Kegiatan ekstrakurikuler pada dasarnya bersal dari rangkaian tiga kata yaitu : kegiatan, ekstra, dan kurikuler. Kata ekstrakurikuler berasal dari kata ekstra dan kurikuler.Ekstra berasal dari kata Extra (Inggris) yang artinya tambahan.Kurikuler berasal dari kata Curriculum (Inggris) yang artinya rencana pelajaran.Jika keduanya digabungkan “Ekstrakurikuler” berarti di luar rencana pelajaran.28
Menurut bahasa, kata ekstra mempunyai arti tambahan di luar yang resmi.Sedangkan kata kurikuler, mempunyai arti bersangkutan dengan
28 John .Echols dan Hasan Shadily, Kamus Bahasa Inggris Indonesia, (Jakarta : Gramedia, 1993), hlm. 227.
kurikulum.29Sehingga kegiatan ekstrakurikuler dapat diartikan sebagai kegiatan tambahan di luar yang berkaitan dengan kurikulum.
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan diluar kelas dan diluar jam pelajaran untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki peserta didik baik berkaitan dengan aplikasi ilmu pengetahuan yang didapatkannya maupun dalam pengertian khusus untuk membimbing peserta didik dalam mengembangkan potensi dan bakat yang ada dalam dirinya melalui kegiatan-kegiatan yang wajib maupun pilihan.30
Menurut Dewa Ketut Sukardi bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh para siswa di luar jam pelajaran biasa, termasuk pada saat liburan sekolah, yang betujuan untuk memberikan pengayaan kepada peserta didik dalam artian memperluas pengetahuan peserta didik dengan cara mengaitkan pelajaran yang satu dengan pelajaran yang lainnya.31 Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka), baik dilaksanakan di sekolah maupun di luar sekolah, dengan maksud untuk lebih memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimilikinya dari berbagai bidang studi.32
29
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1989), hlm. 223.
30
Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Panduan Ektrakurikuler
Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Departemen Agama RI, 2005), hal 9.
31Dewa Ketut Sukardi, Bimbingan Karir Di Sekolah Sekolah, (Jakarta: Galia Indonesia, 1987), hlm. 243.
32Moh.Uzer Usman dan Lilis Setyowati, Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1993), hlm. 22.
Jadi kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan di luar jam sekolah yang telah ditentukan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk lebih mengaitkan pengetahuan yang diperoleh dalam program kurikuler dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan.Kegiatan ini disamping dilaksanakan di sekolah, dapat juga dilaksanakan di luar sekolah guna memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan atau kemampuan meningkatkan nilai sikap dalam rangka penerapan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran dan kurikulum sekolah.
Secara umum kegiatan ekstrakurikuler dapat meningkatkan keterampilan interpersonal siswa.Melalui kegiatan ekstrakurikuler siswa menjalin hubungan interpersonal dengan teman sebaya anggota ekstrakurikuler yang diikuti, senior, dan pembina ekstrakurikuler.Bagi siswa yang memiliki kompetensi interpersonal rendah, pola kegiatan dan materi yang diajarkan dalam kegiatan ekstrakurikuler dapat meningkatkan penerimaan sosial dan popularitas, menurunkan alienasi sosial, mengembangkan identitas sosial dan menurunkan perilaku antisosial.33
Pada hakekatnya tujuan kegiatan ekstrakurikuler yang ingin dicapai adalah untuk kepentingan siswa. Dengan kata lain, kegiatan ektrakurikuler memiliki nilai-nilai pendidikan bagi siswa dalam upaya
33 Suparno, Reformasi Pendidikan Sebuah Rekomendasi, (Yogyakarta: Kanisius, 2002), hlm. 11.
pembinaan manusia seutuhnya. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dapat meningkatkan kepemimpinan yakni ekstrakurikuler kepramukaan.
