Pudjianto (2014) menyatakan, potensi wilayah mengandung arti kemampuan yang dimiliki desa yang memungkinkan untuk dikembangkan. Kemampuan yang dimiliki suatu lingkungan tertentu yang mungkin untuk dikembangkan tetap selamanya menjadi potensi bila tidak diolah, atau didayagunakan menjadi suatu realita berwujud kemanfaatan kepada masyarakat. Karena itu potensi wilayah memerlukan upaya-upaya tertentu untuk membuatnya bermanfaat bagi masyarakat.
Menurut Pudjianto (2014), adapun tujuan dari penggalian data potensi wilayah yaitu tersedianya gambaran keadaan wilayah agroekosistem desa mengenai masalah dan potensi pengembangan usahatani yang ada di desa tersebut. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh di lapangan baik dari petani maupun masyarakat yang terkait, sedangkan data sekunder diperoleh dari monografi desa / kecamatan dan atau BPP daerah.
2) Peta Usaha Tani
Peta adalah wahana bagi penyimpanan dan pengkajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan penggambilan keputusan hingga tahapan tingkatan pembangunam (Mulyadi, 2013).
Usahatani menurut Mubiyarto di dalam Mulyadi (2013), adalah lebih ke pertanian rakyat, usahatani sebagai himpunan dari sumber-sumber alam yang ada ditempat itu yang diperlukan untuk produksi pertanian seperti tanah dan air, perbaikan-perbaikan yang dilakukan atas tanah itu, sinar matahari, bangunan-bangunan yang didirikan diatas tanah itu dan sebagainya.
3) Komoditas Agribisnis Unggulan
Komoditas menurut Alfia Nisa (2014), ialah barang dagang utama. Menurut Ikhsan Semaoen (1996) di dalam Intannanda, agribisnis adalah suatu kegiatan usaha yang berkaitan dengan sektor agribisnis mencakup perusahaan yang memasok input agribisnis, jasa pengangkutan dan jasa keuangan.
4) Programa Penyuluhan Pertanian
Programa penyuluhan pertanian adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arahan dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Programa penyuluhan pertanian merupakan rencana yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Programa penyuluhan
pertanian yang disusun setiap tahun memuat rencana penyuluhan tahun berikutnya dengan memperhatikan siklus anggaran pada masing-masing tingkatan dengan cakupan pengorganisasian, pengelolaan sumberdaya sebagai pelaksanaan penyuluhan (PERMENTAN NO.25 tahun 2009)
Menurut UU No.16 Tahun 2006 tentang SP3K Programa penyuluhan terdiri atas programa penyuluhan desa/kelurahan atau unit kerja lapangan, programa penyuluhan kecamatan, programa penyuluhan kabupaten /kota, programa penyuluhan nasional. Programa tersebut disusun dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian, Programa penyuluhan pada setiap tingkatan.
Penyusunan programa penyuluhan pertanian didasarkan pada Undang-Undang No. 16 Tahun 2006 (SP3K) yaitu bahwa programa penyuluhan pertanian terdiri atas programa penyuluhan desa/kelurahan atau unit kerja lapangan, programa penyuluhan kecamatan, programa penyuluhan kabupaten/kota, programa penyuluhan provinsi, dan programa penyuluhan nasional.
Dengan berlakunya Undang-Undang No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (SP3K) maka programa penyuluhan pertanian diharapkan dapat menghasilkan kegiatan penyuluhan pertanian spesifik lokalita yang strategis dan mempunyai daya ungkit tinggi terhadap peningkatan produktivitas komoditas unggulan daerah dan pendapatan petani.
5) Materi Penyuluhan Pertanian
Dalam penyusunan sinopsis adalah suatu ringkasan materi yang dapat dituangkan kadalam sinopsis atau dalam bentuk narasi materi yang ingin disampaikan oleh mahasiswa atau para penyuluh tersebut dan selalu berkoordinasi dengan pembimbing eksternalnya.
Sedangkan media penyuluhan pertanian adalah suatu materi penyuluhan yang disampaikan oleh para penyuluh untuk menerapakan teknologi atau informasi yang terbaru. Adapun cara membuat materi penyuluhan antara lain : sederhana, menarik, menggunakan bahasa petani dan mengesankan ketelitian dalam materi tersebut.
