2.4 ELEMEN PEMBENTUK TAMAN
2.4.1 Elemen Lunak (Softscape)
(Softscape) ... II-6 2.4.2 Elemen Keras (Handscape) ... II-7 RANGKUMAN DAFTAR PUSTAKA HAND OUT
DESKRIPSI SINGKAT PENGEMBANGAN MODUL
PELATIHAN SUPERVISOR PEKERJAAN
LANSEKAP/PERTAMANAN
(Landscape Supervisor)
1. Kompetensi kerja yang disyaratkan untuk jabatan kerja Supervisor Pekerjaan Lansekap/Pertamanan (Landscape Supervisor) dibakukan dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang didalamnya telah ditetapkan unit-unit kerja sehingga dalam Pelatihan Supervisor Pekerjaan Lansekap/Pertamanan (Landscape Supervisor) unit-unit tersebut menjadi Tujuan Khusus Pelatihan.
2. Standar Latihan Kerja (SLK) disusun berdasarkan analisis dari masing-masing Unit Kompetensi, Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja yang menghasilkan kebutuhan pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku dari setiap Elemen Kompetensi yang dituangkan dalam bentuk suatu susunan kurikulum dan silabus pelatihan yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan kompetensi tersebut.
3. Untuk mendukung tercapainya tujuan khusus pelatihan tersebut, maka berdasarkan Kurikulum dan Silabus yang ditetapkan dalam SLK, disusun seperangkat modul pelatihan (seperti tercantum dalam Daftar Modul) yang harus menjadi bahan pengajaran dalam pelatihan Supervisor Pekerjaan Lansekap/Pertamanan (Landscape Supervisor).
Modul LS-04 : Spesifikasi Pemeliharaan Taman/Lansekap
Supervisor Pekerjaan Lansekap/Pertamanan (Landscape Supervisor) -vii-
DAFTAR MODUL
Jabatan Kerja : Landscape Supervisor (LS)
Nomor
Modul Kode Judul Modul
1 LS – 01 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
2 LS – 02 Spesifikasi Pekerjaan Bangunan
3 LS – 03 Spesifikasi Pekerjaan Penanaman
4 LS – 04 Spesifikasi Pemeliharaan Taman/Lansekap
5 LS – 05 Tata Laksana Pekerjaan Pertamanan/Lansekap 6 LS – 06 Perhitungan Rancangan Anggaran Biaya 7 LS – 07 Dokumen Kontrak
8 LS – 08 Teknik Gambar Arsitektur Lansekap 9 LS – 09 Pengenalan Bangunan Taman 10 LS – 10 Pengenalan Tanaman Lansekap 11 LS – 11 Pemeliharaan Taman
12 LS – 12 Administrasi Lapangan dan Pelaporan 13 LS – 13 Pranata Pembangunan
PANDUAN INSTRUKTUR
A. BATASAN
NAMA PELATIHAN : PELATIHAN SUPERVISOR PEKERJAAN LANSEKAP/PERTAMANAN
(LANDSCAPE SUPERVISION)
KODE MODUL : LS - 04
JUDUL MODUL : SPESIFIKASI PEMELIHARAAN TAMAN/LANSEKAP
DESKRIPSI : Materi ini membahas pengetahuan spesifikasi teknis
pemeliharaan lansekap, pengenalan alat dan bahan untuk pelatihan Supervisor Pekerjaan Lansekap / Pertamanan (Landscape supervision)
.
TEMPAT KEGIATAN : Ruangan Kelas lengkap dengan fasilitasnya.
Modul LS-04 : Spesifikasi Pemeliharaan Taman/Lansekap
Supervisor Pekerjaan Lansekap/Pertamanan (Landscape Supervisor) -ix-
B. RENCANA PEMBELAJARAN
KEGIATAN INSTRUKTUR KEGIATAN PESERTA PENDUKUNG 1. Ceramah : Pembukaan/
Bab I, Pendahuluan
Menjelaskan tujuan
instruksional umum(TIU) dan Tujuan instruksional khusus (TIK)
Menjelaskan maksud dan tujuan spesifikasi pemeliharaan taman/lansekap. Menjelaskan pengertian spesifikasi pemeliharaan taman/lansekap. Waktu : 5 menit
Mengikuti penjelasan TIU dan TIK dengan tekun dan aktif
Mengikuti penjelasan maksud dan tujuan spesifikasi pemeliharaan taman/lansekap. Mengikuti penjelasan pengertian spesifikasi pemeliharaan taman/lansekap. Mengajukan pertanyaan apabila ada yang kurang jelas.
