BAB 4. KODE ETIK
4.4. Elemen
Kode Etik menjabarkan prinsip dasar perilaku pribadi dan profesional yang diharapkan dilakukan oleh insan Perusahaan dalam melaksanakan tugasnya dan praktek-praktek pengelolaan perusahaan yang baik. Ini merupakan standar perilaku yang wajar, patut dan dapat dipercaya untuk semua insan Perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usaha termasuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan.
Kode Etik BRI Finance berlaku bagi seluruh insan Perusahaan di seluruh jenjang organisasi Perusahaan.
Penerapan Kode Etik Perusahaan secara terus menerus dan berkesinambungan dalam bentuk sikap, perbuatan, komitmen dan ketentuan mendukung terciptanya budaya Perusahaan.
Kode Etik Perusahaan dijabarkan dalam 9 (sembilan) elemen yaitu sebagai berikut:
4.4.1. Kepatuhan terhadap Hukum dan Kebijakan Perusahaan
BRI Finance berkomitmen patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam segala aktivitas bisnis Perusahaan.
Insan Perusahaan menjunjung tinggi kepatuhan Perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka penguatan budaya kepatuhan Perusahaan.
Sikap Profesional terhadap Kode Etik:
1. Semua insan Perusahaan harus tunduk pada peraturan perundang-undangan dan peraturan yang ditetapkan dalam kebijakan Perusahaan. Ketentuan yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan bisnis Perusahaan adalah peraturan perundangan yang berlaku bagi Perusahaan baik peraturan di bidang perbankan, pembiayaan, pasar modal, perseroan terbatas, BUMN, Keuangan Negara maupun peraturan perundang-undangan lainnya.
2. Semua insan Perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan praktik pelanggaran atas hukum dan peraturan yang berlaku, meskipun para kompetitor/pihak lainnya tidak lagi mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku. Kriteria praktik suatu aktivitas yang dapat diterima, tidak hanya semata-mata dilihat dari praktik yang dijalankan kompetitor atau pihak lainnya dipasar.
4.4.2. Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Kesuksesan BRI Finance tergantung kepada terbentuknya hubungan yang baik dengan pemangku kepentingan berdasarkan integritas, perilaku etis, dan hubungan saling percaya. Perusahaan menyadari bahwa masing-masing pemangku kepentingan mempunyai kebutuhan dan harapan dengan kesempatan yang berbeda-beda untuk mencapai hal yang sama, yaitu kesuksesan. Oleh karena itu Perusahaan mempunyai komitmen untuk secara terus menerus mengembangkan kualitas layanan yang prima dengan selalu berusaha mengutamakan kepuasan pemangku kepentingan, serta membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.
Etika Perusahaan terhadap pemangku kepentingan adalah sebagai berikut:
1. Etika Terhadap Debitur
Perusahaan berkomitmen untuk menjaga kepuasan dan loyalitas debitur terhadap Perusahaan dengan menyediakan produk dan/atau jasa yang dibutuhkan oleh debitur sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Insan Perusahaan menjunjung tinggi kejujuran dan transparansi dalam melakukan aktivitas pelayanan terhadap debitur. Hal ini merupakan prinsip utama terhadap dedikasi insan Perusahaan kepada debitur dan untuk menjamin kesetiaan debitur atas produk dan/atau jasa serta pelayanan Perusahaan.
Sikap Profesional terkait Kode Etik:
a. Insan Perusahaan berdedikasi tinggi untuk memberikan pelayanan prima kepada debitur dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian.
b. Insan Perusahaan senantiasa tanggap dan berusaha memahami kebutuhan serta dapat mencari alternatif solusi atas debitur dengan sebaik-baiknya dengan tetap memperhatikan kepentingan Perusahaan.
c. Insan Perusahaan senantiasa mengedepankan kejujuran dan prinsip transaparansi dalam menyampaikan informasi produk dan/atau jasa Perusahaan.
d. Insan Perusahaan senantiasa tidak melakukan diskriminasi dalam menindaklanjuti pengaduan debitur.
2. Etika Terhadap Mitra Kerja
Perusahaan berkomitmen dalam berhubungan dengan mitra kerja berdasarkan pada praktik-praktik usaha yang sah dan wajar, serta memberikan manfaat yang optimal bagi Perusahaan dengan menjunjung tinggi kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku.
Insan Perusahaan menjunjung tinggi sikap profesionalisme dengan selalu mengutamakan kepentingan Perusahaan diatas kepentingan pribadi atau pihak lain.
