• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.6 Pengujian Hipotesis

4.6.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak digunakann statistik F (Uji F). Jika F-hitung < F-tabel maka Ho diterima atau Ha ditolak, sedangkan jika F-hitung > F-tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika tingkat signifikansi dibawah 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan output dibawah ini terilhat bahwa :

Tabel 4.12

Hasil Uji F Signifikansi Simultan (UJI-F)

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 110.216 3 36.739 11.557 .000a

Residual 244.772 77 3.179

Total 354.988 80

a. Predictors: (Constant), Faktor Emosional, Kualitas Produk, Harga b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber :Hasil pengolahan SPSS (2016)

Tabel 4.11 diatas mengungkapkan bahwa nilai F-hitung adalah 11,557 dengan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan F-tabel pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) adalah 2,72 . Oleh karena itu pada kedua perhitungan yaitu F-hitung > F-tabel dan tingkat signifikansinya (0,000) < 0,05 menunjukan bahwa pengaruh variabel bebas (kualitas produk,harga dan faktor emosional) secara serempak adalah signifikan terhadap keputusan pembelian shampoo Life Bouy pada Siswa/i SMA Al Azhar Medan Tahun 2016.

4.6.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)

Uji-t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah kualitas produk,harga dan faktor emosional secara parsial apakah masing-masing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian shampoo Life Bouy pada Siswa/i SMA Al Azhar Medan Tahun 2016.

Tabel 4.13

Uji Signifikansi Parsial (Uji t)

Coefficientsa

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber :Hasil pengolahan SPSS (2016)

Berdasarkan Tabel 4.13 dapat dilihat bahwa :

1. Konstanta (a) = 7,636 ini menunjukkan bahwa jika variabel kualitas produk, harga dan faktor dianggap konstan maka tingkat keputusan pembelian shampoo Life Bouy pada Siswa/i SMA Al Azhar Medan Tahun 2016 meningkat sebesar 7,636.

2. Variabel kualitas produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,039) lebih kecil dari 0,05 dan t-hitung (3,496) lebih besar dibandingkan t-tabel (1,99125) jika variabel kualitas produk ditingkatkan maka tingkat keputusan pembelian shampoo Life Bouy pada Siswa/i SMA Al Azhar Medan Tahun 2016 meningkat sebesar 0,197 3. Variabel harga produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap

keputusan pembelian hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,017) lebih kecil dari 0,05 dan t-hitung (3,631) lebih besar dibandingkan t-tabel (1,99125) jika variabel kualitas produk ditingkatkan maka tingkat keputusan pembelian shampoo Life Bouy pada Siswa/i SMA Al Azhar Medan Tahun 2016 meningkat sebesar 0,230 4. Variabel faktor emosional berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap

keputusan pembelian hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,000) lebih kecil dari 0,05 dan t-hitung (4,873) lebih besar dibandingkan t-tabel (1,99125) jika variabel kualitas produk ditingkatkan maka tingkat keputusan pembelian shampoo Life Bouy pada Siswa/i SMA Al Azhar Medan Tahun 2016 meningkat sebesar 0,660.

4.6.3 Pengujian Koefisien Determinasi (R2)

Pengujian Koefisien determinan digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel bebas (kualitas produk, harga dan faktor emosional) terhadap variabel terikat (keputusan pembelian). Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai satu (0 ≤ R2 ≥ 1).

Tabel 4.14

a. Predictors: (Constant), Faktor Emosional, Kualitas Produk, Harga Sumber :Hasil pengolahan SPSS (2016)

Berdasarkan Tabel 4.13 dapat diketahui bahwa :

1. Nilai R sebesar 0.557 sama dengan 55,7 % berarti hubungan antara variabel kualitas produk, harga dan faktor emosional terhadap variabel keputusan pembelian shampoo Life Bouy pada Siswa/i SMA Al Azhar Medan Tahun 2016 sebesar 55,7 % artinya hubungannya cukup erat.

2. Nilai Adjusted R Square 0.484 berarti 48,4 % keputusan pembelian shampoo Life Bouy pada Siswa/i SMA Al Azhar Medan Tahun 2016 dapat di jelaskan oleh variabel kualitas produk, harga dan faktor emosional. Sedangkan sisanya 51,6 % dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang diteliti dalam penelitian ini seperti lokasi, kemasan produk dan sebagainya.

