• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.6. Estimasi Besar Sampel

Penelitian ini merupakan penelitian yang pertama dilakukan di Indonesia khususnya di Sumatera Utara yang meneliti perbedaan skor MoCA Ina antara laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat risperidon dengan penambahan Donepezil, dan yang hanya mendapat risperidon. Oleh sebab itu, untuk mengetahui besar sampel dilakukan penelitian pendahuluan dari bulan September – Nopember 2017 dengan merekrut 10 subjek yang mendapat risperidon dengan penambahan dan 10 orang subjek yang mendapat risperidon dan dilakukan prosedur penelitian dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 3.1. Pengukuran Skor MoCA-Ina pada kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat risperidon dengan penambahan donepezil

Rerata ± s.b

Skor MoCA-Ina minggu 0 20,40 ± 2,271

Skor MoCA-Ina akhir minggu 6 21,20 ± 2,098 Skor Moca-Ina akhir minggu 12 22,60 ± 2,221 Selisih skor MoCA-Ina minggu 0 dan 6 0,80 ± 0,632 Selisih skor MoCA-Ina minggu 6 dan 12 1,40 ± 0,516 Selisih skor MoCA-Ina minggu 0 dan 12 2,20 ± 0,422

Tabel 3.2. Pengukuran Skor MoCA-Ina pada kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat risperidon

Rerata ± s.b

Skor MoCA-Ina minggu 0 18,90 ± 2,025

Skor MoCA-Ina akhir minggu 6 19,20 ±1,989 Skor MoCA-Ina akhir minggu 12 20,70 ± 1,767 Selisih skor MoCA-Ina minggu 0 dan 6 0,30 ± 0,438 Selisih skor MoCA-Ina minggu 6 dan 12 1,50 ± 0,527 Selisih skor MoCA-Ina minggu 0 dan 12 1,80 ± 0,422

3.6.1 Besar sampel yang diperkirakan untuk mengetahui perbedaan skor MoCA-Ina antara laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat risperidon dengan penambahan donepezil dan yang hanya mendapat risperidon pada akhir minggu ke-6

Sebelumnya dihitung simpang baku gabungan dengan menggunakan rumus berikut ini:

=

( )

Sg : Simpang baku gabungan

(Sg)2 : Varian gabungan

S1 : Simpang baku kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat risperidon dengan penambahan donepezil pada studi pendahuluan = 2,098

S2 : Simpang baku kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang

hanya mendapat risperidon pada studi pendahuluan = 1,989 n1 : Besar sampel kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang

mendapat risperidon dengan penambahan donepezil pada studi pendahuluan = 10

n2 : Besar sampel kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang hanya mendapat risperidon pada studi pendahuluan = 10

Dari rumus maka diperoleh hasil sebagai berikut:

=

( )

=

=

=

=

= 2,044 Untuk jumlah besar sampel didapatkan :

(

)

n1 : Besar sampel kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil

n2 : Besar sampel kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang hanya mendapat pengobatan risperidon

Zα : Kesalahan tipe I (α) ditetapkan sebesar 5%, sehingga Zα = 1,96 (hipotesis dua arah)

Zβ : Kesalahan tipe II (β) ditetapkan sebesar 10%, sehingga Zβ = 1,28

S : Simpang baku gabungan = 2,044

X1-X : Perbedaan rerata diantara dua kelompok yang dianggap bermakna dari studi pendahuluan = 2,0

(

)

=

(

)

= (( ) )

= ( ) = 2 (3,312)2

= 2 (10,969)

= 21,938  22

3.6.2. Besar sampel yang diperkirakan untuk mengetahui perbedaan skor MoCA-Ina antara laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat risperidon dengan penambahan donepezil dan yang hanya mendapat risperidon pada akhir minggu ke-12

Sebelumnya dihitung simpang baku gabungan dengan menggunakan rumus berikut ini:

=

( )

Sg : Simpang baku gabungan (Sg)2 : Varian gabungan

S1 : Simpang baku kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat risperidon dan penambahan donepezil pada studi pendahuluan = 2,098

S2 : Simpang baku kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang hanya mendapat risperidon pada studi pendahuluan = 1,767

n1 : Besar sampel kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat risperidon dengan penambahan donepezil pada studi pendahuluan = 10

n2 : Besar sampel kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang hanya mendapat risperidon pada studi pendahuluan = 10

Dari rumus maka diperoleh hasil sebagai berikut :

=

( )

=

=

=

=

= 2,007 Untuk jumlah besar sampel didapatkan :

(

)

n1 : Besar sampel kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil

n2 : Besar sampel kelompok laki-laki dengan skizofrenia yang hanya mendapat pengobatan risperidon

Zα : Kesalahan tipe I (α) ditetapkan sebesar 5%, sehingga Zα = 1,96 (hipotesis dua arah)

Zβ : Kesalahan tipe II (β) ditetapkan sebesar 10%, sehingga Zβ = 1,28

S : Simpang baku gabungan = 2,007

X1-X2 : Perbedaan rerata diantara dua kelompok yang dianggap

bermakna dari studi pendahuluan = 1,9

(

)

=

(

)

= (( ) )

= ( ) = 2 (3,423)2

= 2 (11,717)

= 23,434  24

3.6.3. Besar sampel yang diperkirakan untuk mengetahui perbedaan skor MoCA-Ina antara laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat risperidon dengan penambahan donepezil, pada akhir minggu ke-6

(

)

Keterangan:

Zα = Kesalahan tipe I (α) ditetapkan sebesar 5%, sehingga Zα = 1,96 (hipotesis dua arah)

Zβ = Kesalahan tipe II (β) ditetapkan sebesar 10%, sehingga Zβ = 1,28

X1-X2 = Selisih minimal rerata yang dianggap bermakna = 0,80 S = Simpang baku dari selisih nilai antar kelompok

= Simpang baku pada kelompok berpasangan adalah simpang baku selisih dari kelompok yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil pada awal (baseline) dan akhir minggu ke-6 pada studi pendahuluan = 0,632

(

)

(

)

( )

→7

3.6.4. Besar sampel yang diperkirakan untuk mengetahui perbedaan skor MoCA-Ina pada laki-laki dengan skizofrenia yang hanya mendapat risperidon, pada akhir minggu ke-6:

(

)

Keterangan:

Zα = Kesalahan tipe I (α) ditetapkan sebesar 5%, sehingga Zα = 1,96 (hipotesis dua arah)

Zβ = Kesalahan tipe II (β) ditetapkan sebesar 10%, sehingga Zβ = 1,28

X1-X2 = Selisih minimal rerata yang dianggap bermakna = 1,0 S = Simpang baku dari selisih nilai antar kelompok

= Simpang baku pada kelompok berpasangan adalah simpang baku selisih dari kelompok yang hanya mendapat pengobatan risperidon pada awal (baseline) dan akhir minggu ke-6 pada studi pendahuluan = 0,438

(

)

(

)

( )

→ 23

3.6.5. Besar sampel yang diperkirakan untuk mengetahui perbedaan skor MoCA-Ina antara laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat risperidon dengan penambahan donepezil, pada akhir minggu ke-12

(

)

Keterangan:

Zα = Kesalahan tipe I (α) ditetapkan sebesar 5%, sehingga Zα = 1,96 (hipotesis dua arah)

Zβ = Kesalahan tipe II (β) ditetapkan sebesar 10%, sehingga Zβ = 1,28

X1-X2 = Selisih minimal rerata yang dianggap bermakna = 1,40

S = Simpang baku dari selisih nilai antar kelompok

= Simpang baku pada kelompok berpasangan adalah simpang baku selisih dari kelompok yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan Donepezil pada akhir minggu ke-6 dan akhir minggu ke-12 pada studi pendahuluan = 0,516

(

)

(

)

( )

→2

3.6.6. Besar sampel yang diperkirakan untuk mengetahui perbedaan skor MoCA-Ina pada laki-laki dengan skizofrenia yang hanya mendapat risperidon, pada akhir minggu ke-12

(

)

Keterangan:

Zα = Kesalahan tipe I (α) ditetapkan sebesar 5%, sehingga Zα = 1,96 (hipotesis dua arah)

