• Tidak ada hasil yang ditemukan

P EMAHAMAN U MUM S UBSEKTOR I NDUSTRI A RSITEKTUR

content, & industri yang unggul d

DEPERDAG, DEPPERIN

I. P EMAHAMAN U MUM S UBSEKTOR I NDUSTRI A RSITEKTUR

I.1

Definisi Industri Arsitektur 

Definisi jasa arsitektur menurut Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2005  adalah jasa konsultasi arsitek, yaitu mencakup usaha seperti: desain bangunan, pengawasan  konstruksi, perencanaan kota, dan sebagainya.14 

Selain definisi di atas, terdapat beberapa definisi arsitektur berasal dari  sumber acuan  lainnya, yaitu: 

1. Berdasarkan kamus, kata arsitektur (architecture), berarti seni dan ilmu membangun  bangunan. Menurut asal kata yang membentuknya, yaitu Archi = kepala, dan techton =  tukang, maka architecture adalah karya kepala tukang. Arsitektur dapat pula diartikan  sebagai suatu pengungkapan hasrat ke dalam suatu media yang mengandung keindahan   2. Berdasarkan anggaran dasar Ikatan Arsitektur Indonesia, arsitektur didefinisikan sebagai 

wujud  hasil penerapan  pengetahuan,  ilmu,  teknologi,  dan  seni  secara  utuh  dalam  menggubah  ruang  dan  lingkungan  binaan,  sebagai  bagian  dari  kebudayaan  dan  peradaban manusia.15 

3. Berdasarkan  wikipedia,  arsitektur  adalah  aktivitas  desain  dan  membangun  sebuah  gedung serta struktur fisik lainnya, yang   memiliki tujuan utama untuk menyediakan  tempat berteduh bagi kepentingan sosial. Dalam definisi yang lebih luas, arsitektur juga  meliputi  desain  dari  keseluruhan  lingkungan  bangunan,  dari  level  makro,  yaitu  bagaimana  bangunan  dapat  bersatu  dengan  bentang  di  sekitarnya  sampai  dengan  tingkat mikro dari arsitektur atau detil konstruksi, misal: furnitur.16 

Definisi asitektur sebenarnya sangatlah luas. Definisi arsitektur pun hingga saat ini masih  sering  diperdebatkan.  Tetapi  dalam  rangka  pengembangan  peta  jalan  pengembangan  industri  arsitektur  ini,  maka  arsitektur  didefinisikan  sebagai  wujud  hasil  penerapan  pengetahuan,  ilmu,  teknologi,  dan  seni  secara  utuh  dalam  menggubah  ruang  dan  lingkungan binaan, sebagai bagian  dari kebudayaan dan peradaban manusia,  sehingga  dapat menyatu dengan keseluruhan lingkungan ruang dari tingkat makro sampai dengan  tingkat mikro. 

Pada  skala  makro,  arsitektur  berkaitan  dengan  perencanaan  tata  kota  (town  planning,  urban/rural  planning), landscape  planning,   urban design  hingga  perencanaan transportasi.  Sedangkan dalam skala mikro dimulai dari perencanaan interior ruangan hingga bangunan  termasuk eksterior maupun taman. 

14 Studi Pemetaan Industri Kreatif Departemen Perdagangan Indonesia 2007, yang diambil dari Klasifikasi Baku 

Lapangan Usaha Indonesia 2005. 

15 Anggaran Dasar Ikatan Arsitek Indonesia, Pasal 4:Pengertian Umum, 

www.iai.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=72&Itemid=48&limit=1&limitstart=1 

39 

I.2

Rantai Nilai Subsektor Industri Arsitektur 

Proses karya arsitektur sangat jarang ditemukan pembuatan desain secara masal maupun  untuk tujuan stok/penyimpanan. Hal ini dikarenakan keunikan yang terdapat pada masing  masing lokasi atau tempat diimplementasikannya desain arsitektur ditambah keinginan  yang spesifik dari konsumen.  

Model permintaan berupa make on demand membuat arsitek, baik biro maupun perorangan,  hanya akan mendapat pekerjaan jika ada konsumen yang meminta jasanya. Implikasinya  adalah aspek pemasaran dari arsitek sangat menentukan permintaan. Aspek pemasaran ini  pada umumnya sangat bergantung kepada derajat kemashuran dari arsitek. Hal ini dapat  dipenuhi melalui pengenalan karya cipta sebelumnya sebagai gambaran kualitas maupun  kemampuan dari arsitek untuk dipilih oleh konsumen. 

Rantai nilai yang terjadi pada industri arsitektur melalui proses sebagai berikut: 

a. Permintaan konsumen/pengguna jasa 

Konsumen merupakan pihak yang ingin dibuatkan sebuah karya arsitektur dengan  spesifikasi dan  permintaan  tertentu pada sebuah lokasi  tempat  dibangunnya  karya  arsitektur. Konsumen ini dapat berupa individu, organisasi swasta maupun pemerintah.  Konsumen  atau  pengguna  jasa  menurut  Ikatan  Arsitektur  Indonesia  didefinisikan  sebagai  perorangan,  kelompok  orang  atau  suatu  badan  usaha  yang  memberikan  penugasan atau pemberian tugas kepada arsitek, baik untuk melakukan suatu kegiatan  atau  pekerjaan  perancangan  arsitektur  dan/atau  pengawasan  konstruksi  maupun  pengelolaan  proses  pembangunan  lingkungan  arsitektur  (bangunan  dan/atau  lingkungan binaan). 

