BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA 2013
3.3. Evaluasi Capaian Renstra 2010-2014
Evaluasi capaian indikator kinerja sampai dengan tahun 2013 dengan target kinerja renstra selama 2010-2014 dapat dilihat pada Tabel 3.17.
Secara keseluruhan, pada tahun keempat dari Renstra 2010-2014, target kinerja sudah tercapai sekitar 50%, dengan target kinerja terendah sebesar 33% untuk indikator penambahan jumlah PNS baru dan tertinggi untuk indikator peserta berbagai aktivitas pemasyarakatan iptek LIPI (547%). 19 indikator kinerja lain sudah memenuhi bahkan melebihi target Renstra, sembilan indikator sudah memenuhi target lebih dari 60% dan diperkirakan dapat dipenuhi pada tahun 2014. Capaian publikasi nasional dan internasional adalah 117% dan 128%. Publikasi Pusat Penelitian Biologi di tahun 2013 sudah melebihi 100% dari total target sampai dengan 2014, hal ini disebabkan tersedianya sarana dan prasarana penelitian yang lebih lengkap dengan fasilitas laboratorium, penambahan SDM yang lulus pendidikan, dan adanya peningkatan kerjasama dengan institusi lain baik nasional maupun internasional. Peningkatan kerjasama sampai tahun keempat telah mencapai 130%. Jumlah HKI yang digunakan oleh masyarakat masih menjadi kendala bagi Pusat Penelitian Biologi, meskipun sampai dengan tahun 2013 Pusat Penelitian Biologi telah menghasilkan 4 buah (80%) HKI baru dari target Renstra sebanyak 5 buah. HKI tersebut adalah 2 buah PVT kentang hitam dan 2 buah PVT pisang yang sudah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman
dan Perizinan Pertanian, Kementerian Pertanian. Pada akhir Renstra 2014 diharapkan jumlah HKI yang dihasilkan akan bertambah melalui Paten yang dihasilkan dari aplikasi mikroba dalam kaitan dengan pangan dan obat-obatan.
Tabel 3.17. Evaluasi capaian Pusat Penelitian Biologi
Sasaran Strategis Indikator Target
2010-2014
Capaian s/d 2013 % Sasaran 1: Meningkatkan
kualitas pengetahuan para peneliti Peningkatan pendidikan 52 75 144 Peningkatan jabatan fungsional 65 160 246 Sasaran 2: Meningkatnya hasil dan kapasitas penelitian
Publikasi Nasional 275 323 117
Publikasi Internasional 125 160 128
Jumlah HKI 5 4 80
Sasaran 3: Terungkapnya potensi kekayaan alam dan budaya Indonesia
Jumlah Penemuan Baru (Jenis baru biota, Varietas)
100 106 106
Catatan baru 130 77 59
Jumlah spesimen rujukan Flora, Fauna dan Mikroba
108.000 96.303 89 Sasaran 4: Meningkatnya
kreativitas dalam menciptakan iptek yang bernilai ekonomis
Jumlah Produk yang digunakan masyarakat
10 7 70
Jumlah HKI yang digunakan masyarakat
5 2 40
Jumlah Jasa Iptek kepada masyarakat (Deptan, KKH, konsultan, dll)
40 26 65
Jumlah teknologi pupuk bio organik yang aplikasikan ke daerah
9 6 67
Sasaran 5: Memperkuat jaringan antara LIPI dengan industri dan pihak terkait lainnya dalam meningkatkan adopsi inovasi
Jumlah kerjasama 33 43 130
Sasaran 6: Tersedianya timbangan ilmiah dan rekomendasi untuk menjawab isu nasional
Peningkatan saran kebijakan ke LIPI maupun ke pihak Luar LIPI.
265 274 103
Sasaran 7: Mendorong agar hasil kajian kebijakan LIPI dipakai sebagai rujukan
Jumlah hasil kajian kebijakan yang dipakai
10 12 120
Sasaran 8: Meningkatnya akses terhadap pengetahuan
Melaksanakan pertemuan ilmiah, workshop, seminar
26 20 77
Melaksanakan pertemuan ilmiah internasional (seminar, workshop, dll)
Sasaran Strategis Indikator Target 2010-2014 Capaian s/d 2013 % Melaksanakan pertemuan ilmiah, seminar, dll 95 257 271 Sasaran 9: Meningkatnya perilaku "rasional" dalam masyarakat
Jumlah kegiatan sosialisasi/ pemasyarakatan Iptek yang terselenggara
15 12 80
Jumlah peserta berbagai aktifitas pemasyarakatan Iptek LIPI
8.824 48.307 547
Sasaran 10: Meningkatnya peran LIPI dalam pergaulan dunia internasional
Jejaring terbangun terkait fokal point nasional
3
Peningkatan keikutsertaan dalam organisasi dan berbagai pertemuan ilmiah regional dan internasional
15 21 140
Sasaran 11: Tersedianya sarana dan prasarana penelitian yang memenuhi kebutuhan.