Insan Perusahaan memastikan mitra kerja tunduk pada kebijakan perusahaan dan peraturan perundangan yang berlaku serta setuju untuk menjaga setiap hubungan kerahasiaan dengan Perusahaan, kecuali pengungkapan kerahasiaan tersebut telah diakui dan disetujui oleh Perusahaan.
Sikap Profesional terkait Kode Etik:
a. Insan Perusahaan senantiasa mematuhi prosedur dan mekanisme serta ketentuan pengadaan barang dan atau jasa Perusahaan dalam penunjukkan mitra kerja.
b. Insan Perusahaan senantiasa menghindari kondisi, situasi, ataupun kesan adanya benturan kepentingan dalam berhubungan dengan mitra kerja dan secara individual selalu mengutamakan kepentingan perusahaan di atas kepentingan pribadi atau pihak lain.
c. Insan Perusahaan secara intensif berkomunikasi dengan mitra kerja untuk mencari solusi yang terbaik.
d. Insan Perusahaan senantiasa menghargai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
3. Etika Terhadap Pesaing
Perusahaan berkomitmen berusaha mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam menjalankan bisnis Perusahaan dengan berdasarkan pada prinsip kehati-hatian dan tetap menjaga profesionalisme serta persaingan yang sehat dan kompetitif.
Insan Perusahaan menjunjung tinggi untuk mengedepankan prinsip persaingan yang sehat dalam menjalankan kegiatan usahanya, dengan menempatkan pesaing sebagai pemacu peningkatan kinerja.
Sikap Profesional terkait Kode Etik:
a. Insan Perusahaan senantiasa melakukan persaingan yang sehat dengan mengedepankan keunggulan produk dan/atau jasa layanan yang berkualitas.
b. Insan Perusahaan senantiasa menjaga hubungan yang baik dan menghormati keberadaan pesaing.
c. Insan Perusahaan senantiasa bersaing secara positif dengan perusahaan pesaing serta menjadikan perbedaan yang dimiliki pesaing sebagai sarana untuk menciptakan diversifikasi bisnis Perusahaan.
4. Etika Terhadap Regulator
Perusahaan berkomitmen untuk memenuhi kewajiban dan ketentuan yang ditetapkan oleh regulator lembaga jasa keuangan non bank (LJKNB) maupun otoritas berwenang lainnya.
Insan Perusahaan berkomitmen untuk membangun komunikasi yang baik dengan regulator LJKNB maupun otoritas berwenang lainnya berdasarkan standar etika dan peraturan perundangan yang berlaku.
Sikap Profesional terkait Kode Etik:
a. Insan Perusahaan senantiasa patuh dan taat pada ketentuan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku serta kebijakan yang dibuat oleh regulator LJKNB maupun otoritas berwenang lainnya.
b. Insan Perusahaan senantiasa menyajikan laporan yang jelas, akurat, komprehensif dan tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Etika Terhadap Pemegang Saham
Perusahaan berkomitmen untuk berupaya menghasilkan kontribusi positif dan optimal bagi para pemegang saham.
Insan Perusahaan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam menyampaikan laporan-laporan sehingga laporan-laporan tsb dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Sikap Profesional terkait Kode Etik:
a. Perusahaan senantiasa memberikan perlakuan yang setara (adil) kepada pemegang saham untuk menggunakan hak-haknya sesuai anggaran dasar Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Perusahaan senantiasa menghargai keputusan tertinggi yang ada pada RUPS.
c. Perusahaan senantiasa menjalankan keputusan RUPS dengan baik.
d. Insan Perusahaan senantiasa menyusun laporan dengan jelas, akurat, dan komprehensif.
4.4.3. Hubungan dengan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
BRI Finance berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai masyarakat setempat (local wisdom) dan memberikan manfaat serta mendukung pelestarian lingkungan hidup dimana Perusahaan menjalankan operasionalnya.
Menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat merupakan kunci keberhasilan bagi Perusahaan untuk dapat menjaga loyalitas debitur dan juga meningkatkan kepercayaan debitur.
Insan Perusahaan memiliki komitmen menjadi warga yang baik di semua lingkungan di manapun mereka ditempatkan. Hal tsb bertujuan agar bisnis Perusahaan senantiasa dapat dijaga untuk terus berkembang dalam membantu usaha masyarakat.
