• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.9. Prosedur Pemeriksaan Laboratorium

3.9.2 Prosedur PCR-RFLP

Pemeriksaan PCR-RFLP polimorfisme gen -308 TNFα dikerjakan di

laboratorium Terpadu Fakultas Kedokteran Unuversita Sumatra Utara Medan.

Rangkain dari region ke 5' (-595+390) gen TNFα manusia mengungkapkan polimorfisme transisi G dan A pada posisi -308. Sebuah oligonukleotida telah di design berkaitan dengan letak atau bagian polimorfik kedalamNcol. Primer yang digunakan untuk PCR adalah: Primer Forward5'AGG CAA TAG GTT TTG AGG GCC AT-3' dan Primer Revers 5' TCC TCC CTG CTC CGA TTC CG-3'.

Polimerasi akan mengkonfirmasi dua alel, alel G akan terpotong pada 87bp dan 20bp, alel A akan terpotong pada alel 107bp.

Bahan yang digunakan ssat PCR sebagai berikut: 100 genom DNA diamplifikasi menggunakanPrimer Forward 1 μl dan Primer Revers 1 μldalam volume total 25 μl mengandung Taq DNA polymerase (NBL). 1,25 unit, 200μM dari tiap dNTP dan konsentrasi buffer terakhir (NBL) konsentrasi buffer terakhir 10 mM Tris-HCl, 1,5 mM MgCl2, 50 mM KCl dan 0,1% Triton X-100.

Campuran PCR ini dimasukkan ke dalam mesin PCR dengan program sebagai berikut : denaturasiotgoi awal pada suhu 95°C selama 3 menit, kemudian annealing pada suhu 60°C selama 1 menit, dan ekstensi pada suhu 72°C selama 1 menit, diikuti sebanyak 35 putaran pada suhu 94°C selama 1 menit, 60°C selama 1 menit, 72°C selama 1 menit. Dengan putaran akhir pada suhu 94°C selama 1 menit, 60°C selama 1 menit dan 72°C selama 5 menit, amplifikasi di digesti dengan enzim Ncol dan dianalisa pada polyacrylamid gel 3 %.

3.10. Analisis Data

Data akan dianalisa secara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi subyek penelitian berdasarkan karakteristik.

3.11. Pengolahan Data

Pengolahan data hasil penelitian ini diformasikan dengan menggunakan langkah-langkah berikut:

1. Editing: untuk melengkapi kelengkapan, konsistensi dan kesesuaian antara kriteria yang diperlukan untuk menjawab tujuan penelitian.

38

2. Coding: untuk mengkuatifikasi data kualitatif atau membedakan aneka karakter. Pemberiak kode ini sangat diperlukan terutama dalam rangka pengolahan data, baik secara manual maupun mdengan menggunakan komputer.

3. Cleaning: pemeriksaan data yang sudah dimasukkan ke dalam program komputer guna mnghindari terjadinya kesalahan pada saat memasukkan data.

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Telah dilakukan penelitian deskriptif untuk melihat bagaimana gambaran polimorfisme gen -308 G/A TNFα terhadap kejadian kanker paru karsinoma bukan sel kecildi RSUP H.Adam malik medan, yang mana pemeriksaan dilakukan di laboratorium terpadu Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Sampel penelitian merupakan isolat DNA dari 37 pasien Penderita kanker paru yang telah terdiagnosa secara sitologi/histopatologi di RSUP H.Adam Malik Medan. Penelitian ini telah mendapat persetujuan dari Komite Etik Penelitian Bidang Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

4.1.1 Polimorfisme Gen -308 G/A TNFα

Pemeriksaan genotip Polimorfisme gen -308 G/A TNFα dilakukan terhadap kelompok pasien kanker paru karsinoma bukan sel kecil. Pemeriksaan polimorfisme Gen -308 G/A TNFα pada penelitian ini dengan metode polymerase chain reaction- Restriction fragment Length polymorphism (PCR-RFLP) . Proses thermal cycle dilakukan pada isolat DNA kelompok kasus dan kontrol dengan menggunakan Primer Forward5'-AGG CAA TAG GTT TTG AGG GCC AT-3' dan Primer Revers5'- TCC TCC CTG CTC CGA TTC CG-3'.

