l u
I
2.17:23,
Versi snrat 17, al-Isra':27-37:
l.l7:22, "Jangan kamu adakan Tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan terhin4
23, Dan Tuhanmulah memerintahkan supaya kamu jangan me-nyembah selain Dia"
"... dan hendalilah kepada kedua orang ibu bapak berbuat baik dengan sempurna"
"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan halinya, kepada orang miskin dan orang dalam perjalanan, dan jangalr kamu menghambur-hamburftan hartamu secara boros.
Dan janganlah kamu menjadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu, dan jangan kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal".
"Dan janganlah kamu membunuh anali-anakmu karena taliut m i s k i n . . . . "
"Dan janganlah kamu mendekati zina...."
"Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharankan Allah (membunuhnya) melainkan dengan suatu (alasan) yang benar
"Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatint, l:ecuali dengan cara yang lebih baik ...."
"Scmpurn.:i.anlali takaran, apabila kamu menakar, dan tim-banglah dengan neraca -vang benar".
"Janganlah karnu mengikuti apa 1'ang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnva".
"Dan janganlah kamu bcrlalan di muka bumi ini dengan s o m b o n g . . . . " J )
'Iernvata
terdapat perbedaan aitem 1'ang cukup besar antara sepuluh rvasiat disini dcngan tiga versi l ang lain itu. Oleh sebab itu versi ini tidak bcgitu umum dikontekskan dengan rvasiat dari tiga versil'ang terdahulu.
Umat yahudi dan nasrani mengaliui kesepuluh firman dalam per-janjian lama mereka itu sebagai firman-firman yang diucapkan oleh suara Allah sendiri tanpa pengantaraan siapapun juga. Menurut mereka hal ini rnerupalian satu kesalisian tentang kekuasaan Allah dan keabsahan-Nya yang tetap. Ini selanjutnya ditegaskan oleh firman-firman itu yang dua kali diruliskan oleh Allah pada loh-loh batu.ro
3s lbid., halaman 427-9
36 Perjanjian Lama, kitab l)langan 3l 18;32:.15 dan 16; 34:l dan28;
bandingkan dengan Ulangan l0'4
Pasangan loh batu ],ang pe, kemurtadan [srail dan pasang loh tabut.37
Secara ringkas komentar rnet bungan dengan rvasiat ini satu per sa Ayat 2, berisi dasar yang di at:
Allah itu adalah pribadi Nya yang Rahmani pad:
taati Dia.
Ayat 3, Sebagai perintah pena secara terlampir ditegasl ketaatan yang tunggal t tempat Israil tinggal dan Altol 1, adalah menegaskan a,ie
ditujukan pada penl.em termasuli usaha menggar berhala malihluk-makhl bahan semacarn ini merer Ayat 5,(t, Perintah dalam ayat 1.an Allah tidak akan mangrzi :pa !'ang menjadi hak-)i pcngliormatan dan keu hu':ungan dengan pel4i pemujaan. Inilah sifat A tid;rii menghulium anak-i kecuali kalau mereka md y'.yat 7, [4emaliai nama Allah d gunakannya dengan mdl tidak tulus. Ayat ini tid kh idmat, melainkan tegas .Ay! ?,-i I Ini bukan perintah brr
2:i-3. Ini mungkin telah Mesir dan hal itu tidak bapa ieluhur. Itupun aka hari memberi hak kepsi rlllarn setiap satu minggu Ayar 12, Ini merupalian ke*.a1ba
37 Krl,roron 32:19; Kefuaror T :it
gar ne-alk (an ian
J .
lda
i r . I t u
kut
i u h
J d N
I
lara tnl
\ ) a xali
Pasangan loh batu vang pertama kemurtadan 1 7 Israil dan pasang loh batu t a o u l . - '
dipecahkan olch Musa akibat y'ang kedua ditempatkan dalarn Secara ringkas komentar mereka terhadap ayat-ayat yang berhu-bungan dengan rvasiat ini satu per satu adalah:
Ayat 2, berisi dasar yang di atasn),a semuanya itu bertumpu, yakni Allah itu adalah pribadi dan berdaulaiadu.
