BAB IV METODE PENELITIAN
H. Etika Penelitian
1. Menyerahkan surat pengantar yang ditujukan kepada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai permohonan izin untuk melakukan penelitian.
2. Lembar persetujuan diberikan kepada subjek yang akan diteliti. Peneliti menjelaskan maksud dan tujuan penelitian. Apabila responden bersedia untuk diteliti maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan tersebut. Namun, jika responden menolak untuk diteliti, maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati hak-haknya.
3. Responden tidak akan dikenakan biaya apapun.
4. Kerahasiaan informasi akan dijamin oleh peneliti. Hanya kelompok tertentu saja kelompok data yang akan disajikan dan dilaporkan sebagai hasil penelitian.
38
BAB V
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Populasi/Sampel
Telah dilakukan penelitian tentang Pengaruh Tingkat Kecemasan dengan Perilaku Protokol Kesehatan Mahasiswa Pre-Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar pada Masa Pandemi Covid-19.
Pengambilan data untuk penelitian ini dilakukan pada Januari – Februari 2022 pada mahasiswa angkatan 2018, 2019 dan angkatan 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. Data diperoleh dari pengisian kuesioner yang disebarkan melalui Google Form terkait tingkat kecemasan dan perilaku protokol kesehatan yang dirasakan subyek.
Data yang telah terkumpul selanjutnya disusun dalam suatu tabel induk (master tabel) dengam menggunakan program Microsoft Excel. Dari tabel
induk tersebutlah kemudian data dipindahkan dan diolah menggunakan program SPSS di perangkat computer kemudian disajikan dalam bentuk tabel frekuensi maupun tabel silang (Cross tabel).
B. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang telah dibuat dalam bentuk Google Form kemudian disebarkan melalu sebuah aplikasi room chat kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar Angkatan 2018, 2019, dan angkatan 2020.
39
C. Analisis
Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. Beberapa variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah Pengaruh Tingkat Kecemasan dengan Perilaku Protokol Kesehatan Mahasiswa Pre-Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar pada Masa Pandemi Covid-19. Pengambilan data dilakukan dengan metode simple random sampling hingga didapatkan sampel minimal sebanyak 153 orang.
Adapun hasil penelitian disajikan dalam tabel yang disertai penjelasan sebagai berikut:
1. Analisis Univariat
a. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Karakteristik Demografi
Tabel V.1 Distribusi berdasarkan karakteristik demografi.
Sumber : Data Primer 2022
Berdasarkan tabel 5.1 responden angkatan 2018 yang didapat yaitu 40 (23,3%) responden, responden angkatan 2019 yang didapat
Variabel Subgrup Jumlah
N Persentase (%)
40
yaitu 71 (41,3%) responden, dan angkatan 2020 yang didapat yaitu 61 (35,5%) responden.
b. Distribusi Tingkat Kecemasan Berdasarkan Variabel Yang Diteliti.
Tabel V.2 Tingkat kecemasan berdasarkan variabel yang diteliti.
Kecemasan Frekuensi
(n)
Presentase (%)
Tidak ada kecemasan 111 64.5%
Kecemasan ringan 61 35.5%
Kecemasan sedang 0 0%
Kecemasan berat 0 0%
Kecemasan berat sekali(panik) 0 0%
Sumber : Data Primer 2022
Data mengenai gambaran distribusi frekuensi variabel tingkat kecemasan dapat dilihat pada tabel 5.2 yang menunjukkan bahwa hasil data dari responden hanya menunjukkan dua kriteria yaitu tidak cemas dan kecemasan ringan. Yaitu tidak ada kecemasan 111 (64,5%) dan memiliki kecemasan ringan 61 (38,5%)
c. Distribusi Penerapan protokol kesehatan berdasarkan variabel yang diteliti.
Tabel V.3 distribusi berdasarkan variabel penerapan protokol kesehatan Variabel Frekuensi (n) Presentase (%)
Tidak patuh 86 50%
Patuh 86 50%
Sumber : data primer 2022
41
Berdasarkan tabel 5.3 mengenai gambaran distribusi frekuensi variabel penerapan protokol kesehatan bahwa setengah dari responden yang diteliti tidak patuh dalam penerapan protokol kesehatan yaitu 86 (50%) orang dan setengahnya lagi yaitu 86 (50%) orang patuh dalam menerapkan protokol kesehatan.
2. Analisis Bivariat
Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan independen. Untuk melakukan uji chi square dalam penelitian ini dilakukan kategorisasi data yaitu penggabungan sel, variabel yang mengalami penggabungan sel adalah kecemasan ringan, kecemasan sedang, kecemasan berat, dan kecemasan berat sekali (panik) menjadi variabel cemas. Sehingga mendapatkan 2 kelompok variabel yaitu variabel kecemasan dan variabel penerapan protokol kesehatan. Pada variabel kecemasan dibagi menjadi 2 bagian yaitu tidak ada cemas dan cemas ringan. Pada variabel penerapan protokol kesehatan dibagi menjadi 2 bagian yaitu tidak patuh dan patuh.
Tabel V.4 Pengaruh tingkat kecemasan dengan perilaku protokol kesehatan mahasiswa pre-klinik FKIK Unismuh Makassar di masa pandemi covid-1
42
Kecemasan ringan 20 (11,6%)
41 (23,8%)
61 (35,3%)
Total 86
(50%)
86 (50%)
172 (100%) Sumber : Data Primer 2022
Hasil data yang diperoleh dari tabel 5.4, dapat dilihat bahwa responden terbanyak adalah responden yang tidak ada kecemasan dan tidak patuh terhadap protokol kesehatan yaitu sebanyak 66 (38,4%) orang dan responden yang tidak ada kecemasan dan tetap patuh pada protokol kesehatan yaitu sebanyak 45 (26,2%) orang. Responden dengan kecemasan ringan dan tidak patuh terhadap protokol kesehatan sebanyak 20 (11,6%) orang, sedangkan responden dengan kecemasan ringan dan patuh terhadap protokol kesehatan adalah 41 (23%) orang.
Hasil analisa menggunakan uji kolerasi nilai p = 0,001 yang menunjukkan bahwa ada Pengaruh Kecemasan Dengan Perilaku Protokol Kesehatan Mahasiswa Pre-Klinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar Pada Masa Pandemi Covid-19.
43
BAB VI PEMBAHASAN
A. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data yang telah dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiah Makassar didapatkan 172 sampel.
Responden pada penelitian ini adalah terdiri daripada mahasiswa kedokteran angkatan 2018, angkatan 2019 dan angkatan 2020 sebagai mahasiswa yang saat ini sedang menjalankan proses perkuliahan yang hybrid antara perkuliahan tatap muka dan perkuliahan daring.
Penyebab ketidakpatuhan seseorang terhadap protokol kesehatan yang di dasarkan pada poin-poin dalam helath belief model (HBM) yang salah satunya adalah persepsi kerentanan (perceived susceptibility), usia dibawah 50 tahun memiliki kondisi tubuh yang masih kuat dan imunitas yang baik sehingga tidak mudah terpapar virus. Persepsi keparahan (percei- ved severity), Jika terpapar virus tidak akan parah dan tingkat kesembuhan akan lebih cepat. (47)
Hal ini memperkuat hasil penelitian yang menyebabkan responden pada penelitian ini sejumlah 86 orang atau 50% dari seluruh responden tidak patuh dalam menjalankan protokol kesehatan.
Dalam penelitian sukesih dkk (2020) Pengetahuan Mahasiswa kesehatan tentang pencegahan Covid-19 di Indonesia dari 444 responden didapatkan pengetahuan paling tinggi di kategori baik sebanyak 228 (51,35%) sedangkan sikap paling tinggi berada di kategori sikap baik sebanyak 206 (46,39%),
44
dengan melihat data tersebut menunjukan bahwa pengetahuan dan sikap mahasiswa kesehatan tentang pencegahan Covid-19 di Indonesia tergolong baik.
Hal ini memperkuat hasil penelitian yang menyebabkan responden pada penelitian ini sejumlah setengah yaitu 86 orang atau 50% dari seluruh responden tetap patuh dalam menjalankan protokol kesehatan.
Untuk mengetahui pengaruh antara tingkat kecemasan dan perilaku protokol kesehatan pada mahasiswa pre-klinik fakultas kedokteran universitas muhammadiyah makassar di masa pandemi covid-19 dapat dilihat dari total nilai pertanyaan yang dijawab dengan variasi pertanyaan berjenjang (a scale question) dan pertanyaan terbuka, yang mana responden disediakan beberapa pertanyaan dalam bentuk multiple choice dan pertanyaan terbuka yang akan diisi sesuai dengan kebiasaan responden.