Jumlah saran dan prasarana penelitian yang baik untuk kegiatan
1 1 100
Jumlah paket fasilitas laboratorium dan peralatannya (PN5) dan Gedung InaCC
1 2 200
Sasaran 12: Terwujudnya Tata Kelola Organisasi yang baik (Good Corporate
Governance)
Jumlah paket perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan yang berkualitas dan akuntabel
Jumlah dokumen
perencanaan yang selesai tepat waktu (PK, Renja, RKT)
1 1 100
Jumlah dokumen
penganggaran terselesaikan (RKAKL, DIPA, POK)
1 1 100
Jumlah dokumen pelaporan yang selesai tepat waktu (Laporan Tahunan, LAKIP)
1 1 100
Jumlah kegiatan monitoring dan evaluasi (laporan triwulan)
1 1 100
Status pengelolaan administrasi keuangan dan inventaris LIPI yang tertib dan taat azas (paket Laporan Keuangan)
Jumlah dokumen laporan keuangan yang selesai tepat waktu
1 1 100
Sasaran 13: Terbinanya Sumber Daya Manusia
Jumlah penerimaan CPNS 48 16 33
Jumlah pegawai yg mengikuti pendidikan, kursus/training kedinasan, dan fungsional-fungsional lainnya
Guna mengungkap potensi kekayaan alam Indonesia, Pusat Penelitian Biologi lebih fokus pada penemuan jenis baru biota, catatan baru dan juga jumlah spesimen rujukan flora, fauna dan mikroba. Capaian hingga tahun keempat adalah 106% temuan spesies baru, 59% catatan baru, dan 89% jumlah spesimen rujukan.
Pemasyarakatan Produk Pupuk Organik Hayati (POH) yang dihasilkan Pusat Penelitian Biologi pada tahun 2011 terus dilakukan hingga berakhirnya Renstra. Sampai dengan tahun 2013 sudah dilakukan aplikasi POH di 6 daerah (67%) dari target sembilan daerah. Aplikasi POH ini mendapatkan respon yang cukup baik karena telah meningkatkan produksi hasil pertanian secara signifikan. Pada Subbab 3.2 dapat dilihat kegiatan diseminasi dan panen raya hasil aplikasi POH(Gambar 3.6)
Sebagai Scientific Authorithy untuk CITES, CBD dan MAB maka Pusat Penelitian Biologi telah mengeluarkan rekomendasi kebijakan terkait flora dan fauna dan rekomendasi berupa informasi ilmiah flora-fauna yang diperdagangkan guna menunjang COP CITES yang hingga tahun keempat telah tercapai. Untuk tingkat nasional LIPI melalu Pusat Penelitian Biologi telah memberikan timbangan ilmiah dalam penentuan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi (RTRWP) di seluruh Indonesia dan saran kebijakan lainnya. Hingga tahun keempat Pusat Penelitian Biologi telah mencapai 103% dalam mengeluarkan timbangan ilmiah dan rekomendasi serta 120% untuk jumlah hasil kajian kebijakan LIPI yang dipakai sebagai rujukan.
Capaian tertinggi sebesar 547% adalah untuk sasaran sembilan untuk indikator peserta berbagai aktivitas pemasyarakatan iptek LIPI. Kenaikan signifikan ini disebabkan oleh Pusat Penelitian Biologi yang semakin menggiatkan program penyadartauan masyarakan tentang pentingnya peran dari sumber daya hayati, tidak hanya flora dan fauna, tapi juga mikroba. Kegiatan yang dilakukan adalah melalui seminar nasional dan internasional dengan mengundang narasumber baik dari LIPI maupun dari institusi lain di dalam dan luar negri. Selain itu juga kegiatan MZB talk di Pameran Museum Zoologi Bogor yang berhasil menarik masyarakat umum terutama pelajar sekolah dasar hingga menengah untuk berkunjung ke Pameran Museum Zoologi Bogor. Meskipun capaian ini sudah melebihi target, tapi Pusat Penelitian Biologi masih
akan terus berperan aktif dalam memasyarakatkan iptek LIPI, khususnya yang terkait dengan keanekaragaman hayati.