OHT
2. Ceramah : Bab I, Spesifikasi Teknis Pemeliharaan Lansekap
Memberikan penjelasan, uraian atau-pun bahasan mengenai : Spesifikasi teknis pemeliharaan lansekap
Waktu : 45 menit
Mengikuti penjelasan, uraian atau bahasan instruktur dengan tekun dan aktif.
Mengajukan pertanyaan apabila ada yang kurang jelas.
OHT
3. Ceramah : Bab II, Pengenalan Alat dan Bahan
Memberikan penjelasan, uraian atau-pun bahasan mengenai : Pengenalan alat dan bahan Waktu : 40 menit
Mengikuti penjelasan, uraian atau bahasan instruktur dengan tekun dan aktif.
Mengajukan pertanyaan apabila ada yang kurang jelas.
BAB I
TEKNIS PEMELIHARAAN LANSEKAP
Proses pemeliharaan merupakan proses akhir dan pembuatan taman. Tahap ini memiliki peran cukup penting untuk mempertahankan bentuk taman agar tetap indah dan asri. Kegiatan pemeliharaan tidak hanya dilakukan sekali, tetapi harus secara teratur dan berulangulang sesuai dengan kebutuhannya.
1.1 MERENCANAKAN KEGIATAN PEMELIHARAAN
Secara garis besar, ada dua jenis pemeliharaan, yaitu pemeliharaan fisik dan pemeliharaan ideal. Pemeliharaan fisik lebih ditekankan pada kegiatan untuk mempertahankan bentuk tanaman yang diinginkan. Jenis kegiatannya meliputi pemupukan, penyiraman, pemangkasan, dan penanaman kembali. Pemeliharaan ideal adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengembalikan fungsi dan kondisi suatu areal seperti desain awal yang dibuat. Contohnya, kegiatan untuk mempertahankan fungsi taman kaktus adalah dengan menambah koleksi jenis kaktus. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan evaluasi setiap satuan waktu tertentu.
Gambar 1.1: Pemeliharaan Taman
Frekuensi kegiatan pemeliharaan dapat dibagi dua, yaitu kegiatan pemeliharaan rutin dan tidak rutin. Frekuensi pemeliharaan rutin bisa berupa kegiatan harian,
Modul LS-04 : Spesifikasi Pemeliharaan Taman/Lansekap Bab I: Teknis Pemeliharaan Lansekap
Supervisor Pekerjaan Lansekap/Pertamanan (Landscape Supervisor) I-2
mingguan, dua mingguan, bulanan, tiga bulanan, semesteran, atau tahunan, tergantung dan jenis elemen taman yang digunakan.
Pemeliharaan tidak rutin dilakukan ketika terjadi sesuatu hal yang mengharuskan kita melakukan kegiatan pemeliharaan secepatnya. Contohnya, ketika pohon tumbang akibat angin kencang perlu diatasi secepatnya dengan cara membersihkan areal dan sisa-sisa bagian pohon serta memperbaiki bentukan pohon dengan cara memangkas bagian lainrtya. Karena itu, kita perlu membuat daftar jenis elemen taman yang digunakan dan bagian taman yang harus dipelihara.
Setelah rencana kegiatan pemeliharaan dibuat, perlu dibuat juga jadwal kerjanya. Jadwal ini diperlukan agar setiap pekerjaan dapat dipersiapkan dengan baik sehingga kegiatan ini bisa berjalan pada waktu yang tepat dan teratur.
Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan untuk merencanakan kegiatan pemeliharaan.
1. Menetapkan tujuan dan kegiatan pemeliharaan, contohnya untuk menjaga taman tetap bersih dan asri. Tujuan ini akan beragam sesuai dengan tujuan kita merencanakan suatu areal menjadi lebih baik.
2. Merencanakan kegiatan pemeliharaan dengan merinci semua kegiatan pemeliharaan yang akan dilakukan. Jenis kegiatan serta plot waktu yang diberikan tergantung dan model desain tamannya.
