content intensivePEM
MAJALAH AUDIOPRO, NOVEMBER 2003
B. D ESAIN I NDUSTRI
Desain industri (Industrial Design) berkaitan dengan semua aspek manusia dari suatu produk yang dibuat secara masinal dan hubungan antara manusia dengan lingkungan dimana manusia itu berada. Desainer industri mengerjakan fungsi enjiniring faktor manusia dari produk yang bersangkutan (human factors engineering), keamanan (safety), bentuk (form),
warna, pemeliharaan (maintenance) dan biaya. Desain Industi berhubungan dengan produk konsumer dan juga produk barang‐barang industri. Agar mencapai tujuan yang diinginkan, desainer industri harus terlibat di dalam empat aktivitas riset dan pengembangan yang paling utama yaitu: perilaku manusia (human behavior) perangkat perantara manusia dan mesin (human‐machine interface), lingkungan dan produk itu sendiri. Cakupan area desain industri adalah furnitur, peralatan rumah tangga (housewares), perangkat elektronik
(appliances), transportasi, perkakas, peralatan kebun, perangkat medis/ instrumen elektronis,
human interface, dan peralatan pendukung aktivitas rekreasi.
Desain Industri adalah seni terapan dimana terdapat faktor estetika dan kegunaan (usability)
dari produk yang harus dioptimalisasi agar dapat diproduksi dan dijual. Peranan desain industri adalah menciptakan dan menerapkan solusi‐solusi desain terhadap permasalahan yang ada pada bagian enjiniring, faktor penggunaan (usability), pemasaran, pengembangan merek dan penjualan.
Secara umum, Desain industri adalah pertemuan antara enjiniring mekanis dengan seni. Desainer industri mempelajari fungsi dan bentuk dan keterhubungan antara produk dengan penggunanya. Desainer industri tidak mendesain motor penggerak ataupun komponen yang dapat membuat mesin bergerak, atau mendesain sirkuit yang mengendalikan gerakan tersebut. Biasanya desainer industri bermitra dengan enjinir dan pemasar untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan‐kebutuhan konsumen dan juga hal‐hal expektasi konsumen lainnya.
Secara lebih mendalam lagi Desain Industri adalah layanan profesional dalam menciptakan dan mengembangkan konsep dan spesifikasi yang akan mengoptimalisasikan fungsi, nilai‐ nilai dan penampilan dari produk dan sistim untuk keuntungan bersama antara pengguna dan produsen (manufacturer) 23 .
23 IDSA (Industrial Design Society of America)
136
Pengertian istilah desain kadang kala cukup sulit dimengerti oleh kalangan yang bukan desainer karena di dalam komunitas desain pemaknaan istilah desain ternyata cukup beragam. Salah satu yang cukup dapat diterima banyak orang adalah devinisi dari sekolah desain Carnegie Mellon School of Design, Desain adalah suatu proses pengubahan suatu bentuk awal ke suatu bentuk baru yang diharapkan. (Design is the process of taking something from its existing state and moving it to a preferred state ). Ini berlaku untuk artefak baru, yang bentuk awalnya belum jelas dan juga untuk artefak yang telah diciptakan sebelumnya yang ingin diperbaiki kondisinya.
Menurut Chartered Society of Designers, sebuah lembaga profesional yang berpusat di London, Inggris, mengatakan bahwa desain adalah suatu daya yang dapat memunculkan inovasi yang merupakan suatu hasil olah kreativitas, dalam konteks memunculkan inovasi dari sisi bentuk tiga dimensi yang diproduksi dalam skala jumlah tertentu. Definisi ini juga meliputi kepada produk yang telah diproduksi menggunakan proses‐proses industrial. Definisi desain industri saat ini dirasakan ketinggalan jaman karena saat ini permesinan produksi telah mampu membuat barang‐barang dalam jumlah satuan dengan bantuan mesin Rapid Prototyping. Dalam era pasca industrial dan dengan semakin majunya definisi desain secara strategis , definisi desain industri klasik sudah tidak dapat dipakai lagi.
Menurut ICSID, (International Council of Societies of Industrial Design) “Desain adalah aktivitas kreatif yang ditujukan untuk mendapatkan kualitas dari berbagai sisi, yang meliputi obyek, proses, layanan hingga sistim daur hidup produk secara keseluruhan. Oleh karenanya, desain adalah faktor inovasi yang sentral untuk menciptakan teknologi inovatif yang manusiawi dan faktor penting bagi pertukaran budaya serta ekonomi”. (Design is a creative activity whose aim is to establish the multi‐faceted qualities of objects, processes, services and their systems in whole life‐cycles. Therefore, design is the central factor of innovative humanization of technologies and the crucial factor of cultural and economic exchange )24.
