BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN
2.3 Terapi Hipertensi Arteri Pulmonal dan Fibrosis otot Jantung
2.3.5 Ekstrak Buah Delima Sebagai Terapi Alternatif
Buah delima atau pomegranate (Punica granatum L, Punicaceae) adalah jenis buah yang berasal dari persia dan dapat tumbuh dan dikonsumsi di seluruh dunia dan banyak digunakan dalam bidang kesehatan (Haber dkk., 2011). Ketertarikan terhadap buah delima ini sehubungan dengan manfaatnya dalam pencegahan kanker prostat, mencegah oksidasi LDL, high density lipoprotein (HDL),dan kolestrol, penurunan tekanan darah , artritis, anemia, diare, inflamasi, penyakit ginekologis, perkembangan arterosklerosis, stimulasi fungsi sel –T, dan produksi sitokin, penyakit Alzeimer, dan peningkatan kualitas sperma. Efek manfaat ini terkait banyaknya kandungan fitokimia dalam buah delima. Senyawa fitokimia ini terutama merupakan campuran senyawa fenolik seperti polifenol
tanin yang mengandung gula dan antosianin, termasuk ellagitannin, antosianin dan polofenol lain yang mudah dihidrolisa (Akpinar-Bayizit dkk., 2012). Toklu dan kawan-kawan membuktikan bahwa pemberian ekstrak buah delima memberi perlindungan terhadap fibrosis hati pada tikus yang diinduksi obstruksi kandung empedu (Toklu dkk., 2007). Hemmati dan kawan-kawan menemukan bahwa pemberian ekstrak buah delima dapat mencegah akumulasi kolagen pada paru tikus model fibrosis paru (Hemmati dkk., 2013).
Gambar 8. Efek Bioaktif Kandungan Buah Delima. Kandungan fitokimia buah delima memiliki efek membersihkan radikal bebas dengan menghambat enzim oksidan dan menginduksi enzim antioksidan. Ia juga memiliki efek anti inflamasi yakni dengan menghambat Cyclooxygenase-2 (COX-2) dan Lipoxygenase (LOX). Ia juga memiliki efek perlindungan stres oksidatif dan aterogenesis dengan menginduksi aktivitas paraoxonase 1 dan 2. Ia juga memiliki efek anti proliferasi yakni dengan menurunkan p21 dan p27 yang berujung pada penurunan cyclins dan cyclins kinase. Ia juga memilik efek antikarsinogenik dengan menginaktivasi faktor NF-Bsehingga menurunkan invasi, angiogenesis dan metastasis, menurunkan sitokrom P450 dengan mengaktivasi prokarsinogen dan menghambat inisiasi tumor, hambatan terhadap zat mirip enzim carbonic anhydrase dan ornithin dekarboksilase yang aktif pada pertumbuhan sel kanker.
Sumber : Akpinar-Bayizit A, Ozcan T, dan Yilmaz-Ersan L 2012. Cancer Prevention - from Mechanisms to Translational Benefits. In: Georgakilas, A. (ed.) The therapeutic potential of pomegranate and Its products for prevention of cancer. Rijeka: In Tech, 331-72
Tanaman delima mengandung alkaloid, mannite, asam ellagic dan asam galat. Kulit kayu dan kulit buahnya mengandung tanin. Kandungan parapolifenol dalam buah delima diyakini memberikan aktivitas antioksidan dan melindungi LDL terhadap oksidasi yang dimediasi sel langsung dengan interaksi dengan lipoprotein dan secara tidak langsung oleh akumulasi dalam makrofag arteri. Kulit buah bagian dalam dan luar mengandung lebih banyak polifenol dibanding biji. Jus delima komersial telah ditemukan memiliki kandungan kulit dan efek antioksidan yang lebih kuat dibanding jus olahan tangan. Selain itu jus delima memiliki efek antihipertensi dengan mengurangi aktivitas angiotensin-converting enzyme (Haber dkk., 2011).
Tabel 4. Kandungan Fitokimia Tanaman Buah Delima
Komponen Tanaman Kandungan
Jus buah delima Anthocyanins; glukosa;asam ascorbat, elemen mineral ; asam amino , ; phenol seperti :
Asam ellagic,asam galat,asam kaffeik, katechin, epigallocatechin gallate (EGCG), quercetin, rutin.
Minyak biji delima Asam Punicic; Asam ellagic ; Asam lemak; sterol Kulit buah delima Komponen Phenolik seperti : punicalagins, asam
galat,catechin, EGCG, quercetin, rutin, anthocyanidins, flavonoid lainya
Daun buah delima Ellagitannins (punicalin and punicafolin); flavonol seperti luteolin dan apgenin
Bunga buah delima Asam Gallat, triterpenoid seperti ursolic,maslinic dan asam asiatik
Kulit kayu dan akar buah delima Ellagitannins; alkaloid piperidine
Sumber : Jurenka J, 2008. Therapeutic Applications of Pomegranate (Punica Granatum L.):A Review. Altern Med Rev, 13, 129-44.
Tabel 5. Kandungan Nutrisi Tanaman Buah Delima Kandungan Moisture 72.6-86.4% Lemak 0.05-1.6% Elemen mineral 0.01-0.9% Serat 0.36-0.73% Karbohidrat 15.4-19.6% Kalsium 3.0-12.0 mg Fosfor 8.0-37.0 mg Besi 0.3-1.2 mg Sodium 3.0 mg Magnesium 9.0 mg
Asam askorbat (Vitamin C) 4.0-14.0 mg
Thiamin (Vitamin B1) 0.01 mg
Riboflavin (Vitamin B2) 0.012-0.03 mg
Niasin 0.18-0.3 mg
Sumber : Akpinar-Bayizit A, Ozcan T, dan Yilmaz-Ersan L 2012. Cancer Prevention - from Mechanisms to Translational Benefits. In: Georgakilas, A. (ed.) The therapeutic potential of pomegranate and Its products for prevention of cancer. Rijeka: In Tech, 331-72.
