• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMITMEN CHANDRA ASRI

Salah satu nilai Perseroan dalam iSTAR adalah kami mengutamakan keselamatan. Chandra Asri berkomitmen untuk melaksanakan kaidah-kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam menjalankan seluruh kegiatan operasionalnya, yang berlaku bagi seluruh karyawan maupun kontraktor yang bekerja di lingkungan Perseroan.

INISIATIF CHANDRA ASRI

Sebagai pendekatan dalam memenuhi komitmen K3, Chandra Asri menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dengan merujuk pada peraturan perundangan nasional dan persyaratan lainnya yang berlaku secara global, mencakup : ISO 45001, Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, American Society of Mechanical Engineer (ASME), National Fire Protection Association (NFPA), dan Occupational Safety and Health Administration (OSHA).

Process Safety Management (PSM)

Process Safety Management (PSM) merupakan sistem manajemen yang difokuskan untuk mencegah terjadinya insiden yang bersifat katastropik, melalui serangkaian pendekatan dalam mengelola bahaya untuk mengurangi risiko yang diakibatkan pelepasan hidrokarbon/bahan kimia dan sumber energi lainnya.

THE COMMITMENT OF CHANDRA ASRI

One of the Company’s values in iSTAR is that we prioritize safety. Chandra Asri is committed to implementing Occupational Health and Safety (OHS) principles in running all operational activities, which applicable for every employees and contractors working within the Company’s environment.

THE INITIATIVE OF CHANDRA ASRI

As an approach in fulfilling OHS commitment, Chandra Asri implemented OHS Management System while referring to national laws and regulations and other requirements that applies globally, including ISO 45001, Government Regulation No. 50 of 2012 on the Implementation of Occupational Health and Safety Management Systems, American Society of Mechanical Engineer (ASME), National Fire Protection Association (NFPA), dan Occupational Safety and Health Administration (OSHA).

Process Safety Management (PSM)

Process Safety Management (PSM) is a management system focused to prevent catastrophic incidents, through a series of approach in hazard management to minimize risks caused by the release of

hydrocarbon/chemical agents and other energy source.

06

BERBAGI NILAI SOSIAL

SHARING SOCIAL VALUES

116 PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

Since 2018, Chandra Asri implemented PSM to improve and strengthen the existing safety management system. This is a form of the

Company’s commitment to prioritize safety through implementations of best practices in accordance with international standards.

Sejak tahun 2018, Chandra Asri menerapkan PSM sebagai penyempurnaan untuk memperkuat sistem manajemen keselamatan yang telah ada. Hal ini merupakan manifestasi komitmen Perseroan untuk mengutamakan keselamatan melalui penerapan praktik-praktik terbaik sesuai dengan standar yang berlaku secara internasional.

KOMITMEN K3

Occupational Health and Safety (OHS) Commitment

Menghilangkan bahaya keselamatan dan kesehatan

kerja untuk mencegah cedera, penyakit akibat kerja

dan kematian. Eliminate personal safety and

health hazards to prevent injuries, occupational illness

and fatalities.

Menghindari insiden proses safety melalui implementasi Process

Safety Management (PSM) dan survey berbasis risiko secara efektif, dan menanamkan budaya berorientasi keselamatan

secara keseluruhan dalam lingkup perseroan. Prevent process safety incident through effective implementation

of Process Safety Management (PSM) and risk-based surveys, and

embed a safety-oriented culture throughout the Company.

Menginvestigasi dan mengidentifikasi penyebab utama dari seluruh insiden untuk mencegah terjadinya kembali dan untuk berbagi pembelajaran dalam lingkup

perseroan. Investigate and identify root causes of all incidents to prevent recurrence and to share lessons learned throughout the Company.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk 117 SUTAINABILITY REPORT 2020

Perseroan telah membentuk PSM Element Task Force team yang terdiri dari personil yang merupakan perwakilan dari masing-masing plant yang bertugas untuk mengelola dan memastikan elemen-elemen PSM diterapkan secara konsisten di lapangan. PSM Element Governance Committee bertanggung jawab kepada Departemen Komite SHE & PSM Perseroan. Sesuai dengan rencana tahapan pelaksanaan elemen-elemen PSM yang disusun dalam kerangka waktu 2018 – 2023, progress kerja di tahun 2020, lima elemen PSM yang terdiri dari : 1) LOTO & Line Break; 2) Process Safety Information (PSI); 3) Process Hazard Analysis (PHA); 4) Pre-start up safety review (PSSR); dan 5) Contractor Safety Management System telah diterapkan secara ‘go live’ di pilot plant. Implementasi ketiga elemen tersebut mampu meningkatkan kinerja K3 Perseroan.

