BAB II LANDASAN TEORI
2.3 Bahasa Isyarat
2.8.2 Elemen Website
Kleindl (2010) menyatakan bahwa terhadap 13 poin pertimbangan dalam merancang suatu desain website, yaitu :
42 a. Accessbility
User harus dapat mengakses website dengan mudah terhadap segala jenis bentuk fisik dan kemampuan komputer yang user gunakan.
b. Advertising
Jenis dan jumlah iklan yang ada pada website perusahaan harus dapat memenuhi kebutuhan pasar.
c. Content
Jenis informasi dan bentuk perusahaan harus berdasarkan kepada target market yang ingin dicapai.
d. Customization
Dengan memberikan fitur “personalized content” pada website merupakan hal baik yang perlu dilaukan oleh perusahaan.
e. Feedback
Informasi mengenai kontak perusahaan harus ada pada website dan kontak tersebut harus memiliki respon yang tepat waktu.
f. Graphics
Warna latar belakang, ukuran font, graphics, dan lamanya waktu loading mempengaruhi perilaku user terhadap website perusahaan.
g. Links
Penempatan dan banyaknya link pada web page harus sesuai dengan kebutuhan pasar.
h. Navigation
43 i. Ordering
Pembelian secara online harus simple dan sesuai.
j. Privacy
Harus terdapat kebijaksanaan privasi yang efektif.
k. Search
Layanan pencarian pada website harus akurat dan mudah digunakan.
l. Speed
Kecepatan loading dari grafik dan text pada website merupakan hal yang penting.
m.Update
Format dan konten dalam website harus diupdate secara berkala.
2.9 Bahasa Pemrograman JSP
JSP (Java Server Page) adalah suatu teknologi web berbasis bahasa pemrograman Java dan berjalan di Platform Java, serta merupakan bagian teknologi J2EE (Java 2 Enterprise Edition). JSP sangat sesuai dan tangguh untuk menangani presentasi di web. Sedangkan J2EE merupakan platform Java untuk pengembangan sistem aplikasi enterprise dengan dukungan API (Application Programming Interface) yang lengkap dan portabilitas serta memberikan sarana untuk membuat suatu aplikasi yang memisahkan antara
business logic (sistem), presentasi , dan data. JSP merupakan bagian dari J2EE dan khususnya merupakan komponen web dari aplikasi J2EE secara keseluruhan. JSP juga memerlukan JVM (Java Virtual Machine) supaya dapat berjalan, yang berarti juga mengisyaratkan keharusan menginstal JVM
44
di server, di mana JSP akan dijalankan. Selain JVM, JSP juga memerlukan server yang disebut dengan Web Container. Teknologi JSP menyediakan cara yang lebih mudah dan cepat untuk membuat halaman-halaman web yang menampilkan isi secara dinamik. Teknologi JSP didesain untuk membuat lebih mudah dan cepat dalam membuat aplikasi berbasis web yang bekerja dengan berbagai macam web server, application server, browser,
dan development tool. JSP adalah bahasa scripting untuk web programming yang bersifat server side seperti halnya PHP dan ASP. Ada tiga bentuk bagaimana menyisipkan kode Java pada JSP :
a. Expressions
Pada saat dieksekusi expressions akan dievaluasi dan dikonversi menjadi String. String tersebut kemudian dituliskan ke browser.
Format : <%=expressions%> atau <jsp:expression>...</jsp:expression>
b. Scriptlet
Digunakan untuk menyisipkan kode Java pada halaman JSP. Kode Java di sini sama dengan kode Java pada aplikasi java lainnya seperti eksekusi perulangan, kondisi, akses database, dll.
Format : <%code%>
Contoh : <%out.print(“Selamat belajar JSP”);%>
c. Declaration
Digunakan untuk mendefinisikan variabel atau metode. Biasanya digunakan bersama dengan expression dan scritlet.
45
Format : <%! Declaration%>
Contoh : <%! String buku; int harga=2000; %>
JSP adalah suatu teknologi web berbasis bahasa pemograman java dan berjalan di platform java, serta merupakan bagian teknologi J2EE (Java 2 Enterprise Edition). JSP sangat sesuai untuk menangani presentasi di web, sedangakan J2EE merupakan platform java untuk pengembangan sistem apllikasi enterprise dengan dukungan API (Application Programming Interface) yang lengkap dan portabilitas serta memberikan sarana untuk membuat suatu aplikasi yang memisahkan antara bussines logic (sistem), presentasi, dan data (Chopra, 2005).
Teknologi JSP menyediakan cara yang lebih mudah dan cepat untuk membuat halaman-halaman web yang menampilkan isi secara dinamis. Teknologi JSP didesain untuk membuat lebih mudah dan cepat dalam membuat aplikasi berbasis web yang bekerja dengan berbagai macam web server, aplikasi server, browser, dan development tool. Microsystem bekerja dengan sejumlah vendor seb server, application server, dan development tool serta komunitas yang tergabung dalam Java Community Proces. Hasilnya pendekatan yang memiliki keseimbangan antara portabilitas dan kemudahan penggunaan untuk developer.