Konsumen atau pengguna jasa dengan pemilik dapat merupakan entitas yang sama  maupun entitas yang berbeda. Menurut Ikatan Arsitektur Indonesia Pemilik (owner)  dapat  didefinisikan  sebagai  perorangan,  kelompok  orang,  atau  suatu  badan  yang  memiliki proyek pembangunan. 

b. Pembuatan rancangan arsitektur 

Menurut  Ikatan  Arsitek  Indonesia,  rancangan  arsitektur  adalah    hasil  penyusunan  perencanaan  (mulai  dari  proses  pembuatan  sampai  tahap  penjabaran  TOR/Term  of  Reference  atau  KAK/Kerangka  Acuan  Kerja)  dan  perancangan  (konsep  rancangan,  prarancangan,  pengembangan  rancangan  dan  gambar  kerja,  penyiapan  dokumen  pelaksanaan dan proses pengadaan pelaksana konstruksi, serta pengawasan berkala)  sampai  terbentuknya karya  arsitektur, baik  untuk proses perizinan maupun  proses  pelaksanaan konstruksi.17 

Dalam proses pembuatan rancangan arsitektur ini, terdapat beberapa proses yang harus  dilakukan, yaitu: 

Proses  kreasi.  Proses  kreasi  merupakan  sebuah  proses  konseptualisasi,  yang  dilakukan secara intensif antara arsitek  dengan pemberi  pekerjaan.  Dari  proses 

17 Anggaran rumah tangga Ikatan Arsitek Indonesia, BAB2: Pengertian Umum, pasal 2, 

40 

konseptualisasi ini akan dihasilkan draft gambar sebagai dasar pembuatan gambar  teknik yang lebih detail. 

Produksi gambar teknik. Gambar teknik merupakan pengejawantahan dari sketsa  menjadi objek yang dapat dilihat sebagai medium dalam mengkomunikasikan ide  pada  proses  kreasi  menjadi  gambar  yang  dapat  dipakai  untuk  implementasi.  Medium yang dapat dipakai untuk penyampaian ide dapat berupa gambar dua  dimensi maupun animasi tiga dimensi seperti digital mock‐up unit (DMU) baik secara  fisik seperti gambar dan maket maupun dalam bentuk softcopy.   

c. Pengiriman hasil desain 

Setelah proses kreasi dan gambar selesai dilakukan, hasil desain/rancangan arsitektur ini  dikirimkan kepada konsumen dan kontraktor untuk dilakukan proses selanjutnya. Hasil  desain ini bukan saja berupa maket ataupun gambar melainkan juga arsitek sebagai  perancang yang harus terjun ke lokasi. 

d. Implementasi dan pengawasan 

Sebagai proses paling akhir dari rantai nilai industri arsitektur dilakukan pengawasan  terhadap implementasi desain yang telah dilakukan. Hal ini menjaga agar kontraktor  melakukan pekerjaan sesuai dengan desain yang telah dihasilkan oleh arsitek. 

e. Komersialisasi 

Komersialisasi  sudah terlepas dari  proses rangkaian  penciptaan  nilai  pada  industri  arsitektur. Namun, komersialisasi dibutuhkan sebagai sarana promosi dan pemasaran  dari seorang arsitek untuk mendapatkan proyek lainnya. Disini lebih ditekankan pada  unsur publikasi dan unjuk karya sebagai portofolio dari arsitek yang bersangkutan.   Secara keseluruhan, rantai nilai dari industri arsitektur dapat dilihat pada gambar berikut: 

  Gambar 5 Rantai Nilai Industri Arsitektur 

Pada proses kreasi yang mengolah permintaan konsumen menjadi desain sangat ditentukan  oleh  kreativitas  &  daya  kreasi  arsitek,  sedangkan  produksi  gambar  teknik  akan  membutuhkan kemampuan yang sifatnya lebih teknis yang mengikuti standar tertentu.  Gambar  ini  akan  digunakan  oleh  pihak  lain  sebagai  referensi  pembangunan.  Disini  diperlukan peralatan dan teknologi yang diperlukan untuk menghasilkan desain. Proses  kreasi dan produksi gambar teknik dapat dilakukan oleh satu pihak yang sama walau tidak  tertutup kemungkinan dikerjakan oleh pihak terpisah. 

Pada  pengiriman  hasil  desain  dan pengawasan,  arsitek  harus  terjun  ke  lokasi  tempat  dilangsungkannya pembangunan hasil desain walaupun yang melakukan  implementasi  adalah pihak lain. Secara keseluruhan, hasil karya arsitektur dapat diidentikkan dengan  lokasi tempat diimplementasikannya hasil desain dimana hal ini juga dapat digunakan