3. Melaksanakan rencana kegiatan di atas menjadi suatu tindakan. Untuk menjadikannya sistematis, diperlukan sebuah jadwal pelaksanaan pemeliharaan.
4. Memantau kegiatan pemeliharaan dan merencanakan kembali tatanan yang ada.
Sementara itu, pemeliharaan tanam yang luas lebih komplek karena berhubungan dengan fungsi dan tujuannya, serta harus mengamati sejarah dan perubahannya hingga saat ini. Apalagi jika taman tersebut merupakan taman publik yang terkait dengan kebijakan-kebijakan serta peraturanperaturan yang telah ditetapkan.
1.2 MELAKSANAKAN KEGIATAN PEMELIHARAAN
Pemeliharaan rutin sangat mempengaruhi kualitas dan kenyamanan sebuah taman. Penggunaan metode pemeliharaan yang benar sangat berpengaruh terhadap hasil keseluruhan. Berikut metode pemeliharaan dan beberapa elemen taman.
1.2.1 Pemeliharaan Rumput
Hamparan rumput yang dimaksud adalah rumput taman yang biasa ditanam di taman, bukan hamparan rumput yang digunakan untuk olahraga. Jenis hamparan rumput seperti itu membutuhkan perhatian yang lebih mengingat kegunaannya lebih spesifik. Tujuan pemeliharaan rumput adalah untuk menghasilkan hamparan rumput yang sehat, bersih dan bebatuan, dan gulma yang mengganggu. Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan sebagai berikut.
1. Pemangkasan Rumput Setinggi 6-10 mm
Pada musim panas, rumput hendaknya tidak dipangkas terlalu pendek. Tujuannya untuk mengurangi tingkat penguapan air dan tanah. Pemangkasan dapat dilakukan 7-14 hari sekali. Alat yang digunakan berupa gunting rumput tangan jika lahan tidak terlalu luas atau mesin pemotong rumput jika lahan cukup luas.
Pemotongan rumput dengan mesin pemangkas harus memperhatikan ketajaman pisau pemotong sehingga hasilnya bisa sempurna. Arah potongan hendaknya secara bergantian sehingga membentuk tekstur yang baik. Setelah pemangkasan, alat-alat yang digunakan harus dicuci bersih dan dikeringkan dengan lap agar pisau pemotong tidak cepat berkarat.
Modul LS-04 : Spesifikasi Pemeliharaan Taman/Lansekap Bab I: Teknis Pemeliharaan Lansekap
Supervisor Pekerjaan Lansekap/Pertamanan (Landscape Supervisor) I-4
Ketika memotong rumput, sisa rumput yang terpotong bisa dikumpulkan untuk dijadikan kompos sehingga tidak ada yang terbuang.
2. Penyiraman
Rumput tidak akan hidup tanpa air. Penyiraman harus dilakukan secara teratur. Pada musim hujan, rumput cukup disiram satu kali seminggu. Pada musim panas, rumput hams disiram minimum dua han sekali. Penyiramaan dilakukan menggunakan alat penyiram, berupa selang dengan nozzle agar air lebil-i merata atau dengan berbagai jenis
sprinkler.
3. Pemupukan
Rumput yang sehat terlihat dan hamparan yang hijau. Karena itu, rumput memerlukan unsur nitrogen (N) yang cukup banyak. Namun, kegiatan pemangkasan akan mengakibatkan berkurangnya unsur nitrogen relatif lebih cepat daripada unsur fosfor (P) dan kalium (K). Karena itu, diperlukan pemupukan untuk mengembalikan unsur yang hilang. Pemupukan dilakukan minimum dua kali setahun, yaitu sebelum musim panas dan sebelum musim hujan. Pupuk yang digunakan merupakan pupuk campuran yang mengandung unsur N, P, dan K. Namun, kandungan unsur N harus lebih banyak daripada unsur P dan K.
Gambar 1.2: Arah Memotong Rumput
(Dilakukan secara bergantian sehingga membentuk tekstur yang baik)
Ketika pemupukan, rumput harus kering. Jangan melakukan pemupukan ketika hujan. Jika menggunakan pupuk slow realease seperti pupuk P, penyebarannya harus merata di seluruh permukaan rumput. Penyiraman harus segera dilakukan jika dua han setelah pemupukan tidak turun hujan.
4. Pembersihan Permukaan Rumput
Permukaan rumput harus dibersihkan dan sisa-sisa tanaman yang mati agar tidak menghalangi sinar matahari menerpa rumput. Proses pembersihan iril dilakukan setelah pemangkasan rumput atau minimum seminggu sekali.
5. Pengendalian Gulma
Gulma diartikan sebagai tumbuhan pengganggu yang kehadirannya bisa merugikan tanaman utama. Gulma bisa dikendalikan dengan dua cara, yaitu secara manual dan kimia. Pengendalian secara manual dilakukan dengan cara langsung mencabut gulma hingga ke akar-akarnya menggunakan tangan atau pencungkil. Sebaiknya kegiatan ini dilakukan rutin seminggu sekali sehingga tingkat pertumbuhan gulma dapat ditekan seminimal mungkin.
Mengendalikan gulma secara kimia menggunakan herbisida. Penggunaan herbisida secara berlebihan tidak disarankan. Jika masih bisa ditanggulangi secara manual, sebaiknya herbisida tidak digunakan. Jika penutupan gulma sudah mendekati lima puluh persen dan areal yang ada, pengendalian secara kimia boleh dilakukan. Herbisida yang umum digunakan mengandung bahan aktif paraquat (Paracol), diuron yang merupakan gabungan glifosat dan diuron (Gramosan), glifosat (Round up dan Polaris), sulfosat (Touch Down), dan metil sulfuron (Ally 20). Penyemprotan herbisida harus dilakukan secara hati-hati dan pelaksanaannya 4-6 bulan sekali.
6. Spiking
Modul LS-04 : Spesifikasi Pemeliharaan Taman/Lansekap Bab I: Teknis Pemeliharaan Lansekap
Supervisor Pekerjaan Lansekap/Pertamanan (Landscape Supervisor) I-6
berupa garpu tanah. Ujung-ujung garpu tanah tersebut terdapat lubang-lubang kecil untuk mengangkat tanah. Spiking dilakukan 1-2 kali setahun, terutama sebelum musim hujan agar penetrasi air ke dalam tanah tetap baik.
7. Top Dressing
Top dressing adalah menambahkan pasir di permukaan rumput. Tujuan top dressing untuk menstimulasi atau merangsang pertumbuhan daun,
memperbaki daya pegang air oleh tanah, dan memperbaiki drainase. Setelah melakukan top dressing, permukaan rumput digosok ringan secara merata agar pasir tidak tertinggal di permukaan rumput. Alat penggosok ini terbuat dan kayu atau besi persegi empat dan bergagang untuk memudahkan memegang ketika sedang menggosok.
8. Pengendalian Hama Penyakit
Penyakit yang umum ditemukan adalah jamur dalam berbagai bentuk. Di permukaan rumput terdapat spot atau bintik berwarna putih (ciri gejala serangan fusarium), bintik berwarna cokelat, dan lembaran-lembaran lumut berwarna hijau. Penyakit yang disebabkan jamur dapat dikendalikan dengan fungisida sistemik yang mengandung zat aktif carbendazim. Penyakit yang disebabkan alga dikendalikan dengan bio
moss killer dan dilakukan spiking sebagai prioritas utama kegiatan
pemeliharaan.
Hama tanaman dapat berupa ulat pemakan daun atau pemakan akar rumput. Jumlah hama ini bisa ditekan dengan insektisida, sesuai dengan dosis yang ada. Aplikasinya minimum sekali setahun atau tergantung dan tingkat serangannya.
1.2.2 Pemeliharaan Groundcover
Pemeliharaan groundcover relatif lebih murah daripada perawatan rumput. Kegiatan perawatan rutin yang harus dilakukan lebih sedikit. Perhatian banyak tertuju ketika tanaman berumur 1-3 tahun dan penanaman. Sementara itu, perawatan lebih terfokus untuk menekan tingkat pertumbuhan gulma. Setelah berumur 10-15 tahun, tanaman perlu diganti.
Pemeliharaan groundcover meliputi kegiatan sebagai berikut.
1. Penyiraman rutin 1-2 hari sekali, tergantung dan iklim. Pada musim hujan, penyiraman dapat dilakukan sekali seminggu.
2. Pemangkasan hanya dilakukan ketika tanaman sudah terlalu tinggi atau ketika ingin menstimulasi pembungaan dan percabangan baru agar tanaman terlihat agak tebal.
3. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual dan kimia. Sangat baik jika pengendalian gulma secara manual dilakukan secara rutin. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan ketika tanaman berumur 2-3 tahun menggunakan herbisida yang mengandung bahan aktif glifosfat.
4. Penjarangan dilakukan sekali setahun pada musim hujan. Tujuarinya untuk mengendalikan pertumbuhan tanaman dan membersihkan tanah dan bagian tanaman yang sudah mati.
5. Pemupukan dilakukan 2-4 kali setahun. Pupuk yang digunakan adalah pupuk yang kandungan unsur haranya seimbang. Pupuk tersebut diberikan di sekeliling tanaman.
6. Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan secara insidental, tergantung dan tingkat penyerangannya.
7. Penggemburan tanah hanya dilakukan jika tanah telah padat.
1.2.3 Pemeliharaan Tanaman Semak
Pemeliharaan semak relatif lebih mudah dibandingkan dengan pemeliharaan rumput. Tanaman semak hanya memerlukan pemangkasan rutin pada awal penanamannya. Pemangkasan ini bertujuan untuk mengatur bentuk vegetatif tanaman. Tanaman semak perlu diganti setelah berumur 10— 20 tahun. Pemeliharaan tanaman semak meliputi kegiatan sebagai berikut.
1. Penyiraman dilakukan rutin 1-2 hari sekali, tergantung dan iklim yang sedang berjalan. Pada musim hujan, penyiraman dapat dilakukan sekali seminggu.
Modul LS-04 : Spesifikasi Pemeliharaan Taman/Lansekap Bab I: Teknis Pemeliharaan Lansekap
Supervisor Pekerjaan Lansekap/Pertamanan (Landscape Supervisor) I-8
tahun sekali dengan tujuan merangsang pertumbuhan pucuk baru dan bunga. Untuk memperbaiki bentuk tanaman dilakukan pemangkasan pada batang atau cabang. Sementara itu, untuk pertumbuhan dan pembuangan dilakukan pemangkasan pada pucuk tanaman.
3. Pengendalian gulma hanya dilakukan jika ada gulma yang tumbuh. Lebih baik jika pengendalian gulma dilakukan secara manual.
4. Pemupukan dilakukan minimum 2-4 kali setahun, yaitu ketika memasuki musim hujan atau musim kemarau. Pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk akar dengan cara membenamkannya ke dalam tanah di sekitar tanaman. Bisa juga menggunakan pupuk daun yang disemprotkan ke tanaman. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk yang kandungan unsur haranya seimbang dan lengkap.
5. Penanganan utama terhadap penyakit adalah membuang bagian atau keseluruhan tanaman yang terkena penyakit.
6. Penggemburan tanah dilakukan jika tanah sudah padat.
1.2.4 Pemeliharaan Pohon
Pemeliharaan pohon difokuskan pada awal penanaman, yakni sekitar tiga tahun pertama. Untuk melindungi tanaman dan pengganggu lainnya, pohon diberi pembatas dan anyaman kawat atau bambu. Bisa juga diberi stegger atau tiang pancang yang terdapat di sekeliling batang utama tanaman untuk menyangga pohon agar tetap tegak berdiri. Pemeliharaan pohon meliputi kegiatan sebagai berikut.
1. Penyiraman dilakukan secara rutin, minimum dua hari sekali, tergantung dan iklim yang sedang berlangsung.
2. Pengendalian gulma dilakukan ketika gulma tumbuh di sekeliling pohon, terutama di dekat pangkal batang utama.
3. Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tanaman sesuai dengan fungsinya dan merangsang pertumbuhan bunga dan buah. Berikut ini cara melakukan pemangkasan yang baik.
4. Pemupukan dilakukan minimum 2-4 kali setahun. Pemupukan bisa dilakukan dengan cara membenamkan pupuk ke dalam tanah atau menyemprotkannya ke tanaman (jenis pupuk daun). Pembenaman pupuk bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu membuat lubang parit yang agak dalam di sekeliling pohon dan membuat 3-4 lubang di sekitar pohon. Pembenaman cara pertama, pupuk ditaburkan secara merata di sekeliling pant, lalu ditimbun tanah. Pembenaman cara kedua, dibuat lubang berdiameter 3-4 cm dan kedalaman 10-15 cm, kemudian pupuk dimasukkan ke dalam lubang tersebut dan ditimbun dengan tanah. Perlu diperhatikan bahwa pembuatan lubang harus dilakukan secara
Gambar 1.3: Cara Pemangkasan Untuk Memperbaiki Bentukan Pohon
A. Beberapa cabang yang dianggap menganggu bentukan pohon dipangkas
B. Bentukan pohon setelah beberapa tahun
Gambar 1.2: Cara Pemangkasan Cabang Yang Benar
1. Ukur sepanjang 30 cm dari pangkal cabang, potong dari bawah ke pertengahan cabang, lalu diukur 5 cm dari batas potongan pertama; 2. Potong semua sisa cabang sebatas pangkal cabang;
Modul LS-04 : Spesifikasi Pemeliharaan Taman/Lansekap Bab I: Teknis Pemeliharaan Lansekap
Supervisor Pekerjaan Lansekap/Pertamanan (Landscape Supervisor) I-10
pemupukan tergantung dan besamya tanaman yang akan dipupuk. Umumnya, lubang pemupukan berada antara batang utama dan batas lingkar tajuk terluar.
5. Pengendalian hama dan penyakit bisa dilihat pada subbab berikutnya.
1.2.5 Pemeliharaan Tanaman dan Ruangan
Pemeliharaan tanaman dalam ruangan sangat tergantung dan perhatian pemiliknya. Umumnya, tanaman dalam ruangan terdapat dalam pot. Kegiatan pemeliharaan dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1. Penyiraman harus dilakukan secara rutin, boleh dilakukan pagi atau siang han. Jumlah air yang digunakan harus diperhatikan, sebaiknya tidak benlebihan atau kurang. Ciri tanaman yang kelebihan air adalah bagian dasar daun menguning dan daun gugur tanpa terjadi perubahan warna. Sementara itu, tanaman yang kekurangan air akan tenlihat layu dan daun-daunnya menjadi kecokelatan.
2. Pencahayaan tanaman dilakukan dengan cara memindahkan tanaman ke luar ruangan sesening mungkin atau memutar bagian tanaman secara merata ke arah sumber cahaya.
3. Pemupukan dilakukan minimum 1-4 bulan sekali. Dosis pupuk berdasarkan besarnya pot yang digunakan dan berdasarkan dosis pada label kemasan. Pemupukan dapat dilakukan melalui media tanam dengan cara menimbunnya dalam tanah atau melalui daun (penyemprotan).
4. Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tanaman. Pemangkasan dilakukan ketika bentuk tanaman perlu dirapikan. Selain itu, pemangkasan dilakukan untuk membersthkan tanaman dan bagian tanaman yang tua dan kering.
5. Repotting dilakukan untuk mengganti media tanam atau keinginan untuk memindahkan tanaman ke dalam pot yang lebih besar. Waktu yang tepat untuk melakukan repothing adalah pada musim hujan saat akar-akar baru tumbuh.
6. Pengendalian hama dan penyakit disesuaikan dengan serangan yang teijadi.
7. Pembersihan debu yang menempel di tanaman bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan air ke arah tanaman. Agar daun lebih mengkilap bisa diberi pengilap daun (leaf shine) atau air susu yang dioleskan di permukaan daun.
Tips menjaga kandungan air dalam tanah agar sesuai dengan kondisi penanaman
1. Membuat perencanaan yang baik dengan cara memilih jenis tanaman yang sesual dengan kondisi tanah dan iklim sekitarnya. 2. Menggunakan mulsa dl permukaan tanah. Jenisnya ada dua
macam, yaltu organik (serbuk kayu) dan anorganik (lembaran plastik hitam) yang ditaburi atau diletakkan di sekitar tanaman. 3. Menyiram tanaman harus memperhatikan kondisi iklim, angan
sampai tanah jenuh atau kekurangan air.
4. Memperbaiki penetrasi air ke dalam tanah dengan cara mencangkul atau menambah humus atau kompos hingga tanah menjadi gembur.