Zβ = Kesalahan tipe II (β) ditetapkan sebesar 10%, sehingga Zβ = 1,28

X1-X2 = Selisih minimal rerata yang dianggap bermakna = 1,50

S = Simpang baku dari selisih nilai antar kelompok

= Simpang baku pada kelompok berpasangan adalah simpang baku selisih dari kelompok yang hanya mendapat pengobatan risperidon pada akhir minggu ke-6 dan akhir minggu ke-12 pada studi pendahuluan = 0,527

(

)

(

)

( )

→ 2

Dapat disimpulkan bahwa besar sampel untuk masing-masing kelompok yaitu kelompok yang mendapat risperidon dengan penambahan donepezil sebanyak 24 subjek dan yang hanya mendapat risperidon sebanyak 24 subjek.

3.7. Persetujuan setelah penjelasan / Informed consent

Semua subjek telah diminta persetujuan secara tertulis untuk ikut serta dalam penelitian setelah terlebih dahulu diberi penjelasan yang terperinci dan jelas.

3.8. Etika Penelitian

Penelitian ini sudah mendapat persetujuan dari Komite Etik Penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

3.9. Cara Kerja

 Penelitian ini dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Komite Etik Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

 Pengambilan data didahului dengan wawancara terstruktur dengan menggunakan MINI ICD-10 dan penegakan diagnosis dengan menggunakan pedoman diagnostik berdasarkan PPDGJ-III, kemudian dilanjutkan skrining dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi.

 Seluruh laki-laki dengan skizofrenia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diberikan penjelasan yang terperinci dan jelas dari penulis dan jika pasien bersedia, maka pasien diminta untuk menandatangani persetujuan untuk menjadi subjek dalam penelitian ini.

 Untuk pemilihan subjek dilakukan alokasi subjek dengan cara sebagai berikut; peneliti membuat urutan nomor 1 dan 48, kemudian peneliti menyiapkan wadah yang diberi keterangan atau label untuk subjek yang dimasukkan kedalam kelompok yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil sebagai kelompok 1 dan kelompok 2 yang hanya mendapat risperidon. Nomor tersebut dipilih dan diacak kemudian nomor yang terpilih dimasukkan masing-masing sebanyak 24 nomor, kemudian nomor dilihat dan didata kembali, ketika subjek datang maka disesuaikan dengan nomor urutan yang terdapat dalam masing-masing wadah.

 Kedua kelompok subjek mendapat risperidon dengan fixed dose 4 mg/hari/oral terbagi dalam 2 dosis, sedangkan kelompok intervensi mendapatkan penambahan donepezil dengan dosis 5mg/hari/oral pada malam hari sebelum tidur sampai minggu ke-6, kemudian dinaikkan dosis donepezil menjadi 10mg/hari/oral pada malam hari sebelum tidur sampai

minggu ke-12, sebanyak 24 subjek. Sedangkan 1 kelompok lainnya yang hanya mendapat pengobatan risperidon dengan fixed dose 4 mg/hari/oral terbagi dalam 2 dosis selama 12 minggu sebanyak 24 subjek.

 Sebelum dilakukan intervensi tiap-tiap kelompok akan dinilai skor PANSS sebagai data baseline selama ± 10 menit. Pada pengukuran skor PANSS, dilakukan uji kesesuaian antara interrater dan penulis dengan menggunakan uji komparatif kesesuaian numerik (Bland Altman) karena variabel yang digunakan adalah variabel dengan skala numerik, dengan hasil yang didapatkan sebagai berikut:

Skor Total PANSS

Interrater Penulis Selisih

66 67 1

68 68 0

68 67 1

74 74 0

70 71 1

70 69 -1

66 67 1

68 68 0

68 69 1

70 70 0

Skor Total PANSS

Minimal = rerata selisih – 1,96 x simpang baku

= 0,40 -1,96 x 0,699 = -0,970

Maksimal = rerata selisih + 1,96 x simpang baku = 0,40 + 1,96 x 0,699 = 1,770

 Pada akhir minggu ke-6 dan pada akhir minggu ke-12 akan dilakukan kembali pengukuran skor MoCA-Ina.

