan huk um adat secara t eorit is sulit dibedak an k arena k eduany a berkait an erat . Pada m asy arak at Karo adat dan huk um adat dipergunak an secara bersam aan. Adat dan huk um adat m em puny ai ikat an dan pengaruh y ang k uat , pengaruhnya sert a daya ikat nya yang sangat kuat bergant ung kepada m asyarakat huk um adat it u, t erut am a berpangk al t olak dari perasaan k eadilan y ang dilahirkanny a, at au diberik anny a.

Adat ist iadat yang m engandung m akna hukum m em iliki fungsi pengat ur, penert ib dan pengam an k ehidupan m asyarak at . Penegak k eadilan, j uga sebagai penggerak dan pendorong pem bangunan, dan perubahan m enuj u m asyarakat yang dicit a- cit ak an. Hal lainny a y ang m enj adi pendorong sebagai pendorong, penert ib adalah fak t or penj am in k eseim bangan dan k eserasian y ang dinam is dalam m asy arak at y ang m engalam i perubahan cepat .

Daliken si t elu adalah ak t or penggerak adat ist iadat m asy arak at Karo.

Hubungan daliken si t elu dengan pengendalian sosial j elas. Di dalam " t ubuh" daliken

si t elu ada dua unsur, unsur pert am a adalah sist em m asy arak at y ang bersifat

t erbuka. I ni berhubungan dengan m anusia sebagai subyek dan obyek. Unsur yang k edua adalah psiko buday a. I ni berhubungan dengan nilai, alat unt uk m engendalikan, alat unt uk m engikat akt or yang t iga t ersebut .

(19)

j aringan fungsi yang harm onis. Pada daliken si t elu inilah t erlet ak azas got ong roy ong dan m usyaw arah dalam art i k at a y ang se dalam - dalam ny a. Di at as sendi

daliken si t elu berkisar segala kegiat an polit ik, ekonom i, hukum , rit ual dan lain- lain,

ak t ifit as sosial di j am an it u. Nam un set elah k edat angan Belanda pada perm ulaan abad 20 ini, t erj adilah suat u perubahan y ang radik al. Sej ak it u m asy arak at Karo m engenal suat u pem erint ahan sent ral di baw ah kekuasaan Belanda. Perubahan-perubahan pok ok diant arany a adalah ekonom i y ang t erbuk a ( m oney econom y) , m asuk ny a agam a- agam a baru y ait u Krist en dan I slam , pendidikan m oderen, kesehat an, fasilit as- fasilit as lalu lint as dan lain- lain. Melalui perubahan yang radikal ini, banyak aspek kehidupan dit am bah dengan norm a- norm a baru lainnya yang m engalir, m asuk k e dalam k ehidupan m asy arak at Karo dan m asy arak at Karo pun m engelam i perubahan. Tet api, huk um adat Karo t et ap dibiark an hidup berkem bang dengan segala kem am puannya unt uk m enyesuaikan diri.

Perobahan- perobahan pada m asyarak at Karo berlangsung t erus, sam pai j am an penj aj ahan Jepang dan sam pai j am an kem erdekaan. Hal yang t et ap m enarik adalah dengan berkem bangny a agam a- agam a sepert i Krist en dan I slam disam ping agam a t radisional Perbegu, sam a- sam a t et ap m em upuk sist em k ek erabat an pat rilinial, w alaupun di sana sini ada penyesuaian sesuai dengan nilai- nilai yang dibaw a agam a t ersebut .

Sifat - sifat khas dari organisasi kem asyarakat an Karo sepert i klen, sist em w arisan dan k esenian t radisional t et ap dipupuk sam pai saat ini. Tri t unggal daliken si

t elu, anakberu, senina, kalim bubu t et ap m em punyai fungsi yang pent ing. Daliken si t elu senant iasa m erupakan dinam ika yang t ak t erkalahkan oleh j am an unt uk

m enggerak k an m usyaw arah dan got ong roy ong dan ak t ifit as y ang lain di dalam k ehidupan sosial pada m asyarak at Karo.