Proses‐proses desain
Walaupun proses dari desain dapat disebut sebagai proses kreatif, namun pada prakteknya banyak pula melibatkan proses analitikal. Bahkan, banyak desainer industri yang menggunakan beraneka macam metodologi dalam proses kreatifnya. Beberapa proses yang sering digunakan adalah riset pemakai (user research), sketsa, riset komparasi produk, pembuatan model (mockup), pembuatan purwarupa (prototyping) dan pengujian. Proses‐ proses ini dapat secara kronologis atau secara prediksi terbaik yang dibuat oleh desainer dan/atau anggota tim pengembangan produk lainnya. Desainer Industri biasanya menggunakan piranti lunak tiga dimensi, CAID (Computer‐aided industrial design) dan program CAD (Computer Aided Design) untuk merealisasikan konsep ke produksi. Karakteristik produk yang dibuat oleh desainer industri mencakup bentuk keseluruhan dari obyek yang dimaksud, detail peletakan fungsi yang saling berkaitan, warna, tekstur, suara dan aspek‐aspek yang terkait dengan kenyamanan manusia (ergonomi). Desainer industri juga dapat ikut memberi masukan tentang proses produksi, pilihan material, dan bagaimana cara produk tersebut akan dijual kepada konsumen. Pemanfaatan desainer industri dalam
137
proses pengembangan produk dapat meningkatkan nilai melalui peningkatan cara penggunaan (improved usability), pengurangan ongkos produksi dan produk yang lebih menarik minat.
Desain industri tidak berfokus pada konsep‐konsep secara teknikal, produk secara teknikal dan proses secara teknikal. Namun demikian, dalam mempertimbangkan aspek estetika, kegunaan dan ergonomi, desain industri dapat juga memasuki area injiniring produk
(product engineering), faktor kegunaan dan kemudahan (ergonomi), target pasar dan pertimbangan lain seperti daya tarik, psikologi, hasrat, dan persepsi sensual yang melekat pada barang tersebut. Nilai‐nilai ini adalah aspek yang menyertai desain industri diberbagai kajian yang sedang digarap.
Desain produk atau desain industri dapat beririsan dengan bidang lainnya misalnya dengan bidang teknologi informasi, seperti desain user interface piranti lunak, desain informasi
(information design) dan desain interaktif (interaction design). Sekolah‐sekolah desain industri dan desain produk bisa berspesialisasi dengan aspek‐aspek ini mulai dari sekolah seni yang berorientasi pada penggayaan produk (product styling) atau campuran program injiniring dengan desain dan juga menyertakan disiplin desain lainnya seperti desain pameran atau bahkan desain interior.
Undang‐undang tentang desain industri
Undang‐undang tentang desain industri tercakup di dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual yang merupakan perlindungan ekslusif dari desain visualisasi suatu obyek. Suatu desain industri meliputi penciptaan bentuk, konfigurasi atau komposisi dari pola‐pola dan bentuk tiga dimensi yang memiliki nilai‐nilai estetis. Desain industri dapat berupa pola dua dimensi maupun tiga dimensi yang digunakan untuk membuat produk, komoditi industri dan juga produk kerajinan terdapat perjanjian “Hague Agreement Concerning the International Deposit of Industrial Designs”, sebuah lembaga di bawah WIPO, yang menyediakan prosedur pendaftaran internasional. Bila telah didaftarkan, desain akan dilindungi diseluruh negara anggota.
Sebagai fungsi, ICSID menyatakan bahwa desain industri berperan menciptakan penemuan
(discovery) dengan cara membayangkan (to assess) keterhubungan‐keterhubungan aspek organisasional, fungsional, ekspresi dan aspek ekonomi dari suatu produk. Hasilnya adalah penciptaan bentuk yang memiliki ekspresi yang serasi baik secara semiologi25 dan
keselarasan estetis.
ICSID juga mengusulkan kemampuan desain industri yang lebih lebar dengan mengambil definisi besar saja yaitu desain. Desain diartikan meliputi produk, jasa, dan sistim yang berupa perangkat/alat, organisasi dan pola fikir yang diilhami oleh industrialisasi – namun tidak terbatas pada proses produksi yang sudah terpola (serial process) saja. Kata industri yang dilekatkan dibelakang kata desain (menjadi desain industri) tidak hanya terkait pada industri yang bersifat manufaktur klasik (industrious activity) namun pada pengertian
25 Semiotik, studi semiotik, atau semiologi adalah studi dari proses penandaan (semiosis), atau signifikasi dan
komunikasi, tanda dan simbol, baik keduanya atau secara mandiri dan dikelompokkan menjadi sistim penandaan (sign systems). Termasuk studi bagaimana makna dikonstruksikan dan dipahami. (sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Semiotics)
138
industri yang lebih luas. Sehingga, desain adalah aktivitas yang melibatkan banyak bidang profesi, bisa ditinjau dari sisi produk, layanan, grafis, interior, dan arsitektur. Profesi‐profesi ini akan saling menunjang dengan profesi‐profesi lain untuk mencapai suatu kehidupan yang memiliki makna (the value of life).
Dengan demikian, kata desainer menjelaskan seorang individu yang menjalankan suatu profesi intelektual, tidak sekedar sekedar aspek “kosmetik” dari produk.