II. LANDASAN TEORI
2.2 Tari Melinting
2.2.2. Elemen Tari Melinting
2.2.2.1 Elemen gerak
Elemen gerak merupakan salah satu unsur pokok dalam tari. Gerak dalam tari terwujud setelah anggota-anggota badan manusia yang telah terbentuk digerakkan. Gerak merupakan substansi dari tari. Namun, tidak semua gerak bisa disebut sebagai tari. Hanya gerak yang sudah mengalami penggarapan, memiliki makna dan nilai estetis, yang dapat disebut sebagai gerak tari.
Gerak tari dibedakan menjadi dua, yakni gerak literal (maknawi) dan nonliteral. Gerak literal atau gerak maknawi adalah gerak tari yang setiap geraknya memiliki dan mewakili perasaan penciptanya (koreografer), sehingga setiap gerak tarian tersebut mempunyai makna tersendiri.
13
mengandung pengertian movement dan motion. Jenis tarian ini hampir sepenuhnya bersandar pada pengertian movement dan motion sebagai wahana komunikasi. Gerak tari nonliteral tidak ada pesan-pesan khusus pada sajiannya (Hadi, 2007:1). Evaluasi koreografi nonliteral lebih sulit daripada mengevaluasi gerak tari literal.
Gerak dalam tari Melinting termasuk gerak-gerak literal atau maknawi yang setiap gerakannya mempunyai maksud atau makna. Pada adegan pembukaan, makna gerak adalah bahwa putra dan putri penyimbang melakukan penghormatan kepada para penyimbang/tamu agung. Pada adegan kugawo Ratu, makna gerak adalah melambangkan keperkasaan putra putri penyimbang. Pada adegan knui melayang, keagungan dan kelemah lembutan penyimbang, ungkapan keleluasaan
berpendapat/bersikap. Pada adegan penutup, makna gerak adalah bahwa putra putri penyimbang memberi penghormatan pada penyimbang.
Teknik gerak menari Melinting sudah ada dalam buku yang disusun oleh Novrida dan Nurhayati dari Taman Budaya Provinsi Lampung. Adapun pedoman teknik gerak setiap geraknya adalah sebagai berikut.
1. Teknik Gerak Putra
Teknik gerak penari putra terbagi dalam gerak tangan dan gerak kaki. Adapun paparan gerak tangan penari putra sebagai berikut.
14
Kedua tangan merapat di depan dada, kemudian diayun membuka ke samping selebar badan sejajar dada lalu menutup kembali (dilakukan berulang-ulang).
Gambar 1 : Penari Melinting dengan gerakan babar kipas (Foto : Sy. Aliyah Hasan, 2012)
b) Babar Kipas Simpuh
Posisi kaki dilipat ke belakang diduduki (simpuh) gerakan tangan seperti nomor a (babar kipas).
15
Gambar 2 : Penari Melinting dengan gerakan babar kipas simpuh (Foto : Indra Bulan, 2012)
c) Babar Kipas Berdiri
Posisi badan berdiri, kaki kanan diangkat tumpuan kaki kiri posisi kedua tangan rapat di depan dada, letakkan kaki kanan angkat kaki kiri bersamaan posisi tangan membuka ke samping, kemudian dilakukan berulang-ulang.
d) Sukhung Sekapan
Tangan kanan dorong lurus ke depan, tangan kiri tarik ke belakang tetap di depan dada (bisa dilakukan dengan posisi berdiri atau duduk) e) Balik Palau
Tangan kanan ke samping kanan, tangan kiri ditekuk di depan dada, kaki kiri jinjit di samping kaki kanan. Gerakkan kedua tangan (pergelangan) ke arah depan bersamaan kaki kiri menapak (telapak kaki menempel lantai), ketika kaki kanan menapak posisi tangan kembali seperti semula, begitu seterusnya.
