• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Produk .1 Sejarah Singkat Produk

4.1.2 Elemen – Elemen Marketing Mix Pada Life Bouy Shampoo a. Product

Standarisasi

Standardisasi produk Lifebuoy Shampoo ini telah disesuaikan dengan ketentuan internasional. Hal ini telah dinyatakan oleh Ketut Ritiasa selaku Direktur Inspeksidan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplementer BPOM. Standarisasi ini mencangkup komposisi pembuatan, bahan aktif, dan pengawet. Selain telah disesuaikan dengan ketentuan internasional, standarisasi ini masihberpegang dan selalu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan BPOM, Departemen Kesehatan, dan lembaga lainnya. Sebelum diluncurkan, semua produk Unilever juga telah melalui prosedur pengetesan keamanan yang sangat ketat. Semua prosedur dan proses pengetesan mengikuti standar internasional. Hal ini diungkapkan oleh Josef Bataona, Direktur Hubungan Perusahaan dan Sumber Daya Manusia Unilever.

b. Pricing

Di dalam menghadapi persaingan antarproduk, Lifebuoy Shampoo memiliki strategi-strategi dalam menghadapi persaingan-persaingan antarproduk, strategi itu antara lain:

1. Kepemimpinan Harga Terendah

Untuk mendapatkan harga pokok produksi yang berbiaya rendah, PT.Unilever melakukan strategi brand extension terhadap produk sabun mandi Lifebouynya dengan meluncurkan produk baru dengan merek yang sama untuk kategori shampoo. Hal ini bertujuan agar produk (shampoo) dapat bersaing dengan produk lainnya dan untuk mengurangi risiko kegagalan produk baru.

Brand extension (Perluasan Merek) adalah strategi yang paling popular saat ini untuk memperkenalkan produk baru dalam kategori produk yang berbeda. Alasan penggunaan konsep ini dalam peluncuran produk baru jelas mengharapkan merek yang sudah terkenal dapat mendorong penjualan, sehingga konsumen tidak merasa asing lagi dengan produk yang baru ditawarkan tersebut. Pemakaian brand extension “Lifebuoy” untuk shampoo, merupakan jalan pintas untuk menembus pasar shampoo yang lebih dulu dimasuki Rejoice, Pantene dan Head & Shoulders (produksi Procter and Gamble, competitor Unilever) serta bersaing dengan produk Unilever sendiri seperti Sunslik dan Clear. Saat ekuitas merek yang kuat sudah tercapai maka suatu perusahaan dapat melakukan differesiasi merek/ brand extension dengan memakai merek yang sama, seperti yang dilakukan oleh PT Unilever tbk pada produk Lifebouynya. PT Unilever sebagai produsen merek lifebouy menyadar manfaat dari kuatnya ekuitas merek lifebouy, sehingga dibandingkan mengeluarkan merek lain, lebih baik menggunakan merek lifebouy sebagai produk shampo baru sehingga akan menghemat biaya promosi untuk merek baru. Hal ini dapat dianalisa sebagai strategi pemasaran untuk berebut pangsa pasar shampo dengan memakai merek “lifebouy”yang sudah

dikenal dan mapan dalam pangsa pasar. PT. Unilever tbk sebagai produsen merek Lifebuoy juga memanfaatkan kuatnya ekuitas merek Lifebouy.

Sehingga, dengan cara menggunakan perluasan merek dan kuatnya ekuitas merek pada produk lifebuoy sebagai produk shampo baru, dapat menghemat biaya promosi untuk merek baru dan PT. Unilever dapat menjual produk shampoo dengan harga rendah karena adanya penghematan dan pengawasan biaya yang ketat sehingga harga yang dilempar ke pasar dapat lebih rendah dan dapat bersaing dengan produk shampoo lainnya. Dengan kuatnya ekuitas merek Lifebouy yang sudah dikenal oleh konsumen sebelumnya dan harganya lebih rendah dapat memperluas pangsa pasar Lifebouy untuk menarik konsumen lebih luas.

2. Diferensiasasi Produk

Produk Unilever terus memperkenalkan kemasan-kemasan yang terbaru, tetapi Unilever tetap mempertahankan kualitas produknya. Baik itu kemasan Shampoo berupa botol besar, sachet, dan botol kecil. Selain itu juga adanya macam-macam produk Shampoo Lifebuoy untuk berbagai jenis rambut, seperti Anti Dandruff, Clean & Thick, dan Anti Hair Fall.