Sampai dengan tahun 2013 Pusat Penelitian Biologi terus berperan aktif dalam pergaulan internasional sebagai Scientific Authority untuk CITES dan National focal point untuk CBD dan MAB, sehingga indikator jumlah saran kebijakan dan hasil kebijakan yang dipakai oleh pemerintah dan masyarakat dapat terpenuhi. Di tingkat nasional, LIPI melalui Pusat Penelitian Biologi berperan aktif memberikan timbangan ilmiah untuk penentuan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi (RTRW) di seluruh Indonesia. Di tingkat internasional, LIPI melalui Pusat Penelitian Biologi memberikan timbangan ilmiah pada penentuan kuota perdagangan melalui CITES, evaluasi dan revisi IBSAP, dan timbangan ilmiah terkait keanekaragaman hayati di COP 16 CITES, IPBES 2, SBSTTA 17 dan 25th ICC MAB. Dalam rangka meningkatkan peran Pusat Penelitian Biologi ditingkat regional dan internasional, maka Pusat Penelitian Biologi mengikuti berbagai organisasi ilmiah bidang biologi dan memjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan pertemuan ilmiah (140%), yaitu Symposium “Flora Malesiana”, Seminar “The role national culture collection in facilitating sustainable, development of tropical bioresources under growth economy agenda”, International seminar “Development of Internationaly Standardized Microbial Resources Center to promote life science research and biotechnology”, dan “Workshop of Botanical Illustration”.
Peningkatan jumlah sarana dan prasarana laboratorium (sasaran 11) untuk kegiatan penelitian dan jumlah kerjasama dalam dan luar negri yang tinggi (sasaran 5) merupakan faktor yang terkait erat dengan pencapaian target indikator untuk sasaran strategis 1 dan 2. Fasilitas laboratorium yang meningkat dan kerjasama dengan instansi dalam dan luar negeri memberikan kesempatan kepada para peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah bersama yang kemudian dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional yang pada akhirnya menunjang kenaikan jabatan fungsional peneliti. Adanya kerjasama ini juga membuka peluang bagi staf Pusat Penelitian Biologi untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kerjasama yang terkait dengan koleksi, seperti yang sudah dibahas di Subbab 3.2, menjadi faktor yang mendukung melebihinya target indikator penemuan jenis baru. Pada akhir Renstra,
diharapkan jumlah catatan baru dan spesimen rujukan flora, fauna dan mikroba dapat mencapai target karena hasil-hasil eksplorasi dari kegiatan DIPA dan kerjasama sampai dengan tahun 2013 sudah dapat dipublikasikan dan dimasukkan dalam database Pusat Penelitian Biologi.
Pusat Penelitian Biologi pada tahun 2013 melalui dana DIPA telah membangun Laboratorium Taksonomi Mikroba sebagai pusat referensi ilmiah bidang mikrobiologi dengan pembangunan pusat penyimpanan mikroba (InaCC), Gedung fasilitas prosesing sampel dan gudang penyimpanan hasil panen, demplot dan fasilitas penunjang di lapangan (jalan setapak, pembangunan pagar dan sistem pengairannya). Fasilitas ini adalah salah satu pendukung utama dalam menunjang program Prioritas Nasional di Pusat Penelitian Biologi. Capaian untuk sarana dan prasarana terpenuhi 100%.
Sebagai bahan monitoring, evaluasi dan pelaporan maka Pusat Penelitian Biologi telah membuat RKA-K/L, Laporan Tahunan, dan LAKIP yang berisi tentang kegiatan, luaran, target dan capaian di tahun keempat yaitu sebesar 100%.
Guna meningkatkan kualitas penelitian, Pusat Penelitian Biologi telah membuat program peningkatan SDM melalui berbagai macam kursus yang sesuai dengan tupoksi, antara lain peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi staf peneliti dan non peneliti. Capaian peningkatkan pembinaan dan kompetensi SDM adalah 78%, sedangkan regenerasi SDM melalui penambahan pegawai di Pusat Penelitian Biologi tidak dapat terpenuhi akibat adanya moratorium pengangkatan PNS yang berlaku dari tahun 2011-2012. Sampai dengan tahun 2013 Pusat Penelitian Biologi telah menerima 16 orang (33%) PNS baru, jauh dibawah target Renstra yaitu 48 orang.