16
f) Kenui Melayang
Kedua tangan direntangkan ke samping kanan dan kiri, putar kedua pergelangan tangan berulang-ulang sesuai kebutuhan.
g) Nyiduk
Posisi badan jongkok tumpuan kedua kaki, tangan kanan ke depan, tangan kiri ditarik ke belakang (tetap di depan dada) dilakukan bergantian
h) Salaman
Posisi badan jongkok, kedua tangan lurus dan dirapatkan di depan dada diayun ke kanan dan ke kiri (dilakukan berpasangan sesama putra).
Gerak Kaki
Teknik gerak kaki penari putra terbagi dalam lima gerak kaki. Adapun paparan gerak kaki penari putra sebagai berikut.
a) Suali
Posisi awal badan berdiri, langkah kaki kanan ke depan bersamaan dorong tangan kiri ke depan, langkah kaki kiri ke depan bersamaan dorong tangan kanan ke depan, tangan kiri ditarik ke belakang tetap di depan dada, ulang gerakan hitungan 1 (satu), silang kaki kiri di depan kaki kanan, gerakan tangan sama dengan hitungan 2 (dua), rapatkan kaki kanan sejajar kaki kiri, jongkok, kedua tangan babar kipas, berdiri perlahan tangan babar kipas.
17
b) Niti Batang
Langkahkan kaki kanan, rentangkan tangan kanan lurus ke samping kanan, tangan kiri ditekuk di depan dada, rapatkan kaki kiri silang ke arah kanan bersamaan memutar badan (setengah lingkaran) sambil merendah, tangan kiri lurus ke samping kiri tangan kanan ditekuk di depan dada (biasanya dilakukan untuk perpindahan posisi).
c) Luncat Kijang
Melompat, kaki kanan ke depan diikuti kaki kiri posisi badan setengah jongkok, posisi tangan kanan rentang lurus ke samping kanan, tangan kiri ditekuk siku sejajar bahu.
d) Lapah Ayun
Posisi badan tegak dan naik turun (Enjot), langkah kaki kanan ke depan, bergantian dengan kaki kiri dan seterusnya sampai dengan hitungan delapan (dilakukan berulang-ulang).
e) Jong Sumbah
Posisi kedua kaki dilipat ke belakang diduduki (simpuh) kedua tangan saling dirapatkan di depan dada dengan posisi badan tegap.
2. Teknik Gerak Putri Gerak Tangan
Teknik gerak penari putri terbagi dalam gerak tangan dan gerak kaki. Adapun paparan gerak tangan penari putri sebagai berikut.
18
Kedua tangan merapat di depan dada, kemudian diayun membuka ke samping selebar badan sejajar dada lalu menutup kembali (dilakukan berulang-ulang).
b) Babar Kipas Simpuh : posisi kaki dilipat ke belakang diduduki (simpuh) gerakan tangan seperti nomor a.1.1 (babar kipas). c) Babar Kipas Berdiri
Posisi badan berdiri, kaki kanan diangkat tumpuan kaki kiri posisi kedua tangan rapat di depan dada, letakkan kaki kanan angkat kaki kiri bersamaan posisi tangan membuka ke samping, kemudian rangkai gerakan-gerakan tersebut dilakukan berulang-ulang.
d) Sukhung Sekapan
Tangan kanan dorong lurus ke depan, tangan kiri tarik ke belakang tetap di depan dada (bisa dilakukan dengan posisi berdiri atau duduk). e) Timbangan
Posisi badan berdiri tegak kedua kaki dirapatkan, kedua tangan lurus ke belakang kemudian gerakkan kedua pergelangan tangan dengan memutar kearah dalam (ukel).
f) Melayang
Posisi badan tegak ke sudut kiri kaki dirapatkan tangan kanan lurus ke depan/sejajar perut, tangan kiri lurus ke samping kiri, pergelangan tangan diputar kearah dalam (dilakukan dengan posisi tangan dan arah badan bergantian).