Materi Penyuluhan adalah bahan yang akan disampaikan oleh para penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku usaha dalam berbagi bentuk yang meliputi informasi, teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi hukum dan kelestarian lingkungan (Deptan, 2009).
Menurut Wika Wibowo (2014), materi penyuluhan pertanian merupakan segala sesuatu yang disampaikan pada penyuluhan pertanian. Materi penyuluhan dapat berupa ilmu dan inovasi baru.
Materi penyuluhan, pada hakikatnya merupakan segala pesan yang ingin dikomunikasikan oleh penyuluh kepada masyarakat sasarannya. Dengan kata lain, materi penyuluhan adalah pesan-pesan yang ingin disampaikan dalam proses komunikasi pembangunan.
6) Sinopsis dan Media Penyuluhan Pertanian
Kegiatan yang akan saya laksanakan adalah memandu demonstrasi farm yang akan dilaksanakan dilahan usaha kelompok tani yang sudah ada tetapi terlebih dahulu haruslah saya konsultasikan terlebih dahulu kepada penyuluh/PPL setempat.
Metode penyuluhan pertanian adalah cara/teknik penyampaian materi penyuluhan oleh penyuluh pertanian kepada pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka tau, mau, dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup (Deptan, 2009).
7) Metode Penyuluhan Pertanian
Menurut Wiriatmadja di dalam Erwin (2011), Metode Penyuluhan Pertanian adalah penggunaan metode-metode (cara-cara melakukan kegiatan penyuluhan
pertanian harus didasarkan pada persyaratan-persyaratan seperti berikut : sesuai dengan keadaan sasaran, cukup dalam jumlah dan mutu, tepat sasaran dan waktunya, amanat harus mudah diterima dan dimengerti, dan murah pembiyayaan.
8) Melaksanakan Kegiatan Penyuluhan Pertanian
Penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup ( UU SP3K. Tahun 2006 ).
Programa penyuluhan pertanian adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan pertanian dan kehutanan yang memadukan aspirasi petani-nelayan dan masyarakat pertanian dengan potensi wilayah dan program pembangunan pertanian, yang menggambarkan keadaan sekarang, tujuan yang ingin dicapai, masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif, sistematis dan tertulis setiap tahun (KIPPK, 2005).
III. METODOLOGI A. Lokasi dan Waktu
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) II ini dilaksanakan di Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, kegiatan berlangsung selama 3 bulan dari tanggal 4 April sampai 3 Juni 2016.
B. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang dipakai guna memperlancar kegiatan PKL yaitu : blangko, alat tulis, printer, laptop atau komputer, jurnal harian, kamera, kertas, tinta, spidol, dan buku panduan profil desa.
C. Rencana Kegiatan 1. Identifikasi Potensi Wilayah
Kegiatan pengidentifikasian potensi dan permasalahan agribisnis wilayah kecamatan, menurut rencana akan dilaksanakan di Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, dengan kegiatan : melakukan koordinasi dengan penyuluh pertanian yang berada di lapangan, aparat desa dan kepala BP3K Kecamatan Klirong tentang penyusunan program penyuluhan, menganalisis data potensi wilayah, dan membantu penyusunan programa penyuluhan meliputi : mengumpulkan petani sebagai perwakilan tani dan tani desa penyuluh, mengumpulkan data dan memberikan kuisioner.
2. Peta Usahatani
Peta usahatani dibuat berdasarkan identifikasi permasalahan agribisnis wilayah desa. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi : konsultasi dengan penyuluh setempat, membuat peta usahatani desa dengan langkah : membuat admin wilayah desa, simbol potensi wilayah desa, pasang simbol sesuai posisi keberadaan, dan beri keterangan setiap simbol dalam peta.
Kegiatan yang dilaksanakan yaitu : konsultasi dengan penyuluh setempat atau pembimbing eksternal, menetapkan komuditas agribisnis unggulan bersifat spesifik lokasi berdasarkan identifikasi dan analisa data potensi dan permasalahan.