Berdasarkan karakteristik responden menurut tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar di masa pandemi covid-19 didapatkan bahwa responden yang tidak cemas lebih banyak dengan presentase 64,5%
dibandingkan dengan yang mengalami kecemasan ringan yaitu 35,3%. Artinya, rata-rata mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makasar angkatan 2018, 2019, dan angkatan 2020 tidak cemas.
Berdasarkan karakteristik responden menurut perilaku penerapan protokol kesehatan pada mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar di masa pandemi covid-19 didapatkan
45
bahwa responden yang patuh dan tidak patuh memiliki hasil yang sama.
Masing-masing 86 responden (50%).
Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa angka kejadian gangguan kecemasan yang didapatkan hanya tidak cemas dan kecemasan ringan hal ini juga bisa dipengaruhi karena jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sedikit, kategori tidak cemas ditemukan sebanyak 64,6 % , hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan Alicia (2017) yang melakukan penelitian dengan minimal sampel 95 dan ditemukan 1,52% yang mengalami kecemasan dan penelitian fitriani (2017) yang melaporkan tingkat kecemasan yang paling banyak ditemui dibandingkan tingkat kecemasan yang lain adalah kecemasan ringan yaitu sebesar 47,3%(46). Pada penelitian ini tingkat kecemasan yang didapatkan yaitu kecemasan ringan sebanyak 38,5%, .Hal ini dapat terjadi karena penelitian ini dilakukan pada akhir semester perkuliahan dimana memungkinkan mahasiswa sudah beradaptasi dengan lingkunganya, seseorang membutuhkan waktu 66 hari untuk beradaptasi dengan lingkungan, semakin komplek permasalahan yang dihadapi, semakin membutuhkan waktu yang lebih(46).
Adapun pembahasan terkait hubungan kecemasan dengan kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan covid-19 diketahui bahwa dari 111 responden yang tidak mengalami kecemasan, terdapat 66 responden (38,4%) tidak patuh dalam menjalankan protokol kesehatan. Dan dari 61 responden yang mengalami kecemasan ringan juga terdapat 20 responden (11,6%) tidak patuh dalam menjalankan protokol kesehatan.
46
Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan chi square di dapatkan nilai p= 0,001 (p<0,05) ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kecemasan dengan kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan covid-19. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Reni Puspita Sari, Uji Utami (2020), dengan judul hubungan kecemasan dan kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan di posyandu malangjiwan colomadu dengan hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang siginifikan antara tingkat kecemasan dengan kepatuhan kunjungan posyandu (p value = 0.002< 0.05).
Namun terdapat juga penelitian (Sari.R.K 2021 Identifikasi Penyebab Ketidak Patuhan Warga Terhadap Penerapan Protokol Kesehatan 3M Di Masa Pandemi Covid-19, Ciracas Jakarta timur,yayasan Akrab Pekan Baru) yang menyatakan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan meskipun meraka merasakan kekhawatiran ataupun cemas terhadap masa pandemi.
Menurut peneliti, mahasiswa yang tidak mengalami kecemasan dan patuh dalam menjalankan protokol kesehatan karena mahasiswa tersebut merasa sudah mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Selain itu adanya peraturan yang mengharuskan menerapkan protokol kesehatan dan menjadi persyaratan untuk bisa dinyatakan hadir di kelas sehingga mahasiswa tetap patuh menjalankan beberapa protokol kesehatan. Mahasiswa yang mengalami kecemasan ringan dan patuh menjalankan protokol kesehatan karena takut akan tertular virus covid-19 sehingga dilakukan dengan benar. Hal ini juga dikatakan dalam penelitian Yade Kurnia Sari dosen Fakultas Farmasi
47
Universitas Sumatera Barat dalam penelitiannya yang diterbitkan tahun 2021 yang berjudul Hubungan ansietas dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan covid-19 pada mahasiswa kesehatan di kota bukittinggi tahun 2021.
48
BAB VII PENUTUP
(KESIMPULAN DAN SARAN)
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh kecemasan dengan perilaku penerapan protokol kesehatan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Terdapat pengaruh antara tingkat kecemasan dengan perilaku penerapan protokol kesehatan mahasiswa Pre-Klinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar di masa pandemi covid-19
2. Angka kejadian gangguan kecemasan yang didapatkan pada mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar sebanyak tidak ada kecemasan 64,5 % dan yang memiliki kecemasan ringan 35,5%.