19
Posisi badan tegak, kedua tangan sejajar pinggul kanan, putar kedua pergelangan tangan kearah dalam, kedua tangan pindah sejajar pinggul kiri dengan posisi jari-jari tangan tegak, begitu seterusnya dilakukan berulang sesuai kebutuhan.
Gerak Kaki
Teknik gerak kaki penari putri terbagi dalam empat gerak kaki. Adapun paparan gerak kaki penari putri sebagai berikut.
a) Nginjek Tahi Manuk
Kaki kanan (ayun) ke depan dengan ujung jari kaki menyentuh lantai (tidak menapak), kaki kanan tarik kembali kearah semula, langkah kaki kanan ke samping kanan, lakukan gerakan dengan kaki kiri (berlawanan).
b) Nginjak Lado
Tepukkan telapak kaki kanan ke lantai, angkat dan letakkan tumit kearah kanan, tepukkan telapak kaki kiri kearah kanan, angkat dan letakkan tumit kaki kiri kearah kanan, lakukan berulang-ulang c) Lapah Ayun
Posisi badan tegak dan naik turun, langkah kaki kanan ke depan, bergantian dengan kaki kiri (dilakukan berulang-ulang).
d) Jong Sumbah
Posisi kedua kaki dilipat ke belakang diduduki (simpuh) kedua tangan saling dirapatkan di depan dada dengan posisi badan tegap.
20
Tabel 2.1 Paparan gerak tari Melinting beserta hitungannya dibedakan antara gerak putra dan putri
NO RAGAM GERAK JUMLAH
HITUNGAN PUTRA PUTRI A. 1 2 3 B. 4 5 6 7 Pembukaan
Lapah, Babar Kipas (Masuk ke Panggung) Lapah Ayun, Babar Kipas Jong sembah
Sembah Nunduk Rebah
Berdiri dengan lutut Babar kipas berdiri Punggawo Ratu
Kenui melayang + Balik palau
Balik palau Balik palau Sukhung sekapan (Duduk, arah belakang) Sukhung sekapan (Duduk, arah depan) Balik palau (Berdiri) Balik palau Nyiduk Salaman Kenui melayang Balik palau (Berdiri)
Lapah, Babar Kipas (Masuk ke Panggung) Lapah Ayun, Babar Kipas Jong sembah
Sembah Nunduk Rebah
Berdiri dengan lutut Babar kipas berdiri
Timbangan
Melayang kanan, kiri Nginyau Bias
Nginyau bias
(Kaki nginjak tahi manuk) Timbangan Melayang Nginyau bias Sukhung sekapan Sukhung sekapan Timbangan Melayang 18x8 2x8 1x8 ½x8 ½x8 1x8 3x8 ½x8 1x8 2x8+½x8 1x8 ½x8 1x8 4x8+½x8 1x8 ½x8 ½x8 1x8
21 C. 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Mulei Batangan Balik palau (membuka) Balik palau Balik palau Balik palau Balik palau Balik palau Sukhung sekapan Kenui melayang Balik palau Balik palau Balik palau Niti batang Balik palau Sukhung sekapan (mendekat) Kenui melayang Balik palau Balik palau Suali Balik palau Balik palau
Balik palau belakang Balik palau depan Balik palau Nginyau bias (maju) Nginyau bias Nginyau bias (Saling membelakangi) Timbangan
Melayang kanan, kiri Nginyau bias
Sukhung sekapan Timbangan
Melayang kanan, kiri Nginyau bias (Bergeser sejajar) Nginyau bias Nginyau bias (Searah) Sukhung sekapan Timbangan Melayang Nginyau bias
Nginyau bias + Nginjak tahi manuk Timbangan Melayang Nginyau bias Nginyau bias Nginyau bias 3x8+½x8 3x8 ½x8 1x8 2x8+½x8 1x8+½x8 ½x8 1x8 6x8+½x8 2x8 1x8+½x8 1x8+½x8 ½x8 1x8 2x8+½x8 1x8+½x8 ½x8 1x8 1x8 1x8 1x8+½x8