Set elah j am an k em erdekaan beberapa hirarki dari peradilan sepert i Bale Kut a dan Bale Urung dilenyapkan secara yuridis. Nam un peranan daliken si t elu , t et api efekt if m enyelesaikan m asalah sosial yang berhubungan dengan hal- hal perdat a dan sam pai bat as t ert ent u j uga m eny elesaik an perkara pidana.

Dalam sebuah ilust rasi, dahulu, bila seorang ingin m enyam paikan dak w aanny a k epada pihak y ang berw aj ib, biasany a pihak y ang berw aj ib selalu m enganj urkan agar persoalan y ang hendak diselesaikan k epadany a, sebaikny a diselesaikan dahulu m elalui anakberu, senina. I ni m enunj ukkan bahw a daliken si t elu berperanan di dalam bidang huk um dan k ont rol sosial.

Mem ang pelaksanaan nilai- nilai yang t erdapat di dalam daliken si t elu, sebagai alat pengendalian sosial bukan suat u t erapi j it u unt uk m engendalikan suat u m asalah sosial y ang ada di dalam m asy arak at Karo. Terapi y ang diberik an daliken si

t elu dalam m engendalikan m asalah sosial sifat nya t em porer, agar m asalah sosial

y ang m uncul dapat dit ek an sek ecil sehingga dam pak dan im pak ny a bagi m asyarak at Karo, dapat dit ek an sem inim al m ungk in, dengan dem ik ian sist em y ang ada di dalam m asy arak at Karo dapat berj alan sepert i biasany a.

Jadi m em aham i daliken si t elu m elalui konsep pendekat an pengendalian sosial

adalah m em aham i bagaim ana cara berpikir dan cara bert indak ak t or y ang t iga ( kalim bubu, anakberu, senina/ sem buy ak) , baik secara keseluruhan, m aupun secara pribadi, berdasark an nilai k ek erabat an, k ebersam aan dan got ong roy ong y ang dilandasi nilai k asih say ang, m engarahk an, m em bina, m engaj ak , m em bim bing at au bahk an m em ak sa w arga m asy arak at agar m au m em at uhi nilai- nilai dan k aidah-k aidah adat ist iadat Karo.

(20)

Alur pengendalian berdasarkan daliken si t elu adalah sepert i dalam bagan berik ut ini.

Bagan 2: DALI KEN SI TELU SEBAGAI SARANA PENGENDALI AN SOSI AL

DALIKEN SI TELU Sistem Sosial :

Sis. Masy. Bersifat Terbuka - Keluarga

Psiko Budaya (Nilai-Nilai)

Tujuan

Penyimpangan Sosial

- Menjaga tatatertib bersama

dalam Keluarga:

- Melindungi/menjaga hak asasi - Perkawinan

- Menjaga kepentingan ekonomi - Warisan

Sosial dan Budaya - Perceraian

- Menjaga kelangsungan hidup - Konflik

- Membentuk kepribadian warga

Kondisi ideal yang Pemecahan masalah

diharapkan: sikap tunduk

berdasarkan nilai gotong

dan patuh pada norma

royong. kekerabatan,

norma, nilai-nilai budaya

patrilineal.

dan aturan yang ada berdasarkan

adat istiadat Karo.

Ket erangan

1. Definisi Pengendalian Sosial yang diaj ukan dalam kerangka t eori ini suat u proses, baik y ang direncanak an at au t idak direncanak an y ang bert uj uan unt uk m engaj ak , m em bim bing at au bahk an m em ak sa w arga m asy arak at agar m em at uhi nilai- nilai dan kaidah- kaidah yang berlaku. ( Soerj ono Soekant o) .

2. DALI KEN SI TELU SEBAGAI SARANA PENGENDALI AN SOSI AL diart ik an

bagaim ana daliken si t elu m engendalikan, m enyelesaikan m asalah-m asalah sosial y ang t iasalah-m bul di dalaasalah-m asalah-m asy arak at Karo, dengan berpegang k epada nilai k ek erabat an, got ong roy ong dan k ebersam aan y ang berlandaskan sist em pat rilineal.

