SISTEM MEDIS DI PANTI REHABILITASI BUKIT DOA
2. Tes Wawancara
3.8 Etiologi Penyakit Jiwa Menurut Keluarga Pasien
Para keluarga pasien mulai memahami penyebab penyakit gangguan jiwa sejak salah satu anggota keluarganya mulai menunjukkan gejala perilaku-perilaku yang menurut mereka aneh seperti dimana pasien mulai berbicara dan tertawa sendiri, terlihat sering melamun/mengkhayal, pola makannya mulai tidak teratur, pasien sering menghilang dari rumah hingga akhirnya tersesat dan lain sebagainya.
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan beberapa keluarga pasien, faktor-faktor yang menyebabkan pasien menderita penyakit gangguan jiwa dimulai sejak si pasien mengalami depresi yang terjadi secara terus menerus, depresi yang terjadi pada pasien yaitu dimana si pasien terus menerus mengalami perasaan sedih yang berlebihan, murung, tidak bersemangat, tidak berbahagia, serta selalu memikirkan kegagalan dan kekecewaannya. Seperti kutipan wawancara penulis dengan Ibu br. Sianturi yang anaknya bernama Surya (nama samaran) dirawat di Panti Rehabilitasi Bukit Doa karena mengalami penyakit gangguan jiwa:
“Dia mulai bertingkah laku aneh sejak dia mengetahui isterinya yang merantau ke Jakarta mengkhianatinya, isterinya menikah lagi dengan orang lain di Jakarta. Dia sangat kecewa dan sakit hati karena dikhianati isterinya. Sejak saat itu setiap hari ia terlihat sering melamun dengan wajah yang murung, Ia juga sering
menangis dengan sendirinya disertai dengan rengekan yang kuat. Bahkan semakin hari semakin parah, ia mulai sering meninggalkan rumah seorang diri, kadang juga tidak pulang karena tersesat, kalau sudah begitu kami semua sangat repot mencarinya. Surya sama sekali tidak mau berkata-kata apapun kalau kita ajak berbicara. kalau dia mengamuk, dia mau mengejar-ngejar para tetangga didekat rumah, tapi kami sendiri tidak pernah dikejarnya. Oleh karena dirasakan sudah sangat menganggu tetangga sekitar, maka akhirnya kami dan para tetangga sepakat agar Surya di pasung di belakang rumah hingga akhirnya karena kasihan terus menerus seperti itu kami membawanya agar bisa disembuhkan disini.
Dari hasil wawancara diatas, kita bisa mengetahui bahwa awal kejadian yang membuat Surya mengalami depresi karena merasa sakit hati pada isterinya yang mengkhianatinya. Sejak saat itu Surya mengalami depresi atau perasaan sedih dan kecewa yang berlebihan hingga akhirnya Surya mulai menunjukkan gejala perilaku-perilaku yang dirasa aneh oleh keluarganya seperti terlihat sering melamun/mengkhayal dengan wajah yang murung serta sering terlihat menangis sendirian disertai dengan rengekan yang kuat. Karena dibiarkan begitu saja, maka semakin hari semakin parah prilaku aneh yang ditunjukkan oleh Surya. Surya mulai sering meninggalkan rumah seorang diri, kadang juga tidak pulang karena tersesat, bahkan sampai mau mengejar-ngejar para tetangga didekat rumahnya jika Surya sedang mengamuk. Karena dirasa sudah sangat mengganggu, maka keluarga dan tetangganya akhirnya sepakat memasung Surya di belakang rumahnya sendiri. Keluarga Surya menganggap penyakit gangguan jiwa yang terjadi pada Surya terjadi secara alami karena Surya mengalami depresi berat dan tekanan batin. Keluarga Surya percaya bahwa dengan pembinaan yang dilakukan oleh pihak Panti Rehabilitasi Bukit Doa, Surya bisa pulih dari penyakit gangguan jiwa yang dideritanya.