"urnfu.r,*r*_
Nya yang Rahmani pada umat-Nya ),ang nr.n"intilur, ,rr"n-taati Dia.
Ayat 3, Scbagai perintah pertama terhadap kejamalian Atarr dan secara terlampir ditegaskan hak Allah atas penyembahan dan ketaatan 1,ang tunggal. Di hadapan-Ku. di ,*u-rc", yaitu di tempat Israil tinggal dan memuja.
Ayat 1, adalarr menegaskan ajaran asasi iman Israir perintarr ini ditujukan pada penyembahan berhala. dan benifat umum, terntasuk usaha menggambarkan Allah atau garnbaran patung berhala malihluk-makhluk ciptaan. lenl.embahan-penyem_
bahan semacarn ini merendahkan harkat S*g p"n+ti'
A;'at 5,(t, Perintah daram ayat yang mendahurui dikembanglian disini.
Allah tidak akan mengizinkan diberikan kepada siipapun;uga :pa )'ang menjadi hak-Nya yang pantas berkenaan i"- ng*
pengliormatan dan ketaatan. Ii"ho.rutan AllJ Ju b..-hu5ungan dengan pelayanan bangsa itu 1.ang penuh dengan pemujaan. Inilah sifat A[ah yang udak berul;-ubah. Altah ticldt menghukum anak-anak karena dosadosa orang tuanya, licc ual i kalau mereka melanj utkann),a terus{nenerus.
r''yat 7' Ir4emaliai nama Aflarr dengan sembarangan berarti memper-gunakannya
{enSan maksud hr.pq seobrono, menghina atau tidak tulus. Ayat ini tidak melarang sumpah yant sah dan khidmat, melainkan tegas-tegas melarang ,urnpui, yirg dor,r.
Awi 8-' I Ini bukan perintah baru, merainkan berasar da' kejactian 2:i-3. Ini mungkin telah diucapkan Israil sewaktu meieka di Mesir dan hal itu tidak disebut_sebutlian dalam zaman para bapa ieluhur..ltupun akan dipelihara selama-l:rmanya. Keq.a 6 har^i memberi hak kepada seseorang atas istirahat satu hari rlllarn sctiap satu minggu.
Avat [2, ini merupalian kewajiban pertama yang diarahkan kepada
31 K"l,roron 32:19; Keluarot E:16
il3
Ayat Ij,
manusi4 dan kesatuan keluarga adalah dasar tata tertib sosial dan damai sejahtera.
Adalah berkenaan dengan pembunuhan tanpa alasan hukum.
Undang-und ang ini dij el ask an berkenaaludengan pembunuhan yang tidak diqengaj4 maka dapat dimaafkan, atau dapat dibe-narkan, Hukum mati adzrlah pembunuhan yang sah.
Kemurnian status perkawinan adalah dasar lain kehidupan sosial dan harus dipelihara dan dipertahankan dengan lan-dasan ancaman huliuman.
Ayat 14,
Ayat 15, hah untuk mempunyai milik pribadi sendiri haruslah di-hormati dan huliuman-hukuman atas pencurian haruslah di-berikan.
melarang kesaksian dusta (sumpah palsu), khususnya dalam pengadilan suatu perl:ara
keadaan batin seseorang, pikiran-pikiran dan keinginan-ke-inginannya tidaklah tersembunyi dari pada Allatr dan berada dibarvah tauratnya. Ini merupakan dasar dari lima titah yang mendahuluinya.
Ayat l8-20,Kasih adalah alasan dipeliharanya taurat ini, tapi ketakutan adalah juga sehat secara rohani, supaya kasih jangan diren-dahkan derajatnya.3s
Dari pan&ngan ini ternyata terlihat adanya keterbatasan berlakunya sepuluh wasiat ini, secara eksklusif, hanya diperuntukkan bagi bani Israil.
