62 Sumber: SAPK KKP, Tahun 2020
Gambar 10. Penilaian Kinerja TA. 2020 Berdasarkan Dashboard Kinerja BRPBAPPP pada www.kinerjaku.kkp.go.id.
B. EVALUASI DAN ANALISIS KINERJA
Pelaksanaan evaluasi dan analisis kinerja dilakukan melalui pengukuran kinerja dengan menggunakan formulir pengukuran kinerja sesuai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan program sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi BRSDM. Pengukuran kinerja dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian yang didasarkan pada Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah diidentifikasi agar sasaransasaran strategis dan tujuan strategis sebagaimana telah ditetapkan dalam Peta Strategi BRSDM yang menjadi kontrak kinerja pada Tahun 2020 dapat tercapai.
63
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
63 Tabel 19. Capaian IKU Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan
Penyuluhan Perikanan Tahun 2020 SASARAN
64
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
65
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%) Buruk Capaian <80%
Belum ada capaian
Pengukuran kinerja digunakan sebagai alat dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan program sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros.
Pengukuran kinerja dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian yang didasarkan pada indikator kinerja utama yang telah diidentifikasi agar sasaran dan tujuan strategis pada peta strategis yang dituangkan pada penetapan kinerja Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros tahun 2020 dapat tercapai. Capaian Kinerja yang tersedia pada aplikasi kinerjaku hanya pada “Internal process perspective”.
66
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
66 Sasaran Strategis 1
Terlaksananya Pendampingan Kelompok Pelaku Usaha/Utama Dalam Mendukung Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat KP
Indikator Kinerja 1
Kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh di Satminkal BRPBAPPP (kelompok)
Merupakan indikator kinerja yang menggambarkan jumlah pelaku utama/usaha yang disuluh mendukung terselenggaranya tata kelola SDKP yang adil, berdaya saing dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan penyuluhan.
Tujuan dari indikator kinerja ini adalah untuk menggambarkan kontribusi BRPBAPPP dalam mendukung penyediaan SDM KP yang kompeten untuk pengelolaan sumberdaya KP yang berkeadilan dan berdaya saing.
Penghitungan untuk indikator kinerja ini dilakukan dengan cara menjumlahkan jumlah pelaku utama/pelaku usaha KP yang disuluh. Bukti akhir dari indikator kinerja ini adalah data pelaku utama/pelaku usaha KP yang disuluh sampai akhir tahun by name by address.
Tabel 20. Capaian IKU Kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh di Satminkal BRPBAPPP (kelompok)
Output/Volume Progres Fisik
T R % T R %
Berdasarkan tabel diatas capaian indikator kinerja utama Kelompok Pelaku Utama/Usaha yang disuluh di Satminkal BRPBAPPP (kelompok) pada akhir tahun 2020 tercapai sebesar 7.795 kelompok (142,37%) sehingga capaiannya melebihi target tahunan sebesar Rp. 5.475 kelompok.
67
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
67 Untuk capaian IKU jumlah kelompok pelaku utama/pelaku usaha yang
disuluh pada akhir tahun 2020 telah tercapai. Walaupun dalam suasana Covid-19, pembinaan kelompok tetap berjalan walaupun secara tidak langsung penyuluh berkunjung kekelompok tetap dapat dilakukan pembinaan melalui via telepon, WhatsApp maupun Video Call dengan pelaku utama dan adanya google form yang memudahkan kami dalam mendapatkan data kelompok real time capaian perorangan. Sehingga kami mudah melihat setiap luhkan yang belum memasukkan data kelompok.
Adapun kendala terhadap pencapaian IKU tersebut adalah masih adanya beberapa luhkan di Kabupaten kesulitan akses jaringan internet yang kadang lambat atau bahkan tidak ada sehingga luhkan yang bersangkutan harus pergi mencari lokasi yang baik jaringan internetnya.
Adanya perubahan target langsung dari Puslatluh yang pada waktu triwulan I target tahunannya 5.071 karena menyesuaikan kembali dengan jumlah penyuluh, ada beberapa Satminkal yang kekurangan penyuluh sehingga targetnya dialihkan ke Maros yang berdasarkan perhitungan seharusnya bisa menyuluh lebih dari target.