 Dalam perjalanan pengobatan jika dijumpai adanya efek samping pengobatan, maka subjek tersebut selanjutnya akan dikeluarkan dalam penelitian, dan akan diganti dengan subjek yang baru sehingga tetap memenuhi besar sampel yang telah ditetapkan. Hal ini dikarenakan pada studi ini merupakan on treatment analysis.

 Kriteria drop out adalah subjek yang tidak patuh terhadap pengobatan, mengundurkan diri, dan muncul efek samping yang berat dari pengobatan.

 Setelah semua data terkumpul akan dilakukan pengolahan dan analisis data serta disajikan dalam bentuk tabel.

 Laporan hasil penelitian

3.10. Kerangka Operasional

3.11. Identifikasi variabel

a. Variabel bebas : donepezil

b. Variabel tergantung: Skor MoCA-Ina

3.12. Definisi Operasional

No Definisi Variabel Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala 1 Laki-laki dengan

6 Lama sakit adalah lama

12 Skala Montreal Cognitive

15 Riwayat hospitalisasi Jumlah serangan

3.13 . Rencana manajemen dan analisis data

Setelah data dikumpulkan, dilakukan pengolahan data dengan tahap-tahap sebagai berikut: (1). Editing adalah merupakan langkah untuk meneliti kelengkapan data yang diperoleh melalui wawancara, (2). Koding adalah usaha untuk mengklasifikasikan jawaban yang ada menurut jenisnya, (3). Tabulasi adalah kegiatan memasukkan data-data hasil penelitian ke dalam tabel berdasarkan variabel yang diteliti, (4). Analisis data adalah data dianalisis menggunakan uji statistik SPSS. Dilakukan uji normalitas terhadap data masing-masing kelompok dengan menggunakan uji Saphiro-Wilk oleh karena jumlah subjek masing-masing kelompok ≤ 50. Uji hipotesis dilakukan sebagai berikut:

1. Sebelum dilakukan analisis data, terlebih dahulu sebaran data dinilai dengan uji normalitas Shapiro-Wilk karena jumlah sampel ≤ 50 subjek.28 2. Untuk mengetahui perbedaan skor MoCA-Ina pada laki-laki dengan

skizofrenia yang mendapat risperidon dengan penambahan donepezil dan yang hanya mendapat risperidon pada akhir minggu ke-6 dan akhir minggu ke-12 (kelompok tidak berpasangan lebih dari satu kali pengukuran), analisis data menggunakan uji General Linier Model (GLM) jika data berdistribusi normal. Jika data tidak berdistribusi normal, maka akan dilakukan transformasi data, dan apabila data tetap tidak berdistribusi normal, uji pengukuran Mann Whitney U berulang.28

3. Untuk mengetahui perbedaan skor MoCA-Ina pada laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat risperidon dengan penambahan donepezil pada minggu 0 sebelum penambahan donepezil, pada akhir minggu ke-6 dan

akhir minggu ke-12 (kelompok berpasangan lebih dari dua kali pengukuran), analisis data menggunakan uji Repeated Anova dengan Post Hoc Bonferroni jika data berdistribusi normal. Jika data tidak berdistribusi normal, maka akan dilakukan uji transformasi data, dan apabila data tetap tidak berdistribusi normal maka akan dilakukan uji Friedman dengan Post Hoc Wilcoxon.28

4. Untuk mengetahui perbedaan skor MoCA-Ina pada laki-laki dengan skizofrenia yang hanya mendapat risperidon pada minggu 0, pada akhir minggu ke-6 dan akhir minggu ke-12 (kelompok berpasangan lebih dari dua kali pengukuran), analisis data menggunakan uji Repeated Anova dengan Post Hoc Bonferroni jika data berdistribusi normal. Jika data tidak berdistribusi normal, maka akan dilakukan uji transformasi data, dan apabila data tetap tidak berdistribusi normal maka akan dilakukan uji Friedman dengan Post Hoc Wilcoxon.28

BAB 4

HASIL PENELITIAN

Penelitian ini telah dilakukan di Poliklinik psikiatri RSUP. Dr. Pirngadi Medan Sumatera Utara. Pengambilan subjek studi ini dilakukan dengan cara non probability sampling, consecutive sampling. Sebanyak 48 subjek ikut dalam studi ini, dengan kelompok yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil sebanyak 24 subjek dan yang hanya mendapat pengobatan risperidon sebanyak 24 subjek.

4.1. Karakteristik demografik

Sebelum dilakukan uji analisis antar kelompok subjek penelitian dilakukan uji normalitas terlebih dahulu. Dilakukan uji untuk karakteristik demografik umur, lama sakit, usia awitan, merokok, Indeks massa tubuh (IMT), PANSS minggu 0, PANSS minggu 6, PANSS minggu 12, MoCA-Ina minggu 0, riwayat hospitalisasi, status pendidikan, status pekerjaan, dan status pekerjaan. Karena jumlah subjek dalam studi ini dibawah sama dengan 50 subjek (≤ 50), yaitu 24 subjek yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil dan 24 subjek yang hanya mendapat pengobatan risperidon, maka akan dilakukan uji normalitas Shapiro-Wilk.

Tabel 4.1. Distribusi subjek penelitian berdasarkan perbedaan karakteristik

a Uji t tidak berpasangan

b Uji Chi Square

c Uji Fisher

d Uji Mann-Whitney U

e Uji t tidak berpasangan (rerata geometrik)

Tabel 4.1 memperlihatkan karakteristik demografik dari masing-masing kelompok. Rerata umur pada kelompok subjek yang mendapatkan pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil adalah 31,38 tahun dengan simpang

baku 4,78 tahun dan yang hanya mendapat risperidon adalah 31,42 dengan simpang baku 4,68 tahun. Status pendidikan untuk masing-masing subjek didapatkan status terbanyak adalah pendidikan SMA pada kelompok subjek yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil sebanyak 17 (70,80%) subjek. Sedangkan untuk kelompok subjek yang hanya mendapatkan pengobatan risperidon terbanyak adalah pendidikan SMA sebanyak 18 (75%) subjek. Pada status pekerjaan subjek terbanyak untuk kelompok yang mendapat pengobatan dengan penambahan donepezil sebanyak 17 (70,80%) subjek.

Sedangkan kelompok subjek yang hanya mendapat pengobatan risperidon yang tidak bekerja sebanyak 19 (79,20%). Pada status pernikahan untuk subjek terbanyak untuk status pernikahan adalah subjek yang tidak menikah, untuk subjek yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil sebanyak 20 (83,30%) subjek, sedangkan subjek yang hanya mendapat pengobatan risperidon status terbanyak juga yang tidak menikah sebanyak 19 (79,20%). Untuk lama sakit kelompok subjek yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil nilai median adalah 6,50 tahun dengan batas nilai minimum-maksimum adalah 5,00-10,00 tahun, untuk kelompok subjek yang hanya mendapatkan pengobatan risperidon nilai median adalah 6 tahun dengan batas nilai minimum-maksimum adalah 5,00-10,00 tahun. Untuk usia awitan kelompok subjek yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil nilai rerata geometrik adalah 24,37 tahun dengan IK 95%

adalah 22,69-26,18 tahun, sedangkan untuk kelompok subjek yang hanya mendapat risperidon nilai rerata geometrik adalah 24,55 tahun dengan IK 95%