Keabsahan dan kebedakuan wasiat-u'asiat ini menunrt versi al-Qur'an, lebih tegas lagi. Hal ini dapat dilihat dari adanva di penghujung, menjelang akhir masing-masing ayat surat al-an'arn: l5l berturut-turut s/d 153 terdapat kalimat ".|'alikum washshak-um bihi". Wasltshokum adakalanya diterjemahkan menjadi "diperintahkan kepadamu "39 don/"t"u
"diwasiatkan kepadamu".* Yang diperintahl<an atau diwasiatkan itu ternyata materi dan spiritnya adalah sama atau hampir serupa dengan yang terdapat dalam prerjanjian lama atau taurat Musa. Jumlah yang diwasiat atau yang diperintahkan dalam ketiga ayat inipun "sepuluh", yaitu lima suruhan dan lima laran-ean.
3E Lihrt A.Simanjuntak dl&, op.cit., halaman 169-171 39 Lilrat Ocmar Bakry, op.cit., haJunut 2'77
4{irlamka,
rtp.cit, jllid IIl, h"rlaman tr00-1
Sayd Quthb Allah melarang Allah menl'uruh Allah melarang
t"raru*aOr" ,, --, l. mensyanka:i"-:
2. berbuat baili ; 3 . m e m b u n u h 4. mendekati -:
5 . m e m b u n u h . . . i 6. mendckati r.:
lebih berna::.
7 m p - r ' o - ^ t ' - r '
8. herlal<u adr. : termasuk k;:.e 9. memenuhi 1":..
Ayat /6, Ayat 17,
Allah menyuruh
Sernua ini adalah wasiat darl mencatatkan perintah/suruhan r":::
suruhan "mengikuti jalan Allah".
Flamka ntemerinci sepuluh .'r"
l. Jaugan kamu inemperse\--2. I{endaklah kamrr berlailu I 3. Jangan kamu bunuh ana!:-4. Jangan kamu dej:ati sesal;
yang berhubungan dengan 5. Jangan kamu membunub ,
kccuali dengan ltaknya 6. Jarrgan karlrr dekati harta
yang amat baik
7. Perruhilah sukatlin dan tlr, 8. Apatrila karrtu berkata-l:a:r 9. Janji Allah hendaklah pen 10. Jalan Allah hendaklah run
al Lih,,t seterusnya Sayd Q'.r:t:.
cet.5, halaman 60)
42 Hamka, op.cit.,jilid tll' babrrt
l
di-'sial
um.
.han
ibe-lpan
lan-rlam r-ke-rada iang
i al-i u n g , turut ikum
/atau r itu
ngan I u h " , utan
ren-unya bani
Sayd Quthb meresumekan wasiat keti-sa avat ar-an'am ini meniacli;
Allah melarang : l. mensyarikatkan (svirk)
Allah meny:ruh : 2. berbuat baik pada kedua orang tua Allah melarang : 3. mentbunuh
4. mendekati perbuatan-;lerbuatan kej i 5. membunuh ji,,v.a vanr drhararnkan Allah
6. mendekati harta anak vatirn, kc,cuali dengan cara yans Iebih bermanfiut
Allah menyuruh : 7. menvempurnakan trikaran
8. herlaku adil dalarn nerkat:lan. pcrsaksian, ilan hukum termasuk kepada kaum kerabat
9. memenuhi janji kep"Ja All:rh .elurLrhnva
Sernua ini adalah wasiat dari Alleh. kr..i.r Sai.j eurhb.al Dia tidak mcncatatkan perintah/suruhan yan-e kesepuluh ili:1u )arr*g terakhir. vair,.r suruhan "mengikuti jalan Allah".
Flamka nremerinci sepuluh wasiar s.- '.i, ierg!.:rp sebagai berikut.