4. Program Penyuluhan Pertanian Tingkat Desa
Kegiatan yang dilakukan yaitu : konsultasi dengan penyuluh setempat atau pembimbing eksternal, bersama instansi terkait aparat desa, kelompok tani untuk mendiskusikan langkah kerja, merumuskan dan mencapai tujuan. Masalah untuk dipecahkan ada tiga yaitu faktor teknis, non teknis, dan faktor sosial terhadap peningkatan produksi, manajemen dan pemasaran.
5. Materi Penyuluhan Pertanian
Berdasarkan materi penyuluhan pertanian yang dilaksanakan di BPK Kecamatan Klirong kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu :mengadakan koordinasi dengan pengawas eksternal dan kelompok tani, dan memilih materi yang benar sesuai sasaran.
6. Sinopsis dan Media Penyuluhan Pertanian
Koordinasi dengan pembimbing eksternal, membuat sinopsis materi penyuluhan, memilih media penyuluhan sesuai materi sarana biaya.
7. Metode penyuluhan pertanian
Tahap adopsi sasaran, menetapkan alternatif metode penyuluhan dan karakteristik sasaran, biaya, konsul pembimbing eksternal.
8. Melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian
Dalam melaksanakan kegiatan dan mempersiapkan sungguh-sungguh agar tujuan perubahan petani tercapai. Kegiatan yang dilaksanakan : a.)
identifikasi tujuan kegiatan penyuluhan yang meliputi penguasaan materi, sesuai kegiatan sasaran dan kecakapan penyampaian maateri, b.) menentukan metode, c.) menyiapkan perlengkapan akmin, lapor persiapan menyuluh, d.) melakukan penyuluhan dan rencana tindak lanjut penyuluhan pertanian.
D. Jadwal Rencana Kegiatan
Jadwal rencana kegiatan dibuat untuk memudahkan peserta PKL II dalam melaksanakan kegiatan di lapangan. Sehingga waktu yang digunakan selama PKL II berlangsung tidak terbuang untuk berbagai macam kegiatan yang tidak perlu. Rencana kegiatan akan digunakan oleh mahasiswa yang melaksanakan PKL II untuk mengefektifkan kegiatan dalam mencari informasi yang dibutuhkan, sehingga meminimalisirkan terjadinya peristiwa kekurangan data. Jadwal Rencana Kegiatan PKL II dapat dilihat di dalam tabel berikut :
Tabel. Jadwal kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) II
Waktu Jenis Kegiatan
Bulan ke-1 bulan April 2016
Persiapan (Pembekalan PKL II) Penyusunan proposal
Mencari dan konsultasi kepada pembimbing Koordinasi dengan aparatur desa
Orientasi lapangan
Bulan ke-2 bulan Mei 2016
Menyusun jadwal kegiatan
Mencari dan mengumpulkan data di desa Membuat peta usaha tani
Menentukan komoditas agribisnis unggulan yang bersifat spesifik lokasi
Bulan ke-3 bulan Juni 2016
Menyusun Programa Penyuluhan Pertanian sebagai anggota
Konsultasi dengan pembimbing Merangkum hasil kegiatan
Menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian
Konsultasi dengan pembimbing Merangkum hasil kegiatan
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pertanian. 2009. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian Angka Kreditnya. Diakses tanggal Maret 2016. www.deptan.go.id/pengumuman /juknis pp/lamp juknis pp.pdf
Departemen Pertanian , 2009. Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian, Departemen Pertanian, Jakarta. Diakses Jum’at Maret 2016. www: Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan Pertanian.com
Damin, Erwin. SP., 2011. : Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian. Diakses Maret 2016. https://munalakanti.wordpress.com/category/metode-dan-teknik-penyuluhan-pertanian
Intannanda, 2011. Pengertian agribisnis. Diakses pada tanggal Maret 2016. htpps://intannanda.wordpress.com/menu/agribisnis
Kartono. 2008. Pengertian Penyuluhan Pertanian. Diakses Maret 2016. http://ronggolawe13. blogspot. com / 2008 / 01 / pengertian – penyuluhan – pertanian. Html.