3. Prevalensi kepatuhan penerapan protokol kesehatan yang didapatkan pada mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar sebanyak 50% yang patuh dan tidak patuh terhadap protokol kesehatan.
4. Dari 172 responden mahasiswa/i preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar, diketahui bahwa 30,5%
responden memiliki tingkat kecemasan ringan dan tidak patuh protokol
49
kesehatan, sedangkan 26,2% responden tidak cemas dan tetap patuh terhadap protokol kesehatan
B. Saran
1. Disarankan kepada responden untuk banyak mempelajari mengenai proses penyebaran dan perkembangan covid-19 di Indonesia sehingga mengurangi kecemasan dan tetap mematuhi protokol kesehatan.
2. Kepada pihak Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar agar memberikan perhatian lebih kepada mahasiswanya baik dari segi psikologis dan dapat menyediakan konseling khusus agar setiap mahasiswa dapat mengutarakan beban mereka serta mempertegas lagi terkait protokol kesehatan utamanya disekitar kampus.
3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar.
4. Penelitian selanjutnya perlu menggunakan kuisioner yang sesuai dengan sasaran penelitian
C. Keterbatasan penelitian
Penelitian ini telah diusahkan dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur ilmiah, namun masih memiliki keterbatasan yaitu :
1. Adanya keterbatasan penelitian dengan menggunakan kuesioner yang cenderung bersifat subyektif, terkadang jawaban yang diberikan oleh sampel tidak menunjukkan keadaan yang sesungguhnya
50
2. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya ketidakstabilan emosi selain yang diteliti dalam penelitian ini.
3. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner yang umum dan kurang spesifik terhadap kriteria responden
51
DAFTAR PUSTAKA
1. WHO. WHO Coronavirus Disease (COVID-19) Dashboard. Geneva: WHO;
2020. Available from: www.who.int. [Accessed on 05 september 2021].
2. COVID-19.go.id. Satgas Penanganan COVID-19. 2020. Available from:
COVID-19.go.id. [Accessed on 05 September 2021].
3. Fawaz, M., Samaha, A. E-learning: Depression, Anxiety, and Stress Symptomatology among Lebanese University Students during COVID-19 Quarantine. Nurs Forum. 56(1): 52–57; 2021.
4. Hastuti, N., Djanah, S.N., Pascasarjana, M., Dahlan, U.A. Studi Tinjauan Pustaka: Penularan dan Pencegahan Penyebaran COVID-19. An-Nadaa J Kesehat Masy. 7(2):70–76; 2020.
5. Taylor, S. (2019). The psychology of pandemics: Preparing for the next global outbreak of infectious disease. Cambridge Scholars Publishing.
6. Muyasaroh, H. Kajian Jenis Kecemasan Masyarakat Cilacap dalam menghadapi Pandemi Covid 19. Cilacap: LP2M UNUGHA. 3; 2020. Available from:
http://repository.unugha.ac.id/id/eprint/8 58
7. Annisa DF. Konsep Kecemasan ( Anxiety ) pada Lanjut Usia ( Lansia ).
2016;5(2).
8. Chrisnawati G, Aldino T. Aplikasi Pengukuran Tingkat Kecemasan Berdasarkan Skala Hars Berbasis Android. 2019;V(2):277–82.
9. Nurfitriana P. Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Tahun Pertama Di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2016.
10. Yusuf, A.H F, , R & Nihayati H. Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa.
Buku Ajar Keperawatan Kesehat Jiwa. 2015;86–7.
11. Azizah M lilik, Zainuri I, Akbar A. Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa Teori dan Aplikasi Praktik Klinik. Indomedia Pustaka. 2017;136–8.
13. Gennaro, F. Di, Pizzol, D., Marotta, C., Antunes, M., Racalbuto, V., Veronese, N., & Smith, L. (2020). Coronavirus Diseases ( COVID-19 ) Current Status and Future Perspectives : A Narrative Review. International Journal of
52
Environmental Research and Public Health, 17, 2–13. Kantor Staf Presiden.
(2020). Pemerintah Terbitkan Protokol Kesehatan Penanganan COVID-19.
