2.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi perawat dalam memberikan spiritual carecare
2.6.3. Elemen Spiritual
Dossey (2005) mengatakan bahwa manusia mengekspresikan pengalaman spiritual mereka terkait hubungan mereka dengan Tuhan, alam,orang lain, dan diri sendiri yang disebut dengan elemen spiritual. Elemen spiritual dijelaskan sebagai berikut :
a. Hubungan dengan Tuhan
Kita tidak mampu menjelaskan tentang hal-hal yang lebih besar dan lebih kuat diluar diri kita. Pikiran rasional kita tidak bisa memahami Tuhan, dan kata-kata yang digunakan untuk membicarakan tentang Tuhan masih kurang. Tuhan jauh dari konsep apapun yang dipikirkan manusia. Konsep tentang Tuhan yang dikembangkan oleh pikiran rasional bersifat pribadi atau kelompok.
Keterhubungan dengan Tuhan melibatkan hal-hal seperti doa, ritual, kedamaian dan ketenangan. Ajaran tradisi keagamaan memberikan berbagai perspektif yang berbeda oleh karena itu dalam memberikan spiritual care perlu memahami bagaimana orang mencari dan merasakan hubungan dengan Tuhan dan hambatan yang mereka hadapi.
b. Hubungan dengan alam
Pengungkapan spiritual melalui rasa keterhubungan dengan alam dan lingkungan. Hewan-hewan seperti burung dan ikan serta mahluk lainnya dibumi memberikan makna dan sukacita bagi manusia. Menyadari semua bentuk kehidupan dibumi, misalnya burung-burung, lebah dengan bunga-bunga menggambarkan keajaiban dari berbagai bentuk kehidupan yang sangat memberikan pengalaman spiritual. Manusia termasuk dalam untaian jaringan kehidupan di bumi, dengan demikian, apa yang terjadi pada bumi dan lingkungan akan mempengaruhi manusia dan sebaliknya.
Banyak manusia mengalami adanya hubungan dengan Tuhan melalui alam. Manusia sering mengekspresikan perasaannya tentang ciptaan Tuhan saat mereka sedang berjalan dipantai, duduk dibawah pohon, melihat matahari
terbenam, mendengarkan suara air yang mengalir, dan merawat tanaman. Alam dapat menjadi sumber kekuatan, inspirasi, dan kenyamanan, yang semuanya merupakan atribut dari spiritual.
c. Hubungan dengan orang lain
Spiritualitas diketahui dan dialami dengan adanya suatu hubungan yang ditandai dengan adanya kenyamanan, dukungan, konflik, dan perselisihan. Manusia mengekspresikan spiritualitas melalui ikatan. Spiritualitas dibentuk dan dipelihara melalui pengalaman seseorang yang dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat. Masyarakat, baik formal maupun informal memberikan kesempatan untuk mengekspresikan spiritual.
Manusia sering membicarakan tentang spiritual melalui hubungan-hubungan yang dibinanya, baik hubungan-hubungan yang harmonis maupun yang tidak. Berada bersama orang lain dengan cara mencintai dan mendukung, hubungan yang sulit dan menyakitkan dengan keluarga,teman, dan kenalan merupakan sebuah ekspresi dari spiritualitas. Hubungan yang memerlukan penyembuhan misalnya memberikan dukungan dan kenyamanan merupakan hal yang penting dalam spiritualitas. Spiritualitas mencakup hubungan baik suka dan duka, dan spiritualitas mengajarkan perdamaian jika suatu hubungan rusak. Ketidakharmonisan suatu hubungan akan menimbulkan rasa putus asa yang mengakibatkan kesendirian dan akhirnya menimbulkan distres spiritual.
Hubungan spiritual dengan orang lain dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari antara lain : saat sukacita, kesedihan, ritual, seksualitas, doa, bermain, kemarahan, perdamaian, dan kepedulian.
d. Hubungan dengan diri sendiri
Spiritualitas menanamkan kesadaran yang terus menerus tentang pentingnya menjadi diri sendiri. Kemampuan untuk berada dalam kesadaran akan tubuh-jiwa dan pikiran adalah elemen penting dari hubungan dengandiri sendiri yang memungkinkanmereka untuk menerima semua aspek dari diri mereka sendiritanpa menghakimi. Spiritualitas dapat ditunjukkan melalui tindakan seperti membantu orang lain , berkebun , menghibur, menjenguk yang sakit ,merawat keluarga , menghabiskan waktu denganteman-teman , berjalan-jalan , meluangkan waktu untuk diri sendiri , dan menciptakan tempat ibadah untuk diri sendiri dan orang lain.
e. Memandang Spiritual sebagai masalah kehidupan
Masalah-masalah spiritual adalah "masalah kehidupan" yang tidak dapat diukur.Hal-hal yang berhubungan dengan misteri, cinta, penderitaan, harapan, pengampunan, rahmat, perdamaian, dan doa merupakan domain spiritual.