3. Daliken Si Telu adalah landasan sist em k ek erabat an j uga berfungsi m enj adi

landasan bagi sem ua k egiat an, k hususny a k egiat an y ang bert alian dengan pelak sanaan adat ist iadat dan int ereak si ant ar sesam a m asy arak at Karo.

(21)

sebut an kalim bubu, sem buyak/ senina, dan anakberu) . Sifat k et iga ak t or ini sebagai sist em m asyarakat yang t erbuka. Sebagai sist em m asyarakat yang t erbuka, m engandung unsur psiko budaya yait u nilai- nilai, adapun nilai- nilai yang dom inan adalah nilai kekerabat an, got ong royong dan kebersam aan dan pat rilineal.

4. Masalah Sosial adalah penyim pangan t ingkah laku dari t endensi sent ral. Peny im pangan ada dua pert am a y ang dapat dit erim a ( deviasi) dan t idak dapat dit erim a ( diferensiasi) . Masalah sosial ini m elekat dalam sist em sosial. Menurut Margono Slam et sist em sosial t erdiri dari ( 1) Keluarga, ( 2) Ekonom i, ( 3) Pem erint ahan, ( 4) Agam a dan Norm a- norm a, ( 5) Pendidikan dan Penerangan Um um , ( 6) Kelas Masy arak at . Dalam k ait an ini sist em sosial yang dipilih adalah keluarga, m asalah sosial yang m elekat dalam k eluarga Karo ant ara lain adalah perkaw inan dan perj odohan, pem bagian w arisan, perceraian, k onflik, berzina. Dalam set iap m eny elesaik an m asalah sosial selalu bersifat prevent if ( cegah) , dan represif ( t indak) dengan berpedom an k epada nilai k ek erabat an, got ong royong dengan

m em pert ankan/ berlandaskan sist em pat rilineal) .

5. Alat pengendali m asalah sosial secar a um um adalah ( 1) kont r ol sosial dan w ew enang, ( 2) adat ist iadat , ( 3) norm a hukum , ( 4) prest ise dan kepem im pinan, ( 5) int erpret asi filosofis dan sosiologi t erhadap nilai ( Karl Mannheim ) , ( 6) daerah- daerah angker, suci. Dalam kait an daliken si t elu sebagai alat pengendali m asalah sosial yait u daliken si t elu sebagai adat ist iadat , dan int erpret asi filosofis dan sosiologi t erhadap nilai yang dikandungnya ( nilai kekerabat an, got ong royong dengan

m em pert ahankan/ berlandaskan sist em pat rilineal) .

(22)

BAB I I

SI STEM SOSI AL D AN BUD AYA M ASYARAKAT KARO

2 .1 Asa l Usu l Et n is da n N a m a Ka r o.

Daerah Sum at era Ut ara t erdiri dari daerah pant ai, dat aran rendah, dat aran t inggi dan pegunungan. Daerah pant ai t erlet ak sepanj ang pesisir t im ur dan barat dan bersam bung dengan dat aran rendah t erut am a di bagian t im urny a. Dat aran Karo, Toba dan Hum bang m erupakan dat aran t inggi, sedangkan pegunungan bukit barisan yang m em buj ur di t engaht engah dari ut ara ke selat an m erupakan daerah pegunungan. Luas daerah Sum at era Ut ara sekit ar 71.680 km 2 dan t erlet ak ant ara 1 dengan 4 lint ang Ut ara dan ant ara 98 dengan 100 buj ur t im ur. Penduduk pribum i Sum at era Ut ara t erdiri dari suk u Melay u, Bat ak Toba, Karo, Sim alungun, Pak pak Dairi, Pesisir, Mandailing dan Nias, dengan m at a pencaharian sehari- hari adalah bert ani.