2. Kepramukaan
a. Pengertian Pramuka
Istilah kepramukaan berasal dari kata pramuka yang merupakan kepamjangan dari “Praja Muda Karana”, berarti rakyat muda yang suka berkarya. Akar kata ini mendapat awalan ke-dan akhiran –an, sehingga menjadi kata kepramukaan yang artinya suatu proses dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan pemuda di bawah tanggung jawab orang dewasa.34
Kepramukaan merupakan salah satu proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alamterbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak.35
Menurut Lord Baden-Powell (terjemahan) kepramukaan itu bukanlah suatu ilmu yang harus dipelajari dengan tekun, bukan pula merupakan ajaran-ajaran dan naskah-naskah dari suatu buku. Bukan! Kepramukaan adalah suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bersama-sama,
34 W. J. S. Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1976), hlm. 230.
35Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Tengah,Pedoman Pembina Pramuka Mahir
mengadakan pengembaraan bagaikan kakak beradik, membina kesehatan dan kebahagiaan, keterampilan dan kesediaan untuk memberipertolongan bagi yang membutuhkannya. Kepramukaan adalah suatu permainan yang mengandung pendidikan yang dapat memberikan sumbangan positif terhadap Negara dengan penyemaian benih-benih calon pemimpin yang patriotis.36
Sedangkan pengertian kepramukaan berdasarkan AD/ART Gerakan Pramuka Bab III pasal 7 ayat 1 disebutkan bahwa kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan,yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur.37
Sementara itu, The World Organization of The Scout Movement (WOSM) menyatakan bahwa kepramukaan adalah:
- Pendidikan sepanjang hayat, yang artinya:
Kepramukaan merupakan pelengkap pendidikan sekolah dan pendidikan dalam keluarga, mengisi kebutuhan peserta didik yang tidak terpenuhi oleh kedua pendidikan tersebut. Kepramukaan mengembangkan pengetahuan yang telah dimiliki
36Andri Bob Sunardi. Boyman : Ragam Latih Pramuka (Bandung: CV.Nuansa Muda,2006), hlm. 3.
37 Gerakan Pramuka, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, (Jakarta: Kwarnas Gerakan Pramuka, 2005), hlm. 28.
peserta didik, minat untuk melakukan penjelajahan/penelitian, penemuan dan keinginan untuk tahu.
- Kegiatan kaum muda, yang artinya:
Kepramukaan adalah suatu gerakan.Suatu prses, suatu aktivitas yang dinamis dan selalu bergerak maju. Kepramukaaan sebagai proses pendidikan dalam bentuk kegiatan bagi remaja dan pemuda itu dimanapun dan kapanpun selau berubah sesuai dengan kepentingannya, kebutuhan dan kondisi setempat.
- Rekreasi yang edukatif, yang artinya :
Kepramukaan bukan sekedar rekreasi.Dengan rekreasi itu, peserta didik mengembangkan kemantapan mental, fisik, pengetahuan, pengalaman, ketrampilan, dan rasa social dan spiritual.
- Terbuka bagi siapapun, yang artinya:
Sesuai dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan yang ditetapkan oleh penemu kepramukaan Lor Baden Powell, kepramukaan itu terbuka untuk siapapun dengan tidak memandang suku, agama, ras dan golongan.
- Tantangan bagi orang dewasa, yang artinya:
Dalam kepramukaan orang dewasa tidak hanya memperoleh kesempatan untuk beribadah atau memberikan pengabdian membantu kaum muda, tetapi juga menghadapi tantangan dalam membina interaksi dan saling pengertian dengan
kaum muda, serta dalam memahami kaum muda. Dalam pengabdiannya orang dewasa (Pembina) akan memperoleh pelatihan dan pengalaman yang sangat berharga yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya potensi yang dimilikinya. - Kesukarelaan, yang artinya:
Kesukarelaan merupakan ketentuan konstitusional keanggotaan organisasi gerakan pramuka di seluruh dunia. Gerakan pramuka yang keanggotaannya tidak berdasarkan kesukarelaan bukanlah organisasi Gerakan Pramuka dan tidak bisa menjadi anggota The World Organization of The Scout Movement (WOSM). Seseorang menjadi anggota organisasi Gerakan Pramuka berupa Kode Kehormatan Pramuka Tri Satya dan Dasa Darma serta secara sukarela mengucapkan Tri Satya dan mengamalkannya.
