• Tidak ada hasil yang ditemukan

Eksisting Bangunan Sekitar Site

ELABORASI TEMA 3.1. PENGERTIAN TEMA

C. Milwaukee Art Museum

4.1.6. Eksisting Bangunan Sekitar Site

Gbr .55. analisa bangunan eksisting sekitar site

Kampus LP3i Nissan Showroom Bengkel

Pegadaian Mesjid Ruko

Gbr. 56. bangunan eksisting sekitar site

Lokasi Site yang berada di sekitar bangunan pendidikan dan bangunan perkantoran, sangat mendukung fungsi site sebagai tempat selebrasi atu konvensi yaitu Medan Convention Center.

4.2. ANALISA POTENSI DAN KONDISI SITE

4.2.1. Analisa Sirkulasi

Sirkulasi Kenderaan

Keterangan

Jalan dengan kepadatan Tinggi Jalan dengan kepadatan Sedang Jalan dengan kepadatan Rendah

Gambar .57. analisa sirkulasi sekitar site

A. Jln . H. Adam Malik

B. Jln . H. Adam Malik

C. Jln. Bangun D. Jln. Sei Deli

Jalan H. Adam Malik pada sisi ini merupakan jalur terpadat pada kawasan ini tetapi hanya memiliki satu arah pergerakan

Jalan H. Adam Malik pada sisi ini juga memiliki lebar jalan ±20 m. tetapi intensitas kepadatannya sedikit di bawah sisi utara site.

Jalan Bangun memiliki lebar jalan 6m. merupakan jalan dengan kepadatan terendah pada site.

Jalan Sei Deli juga memiliki lebar jalan 6 m tetapi lebih banyak dilintasi oleh penduduk setempat.

Tabel 10. keadaan jalan eksisting sekitar site

A

B

C

Sirkulasi Pejalan Kaki

Gambar .58. analisa sirkulasi pejalan kaki

Keterangan

Jalur Pedestrian pada Jln H. Adam Malik memilki intensitas yang sedang , kebanyakan dilalui oleh mahasiswa dan karyawan kantor. Trotoar kurang terdefinisi dengan baik , dan cenderung terhalangi oleh dagangan bunga pohon.

Jalur Pedestrian pada Jln Sei Deli dan Jln Bangun tidak terdefinisi dengan baik. Jalur pedestrian ini hanya dilalui oleh penduduk setempat. Jalur pedestrian pada kedua jalan tersebut memiliki intensitas yang sedang.

Tabel .11.keterangan analisa sirkulasi pejalan kaki

Tabel 1

Tanggapan:

• Jalan Sei Deli akan dijadikan sebagai tempat untuk mengakses kenderaan ke dalam site. Ini dilakukan untuk menghindari kemacetan pada Jalan H. Adam Malik. Tetapi masalahnya yaitu lebar bersih jalan Sei Deli hanya 5m. Adapun penyelesaian yang dilakukan yaitu selebar 5m bagian tapak dari sisi ini akan dijadikan perlebaran jalan Sei Deli tetapi hanya digunakan hanya untuk akses ke dalam site. Sedangkan untuk akses keluar site akan diletakkan pada jalan H. Adam Malik sebelah Barat.

4.2.2. Analisa Pencapaian

Gambar .59. analisa pencapaian ke site

Keterangan

Pencapaian yang diakses melalaui Jalan Gatot Subroto

Pencapaian yang diakses melalaui Jalan T. Amir Hamzah

Pencapaian yang dapat diakses melalui Jalan Putri HIjau

Tabel 12. keterangan analisa pencapaian ke site

Tanggapan:

• Jalur Pedestrian pada Jln H. Adam Malik baiknya diperlebar agar dapat menampung pejalan kaki ingin menuju bangunan pada site.

Analisa Pencapaian terhadap inti kota

WPP Cakupan Kecamatan Inti Kota Pencapaian

A 1. Kec. Medan Belawan 2. Kec. Medan Marelan 3. Kec. Medan Labuhan

Belawan Pencapaian dapat diakses melalui Jalan arteri kota primer dan dapat ditempuh dari inti pengembangan kota menuju lokasi selama ± 1 jam.

B Kec. Medan Deli Tanjung

Mulia

Dari pusat pengembangan kota menuju lokasi dapat ditempuh selama ± 45 menit.