Selama 1 jam 50 menit.

Untuk membuktikan keberhasilan isolasi DNA maka dilakukan visualisasi produk hasil PCR. Proses Visualisasi dilakukan dengan cara elektroforesis melalui media gel agarose koinsentrasi 3% dengan tegangan 80 volt selama 60 menit.

Hasil PCR gen -308 TNFα terlihat pada posisi 100bp seperti terlihat pada gambar 4.1.

40

Gambar 4.1 Produk PCR gen -308 TNFα dengan Analisa elektroforesis Agarosa 3%

terlihat pada posisi 100bp

Kemudian produk PCR di digesti dengan enzim Nco1 untuk melihat variasi polimorfisme gen TNFα -308 G/A dan dianalisa dengan elektroforesis gel agarose 3%,didapati beberapa tipe variasi gen. Metode PCR-RFLP merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui polimorfisme gen TNFα -308 G/A.

Deteksi perubahan basa G menjadi A pada gen TNFα ditentukan melalui pemotongan DNA produk PCR dengan menggunakan enzim Nco1 yang diinkubasi selama 60 menit pada suhu 360C.

Gambar 4.2 Hasil elektroforesis produk PCR-RFLP

Individu yang memiliki genotip wildtype akan terlihat produk PCR yang terpotong sehingga tampak 2 band yang berukuran 87bp dan 20bp (GG), genotip heterozigot varian akan tampak 3 band berukuran 87bp,20bp dan 107bp (GA) dan genotip homozygot akan tampak 1 band berukuran 107bp (AA).

100BPp

M NC 27 28 29 30 31 32 33 34 31

4.1.2 Karakteristik pada pasien kanker paru

Dari tabel karakteristik subjek penelitian tampak jenis kelamin kali-laki yang paling banyak dijumpai pada pasien kanker paru karsinoma bukan sel kecil yaitu 23 orang (62,2%), dengan usia paling banyak 50-59 tahun (43,2%), pada pekerjaan petani adalah yang paling banyak (56,8%), dengan riwayat merokok IB berat (45,9), jenis sitologi/histologi adenokarsinoma yang paling banyak dijumpai (89,1%) dan denganstadium lanjut (75,7%). Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1 Distribusi karakteristik subjek penelitian

Karakteristik N % 4.1.3 Distribusi frekuensi genotip polimorfisme gen TNFα -308 G/A

Untuk mengetahui hubungan genotip polimorfisme gen -308 G/A TNFα dilakukan uji regresi logistik dan didapati hasil sebagai berikut dapat dilihat pada tabel 4.2.

42

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi genotip gen -308 G/A TNFα

Genotip N %

GG 33 89,2

GA 3 8,1

AA 1 2.7

Bedasarkan data dari tabel 4.2 didapati frekuensi distribusi genotip gen -308 G/A TNFα, wildtype (GG) paling banyak didapati pada kelompok kasus (89,2%) dan pada kelompok kontrol (97,3%).

4.1.3 Distribusi frekuensi alel genotip enzim gen -308 G/A TNFα

Karakteristik subyek penelitian berdasarkan alel genotip enzim gen -308 G/A TNFα dapat dilihat pada tabel 4.3.

Tabel 4.3 Distribusi frekuensi alel genotip enzim gen -308 G/A TNFα

Alel N %

G 69 93,2

A 5 6,8

Berdasarkan distribusi frekuensi alel, kelompok kasus dan kelompok kontrol memiliki alel G lebih banyak dibandingkan dengan alel A dengan nilai 93,2% dan 98,6%.

4.1.4 Analisa Hukum Hardy-Weinberg Equilibrium

Analisa Hukum Hardy-Weinberg Equilibrium (HWE) digunakan untuk menyatakan bahwa didalam suatu populasi frekuensi alel maupun frekuensi genotip harus tetap konstan, dalam penelitian ini dilakukan analisa hukum hardy-weinberg Equilibrium berdasarkan distribusi genotip penderita kanker paru dapat dilihat pada tabel 4.4.

Tabel 4.4 HWE Genotip Kelompok Kanker Paru Genotif Observed Expected

x2= 4,7 (p>0,05) Homozigot Wildtype 33 32,17

Heterozigot Varian 3 4,66

Homozigot Varian 1 0,17

alele freq: Alel A = 0,07 Alel G = 0,93

Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa polimorfisme gen -308 G/A TNFα pada kelompok kasus memiliki nilai p-value>0,05 yang berarti tidak terdapat deviasi (penyimpangan) atau berada dalam keseimbangan Hardy-Weinberg Equilibrium.

4.2 Pembahasan

Insiden kanker paru pada penelitian ini banyak pada laki-laki dibandingkan perempuan, hal ini dimungkinkan karena kebiasaan merokok dengan jumlah yang lebih banyak dan hisapan lebih banyak pada laki-laki. Pada perempuan terdapat perbedaan pada enzym cytochorome P-450dalam metabolisme unsusr-unsur temabakau, dan juga mungkin efek estrogen terhadap perkembangan pertumbuhan kanker paru (Soeroso et al, 2014).Usia paling banyak dijumpai 50-59 tahun, dan jenis sitologi/histopatologi adalah adenocarsinoma, hasil yang sama juga dipaparkan pada penelitian soeroso et al pada tahun 2018, dimana usia ≤ 65 tahunpaling banyak dijumpai dengan adenokarsinoma adalah jenis sel paling banyak dimana dihubungkan jenis sel ini dengan kebiasaan merokok (Soeroso et al,2018).

Beberapa studi dilakukan melihat genotip gen polimorfisme gen -308 G/A TNFα pada pasien kanker paru, dan pada beberapa penelitian ini mendapatkan genotip wildtype GG terbanyak didapati kemudian diikuti oleh varian heterozygot GA dan AA. Sejalan penelitian ini dimana genotip wildtype GG paling banyak didapatkan (89,2%), kemudian genotip varian GA (8,1%) dan yang paling sedikit AA (2,7%). Sejalan dengan genotip yang didapat, maka dari penelitian ini alel G juga paling banyak didapati (93,2%) (Flego et al, 2013 dan shih et al, 2013).

44

Hubungan polimorfisme gen -308 G/A TNFα dengan kanker paru diuji dengan menggunakan pearson chi-square. Dimana, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara polimorfisme gen 308 G/A TNFα dengan kejadian kanker paru (p>0,05).

Beberapa studi mengenai hubungan polimorfisme gen -308 G/A TNFα dengan kejadian kanker paru menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Beberapa studi menyatakan adanya polimorfisme gen -308 G/A TNFα pada seseorang memodulasi tingkat/level sitokin dalam respon inflamasi.

Perbedaan hasil yang diperoleh diantara beberapa peneliti dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti adanya perbedaan ras, metode pemeriksaan dan jumlah sampel yang digunakan. Banyak studi yang menghubungkan bagaimana peran sitokoin proinflamasi dalam terjadinya kanker paru, namun latar belakang genetik kanker paru belum dapat diklarifikasi (herfs et al 2012).

Hubungan polimorfisme gen -308 G/A TNFα dengan peningkatan kejadian kanker paru pernah didapati pada populasi turki oleh Colakogullari et al (2008), populasi turki oleh Kaabaci et al (2013) dan pada populasi cina oleh Shih et al (2006). Namun penelitian mereka tidak sejalan dengan Flego et al (2013) pada populasi kroasia dan Seifart et al (2005) pada populasi jerman.