1. Jangan kamu inemJrersekutukan sesuatunun Jengan A,llah 2. I{endaklah kamrr berlaku baik keprrda drra ,rrang ihu bapak 3. Jangarr kamu bunuh anak-anak kamu l:arena kelanaran (miskiir) 4. Jangan kamu de!:ati segala macam kekejian (zina dan segala
yang berhubungan dengan dia)
5. Jangan kamu rnembunuh saru ji*'a 1,ang diharamkan Allah, kecuali dengan haknya
6. Jarlgan karnrr clekati harta anak yatim, melainkan dengan cara yang amat baik
7. I)erruhilah sukatlin dan timban-ean dengan adil 8. Ap,rtrila karrru berl..ata-kata hendaklah kamu adil 9. Janji Allah hendaklah penuhi
10. Jalan Allah hendaklah turutia2
or Lih"t seterusnya Sayd Quthb, Fi Dzitat al-Qur'anjilil III (Bairut: 1967,
cet.5, halaman 60)
a2 Hamka, op,cir.,jilid III, halaman 131
l 1 5
VI
Dari materi sepuluh wasiat keempat versi ini, ternyata ide umum yang terkandung dalamnya secara keseluruhan adalah sama atau banyak sekali persamaannya dan spirit yang dipancarkannya juga tidak ada yang salin-g bertentangan. Memang terdapat perbedaan-perbedaan terutama mensucikan hari sabat, yang di dalam al-Qur'an hal itu tidak terdapat, tetapi umat Islam juga telah mentradisikan "hari Jum'at" sebagai
"sayyidul ayyam" dan umat gerejani menjadikan hari "ahad/minggu"
sebagai hari libur. Perbedaan-perbedaan teknis yang lain juga tidak menimbulkan masalah.
Sepuluh wasiat diakui yahudi dan masehi mewujudkan inti hukum taurat dan dasar perjanjian Allah dengan Israil. Perintah-perintah yang terkandung dalam ayat ini merangkumkan kewajiban-kewajiban keaga-maan dan sosial orang Israil dan mewujudkan dasar yang dinyatakan bagi setiap ketentuan baru dikalangan mereka.
Sepuluh wasiat ini mengikat tingkah laku segala orang yang beriman, termasuk umat gerejani. Ketika Yesus Kristus membicarakan sepuluh wasiat ini sebagai perintah Allah yang dipertentangkan dengan adat istiadat umat manusia," ia mengakui kekuasaan sepuluh wasiat sebagai yang mengikat. Yesus memerintahkan segala pemuda yang ingin masuk kedalam hidup, mereka harus menunrti segala perintah Allah dalam wasiat itu.
Abi AMillah Muhammad bin Ahmad al-Anshari al-Qurthubi me-nyatakan, bahwa surat al-an'ant, ayat l5l-153 merupakan perintah Allah kepada nabi-Nya agar menyeru semua makhluk untuk mau mende-ngarkan dan mematuhi segala yang diperintahkan dan meninggalkan semua yang dilarang-Nya. Kewajiban ini juga dipikulkan kepada para ulama setelah nabi, menyampaikan segala zuruhan dan larangan itu sambil menjelaskan apa-alia yang disuruh &" mana-mana yqlg dilarang, dan jangan mengharamkan yang dihalalkan, juga sebaliknya.{
Dalam ketiga ayat ini ada lima larangan: syirk, membunuh anak sendiri, mendekati perbuatan-perbuatan keji, membunuh jiwa yang diharamkan Allah, mendekati harta anak yatim; dan lima suruhan:
berbuat baik kepada ibu bapak, menyempurnakan takaran/timbangan, berlaku adil dalam perkataan atau pertimbangan, persaksian dan hukum,
o3 Lihut Perjanjian Baru. Matius l5:3
4 Lih.t Tafsir At-Qurthubi, iilid III (Dar al-Sya'b, halaman 9)