- Non politik dan non pemerintah, yang artinya:
Gerakan pramuka sebagai oraganisasi pendidikan, tidak dan harus tidak menjadi bagian atau mewakili partai poltik atau organisasi apapun termasuk pemerintah dan instansinya.Naum para pramuka didorong untuk memberikan pengabdian yang konstruktif kepada masyarakat, bangsa, dan negara.Setiap pramuka disiapkan untuk menjadi warga Negara yang bermoral tinggi, sehat mental fisiknya dan mengabdikan dirinya bagi masyarakat, bangsa dan negara.
- Metode, yang artinya :
Kepramukaan merupakan cara pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia, akhlak, budi pekerti kaum muda, yang dilaksanakan dengan metode kepramukaan.
- Norma hidup, yang artinya :
Kepramukaan sebagai proses pendidikan, merupakan norma hidup yang mengandung nilai spiritual. Norma hidup yang menekankan pada upaya mengutamakan nilai spiritual dalam kehidupan dan penghidupan di atas kehidupan materal.
- Nilai sosial
Mendorong peserta didik untuk melibatkan diri dalam pembangunan masyarakat, menghormati dan menghargai orang lain dan integritas alam seisinya. Dengan kepramukaan mempromosikan kerukunan dan kedamaian local maupun internasional, serta memupuk saling pengertian dalam kerjasama. - Nilai pribadi
Membina dan mengembangkan rasa tanggungjawab pribadi serta membangkitkan hasrat peserta didik untuk bersikap dan bertindak laku yang bertanggungjawab.38
38
b. Sejarah Kepramukaan
Mempelajari sejarah kepramukaan tidak lepas dari riwayat hidup pendiri Geraka Pramuka Sedunia, Lord Robert Boden Powell. Hal ini disebabkan karena pegalaman hidup beliaulah yang mengilhami untuk mengeluarkan gagasannya mengenai pengaruh pada adpembinaan para remaja di Negeri Inggris. Boden Powell lahir pada tanggal 22 Pebruari 1857 di London, nama sesungguhnya Robert Stephenson Smyth (tetapi para pandu biasa memanggilnya Boden Powell). Ayahnya seorang Profesor Geometry di Universitas Oxford, bernama Boden Powell, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil.39
Sejarah kepramukaan dunia disebutkan bahwa pada awal tahun 1908, Boden Powell selalu menulis cerita pengalamannya sebagai bungkus acara latihan kepramukaan yang dirintisnya.Kumpulan tulisannya itu kemudian terbit sebagai buku “Scouting for Boys”. Buku ini cepat tersebar ke seluruh negeri Inggris, bahkan ke Negara-negara lainnya.Dan berdiri dimana-mana organisasi kepramukaan (yang semula hanya untuk anak laki-laki berusia penggalang) yang disebut Boy Scout. Kemudian disusul berdirinya organisasi kepramukaan putri yang diberi nama Girl Guidesatas bantuan Agnes, adik perempuan Boden Powell dan diteruskan oleh Ny.Boden Powell.40
39 Andri Bob Sunardi, Op. Cit,.hlm. 15.
40
Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga yang disebut Cub (anak srigala) dengan buku The Juggle Book, berisi cerita tentang Mowgil anak didikan rimba (anak yang dipelihara di hutan oleh induk srigala) karangan Rudyard Kipling sebagai cerita pembungkus Cub tersebut. Tahun 1918 Boden Powell membentuk Rover Scout (pramuka usia penegak) untuk menampung mereka yang sudah lewat 17 tahun tetapi masih senang dan giat dibidang kepramukaan. Tahun 1922 Boden Powell menerbitkan buku Rovering to Success (mengembara menuju bahagia) yang berisi petunjukbagi para pramuka penegak dalam mengahadapi hidupnya agar mencapai kebahagiaan. Buku itu menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayun sampannya sendiri menuju kepantai bahagia, di hadapannya terhadap karang-karang berbahaya, yaitu : karang-karang perjudian, karang-karang wanita, karang-karang minuman keras dan merokok, karang mementingkan diri sendiri dan mengorbankan orang lain (munafik), dan karang tidak ber-Tuhan.41Jadi dari semula Boden Powell telah mengajarkan bahwa untuk bisa meraih keberhasilan, para pemuda harus bisa menahan diri dari berbagai macam tantangan dan rintangan untuk menghindari rintangan berbentuk karang kehidupan atau perbuatan atau kebiasaan yang kurang baik.