Penjelasan lebih rinci terkait domain spiritualsebagai berikut : a. Misteri
Misteri melekat pada pengalaman manusia sehingga melekat pada spiritualitas. Misteri digambarkan sebagai sesuatu yang sulit diartikan dan dijelaskan. Spiritualitas mendukung dan mendorong manusia untuk bertanya dan mencari tau ketika seseorang dihadapkan dengan suatu misteri, dan menemukan misteri tentang perjalanan spiritual mereka merupakan bagian penting dari
b. Cinta
Cinta merupakan sumber dari semua kehidupan, dan menimbulkan energi untuk menyembuhkan oleh karena itu cinta harus dirasakan dan diekspresikan. Mencintai kehadiran adalah komponen kunci dari spiritual care.
c. Penderitaan
Penderitaan merupakan salah satu dari misteri kehidupan. Hal ini terjadi pada fisik, mental, emosional, dan spiritual. Bagi beberapa orang, penderitaan akan meningkatkan kesadaran akan spiritualnya, sebagian orang akan marah dan frustasi, ada juga yang menilainya sebagai berkah, sesuatu yan harus bertahan, atau bahkan bukti adanya kutukan. Tidak semua orang berusaha untuk meringankan penderitaan. Sosiokultural, agama, keluarga, dan faktor lingkungan mempengarubhi suatu respon individu terhadap penderitaan. Dengan demikian memiliki pengetahuan tentang kepribadian, budaya, tradisi agama, dan latar belakang keluarga akan membantu perawat memahami makna penderitaan bagi seseorang, perawat perlu menyadari respon dan pemahaman mereka terhadap penderitaan. Dengan demikian tidak membingungkan persepsi perawat terhadap pasien. Keadaan ini menuntut perawat untuk selalu hadir bagi pasien-pasien yang mengalami penderitaan. Mendengarkan dengan aktif ketika pasien mengungkapkan perasaannya merupakan bagian yang penting.
d. Harapan
Harapan berupa orientasi terhadap masa depan. Pepatah yang mengatakan bahwa “ mata air adalah abadi” mencerminkan semangat energi dan mengantisipasi bahwa esok akan lebih baik atau setidaknya berbeda. Harapan
akan membantu orang mengatasi ketakutan dan ketidakpastian yang memungkinkan mereka untuk membayangkan hal-hal yang positif.
e. Pengampunan
Pengampunan merupakan kebutuhan yang mendalam dari kehidupan, pengampunan bukan berarti melupakan, membebaskan, atau mengorbankan melainkan adalah proses memperluas cinta kasih. Seseorang yang mendendam, membenci, mengasihani diri sendiri, atau keinginan untuk menghukum orang yang telah menyakiti tidak akan membuat nyaman seseorang. Keyakinan agama, budaya, pendidikan keluarga, dan pengalaman pribadi akan membentuk suatu sikap tentang pengampunan sehingga mampu memberikan ruang untuk Tuhan agar memberikan kenyamanan.
f. Perdamaian
Perdamaian bagi banyak orang tidak dapat dipisahkan dari keadilan. Cinta akan perdamaian akan dapat mengubah dunia. Menghargai, memiliki hubungan dengan orang lain dan semua ciptaan Tuhan tanpa adanya batas jarak, waktu, dan ruang maka disitulah tumbuh perdamaian dan keadilan.
g. Rahmat
Rahmat mengandung unsur yang mengejutkan, kekaguman, misteri, rasa bersyukur, dan dukungan yang tidak direncanakan dan tidak terduga. Rahmat yang datang didalam kehidupan seseorang akan merespon seseorang untuk mengucap syukur.
h. Doa
Doa adalah naluri manusia yang mendalam, dalam bentuk komunikasi dengan Tuhan. Beberapa orang memasukkan tehnik relaksasi, ketenangan, kesadaran untuk bernafas, fokus dan visualisasi mereka sebagai bentuk dari doa bahkan berjalan, menari atau memainkan drum merupakan ungkapan doa. Doa merupakan pertimbangan yang tepat untuk keperawatan dalam proses penyembuhan.