C 1. Kec. Medan Timur

2. Kec. Medan perjuangan

3. Kec. Medan Tembung 4. Kec. Medan Area 5. Kec. Medan Denai 6. Kec. Medan Amplas

Aksara Pencapaian dapat diakses dari

pusat pengembangan kota yaitu Aksara menuju lokasi dapat ditempuh selama ± 35 menit. Sedangkan dari lokasi terjauh yaitu Kecamatan Medan Amplas menempuh waktu selama ± 90 menit.

D 1. Kec. Medan Johor 2. Kec. Medan Kota 3. Kec. Medan Baru 4. Kec. Medan Maimoon 5. Kec. Medan Polonia

Inti Kota Pencapaian dapat diakses dari inti kota yaitu kawasan Kantor Walikota Medan dapat ditempuh ± 15 menit, sedangkan dari kawasan terjauh yaitu Kec. Medan Johor ditempuh selama ± 30 menit.

E 1. Kec. Medan Barat 2. Kec. Medan Petisah 3. Kec. Medan Sunggal 4. Kec. Medan Selayang 5. Kec. Medan Tuntungan

Sei

Sikambing

Pencapaian dapat diakses melalui jalur arteri kota primer melalui Jalan Gatot Subroto dan Jalan Lingkar pendukungnnya ditempuh selama ± 90 menit. sedangkan dari titik terjauh yaitu Kec. Medan Tuntungan ditempuh selama ± 100 menit.

Tabel 13 analisa pencapaian terhadap inti kota

Angkutan umum yang tersedia di Kota Medan terdiri dari beberapa moda transportasi ,akan tetapi angkutan umum yang sering digunakan penduduk Medan untuk menunjang aktivitas mereka yang umum digunakan adalah angkutan kota atau sering disebut angkot. Angkot yang asda di Kota Medan dibedakan berdasarkan nomor angkutan,

jenisnya (perusahaan angkutan umum), dan trayeknya. Angkutan umum yang biasanya melalui Jalan Perintis Kemerdekaam beragam dari jenis, nomor, serta trayeknya.

No. Angkutan Jenis Trayek

103 Medan Rahayu Pancur Batu-Unimed

104 Medan Rahayu Simalingkar-Pancing

62 KPUM RS. Adam Malik-Unimed

46 KPUM Tanjung Anom-Tembung

54 Medan Rahayu Kuala Bekala-Mandala

11 KPUM Padang Bulan-Sentis

Tabel 14. jenis angkutan kota yang melewati site

Penempatan Entarance Berdasarkan Analisa Pencapaian:

Gambar .60. penempatan entrance berdasarkan analisa pencapaian

Keterangan

A

B C

Titik A berada pada jalan arteri kota primer yang mudah dilalui dari berbagai penjuru Kota Medan. Jika entrance bangunan terletak di titik ini maka fasade bangunan akan sejajar dengan jalan. Selain itu angkutan umum banyak melalui jalan pada titik ini dilihat dari segi view sangat mendukung.

Titik B juga berhadapan pada jalan yang sama yaitu Jl. H. Adam Malik Dilihat dari View ke luar berupa rumah dan perkantoran. Jalan ini akan digunakan sebagai jalur keluar dari site.

Titik C berhadapan dengan Jl. Sei Deli yang merupakan jalan lingkungan. Hanya sedikit yang melintasi jalan ini. Jadi cukup baik untuk dijadikan entrance dengan beberapa ketentuan.

Titik D berhadapan dengan Jl. Bangun yang merupakan jalan dengan kepadatan terendah. Ini merupakan jalan lingkungan. Jalan ini berbatasan dengan rumah penduduk, jadi kurang baik untuk jalur masuk dan keluar site.

Tabel 15. keterangan penempatan entrance berdasarkan analisa pencapaian

Tanggapan :

Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa titik C dapat dijadikan entrance utama Pusat Seni Pertunjukan Medan. Hal ini didasarkan atas kelas jalan dan kemudahan pencapaiannya, serta dapat mengurangi intensitas pengguna jalan arteri ketika acara. puncak.

D

C

B

A

4.2.3. Analisa View View ke luar.

Gambar .61. analisa view ke luar site

View dari dalam ke luar bangunan dari posisi

ini cukup baik yang menghadap bangunan

perkantoran, rumah penduduk, showroom,

dan universitas.

