11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)
b. Beban Pajak Penghasilan Badan - Pajak Kini
(lanjutan) b. Corporate Income Tax Expense - Current Tax (continued)
Taksiran laba fiskal tahun 2008 akan dilaporkan pada Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak penghasilan tahun 2008 yang akan disampaikan kepada Kantor Pajak.
The estimated taxable income in 2008 will be reported in the 2008 Corporate Income Tax Return that will be filed to the Tax Office.
Pada September 2008, Undang-undang No. 7 Tahun 1983 mengenai “Pajak Penghasilan” diubah untuk keempat kalinya dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak
penghasilan badan dari sebelumnya
menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. Perusahaan mencatat dampak perubahan tarif pajak tersebut sebesar Rp35.740.466.743 sebagai bagian dari beban pajak pada tahun berjalan.
In September 2008, Law No. 7 Year 1983 regarding “Income Tax” has been revised for the fourth time with Law No. 36 Year 2008. The revised Law stipulates changes in corporate tax rate from a progressive tax rate to a single rate of 28% for fiscal year 2009 and 25% for fiscal year 2010 onwards. The Company recorded the impact of the changes
in tax rates which amounted to
Rp35,740,466,743 as part of deferred tax expense in the current year operations.
Perusahaan memanfaatkan insentive tarif pajak tertinggi dari 30% menjadi 25% sesuai dengan
Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia No. 238/PMK.03/2008 tanggal 30 Desember 2008 tentang penurunan tarif bagi wajib pajak dalam negeri yang berbentuk Perseroan Terbuka yang telah memenuhi kriteria yang ditentukan.
The Company utilized the upper level of tax rate incentive from 30% to be 25% based on the Regulation of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia No. 238/PMK.03/2008 dated December 30, 2008 regarding the tariff reduction for domestic tax payers in the form of public companies, which has met the determined criteria.
c. Beban Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan c. Corporate Income Tax Expense - Deferred
Tax
Perhitungan manfaat (beban) pajak tangguhan, bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
Calculations of deferred tax benefit (expense), net for the years ended December 31, 2008 and 2007 are as follows:
2008 2007
Manfaat (beban) pajak
tangguhan Deferred tax benefit (expense)
Penyusutan 39.430.464.932 (5.392.342.665) Depreciation
Imbalan kerja karyawan (667.933.188) 835.600.673 Employee benefits
Sewa pembiayaan (6.374.278.960) 2.434.116.318 Finance lease
Penyisihan persediaan 3.918.811.305 - Inventory allowance
Penyisihan piutang tak
tertagih 359.283.360 - Provision for doubtful accounts
Laba ditangguhkan dan amortisasi laba ditangguhkan atas transaksi penjualan dan penyewaan kembali,
bersih (944.886.345) (159.349.079)
Deferred gain and amortization of deferred gain
on sale-and-leaseback transactions, net Manfaat (beban) pajak
11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)
c. Beban Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan (lanjutan)
c. Corporate Income Tax Expense - Deferred Tax (continued)
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan badan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dengan beban pajak penghasilan badan, bersih adalah sebagai berikut:
Reconciliation between income before corporate income tax expense, multiplied by the applicable tax rate and the corporate income tax expense, net are as follows:
2008 2007
Laba sebelum beban pajak
penghasilan badan 25.006.408.269 23.178.852.062 Income before corporate income tax expense
Taksiran pajak penghasilan dengan tarif pajak yang
berlaku (6.242.269.658) (6.936.155.477)
Estimated income tax at applicable tax rate
Pengaruh pajak atas beda
tetap 3.520.788.019 1.504.594.524
Tax effect on permanent differences
Penurunan tarif pajak untuk tahun-tahun
mendatang 35.740.466.743 -
Reduction tax rate for up coming years Jumlah manfaat (beban)
pajak penghasilan
badan, bersih 33.018.985.104 (5.431.560.953) Total corporate income tax benefit (expense), net
Aset (kewajiban) pajak tangguhan terdiri dari: Deferred tax assets (liabilities) consist of:
2008 2007
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Imbalan kerja karyawan 3.673.056.758 4.340.989.946 Employee benefits
Penyisihan persediaan 3.918.811.305 - Inventory allowance
Penyisihan piutang tak
tertagih 359.283.359 - Provision for doubtful accounts
Laba (rugi) ditangguhkan dan amortisasi laba (rugi) ditangguhkan atas transaksi penjualan dan
penyewaan kembali (21.339.036) 923.547.308
Deferred gain (loss) and amortization of deferred gain
(loss) on sale-and-leaseback transactions
Sub-jumlah 7.929.812.386 5.264.537.254 Sub-total
Kewajiban pajak
tangguhan Deferred tax liabilities
Aset tetap 176.140.458.361 215.570.923.293 Fixed assets
Sewa pembiayaan 6.374.278.960 - Finance lease
Sub-jumlah 182.514.737.321 215.570.923.293 Sub-total
Kewajiban pajak
11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)
d. Taksiran Tagihan Pajak Penghasilan d. Estimated Claims for Tax Refund
2008 2007
Lebih bayar pajak penghasilan badan -
Pasal 29 (Catatan 11b) Overpayment of corporate income tax - Article 29 (Note 11b)
Tahun 2006 - 2.640.859.402 Year 2006
Tahun 2007 7.202.046.053 7.202.046.053 Year 2007
Tahun 2008 14.203.942.502 - Year 2008
Jumlah taksiran tagihan
pajak penghasilan 21.405.988.555 9.842.905.455
Total estimated claims for tax refund
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), tanggal 1 April
2008, Perusahaan memiliki kelebihan
pembayaran pajak penghasilan pasal 22 dan 25 tahun 2006 sebesar Rp2.515.163.902. Perbedaan sebesar Rp125.695.500 antara jumlah taksiran tagihan pajak penghasilan
sebesar Rp2.640.859.402 yang dicatat
Perusahaan dan jumlah yang disetujui, dibebankan sebagai biaya tahun 2008. Perusahaan juga menerima surat keputusan kurang bayar beserta dendanya untuk pajak penghasilan pasal 21 (Jakarta), pasal 4 (2), 23, 26 dan pajak pertambahan nilai tahun 2006 sebesar Rp8.043.497.795 yang dibebankan sebagai biaya tahun 2008. Jumlah kurang bayar pajak sebesar Rp8.043.497.795 setelah dikompensasi dengan lebih bayar pajak sebesar Rp2.515.163.902 menjadi sebesar
Rp5.528.333.893 dan telah dibayar
Perusahaan di tahun 2008.
Based on the decision letter of the Directorate General of Taxation (DGT), dated April 1, 2008, the Company’s refundable 2006 income tax articles 22 and 25 amounted to Rp2,515,163,902. The difference of Rp125,695,500 between the Company’s record of total estimated claim for tax refund amounting to Rp2,640,859,402 and the approved amount was charged as an expense in 2008. The Company also received a letter of underpayment income tax article 21 (Jakarta), 4 (2), 23, 26 and value added tax of 2006 amounting to Rp8,043,497,795 that was charged as an expense in 2008. Total
underpayment of tax amounted to
Rp8,043,497,795, which was settled by the
Company through payment of
Rp5,528,333,893 and compensating the Rp2,515,163,902 tax overpayment.
Hutang pajak penghasilan dihitung oleh wajib pajak sendiri. Pihak fiskus dapat memeriksa hutang pajak dalam jangka waktu 5 tahun sejak
Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)
dilaporkan ke kantor pajak.
The Company submits tax returns on the basis of self-assessment. The tax authorities may assess or amend taxes within 5 years from the date when the tax return was filed to the tax office.
12. UANG MUKA 12. ADVANCE PAYMENTS
Uang muka terdiri dari uang muka pembelian mesin dan peralatan.
Advance payments contains down payment for purchase of machinery and equipment.
13. HUTANG JANGKA PANJANG 13. LONG-TERM LOANS
2008 2007
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Surabaya (US$17.486.726 pada tahun 2008 dan US$22.486.726 pada tahun
2007) 191.479.647.729 211.802.470.499
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Surabaya (US$17,486,726 in
2008 and US$22,486,726 in 2007)
PT Bank Central Asia Tbk, Jakarta (BCA) (US$5.000.000 pada tahun 2008 dan
US$7.500.000 pada tahun
2007) 54.750.000.000 70.642.500.000
PT Bank Central Asia Tbk, Jakarta (BCA) (US$5,000,000 in 2008
and US$7,500,000 in 2007)
PT Bank Ekspor Indonesia (Persero), Jakarta (BEI) (US$3.500.000 pada tahun 2008 dan US$5.250.000 pada
tahun 2007) 38.325.000.000 49.449.750.000
PT Bank Ekspor Indonesia (Persero), Jakarta (BEI) (US$3,500,000 in 2008 and US$5,250,000 in 2007)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta (BNI) (US$ nil pada tahun 2008 dan US$2.100.000 pada tahun
2007) - 19.779.900.000
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta (BNI)
(US$ nil in 2008 and US$2,100,000 in 2007)
Jumlah 284.554.647.729 351.674.620.499 Total
Dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun
(US$9.250.000 pada tahun 2008 dan US$10.090.000
pada tahun 2007) 101.287.500.000 95.037.710.000
Less current maturities of long term loan (US$9,250,000 in 2008
and US$10,090,000 in 2007) Bagian jangka panjang 183.267.147.729 256.636.910.499 Long-term portion
Pinjaman ini dibebani bunga tahunan berkisar antara 7,75% sampai 10% pada tahun 2008 dan 7,75% sampai 8,75% pada tahun 2007 untuk fasilitas pinjaman dalam Dolar Amerika Serikat.
These loans bear annual interest at rates ranging from 7.75% to 10% in 2008 and from 7.75% to 8.75% in 2007 for US Dollar.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Surabaya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Surabaya
Pada tanggal 12 Juni 2007, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) untuk mengambil alih
(take over) pinjaman dari Commerzbank
International Trust (Singapore) Ltd., Singapura. Perolehan pinjaman atas take over tersebut sebesar US$20.000.000 dengan jangka waktu kredit sampai dengan 5 tahun. Disamping fasilitas
take over ini, Perusahaan juga memperoleh fasilitas
kredit investasi sebesar US$5.000.000 dengan jangka waktu kredit sampai dengan 5 tahun. Kedua pinjaman ini dijamin dengan tanah, bangunan, mesin dan peralatan serta jaminan pari passu dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) (BEI).
On June 12, 2007, the Company received a loan from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri), to refinance the loan from Commerzbank International Trust (Singapore) Ltd., Singapore. Principal loan amounted to US$20,000,000, with term of credit until 5 years. In addition to this refinancing facility, the Company also obtained credit investment facility amounting to US$5,000,000, with term of credit until 5 years. These two types of loan were collateralized by land, building, machine and equipment on a pari passu basis with the loans due to PT Bank Central Asia Tbk (BCA) and PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) (BEI).