Ada juga beberapa keluarga pasien yang keluarganya dirawat akibat kecanduan jenis narkotika. Pasien korban narkotika memiliki gejala-gejala atau ciri-ciri sering berhalusinasi, sering merasa cemas/ketakutan, takut pada air dan lain sebagainya. Gejala dan ciri-ciri pasien korban narkotika tersebut membuat banyak bagian dalam masyarakat menyamakan pasien korban narkotika sebagai penderita gangguan jiwa (Schizofrenia). Oleh para keluraga pasien tersebut juga menganggap faktor narkotika yang mengakibatkan anggota keluarganya mengalami penyakit gangguan jiwa terjadi secara alami. Mereka memahami bahwa dampak buruk dari zat-zat adiktif yang terdapat dalam narkotika mengakibatkan kerusakan pada saraf otak pasien sehingga pasien mengalami gangguan dalam pikirannya atau juga bisa disebut penyakit gangguan jiwa. Mereka juga percaya bahwa pembinaan yang dilakukan oleh pihak Panti Rehabilitasi Bukit Doa mampu melepaskan si pasien dari ketergantungan narkotika dan menyembuhkan penyakit gangguan jiwa yang diderita si pasien.
Dilain pihak ada keluarga pasien yang mengatakan penyebab pasien menderita gangguan jiwa akibat faktor gaib/mistis atau juga karena gangguan oleh roh-roh halus. Seperti kutipan hasil wawancara penulis dengan Bapak T sinuhaji selaku orang tua salah satu pasien bernama Chandra (nama samaran) :
“Chandra pernah disuruh oleh ibunya membuang benda keramat berupa cawan yang disimpan oleh almarhum kakeknya .Benda keramat berupa cawan tersebut dibuang oleh Chandra ke sungai. Namun beberapa hari kemudian setelah saat ia membuang cawan itu, dia mulai bertingkah aneh. Kami sering melihat Chandra suka berbicara sendiri seolah-olah ada orang yang sedang meladeninya berbicara, suaranya saat dia berbicara sendiri sangat pelan dan hampir tidak terdengar, kadang-kadang juga sambil tertawa-tawa sendiri., kalau sudah berhenti berbicara sendiri lalu kita tanyakan padanya dengan siapa berbicara barusan, ia pun tidak sadar telah melakukannya.
Dari hasil wawancara diatas, terlihat bahwa keluarga dari pasien yang bernama Chandra menyimpulkan penyebab penyakit gangguan jiwa yang dialami oleh Chandra karena faktor gaib/mistis dimana Chandra pernah membuang benda yang dianggap keramat berupa cawan ke sebuah sungai atas perintah ibunya sendiri. Mereka yakin bahwa terdapat roh-roh yang mendiami cawan tersebut,, roh-roh itu marah dan merasuki Chandra sehingga Chandra menjadi suka bertingkah laku berbicara sendiri dan tertawa sendiri yang mana Chandra sendiri tidak sadar sering melakukannya. Mereka menyimpulkan faktor gaib/mistis tersebut sebagai penyebabnya dengan cara mencoba menerka sejak kapan Chandra mulai pertama sekali menunjukkan tingkah anehnya (berbicara sendiri dan tertawa sendiri) lalu menghubungkannya dengan peristiwa atau kejadian yang sebelumnya terjadi pada Chandra (Chandra disuruh oleh ibunya membuang benda yang dianggap keramat berupa sebuah cawan ke sungai). Karena keluarga Chandra merasa kedua kejadian tersebut saling berhubungan, maka merekapun sama-sama meyakini hal itu sebagai penyebab penyakit gangguan jiwa pada Chandra. Keluarga Chandra percaya bahwa dengan bimbingan rohani yang dilakukan oleh Panti Rehabilitasi Bukit, Chandra pasti bisa disembuhkan dari penyakit gangguan jiwa yang dideritanya.