3. Berfoukus Pada Peluang Pasar

Produk Unilever menggunakan sistem informasi pelanggan yang beda dengan yang lain, produk masuk kedalam pasar dengan cara mempromosikan barang-barangnya dengan cara terjun langsung ke masyarakat dengan bukti-bukti kualitas secara real, misalnya dengan

diadakannya perlombaan-perlombaan kepada masyarakat perbandingan antara produk Unilever dengan produk-produk pesaing lainnya.

4. Menguatkan Hubungan Pelanggan dan Pemasok

Menggunakan sistem informasi untuk memfasilitasi akses langsung dari pemasok terhadap jadwal produksi.dan bahkan mengizinkan pemasok untuk memutuskan bagaimana dan kapan mengirim pasokan kepada pemasok.

Selain itu Unilever juga melakukan Tanya jawab kepada para konsumen dan membuat suara konsumen tempat para konsumen mengeluh.

c. Promotion

Strategi Promosi yang dapat dilakukan oleh Lifebuoy Shampoo yaitu: Pada produk Lifebuoy Shampoo, promosi yang dilakukan paling banyak melaluimedia elektronik. Namun dalam kehidupan sehari-hari promosi yang dilakukan Lifebuoy Shampoo tidak hanya lewat media elektronik tetapi banyak jugamelalui media cetak, sponsorship, mengadakan event-event, seperti eventroadshow

“Bintang lapangan Jagoanku”, yang memasukkan produk-produk dari PT.

Unilever yang lain seperti Kecap Bango, Pepsodent, Rexona, dll. Karena jika promosi yang dilakukan Lifebuoy Shampoo hanya melalui media elektronikmaka PT. Unilever Indonesia tidak mendapatkan keuntungan yang optimal.

Masyarakat di Indonesia terdiri dari berbagai kalangan dan tingkatan sosial yang beragam. Jika perusahaan tidak bisa menyentuh hati masyarakat semua kalangan maka perusahaan tidak dapat berkembang pesat. Makna dari iklan yang ditawarkan oleh perusahaan juga harus bisa dipahami oleh berbagai

kalangan, karena iklan adalah salah satu cara promosi yang bisa dilakukan oleh perusahaan agar dapat memperoleh keuntungan yang optimal.Selain melalui iklan elektronik proses pemasaran yang dilakukan Unilever juga menggunakan berbagai cara, diantaranya dengan berbagai program pemasaran yang dapat menarik perhatian pelanggan. Kupon belanja gratis produk Lifebuoy Shampoo adalah salah satu cara promosi yang dilakukan oleh Unilever, selain itu diskon-diskon yang diberikan juga banyak menarik perhatian pelanggan yang berasal dari kalangan masyarakat menengah kebawah.

d. Place

Penjualan barang konsumsi ditujukan untuk pasar konsumen, dimana umumnya dijual melalui perantara. Hal ini dimaksudkan untuk menekan biaya pencapaian pasar yang luas menyebar yang tidak mungkin dicapai produsen satu persatu.

Jenis-Jenis / Macam-Macam Saluran Distribusi yang dilakukan PT. Unilever dalam mendistribusikan Lifebuoy Shampoo:

1. Produsen ---> Retailer ---> Konsumen

Seperti jenis saluran Produsen - Konsumen, saluran ini juga disebut sebagai saluran distribusi langsung. Disini, pengecer besar langsung melakukan pembelian kepada produsen. Adapula beberapa produsen yang mendirikan toko pengecer sehingga dapat secara langsung melayani konsumen. Namun alternative akhir ini tidak umum dipakai.

2. Produsen ---> Wholesaler ---> Retailer ---> Konsumen

Saluran distribusi semacam ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan sebagai saluran distribusi tradisional. Disini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar, kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer.

Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

3. Produsen ---> Agen ---> Wholesaler ---> Retailer ---> Konsumen

Dalam saluran distribusi, sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil. Agen yang terlihat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan.

4. Produsen ---> Agen ---> Retailer ---> Konsumen

Disini, produsen memilih agen sebagai penyalurnya. la menjalankan kegiatan perdagangan besar, dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.

Dokumen terkait