Pada tahun 1920 diselenggarakan jambore sedunia, diarea Olympia, London. Boden Powell telah mengundang pramuka dari 27
41
negara, dan pada saat itu Boden Powell diangkat sebagai bapak pandu sedunia (Chief Scout of the World). Pada tahun yang sama,dibentuk Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro sekretariatnya berada di London, inggris. Pada tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia (putera) dipindahkan dari London ke Ottawa di Kanada. Tanggal 1 mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia(putera) dipindahkan lagi ke Geneva,di Swiss. Sejak tahun 1920 sampai 1965 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut oleh Hubert Martin (Inggris), colonel J.S. Wilson (Inggris),Mayjen D.C. Spray (Canada). Tahun 1965 D.C. Spry diganti R.T Lund, dan sejak 1 Mei 1968 dipegang oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen. Biro Kepramukaan Sedunia (Putera) hanya mempunyai 40 orang tenaga staf yang ada d Geneva dan 5 Kantor Kawasan, yaitu di Costaria, Mesir, Pilipina, Swiss, dan Nigeria. Biro Kepramukaan Sedunia (Puteri) sampai sekarang tetap berada di London dan juga mempunyai kantor di 5 Kawasan, yaitu Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.42
Kepanduan masuk di Indonesia (pada waktu itu masih Hindia Belanda, karena Negara kita sedang dijajah orang Belanda) pertama-tama dibawa oleh orang Belanda.Organisasinya bernama Nederland Indische Padvinders Vereniging (NIPV) yang artinya adalah Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda.Kemudian berdiri organisasi-organisasi kepanduan yang bercirkan nasionalisme, dan organisasi kepanduan
42
nasional yang pertama didirikan adalah pada tahun 1916, Javaanse Padvinders Organisatie (JPO) atas prakarsa Sultan Pangeran Mangkunegara VII di Surakarta. Pendiri JPO ini membuat para remaja dan pemuda di daerah lain tertarik mendirikan organisasi kepanduan. Yang memang pada waktu itu bisa dianggap sebagai salah satu perjuangan dalam usahanya mencapai kemerdekaan.
Tonggak kebangkitan bangsa Indonesi adalah berdirinya organisasi Boedi Oetomo, 20 Mei 1908. Lalu peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 yang menjiwai Gerakan Kepanduan Nasional kita semakin bergerak maju (merupakan semangat Nasionalisme). Kemudian setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 berdiri kembali organisasi-organisasi kepanduan hngga mencapai jumlah lebih dari 100 organisasi yang tergabung ke dalam 3 federasi, yaitu:
- IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia, (13-09-1951),
- POPPINDO (Persatuan Organisas Pandu Puteri, tahun 1954), dan
- PKPI (Perserikatan Kepanduan Puteri Indonesia).
Kemudian terjadi peristiwa penting lainnya adalah Jambore Nasional Kepanduan Pertama pada masa Pandu (sebelum jadi pramuka), yaitu diselenggarakan di Pasar Minggu.Jakarta pada tahun 1955 (diselenggarakan oleh PINDO).Ketiga federasi tersebut bergabung menjadi satu dalam PERKINDO (Persatuan Kepaduan Indonesia), sekitar 60 Organisasi dengan 500.000 anggota
pandu.Akhirnya, disadari bahwa banyaknya organisasi kurang baik untuk Persatuan Bangsa, maka Pemerintah mengeluarkan KEPPRES No. 238/61Tentang Gerakan Pramuka, sebagai dukungan pemerintah terhadap organisasi kepanduan di Indonesia.Keppres tersebut di atas ditandatangani oleh Perdana Menteri RI saat itu, Ir. H. Juanda (Presiden Soekarno sedang mengadakan dukungan kenegaraan ke Negara Jepang).