Salah satunya, melalui PSI, seluruh informasi bahan kimia yang ada dan digunakan di Chandra Asri tersentralisasi melalui database yang dapat diakses di intranet oleh semua karyawan. Matriks penanganan bahan kimia juga disusun untuk memberikan kemudahan informasi. Selain memberikan manfaat efisiensi, inisiatif ini juga meningkatkan jaminan keselamatan operasi melalui penanganan bahan kimia secara aman dan kecepatan respon dalam penanganan abnormalitas. Inovasi lainnya dalam rangka membangun budaya safety di rantai nilai, Chandra Asri mengendalikan vendor yang bekerja untuk Perseroan dengan pendekatan Contractor Safety Management System (CSMS). Program ini mensyaratkan seluruh kontraktor untuk memenuhi peraturan K3 yang

The Company has formed PSM Element Task Force team which consists of representatives of each plant to manage and ensure a consistent implementation of PSM elements in the work environment. PSM Element Governance Committee is responsible to SHE & PSM Committee Department.

In accordance with the plan for the implementation stages of the PSM elements for 2018-2023

timeframe, work progress in 2020, the five elements of PSM consisting of 1) LOTO & Line Break; 2) Process Safety Information (PSI); 3) Process Hazard Analysis (PHA); 4) Pre-start up safety review (PSSR); and 5) Contractor Safety Management System was carried out by ‘go live’ at the pilot plant. The implementation of these three elements was able to improve the Company’s OHS performance.

One of them, through PSI, every chemicals information used in Chandra Asri is centralized through database internally accessible for every employee. Chemical handling matrix was compiled to provide ease of information. This initiative provides efficiency as well as increased operational safety through safe handling of chemicals and fast response in handling abnormalities.

Another innovation in order to build a safety culture in the value chain, Chandra Asri manages vendors working for the Company with Contractor Safety Management System (CSMS) approach. This program requires every contractor to comply with

Pendekatan Penerapan PSM The Goal is “Zero Process Incident”

Foundation safety system Safety culture Leadership and commitment Process safety management Operational disciplines

06

BERBAGI NILAI SOSIAL

SHARING SOCIAL VALUES

118 PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

ditetapkan. Aktivitas yang dicakup dalam CSMS diantaranya adalah, seleksi, pemantauan, audit dan evaluasi.

Progress kinerja vendor dapat dipantau secara periodik melalui CSMS Monthly Report Dashboard. Pendekatan ini memungkinkan Chandra Asri turut mendorong peningkatan sistem manajemen K3 vendor. Selain itu pelatihan K3 juga diberikan sebagai bentuk dukungan peningkatan kapasitas bagi vendor yang memiliki nilai dibawah standar minimum. Selama tahun 2020, Perseroan telah mengevaluasi 20 vendor dengan skema CSMS, dua diantaranya telah menunjukkan peningkatan kinerja yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai evaluasi.

ORGANISASI K3

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dikelola oleh Departemen SHE dibawah Direktur Manufaktur. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, Chandra Asri juga memiliki Panitia Pembina K3 (P2K3) sebagai fasilitator penerapan K3 di Perseroan. P2K3 yang dibentuk telah disahkan dan terdaftar di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja setempat. Pelibatan seluruh karyawan sangat berperan dalam keberhasilan kinerja K3. Untuk itu aspek K3 menjadi salah satu Key Performance Indicator (KPI) di setiap Departemen. Dengan demikian pelaksanaan program K3 dan kepatuhan terhadap peraturan K3 menjadi tanggung jawab semua karyawan.

Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman

Menciptakan lingkungan kerja yang aman adalah salah satu tujuan dari penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Upaya ini

dilakukan dengan inisiatif sebagai berikut:

Pengelolaan Risiko

Penerapan Sistem Manajemen K3 diawali dengan melakukan identifikasi risiko K3 di seluruh wilayah operasional Perseroan, meliputi pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan internal maupun oleh kontraktor. Hasil identifikasi menjadi pertimbangan dalam memutuskan mekanisme pengendalian yang akan dilakukan. Pengendalian yang diterapkan sesuai dengan hirarki pengendalian bahaya, yaitu dapat berupa eliminasi bahaya, substitusi, pengendalian engineering, administrasi dan penggunaan alat pelindung diri.

the OHS regulations. Activities in CSMS include selection, monitoring, audit and evaluation. The vendor performance progress can be

monitored with CSMS Monthly Report Dashboard. This approach enables Chandra Asri to improve the vendor’s OHS management system. OHS training is also provided to support capacity building for vendors with scores below the minimum standard. Throughout 2020, the Company had evaluated 20 vendors with CSMS scheme, two of them have shown performance increase indicated with higher evaluation score.