3. Standard Error of the Estimate artinya mengukur variasi dari nilai yang diprediksi. Nilai Standard Error of the Estimate 1.78294

4.7 Pembahasan

4.7.1 Pengaruh Keputusan Pembelian Terhadap Kualitas Produk

Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian hal ini terlihat pada Tabel 4.13 dimana nilai signifikan (0,039 < 0,05) dan t-hitung (3,496) > t-tabel

(1,99125). Mayoritas jawab responden cenderung setuju terhadap peryataan yang ada pada variabel kualitas produk. Pernyataan yang paling dominan mendapat respon cenderung setuju mengenai variabel kualitas produk adalah “Keharuman shampo Lifeboy sesuai dengan keinginan konsumen” dengan persentase jawaban 81,5%, hal ini menunjukan bahwa kualitas shampoo Life Bouy dari segi aroma/wangi sudah baik dan sudah sesuai dengan keinginan para konsumen.

Kualitas produk memiliki peran penting dalam keputusan pemebeilan, perusahaan yang mampu menciptkan kualitas produk yang baik dapat menciptakan keinginan konsumen untuk melakukan pembelian terhadap produk tersebut, oleh sebab itu perusahaan harus mampu mempertahankan kepercayaan konsumen dengan diterapkannya standarisasi produk.

Penelitian ini didukung oleh Agung Rizky (2014), Kurniasari (2013) dan Bekti Setiawaty (2006) yang menyatakan sama dengan penelitian ini yaitu kualitas produk berepengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

4.7.2 Pengaruh Keputusan Pembelian Terhadap Harga

Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian hal ini terlihat pada Tabel 4.13 dimana nilai signifikan (0,017 < 0,05) dan t-hitung (3,631) > t-tabel (1,99125). Mayoritas jawab responden cenderung setuju terhadap peryataan yang ada pada variabel harga. Pernyataan yang paling dominan mendapat respon cenderung setuju mengenai variabel harga adalah “Jaminan harga pada produk lifeboy terjamin dibandingkan para pesaing” dengan persentase jawaban 84%, hal ini menunjukan

bahwa harga shampoo Life Bouy sudah terjamin akan terjangkau oleh kosumen.

Dimana target produk ini adalah masyarakat kelas menengah.

Harga merupakan faktor penting bagi konsumen terhadap keputusan pembelian. Apalagi pada beberapa tahun belakangan ini semua harga barang naik di Indonesia sehingga para konsumen melakukan penghematan denga cara pembelian barang dengan harga yang lebih murah dibandingkan produk sejenis.

Penelitian ini didukung oleh Budi Triyanto (2014) Lourenco Gusmao (2011), dan Kurniasari (2013) yang menyatakan sama dengan penelitian ini yaitu harga berepengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

4.7.3 Pengaruh Keputusan Pembelian Terhadap Faktor Emosional

Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel faktor emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian hal ini terlihat pada Tabel 4.13 dimana nilai signifikan (0,000 < 0,05) dan t-hitung (4,873) > t-tabel (1,99125). Mayoritas jawab responden cenderung setuju terhadap peryataan yang ada pada variabel faktor emosional. Pernyataan yang paling dominan mendapat respon cenderung setuju mengenai variabel faktor emosional adalah “Faktor keluarga sangat mempengaruhi saya dalam membeli shampoo lifeboy” dengan persentase jawaban 82,7%, hal ini menunjukan bahwa keputusan pembelian shampoo Life Bouy oleh siswa/I SMA Al Azhar Medan domain dipengaruhi oleh keluarganya. Karena sebagai kita ketahui bahwa sampel pada penelitian ini adalah pelajar yang sebagian besar kebutuhan sehari-hari mereka masih tanggung jawab oleh orang tua atau keluarganya. Oleh sebab itu salah satu faktor terbesar alas an

mengapa para siswa/siswi SMA Al Azhar Medan mengunakan shampoo Life Bouy karena keluarga mereka menyediakan shampoo tersebut.

Faktor emosional merupakan faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen terhadap suatu barang atau jasa. Faktor emosional dapat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, usia, kondisi ekonomi, jenis kelami, budaya dan lain sebagainya.

Penelitian ini didukung oleh I Gusty Ayu (2015), Yenni Purwani (2011) dan Dyta (2011) yang menyatakan sama dengan penelitian ini yaitu faktor emosional berepengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait