• Tidak ada hasil yang ditemukan

Elemen OWL 1 Class dan individual

Dalam dokumen Penggunaan Linked Data Sebagai Sumber Da (Halaman 36-40)

LANDASAN TEOR

3.3 RDF Schema

3.4.2 Elemen OWL 1 Class dan individual

Class merupakan suatu resource tertentu yang merepresentasikan sekumpulan resource dengan karakteristik yang sama. Adapun resource yang merupakan anggota dari class disebut sebagai individual dan bertindak sebagai instance dari class tersebut. Untuk menyatakan suatu class baru beserta instance- nya, digunakan owl:Class dan rdf:type seperti yang tersaji pada Gambar 3.10.

@prefix ex: <http://example.org/> .

@prefix rdf: <http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#> . @prefix owl: <http://www.w3c.org/2002/07/owl#> .

ex:Manusia rdf:type owl:Class . ex:Andi rdf:type ex:Manusia .

Gambar 3.10 Pendeklarasian class ex:Manusia

Selanjutnya untuk memberikan batasan mengenai keanggotaan suatu class

dapat dilakukan dengan membentuk relasi taksonomi dengan class lainnya menggunakan rdfs:subClassOf. Dengan relasi ini, dapat dinyatakan bahwa class A merupakan spesialisasi dari class B sehingga tiap instance dari class A juga merupakan instance dari class B.

3.4.2.2Property

Property digunakan untuk mendefinisikan relasi yang ada pada sekumpulan resource. Terdapat dua jenis property pada OWL:

1. datatype properties, digunakan pada relasi antara instance suatu class

dengan obyek bertipe literal.

3.4.2.3Property characteristics

OWL menyediakan sejumlah tambahan vocabulary yang menyediakan tambahan semantik untuk mendeskripsikan karakteristik suatu property. Beberapa

vocabulary tersebut diantaranya adalah: 1. owl:TransitiveProperty

Apabila terdapat statemen (A p B) dan (B p C), maka secara implisit menyatakan statemen (A p C).

2. owl:SymmetricProperty

Apabila terdapat statemen (A p B), maka secara implisit menyatakan statemen (B p A).

3. owl:FunctionalProperty.

Apabila terdapat statemen (A p X) dan (A p Y), maka X =Y. 4. owl:InverseFunctionalProperty

Apabila terdapat statemen (A p B) dan (C p B), maka A = C. 3.4.2.4Property restrictions

Property restriction digunakan untuk mendeskripsikan suatu property

dalam konteks class tertentu, sehingga dapat ditentukan bagaimana suatu property

digunakan pada saat berpasangan dengan instance dari class tertentu. Proses ini dilakukan dengan menggunakan owl:Restriction serta property dimana batasan tersebut hendak diterapkan diidentifikasi menggunakan owl:onProperty.

Terdapat dua jenis propertyrestriction pada OWL, yaitu:

1. Value Restrictions, yaitu batasan untuk menentukan range suatu property

pada saat berpasangan dengan instance dari class tertentu. Vocabulary

yang digunakan yaitu: owl:allValuesFrom, owl:someValuesFrom dan owl:hasValue.

2. Cardinality Restrictions, yaitu batasan untuk menentukan berapa banyak suatu property dapat muncul pada saat berpasangan dengan instance dari

class tertentu. Vocabulary yang digunakan yaitu: owl:minCardinality, owl:maxCardinality dan owl:cardinality.

3.5 SPARQL

SPARQL (SPARQL Protocol and RDF Query language) adalah bahasa

query yang digunakan untuk menelusuri data pada graf RDF sekaligus sebagai

data access protocol pada semantic web (Doods, 2005). Proses pencarian dilakukan berdasarkan pattern yang diajukan oleh query kemudian hasi pencarian ditampilkan dalam model RDF . Kebanyakan query pada SPARQL mengandung sekumpulan triple pattern yang disebut juga sebagai basic graph pattern. Triple tersebut mirip dengan triple pada RDF , kecuali pada tiap-tiap subyek, predikat dan obyek dapat berupa variabel. Penamaan variabel ini bersifat bebas, terdiri dari string dan diawali oleh tanda “?” atau tanda “$” seperti ?name atau $address (Prud'hommeaux, 2008). Variabel ini nantinya berisi data hasil dari pencarian

query yang hendak ditampilkan ke client.

Selain sebagai bahasa query, SPARQL juga berfungsi sebagai data access protocol yang menggambarkan mekanisme bagaimana mengakses sekumpulan repository data RDF secara remote (Doods, 2005). Protokol ini mendefinisikan bagaimana cara user mengajukan query ke SPARQL endpoint menggunakan protokol HTTP. SPARQL endpoint sendiri merupakan layanan yang disediakan untuk melayani request data dalam bentuk query SPARQL. Beberapa situs menyediakan layanan ini, seperti DBPedia dan LinkedMDB.

Berdasarkan spesifikasi dari W3C 26 Januari 2010 tentang SPARQL versi 1.1, query yang dikembangkan masih terbatas hanya untuk operasi yang bersifat

read only. Operasi lainnya seperti insert, update, atau delete belum tersedia sehingga tidak dimungkinkan memodifikasi dataset RDF menggunakan query

tersebut. Query ini terdiri atas empat bentuk query, yaitu SELECT, CONSTRUCT, ASK dan DESCRIBE. Fungsi dari masing-masing bentuk query

1. Query SELECT

Query SELECT digunakan untuk menampilkan data hasil pencarian berdasarkan triple pattern yang disebutkan setelah klausa WHERE. Data- data ini nantinya disertakan (binding) ke dalam variabel yang terletak sesudah klausa SELECT. Contoh sintak query SELECT sebagai berikut : PREFIX foaf: <http://xmlns.com/foaf/0.1/>

SELECT ?name ?mbox WHERE

{ ?x foaf:name ?name . ?x foaf:mbox ?mbox } 2. Query CONSTRUCT

Query CONSTRUCT digunakan untuk mengembalikan data hasil pencarian ke dalam bentuk graf. Penggunaannya mirip dengan query

SELECT. Contohnya sebagai berikut : PREFIX foaf: <http://xmlns.com/foaf/0.1/> PREFIX org: <http://example.com/ns#> CONSTRUCT { ?x foaf:name ?name } WHERE { ?x org:employeeName ?name } 3. Query ASK

Query ASK digunakan untuk menentukan apakah graph pattern yang dicari ditemukan atau tidak. Hasil dari query ini bisa bernilai true atau false.

4. Query DESCRIBE

Query DESCRIBE bersifat deskriptif, digunakan untuk menampilkan informasi terkait dengan resource yang diminta.

Selain bentuk dasar query yang dijelaskan diatas, disediakan sejumlah fungsi tambahan berupa modifier terhadap hasil query. Beberapa fungsi tambahan tersebut diantaranya:

1. ORDER BY

Klausa ORDER BY digunakan untuk mengurutkan kumpulan hasil query, baik secara menaik ataupun menurun.

2. DISTINCT

Klausa DISTINCT digunakan untuk menghapus duplikasi yang ada dari tiap hasil query. Klausa ini diletakkan tepat di depan variabel dari query

SPARQL.

3. OFFSET

OFFSET digunakan untuk menampilkan subset dari hasil query pada urutan tertentu. Biasanya digunakan berpasangan dengan klausa LIMIT. 4. LIMIT

LIMIT digunakan untuk membatasi hasil query yang hendak ditampilkan. Jumlah dari hasil query yang akan ditampilkan sebanyak nilai yang ditentukan oleh LIMIT. Nilai dari LIMIT sendiri tidak boleh bernilai negatif.

Dalam dokumen Penggunaan Linked Data Sebagai Sumber Da (Halaman 36-40)

Dokumen terkait