OHS ORGANIZATION

The Occupational Health and Safety Management System is managed by the SHE Department under the Manufacturing Director. In accordance with the regulations, Chandra Asri also formed an OHS Advisory Committee (OHSAC) to facilitate for the implementation of OHS in the Company. OHSAC was legalized and registered in the local Social and Labor Agency. All employee involvement is crucial in the success of OHS. Therefore, OHS has become one of the Key Performance Indicator (KPI) factor in every Department. In this regard, OHS implementation and compliance are the responsibility of every employee.

Creating a Safe Work Environment

Creating a safe work environment is one of the purposes of the occupational health and safety management system implementation. This effort is carried out with the following initiatives:

Risk management

The application of OHS management system begins by identifying OHS risk in every part of the Company operations, which includes the work of internal employees as well as contractors. Identification results is the basis of consideration in deciding the control mechanism. The controls are implemented according to the hazard control hierarchy, namely, hazard elimination, substitution, engineering control, administration, and the use of personal protective equipment.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk 119 SUTAINABILITY REPORT 2020

Chandra Asri telah mengidentifikasi delapan jenis pekerjaan yang memiliki risiko tinggi di lingkungan Perseroan, yaitu: 1) Bekerja di ketinggian; 2) Bekerja di ruang tertutup terbatas; 3) Pekerjaan penggalian; 4) Pekerjaan panas; 5) Pekerjaan dingin; 6) Bekerja dengan tekanan tinggi; 7) Penyelaman; dan 8) Penggunaan alat angkat dan angkut.

Monitoring Lingkungan Kerja

Monitoring lingkungan kerja dilakukan baik dari internal maupun eksternal (oleh pihak ketiga). Kegiatan ini dilakukan selain sebagai pemenuhan regulasi pemerintah (Permenaker 05 tahun 2018, Permenkes 32 tahun 2017), juga memastikan lingkungan kerja Perseroan merupakan lingkungan kerja aman dan layak berdasarkan nilai ambang batas yang diperkenankan, dan mencegah penyakit akibat kerja.

Komunikasi dan Edukasi

Chandra Asri menyediakan sarana bagi seluruh karyawan untuk melakukan komunikasi dan konsultasi terkait aspek K3, diantaranya mencakup: Safety Contact, Safety Talk yang diselenggarakan setiap minggu melalui email, dan SHE Sharing Forum setiap enam bulan untuk menampung isu dan keluhan K3.

Program pelatihan juga disusun untuk memastikan seluruh karyawan memiliki awareness terkait dengan K3 secara umum dan kemampuan teknis untuk melakukan pekerjaannya secara aman. Pelatihan yang diselenggarakan mulai dari pengetahuan mengenai perlengkapan dan peralatan di pabrik dan penggunaannya hingga izin dan data keselamatan kerja. Annual refreshing training diterapkan agar kesadaran karyawan akan K3 tetap terjaga sekaligus menurunkan angka kecelakaan kerja setiap tahun.

Chandra Asri has identified eight types of high-risk work in the Company’s environment, namely: 1) Working in heights; 2) Working in confined enclosed space; 3) Excavation work; 4) Working with high temperature; 5) Working with low temperature; 6) Working with high pressure; 7) Diving; and 8) The use of lifting and transporting equipment.

Work Environment Monitoring

Work environment monitoring is carried out both internally and externally (by a third party). This activity is carried out as a compliance with government regulations (Minister of Manpower Regulation Number 05 of 2018, Minister of Health Regulation Number 32 of 2017), and also to ensure a safe and proper working environment based on the allowed threshold value, and to prevent occupational illness.

Communication and Education

Chandra Asri provides means to communicate and consult about OHS for every employee, which includes Safety Contact, Safety Talk held weekly via email, and SHE Sharing Forum every six months to accommodate OHS issues and complaints.

Training program is arranged to ensure every employee possess a general awareness on OHS and technical ability to work safely. The training includes knowledge and the use of equipment and tools in the plant to permit and work safety data. Annual refreshing training is carried out to maintain employee awareness on OHS and to reduce the number of work accidents every year.

Chandra Asri menyediakan sarana bagi seluruh karyawan

Dokumen terkait