KIPPK, 2005. Laporan PKL III STPP Magelang. Diakses tanggal Maret 2016. https://rahmanbabd.wordpress.com/2013/02/26/laporan-pkl-iii-stpp-magelang/
Mardikanto dan Sutarni. 2006. Metode penyuluhan Pertanian. UNS Press. Surakarta
Mardikanto, 1993. Proposal PKL pelaksana pemula. Diakses tanggal Maret 2016.
https://docs.google.com/document/d/1Imu6DYdEO8EIS8b7n4-CU3k3b0l6amMHKwJHoqYh9G0/edit?pli=1
Mulyadi herrty, 2013. Arti-dan-Tujuan-Penyuluhan, diakses tanggal Maret 2013, http://www.slideshare.net/anandalintang/arti-dan-tujuan-penyuluhan
Nisa, A 2014. Arti Komoditas. Diakses Maret 2016. Htpp://brainly.com.id/tugas/ Pudjianto, Tri Udje. 2014. Identifikasi Potensi Wilayah. Diakses Maret 2016.
http://agri-tani.blogspot.com/
Sutoyo, 2013.Media-Penyuluhan-Pertanian.html, diakses tanggal Maret 2016, http://sutoyoagribisnis.blogspot.com/2011/08/media-penyuluhan-pertanian.html
Undang-undang No.16/2006. Penyuluhan Peternakan. Diakses tanggal Maret 2016. http://www.anneahira.com/penyuluhan-peternakan.htm
Undang-undang SP3K. Tahun 2006.Penyuluhan Pertanian.Diakses tanggal Maret 2016. http://www.slideshare.net/anandalintang/arti-dan-tujuan-penyuluhan Wika wibowo 2014. Teknik Penyuluhan. Diakses pada tanggal Maret 2016. http://
www.slideshare.net/wika_wibowo/
Sumardi. 2006. Metode dan Teknik Menyuluh. Diakses 25 Maret 2017. http://ajatjuhaedi.blogspot.com/2005/02/metode-dan-teknik-menyuluh.html
Ibrahim, J.T. A. Sudiyono dan Harpowo. 2003. Komunikasi dan Penyuluhan
Pertanian. Bayumedia Publising, Malang.
Setiana. 2005. Teknik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. PT. GHALIA Indonesia Anggota IKAPI. Bogor.
Arfah, S. R. 2012. Evaluasi Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah
(BOS).Diakses 20 April 2015. http://repository.unhas.ac.id/bitstream/ handle/123456789/2071/Skripsi%20St.Rahmawati%20Arfah.pdf? sequence=1.
Lestari,Y. K. 2013. Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Rujukan Berjenjang Kasus Kegawat darutan Maternal dan Neonatal Pada Program Jampersal
Di Puskesmas Kencong Tahun 2012. Diakses 20 April 2015.
http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/1865/ Yuli-Karya-Lestari-102110101202.PDF sequence1.
Padmowiharjo, 1999. Teknik Penyuluhan Pertanian. Universitas Terbuka, Jakarta.
Eniro. 2008. Instrumen Penelitian. Diakses 13 Maret 2014. http://www.ptik.polri.go.id/materi.MODUL-8b.pdf.
Burhanuddin, afid. 2013. Pengumpilan Data dan Instrumen Penelitian. Diakses 4 Agustus 2015. https://afidburhanuddin.wordpress.com/2013/05/21/ pengumpulan-data-dan-instrumen-penelitian-3/
Siska. 2013. Pengertian Sampel Penelitian. Diakses 4 Agustus 2015. http://matakristal.com/pengertian-sampel-penelitian/
Wahyuningsih, R. 2009. Populasi dan sampel. Diakses tanggal 20 April 2014.
Htpp://retnoonline.blogspot.com/2009/11/populasi-dan-sampel.html
Wrahatnala, Bondet. 2012. Pengolahan Data Kuantitatif Dalam Penelitian Sosial. Diakses 4 Agustus 2015. http://ssbelajar.blogspot.com/2012/11/peng-olahan-data-kuantitatif.html
Nyobidong. 2014. Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian. Diakses tanggal 20 April 2015. https://ariefnyobidong.wordpress.com/2014/04/07/ evaluasi-pelaksanaan-penyuluhan-pertanian/
LAMPIRAN
9) Lampiran 1. Risalah Kunjungan Penyuluh ke Kelompok tani (From 1)
Hari/Tanggal :
Waktu Kunjungan :
Nama Kelompok tani :
Jumlah anggota yang hadir : Laki-laki ... Perempuan ...