Berita KSP. http://ksp.go.id/index.htm
12. World Health Organization. (2020b). Anjuran Mengenai Penggunaan Masker dalam Konteks Covid. In World Health Organization (Issue April). Wang, X., Wang, Y., & Gao, L. (2020). Diagnosis , treatment , and prevention of 2019 novel coronavirus infection in children : experts ’ consensus statement.
World Journal of Pediatrics, February. https://doi.org/10.1007/s12519-020-00343-7
14. Cheng, V. C., Wong, S., Chuang, V. W., So, S. Y., Chen, J. H., Sridhar, S., To, K. K., Chan, J. F., Hung, I. F., Ho, P., & Yuen, K. (2020). The Role of Community-Wide Wearing of Face Mask For Control of Coronavirus Disease 2019 ( COVID-19 ) Epidemic Due to SARS-CoV-2. Journal of Infection, 81, 107–114. https://doi.org/10.1016/j.jinf.2020.0
15. Lepelletier, D., Grandbastien, B., Romano-bertrand, S., & Aho, S. (2020). What Face Mask For What Use in the Context of the COVID-19 Pandemic ? The French Guidelines. Journal of Hospital Infection, 105, 414–418.
https://doi.org/10.1016/j.jhin.2020.04.036
16. World Health Organization. (2020a). Anjuran Mengenai Penggunaan Masker dalam Konteks COVID-19. World Health Organization.
https://www.who.int/infection-prevention/campaigns/clean-hands/en/
17. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Begini Aturan Pemakaian
Masker Kainyang Benar (pp. 1–2).
https://www.kemkes.go.id/article/view/20060900002/begini-aturan-pemakaian-masker-kain-yang-benar.htm
53
18. World Health Organization. (2020d). Hand Hygiene in Health Care First Global Patient Safety Challenge Clean Care is Safer Care. In World Health Organization (Vol. 30, Issue 1). https://doi.org/10.1086/600379
19. Khedmat, L. (2020). New Coronavirus (2019-nCoV): An Insight Toward Preventive Actions and Natural Medicine. International Travel Medicine Center of Iran, 8(1), 44–45. https://doi.org/10.34172/ijtmgh.2020.07
20. Chen, X., Ran, L., Liu, Q., Hu, Q., Du, X., & Tan, X. (2020). Hand Hygiene, Mask-Wearing Behaviors and Its Associated Factors during the COVID-19 Epidemic: A Cross-Sectional Study among Primary School Students among Primary School Students in Wuhan, China. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(8), 2–11.
https://doi.org/10.3390/ijerph17082893
21. Dewi, D. W., Khotimah, S., & Liana, D. F. (2016). Pemanfaatan Infusa Lidah Buaya ( Aloe vera L ) Sebagai Antiseptik Pembersih Tangan Terhadap Jumlah Koloni Kuman. Jurnal Cerebellum, 2, 577–589.
22. Lee, J., Jing, J., Yi, T. P., Bose, R. J. C., Mccarthy, J. R., Tharmalingam, N., &
Madheswaran, T. (2020). Hand Sanitizers : A Review on Formulation Aspects , Adverse E ff ects , and Regulations. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17, 2–17.
23. Asngad, A., Bagas, A.R., dan N. (2018). Kualitas pembersih Tangan Hand
Sanitizer. Bioeksperimen, 4(2), 61–70.
https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.v4i1.2795
24. Yanti, B., Mulyadi, E., Wahiduddun, Novika, R. G. H., Ariana, Y. M. D., Martani, N. S., & Nawan. (2020). Community Knowledge, Attitudes, and Behavior Towards Social Distancing Policy As Prevention Transmission of COVID-19 in Indonesia. Jurnal AdministrasiKesehatan Indonesia, 8(1), 4–14.
https://doi.org/10.20473/jaki.v8i2.2020.4-14
25. Suppawittaya, P., Yiemphat, P., & Yasri, P. (2020). Effects of Social Distancing , Self-Quarantine and Self-Isolation during the COVID-19 Pandemic on People
’ s Well -Being , and How to Cope with It. International Journal of Science and Healthcare Research, 5(June), 12–20.
54
26. Ippolito, M., Vitale, F., Accurso, G., Iozzo, P., Gregoretti, C., Giarratano, A., &
Cortegiani, A. (2020). Medical masks and Respirators for the Protection of Healthcare Workers From SARS-CoV-2 and Other Viruses. Pulmonology.
https://doi.org/10.1016/j.pulmoe.2020.04.009
27. World Health Organization. (2020c). Coronavirus Disease (COVID-19)
Situation Report. World Health Organization.
https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus2019/situation-repor
28. Singhal, T. (2020). A Review of Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). The Indian Journal of Pediatrics, 87(April), 281–286.