Indikator Kinerja 2
Kelompok yang dinilai kelas kelompoknya di Satminkal BRPBAPPP
Merupakan indikator yang menunjukkan jumlah anggota kelompok pelaku utama/pelaku usaha KP yang dinilai kelas kelompoknya sesuai Kepmen KP No. 14 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan. Tujuan dari indikator kinerja ini adalah untuk menggambarkan kontribusi BRPBAPPP dalam dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat KP melalui peningkatan kelembagaan kelompok melalui pendampingan Penyuluh Perikanan.
Cara pengukuran capaian indikator kinerja ini adalah dengan menghitung jumlah anggota kelompok pelaku utama/pelaku usaha KP yang dinilai kelas kelompoknya yang termuat di dalam laporan kinerja penyuluh perikanan. Bukti capaian akhir dari indikator kinerja ini adalah: (1) Data anggota kelompok pelaku utama dan pelaku usaha yang dinilai kelas kelompoknya by name by address beserta nama penyuluh perikanan pembina
68
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
68 dan nomor berita acara penilaian kelas kelompok; dan (2) Rekapitulasi
dilengkapi dengan pengesahan pimpinan.
Tabel 21. Capaian IKU Kelompok yang dinilai kelas kelompoknya di Satminkal BRPBAPPP
Output/Volume Progres Fisik
T R % T R % dinilai kelas kelompoknya di Satminkal BRPBAPPP pada tahun 2020 targetnya sebesar 137 kelompok, capaiannya sebesar 1299 kelompok, dimana target tahunannya sebesar 137 kelompok (120%) sehingga capaian IKU ini telah melebihi dari target tahunan.
Pada waktu triwulan II adanya perubahan target tahunan yakni 137 kelompok dimana pada triwulan I target tahunan sebessar 275 kelompok karena berdasarkan permintaan dari Balai sendiri karena banyak penyuluh yang kesulitan akibat adanya pandemi corona.
Faktor yang mempengaruhi yakni adanya keterbatasan TIM penilai dalam melaksanakan kegiatan penilaian dimasa pandemic covid 19. Sehingga dilakukan Tindakan/ upaya dengan membuat jadwal pelaksanaan penilaian di semester 2 dengan menggunakan APD lengkap tetap memperhatikan protocol Kesehatan dan Memferifikasi Data Kelompok dengan Laporan dan Profil yang dikumpulkan sebagai pembuktiaan kebenaran data.
69
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
69 Indikator Kinerja 3
Calon kelompok pelaku utama yang disiapkan untuk ditumbuhkan menjadi kelompok pelaku utama perikanan di Satminkal BRPBAPPP (kelompok).
Calon kelompok pelaku utama yang disiapkan untuk ditumbuhkan menjadi kelompok pelaku utama perikanan di Satminkal BRPBAPPP (kelompok) Pada Tahun 2020 pada Perjanjian Kinerja Tahun 2020 ditetapkan target 285 kelompok.
Merupakan indikator yang menunjukkan jumlah calon kelompok pelaku utama yang diusulkan menjadi kelompok Pelaku utama setelah mendapatkan penyuluhan, dengan kriteria pembentukan kelompok sesuai dengan Kepmen KP No. 14 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan.
Tabel 22. Capaian IKU Calon kelompok pelaku utama yang disiapkan untuk ditumbuhkan menjadi kelompok pelaku utama perikanan di Satminkal BRPBAPPP (kelompok)
Output/Volume Progres Fisik
T R % T R % pelaku utama yang disiapkan untuk ditumbuhkan menjadi kelompok pelaku utama perikanan di Satminkal BRPBAPPP (kelompok) pada tahun 2020
70
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
70 targetnya sebesar 285 kelompok dan tercapai sebesar 542 kelompok,
sehingga capaian IKU telah melebihi target tahunan.
Hal ini dapat terealisasi 100% atau bahkan melebihi target tahunan walaupun dalam suasana Pandemik Covid_19 disebabkan dengan adanya aturan pemerintah bahwa yang dapat menerima bantuan pemerintah maupun akses modal adalah pelaku utama yang sudah berkelompok, sehingga pelaku utama atau pelaku usaha berbondong-bondong ingin dipasilitasi untuk dibuatkan kelompok. Kendala dalam merealisasikan IKU tersebut adalah desebabkan karena adanya vandemik Covid_19 sejak bulan Maret 2020 sehingga ada himbauan di beberapa daerah untuk dibatasi untuk berkumpul sehingga lambat tercapai.