Topik yang dibahas :
Masalah yang diajukan/dihadapi*) :
Pemecahan masalah :
Masalah yang belum dapat dipecahkan dan perlu tindak lanjut
:
Keterangan :
Penyuluh Setempat
(...) NIP :
Ketua Kelompoktani yang dikunjungi
(...)
Lampiran 2. Identifikasi Potensi dan Permasalahan Agribisnis (From 2) Tabel 1. Identifikasi Masalah Pengembangan Usahatani
No Nama Poktan Komoditi Masalah yang dihadapi Prioritas masalah yang akan dipecahkan Topik/materi yang dibutuhkan
Tabel 2. Identifikasi Potensi Pengembangan Usahatani
No PoktanNama Komoditi
Potensi yang dapat dikembangkan
Topik/materi yang
Lampiran 3. Contoh Peta Usahatani Kecamatan (From 3) Peta Usaha Tani
Lampiran 4. Program Pertanian Tingkat Kecamatan (From 4) Program Pertanian Kecamatan Klirong Tahun 2016 No Kelompoktani Komoditas*) Kegiatan Waktu Penanggung
jawab Keterangan
Penyuluh Aparat desa Kontak Tani Peserta PKL
………… ………. ………. ………
*) minimal 3 komoditas sesuai spesifikasi lokal (ada salah satu komonditas peternakan)
Lampiran 5. Matrik Programa Penyuluhan Pertanian (From 5)
MATRIKS PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN TAHUN 2016
N
o Keadaan Tujuan Masalah
Sasaran
KEGIATAN PENYULUHAN
Keterangan
Pelaku Utama PelakuUsaha Petugas
Wanita tani Taruna tani Petani dewasa L P L P Materi Kegiatan/
Metoda Vol. Lokasi waktu
Sumber Biaya
Penganggung
jawab Pelaksana
Ket :
Disahkan oleh Kepala BPP, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Kab/Kota.
Lampiran 6. Program Pertanian Tingkat Kecamatan (From 6)
RENCANA KERJA TAHUNAN PENYULUH (RKTP) Nama : Sutarsih, A. Md.
Tahun : 2016 Wilayah
Kerja : Tanggulangin
N
o Tujuan Masalah Sasaran
KEGIATAN PENYULUHAN
Keterangan Materi Kegiatan/Metoda Volume Lokasi Waktu SumberBiaya PenanggungJawab Pelaksana
Ket :
Disahkan oleh Kepala BPP, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Kab/Kota.
Lampiran 7. Contoh Sinopsis Media (From 7) SINOPSIS Judul Materi : ... Bagian Awal... ... ... ... Bagian Utama... ... ... ... Bagian Akhir... ... ... ...
Tempat dan Tanggal Penyusunan Sinopsis Penyuluh,
Lampiran 8. Contoh Format Lembar Persiapan Menyuluh (LPM) (From 8) LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH
(LPM) Judul : ... Tujuan : ... Metode : ... Media : ... Waktu : ... Alat Bantu : ... Sasaran : ... Pokok Kegiatan Uraian Kegiatan Waktu Keterangan Pendahuluan Isi Pengakhiran Magelang, ... Penyuluh, (...)
1. Mahasiswa
a. Nama :
b. NIRM :
c. Semester : II (Dua) d. Unit Kerja : STPP Magelang 2. Nama kegiatan : Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian 3. Waktu /tanggal : ...
4. Tempat/Lokasi : ...
5. Hasil : Magang/membantu pelaksanaan kegiatan penyuluhan dengan materi ” ...” yang dihadiri petani, sejumlah ... orang (daftar hadir terlampir). ..., juni 2015 Penyuluh Setempat Mahasiswa, ... ...
DAFTAR HADIR KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN Hari/Tanggal : ...
Tempat : ...
Materi yang disampaikan : ...
No Nama Kedudukan dalam kelompok Tanda Tangan 1
2 3 dst
Penyuluh Setempat Ketua Kelompok Mahasiswa