Kanker paru adalah penyakit yang disebabkan oleh multifaktoral, kanker paru merupakan hasil interaksi antara faktor lingkungan dan faktor genetik. Ada kemungkinan varian pada beberapa lokus dapat memberikan resiko terhadap terjadinya kanker paru, namun beberapa faktor lingkungan dapat mendominasi dalam perkembangan kanker paru seperti kebiasaan merokok dan paparan karsinogen lainnya. Selain itu beberapa polimorfisme nukleotida dari sitokin yang lain dapat saja saling berinterakasi yang dapat berperan juga dalam patogenesis kanker paru. Oleh karena itu, beberapa polimorfisme lain harus dipertimbangkan mungkin saja menjadi faktor resiko kanker seperti polimorfisme gen -238 G/A dan -252 G/A TNFα, polimorfisme gen IL6, IL10 dan lain-lain.

Selain hal diatas, resiko kanker paru dapat juga dipengaruhi oleh faktor saluran napas, penyakit peradangan kronis pada saluran napas yang berkaitan dengan rokok, diketahui berkontribusi pada terjadinya kanker paru.

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dan analisa secara statistik dapat disimpulkan bahwa:

1. Karakteristik subyek penelitian kelompok kasus paling banyak adalah berumur 50-59 tahun, Indeks Brinkman terbanyak adalah kategori berat, dan jenis sel kanker paru terbanyak adalah adenokarsinoma.

2. Karakteristik subyek penelitian kelompok kontrol paling banyak 40-49 tahun dan bukan perokok.

3. Proporsi homozigot wildtype (GG) paling banyak dijumpai yaitu sebanyak 33 orang (89,2%), heterozigot varian (GA) sebanyak 3 orang (8,1%) dan homozigot varian (AA) sebanyak 1 orang (2,7%).

4. Prpoporsi alel A pada pasien kanker paru karsinoma bukan sel kecil paling banyak didapati yaitu 69 (93,2%).

5.2 Saran

1. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan kadar TNFα dalam darah, pada pasien kanker paru karsinoma bukan sel kecil untuk melihat sejauh mana hubungan polimorfisme gen -308 G/A TNFα dalam meningkatkan kadar TNFα dalam darah.

2. Untuk melihat sejauh mana peran sitokin inflamsi terhadap terjadinya kanker paru, maka dapat dilakukan penelitian tentang gen inflamasi lainnya seperti TNFα -238, TNFα -252, TNFβ, IL-6, IL-10 dan lain-lain.

3. Sebaiknya dilakukan penelitian sejenis dengan memilih subjek penelitian secara berpasangan (matching) menurut usia, jenis kelamin dan tingkat konsumsi rokok (indeks brinksman).

DAFTAR PUSTAKA

Aishener, D., dan C. Marshal. 2016. Molecular Pathology of Non–Small Cell Lung Cancer.Moleculer diagnostic consultasion.Oxfordjournals; 13-40.

Angel, E.A. 2008. Inflammation in the development of lung cancer:

epidemiological evidence. Anticancer Ther; 605-615.

Anthariksa, B., A.N Sitompul., A.K. Ginting., A. Hasan., B.Y. Tanuwihardja., dan D. Hertanto. 2011. Diagnosis dan Penatalaksanaan Penyakit Paru Obstruktif kronis (PPOK) Pedoman Nasional Untuk Diagnosis &

Penatalaksanaan di Indonesia. PDPI. Jakarta.

Bailey-Wilson, J.E, C.I. Amos., dan S.M. Pinney. 2004. A Major Lung cancers succeptibility locus maps to chromosome 6q23-25. Am J Hum Genet.

460-674.

Barnett, M. 2006. Chonic Obstructive Pulmonary Disease In Primary Care. John Wiley & Son. New York.

Boyle, P. 2008. Epidemiology of Lung Cancer: A Century of Great Success and Ignominious Failure. In : Hansen H. Textbook of Lung cancer. Informa Healthcare. USA.

Bryant, A., dan R. Cerfalio. 2007. Differences in Epidemiology, Histology, and Survival Between Cigarette Smokers and Never-Smokers Who Develop Non-Small Cell Lung Cancer. Jurnal Chest; 185- 92.

Colakogullari, M., E.Ulukaya., A.Y Oral., F.Aymak., B. Basturk., A. Ursavas., dan H.B Oral.2008. The involvement of IL-10, IL-6, IFN-g, TNF-a and TGF-b gene polymorphisms among Turkish lung cancer patients. Cell Biochem Func; 283–290.

Coussens, L.M. 2002. Inflammation and cancer; 860-867.

Cruz, C. 2011. Lung Cancer: Epidemiology, Etiology, and Prevention. Jurnal Clin chest Med: 40-44.

Dalaveris, E, T. Kerenidi., A. Katsabeki-Katsafli., T. Kiropoulos., K. Tanou., K.I.

Gourgoulianis., dan K. Kostikas K. 2009. VEGF, TNF-α and

8-isoprostane levels in exhaled breath condensate and serum of patients with lung cancer.Lung Cancer; 219–225.

Deaen, W. 2008. Tumor Paru Di Daerah Toraks. In Buku Ajar Onkologi Klinis.Balai Penerbit FKUI .Jakarta.

Fatchiyah., E.L. Arumingtyas., S. Widyarti., dan S. Rahayu. 2009. Dasar-Dasar Analisa Biologi Molekuler. LSIHpress. Malang; 13-53.

Ferlay, J., P. Autier., M. Boniol., M. Heanue., M. Colombet., dan P. Boyle. 2007 Estimates of the cancer incidence and mortality in Europe in 2006.

Annals of Oncology; 581–592.

Flego v., S. Ristic., S.D Pavlic., D.M Lender., L.B Kardum., M. Kapovic et al.

2013. Tumor Necrosis Factor Alpha Gene Promotor -308 and -238 Polymorphism in Patient With Lung Cancer as A second Primary Tumor.

Medical science Monitor; 846-851.

Fossella, F.V. 2003. Clinical Examination Of Patients With Suspected Lung Cancer In: Buzdar A, Freedman RS. Lung Cancer. Jurnal Springer: 25-34.

Hammerscmidt. S., dan H. Wirtz. 2009. Current Diagnosis and Treatment. Jurnal Lung cancer; 809-820.

Hammoud, Z., B. Tan., S. Badve., dan R.M. Bigsby. 2008. Estrogen Promotor Tumor Progression In a Genetically Defined Model of Lung Adenocarcinoma. Jurnal Endocrine-Related Cancer 15: 475-483.

Herfs M., P Hubert P., dan A.L Poimer. 2012. Proinflammator Cytokines Induce Bronchial Hiperplasia and Squamous Metaplasia in Smokets:

Implications For Chronic Obstructive Pulmonary Disease Therapy. AM J Respir Cell Mol Biol; 47:67-79.

Hetcs, S. 2016. Tobacco Smoke Carcinogens and Lung Cancer. oxfor djournals;

08-30.

Hoffmann, D., Hoffmann, I. 1997. The changing cigarette, 1950-1995. J Toxicol Environ Health. ;50(4):307–64

Hulma, M.A., Basyar, M. dan Mulyani, H.2014. Hubungan Karakteristik Penderita dengan Gambaran Sitopatologi pada Kasus Karsinoma Paru

48

yang Dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas,3: 2.

Josen, K., R. Siegel., dan D. Kamp. 2002. Incidence and EpidemiologyIn Weitberg AB. Cancer of the Lung From Melecular Biology to Treatment Guidelines. New Jersey. Humana Press; 3-26.

Jusuf, A., A. Wibawanto., A. Icksan., E. Syahrudddin., Juniarti., dan S. Endardjo.

2015. Kanker paru Jenis Karsinoma Bukan Sel Kecil Pedoman Nasional Untuk Diagnosa& Penatalaksanaan di Indonesia.PDPI. Jakarta.

Kaabachi, S., W.Kaabachi., A. Rafrafi., H. Belkis., K. Hamzaoui., dan F.H.Sassi.

2013. Tumor necrosis factor gene polymorphisms in Tunisian patients with non-small cell lung cancer. Clin Lab; 1389–1395.

Kartika S, Aisah N, Bakhriansyah M. ProfilPenderitaKankerParu Primer di RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2006-2011.Berkelanjutan Kedokteran.2013;

9(2): 169-180.

Kim, J.H., dan Y.C. Hong. 2013. No association between tumor necrosis factor-alpha gene polymorphisms and lung cancer risk. Environmental health and toxicology; 2233-2338

Lees, C.W., J. Ironside., W.A.H. Wallace., dan J. Satsangi. 2008.Resolution of Non–Small Cell Lung Cancer after Withdrawal of Anti-TNF Therapy.

The New England Journal of Medicine; 3320-3321.

Luch,A. 2010. Carcinogenic Polycyclic Aromatic Hydrocarbons. Institute for Risk Assesment, Berlin, Germany. Elsevier : 85-123

Mong, C., E.B. Goron., dan C. Fuller. 2011. High Prevalence of Lung Cancer in Surgical Cohort Of Lung Cancer Patients a Decade After Smoking Cessation. Journal of Cardiothoracic surgery; 6-19.

Novaes, F., D.C. Cataneo., R.L. Junior., J. Defaveri., O.C. Michelin4., dan A.

Cataneo. 2008. Lung cancer: histology, staging, treatment and survival.

Jurnal Bras Pneumol; 595-600.

Odonovan, P. 1997. The Radiologic Appearance of Lung Cancer.Cancer network.

Cancer Network.Cancernetwork;10.30.

Ozlu, T., dan Y. Bulbul. 2005. Smoking ana lung cancer. Tuberk Toraks; 200-209.

[PDPI] PerhimpunanDokter Paru Indonesia. 2016.KankerParu, Pedoman Diagnosis &Penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta: PT. Metro Offset Printing.

Peng, W.J., Q. He., J.R. Yang., B.X. Wang., M.M. Lu., S.Wang., dan J.wang.

2012. Meta-analysis of association between cytokine gene polymorphisms and lung cancer risk.Mol Biol Rep; 5187–5194.

Seifart, C., A. Plagens., A. Dempfle., U. Clostermann., C. Vogelmeier., dan P.V.

Wichert. 2005.TNF-α, TNF-β, IL-6, and IL-10 polymorphisms in patients with lung cancer Disease Markers; 157–165.

Senby, C. 2002. Respiratory Medicine. Churchill Livingstone. New York.

Shih, C.M., Y.L. Lee., H.L. Chiou., W.Chen., G.C. Chang., M.C. Chou., dan Y.L.

2006. Association of TNF-α polymorphism with susceptibility to and severity of non-small cell lung cancer.Lung Cancer; 15-20.

Soeroso, N.N., Soeroso, L., Syafiuddin, T. 2014. Kadar Carcinoembryogenic Antigen (CEA) Serum PenderitaKankerParuKarsinomaBukanSel Kecil di RSUP Adam Malik.DepartemenPulmonologidanKedokteranRespirasi FK USU. J Respir Indo, 34: 17-25.

Soeroso NN., R. Zain-hamid., B.Y.M Sinaga., A.H. Sadewa., T. Syafiuddin., E.

Syahruddin., G. Tann., E.Mutiara. 2018. Genetic Polymorphism of CYP2A6 and Its Relationship with Nicotine Metabolism in Male Bataknese Smokers Suffered from Lung Cancer in Indonesia. Open Access Maced J Med Sci.1-6

Song, X.Y., S.J. Zhou., N.Xiao., Y. Li., D.Z. Zhen., C.Y. Su., dan Z.D. Liu. 2013.

Research on the relationship between serum levels of inflammatory cytokines and non small cell lung cancer. Asian pasific journal of cancer preventio; 4765-4768.

50

polymorphism in patients with chronic obstructive pulmonary disease and lung cancer Neoplasma; 348-351.

Subowo., 2009. Sitokin dalam sistem imun. Dalam: Subowo, Imunoligi. Bandung, Sagung Seto; 121-146.

Syahruddin, E., A.D. Pratama., dan N.A. Arief . 2010. A Restrospective Study:

Clinical and Diagnostic and Diagnostic Characteristics in Advanced Stage of lung Cancer Patients With Pleural Effusion In Persahabatan Hospital 2004-2007. Jurnal Respirasi Indonesia; 146-147.

Wang, J., C. Caot., H. Luof., S. Xiong., Y. Xu., dan W. Xiong. 2011. Tumor necrosis factor alpha -308 G/A Polymorphism and Risk of the four most Frequent Cancer: a meta-analysis. International Journal of immunogenetic; 311-320.

Xie, H., H.Yao., Y. Huo., N.Li., dan Y. Cheng. 2014. Association between TNF-α gen 308 G>A polymorphism and lung cancer risk: A meta-analysis.

Tumor boil;9693-9699.

Yu, M. 2002. The Role of Interleukin-6 in Pulmonary Inflamtion and Injury Induced by Exposure to Environmental Air Pollutans. Toxicological Jurnal Sciences; 488-497.

Yuwono, T., 2005. Replikasi bahan genetik. Dalam: Yuwono T. Biologi Molekular. Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Gajahmada; 94-32.

LAMPIRAN 1

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

IDENTITAS

1. Nama : dr. Zamindar

2. NIP : 19850512 201003 2 001 3. Tempat tanggal lahir : Banda Aceh, 12 mei 1985 4. Jenis Kelamin : Perempuan

5. Agama : Islam

6. Status perkawinan : Menikah

7. Alamat : Jl. Stella Raya, Komplek Stella Residence blok N, No.4, Medan

8. Hp : 085296940046

RIWAYAT PENDIDIKAN

1. SD Neg 40, Banda Aceh, Tahun lulus 1997 2. SLTP Negeri 1 Banda Aceh, Tahun lulus 2000.

3. SMA Negeri 3 Banda Aceh, Tahun lulus 2003.

4. S1-Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Tahun lulus 2007.

5. Profesi Dokter UniversitasSumatera Utara, Tahun lulus 2009.

KETERANGAN KELUARGA.

1. Suami : H.Khairuddin, SE

2. Anak : - Belva Marsya Sakhi - Belvina Naisha Shaqil - Belvia Mikha Hanindia

52

RIWAYAT PEKERJAAN.

1. Dokter PNS di Puskesmas Peukan Bada, Kab.Aceh Besar, Aceh, mulai tahun 2010 Sampai sekarang.

PERKUMPULAN PROFESI

1. Organisasi IDI Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh 2010 sampai sekarang.

2. Organisasi PDUI Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh 2010 sampai sekarang.

3. Anggota Muda PDPI Cabang Medan.

PARTISIPASI

1. Peserta pada MERCY III di Medan 2015

2. Menyajikan poster pada KONAS XVI PDPI di Medan 2017 3. Panitia dan Peserta pada KONAS XV PDPI di Medan 2017

4. Peserta 3rd Multidiscipplinary Lung Cancer Conference Singapura 2017

LAMPIRAN 2

FORM KUESIOER PENELITIAN

No. Kuesioner : Tanggal :

Nama Responden :

No. HP aktif :

Umur/ Tanggal Lahir :

Pekerjaan :

Alamat :

Lingkari pilihan dan jawab pertanyaan yang mewakili kebiasaan anda;

1. Apakah anda merokok? a. Ya b. Tidak

2. Apakah anda menggunakan jenis tembakau lain seperti cerutu, mengunakan sirih dengan tembakau, dll dengan penggunaan minimal sekali sehari dalam satu