Sasaran Strategis 2
Terlaksananya Pendampingan Kelompok Pelaku Usaha/Utama Dalam Mendukung Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat KP
Indikator Kinerja 4
Data dan informasi hasil riset BRPBAPPP yang digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan (paket)
Data dan Informasi hasil riset perikanan yang telah disusun dalam bentuk paket informasi (hasil pengolahan dan analisis data) yang diusulkan sebagai bahan penyusunan kebijakan. Termasuk dalam data perikanan antara lain, data potensi, data produksi, data konsumsi, data luasan budidaya, dan parameter lingkungan. (Definisi (PP 30/2008)). Termasuk dalam Informasi perikanan antara lain peta fishing ground, distrbusi perikanan, daya dukung perairan, dan daya dukung lahan budidaya. (Definisi (PP 30/2008))
Jumlah rekomendasi hasil riset perikanan yang yang digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan (paket) bertujuan untuk menggambarkan kontribusi BRPBAPPP dalam memberikan masukan/rumusan kebijakan untuk pengelolaan sumberdaya KP yang lestari dan berkelanjutan. Capaian IKU Data dan informasi hasil riset BRPBAPPP yang digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan tersaji pada tabel 23.
71
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
71 Tabel 23. Capaian IKU Data dan informasi hasil riset BRPBAP-PP yang
digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan (paket)
Sasaran Output/Volume Progres Fisik
T R % T R %
Berdasarkan tabel diatas IKU ini telah tecapai dengan selesainya kegiatan riset Data dan Informasi hasil riset BRPBAPPP yang digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan dengan judul risetnya “ Penyusunan Tata Kelola Pengelolaan Kawasan Pengembangan Budidaya Udang Intensif/Superintensif Di Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat “, dengan adanya Policy Brief dan Surat
Gambar 11. Policy Brief Risetnya “ Penyusunan Tata Kelola Pengelolaan Kawasan Pengembangan Budidaya Udang Intensif/Superintensif Di Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat “
72
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
72 Gambar 12. Surat Laporan Hasil Riset “ Penyusunan Tata Kelola Pengelolaan
Kawasan Pengembangan Budidaya Udang Intensif/Superintensif Di Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat “
73
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
73 Rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumberdaya KP yang lestari
dan berkelanjutan sebagai hasil riset rekomendasi dan masukan kebijakan riset perikanan. Bentuk hasil riset rekomendasi dan masukan kebijakan riset perikanan berupa Policy Brief. Policy Brief yang disampaikan/diusulkan oleh Kepala Pusriskan kepada Kepala Badan melalui dokumen penyampaian resmi dalam bentuk Memorandum.
BRPBAPPP memberikan masukan/rumusan rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang lestari dan berkelanjutan dengan rekomendasi dan masukan kebijakan riset perikanan yang diusulkan untuk direkomendasikan. Hasil rekomendasi yang dihasilkan berdasarkan kegiatan riset tahun 2020-2024 yang diusulkan sebagai bahan kebijakan tahun 2020.
Indikator Kinerja 5
Data dan/atau informasi hasil riset BRPBAP-PP (paket)
Merupakan indikator kinerja yang menunjukkan data informasi hasil riset yang telah disusun dalam bentuk paket informasi (hasil pengolahan dan analisis data). Indikator kinerja ini bertujuan untuk menggambarkan kontribusi BRPBAPPP dalam memberikan data dan informasi dan rekomendasi hasil riset KP untuk pengelolaan sumberdaya KP yang berkeadilan dan berdaya saing.
Pengukuran indikator kinerja ini adalah dengan cara menghitung jumlah data dan informasi yang dihasilkan dan sudah disampaikan secara resmi oleh Kepala BRPBAPPP kepada Kepala Pusat Riset Perikanan. Bukti capaian akhir yang diminta adalah berupa laporan akhir riset data informasi.
Data dan/atau informasi yang telah disusun dalam bentuk paket informasi.
Pada Perjanjian Kinerja Tahun 2020 ditetapkan target 1 (satu) paket data informasi. Kegiatan yang mendukung keberhasilan kegiatan data informasi adalah Riset Kajian Kawasan dan Lingkungan Perikanan Budidaya dan Riset Kajian Pembuatan dan Pembuatan Pupuk “Bio-Silika Plus” untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan Budidaya Tambak. Capaian IKU Data dan/atau informasi hasil riset perikanan tersaji pada tabel 24.
74
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
74 Tabel 24. Capaian IKU Data dan atau Informasi Hasil Riset BRPBAPPP (paket)
Sasaran Output/Volume Progres Fisik
T R % T R % adanya laporan akhir yang telah dibuat oleh penanggung jawab riset dan telah mengikuti Rapat Pembahasan Hasil Evaluasi Riset.