Pada posisi ini view keluar cukup bagus

karena juga merupakan deretan

bangunan dengan fungsi pertokoan dan

perkantoran

Pada titik ini view yang dapa dilihat keluar adalah adalah daerah

bantaran sungai dan sungai deli. Ini dapat dikategorikan sebagai

view yang baik.

Pada titk ini view yang dapat dilihat keluar adalah perumahan penduduk. Tidak begitu buruk bagi view ke luar.

Tabel .16. keterangan analisa view ke luar site

+ + +

A

D

C

A B C D

B

View ke Dalam.

Gambar .62 analisa view ke dalam site

Gambar .63. konsep view vertikal

+ + + + + +

Tanggapan analisa view ke luar site :

Pada titik A dan B perlu adanya bukaan yang maksimal dan peletakan taman luar sebagai daerah pendukung.

Pada titik C meminimalkan bukaan dan tepat dijadikan area entrance.

Pada titik D view-nya cukup baik dan dapat juga dijadikan entrance Tanggapan analisa view ke dalam site :

Secara umum fasade bangunan pada segala sisi didesain semenarik mungkin .

Jarak antara bangunan dan pejalan kaki mengikuti panduan gambar view vertikal dimana X > Y

A

B C

4.2.4. Analisa Vegetasi dan Matahari

Vegetasi sekitar Site :

Tabel 17. keterangan vegetasi sekitar site

Tanggapan:

Vegetasi atau pepohonan pada loksi eksisting sangat baik dan sangat sesuai sebagai peneduh dan mengurangi polusi udara akibat padatnya lalulintas.

Vegetasi eksisting dapat mengurangi teriknya sinar matahari.

Pemanfaatan sinar matahari sebagai pencahayaan alami lebih dominan pada areal atrium utama .

4.2.5. Analisa Kebisingan

Gambar Keterangan

Kebisingan jalan H. Adam Malik kemerdekaan disebabkan oleh intensitas kenderaan yang cukup tinggi.

Kebisingan dari simpang jalan T. Amir Hamzah dan jalan H. Adam Malik disebabkan oleh intensitas kenderaan yang cukup tinggi.

Kebisingan dari simpang Jalan Sei Deli dan Jalan H. Adam Malik disebabkan oleh kegiatan perbengkelan dan intensitas kenderaan yang cukup tinggi pada jam tertentu.

Intensitas kebisingan dari jalan Bangun cukup rendah , hal ini dikarenakan jalan ini merupakan jalan lingkungan dengan intensitas kenderaan yang cukup rendah.

Intensitas kebisingan dari jalan Bangun cukup rendah , hal ini dikarenakan jalan ini merupakan jalan lingkungan dengan intensitas kenderaan yang cukup rendah.

Tabel .18. keterangan analisa kebisingan

A

C

E

D

A

C

B

E

D

B

Cara Jenis Sifat Kelemahan Keterangan Bangunan

menjauhi kebisingan

Ruang luar Melemahkan Menghabiskan

jarak antara bangunan dengan sumber kebisingan Sebagai ruang peralihan Menggunakan Buffer

Vegetasi Meredam Membufer hawa

alami dan view dari luar site

Dimulai dari area terdekat dengan kebisingan

Pagar Memantulkan

Monumen Memantulkan

Bangunan Memantulkan

Kontur tanah Meredam dan memantulkan Menambah biaya dan kerumitan konstruksi Mengelompokkan kebisingan

Ruang dalam melemahkan Penzoningan terbatas - Penyelesaian teknis Bahan bangunan Memantulkan , meredam Peralatan yang mahal Pada selubung bangunan Suara musik dan air

melemahkan Pada areal

taman

Gambar .66. penanganan kebisingan

Tanggapan :

Pada bagian site yang menghadap sumber kebisingan diberikan buffer misalnya tanaman. Peletakan bangunan agak menjauhi sumber kebisingan juga dapat dilakukan. Selain itu kebisingan dapat juga diatasi dengan penggunaan material dan penerapan konsep akustik ruangan yang baik. Secara keseluruhan , penanganan kebisingan dapat dilakukan dengan konsep pengendalian kebisingan . Penempatan teater diposisikan pada sisi yang menjauh dari kebisingan.

4.3. ANALISA BANGUNAN 4.3.1. Sirkulasi dan Penzoningan Sirkulasi

Sirkulasi adalah suatu pencapaian yang dilakukan manusia untuk mencapai fungsi-fungsi yang diinginkan di dalam bangunan. Ditinjau dari sistem bangunan, sirkulasi dibedakan atas sirkulasi horizontal dan vertikal. Sirkulasi horizontal dilakukan di dalam satu lantai sedangkan yang vertikal dilakukan untuk mencapai dari lantai ke lantai lainnya.