adalah 23,01-26,18 tahun. Untuk status merokok kedua kelompok subjek yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil dan yang hanya mendapat risperidon didapatkan nilai median yang sama yaitu 12,00 batang rokok dan nilai batas minimum-maksimum 10,00-16,00 batang rokok. Untuk status Indeks Massa Tubuh (IMT) pada kelompok subjek yang mendapat risperidon dengan penambahan donepezil nilai median adalah 23,03 dan batas nilai minimum-maksimum adalah 20,25-24,09 dan untuk kelompok subjek yang hanya mendapat pengobatan risperidon nilai median adalah 22,85 dengan batas nilai minimum-maksimum adalah 20,76-25,28. Rerata skor PANSS pada minggu 0 untuk kelompok subjek yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil adalah 68,29 dengan nilai simpang baku 3,47 dan rerata skor PANSS minggu 0 kelompok subjek yang hanya mendapat pengobatan risperidon adalah 67,33 dengan simpang baku 3,75. Untuk skor MoCA-Ina minggu 0 sebelum penambahan donepezil pada kelompok subjek yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil nilai median adalah 19,00 dengan nilai minimum-maksimum 18,00-24,00 dan untuk kelompok subjek yang hanya mendapat pengobatan risperidon skor MoCA-Ina minggu 0 nilai median adalah 19,50 dengan minimum-maksimum 17,00-24,00. Untuk riwayat hospitalisasi kelompok yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil nilai median 1,00 dan nilai minimum-maksimum 0-3,00 demikian juga untuk kelompok yang hanya mendapat pengobatan risperidon nilai median 1,00 dan nilai minimum-maksimum 1,00-3,00.

4.2. Perbedaan skor MoCA-Ina laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil pada minggu 0 sebelum penambahan donepezil, akhir minggu ke-6 dan akhir minggu ke-12.

Skor MoCA-Ina yang minggu 0 sebelum penambahan donepezil vs Skor MoCA-Ina akhir minggu ke-12 p<0,001; Skor MoCA-Ina akhir minggu ke-6 vs Skor MoCA-Ina akhir minggu ke-12 p=0,007.

Tabel 4.2 memperlihatkan nilai median skor MoCA-Ina pada minggu 0 sebelum penambahan donepezil untuk kelompok subjek yang mendapatkan risperidon dengan penambahan donepezil adalah 19,00 dengan batas nilai minimum-maksimum 16,00-24,00 sedangkan nilai median skor MoCA-Ina pada akhir minggu ke-6 adalah 21,00 dengan batas nilai minimum-maksimum 17,00-25,00 dan nilai median skor MoCA-Ina pada akhir minggu ke-12 adalah 22,50 dengan batas nilai minimum-maksimum 20,00-26,00. Hasil analisis dengan uji Friedman untuk skor MoCA-Ina pada minggu 0, akhir minggu ke-6 dan akhir minggu ke-12 memiliki nilai p<0,001 yang menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05). Sehingga uji tersebut dilanjutkan dengan post hoc Wilcoxon untuk menilai skor MoCA-Ina minggu 0 sebelum penambahan donepezil dan skor MoCA-Ina pada akhir minggu ke-6 (p<0,001), skor MoCA-Ina pada minggu 0 dengan akhir minggu ke-12 ( p<0,001), dan skor MoCA-Ina pada akhir minggu

ke-6 dan skor MoCA-Ina akhir minggu ke-12 (p=0,007). Secara statistik dan klinis, skor MoCA-Ina minggu 0 sebelum penambahan donepezil, berbeda dengan skor MoCA-Ina akhir minggu ke-6, secara statistik dan klinis skor MoCA-Ina minggu 0 sebelum penambahan donepezil berbeda dengan skor MoCA-Ina akhir minggu ke-12, secara statistik dan klinis skor MoCA-Ina akhir minggu ke-6 berbeda dengan skor MoCA-Ina akhir minggu ke12, sehingga ketiga pengukuran tersebut menunjukkan perbedaan bermakna yaitu p<0,05.

4.3. Perbedaan skor MoCA-Ina laki-laki dengan skizofrenia yang hanya mendapat pengobatan risperidon pada minggu 0, akhir minggu ke-6 dan

Uji Friedman. Nilai p pada post hoc Wilcoxon: Skor MoCA-Ina pada minggu 0 vs Skor MoCA-Ina akhir minggu 6 p<0,001; Skor MoCA-Ina pada minggu 0 vs Skor MoCA-Ina akhir minggu ke-12 p<0,001; Skor MoCA-Ina akhir minggu ke-6 vs Skor MoCA-Ina akhir minggu ke-ke-12 p<0,001.