tahun ini? a. Ya b. Tidak

3. Usia berapa anda mulai merokok?... tahun 4. Berapa batang rokok yang anda konsumsi perhari?

a. 1-5 batang b. 5-10 batang c. 10-20 batang d. lebih 20 batang

5. Dalam setahun ini terakhir ini, pernahkah anda mencoba berhenti merokok?

a. Ya b. Tidak

6. Apakah anda mau berhenti merokok sekarang?

a. Ya b. Tidak

7. Apakah anda pernah mendengar tentang produk pengganti nikotin yang dipakai dalam program berhenti merokok?

a.Ya b. Tidak

8. Berapa lama jarak antara waktu bangun tidur dan saat anda mulai merokok pada hari itu?

a. dalam 10 menit b. 10-20 menit

54

c. 31-60 menit d. lebih dari 1 jam

9. Pernahkah anda merasa tidak enak/tidak nyaman pada saat anda merokok?

a. Ya b. Tidak

10. Bila anda tidak merokok, pernahkah anda merokok?

a.Ya b. Tidak

11. Bila ya, sudah berapa lamakah anda berhenti merokok?

a. 1-5 bulan b. 6-11 bulan

c. 1 tahun d. Lebih dari 2 tahun

12. Apakah di rumah ada ada orang yang merokok?

a. Ya b.Tidak

13. Bila ya, siapa diantara anggota keluarga yag merokok (sebutkan)?

……….

14. Berapa harikah dalam 7 hari terakhir anda berada didekat orang yang merokok?

a. Tidak pernah b. 1-2 hari

c.3-4 hari d. 4-6 hari e. Setiap hari

15. Dimanakah anda berada saat itu? (jawaban lebih dari satu)

a. Di rumah b. Di jalan

c. Ditempat kerja

---Terima Kasih---

LAMPIRAN 3

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN (INFORMATION FOR CONSENT)

Selamat pagi/siang Bapak/ Saudara

Nama Saya dr. Zamindar, Saya sedang mengikuti program pendidikan Spesialis paru di Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan akan melakukan penelitian dengan judul “hubungan polimorfisme gen -308 G/A TNFα dengan kejadian kanker paru”

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan polimorfisme gen -308 G/A TNFα dengan kejadian kanker paru. dalam hal ini akan diteliti apakah ada polimorfisme gen ini didalam darah saudara. Dengan mengetahui hal ini maka dapat diketahui apakah ada hubungan polimorfisme gen -308 TNFαdengan kejadian kanker paru.

Jika Bapak/ Saudara bersedia mengikuti penelitian ini maka akan dilakukan pemeriksaan terhadap Bapak/ Saudara dengan cara melakukan wawancara, serta pengambilan darah untuk diperiksa di laboratorium.

Secara umum, resiko yang sering terjadi adalah menimbulkan rasa lemas beberapa saat setelah pengambilan darah. Reaksi yang parah yang dapat terjadi adalah infeksi pada penggunaan jarum suntik, tetapi risiko ini akan sangat diminimalkan dengan memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan steril.

Kami sangat mengharapkan keikutsertaan Bapak/Saudara dalam penelitian ini, karena selain bermanfaat untuk diri sendiri, juga bermanfaat untuk orang lain. Selama penelitian ini Bapak/Saudara tidak dibebankan biaya apapun. Semua data bersifat rahasia, tidak diketahui orang lain. Apabila keberatan, Bapak/Saudara bebas untuk menolak mengikuti penelitian ini, tanpa khawatir akan mengurangi pelayanan yang kami berikan.

Saudara akan mendapatkan uang transportasi dan uang kompensasi. Selain itu, seluruh biaya yang berkaitan dengan penelitian ini seluruhnya ditanggung oleh peneliti dan penyedia biaya penelitian (tidak akan dibebankan kepada subjek).

Jika sudah mengerti dan bersedia mengikuti penelitian ini maka Bapak/Saudara dapat mengisi lembar persetujuan. Pemeriksaan yang dilakukan di atas lazimnya tidak akan menimbulkan hal berbahaya bagi Bapak/Saudara sekalian. Namun bila terjadi hal yang tidak diinginkan disebabkan perlakuan penelitian ini, Bapak/Saudara dapat menghubungi saya.

56

Nama : dr. Zamindar

Alamat rumah : komp.stella residence blok NN. No.4. telp:085296940046

Demikian penjelasan ini saya sampaikan, kiranya hasil dari penelitian ini bermanfaat bagi kita semua.

Medan,

Peserta penelitian Peneliti

( ) (Zamindar)

LAMPIRAN 4.

LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :

Umur :

Jenis kelamin :

Jenis kelamin :

Dokumen terkait