1.2.6 Pemeliharaan Bangunan Taman
Pemeliharaan bangunan taman sangat penting diperhatikan. Kebersihan seluruh taman yang terjaga merupakan kesatuan dan kebersihan elemen-elemen taman pembentuknya. Kegiatan yang umum dilakukan untuk memeithara bangunan taman sebagai berikut.
1. Pembersihan sampah, baik sampah organik maupun anorganik harus dilakukan secara rutin. Kegiatan yang dilakukan adalah menyapu areal atau mengambil langsung sampah yang ada.
2. Pengosongan tempat sampah untuk menghindari bau busuk yang disebabkan oleh pem-busukan sampah. Pengambilan sampah oleh petugas kebersihan harus diatur agar sampah tidak terlalu lama berada di areal taman.
3. Pemeriksaan kelengkapan dan keutuhan fasilitas yang ada agar tetap pada fungsinya.
Modul LS-04 : Spesifikasi Pemeliharaan Taman/Lansekap Bab I: Teknis Pemeliharaan Lansekap
Supervisor Pekerjaan Lansekap/Pertamanan (Landscape Supervisor) I-12
Jadwal Pemeliharaan Taman
Pembersihan sampah dan penyiraman dilakukan setiap hari
Pemupukan pohon, semak, dan groundcover dilakukan tiga bulan
sekali.
Pemangkasan pohon, semak, dan grounc/cover dilakukan empat
bulan sekali.
Penyulaman tergantung dan keadaan tanaman.
1.3 PENGAWASAN
Pengawasaan penting dilakukan agar kegiatan pemeliharaan sesuai dengan prosedur kerja. Selain itu, dengan pengawasan dapat diketahui bagian taman yang harus diperhatikan lebih banyak dan menentukan kegiatan yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Pengawasan sangat perlu dilakukan di areal taman yang luas. Biasanya, pengawasan dilakukan oleh satu orang yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan perawatan. Dengan kegiatan ini diharapkan taman tetap terlihat nyaman, indah, dan asri sesuai dengan desain awal.
Melalui pengawasan, desain taman dapat dievaluasi, apakah perlu dipertahankan atau perlu perencanaan ulang. Evaluasi dilakukan atas dasar keinginan pemilik dan perubahan fungsi areal tersebut.
1.4 PEMUPUKAN
Pupuk bukan sekadar makanan bagi tanaman, tetapi juga menyediakan nutrisi bagi tanah sehingga sangat berguna untuk menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif. Hal penting yang menjadi kunci dalam kegiatan pemupukan adalah kondisi tanah itu sendiri. Semakin tidak subur, tanah lebih banyak memerlukan pupuk. Tanah yang aerasinya terlihat baik dan mengandung banyak bahan organik, tetap memerlukan pupuk untuk menyeimbangkan kandungan nutrisi di dalamnya. Pupuk tidak hanya diserap oleh akar, tetapi juga oleh daun, sehingga pemupukan dapat dilakukan dengan menyemprotkan pupuk cair.
Tanaman memerlukan tiga unsur utama yaitu nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Nitrogen diperlukan tanaman untuk pertumbuhan batang, cabang, dan daun. Fosfor diperlukan untuk merangsang perkembangan akar dan benih. Waktu yang tepat untuk melakukan pemupukan adalah pada musim hujan karena pada saat itu perkembangan akar sedang intensif. Unsur kalium diperlukan ketika pembungaan dan produksi buah. Selain itu, berguna untuk memberikan daya tahan tanaman terhadap penyakit.
Banyak pupuk kombinasi siap pakai yang telah dijual bebas. Biasanya, proporsi komposisi N: P: K adalah 15 : 15 : 15. Komposisi itu dapat digunakan untuk tanaman hias, tanaman sayur, pohon besar, dan rumput. Selain pupuk NPK, terdapat juga pupuk organik yang terbuat dan campuran bahan-bahan organik seperti sisa hewan dan sisa pelapukan tanaman. Pemberian pupuk organik bisa memberikan keuntungan ganda. Selain meyuburkan tanah, pupuk organik juga bisa memperbaiki tekstur tanah yang padat menjadi lebih remah. Akibatnya, akar tanaman dapat tumbuh secara maksimal dan aerasi tanah menjadi lebih baik.
Tabel 1.1. Jenis pupuk yang beredar di pasaran