Berdasark an m it os y ang ada, asal- usul suk u di Sum at era Ut ara bervariasi, ada yang m engusut asal- usul leluhurnya dari langit yang t urun di puncak gunung Pusuh Buhit ( Toba) , ada y ang berasal dari lapisan y ang paling indah y ang disebut Tet oholi Ana'a yang t urun di w ilayah Gom o ( Nias) , ada yang berasal dari t urunan Raj a I skandar Zulkarnain yang t urun di Bukit Sigunt ang Palem bang ( Melayu) . Berdasark an perkiraan- perk iraan y ang disusun para ahli, penduduk asli Sum at era Ut ara ini berasal dari Hindia Belakang yang dat ang ke kaw asan ini secara bert ahap. Hal inilah m ak a k em udian corak ragam buday a penduduk pribum i Sum at era Ut ara dit em uk an perbedaan- perbedaaan.

Dalam m asy arak at Karo pun, ada dit em uk an m it os t ent ang asal usul et nis ini. Mit os ini t idak berkait erat dengan hal- hal yang sulit dit elusuri oleh akal sepert i yang m engusut asal- usul leluhurnya dari langit yang t urun di puncak gunung Pusuh Buhit ( Toba) , at au yang m engusul asal usulnya dab berkesim pulan dari lapisan y ang paling indah y ang m erek a sebut Tet oholi Ana'a y ang t urun di w ilay ah Gom o ( Nias) , at au yang m engkait kannya dengan t urunan Raj a I skandar Zulkarnain yang t urun di Buk it Sigunt ang Palem bang ( Melay u) . Dalam m asyarak at Karo m it os t ersebut berkait an dengan t ot em16. Misalnya haram m engkonsum si daging binat ang sepert i Kerbau Put ih, oleh subk len Sebay ang, Burung Balam oleh subklen klen Tarigan, Anj ing oleh subklen Brahm ana.

Dalam beberapa lit erat ur t ent ang Karo, et im ologi Karo berasal dari k at a Haru. Kat a Haru ini berasal dari nam a keraj aan Haru y ang berdiri sek it ar abad 14 sam pai abad 15 di daerah Sum at era Bagian Ut ara. Kem udian pengucapan k at a Haru ini berubah m enj adi Karo. I nilah diperkirak an aw al t erbent uk ny a nam a Karo.

Menurut Sangt i ( 1976: 130) dan Sinar ( 1991: 1617) , sebelum k len Karo- Karo, Gint ing, Sem biring, Tarigan dan Perangin- angin m enj adi bagian dari m asyarak at Karo sekarang, t elah ada penduduk asli Karo pert am a yakni klen Karo Sekali. Dengan k edat angan k elom pok k len Karo- Karo, Gint ing, Sem biring, Tarigan dan Perangin- angin, akhirnya m em buat m asyarakat Karo sem akin banyak. Klen Gint ing m isalnya adalah pet ualangan yang dat ang ke Tanah Karo m elalui pegunungan Layo Lingga, Tongging dan ak hirny a sam pai di dat aran t inggi Karo. Klen Tarigan adalah pet ualangan yang dat ang dari Dolok Sim alungun dan Dairi. Perangin- angin adalah

16

Referensi

Dokumen terkait

Dalam melakukan penelitian tentang nilai-nilai edukatif sebagai materi ajar di SMK Negeri 1 Plupuh, Sragen, peneliti membuat atau menyusun materi tersebut dalam

Jenjang akreditasi merupakan aktualisasi dari kualitas kinerja. Makalah ini bertujuan untuk mengungkap dampak akreditasi program studi terhadap peningkatan kualitas

[r]

[r]

Sehubungan dengan pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa dilingkungan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2016 Pada Kegiatan Pembangunan Sarana Dan Prasarana

Cocktail making evening in Sussex is an ideal corporate event to enhance the team-building attitude in corporate people.. This event is like a breath of fresh air after the

Clincal Response Clincal Response Exposue Exposue to HIV to HIV No No infection infection Infection Infection Acute Acute disease disease Persistent Persistent generalized

[r]