Capaian dari indikator kinerja ini sesuai dengan target yang ditetapkan yaitu akan tersedianya data dan informasi berupa 2 buah dokumen laporan akhir kegiatan yang akan sampaikan secara resmi oleh Kepala BRPBAPPP kepada Kepala Pusriskan pada akhir tahun 2020.
Capaian IKU Data dan atau Informasi Hasil Riset BRPBAPPP (paket) tersaji di bawah ini :
Data Dan Informasi Hasil Riset Perikanan
1. Kajian Kawasan Dan Lingkungan Perikanan Budidaya
Konsentrasi nitrat dan fosfat dalam perairan telah berada di atas toleransi bagi biota laut. Kondisi ini sangat berbahaya karena sudah terindikasi terjadi pengayaan nutrien di perairan. Tingginya konsentasi nitrat dan fosfat dapat berasal dari kegiatan tambak intensif/superintensif dan kegiatan antropogenik lainnya di darat dan laut.
Potensial redoks sedimen telah berada pada nilai yang menunjukkan telah terjadi proses sedimentasi bermaterial limbah organik.
Konsentrasi logam berat Pb, Cd dam Cu secara umum masih berada dibawah nilai toleransi maksimal bagi kehidupan biota laut. Namun
75
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
75 demikian diperlukan kewaspadaan karena ada titik tertentu di perairan
yang konsentrasi Pb telah berada di atas ambang toleransi biota laut.
Fitoplankton di perairan didominasi oleh Oscillatoria sp. Telah teridentifikasi ada 8 jenis fitoplankton berpotensi HAB’s yaitu Navicula sp, Nitzschia sp, Oscillatoria sp, Rhyzosolenia sp, Ceratium sp, Protopredinium sp, Gyradinium sp dan Melosira sp. Kelimpahan fitoplankton belum menggangu kestabilan produktifitas primer perairan. Namun demikian hal tersebut telah menjadi potensi akan adanya HAB’S. Indeka keanekaragaman fitoplankton yang rendah menunjukkan bahwa perairan telah tercemar.
Makrozoobentos didominasi oleh Gastropoda di semua stasiun pengamatan. Namun demikian disetiap stasiun tersebut telah teridentifikasi adanya jenis makrozoobentos sebagaim bioindikator pencemaran limbah organik. Walaupun hasil identifikasi tersebut masih rendah dan belum mendominasi namun demikian tetap menjadi perhatian serius terutama para pelaku utama tambak intensif/superintensif. Jenis makrozoobentos sebagai bioindikator limbah organik adalah Arenicola sp, Olivia flavellata, Oliva sp, Vexillum sp, Tellina sp, Cerithium sp, dan Nassarius sp. Berdasarkan indeks keanekaragaman maka perairan tergolong perairan dengan pencemaran sedang.
Populasi bakteri vibrio, total bakteri heterotroph, dan Vibrio harveyi berpendar di air dan sedimen laut cenderung semakin tinggi sampai ke titik terluar pengambilan sampel. Hal ini juga dapat mengindikasikan bahwa limbah organik yang berasal dari daratan masih terbawa hingga ke lokasi terluar dari titik sampling bahkan terkesan mengendap, ditandai dengan populasi TPC dan TBV yang lebih tinggi dibanding jarak yang jauh dari pantai. Tingginya rasio TBV/TPC dapat mengindikasikan kualitas perairan yang kurang baik untuk budidaya, karena hal ini dapat berarti bahwa telah terjadi dominasi bakteri pathogen (vibrio berpendar) pada lingkungan perairan.
76
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
76 Status mutu air dengan metode STORET diperoleh skor total nilai antara
-2 dan -10, hal ini menunjukkan bahwa perairan tergolong tercemar ringan. Kualitas perairan terbaik pada di Kecamatan Sarjo terlatak pada jarak 600 meter dari pantai, sedangkan pada jarak 100 meter dan 300 meter dari pantai kualitasnya relatif sama. Sedangkan kualitas terbaik perairan sekitar Kecamatan Bambalamuto terletak pada jarak 300 meter dari pantai. Kualitas sedimen perairan sekitar Kecamatan Sarjo dan Bambalamuto terbaik pada jarak 100 meter dari panta, ini menunjukkan bahwa sedimentasi limbah organik dari tambak intensif/superintensif dan dari kegiatan antropogenik lainnya tidak terjadi pada jarak 100 meter dari pantai. Partikel limbah organik mengalami penimbunan di dasar perairan mulai terjadi pada jarak 300 meter dari pantai dan terus terjadi pada jarak 600 meter dari pantai.