Penzoningan.

Penzoningan dilakukan dengan pengelompokan kegiatan yang sama terhadap kondisi tapak dan kriteria zona penzoningan . Zona Penzoningan terbagi atas :

• Publik , merupakan zona yang berhubungan secara langsung dengan pengunjung . • Semi publik , merupakan peralihan antara zona pengelola, pengunjung dan pelaku seniman.

• Semi privat , merupakan zona peralihan antara semi publik dan privat. • Privat , merupakan zona yang digunakan untuk kepentingan pengelola • Servis , merupakan zona yang berhubungan erat dengan kegiatan pelayanan.

Pada analisa penzoningan , zona-zona diatas dapat dibagi lagi menjadi sub-zona berdasarkan kegiatan yang dilakukan pengguna bangunan

FASILITAS RUANG

Zona Jenis Ruangan Nama Ruangan

Publik Fasilitas Publik R.Satpam

Hall

Toilet pengunjung pria

Toilet pengunjung wanita

Toilet pengelola Mushalla Tempat wudhu Semi Publik Outdoor Concert Hall Lobby Loket tiket

Area penitipan barang

Ruang Peralatan

Toilet pengunjung pria

Toilet pengunjung wanita

Semi Publik Fasilitas Theater Musical Foyer Loket tiket

Area jaga theater

Auditorium

Toilet pengunjung pria

Toilet pengunjung wanita

Snack bar Area ekhsinisi Pit orkestra Toilet karyawan Panggung Backstage

Ruang kontrol cahaya

Ruang kontrol proyektor

Ruang kontrol suara

Ruang organisasi acara

Gudang alat

Ruang ganti

Toilet pentas pria

Toilet pentas wanita

Ruang latihan

Gudang alat musik

Gudang kostum Loading dock Semi publik Fasilitas theater fleksibel Foyer Loket tiket Auditorium

Toilet pengunjung pria

Toilet pengunjung wanita

Snack bar Area ekhsinisi Pit orkestra Toilet karyawan Panggung Backstage

Ruang kontrol cahaya

Ruang kontrol proyektor

Ruang organisasi acara

Gudang alat

Ruang ganti

Toilet pentas pria

Toilet pentas wanita

Ruang latihan

Gudang alat musik

Gudang kostum

Loading dock

Semi privat

Fasilitas Edukasi Edukasi Seni Informal

Ruang tata usaha

Ruang pendaftaran

Studio seni vokal

Studio tari Studio music Studio teater Toilet pria Toilet wanita Lobby Ruang pengajar Pantry Perpustakaan Seni

Counter pengembalian buku

Counter penitipan buku

Tempat penitipan barang

Ruang fotokopi

Ruang administrasi

Ruang staff

Pantry

Ruang buku dewasa

Ruang buku untuk anak-anak

Ruang baca

Ruang majalah

Ruang buku referensi

Area katalog

Lobby

Privat Fasilitas Pengelola Ruang pengelola bangunan

Ruang pengelola galeri

Ruang pengelola theater

Ruang pengelola edukasi

Ruang pengelola promosi

Ruang pengelola operasional

Toilet pria

Toilet wanita

Pantry

Lobby

Servis Fasilitas Service Ruang keamanan

Gudang

Ruang istirahat karyawan

Pantry

Ruang loker karyawan pria

Ruang loker karyawan wanita

Ruang ME

Ruang pengudaraan

Ruang plumbing

Toilet karyawan pria

Toilet karyawan wanita

Semi publik

Fasilitas Pelengkap Restaurant

Ruang counter

Kasir

Ruang makan

Ruang pengelola kafetaria

Area dapur Toilet Loading dock Coffee Shop Ruang counter Kasir Ruang pengelola Ruang minum/makan

Toilet loading dock Art Book Store

Ruang display

Kasir

Ruang adminitrasi

Toilet

Loading dock Art Center Shop

Ruang display Kasir Gudang Ruang administrasi Toilet Loading dock Kesimpulan :

Sirkulasi dan penzoningan akan disesuaikan dengan bentuk bangunan melalui alternatif-alternatif solusi yang ada.

4.3.2. Analisa Teknologi