Sikap Profesional terkait Kode Etik:
a. Perusahaan wajib memperhitungkan dampak yang merugikan dari setiap kebijakan yang akan ditetapkan terhadap keadaan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
b. Perusahaan senantiasa menjalankan dan meningkatkan program tanggung jawab sosial Perusahaan di lingkungan Perusahaan dengan mendukung langkah-langkah positif yang diambil oleh masyarakat setempat serta mendorong keterlibatan insan Perusahaan kedalamnya.
c. Perusahaan senantiasa mendukung program-program Pemerintah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
d. Insan Perusahaan memiliki tanggung jawab kepada masyarakat setempat untuk menggunakan sumber daya yang ada dengan bijaksana.
4.4.4. Hubungan Perusahaan dengan Insan Perusahaan
BRI Finance percaya bahwa sumberdaya manusia adalah aset utama, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari Perusahaan, sehingga semua insan Perusahaan wajib memberikan solusi atas setiap hambatan yang mengganggu pencapaian pelaksanaan kebijakan pokok Perusahaan untuk mewujudkan hubungan Perusahaan dengan insan Perusahaan yang baik dan selaras. Perusahaan memperlakukan setiap insan Perusahaan dengan baik, obyektif, transparan, adil dan setara.
1. Etika Perusahaan terhadap Pegawai
Perusahaan berkomitmen memberikan kesempatan yang sama terhadap semua pegawai untuk berpartisipasi aktif dalam mencapai visi dan misi Perusahaan tanpa diskriminasi atas dasar kesetaraan dan saling percaya.
Insan Perusahaan berpartisipasi aktif dalam pencapaian visi dan misi Perusahaan dengan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan produktifitas dan kinerja.
Bentuk etika Perusahaan terhadap pegawai tercermin dalam perilaku sebagai berikut:
a. Perusahaan senantiasa memperlakukan setiap pegawai secara obyektif, transparan, adil dan setara.
b. Perusahaan senantiasa menyediakan lingkungan kerja yang kondusif untuk meningkatkan produktivitas kerja.
c. Perusahaan senantiasa menghormati hak-hak asasi manusia.
d. Perusahaan senantiasa memberlakukan mekanisme reward dan punishment sesuai ketentuan yang berlaku.
Bentuk etika insan Perusahaan terhadap Perusahaan tercermin dalam perilaku sebagai berikut:
a. Insan Perusahaan wajib menjaga nama baik Perusahaan (corporate identity) dimanapun berada.
b. Insan Perusahaan wajib menjaga dan menggunakan aset dan/atau fasilitas Perusahaan secara tepat guna sesuai ketentuan yang berlaku.
c. Insan Perusahaan wajib melaporkan seluruh aktifitas yang diketahui terindikasi kecurangan (fraud) di lingkungan kerja.
d. Insan Perusahaan dilarang menyalahgunakan aset, fasilitas, jabatan, kewenangan dan identitas Perusahaan untuk kepentingan pribadi dan/atau pihak ketiga lainnya yang dapat merugikan Perusahaan.
e. Insan Perusahaan wajib bebas dari penyalahgunaan narkotika, obat-obatan terlarang, dan minuman keras yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan di lingkungan/fasilitas Perusahaan.
2. Etika Terhadap Sesama Pegawai
Perusahaan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk meningkatkan produktivitas kerja dengan mengatur etika berperilaku sesama pegawai.
Insan Perusahaan menjunjung tinggi etika saling menjaga, menghargai dan menghormati satu sama lain.
Bentuk etika diwujudkan dalam perilaku sebagai berikut:
a. Insan Perusahaan dilarang melakukan tindakan intimidasi, merendahkan, melecehkan serta diskriminasi.
b. Insan Perusahaan wajib saling menghargai dan menghormati sesama pegawai serta menghindari persaingan yang tidak sehat dalam lingkungan kerja.
c. Insan Perusahaan wajib saling membantu, memotivasi dan bekerjasama antar sesama pegawai dalam hal-hal yang positif.
4.4.5. Kerahasiaan Informasi Perusahaan 1. Perlindungan Informasi Debitur
BRI Finance berkomitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam rangka kelangsungan usaha Perusahaan.
Insan Perusahaan menjunjung tinggi etika untuk wajib menjaga seluruh informasi terkait debitur Perusahaan terhadap pihak luar (eksternal) yang diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:
a. Perusahaan wajib menjaga kepercayaan debitur di seluruh unit kerja Perusahaan.
b. Insan Perusahaan wajib menjaga rahasia Perusahaan.