29. Nishiura, H., Jung, S., Kinoshita, R., & Yuan, B. (2020). Estimation of the asymptomatic ratio of novel coronavirus infections ( COVID- International Journal of Infectious Diseases. International Journal of Infectious Diseases, May, 19–21. https://doi.org/10.1016/j.ijid.2020.03.020
30. World Health Organization. (2008). Epidemic-Prone and Pandemic-Prone Acute Respiratory Diseases: Infection Prevention and Control in Helath-Care Facilities. Who. IndonesiaPartnerinDevelopment,53(2),8–25.
31. Suhaeni E. Manusia Dan Ancaman COVID-19 Dalam Perspektif Al-Qur’an.
Rausyan Fikr J Pemikir dan Pencerahan. 2020;17(2):108–17.
32. Fuadi A, Suharto T. Vaksinasi Sebagai Penanggulangan Pandemi COVID-19 Perspektif Fiqh Islam. El-Ghiroh J Stud Keislam. 2021;19(1):33–46.
33. MUI. Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor : 02 Tahun 2021 Tentang Produk Vaksin COVID-19 dari Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero). 2021. p. 1–8.
34. MUI. Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 14 Tahun 2021 tentang Hukum Penggunaan Vaksin COVID-19 Produk AstraZeneca. 2021. p. 1–13
35. Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pernyataan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/PER/I.0/H/2021 tentang Pelaksanaan Program Vaksinasi Sebagai Upaya Penanganan Pandemi COVID-19. 2021.
36. Yamamoto, T., 2013. Pandemic Control Measures 56, 4.
55
37. Taubenberger, J.K., Morens, D.M., 2006. 1918 Influenza: the Mother of All Pandemics. Emerging Infectious Diseases 12, 8.
38. Zu, Z.Y., et al., 2020. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): A Perspective from China. Radiology 200490.
39. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, 2020. Peta Sebaran | Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. covid19.go.id.
40. Jin, Y., et al., 2020. Virology, Epidemiology, Pathogenesis, and Control of COVID-19. Viruses 12, 372.
41. Adhikari, S.P., et al., 2020. Epidemiology, causes, clinical manifestation and diagnosis, prevention and control of coronavirus disease (COVID-19) during the early outbreak period: a scoping review. Infect Dis Poverty 9, 29.
42. Ahn, D.-G., et al., 2020. Current Status of Epidemiology, Diagnosis, Therapeutics, and Vaccines for Novel Coronavirus Disease 2019 (COVID19).
Journal of Microbiology and Biotechnology 30, 313–324.
43. Cunningham, A.C., et al., 2020. Treatment of COVID-19: old tricks for new challenges. Crit Care 24, 91, s13054-020-2818–6.
44. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.01.07/MENKES/382/2020
45. Fitriani. Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kejadian Insomnia Di Kalangan Mahasiswa Obesitas Dan Non Obesitas Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Angkatan 2017. Vol. 2. Universitas Hasanuddin;2018
46. Hardjosoesanto A, AS W, Jusup I. Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Tingkat Sugestibilitas Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Tahun Pertama. J Kedokt Diponegoro. 2017;6(2):288–96.