2.9.1 Kode JSP
Kode JSP pada dasarnya adalah kode HTML yang dilengkapi dengan tag- tag JSP. Berikut ini adalah contoh gambar kode JSP yaitu :
46
Gambar 2.2 Kode Java 2.9.2 Arsitektur JSP
User yang ingin mengakses halaman web mula-mula mengirimkan permintaan halaman web melalui protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) berbentuk JSP (berekstensi jsp). Permintaan ini akan disampaikan ke web server. Kemudian web server mengambil dokumen JSP dan mengirimkan ke JSP Servlet Engine. Bagian inilah yang melakukan pemrosesan kode-kode JSP (termasuk di dalamnya melakukan pengompilasian) dan membentuk kode HTML. Selanjutnya, kode HTML disampaikan oleh webs erver ke client yang memintanya. Kode HTML ini selanjutnya diproses oleh browser, sehingga user bisa memperoleh informasi dari halaman web yang dikehendaki. Perlu diketahui bahwa pengompilasian kode JSP hanya dilakukan sekali saja, yaitu pada pemanggilan dokumen pertama kali. Oleh karena itu, user yang memanggil dokumen yang baru saja dibuat atau diperbarui akan merasakan bahwa tanggapan terhadap permintaan halaman web cukup lama. Untuk menghindari keadaan seperti ini, pengembang dapat memanggil terlebih dahulu dokumen tersebut setelah dilakukan perubahan. Detail pemrosesan JSP Servlet Engine adalah sebagai berikut :
a. Melakukan pemilahan (parsing) kode JSP b. Membangkitkan kode sumber Servlet
47
c. Mengkompilasi kode sumber Servlet menjadi sebuah kelas d. Membuat instant Servlet
e. Memberikan keluaran Servlet ke web server. 2.9.3 Kelebihan JSP
Kelebihan-kelebihan yang membuat JSP patut dipertimbangkan sebagai bahasa pemograman web untuk pembuatan aplikasi web yang tangguh antara lain :
a. Memisahkan presentasi statis dan isi yang dinamik.
Dengan teknologi JSP, dapat memudahkan pembuatan maupun pemeliharaan situs, desain presentasi harus dapat dipisahkan dengan kode pemrograman, di mana web programmer dapat menyisipkan tag atau scriptlet dengan data atau isi dinamis akan ditampilkan pada bagian-bagian dari halaman web yang telah didesain. Proses logika yang menampilkan data dinamis juga dapat terenkapsulasi dengan menggunakan tag JSP maupun Java Bean.
b. Menekankan komponen reusable
Teknologi JSP merupakan komponen yang reusable dan cross platform untuk melakukan pemrosesan yang lebih kompleks. Penggunaan komponen dapat mempercepat pembuatan aplikasi web karena proses logika yang diperlukan sudah tersedia dan langsung dapat digunakan. c. Berbasis bahasa pemrograman Java
Karena berbasis Java, maka aplikasi yang dibuat dengan JSP juga memiliki manajemen memori dan sekuritas yang baik. Selain itu, JSP
48
mudah dipelajari dan dapat memanfaatkan pemrograman berorientasi objek dari Java.
d. Bagian dari platform Java
JSP merupakan bagian dari platform Java, sehingga JSP memiliki karakteristik “Write Once, Run Anywhere”, yaitu portabilitas yang
tinggi.
e. Terintegrasi dalam J2EE
Karena JSP merupakan bagian integral J2EE, maka aplikasi JSP dapat dikembangkan ke aplikasi berskala enterprise
2.9.4 Kelemahan JSP
Proses compile terhadap halaman JSP mengakibatkan client harus menunggu lebih lama pada saat pertama kali dilakukan loading. Hal ini tentu saja menyebabkan kecepatan proses JSP secara menyeluruh berkurang.
2.10 CSS
CSS (Cascading Style Sheet) adalah salah satu bahasa desain web (style sheet language) yang mengontrol format tampilan sebuah halaman web yang ditulis dengan menggunakan penanda markup language. Biasanya CSS digunakan untuk mendesain sebuah halaman HTML dan XHTML, tetapi sekarang CSS bisa diaplikasikan untuk segala dokumen XML, termasuk SVG dan XUL bahkan ANDROID. CSS dibuat untuk memisahkan konten utama dengan tampilan dokumen yang meliputi layout, warna dan jenis huruf. Pemisahan ini dapat meningkatkan daya akses konten
49
pada web, menyediakan lebih banyak fleksibilitas dan kontrol dalam spesifikasi dari sebuah karakteristik sebuah tampilan, memungkinkan untuk membagi halaman sebuah formatting dan mengurangi krumitan dalam penulisan kode dan struktur dari konten, contohnya teknik tableless pada desain web.
CSS juga memungknkan sebuah halaman untuk ditampilkan dalam berbagai style dengan menggunakan metode pembawaan yang berbeda pula, seperti on-screen, in-print, by voice, dan lain-lain. Sementara itu, pemilik konten web bisa menentukan link yang menghubungkan konten dengan file CSS. Tujuan utama CSS diciptakan untuk membedakan konten dari dokumen dan dari tampilan dokumen. Dengan itu, pembuatan ataupun pemrograman ulang web akan lebih mudah dilakukan. Hal yang termasuk dalam desain web diantaranya adalah warna, ukuran, dan formatting. Dengan adanya CSS, konten dan desain web akan mudah dibedakan, jadi memungkinkan untuk melakukan pengulangan pada tampilan-tampilan tertentu dalam sebuah web, sehingga akan memudahkan dalam membuat halaman web yang banyak, yang pada akhirnya dapat memangkas waktu pembuatan web.