Tabel 4.3 memperlihatkan nilai median skor MoCA-Ina pada minggu 0 kelompok subjek yang mendapat pengobatan risperidon adalah 19,50 dengan batas nilai minimum-maksimum 17,00-24,00 sedangkan nilai median skor MoCA-Ina pada akhir minggu ke-6 adalah 21,00 dengan batas nilai minimum-maksimum 17,00-24,00 dan nilai median pada skor MoCA-Ina akhir minggu ke-12 adalah 21,00 dengan batas nilai minimum-maksimum 18,00-24,00. Hasil

analisis dengan uji Friedman untuk skor MoCA-Ina pada minggu 0, akhir minggu ke-6 dan akhir minggu ke-12 memiliki nilai p<0,001 yang menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05). Sehingga uji tersebut dilanjutkan lagi dengan post hoc Wilcoxon dimana, skor Ina pada minggu 0 dengan skor MoCA-Ina pada akhir minggu ke-6 (p=0,001), Skor MoCA-MoCA-Ina pada minggu 0 dengan skor MoCA-Ina akhir minggu ke-12 (p<0,001) dan skor MoCA-Ina akhir minggu ke-6 dengan skor MoCA-Ina akhir minggu ke-12 (p<0,001). Secara statistik dan klinis, skor MoCA-Ina minggu 0, berbeda dengan skor MoCA-Ina akhir minggu ke-6, secara statistik dan klinis skor MoCA-Ina minggu 0 berbeda dengan skor MoCA-Ina akhir minggu ke-12, secara statistik dan klinis skor MoCA-Ina akhir minggu ke-6 berbeda dengan skor MoCA-Ina akhir minggu ke12, sehingga ketiga pengukuran tersebut menunjukkan perbedaan bermakna yaitu p<0,05.

4.4. Perbedaan Skor MoCA-Ina pada laki-laki dengan skizofrenia yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil dan yang hanya mendapat risperidon pada akhir minggu ke-6 dan akhir minggu ke-12

Skor MoCA-Ina n Median

Uji Mann-Whitney U berulang p<0,05

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa nilai median skor MoCA-Ina akhir minggu ke-6 untuk kelompok yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil adalah 21,00 dengan nilai batas minimum-maksimum 17,00-25,00 demikian juga nilai median untuk kelompok yang hanya mendapat pengobatan risperidon adalah 21,00 namun berbeda pada batas nilai minimum-maksimum 17,00-24,00 dengan nilai p=0,415 dimana tidak terdapat perbedaan bermakna kedua kelompok pengobatan pada akhir minggu ke-6 (p<0,05). Nilai median skor MoCA-Ina pada akhir minggu ke-12 untuk kelompok yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil adalah 22,50 dengan batas nilai minimum-maksimum 20,00-26,00 sedangkan nilai median skor MoCA-Ina untuk kelompok yang hanya mendapat pengobatan risperidon adalah 21,00 dengan batas nilai minimum-maksimum 18,00-24,00 dengan nilai p=0,013 dimana terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok pada akhir minggu ke-12 (p<0,05).

Dari hasil studi ini maka dapat dilihat perbedaan dan peningkatan setiap rerata skor MoCA-Ina pada kedua subjek penelitian kelompok yang mendapat risperidon dengan penambahan donepezil dan yang hanya mendapat risperidon, dan juga perbedaan serta penurunan skor PANSS pada kedua kelompok yang dinilai pada minggu 0 sampai minggu ke-12, hasil tersebut dapat dilihat dari grafik rerata skor MoCA-Ina dan rerata skor PANSS berikut ini:

4.5. Grafik pengamatan rerata skor MoCA-Ina pada kedua kelompok subjek yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil dan yang hanya mendapat risperidon

Gambar 4.5. Pengamatan rerata skor MoCA-Ina kelompok subjek yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan donepezil 5 mg sampai akhir minggu ke-6 dan penambahan donepezil 10 mg sampai akhir minggu ke-12 dan kelompok subjek yang hanya mendapat risperidon.

Dari gambar 4.5 menunjukkan perbedaan skor MoCA-Ina pada kedua kelompok subjek yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan

Dari gambar 4.5 menunjukkan perbedaan skor MoCA-Ina pada kedua kelompok subjek yang mendapat pengobatan risperidon dengan penambahan