Gerakan Pramuka bukan badan pemerintah, semua organisasi kepaduan melebur diri masuk menjadi anggota Gerakan Pramuka, kecuali organisasi-organsasi kepanduan yang berhaluan kiri/komunis.Mulailah Gerakan Pramuka berkembang menjadi organisasi yang disegani.Kemudian sampai saat ini telah diselenggarakan beberapa kali Jambore Nasional (Jamnas).43
c. Tujuan dan Fungsi Ekstrakurikuler Pramuka
Tujuan gerakan pramuka adalah mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga menjadi :
a. Manusia berwatak, berkepribadian, dan berbudi pekerti luhur, yang:
1) Tinggi moral, spiritual, kuat mental, sosial, intelektual, emosional, dan fisiknya;
2) Tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya; 3) Kuat dan sehat jasmaninya.
b. Warga Negara Republik Indonesia yang berjiwa pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan Negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, maupun internasional.44
Sedangkan gerakan pramuka berfungsi sebagai lembaga luar sekolah dan di luar sekolah serta sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda dengan menerapkan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan serta sistem among, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia.45
Dapat juga dikatakan bahwa fungsi kepramukaan adalah:
1) Sebagai kegiatan menarik (game) yang mengandung pendidikan bagi anak-anak, remaja dan pemuda.
Jadi, semua kegiatan yang didelenggarakan tidak boleh bersifat hura-hura semata, tetapi harus direncanakan, diorganisir sebelumnya dan harus dapat dievaluasi.
44 Gerakan Pramuka, Bahan Serahan KMD, (Jakarta: Kwarnas, 2010), hlm. 15.
45
2) Sebagai pengabdian bagi orang dewasa.
Setiap orang dewasa yang mengabdikan diri dalam pembinaan generasi muda di gerakan pramuka harus dijiwai dengan semangat pengabdian yang tinggi dan harus selalu mencari inovasi baru yang dapat digunakan sebagai bahan membina yang nantinya dapat bermanfaat bagi orang lain dewasa itu sendiri maupun peserta didiknya.
Disamping itu setiap orang dewasa yang menghendaki hasil didikannya berhasil secara maksimal dan memuaskan, maka ia harus bisa menempatkan diri secara tepat dihadapan peserta didiknya (artinya di gerakan pramuka harus bisa menjadi seorang kakak yang baik dan pantas menjadi tauladan bagi adik-adiknya bukan mencampur adukkan posisinya yang ganda sebagai Guru dan Pembina).
3) Sebagai alat untuk mencapai tujuan bagi masyarakat dan organisasi.
Setiap kegiatan dan materi yang diberikan di gerakan pramuka bukanlah menjadi tujuan utama, tetapi semua itu hanya sekedar alat untuk mencapai tujuan. Jadi, setiap kegiatan dan materi di gerakan pramuka harus disesuaikan dengan keinginan,
minat, kebutuhan, situasi dan kondisi masyrakat atau organisasi yang menyelenggarakan kegiatan kepramukaan.46
d. Tingkatan dalam Pramuka 1. Kesiagaan
Siaga adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 7 sampai 10 tahun. Satuan digugus depan sebagai tempat berhimpunnya pramuka siaga dsebut Perindukan Siaga. Perindukan idealnya terdiri atas 18-24 pramuka siaga yang dibagi ke dalam 3-4 kelompok disebut Barung.Barung yang ideal terdiri atas 6 pramuka siaga.Perindukan siaga dipimpin oleh pembina perindukan siaga disingkat pembina siaga dibantu oleh pembantu pembina siaga.Untuk melaksanakan tugas di tingkat prindukan, dipilih pemimpin barung utama yang dipanggil sulung dan dipilih dari para pemimpin barung.Posisi pemimpin barung utama tidak permanen, dapat berganti setelah beberapa kali latihan.Halini dimaksudkan untuk memberi kesempatan lebih banyak bagi anggota barung berlatih menjadi memimpin.47
Didalam kegiatan siaga dibentuk Dewan Siaga (Dewan Satuan Siaga) untuk memenuhi hak anak dan melatih