13. HUTANG JANGKA PANJANG (lanjutan) 13. LONG-TERM LOANS (continued)
PT Bank Central Asia Tbk, Jakarta PT Bank Central Asia Tbk, Jakarta
Pada tahun 2004, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman investasi dari BCA, dengan jumlah maksimum sebesar Rp152.000.000.000, yang akan jatuh tempo dalam 6 tahun termasuk masa tenggang waktu 1 tahun. Pada bulan Desember 2006, saldo pinjaman telah dibayar kembali secara penuh oleh Perusahaan. Selanjutnya, pada bulan yang sama, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman investasi dari BCA, dengan jumlah maksimum sebesar US$10.000.000, yang akan jatuh tempo dalam 4 tahun dan harus dibayar kembali melalui enam belas kali cicilan tiga bulanan yang sama masing-masing sebesar US$625.000, dan dijamin secara pari passu dengan fasilitas hutang jangka panjang yang diperoleh dari Bank Mandiri dan fasilitas pinjaman yang diperoleh dari BEI, atas tanah dan bangunan Perusahaan dan secara pari passu dengan fasilitas pinjaman yang diperoleh dari BEI, atas transfer fidusia mesin dan peralatan polyester film lini II. Perjanjian pinjaman memuat beberapa pembatasan antara lain mengharuskan Perusahaan untuk mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BCA dalam hal melakukan merger, akuisisi, merubah anggaran dasar, bertindak selaku penjamin pada pihak lain dan merubah porsi kepemilikan saham PT Kopanca Linggabuana, mengharuskan Perusahaan untuk memelihara rasio lancar minimum 1 kali, jumlah kewajiban terhadap ekuitas maksimum 2 kali dan rasio laba sebelum bunga, pajak, biaya penyusutan dan amortisasi terhadap biaya bunga minimum 2 kali. Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, Perusahaan memenuhi rasio keuangan yang disyaratkan tersebut di atas.
In 2004, the Company obtained an investment credit facility from BCA, with a maximum amount of Rp152,000,000,000, which will be due in 6 years, including one year grace period. In December 2006, the outstanding loan balance was repaid in full by the Company. Furthermore, in the same month, the Company obtained an investment credit facility from BCA, with a maximum amount of US$10,000,000, which will be due in 4 years and shall be repaid in sixteen equal quarterly installments of US$625,000 each, and is collateralized on a pari passu basis with the long-term loans facilities obtained from Bank Mandiri and loan facilities obtained from BEI, by the Company’s land and building and on a pari passu basis with the loan facilities obtained from BEI, and by the fiduciary transfer over polyester film line II machineries and equipments. The credit agreements generally include certain restrictive covenants including, among others, the requirement for the Company to obtain the written approval from BCA relating to merger, acquisition, changing the Company’s articles of association, acting as guarantor to other parties, and changing the share ownership portion of PT Kopanca Linggabuana, requiring the Company to maintain a minimum current ratio of 1, maximum leverage ratio of 2 and minimum EBITDA/interest expense minimum of 2. As of December 31, 2008 and 2007, the Company complied with the aforesaid financial ratios requirements.
PT Bank Ekspor Indonesia (Persero), Jakarta PT Bank Ekspor Indonesia (Persero), Jakarta
Pada bulan Desember 2006, Perusahaan
memperoleh fasilitas pinjaman investasi ekspor dari
BEI, dengan jumlah maksimum sebesar
US$7.000.000, yang akan jatuh tempo dalam 4 tahun dan harus dibayar kembali melalui delapan kali cicilan enam bulanan yang sama
masing-masing sebesar US$875.000. Fasilitas ini
mempunyai jaminan dan beberapa pembatasan yang sama dengan fasilitas pinjaman jangka pendek Perusahaan dari BEI (Catatan 8).
In December 2006, the Company obtained an export investment credit facility from BEI, with a maximum amount of US$7,000,000, which will be due in 4 years and shall be repaid in eight equal semi-annually installments of US$875,000 each. This facility has the same collateral and restrictive covenants as the Company’s short-term loan facility from BEI (Note 8).
13. HUTANG JANGKA PANJANG (lanjutan) 13. LONG-TERM LOANS (continued)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta
Pada bulan Desember 2006, Perusahaan
memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari BNI, dengan jumlah pinjaman maksimal sebesar US$2.100.000, yang akan jatuh tempo dalam 3 tahun termasuk masa tenggang waktu satu tahun. Fasilitas ini dijamin dengan transfer fidusia atas mesin Perusahaan sebesar Rp33.013.090.000. Perjanjian tersebut mengharuskan Perusahaan untuk mempertahankan rasio lancar minimum sebesar 1 dan rasio jumlah kewajiban terhadap ekuitas maksimum sebesar 2,5. Pada tanggal 31 Desember 2007 rasio yang diharuskan telah dipenuhi oleh Perusahaan. Pada bulan September 2008 pinjaman tersebut sudah dilunasi seluruhnya.
In December 2006, the Company obtained a working capital credit facility from BNI, with a maximum loan amount of US$2,100,000, which will be due in 3 years including one year grace period. This facility is collateralized by the fiduciary transfer over the Company’s machineries amounting to Rp33,013,090,000. The agreement required the Company to maintain a minimal current ratio of 1 and a maximum debt to equity ratio of 2.5. As of December 31, 2007, the ratios required have been fulfilled by the Company. In September 2008 this loan has been fully paid.
14. HUTANG SEWA PEMBIAYAAN 14. OBLIGATIONS UNDER FINANCE LEASE
Pada tahun 2008, perusahaan mengadakan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT ABN-Amro Finance Indonesia atas mesin untuk jangka waktu 3 tahun (Catatan 7).
In 2008, the Company entered into capital lease agreement with PT ABN-Amro Finance Indonesia covering machinery for a period of 3 years (Note 7).
Nilai tunai pembayaran sewa pembiayaan minimum yang akan datang berdasarkan perjanjian sewa pembiayaan tersebut pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut:
Future minimum lease payments required under the lease agreements as of December 31, 2008 are as follows:
Tahun Dolar AS/ US Dollar
Setara Rupiah/ Equivalent to Rupiah Year 2009 3.164.972 34.656.443.400 2009 2010 1.808.556 19.803.688.200 2010 2011 1.356.512 14.853.806.400 2011
Jumlah hutang sewa
pembiayaan 6.330.040 69.313.938.000
Total obligations under finance lease
Dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun 3.164.972 34.656.443.400 Less current maturities
Bagian jangka panjang 3.165.068 34.657.494.600 Long-term portion
Sewa pembiayaan ini dibebani bunga tahunan
15. IMBALAN KERJA KARYAWAN 15. EMPLOYEE BENEFITS
Perusahaan menerapkan manfaat imbalan kerja untuk karyawan yang mencapai usia pensiun
berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan
No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Manfaat tersebut tidak didanai.
The Company provides benefits for its employees who achieve the retirement age based on the provisions of Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003. The benefits are unfunded.
Tabel berikut menjelaskan komponen dari beban imbalan kerja bersih yang diakui pada laporan laba rugi dan jumlah yang diakui pada neraca per tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 atas kewajiban imbalan kerja yang ditentukan oleh PT Sienco Aktuarindo Utama, aktuaris independen,
berdasarkan laporannya yang bertanggal
16 Januari 2009.
The following tables summarize the components of net employee benefit expense recognized in the statements of income and amounts recognized in the balance sheets for the employee benefit liability as of December 31, 2008 and 2007, as determined by PT Sienco Aktuarindo Utama, an independent actuary, in its reports dated January 16, 2009.
Beban imbalan kerja karyawan (diakui sebagai “Beban Umum dan Administrasi - Cadangan Kesejahteraan Karyawan” pada laporan laba rugi, Catatan 20).
Employee benefit expense (recognized in “General and Administrative Expenses - Provision for Employee Benefits” in the statements of income, Note 20).
2008 2007
Beban jasa kini 1.294.678.396 1.829.148.017 Current service cost
Beban bunga 1.739.222.008 1.473.432.140 Interest cost
Amortisasi biaya jasa lalu yang
belum menjadi hak 228.749.358 228.749.358 Amortization of unvested past service cost
Jumlah beban imbalan kerja
karyawan 3.262.649.762 3.531.329.515 Total benefit expense
2008 2007
Nilai kini kewajiban imbalan
kerja karyawan 18.810.775.804 16.607.810.352
Present value of employee benefit obligation
Keuntungan (kerugian)
aktuarial yang belum diakui (1.921.793.327) 87.351.249 Unrecognized actuarial gains (loss)
Biaya jasa lalu yang belum diakui - yang belum menjadi
hak (1.996.445.756) (2.225.195.114)
Unrecognized past service cost - unvested Jumlah kewajiban imbalan
kerja karyawan 14.892.536.721 14.469.966.487 Total benefit liability
Analisis kewajiban imbalan kerja karyawan adalah
sebagai berikut: The analysis of the employee benefits liability is as follows:
2008 2007
Saldo awal tahun 14.469.966.487 11.684.630.910 Balance beginning of year
Penambahan pada tahun
berjalan 3.262.649.762 3.531.329.515 Addition during the year
Realisasi pada tahun berjalan (2.840.079.528) (745.993.938) Realization during the year
15. IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 15. EMPLOYEE BENEFITS (continued)
Asumsi-asumsi dasar yang digunakan untuk menentukan kewajiban imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut:
The principal assumptions used in determining the employee benefit liability are as follows:
Usia pensiun : 55 tahun/55 Years : Retirement age
Tingkat kenaikan gaji tahunan : 8% : Annual rate of increase in salary
Tingkat diskonto : 12% pada tahun 2008 dan 11%
pada tahun 2007/
12% in 2008 and 11% in 2007
: Discount rate
Tingkat kematian : CSO - 1980 pada tahun 2008/in
2008
CSO - 1958 pada tahun 2007/in
2007
: Mortality rate
Tingkat kecacatan : 1% dari tingkat kematian/
1% of mortality rate :
Disability rate
Tingkat pengunduran diri : 1% pada usia 20 tahun dan
berkurang secara linier menjadi 0% pada usia 55 tahun/
1% at age 20 and reducing linearly to 0% at age 55
: Turnover rate
Manajemen berkeyakinan bahwa pokok kewajiban imbalan kerja karyawan yang diakui pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 memadai untuk memenuhi Undang-undang.
The management believes that the employee benefits principal liability recognized is adequate to meet the requirements of the Law as of December 31, 2008 and 2007.
16. MODAL SAHAM 16. CAPITAL STOCK
Rincian pemegang saham Perusahaan dan kepemilikannya pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
The Company’s shareholders and their respective share ownership as of December 31, 2008 and 2007 are as follows: 31 Desember 2008: December 31, 2008: Pemegang saham Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh/ Number of shares issued
and fully paid
Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership Jumlah/ Amount Shareholders
PT Adilaksa Manunggal 502.784.665 17,91% 50.278.466.500 PT Adilaksa Manunggal
PT Rejo Sari Bumi 372.499.660 13,27% 37.249.966.000 PT Rejo Sari Bumi
PT Kopanca Linggabuana 308.717.870 10,99% 30.871.787.000 PT Kopanca Linggabuana
PT Sucorinvest Central
Gani 162.173.315 5,78% 16.217.331.500 Central Gani PT Sucorinvest
South Common Agents 140.399.580 5,00% 14.039.958.000 South Common Agents
Masyarakat dan koperasi 1.321.424.910 47,05% 132.142.491.000 Public and cooperatives
16. MODAL SAHAM (lanjutan) 16. CAPITAL STOCK (continued) 31 Desember 2007: December 31, 2007: Pemegang saham Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh/ Number of shares issued
and fully paid
Persentase kepemilikan/
Percentage of
ownership Jumlah/ Amount Shareholders
PT Adilaksa Manunggal 503.784.665 17,94% 50.378.466.500 PT Adilaksa Manunggal
PT Rejo Sari Bumi 372.499.660 13,27% 37.249.966.000 PT Rejo Sari Bumi
PT Kopanca Linggabuana 308.717.870 10,99% 30.871.787.000 PT Kopanca Linggabuana
Masyarakat dan koperasi 1.622.997.805 57,80% 162.299.780.500 Public and cooperatives
Jumlah modal saham 2.808.000.000 100,00% 280.800.000.000 Total capital stock
17. TAMBAHAN MODAL DISETOR 17. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL
Tambahan modal disetor pada tanggal
31 Desember 2008 dan 2007 terdiri dari:
Additional paid-in capital as of December 31, 2008 and 2007 consists of:
Jumlah/ Amount
Agio saham 80.680.000.000 Additional paid-in capital
Biaya emisi efek ekuitas (798.089.789 ) Stock issuance cost
Tambahan modal disetor - bersih 79.881.910.211 Additional paid-in capital - net
Agio saham berasal dari penawaran perdana yang dilakukan pada tahun 1990, penerbitan dividen saham pada tahun 2000 dan penawaran umum terbatas II pada tahun 2003, masing-masing sebesar Rp400.000.000, Rp25.200.000.000 dan Rp55.080.000.000.
Additional paid-in capital resulted from the initial public offering in 1990, issuance of share dividends in 2000 and Limited Public Offering II in 2003, amounting to Rp400,000,000, Rp25,200,000,000 and Rp55,080,000,000, respectively.
Biaya emisi efek ekuitas berasal dari penawaran umum terbatas II pada tahun 2003.
Stock issuance cost resulted from the Limited Public Offering II in 2003.
18. PENJUALAN BERSIH 18. NET SALES
2008 2007
Lokal 1.029.040.811.700 905.690.391.028 Domestic
Ekspor 785.630.029.981 595.461.244.389 Export
1.814.670.841.681 1.501.151.635.417
Dikurangi retur dan potongan
penjualan (3.751.013.297) (4.610.324.316) Less sales returns and discounts
Jumlah penjualan bersih 1.810.919.828.384 1.496.541.311.101 Total net sales
Perusahaan tidak melakukan penjualan kepada satu pihak manapun yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih.
The Company has no sales to a single customer which exceeded 10% of total net sales.
19. BEBAN POKOK PENJUALAN 19. COST OF GOODS SOLD
2008 2007
Pemakaian bahan baku 1.183.158.569.774 1.016.826.871.843 Raw materials used
Upah langsung 9.343.087.780 8.190.519.406 Direct labor
Beban pabrikasi (Catatan 7) 328.746.499.361 276.612.501.123 Factory overhead (Note 7)
Jumlah beban produksi 1.521.248.156.915 1.301.629.892.372 Total manufacturing cost
Persediaan barang dalam
proses Work in process
Awal tahun 14.122.740.137 20.148.587.560 At beginning of year
Akhir tahun (13.252.731.763) (14.122.740.137) At end of year
Beban pokok produksi 1.522.118.165.289 1.307.655.739.795 Cost of goods manufactured
Persediaan barang jadi Finished goods
Awal tahun 137.713.270.062 135.868.517.664 At beginning of year
Akhir tahun (117.790.464.153) (137.713.270.062) At end of year
Beban pokok penjualan 1.542.040.971.198 1.305.810.987.397 Cost of goods sold
Perusahaan melakukan pembelian yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih kepada pemasok pada tahun 2008 dan 2007 sebagai berikut:
In 2008 and 2007, the Company has purchases, which exceeded 10% of total net sales to suppliers as follows: 2008 2007 Jumlah/ Amount Persentase dari penjualan bersih/ Percentage to net sales Jumlah/ Amount Persentase dari penjualan bersih/ Percentage to net sales
The Polyolefin Co., Ltd.,
Singapura 307.999.109.412 17% 305.095.195.846 22%
The Polyolefin Co., Ltd.,