Luas tambak pada klaster Sarjo sebesar 155 ha. Daya dukung perairan yang dinilai dari konsentrasi oksige hanya dapat dikembangkan 59 ha dari 155 ha luas keseluruhan hamparan. Daya dukung perairan yang dinilai dari ketersediaan nitogen adalah 46,5 ha dari total luas lahan 155 ha. Berdasarkan hasil analisa daya dukung (oksigen dan nitogen) perairan maka disarankan agar luas kolam yang direkomendasikan untuk kegiatan budidaya intensif/superintensif di klaster Kecamatan Sarjo hanya seluas 53 ha. Eskpansi dapat dilakukan diatas 53 ha manakala ada intervensi teknologi pengolahan limbah dan pengurangan padat penebaran dan harus dianalisa ulang.
Model tata kelola kawasan tambak intensif/superintensfi (TKKTi/s) di Kabupaten Pasangkayu terdiri atas 4 sistem utama yang saling berkaitan satu sama lain yaitu sistem daya dukung lahan, sistem Teknik, sistem manajerial dan sistem regulasi/reregulasi. Selanjutnya di dalam setiap sistem utama terdapat subsistem yang juga saling berkaitan dan saling menguatkan.
Ada beberapa faktor yang berpengaruh menurunkan kualitas lingkungan. Faktor-faktor lingkungan tersebut adalah tingginya nilai nitrat dan fosfat, adanya jenis fitoplakton dan makrozoobentos sebagai indikator limbah organik, adanya potensi peningkatan total bakteri
77
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
77 vibrio (TBV) di perairan, terjadinya pencemaran sedang di perairan,
dan adanya perbedaan tingkat kualitas air dan sedimen perairan.
Faktor-faktor tersebut harus dapat dikendalikan sehingga kualitas lingkungan untuk mendukung kegiatan budidaya udang pada tambak intensif/superintensif di Kecamatan Sarjo dan Bambalamuto dapat dipertahankan dan berlanjut secara ekologi.
Tipologi pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Pasangkayu termasuk berkembang cepat bersama dengan dua kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju.
Kabupaten Pasang bersama dengan 4 kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Mamuju, Polewali Mandar, dan Kabupaten Mamuju Tengah memiliki nilai DLQ diatas 1 yang menunjukan bahwa ketiga kabupaten tersebut memiliki laju pertumbuhan sektor perikanan terhadap PDBR daerah yang masih dapat diharapkan menjadi basis ekonomi dimasa mendatang..
Sektor perikanan memiliki daya saing yang baik di Provinsi Sulawesi Barat. Kabupaten Mamuju merupakan kabupaten dengan daya saing perikanan yang tertinggi, selanjutnya berturut-turut Kabupaten Polewali Mandar, Kabupaten Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Tengah,Kabupaten Mamasa dan terakhir adalah Kabupaten Majene.
Tingkat kemajuan (progresif) sektor perikanan tertinggi di Provinsi Sulawesi Barat adalah Kabupaten Mamuju memiliki kemajuan tertinggi, selanjutnya berturut-turut Kabupaten Polewali Mandar, Kabupaten Pasangkayu. Kabupaten Mamuju Tengah, Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Majene. Walaupun terdapat perbedaan nilai, namun semua kabupeten tergolong sebagai daerah dengan progres pertumbuhan yang baik.