47. Irsani Damayanti, dkk, Pengaruh tingkat kecemasan lansia terhadap kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 di kelurahan mattirotappareng kecamatan tempe kabupaten Wajo, 2021
48. Sukmal M, Syamsuwir S, Satriadi I. Syifa Dalam Perspektif Alquran. Istinarah Ris Keagamaan, Sos dan Budaya. 2020;1(2):87
56
49. Azmi R, Ushuluddin F, Filsafat DAN, Ar-raniry Uin. Hubungan Sabar Dan Shalat Dalam Al- Qur ’ An Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam – Banda Aceh. 2017
57
LAMPIRAN
A. Lampiran 1 (Hamilton Rating Scale For Anxiety)
Skor : 0 = tidak ada
1 = ringan 2 = sedang 3 = berat 4 = berat sekali
Total Skor : kurang dari 14 = tidak ada kecemasan
14 – 20 = kecemasan ringan
21 – 27 = kecemasan sedang
28 – 41 = kecemasan berat
42 – 56 = kecemasan berat sekali
58
- Takut Akan Pikiran Sendiri - Mudah Tersinggung
2
Ketegangan
- Merasa Tegang - Lesu
- Tak Bisa Istirahat Tenang - Mudah Terkejut - Ditinggal Sendiri - Pada Binatang Besar
- Pada Keramaian Lalu Lintas - Pada Kerumunan Orang Banyak
4
Gangguan Tidur
- Sukar Masuk Tidur - Terbangun Malam Hari - Tidak Nyenyak
- Bangun dengan Lesu - Banyak Mimpi-Mimpi - Mimpi Buruk
- Mimpi Menakutkan 5
Gangguan Kecerdasan - Sukar Konsentrasi - Daya Ingat Buruk
6
Perasaan Depresi - Hilangnya Minat
- Berkurangnya Kesenangan Pada Hobi - Sedih
- Bangun Dini Hari
- Perasaan Berubah-Ubah Sepanjang Hari
7
59
8
Gejala Somatik (Sensorik) - Tinitus
- Penglihatan Kabur - Muka Merah atau Pucat - Merasa Lemah
- Perasaan ditusuk-Tusuk
9
Gejala Kardiovaskuler - Takhikardia - Berdebar - Nyeri di Dada
- Denyut Nadi Mengeras
- Perasaan Lesu/Lemas Seperti Mau Pingsan - Detak Jantung Menghilang (Berhenti
Sekejap)
10
Gejala Respiratori
- Rasa Tertekan atau Sempit Di Dada - Perasaan Tercekik
- Sering Menarik Napas - Napas Pendek/Sesak
11
Gejala Gastrointestinal - Sulit Menelan - Perut Melilit
- Gangguan Pencernaan
- Nyeri Sebelum dan Sesudah Makan - Perasaan Terbakar di Perut
- Rasa Penuh atau Kembung - Mual
- Muntah
- Buang Air Besar Lembek - Kehilangan Berat Badan
- Sukar Buang Air Besar (Konstipasi)
60
12
Gejala Urogenital
- Sering Buang Air Kecil
- Tidak Dapat Menahan Air Seni - Amenorrhoe
- Menorrhagia
- Menjadi Dingin (Frigid) - Ejakulasi Praecocks - Ereksi Hilang - Mudah Berkeringat - Pusing, Sakit Kepala - Bulu-Bulu Berdiri
14
Tingkah Laku Pada Wawancara - Gelisah
- Tidak Tenang - Jari Gemetar - Kerut Kening - Muka Tegang
- Tonus Otot Meningkat - Napas Pendek dan Cepat - Muka Merah
Skor Total =
61
B. Lampiran 2 (Kuisioner Penerapan Protokol Kesehatan)
Kuisioner Penerapan Protokol Kesehatan Pada Mahasiswa
Harap Memberi Tanda Ceklis Sesuai Jawaban Anda!
1. Menjalankan Tes Kesehatan Mandiri
Melakukan Tidak Melakukan
Menjalankan Tes Kesehatan Mandiri
2. Pemeriksaan Suhu
Ya Tidak
Menjalankan Pemeriksaan Suhu
Depan Pintu Masuk Tidak Didepan Pintu Masuk Lokasi Pemeriksaan
Ya Kadang-Kadang Tidak
Penunjukan Hasil
3. Penggunaan Masker
Ya Kadang-Kadang
Menggunakan Masker
Masker Medis Masker Kain Masker N95
Jenis Masker
62
< 4 Jam >4 Jam
Lama Penggunaan
4. Penggunakan Faceshild
Ya Kadang-Kadang Tidak
Menggunakan Faceshild Penggunaan Dengan
Benar
5. Melakukan Hand Hygiene
Ya Kadang-Kadang Tidak
Melakukan Hand Hygiene Membawa Hansanitizer
Ketersediaan Sarana Cuci Tangan Tidak Menyentuh Fasilitas Umum Cuci Tangan Setelah Menyentuh Fasilitas Umum
6. Menjaga Jarak
Ya Kadang-Kadang Tidak
Menjaga Jarak
Ketersediaan Arahan Physical Distancing
Pembatasan Kepadatan Ruangan Mengikuti Protokol Kesehatan
7. Berada Di Kampus Lebih Singkat
7. Berada Di Kampus Lebih Singkat