Sebuah studi pada orang sehat 20-30 tahun yang diberi 50 ml jus pomegranate (setara 1,5 mmol polifenol) setiap hari selama 2 minggu menunjukkan peningkatan aktivitas antioksidan dan kenaikan serum paraoxonase signifikan yakni 9% (p<0,05) dan (p<0,01). Aviram dkk juga mengevaluasi efek pomegranate pada ketebalan intima media, tekanan darah, dan oksidasi LDL pada pasien atheroskelrosis selama 3 tahun. Pada tahun pertama didapatkan penurunan 35% dari ketebalan intima dan peningkatan 9% pada plasebo (p<0,01), penurunan tekanan darah sistolik sebesar 12% sedang pada plasebo tidak didapatkan
perubahan (p<0,01), dan konsentrasi antibodi anti LDL teroksidasi turun 19% pada grup pomegranat pada 3 bulan (p<0,01) (Aviram dkk., 2004 ).
Sitokin proinflamasi interleukin-1beta (IL-1β) terlibat dalam proses berlangsungnya HAP. Inflamasome NLRP3 yang terdiri dari protein NLR NLRP3, adaptor ASC, dan pro-caspase 1, merupakan pusat aktivasi IL-1β dan memainkan peran kunci dalam imunitas bawaan dan cedera paru (Dolinay dkk., 2012; Tang dkk., 2015; Jianbo dkk., 2013). Generasi spesies oksigen reaktif (SOR) adalah elemen sentral mengatur aktivasi NLRP3 (Martinon, 2010 ; Tschopp dan Schroder, 2010 ). Beberapa studi melibatkan stres oksidatif (SO) dalam pengembangan HAP (Suzuki dkk., 2013; Villegas dkk., 2013; Afolayan dkk., 2012). Stres oksidatif dikaitkan dengan perubahan dalam SOR dan jalur sinyal nitrat oksida. Disregulasi keseimbangan oksidan / antioksidan mengganggu tonus pembuluh darah dan berkontribusi terhadap aktivasi patologis jalur anti apoptosis dan mitogenik, yang menyebabkan proliferasi sel dan obliterasi pembuluh darah (Tabima dkk., 2012) Intervensi antioksidan menunjukkan efek protektif dalam eksperimen HAP (Villegas dkk., 2013). Namun, mekanisme yang mendasari tidak sepenuhnya dipahami. Sebagai polifenol yang aktivitas biologi senyawa, asam ellagic (AE) memiliki beberapa aktifitas biologis seperti sebagai pembersih radikal (Xu dkk., 2003), antioksidan dan anti proliferasi (Tang dkk., 2015).
Gambar 9. Kapasitas Antioksidan Jus Buah Delima dibandingkan Wine, Teh Hijau, dan Ekstrak Kulit Delima. Evaluasi menggunakan metode ABTS (2,2’-Azinobis(3-Ethylbenzothiazoline)-6-Sulfonic Acid, DPPH (α,α-Diphenyl-β-Pycrylhydrazyl, FRAP (Ferric Reducing Ability of Plasma), DMDP (Dimethyl-p-Phenylenediamine). Nilai Trolox Equivalent Antioxidant Capacity (TEAC) , dan Ascorbic Acid Equivalent Antioxidant Capacity (AEAC) kandungan antioksidan Jus delima lebih tinggi dibandingkan wine.
Sumber : Gil M, Tomas-Barberan F, Hess-Pierce B, Holcroft D, dan Kedar A, 2000. Antioxidant Activity of Pomegranate Juice and Its Relationship with Phenolic Composition and Processing. J Agric Food Chem, 10, 4581–9.
Asam ellagic dapat memperbaiki hemodinamik, hipertrofi ventrikel kanan, dan remodeling pembuluh darah paru pada tikus yang diinduksi monokrotalin. Monokrotalin dapat merangsang terjadinya stres oksidatif, aktfnya jalur sinyal NLRP3 dan meningkatnya aktifitas inflamasi di paru dan serum. Patofisiologi perbaikan dengan AE berhubungan dengan downregulation dari jalur NLRP3
(Tang dkk., 2015). Asam ellagic juga memiliki efek sebagai penghambat ACE yang berperan dalam hambatan konversi angiotensin I menjadi angiotesin II pada jalur RAA (Haber dkk., 2011). Efek antioksidan, anti proliferasi anti inflamasi dan penghambat ACE yang dimiliki senyawa aktif dalam buah delima inilah yang akan dicoba dimanfaatkan untuk terapi alternatif HAP.
Beberapa studi studi tentang penggunaan komponen yang berbeda dari buah delima tidak menunjukkan efek samping pada dosis yang diberikan. Studi histopatologis dari kedua jenis kelamin tikus Oncins Frans -1 (OF-1) membuktikan efek non toksik antioksidan polifenol punicalagin. Penelitian pada binatang dengan dosis yang umum digunakan pada manusia tidak menunjukkan efek toksik (Cerda dkk., 2003). Pada studi terhadap 86 orang yang menerima 1420 mg/hari tablet EBD selama 28 hari menunjukkan tidak ada efek samping atau perubahan pada urin dan darah (Vidal dkk., 2003; Jurenka, 2008). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan EBD cukup aman dengan tidak ada efek samping yang merugikan sehingga dapat digunakan sebagai terapi alternatif HAP.