2. Penggunaan Informasi Internal Perusahaan
Insan Perusahaan menjunjung tinggai etika terkait penyampaian informasi internal yang ada di Perusahaan yang hanya dapat disampaikan pada pihak-pihak berkepentingan sesuai ketentuan yang berlaku. Insan Perusahaan diwajibkan untuk menjaga penyampaian informasi internal Perusahaan dengan cara sebagai berikut:
a. Insan Perusahaan dilarang untuk menyampaikan informasi internal Perusahaan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan yang meliputi rahasia Perusahaan dan rahasia jabatan. Informasi internal Perusahaan tersebut termasuk namun tidak terbatas pada informasi terkait rencana strategis bisnis Perusahaan, hasil riset internal Perusahaan, pengembangan produk Perusahaan, data ketenagakerjaan, hasil audit, dokumen-dokumen internal serta informasi penting lainnya.
b. Insan Perusahaan wajib melindungi kerahasiaan informasi internal Perusahaan baik pada saat bekerja dengan Perusahaan maupun setelah berhenti dari Perusahaan atau setelah tidak berhubungan lagi dengan Perusahaan.
4.4.6. Integritas dan Akurasi Pelaporan Perusahaan
BRI Finance berkomitmen untuk menghasilkan laporan Perusahaan yang tepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada manajemen, pemegang saham, debitur, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.
Insan Perusahaan bertanggungjawab untuk melakukan pencatatan resmi mengenai kegiatan Perusahaan secara akurat, jujur, lengkap, dan tepat waktu. Etika dalam penyusunan laporan Perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Insan Perusahaan melakukan pencatatan yang benar mengenai segala transaksi yang berkaitan dengan kegiatan Perusahaan.
b. Insan Perusahaan memberikan laporan Perusahaan yang jelas, akurat, komprehensif dan tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku kepada pihak yang berkepentingan.
4.4.7. Benturan Kepentingan
BRI Finance berkomitmen untuk memiliki dan menerapkan kebijakan penanganan benturan kepentingan yang mengikat insan Perusahaan dalam rangka mencegah adanya tindak pidana korupsi dan praktik kolusi serta nepotisme di lingkungan Perusahaan.
Insan Perusahaan dilarang menempatkan diri pada posisi atau situasi yang dapat menimbulkan benturan kepentingan antara dirinya dengan Perusahaan, debitur Perusahaan maupun pihak ketiga yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan Perusahaan.
Insan Perusahaan dalam mengambil keputusan tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan pribadi ataupun golongan tertentu yang dapat secara sadar atau tidak sadar akan mempengaruhi pertimbangan terbaiknya bagi kepentingan Perusahaan. Etika dalam penanganan benturan kepentingan yakni sebagai berikut:
a. Insan Perusahaan senantiasa menghindari konflik akibat adanya pengaruh kepentingan pribadi atau golongan dalam hal menggunakan kewenangannya dalam membuat keputusan.
b. Insan Perusahaan wajib melaporkan adanya situasi benturan kepentingan melalui sarana antara lain whistleblowing system, laporan transaksi/putusan yang mengandung benturan kepentingan, laporan pelanggaran benturan kepentingan.
c. Insan Perusahaan mengungkapkan transaksi dan/atau putusan yang mengandung benturan kepentingan yang terjadi dalam notulen rapat/risalah rapat, diadministrasikan dan didokumentasikan dengan baik.
4.4.8. Kontribusi dan Aktivitas Politik
Perusahaan berkomitmen untuk tidak memperkenankan dana, fasilitas dan sumber daya Perusahaan untuk disumbangkan kepada dan/atau digunakan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan politik atau usaha sejenis lainnya.
Insan Perusahaan menjunjung tinggi etika untuk tidak mengkontribusikan waktu, uang atau sumberdaya pribadinya bagi aktivitas politik sebagai berikut:
a. Menjadi anggota, terdaftar sebagai anggota, fungsionaris atau pengurus partai politik atau calon/anggota legislatif.
b. Ikut serta dalam kampanye politik, penggalangan dana politik atau untuk tujuan partisipasi politik.
c. Melakukan kegiatan partai politik atau kegiatan sejenis lainnya.
4.4.9. Hadiah
BRI Finance berkomitmen untuk tidak memperkenankan insan Perusahaan meminta atau menerima hadiah atau imbalan apapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Insan Perusahaan menjunjung tinggi etika untuk tidak meminta atau menerima hadiah atau imbalan apapun untuk memperkaya diri pribadi maupun keluarganya.
Hadiah yang dimaksud dalam hal ini adalah pemberian dalam arti luas dari pihak ketiga maupun debitur kepada pihak insan Perusahaan.
Hal-hal yang dilarang untuk dilakukan oleh insan Perusahaan antara lain:
a. Menerima pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya.
b. Menerima atau memberikan hadiah yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
c. Meminta atau menerima hadiah atau imbalan untuk memperkaya diri pribadi maupun keluarganya.