78
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
78 Gambar 13. Luas Tambak Super Intensi Pasang Kayau
Indikator Kinerja 6
Teknologi hasil riset BRPBAPPP (paket)
Teknologi Hasil Riset BRPBAPPP (Paket) Pada Tahun 2020 pada Perjanjian Kinerja Tahun 2020 ditetapkan target 6 (enam) paket teknologi. 6 (Enam) Kegiatan riset yang mendukung pencapaian output tersebut. adalah Riset Kajian Pemanfaatan dan Pengembangan WEBGIS SIPETAK, Riset PemanfaatanTeknologi Hasil Riset dalam Monitoring dan Pencegahan Penyakit pada Budidaya Udang, Riset Produksi Larva dan Calon Induk Udang Windu, Penelitian dan Pengembangan Pakan Ikan Beronang, Riset Perbaikan Sistem Budidaya Udang Vanname Superintensif dan Riset Mina Padi Air Payau (Padi,
79
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
79 Udang dan Ikan). Capaian IKU Teknologi Hasil Riset BRPBAPPP tersaji pada
tabel
Tabel 25. Capaian IKU Teknologi Hasil Riset BRPBAPPP (paket)
Sasaran
Output/Volume Progres Fisik
T R % T R %
Berdasarkan tabel diatas bahwa IKU ini memiliki target tahunan sebanyak 6 (enam) paket teknologi hasil riset BRPBAPPP telah tercapai. Indikator kinerja ini sesuai dengan target yang ditetapkan yaitu akan tersedianya teknologi hasil riset berupa laporan akhir kegiatan sebanyak 6 dokumen yang akan disampaikan oleh Kepala BRPBAPPP kepada Kepala Pusriskan pada akhir tahun 2020. Caapaian IKU Teknologi Hasil Riset BRPBAPPP (paket) tersaji di bawah ini :
TEKNOLOGI HASIL RISET PERIKANAN BUDIDAYA
1.KAJIAN PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN WEBGIS SIPETAK
Integrasi android dalam mengembangkan proses input data dalam WebGIS Sipetak yang dalam satu kesatuan disebut aplikasi SIPETAK, terbukti dapat memudahkan proses input dan update data hingga pada level surveyor.
Pada model aplikasi terdahulu proses input dan verifikasi data hanya mengandalkan admin sehingga berjalan lambat. Kontribusi surveyor yang berada dekat dengan tingkat pemahaman yang tinggi terhadap lokasi akan memberikan informasi up to date dan akurat. Apalagi ditindaklanjuti dengan proses verifikasi oleh admin yang paham terhadap aspek terkait kualitas lahan dan sistem informasi lahan budidaya. Dari aspek kemudahan ini ditambah nilai manfaat serta kesesuaian dengan kebutuhan pengguna diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif dari para surveyor untuk menginput dan memperbaharui data bilamana terjadi perubahan. Proses
80
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
80 akhir jika sistem ini bekerja sesuai target adalah terbentuknya dan
terkelolaanya “big data” perikanan budidaya tambak dengan data rinci yang relevan dengan program-program nasional kegiatan-kegiatan nasional seperti cara budidaya ikan yang baik (CBIB), revitalisasi tambak, pengembangan tambak berbasis klaster, sertifikasi tambak dan lainnya.
Sipetak, sebagai sebuah sistem atau tools, efektif dan sukses tidaknya sangat tergantung pada partisipasi aktif dari pemangku kebijakan budidaya tambak.
Dari hasil evaluasi lapang juga disadari masih perlunya bimbingan teknis untuk meninghindari kesalahan dalam pengoperasian dan pemanfaatan aplikasi Sipetak. Juga diperlukan aplikasi lanjutan untuk mempertajam aplikasi dan ketepatan pengambilan keputusan dalam pengelolaan tambak. Hingga laporan ini dibuat, analisis dan interpretasi data TAM belum selesai sehingga kesimpulan berbagai aspek terkait persepsi para pengguna terhadap aplikasi Sipetak masih harus didalami.
Realisasi keuangan sebesar Rp. 189.636.142 (98,96%) dengan pagu sebesar Rp. 191.626.000
Gambar 14. Workshop/BIMTEK WebGIS Sipetak.
81
LAPORAN KINERJA (LKJ) TRIWULAN III TAHUN 2020 BRPBAPPP
81 Tahap 1 di Kota Palopo (13 Juli 2020) dengan peserta dari Kab. Luwu, Luwu
Utara dan Kota Palop. Tahap 2 di IPUW Barru (26-27 Oktober 2020), melibatkan 2 Kab di Pantai Barat Sul-Sel (Kab. Barru dan Pangkep)
2. PEMANFAATAN TEKNOLOGI HASIL RISET DALAM MONITORING DAN PENCEGAHAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA UDANG
Cekaman oksigen selama 3-4 jam belum secara signifikan menyebabkan sensitifitas kit deteksi wssv menjadi lebih sensitive, akan tetapi cenderung meningkatkan populasi bakteri vibrio dan jumlah protozoa dalam hemolim sehingga menimbulkan munculnya gen pirA
Cekaman oksigen selama 3-4 jam belum secara signifikan menyebabkan sensitifitas kit deteksi wssv menjadi lebih sensitive, akan tetapi cenderung meningkatkan populasi bakteri vibrio dan jumlah protozoa dalam hemolim sehingga menimbulkan munculnya gen pirA