46 Arwan Hardiyanto, Jalur Alternatif Mengikuti Jejak Tapak Anak Sang Pandu, (Klaten: Kurnia Abadi Offset), hlm. 17.
47
kepemimpinan pramuka siaga.Ketua Dewan Siaga adalah Pemimpin Barung Utama atau Sulung.
Dewan Siaga bertugas :
- Memilih dan membahas kegiatan yang diusulkan Pembina
- Mengatur kegiatan perindukan
- Menjalankan keputusan-keputusan yang diambil Dewan, termasuk pemberian penghargaan.48
2. Kepenggalangan
Penggalang adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 10-15 tahun.Untuk pendidikan kepemimpinan dan mengikutsertakan dalam pengambilan keputusan para pramuka penggalang, dibentuk Dewan Pasukan Penggalang, disingkat Dewan Penggalang, yang terdiri atas Pemimpin Regu Utama (Pratama), para Pemimpin Regu, Wakil Pemimpin Regu, Pembina Penggalang dan Para Pembantu Pembina Penggalang. Pasukan Penggalang idealnya terdiri atas 3 sampai 4 Regu dengan jumlah anggota Regu 6 sampai dengan 8 penggalang. Dewan Penggalang bertugas:
- Mengurus dan mengatur program kegiatan-kegiatan Pasukan Penggalang
- Mengevaluasi program kegiatan
48
- Mendukung regu dalam kegiatan mengintegrasikan anggota baru
- Menyelenggarakan pemilihan Pemimpin Regu dan Wakil Pemimpin Regu
- Merekrut anggota regu baru
- Menyiapkan materi yang akan dibahas dalam Dewan Majelis Penggalang.49
3. Kepenegakan
Penegak adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 16-20 tahun dan setiap sangga beranggotakan 4-8 Pramuka Penegak. Untuk mengembangkan kepemimpinan dan mengikutsertakan dalam pengambian keputusan bagi Pramuka Penegak, dibentuk Dewan Ambalan Penegak, disingkat Dewan Penegak yang dipimpin seorang ketua disebut Pradana dengan susunan sebagai berkut :
a. Seorang ketua yang disebut Pradana.
b. Seorang pemangku adat (penjaga kode etik ambalan) c. Seorang kerani (sekretaris)
d. Seorang bendahara e. Beberapa orang anggota
Dewan tersebut dipilih dari para Pemimpin dan Wakil Pemimpin Sangga. Dewan Penegak bertugas :
49
- Menyusun perencanaan, pemrograman, pelaksana program dan mengadakan penilaian atas pelaksanaan kegiatan.
- Menjalankan dan mengamalkan semua keputusan dewan.
- Mengadministrasikan semua kegiatan satuan. - Keputusan Dewan dibuat secara demokratis.50 4. Kepandegaan
Pandega adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 21-25 tahun, yang disebut Senior Rover. Untuk mengembangkan kepemimpinan di Racana dibentuk Dewan Racana Pandega disingkat Dewan Pandega yang dipimpin seorang ketua, dengan susunan sebagai berikut :
a. Seorang ketua
b. Seorang pemangku adat c. Seorang sekretaris d. Seorang bendahara e. Beberapa anggota. 50 Ibid, hlm. 47-49.
Dewan Pandega dipilih oleh anggota Racana.
Tugas Dewan Pandega adalah :
- Merancang kegiatan
- Mengurus dan mengatur kegatan - Mengevaaluasi pelaksanaan kegiatan - Merekrut anggota baru
- Mencari/ mengidentifikasi sumber dana untuk disampaikan kepada Pembina Gudep
- Mengelola dana untuk menjalankan program kegiatan - Melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada Pembina
Gudep.51
51